Vous êtes sur la page 1sur 6

I-1

BAB I PENDAHULUAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG
Pada era globalisasi seperti sekarang ini, industri konstruksi di Indonesia

memiliki tingkat persaingan yang tinggi akibat perkembangan teknologi yang


sangat cepat dan harapan dari klien. Sikap yang selektif dan kritis dari pelanggan
dalam memilih produk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka, membuat
setiap perusahaan berlomba - lomba untuk menghasilkan produk yang bermutu
agar keinginan klien terpenuhi. Maka dari itu setiap perusahaan harus menerapkan
strategi manajemen yang efektif, efisien, dan ekonomis dalam menghasilkan
produk berupa konstruksi bangunan agar usahanya dapat bertahan, berkembang
dan bersaing.
Kegiatan proyek konstruksi adalah kegiatan sementara yang berlangsung
dalam jangka waktu tertentu, dan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan
untuk menghasilkan produk yang kriteria mutunya memenuhi keinginan klien.
Prasyarat keberhasilan dari suatu proyek adalah tepat biaya, tepat mutu, dan tepat
waktu. Sehingga seluruh rencana proyek baik pada tahapan pra - konstruksi,
pelaksanaan konstruksi, dan pasca konstruksi dapat berjalan dengan baik. Untuk
itu salah satu usaha yang harus dilakukan setiap perusahaan adalah penerapan
manajemen mutu.
Mutu pada industri konstruksi merupakan salah satu faktor dominan dalam
meningkatkan daya saing perusahaan. Untuk mendapatkan mutu yang baik, ada

JURUSAN TEKNIK SIPIL

I-2
BAB I PENDAHULUAN

tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu perencanaan mutu (quality planning),
penjaminan mutu (quality assurance), dan pengendalian mutu (quality control).
Menurut (Suharto, 2001) mutu adalah sifat dan karakteristik produk atau jasa yang
membuatnya memenuhi kebutuhan pelanggan atau pemakai (customer).
Sedangkan menurut (Barie dan Paulson, 1990) unsur dasar dari mutu mencakup
dimensi (1) karakteristik mutu (2) mutu dalam desain, dan (3) mutu kesesuaian.
Dengan demikian secara umum pengertian mutu dapat dilihat secara konvensional
maupun secara strategik. Menurut (Tjiptono dan Diana, 2000) bahwa mutu
merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa,
manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Secara
konvensional pengertian mutu adalah menggambarkan karakteristik langsung dari
suatu produk, seperti performa, ketergantungan, mudah dalam penggunaan, dan
estetika. Sedangkan secara strategis pengertian mutu adalah segala sesuatu yang
mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan klien.
Hasil

analisa

mengenai

implementasi

sistem

manajemen

mutu

menunjukkan prosentase pilihan responden terhadap semua sub variabel yang


paling banyak dipilih adalah klasifikasi baik (M. Suryo Nugroho, M. Bisri, M.
Ruslin Anwar, 2012). Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh penerapan
sistem manajemen mutu terhadap biaya mutu menunjukkan bahwa sistem
manajemen mutu yang berpengaruh baik secara parsial maupun secara simultan
adalah ketersediaan dokumen sistem manajemen mutu yang memadai, adanya
pengendalian dokumen dan record yang memadai, serta ketersediaan fasilitas dan
peralatan yang memadai (Stephani Budihardja, Retno Indryani, 2010). Kemudian

JURUSAN TEKNIK SIPIL

I-3
BAB I PENDAHULUAN

berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan manajemen mutu dan


peningkatan produktivitas menunjukkan bahwa mutu konstruksi dapat dicapai
dengan memenuhi permintaan klien menggunakan metode yang paling baik. Mutu
konstruksi juga dapat dicapai dengan peningkatan produktivitas yang akan
menghasilkan produk dengan mutu konstruksi sesuai rencana (Suparno, 2013).
Berdasarkan hal diatas, dilakukan penelitian untuk mencari urutan prioritas
yang paling penting dalam penerapan manajemen mutu terhadap pengendalian
mutu konstruksi dengan menggunakan metode AHP.

