Vous êtes sur la page 1sur 221

BIODATA

Nama : Dr. Abd. Malik Yusuf SpU


Lahir : Rappang, 7 / 2 / 61
Alamat : Jl. Dg. Tata I / 22
Status : K-1 / A - 2
Dik.Um :
1. FK : UNHAS 80 / 87
2. Urologi : UNAIR 86 / 2002
Dik. Mil :
1. Sepawamil : 87/88
2. Flight Surgeon : 93/94

Ruang lingkup
Pengertian : Urologi adalah ilmu
yang mempelajari tentang :
1. Traktus uro-genitalia pria
2. Traktus urinarius wanita
Traktur uro - Genitalia
Traktus Urinarius : Ginjal Meatus
uretra eksterna
Traktus genitalia / reproduksi pria :
testis-Epididimis-Vas Deferens -
Vesikula Seminalis Prostat - Uretra /
penis Kelenjar Hipofise


ISTILAH - ISTILAH
1. Anterior X Posterior
2. Media X Lateral
3. Proximal X Distal
4. Inferior X Superior
5. Major X Minor

ANATOMI Tr. UG
I. Kel. Adrenal
II. Upper Tract ( Ginjal, Ureter)
III. Mid. Tract (Buli)
IV. Lower Tract
1. Urethra Posterior
2. Urethra Anterior


KELENJAR ADRENAL
Letak : Retro P. Atas Ginjal
Ukuran : 3-5 cm (5 gr)
Vaskularisasi : Arteri Suprarenalis,
Cabang dari Arteri Renalis
Fungsi : Endokrin (Katekolamin,
Epinefrin dll & Hormon steroid )

I. GINJAL
Letak : Retroperitonial, Paravertebra
Lumbal Kanan, Kiri
Bentuk : Seperti Buncis,Solid
Ukuran :10-12 x 5-5 x 3 cm
Bagian Luar - Dalam : Lihat Gambar
Vaskularisasi : A. Renalis (Cbg.Aorta)-
A.Segmentalis-InterLobaris-
Interlobularis-Aa afferen-Aa efferen


HUB. DGN ORGAN LAIN
Pole atas : Diaphragma & Kosta XII
dan Kosta XI Kiri
Medial : Psoas Major,Quadratus
Lumborum & Tranversus Abdominis
Anterior : Liver, Duodenum, Colon
Gambar

Bagian Ginjal
apikal
upper
middle
lower
anterior lateral posterior
Posterior
Hub. Ginjal Dgn Organ
Lain

adrenal
Duodenum
Colon
Liver
Adrenal
Gaster
Lien
Colon
Pancreas
Anterior
Kanan
Kiri
Hub Ginjal Dgn Organ
Lain

Diaphragma
Costa XII
App. Transv Abd
Quadrt. Lumborum
Psoas
Kanan
Kiri
Costa XII
Costa XI
App T A
Quad LUmb
Posterior
Fungsi Ginjal
Mengatur Cairan ,Elektrolit,Asam Basa
Fungsi Endokrin ; Metab. Vit. D,
Produksi Renin & Eritropoitin
Potongan Longitudinal
Ginjal

Pyelum
Kaliks Major
Korteks
II. URETER
Merup Tabung dari Ginjal Buli
Panjang + 30 cm
3 Penyempitan :
1. Ureteropelvic junction
2. Saat menyilang Vasa Iliaka
3. Ureterovesical junction
II. Ureter
3 Bagian : 1/3 Proks, tengah & Distal
UPJ Bgn post buli
Vascular : Proks : Cbg A. Renali,
Tengah : Cbg Ao (bervar), Dist : A.
Vesikalis, Utern / Rectalis media
Syaraf : Sympatis : Th 11- L2 &
Parasymp : Sacral 2-4
Fungsi : mengantar Urin

URETER
Perjalanan
Mulai UPJ depan M. Psoas Major turun
berjln medial sacroiliac joint, lateral
dekat spine ichiadica dan ke medial
masub buli dari postero-lateral.
Disilang vasa deferen (Laki) & A.
Uterina (Wanita)

