Vous êtes sur la page 1sur 61

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

1.1 Konstruksi Komposit

Gambar 1.1. Construction of Nabereschnaja Tower, Moscow, Rusia


[www.bolzenschweisstechnik.de]

Jika pelat beton ditumpu oleh balok baja dan tidak ada media untuk transfer geser antara
keduanya maka hasilnya adalah penampang non-komposit (Gambar 1.2). Beban yang
bekerja pada penampang komposit akan menyebabkan pelat berdefleksi bersama
dengan balok, menghasilkan sebagian beban dipikul oleh pelat. Kecuali jika terdapat
ikatan yang cukup kuat antara keduanya (seperti halnya kasus balok baja terbungkus
dalam beton, atau jika disediakan sambungan mekanis), beban yang dipikul oleh pelat
hanya sedikit atau dapat diabaikan. (Gambar 1.3).

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-1

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.2. Perbandingan lendutan balok dengan dan tanpa aksi komposit

Gambar 1.3. Gap akibat tidak terjadinya aksi komposit

Pada kondisi demikian, balok baja dan pelat lantai akan mempunyai sumbu netral
masing-masing. Akibat dari hal ini, hanya sebagaian luas beton yang bisa menahan
tekan, juga flens atas dari baja akan mengalami tekuk lokal sehingga momen kapasitas
elemen akan rendah. (Gambar 1.4.)

Gambar 1.4. Tegangan yang terjadi pada elemen non komposit

Sebelumnya balok baja dan pelat beton digunakan tanpa mempertimbangkan


pengaruh komposit. Dalam 20 tahun terakhir telah ditunjukan pengaruh peningkatan
kekuatan yang didapat dengan mengikat keduanya sehingga bekerja bersama dalam
memikul beban. Balok baja dan pelat beton yang disatukan secara komposit dapat
memikul beban 33% - 50% lebih tinggi dibandingkan dengan balok baja saja dalam aksi
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-2

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

non-komposit. Sebagai contoh praktis untuk menunjukkan hal ini, dapat digunakan
perangkat lunak SAP2000. Dalam Gambar 1.5 diberikan 2 profil yaitu balok baja dan
balok komposit, kemudian dibandingkan modulus plastis terhadap sumbu kuat dan
didapat (685540,3 / 435924.4) = 1,57 yang bermakna terdapat peningkatan kapasitas
momen sebesar 57%.

Gambar 1.5. Perbandingan balok non-komposit dan komposit

Persetujuan penggunaan lantai bangunan komposit pertama kali diakui melalui


Peraturan AISC pada tahun 1952 dan hingga sekarang telah banyak digunakan.
Konstruksi komposit tersebut dapat dalam bentuk terbungkus penuh oleh beton (jarang
karena mahal) seperti pada Gambar 1.b atau tanpa pembungkus tetapi dengan shear
connector seperti pada Gambar 1.6(a) dan 1.6(c). Sekarang ini lebih banyak digunakan
tipe konstruksi komposit dengan shear connector. Jika baja terbungkus dalam beton,
transfer geser terjadi akibat adanya ikatan dan friksi antara balok dan beton dan juga
oleh kekuatan geser beton sepanjang garis putus dalam Gambar 1.6(b). Jika diperlukan
kekuatan geser tambahan, dapat dipasang tulangan baja pada penampang yang
dinyatakan oleh garis putus tersebut.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-3

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

(a) Penampang komposit pada jembatan

(b)

(c)
Gambar 1.6 (a) Penampang Terbungkus Penuh, (b) Penampang dengan Shear Connector

Saat ini dek baja berprofil (formed steel deck) dalam Gambar 1.7 digunakan
hampir dalam semua lantai gedung komposit. Sebagai contoh pertama dari bab ini
dikhususkan untuk perhitungan penampang komposit tanpa menggunakan dek baja
berprofil. Sedangkan yang menggunakan dek akan dijelaskan pada akhir bab ini.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-4