1.2

PERUMUSAN MASALAH
Memperhatikan uraian latar belakang diatas, dalam rangka menerapkan

manajemen mutu terhadap pengendalian mutu konstruksi, maka diperlukan kajian


terhadap hal tersebut. Pemilihan masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai
berikut:
1.

Bagaimana menerapkan atau mengaplikasikan manajemen mutu pada


tahap pelaksanaan konstruksi.

2.

Faktor-faktor apa saja yang menjadi masalah dari pengendalian mutu pada
tahap pelaksanaan konstruksi

3.

1.3

Mempertahankan mutu pada tahap pelaksanaan.

MAKSUD DAN TUJUAN PENULISAN


Maksud dan tujuan penulisan tugas akhir ini adalah mengetahui dan

mengurutkan faktor-faktor penting terhadap pengendalian mutu konstruksi.

JURUSAN TEKNIK SIPIL

I-4
BAB I PENDAHULUAN

Faktor-faktor penting tersebut adalah faktor yang terbukti secara analisis,


memiliki peringkat tertinggi. Oleh karena itu pengendalian mutu secara optimal
dapat tercapai.
Dengan tercapainya pengendalian mutu konstruksi yang optimal, seluruh
kegiatan proyek konstruksi dapat dijalankan dengan baik dan sesuai dengan
keinginan klien. Selain itu akan meningkatkan kualitas dari industri konstruksi di
Indonesia.

1.4

RUANG LINGKUP DAN BATASAN PEMBAHASAN


Dalam penulisan tugas akhir ini penulis membatasi ruang lingkup

penelitian hanya pada tahap proses Pra-konstruksi dan konstruksi bangunan yang
berhubungan dengan manajemen mutu pada proyek konstruksi bangunan
bertingkat yang terdapat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Diawali dengan
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen mutu, hingga
mencari faktor yang paling berpengaruh terhadap pengendalian mutu konstruksi.

1.5

METODE PENULISAN
Untuk mengumpulkan data dalam rangka penyusunan laporan Tugas

Akhir ini, metode yang digunakan adalah sebagai berikut


1.

Pengarahan dari Pembimbing

2.

Riset perpustakaan (Library Research) yaitu pengumpulan data yang


dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku acuan, catatan-catatan

JURUSAN TEKNIK SIPIL

I-5
BAB I PENDAHULUAN

yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan, serta sumber data lainnya


seperti majalah, yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.
3.

Riset lapangan (Field Research) yaitu pengumpulan data dengan bantuan


kuisioner yang dilakukan dengan cara tanya jawab dengan pemilik proyek,
dan konsultan perencana, maupun staf-staf yang ada hubungannya dengan
masalah yang akan dibahas agar diperoleh data yang lengkap dan aktual.

1.6

SISTEMATIKA PENULISAN
Adapun sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

BAB I.

PENDAHULUAN
Menguraikan latar belakang, pemilihan masalah yang akan dibahas,
maksud dan tujuan penulisan, ruang lingkup pembahasan, metodologi
penyusunan dan sistematika penulisan dari tugas akhir ini.

BAB II.

TINJAUAN UMUM
Membahas tentang dasar-dasar teori yang berhubungan dengan sistem
manajemen mutu.

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN


Konsep yang mempengaruhi pembuatan kuisioner serta metode dan
program yang di gunakan untuk mengolah data dalam hal ini dipakai
metode AHP.
BAB IV. ANALISIS PENGOLAHAN DATA
Menganalisis data dari hasil kuisioner yang telah diisi oleh pihak-pihak
terkait dengan metode AHP.

JURUSAN TEKNIK SIPIL

I-6
BAB I PENDAHULUAN

BAB V.

KESIMPULAN DAN SARAN


Berisi kesimpulan dari hasil topik yang telah dibahas pada tugas akhir
ini, serta pemberian saran dari penulis untuk meningkatkan penelitian
kedepannya.

JURUSAN TEKNIK SIPIL