VESIKA URINARIA
Fungsi : Menampung,mengeluarkan &
cegah reflux Urin
Daya Tampung : 350 450 ml
Kosong : Dibelakang Symphysis pubis
& Overdistensi teraba pd perut
Muara ureter diposterior
Buli-Buli
Suplai Darah :
1. Arteri Vesicalis Sup, Media & Inf
(Hypogastrica / Iliaca Int) serta
Cabang glutea inf & Obturator, juga
A. Vaginalis (Wanita)
2. Vena : Vena plexus => Vena
Hypogastrica
L.N : mll Vasikalis, Iliaka Ext & Int
Buli - Buli
Hub. Organ :
1. Laki : Blkg ada vesikula seminalis, vas.
Deferentia, ureter & rektum
2. Wanita : Uterus & Vagina diantara Rektum
Dome & posterior ditutup peritonium
Depan : symphysis pubis
Histologi : Otot Detrussor (Longitudinal,
sirkular & spiral)
URETHRA
1. Urethra anterior:
a. Fossa navikularis
b. Urethra pars pendulosa
c. Urethra pars bulbosa
2. Urethra posterior
a. Urethra pars membranosa
b. Urethra pars prostatika


PROSTAT
Organ glandular & fibromuskular
Trletak di inferior buli
Berat 20 gr
M btk uretra posterior (2.5 cm)
Fiksasi : lig. Puboprostatikum (Ant ) &
Diaphragma UG (Inf)
Verumontanum T4 keluar duktus
Ejakulatorius
Prostat
Mc Neal :Zone Perifer, Central,
Transitional, preprostatic spinter &
Segmen ant
Adenoma Prostat : Lobe Lat or med
Tdpt diblkg Sy. Pubis, post-sup tdpt
vasa deferentia & vesikula seminalis
serta blkg fascia Denonvilliers
Prostat
Arteri : Vesikalis inf, pudenda interna &
rektalis media(hemorroidalis)
Vena : Plexus prastatika -> V. Iliaka interna
Innervasi : Plexus parasimpatis & sympatis
Ln. : Iliaka int dan Ext, sacral, vesikal
Fgs : liquifqksi / mengencerkan sperma
Cairan berbau Akasia
Vesikula Seminalis
Terletak diatas prostat dibelakang buli
Ukuran 6 x 1 cm (Capasitas 4 ml)
Bfgs : Koagulasi & berikan makanan
sperma
50 80 % Vol Ejakulasi
Bermuara ke prostat : Duct. Ejakulatorius
Vaskularisasi = Prostat
Saraf: umumnya simpatis
Spermatic Cord
(FUNIKULUS SPERMATIKUS)
Mulai anulus internus epididimis
proximal
Berisi :
1. Vas deferen dgn A dan Venanya
2. A & V spermatika Int
3. Pleksus venosus pampiniformis
4. Nervus testis & epididimis
Funikulus spermatikus
5. Pembuluh linfe testis & epididimis
6. A. Kremasterika
7. Sisa prosessus vaginalis (obliterasi)
8 Fascia funikulus spermatikus termasuk
fascia cremasterika dari MOA
Internus
Funikulus Spermatikus
Arteri : A. Spermatika Interna, A. Cbg
Epigastrika Inf.
Vena: Melalui spermatika
Ln. Iliaka interna
TESTIS
Awalnya setinggi V. Lumbal, Antero-
medial Ginjal (Retroperitonial)
90 % di skrotum saat lahir
Desensus Testis o/k Gonadotropin
Suhu 1-2
o
C bawah suhu tubuh diatur
o/ m. dartos
4 x 3 x 2.5 cm (15 25 ml )


Testis
Unit fgs t.d :
1. Tobuli seminiferi (2/3 vol testis) dg
fgs spermatogenesis
2. Sel Leydig (Testosteron )
3. P.darah, Ln & sel makrofag