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

(a) Rusuk sejajar balok

(b) Rusuk tegak lurus balok

Gambar 1.7. Penampang komposit menggunakan dek baja berprofil

1.2 Keuntungan Konstruksi Komposit


Pelat lantai dalam konstruksi komposit bekerja tidak hanya sebagai pelat untuk
menahan beban hidup melainkan juga sebagai bagian dari balok. Artinya, jika dalam
struktur baja non komposit seluruh beban dipikul oleh balok baja, maka dalam elemen
komposit, balok dan pelat beton menjadi satu kesatuan memikul beban layan. Dalam hal
ini pelat bekerja sebagai pelat penutup untuk flens atas balok baja yang akan menambah
kekuatan balok. (Gambar 1.8).
Keuntungan utama dari lantai komposit adalah pemanfaatan kekuatan tekan
beton dengan cara membuat semua atau hampir semua pelat beton tertekan. Sedangkan
sebagian besar dari balok baja dibiarkan tertarik. Hal ini tidak terjadi pada struktur baja
biasa. Akibatnya berat baja yang diperlukan akan berkurang untuk beban dan bentang
yang sama (atau penampang yang sama tetapi dengan bentang lebih panjang).
Penampang komposit mempunyai kekakuan lebih besar dibandingkan dengan
penampang non-komposit serta mempunyai defleksi lebih kecil, sekitar 20% - 30%.
Dalam hal memikul beban overload, konstruksi komposit juga mempunyai
kemampuan lebih baik dibandingkan dengan konstruksi non-komposit. Beban overload
adalah beban yang lebih besar dari yang direncanakan.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-5

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.8. Pemanfaatan material secara penuh

Keuntungan lain dari konstruksi komposit adalah dapat berkurangnya tinggi


lantai terutama untuk bangunan tinggi sehingga menghemat biaya dinding, plumbing,
elektrikal, elevator, dan pondasi. Juga dengan berkurangnya tinggi balok maka akan ada
penghematan biaya pelindung kebakaran karena material untuk pelindung menjadi lebih
sedikit. Selain juga akan mengurangi kebutuhan bekisting, karena bangunan lebih
ringan maka pondasi juga menjadi lebih kecil.
Seringkali perlu untuk meningkatkan kapasitas daya dukung dari suatu sistem
lantai dan hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pelat penutup pada bagian bawah
flens balok.
Kerugian dari konstruksi komposit adalah biaya finishing dan pemasangan shear
connector yang dapat melebihi pengurangan biaya reduksi dimensi balok baja. Hal ini
terjadi jika bentang pendek dan beban tidak berat.

1.3 Sistem Lantai dan Atap


Portal baja struktur memberikan kepada perencana beragam pilihan sistem yang
ekonomis untuk konstruksi lantai dan atap. Portal baja dapat mempunyai bentang lebih
panjang lebih efisien dibanding dengan tipe konstruksi lain. Ini akan meminimalisir
jumlah kolom dan pondasi sehingga meningkatkan kecepatan konstruksi. Bentang yang
lebih panjang juga memberikan fleksibilitas dalam perencanaan ruang interior.
Keuntungan lain dari konstruksi baja adalah kemampuannya mengakomodasi
modifikasi struktur, seperti bukaan untuk tangga dan perubahan beban lantai yang lebih
berat. Jika diperlukan tulangan baru dari tulangan eksisting, hal ini dapat dilakukan
dengan pengelasan pada elemen eksisting.
Tipe sistem dek lantai yang paling sering digunakan dengan konstruksi baja
struktur adalah beton pengisi di atas dek metal, beton prekas, dan pelat beton cor
ditempat. Gambar 1.9 memperlihatkan sistem lantai prekas yang dicor insitu pada
bagian atas flens sehingga menjadi konstruksi komposit.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-6

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.9. Sistem lantai prekas


[http://precastdesign.com]

Gambar 1.10(a) Pemasangan stud pada sistem lantai


[http://1.bp.blogspot.com]

Gambar 1.10(b) Pemasangan stud pada sistem lantai


[http://sydney.edu.au]

Pelat metal baja berprofil khusus, jika dikombinasikan dengan beton akan
membentuk pelat lantai komposit yang sempurna. Metal mempunyai karakteristik
material teknis yang unik dan bentuk embossment berfungsi sebagai penahan geser dan
menambah daya kapasitas dari profil tersebut, Gambar 1.10. Salah satu fungsi metal dek
adalah sebagai bekisting yang bersifat permanen. sehingga Metal dek dapat
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-7

