Vous êtes sur la page 1sur 2

HUBUNGAN EPILEPSI DENGAN DEPRESI PADA PENDERITA EPILEPSI DI RSUD DR.

MOEWARDI
SURAKARTA PERIODE MEI 2012

Adi Nugroho* Diah Kurnia Mirawati**

*) Peserta Didik Program Studi Dokter Spesialis Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret / RSUD
dr.Moewardi Surakarta

**) Staf Pengajar Bagian Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret / RSUD dr.
Moewardi Surakarta


ABSTRAK

Latar Belakang dan Tujuan: Depresi adalah salah satu kondisi komorbid psikiatri pada penderita epilepsi yang
paling sering dilaporkan. Mengetahui dan memahami depresi pada penderita epilepsi sangat penting untuk
membantu menentukan diagnosis serta perencanaan penanganan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan epilepsi dengan depresi pada penderita epilepsi di RSUD dr. Moewardi Surakarta dengan menggunakan
kuesioner skala nilai depresi dari hamilton.

Metode : Merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel diambil
secara purposive pada penderita epilepsi rawat jalan di poliklinik penyakit saraf RSUD dr. Moewardi selama bulan
Mei 2012 yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel mengisi (1) lembar informed consent, sebagai tanda persetujuan,
(2) kuesioner skala nilai depresi dari hamilton untuk mengetahui tingkat keparahan depresi.

Hasil : Diperoleh data sebanyak 30 sampel dengan 24 penderita epilepsi umum dan 6 epilepsi parsial. Dari hasil
penelitian ini, penderita epilepsi yang berobat jalan ke poliklinik saraf RS dr. Moewardi sebanyak 56,7 % penderita
epilepsi mengalami depresi. Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian
depresi pada penderita epilepsi (p= 0,065, derajat kepercayaan 95 %). Tidak didapatkan hubungan yang signifikan
antara tingkat pendidikan dengan kejadian depresi pada penderita epilepsi (p= 0,098, derajat kepercayaan 95 %).
Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara status pekerjaan dengan kejadian depresi pada penderita epilepsi
(p= 0,638, derajat kepercayaan 95 %). Didapatkan hubungan yang signifikan antara status perkawinan dengan
kejadian depresi pada penderita epilepsi (p= 0,000, derajat kepercayaan 95 %). Didapatkan hubungan yang
signifikan antara bentuk epilepsi dengan kejadian depresi pada penderita epilepsi (p= 0,017, derajat kepercayaan 95
%). Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara jenis obat anti epilepsi yang dikonsumsi dengan kejadian
depresi pada penderita epilepsi (p= 0,098, derajat kepercayaan 95 %). Didapatkan hubungan yang signifikan antara
umur dengan kejadian depresi pada penderita epilepsi (p= 0,015, derajat kepercayaan 95 %). Tidak didapatkan
hubungan yang signifikan antara lama penderitaan epilepsi dengan kejadian depresi pada penderita epilepsi (p=
0,834, derajat kepercayaan 95 %). Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara frekuensi kejang selama satu
tahun dengan kejadian depresi pada penderita epilepsi (p= 0,535, derajat kepercayaan 95 %).

Kesimpulan : Didapatkan hubungan antara status perkawinan, bentuk bangkitan epilepsi, dan umur dengan
kejadian depresi. Komorbiditas depresi yang cukup tinggi pada penderita epilepsi secara keseluruhan di poliklinik
saraf RSUD dr. Moewardi Surakarta sehingga diperlukan penanganan yang menyeluruh untuk meningkatkan
kualitas hidup penderita epilepsi.

Kata kunci : epilepsi, depresi.


RELATIONSHIP EPILEPSY WITH DEPRESSION IN EPILEPSY PATIENTS AT
DR.MOEWARDI HOSPITAL SURAKARTA DURING MAY 2012

Adi Nugroho* Diah Kurnia Mirawati**

*) Neurology Resident of Medical Faculty Sebelas Maret University / dr.Moewardi Hospital Surakarta

**) Senior Staff of Neurology Department, Medical Faculty Sebelas Maret University / dr. Moewardi Hospital
Surakarta

ABSTRACT

Background and Objective: Depression is one of psychiatric comorbid conditions in patients with epilepsy
reported most frequently. The purpose of this study is to examine the relationship of epilepsy with depression in
epilepsy patients at dr. Moewardi Hospital Surakarta using hamilton rating scale questionnaire.

Methods: A descriptive study using cross sectional. Participants were taken purposively in patients with epilepsy in
neurological department of dr. Moewardi hospital during May 2012 who meet study criteria. Subject filled out (1)
informed consent sheet (2) hamilton rating scale questionnaire to to determine the existence of depression and the
severity of depression.

Results: There were 30 participants, 24 participants with generalized epilepsy and 6 participants with partial
epilepsy. From the results of this study, patients with epilepsy at neurology clinic in the dr. Moewardi hospital
56.7% of patients with epilepsy experience depression. There are no relationships between the sexes with depression
(p = 0.065, 95% confidence level). There were no relationships between education with depression (p = 0.098, 95%
confidence level). There were no relationship between employment and depression (p = 0.638, 95% confidence
level). There is a relationship between marital status and depression (p = 0.000, 95% confidence level). There is a
relationship between forms of epilepsy with depression (p = 0.017, 95% confidence level). There were no
relationships between the types of anti-epileptic drugs with depression (p = 0.098, 95% confidence level). There is a
relationship between age with depression (p = 0.015, 95% confidence level). There were no relationships long of
epilepsy with depression (p = 0.834, 95% confidence level). There were no relationships seizure frequency during
one year with depression (p = 0.535, 95% confidence level).

Conclusion: Obtained the relationship between marital status and form of epilepsy with incidence of depression. A
high depression comorbidity was found in epilepsy patients in neurological department of dr. Moewardi Hospital
Surakarta required a thorough treatment to improve the quality of life in patients with epilepsy.

Key words: epilepsy, depression.