Vaskularisasi
A. Spermatika Int (Cbg Ao. Abd)
A. Kremasterika (Cbg A. Epigastrika)
A. Deferensia (Cbg A. Hipogastrika)
V. testis Pleksus pampiniformis v.
Spermatika Int kemudian :
1. Kanan => Vena Cava
2. Kiri => V. Renalis

Epididymis
Btk Sosis, samping belakang testis
T.d : Caput, Corpus & Cauda
Tdpt saluran 4 5 m
Berfungsi :
1. Pematangan sperma
2. Penyimpanan sperma
3. Transport sperma
Vas Deferens
Pjg 35 cm, diameter Sep. Lidi
T.d:
1. Bg. Intravaginal
2. Bg. Skrotal
3. Bg. Inguinal
4. Bg. Retroperitonial / Pelvikal
5. Bg. Ampulla
Vas Deferens
Ampula & Vesika seminalis membtk
duktus ejakulatorius yg bermuara di
uretra prostatika
Vesikula Seminalis
Pjg 5 cm & terletak dibelakang dasar
buli
Produksi :
1. Fruktosa
2. Enzym u/ koagulasi sperma
3. 50 80 % Vol Ejakulasi
Congenital Anomali
Upper Urinary Tract
A. Ginjal (Simple, thoracic,crossed &
fusion ectopia, horseshoe, agenesis
dan supernumery kidney)
B. Ureter (Duplikasi, atresia,VUR


Lower urinary tract
Extrophy & Epispadia
Urachus
Posterior urethral valves
Malformasi GE
Hypospadia (Glanular,subcoronal,distal
penile,midshaft,proximal
penile,penoscrotal,scrotal dan
perineal)
Kontraindikasi sirkumsisi


RETENSI URIN
Definisi : suatu keadaan dimana
seseorang tidak dapat miksi dg
volume urin melebihi kapasitas
normal
Etiologi :
1. Fimosis / parafimosis
2. Batu buli / uretra

Penyebab retensi urin
BPH / Ca Prostat
Striktur uretra / meatal stenosis
Batu buli / uretra
Fimosis / parafimosis
Bekuan darah
Trauma / strangulasi uretra
Neurogenik bladder

Gejala & Tanda
Nyeri suprapubik
Kencing menetes
Inkontinensia
Buli dpt diraba


Komplikasi
Divertikel buli
Batu buli
Infeksi => sepsis
Gangguan fgs ginjal
Terapi
Pasang kateter (CD)
Diversi urin
Terapi penyebab



Ukuran kateter
Skala Charrieres French
Ukuran dinyatakan dengan F / Charr
F = French, Ch = Charriere
1 F = 0.33 mm
24 F = 7.92 mm
Teknik kateterisasi
Persiapan
1. Hand scoond
2. Doek steril & Kassa steril
3. Betadin
4. K J Jelly / Xylocaine Jelly
5. Spoid 10 / 20 cc
6. Proses pelaksanaan (PP lain)

Inkontinensia
Definisi : keluarnya urin tanpa
disadari dan tidak terkontrol
1. True I : keluarnya urin tanpa
disadari, misalnya : ekstrofi buli,
epispadia, vesiko-vaginal fistula,
muara ureter ektopik
Stress Inkontinensia
Yaitu keluarnya urin saat tekanan intra
abdominal meningkat karena
kelemahan spinter. Mialnya : batuk,
ketawa, naik tangga. Banyak pd
wanita multipara.
Urge inkotinensia
Yaitu keinginan miksi yg tdk dpt
ditahan. Sering pd infeksi buli atau
gangguan saraf.
Paradoks atau overflow I, terjadi pd
retensi kronik
Infeksi saluran kemih
E/ Spesifik dan Non spesifik
Patogenesis infeksi
1. Asenderens infeksi
2. Hematogen
3. Lymfogen
4. Ekstensi langsung

