Vous êtes sur la page 1sur 8

Oleh :

A.A Dian Safitri 1006305105


I Putu Ngurah Panji K. Jaya 1006305117
Ni Made Suari Ardiani 1006305121
A.A. Istri Windha F.K 1006305144
I.A Putu Candra Mitha Swari 1006305145




Pengertian Akuntansi Pertanggungjawaban
Akuntansi pertanggungjawaban merupakan salah satu
konsep dari akuntansi manajemen dan sistem akuntansi
yang dikaitkan dan disesuaikan dengan pusat-pusat
pertanggungjawaban yang ada dalam organisasi.

Perbedaan Akuntansi
Pertanggungjawaban dan Akuntansi
KOnvensional
Perbedaan mendasar akuntansi pertanggungjawaban dan akuntansi
konvensional adalah terletak pada perencanaan, klasifikasi, dan
pengumpulan data. Dalam akuntansi konvensional, data diklasifikasikan
berdasarkan hakikat dan fungsinya dan tdak digambarkan sebagai individu-
individu yang bertanggung jawab atas terjadinya dan pengendalian terhadap
data tersebut, oleh karena itu data akuntansi konvensional mempunyai nilai
yang terbatas bagi manajer dalam memantau efisiensi dari aktivitas harian
mereka. Sedangkan akuntansi pertanggungjawaban lebih menitikberatkan
pada pertanggungjawaban atas kejadian dan kontrol secara individual.

Akuntansi pertanggungjawaban juga memperhatikan aspek manusia dalam
perencanaan, akumulasi data dan pelaporan, karena perencanaan biaya dilakukan
dengan sistem anggaran dan diakumulasikan berdasarkan pertanggungjawabannya,
laporan setiap segmen sehingga manajer dapat melakukan penilaian dan
penghargaan secara lebih tepat. Dengan demikian akuntansi
pertanggungjawaban mendorong manajer untuk mencapai tujuan. Akuntansi
pertanggungjawaban tidak mengalokasikan biaya gabungan ke segmen-segmen yang
memperoleh manfaat daripadanya, melainkan membebankan biaya tersebut kepada
individu di segmen yang menginisiasi dan mengendalikan terjadinya biaya tersebut.

2. Jaringan Pertanggungjawaban
dan Jenis-jenis Pusat
Pertanggungjawaban

Akuntansi pertanggungjawaban didasarkan atas premis bahwa
semua biaya dapat dikendalikan dan masalah yang ada
hanyalah menyediakan sebuah batas akhir bagi
pengendaliannya. Dengan demikian, maka struktur organisasi
dijabarkan menjadi sebuah jaringan pusat pertanggungjawaban
individual atau unit organisasi yang menjalankan sebuah
fungsi.

a. Pusat Biaya (expense center).
Pusat Biaya Teknik/Pusat Biaya Standar
Pusat Biaya Kebijakan
a. Pusat Penghasilan (revenue center)
b. Pusat Laba (profit center)
c. Pusat Investasi (investment center)


1. Manajemen berdasarkan perkecualian (MBE) adalah mencukupi untuk
mengendalikan operasi secara efektif.
2. Manajemen berdasarkan tujuan (MBO) akan menghasilkan anggaran, biaya
standar, tujuan organisasi, dan rencana praktis untuk mencapainya yang
disetujui bersama.
3. Struktur pertanggungjawaban dan akuntabilitas mendekati struktur hierarki
organisasi.
4. Para manajer dan bawahannya rela menerima pertanggungjawaban dan
akuntbilitas yang dibebankan kepada mereka melalui hierarki organisasi.
5. Sistem akuntansi pertanggungjawaban mendorong kerja sama dan bukan
persaingan.

SESI DISKUSI.......