Vous êtes sur la page 1sur 21

MOHD ZAID BIN AHMAD ZALIZAN

102012499
B1
Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa
ibunya ke poliklinik RS karena sering batuk sejak
3 bulan yang lalu. Batuk terutama terjadi pada
malam hari dan tidak disertai demam. Anak telah
sering dibawa ke berobat ke puskesmas namun
tidak banyak mengalami perubahan. Seminggu
terakhir, batuk-pilek yang dialami anak semakin
sering
Asma
Bronkial
ANAMNESA
PEMERIKSAAN
DIAGNOSIS
ETIOLOGI
EPIDEMIOLOGI
PATOGENESIS GEJALA KLINIS
PENATALAKSA
NAAN
KOMPLIKASI
PENCEGAHAN
PROGNOSIS
Keluhan utama, Riw Penyakit Skrg, Riw Penyakit
Dahulu, Riw Penyakit Keluarga, Riw Sosial

Keadaan umum & TTV
Inpeksi, palpasi, perkusi & auskultasi

Hasil:
Asma ringan temuan normal
Takikardi, freq. napas meningkat, pulsus parodoksus >12 mmHg
Wheezing ekspirator
Asma kronik hiperinflasi kronik, bentuk dada burung, hipersonor
seluruh toraks
Tes darah, sekret hidung, sputum (kristal Charcot-Leyden),
Foto Rontgen, Uji alergi

Tes faal paru
Menentukan derajat obstruksi, menilai hasil provokasi bronkus
Sebelum dan setelah bronkodilator, FEV1 dan PFR naik >15% (+)
Peak flow rate (PFR) Force Expiratory Volume 1 (FEV1)

Uji provokasi bronkus
Bila diagnosis meragukan, menunjukkan ada hipereaktivitas bronkus
Diberi histamin, metakolin, udara dingin, olahraga
Penurunan FEV1 dan PFR >15%

Foto Rontgen
Spirometer
Peak Flow Meter
Asma Bronkial
Obtruksi saluran nafas + inflamasi saluran pernafasan
bersifat kronis
Peningkatan respon saluran nafas terhadap berbagai
rangsangan
Gejala: mengi berulang, batuk persisten, pilek
Bronkitis akut
inflamasi saluran napas besar
batuk dan nyeri dada, mengi namun disertai dengan ronki basah
eosinofilia (-), demam (-) pada bronkitis dan tidak bersifat herediter

Pneumonia
infeksi akut paru
demam, rewel, lesu, nafsu makan turun
batuk, takipneu, napas cuping hidung, sesak napas, dan sianosis
adanya infiltrat, asma terlihat lebih radiolusen

Bronkiolitis
infeksi akut yang mengenai bronkiolus
didapatkan mengi dan ronki
menyerang anak di bawah 2 tahun


-Multifaktorial
3 tipe:
-Ekstrinsik (atopik & non atopik)
-Reaksi alergik (+), hipersensitivitas,
predesposisi genetik
-Faktor pencetus (alergen)
-Intrinsik
-Tidak spesifik
-Cuaca, infeksi & emosi
-Gabungan
-Faktor predesposisi + faktor presipitasi
Prevalensi asma anak kecil > orang dewasa
Lebih sering pd anak perempuan > laki-laki

Insiden terjadinya asma dipengaruhi oleh
berbagai faktor, antara lain : jenis kelamin,
umur pasien, status atopi, faktor keturunan,
serta faktor lingkungan

Batuk, mengi (wheezing) dan sesak nafas
Berat di dada, bersin dan pilek
Sebagian penderita gejala klinis hanya batuk
tanpa disertai mengi (cough variant asthma)
Parameter klinis,
kebutuhan obat, dan
faal paru
Asma Episodik Jarang
(75%)
Asma Episodik Sering
(20%)
Asma Persisten
(5%)
Frekuensi serangan <1x/bulan >1x/bulan sering
Lama serangan <1 minggu >1 minggu Hampir sepanjang tahun, tidak ada
periode bebas serangan
Intensitas serangan biasanya ringan biasanya sedang biasanya berat
Di antara serangan tanpa gejala sering ada gejala gejala siang dan malam
Tidur dan aktivitas tidak terganggu sering terganggu sangat terganggu
Pemeriksaan fisik di
luar serangan
normal (tidak ditemukan
kelainan)
mungkin terganggu
(ditemukan kelainan)
tidak pernah normal
Obat pengendali (anti
inflamasi)/terapi
profilaksis
tidak perlu perlu perlu
Uji faal paru (di luar
serangan)
PEF/FEV1>80%
(uji faal paru masih
normal)
PEF/FEV1 60-80%
(uji paru mendekati
normal)
PEF/FEV1<60%
variabilitas 20-30% (abnormal)
Variabilitas faal paru
(bila ada serangan)
variabilitas >15% variabilitas >30% variabilitas >50%
Medika Mentosa

Obat Pereda Bronkodilator
B-agonis jangka pendek (albuterol)
Gol xantin (teofilin, aminofilin)
Anti-kolinergik (ipratoprium)
Anti inflamasi steroid (metilprednisolon, budesonid)

Obat Pengendali
Anti inflamasi non steroid (sodium kromoglikat)
Anti inflamasi steroid (budesonid)
B-agonis jangka panjang, LABA (salmeterol)
Sedian lepas lambat (terbutalin, salbutamol)
Anti Leukotriene (zafirlukas, montelukas)
Non Medika Mentosa

Edukasi pd pasien & org tua (pengobatan asma +
tanda-tanda awal serangan asma)

Pengendalian faktor lingkungan
Emfisema, perubahan bentuk toraks

Produksi sekret berlebihan sumbatan
atelektasis brokiektasis bronkopneumonia

Serangan asma yang terus menerus status
asmatikus

Gagal napas, gagal jantung
Hindari faktor-faktor pencetus asma
Makanan (alergenik), pajanan tungau debu bulu hewan.
Perubahan cuaca/suhu

Tindakan dini pada asma anak diperlukan
Pengaturan pola olahraga
Hindari stress psikis

Prognosis jangka panjang baik
70-80% anak asma- 21 th hilang
Asma ringan membaik dan bebas gejala seiring
umur
Tendensi kambuh kembali
Umur ketika terjadinya serangan pertama dan berat
ringannya serangan, usaha pengobatan dan pencegahan,
banyak atau sedikitnya faktor atopi dan lingkungan.

Anak mengalami batuk selama 3 bulan,
terutama pada malam hari dan tidak disertai
dengan demam, maka anak mengalami asma
bronkial.