Pyelonefritis
Definisi : infeksi parenchim & pelvis ginjal
Menurut onset : akut / kronik
Gejala :
1. AKUT : demam, menggigil, nyeri pinggang
& iritative voiding. Sering dg bacteriemia &
leukosituria (> 10.000 col/ml)
2. Kronik : kultur urin & infeksi aktif (-)
Komplikasi : Septikemia, PNC (atrofi
ginjal)

Perirenal Abses
Ruptur abses renal
Nyeri pinggang
Terapi antibiotik
Drainage (insisi abses)
Penatalaksanaan
Bed rest / tirah baring
Antibiotik (emperik / kultur urin)
Simtomatik

Ureteritis
Infeksi ureter dpt terjadi karena :
reflux vesikouretral, gangguan
peristaltik ureter atau benda asing
Cystitis
Infeksi buli dapat non spesifik atau
spesifik:
1. Nonspesifik : coliform bakteri (E. coli
) atau gram positip mis: enterococci
2. Spesifik: Mycobacterium Tuberculosis
Rute infeksi
Gejala klinik
Akut :gejala iritasi : frequensi, urgensi,
nocturia, rasa panas saat miksi,
dysuria & nyeri tekan suprapubik.
Lab: pyuria & bakteriuria
Komplikasi : asenderen infeksi
Terapi : tergantung penyebab
Urethritis
Acute urethral syndrome in women
(36%)
Vaginitis (32%)
Sistitis spesifik (32%)
Keluhan : dysuria & frequensi (dg
gejala pd buli & uretra) dimana urin
steril & leukosit rendah.



Batu Saluran Kemih
Teori tbtk batu
1. Nucleation Theory
2. Stone Matrix Theory
3. Inhibitor Of Crystallization Theory
Sbgn besar adalah radioopak
Batu ginjal
Terdpt batu pd ginjal - pyelum
> 1 cm berhenti di UPJ
Nyeri pinggang (konstan), dijalarkan
ke perut bg atas (kedepan)
Batu staghorn kadang tdk menyumbat
Komplikasi : hidronefrosis,
pyonefrosis, PNC, sepsis
Batu Ureter
Ureter proksimal : diameter UPJ 10
mm => nyeri testis
Ureter 1/3 tengah : diameter 4 mm
=> nyeri pinggang / abdomen, mual &
muntah (Appendisitis/divertikulitis)
Ureter 1/3 distal /UVJ :diameter 1-5
mm => frekuensi / urgensi, & inguinal
& testis / L majora
Batu buli
Batu pd buli / divertikel buli
Faktor predisposisi
1. Gangguan miksi (striktur uretra, BPH,
bladder neck kontraktur, neurogenik)
2. Benda asing (kateter / DJ Stent)
Batu buli
Batu buli (Operasi)


Batu uretra
Sering berasal dari ginjal/buli
Sering berhub : ggn miksi & infeksi
59-63% uretra anterior, 11% fossa
navikularis & 42% uretra membranosa
Terapi : tgtg besar & lokasi batu
Gejala batu saluran
kemih
Gejala iritasi
UTI - sepsis
Hematuria
Nyeri panggul
Retensi urin
Komplikasi
ARF (Anuria)
Hematuria
Infeksi
Uretero-hydronefrosis
Pyonefrosis (urin campur nanah)
CRF (PNC)
Keganasan
Diagnosa batu saluran
kemih
Anamnesis
Pemeriksaan penunjang :
1. Laboratorium
2. Radiologi : USG, IVP, RPG / APG
Pengobatan
Simtomatis (Prostaglandin)
Kausal
Pengobatan
Konservatif (Ekspektatif)
1. Asimtomatis (tanpa gejala)
2. Tanpa obstruksi / dilatasi
3. Tanpa infeksi
4. Batu < 5 mm
5. Kaliks ginjal / 1/3 distal ureter


Anjuran
Minum banyak, 3 ltr atau lebih / hari
Banyak gerak, loncat-loncat
Obat : ureterotonika / diuretik
Biasanya 4-6 mgg