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

menghasilkan lantai kerja yang lebih aman dan lebih baik bagi pekerja dan dapat
menahan beban beton basah dan material-material lain.
Biasanya dalam konstruksi komposit digunakan metal dek dan portal baja struktur.
Dalam hal ini, dek bekerja tidak hanya sebagai acuan permanen untuk pelat beton, tetapi
juga setelah beton mengeras, sebagai tulangan positif untuk lentur positif dari pelat.
Untuk dapat terjadi aksi komposit, dek diberikan lekukan agar terjadi kuncian mekanis
dengan beton (Gambar 1.11). Meskipun tidak ditujukan sebagai struktural elemen,
tulangan dipasang pada pelat beton sekitar 1 in dari permukaan untuk mengurangi retak
akibat susut dan pengaruh temperatur. Tulangan ini juga diberikan di daerah momen
negatif dari pelat disekitar tumpuan.

Gambar 1.11. Dek berprofil hasil pembuatan dingin yang digunakan dalam konstuksi komposit dengan
beton pengisi

Dek baja non-komposit yang digunakan sebagai acuan beton dianggap tidak
efektif dalam menahan beban superimposed. Beban superimposed adalah beban yang
datang kemudian setelah elemen struktur selesai di konstruksi. Dalam hal dek disokong,
atau jika dek tidak disokong tetapi kehandalan dek dalam jangka panjang diragukan,
dek juga dianggap tidak efektif dalam menyokong beban mati dari pelat beton.
Misalnya, dek metal yang digunakan untuk struktur parkir dapat rentan terhadap korosi
sehingga menjadi tidak efektif kecuali jika diberikan perlakukan khusus. Jika hal ini
terjadi, dek metal harus digunakan hanya sebagai acuan saja sampai beton mengeras.
Tulangan harus dipasang dalam pelat untuk menahan semua beban rencana.
Keuntungan menggunakan metal dek, antara lain:
Berfungsi ganda, yaitu sebagai bekisting tetap dan tulangan positif satu arah,
efisiensi waktu dan kemajuan pekerjaan dapat dipercepat karena waktu untuk
pembuatan dan pembongkaran bekisting sudah tidak diperlukan lagi.
Pekerjaan pembersihan di bagian yang mengalami tarik, dapat direduksi atau
bahkan dihilangkan karena telah digantikan fungsinya oleh Floor Deck.
Cepat dan mudah pemasangannya, baik pada konstruksi beton maupun baja.
Tidak seperti bekisting konvensional pada umumnya yang harus dikerjakan
per bentang. Metal dek dapat mencapai beberapa bentang sekaligus, sehingga
lebih cepat pemasangannya.
Dapat secara langsung digunakan sebagai plafon.
Umumnya telah diuji terhadap: Uji Lentur dan Loading Test dan Uji
Kebakaran.
Efisiensi pemakaian beton dengan menggunakan metal dek dapat mencapai
sebesar V~0,0250.
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-8

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Berikut ini adalah salah statu produk metal dek yaitu Combideck dan Union Floor
Deck. (Gambar 1.12 s.d. 1.15).

Gambar 1.12. Contoh Metal Dek

Gambar 1.13. Pemasangan Pada Rangka Konstruksi Baja

Gambar 1.14. Pemasangan Union Floor Deck II pada Rangka Baja

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-9

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Gambar 1.15. Pemasangan Pada Rangka Konstruksi Beton

Beberapa spesifikasi bahan yang tersedia di pasaran adalah sebagai berikut, Gambar
1.16 s.d. 1.17.

Standar Bahan
Tinggi Gelombang

: Baja High - Tensile - Tegangan leleh minimum: 5500 kg/cm2


: Hot Dip Galvanized
: 220 gr/m2
: 0,75 mm dan 0,85 mm TCT
6,99 kg/m2 untuk ketebalan 0,75 mm
7,95 kg/m2 untuk ketebalan 0,85 mm
(Tersedia sampai ketebalan 1 mm)
: ASTM A 653 - 1996
: 50 mm

Lebar Efektif

: 995 mm

Panjang

: Maksimum 12.000 mm (disesuaikan dengan kendaraan)