Manipulatif
Indikasi
1. Terdapat sumbatan
2. Terdapat infeksi
3. Diduga tidak dpt keluar spontan
(berdasarkan lokalisasi & diameter)
Metoda
ESWL (Extracorporeal Shock Wave
Lithotripsy)
Operatif endourologi :
1. Litotripsi
2. URS (Uretero-renoscopy)
3. PCNL (Percutaneous Nephrolitholapaxi )
Metoda
Kombinasi ESWL & Endourologi
Pembedahan
1. Vesikolitotomi
2. Ureterolitotomi
3. Pielo (Nefro) litotomi
4. Nefrektomi

ESWL
Perawatan perioperatif
Persiapan operasi
1. Laboratorium :
(DL,RFT,LFT,GDS,CT/BT,As.Urat)
2. Radiologi : Thoraks foto, BNO/IVP
3. EKG (umur > 40 th)
4. Konsul Interna / anastesi
5. Infus (RL / Na Cl ?)

Pre operasi
1. Puasa 6 jam
2. Lavament
3. Dg / tanpa cukur pubes
4. Dg / tanpa persiapan darah
5. Antibiotik profilaksis (skin test)
6. Pengadaan alat / obat
7. Dg / tanpa BNO pre operasi (pagi)

Post operasi
Puasa / langsung makan minum
Tidak boleh duduk 24 jam (RA)
Miring ka/ki
Observasi :VS, prod.drain / urin
Balance cairan (kasus tertentu)



Penggunaan Antibiotika
Profilaksis
1. Semua tindakan
2. Diberikan 1 jam prabedah (IV)
3. Skin test sebelum pemberian
4. Kultur & sensitivitas test
Terapeutik
Gagal ginjal
Akut kronis
Etiologi
1. Pre Renal
2. Renal
3. Pos renal
Gejala : Ggn RFT, dg/tanpa anuria
NEOPLASMA
Tumor ginjal
Anak-anak : Wilms tumor
Dewasa : Renal cell Carcinoma (RCC)
E/ : ? (rokok, kopi, analgetika )
D/ Radiologi, Laborat.
T/
1. Radiasi, hormonal/kemoterapi
2. Nefrektomi
Tumor buli
Etiologi : ? (iritasi, rokok, industri,
permen )
1. Rata-rata 65 th
2. Gejala : massa, hematuria
3. Pemeriksaan : Radiologi, Laborat.

Tumor buli
Terapi
1. Kemoterapi
2. Operasi : TUR Buli, Cystektomi)
3. Radiasi
Tumor Prostat
BPH / Carsinoma Prostat
E/ : Hormon testoteron
T/ :
1. TURP
2. RADIKAL PROSTATEKTOMI
3. RADIOTERAPI
4. HORMONAL / KEMOTERAPI
Carsinoma (Ca) PENIS
Umumnya pd dekade VI
Risk faktor : Smegma / kebersihan
Gejala: nyeri, bengkak, perdarahan,
berbau / bernanah, 50% KGB, bunga
kol
D/ : biopsi (PA)
Komplikasi : infeksi, retensi urin
Pengobatan
Sirkumsisi (terbatas preputium)
Penektomi :
1. Total & perineostomi
2. Partial
TRAUMA Tr. Urinarius
GINJAL
Tajam / Tumpul
Pem. Fisik : jejas, nyeri, hematuria,
kesadaran menurun s/d syok.
Diagnosa : Lab, radiologi
Terapi : Konserpatif / operatif
Trauma Buli - buli
Memar
Ruptur buli : intra/ Ekstraperitonial
Faktor resiko : buli penuh
T/ konservatif / operatif
Trauma uretra
Uretra posterior : fraktur pelvis
Uretra anterior : Straddle injury &
instrumentasi
Gejala : retensi urin, bloody discharge,
hematom perineum/skrotum
Diagnosa : uretrografi
Kontra indikasi pasang kateter
Cystostomi terapi definitif
Penyakit alat reproduksi
Fimosisi & parafimosis
Definisi :
Komplikasi : retensi urin, strangulasi
T/: Dorsumsisi & sirkumsisi
Penyakit kelamin
Gonococal uretritis (GO)
E/ Neisseria gonorrhoeae (Gram
Negatif diplococ)
Keluhan : disuria, gatal, U. discharge
Masa inkubasi 3-10 hari
Non GO (C. trachomatis)
Tindakan urologi
Irigasi
Litotripsi
Radiasi
Pembedahan :
1. Drain
2. TURP Sachse URS PCNL (Endo)
3. Cystectomi / prostatektomi
Tindakan
Systostomi
Nefrostomi
Nefrektomi
Transplantasi ginjal
Hal yg perlu diperhatikan
Tanda vital
Produksi urin, drain
Balance cairan
Infus & cairan
Diet
Pencatatan
Perawatan urologi
Keadaan umum
Keluhan :
1. Sifat , lokasi,
2. Pemeriksaan
Pasien dg kateter
Posisi, fiksasi
Kelancaran aliran, merembes ?
Kebersihan - mandi
Urobag terpasang
Spoeling ?

Perawatan post operasi
TURP :
1. Biasanya spinal/epid => diet bebas,
miring ka/ki, tdk boleh duduk
2. Spoeling NaCl 0.9 %, 2 hari (Urin ?)
3. Traksi kateter 24 jam => Kendorkan
-Lepas kateter 3-5 hari post op.
4. Tunggu PA
Operasi terbuka:
1. Anastesi : GA atau spinal / epid.
2. Diet tgtg macam anastesi
3. Biasanya ada drain, lepas 4-6 hari
atau prod. 20 CC / kurang selama 2
hari berturut-turut (botol ganti/hr),
catat prod. Pd status
4. Off kateter : 2-3 hari
5. Angkat jahitan 8-10 hari
Diuresis post obstruksi
Urin melebihi normal
Perhatikan tanda vital (T,N, kesad)
Balance cairan
Catat prod. Urin/output & input
ARF / CRF
Balance cairan
Hati hati infus RL
Catat input & output
Koreksi gangguan elektrolit :
1. Hipo / hipernatremia (Drips)
2. Hipo / hiperkalemia (Drips)
Skrotum
SKROTUM
1. Kulit Kulit
2. Fasc. Campers Fasc. Dartos
3. Fasc. Scarpa Fasc. Colles
4. App MOAE Fasc. Sperm Ext
5. MOAI M. Cremaster
6. MTA No Layer
7. Fasc. Transv Fasc.Sperm Int
8. Pre perit. Fat Areolar tissu
9. Peritonium Procc. Vaginalis


Kelainan Yg Biasa
Ditemukan
1. Inflamasi funikulus spermatikus
2. Infeksi
3. Torsio testis
4. Varikokel
5. Hidrokel
6. Hematokel
7. Vasektomi
Varikokel
Defenisi: Dilatasi pleksus venosus
pampiniformis krn ggn VSI
Anatomi:
1. Dibtk : V.testis,epidd,vas def & cremt
=> VSI => VCI / V. ren kiri
2. Berhub: V.femoralis,iliaka int & ekst
3. Kolateral antara pleksus ka & ki
Komplikasi
1. Infertilitas
Konsentrasi sperma berkurang 26.6 %
penderita
Motilitas menurun 35.7 %
Sperma btk muda (4 %)
Btk abnormal (10 %)
Vol ejakulat berkurang
2. Trauma mudah => hematokel


HIDROKEL
Definisi : Penimbunan cairan pd
tunika vaginalis
3 Tipe
1. H. Kongenital (6% kelahiran normal)
2. H. Idiopatik = Primer
3. H. Simptomatik = H. Sekunder
VASEKTOMI
1. Pengertian : Memotong & menutup
Saluran sperma di daerah kantong
testis / Zakar (Bukan kebiri karena
testis tetap ada)
Sterilisasi legal sec. medis & etis
Simpel & murah X Tubektomi
Informed Consent
Indikasi
Kontrasepsi
1. KB
2. Cegah peny. Heriditer
3. Penyakit ibu
Cegah asenden / desenden infeksi
TESTIS
Kelainan yg sering ditemukan :
1. Kriptorkismus
2. Torsio Testis
3. Torsio Appendix Testis & Epididimis
4. Orkhitis
5. Tumor Testis ( Bedah III)
Skrotum Kosong
1. Kriptorkismus / Mal / Undescensus
2. Retractil testis
3. Anorchidism / monorchidism
4. Ectopic testis

KRIPTORKISMUS
Pengertian : Testis tersebunyi, yaitu
kondisi dimana testis berhenti dlm
perjalanan normalnya antara ginjal &
skrotum
Abdominal
Canalis inguinalis
Prepubic
Kriptorkismus
Ektopik Testis
Definisi : Testis berhenti & diluar
garis penurunan
1. Inguinal superficial
2. Penil
3. Perineal
4. Transverse / Paradoxaic descent
5. Pelvic
Ektopik Testis
Definisi : Testis berhenti & diluar
garis penurunan
1. Inguinal superficial
2. Penil
3. Perineal
4. Transverse / Paradoxaic descent
5. Pelvic
Komplikasi
Kriptorkismus 25% dg HIL
Torsio testis
Infertility
Malignancy (Jarang < 10 th)
Torsio Testis
Defenisi : Terpuntirnya testis pd
funiculus spermatikus / mesorchium
pd epididimis.
Kead. Emergency => nekrosis testis
Jarang ( 1 : 4000 pria , 25 th)
Plg sering 12-18 th
Pernah neonatus & 30% > 30 th
Torsio appendix testis &
Epididimis
App.testis => sisa Mullerian Duct
(kista hidatid dari Morgagni)
App. Epididimis => sisa Mesonephric
Duct
Jarang, sblm puber, E/ ?
Gejala : menyerupai torsio testis
Terapi : Ragu-ragu => Eksplorasi

Orkitis
Biasanya disertai epididimitis
Infeksi melalui :
1. Hematogen
2. Vasa limfatikus
3. Vas deferen => epididimis
Komplikasi
25-35% infertil
Fungsi androgenic biasanya tetap baik
Torsio testis - Orkhitis
Torsio testis Orkhitis
Onset Tiba-tiba Perlahan
Letak lebih tinggi Tetap
Dopler test Negatif Meningkat
Prehn test Negatif Positif
R. Kremaster Negatig Positif
Posisi Transversal Longitudinal
1. Epididimis non Spesifik
Etiologi : infeksi banal (asenderen
infeksi), melalui vasa limfatikus atau
hematogen.
Berlangsung aku atau khronis
2. Epididimis Spesifik
Hampir selalu dari t4 lain
Insiden :
1. Dewasa muda, seksual aktif
2. Umur 20-50 th
3. 20% ada riwayat TBC
4. TBC urugenital 2-4% dari seluruh
TBC atau 15% dari TBC diluar paru
Disfungsi Seksual
Prematur Ejakulasi : Tidak adanya
kemampuan mengontrol ejakulasi
untuk memuaskan pasangan sampai
50%.
Ejaculatory incompetency : Ketidak
mampuan ejakulasi selama intercourse
Disfungsi Seksual
Impotensi primer : Tidak pernah
mampu mempertahankan ereksi untuk
melakukan intercourse.
Impotensi sekunder : Sebelumnya
mampu, namun selanjutnya gagal
melakukan intercourse paling sedikit
25% pertemuan

Disfungsi Seksual
Priapisme : Ereksi yg tidak normal &
persisten ( lebih 6 jam) tanpa
keinginan sexual.
SILIKON PENIS
Injeksi bahan cair pada kopus penis
Tujuan ?
Komplikasi

BIODATA
Nama : Dr. Harry Nusaly SpU
Lahir : Makassar, 10 Mei 1962
Alamat : Jl. Dg. Tata I / 22
Status : K-1 / A - 2
Dik.Um :
1. FK : UNHAS 82 / 89
2. Urologi : UNAIR 2001