Bahan Dasar
Lapis Lindung
Tebal lapis Lindung
Tebal Baja Dasar
Berat Bahan

Bahan Dasar

: Baja Zinc-Aluminium High Tensile Steel G550


Tegangan leleh minimum 5500 kg/cm2
: Zinc-Aluminium 150 gr/m2
: 0.30 TCT, 0.35 TCT don 0.40 TCT
: ASTM A 792
: SNI
BJTTAS Bentuk B ( Baja Tegangan Tarik Tinggi bergelombang
Trapesoidal tidak simetris lapis lakur aluminium seng untuk atap
dan dinding )

Lapis Lindung
Tebal Standar
Standar Bahan
Standar Profil

REKOMENDASI JARAK GORDING & KETEBALAN


Tipe

Pesona 72 / 99

Ketebalan (mm) TCT

Jarak Gording (mm)


Atap

Dinding

0.30 TCT

1100

1300

0.35 TCT
0.40 TCT

1200
1300

1500
1700

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-10

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.16. Dek Atap

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-11

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.17. Dek Atap dan Gording

Spesifikasi UNION MP-DECK diberikan di bawah ini, Gambar 1.18.


Bahan Dasar
Lapis Lindung
Tebal Standar

Standar Bahan
Standar Profil

Panjang

: Baja Zinc-Aluminium High- Tensile Steel G550


Tegang leleh minimum : 5500 kg/cm2
: Zinc-Aluminium
Prepainted Zinc-Alumunium 150 gr/m2
: 0,45 mm BMT atau 0.50 mm TCT
0,40 mm BMT atau 0.45 mm TCT
0,35 mm BMT atau 0.40 mm TCT
: ASTM A 792
: SNI
BJTT AS Bentuk "E"
(Baja Tegangan Tarik Tinggi bergelombang Trapesoidal tidak simetris lapis lakur
aluminium seng untuk
penutup dan dinding)
: - Maksimium 12,000 mm (Disesuaikan dengan kendaraan)
- Lebih dari 12,000 mm dikerjakan dengan rol ditempat.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-12

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Gambar 1.18. Dek Atap

Berat dan mutu baja diberikan dalam Tabel 1.1 berikut.


Tabel 1.1. Spesifikasi metal dek lantai dan atap

Thickness
(mm) BMT

Prepainted Zinc - Alumunium

Zinc - Alumunium

kg/m1

kg/m2

kg/m1

kg/m2

0.35

2.72

3.63

2.67

3.56

0.40

3.08

4.11

3.03

4.03

0.45

3.44

4.59

3.38

4.51

1.3.1 Beton di Atas Metal Dek


Jenis dek lantai yang banyak digunakan dengan portal baja adalah beton di atas dek
metal. Dek metal terdiri dari profil berprofil dengan pembuatan dingin dari lembarn
metal, biasanya mempunyai kekuatan leleh paling sedikit 33 ksi (227,5 MPa). [1 ksi =
6.8948 MPa] Persyaratan perancangan untuk metal dek diberikan dalam American Iron
and Steel Institute Specification for the Design of Cold-Formed Steel Structural
Members.
Beton pengisi biasanya mempunyai kuat tekan 28 hari sebesar 3000 psi (3 ksi =
20,7 MPa). Persyaratan untuk perancangan beton diberikan dalam American Concrete
Institute Standard ACI 318, Building Code Requirements for Reinforced Concrete.
Tebal dari lembaran dek metal biasanya bervariasi antara 24 dan 18 ga,
meskipun ketebalan diluar ini masih bisa dipesan. Tebal rencana sesuai dengan
penamaan gage di berikan dalam Tabel 1.2.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-13

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON
Tabel 1.2. Tebal Ekivalen untuk Baja Pembuatan Dingin

Penamaan Gage
28
26
24
22
20
18
16

Tebal rencana, in
0,0149
0,0179
0,0239
0,0299
0,0359
0,0478
0,0598

Dek metal umumnya tersedia dengan tinggi 1, 2, dan 3 in. Umumnya lebih disukai
dek yang makin tinggi karena dapat mempunyai jarak antar tumpuan yang lebih jauh
sehingga mereduksi jumlah balok. Mengapa demikian? Misalnya, balok dengan jarak
sekitar 15 ft dapat digunakan dek tinggi 3 in. Untuk aplikasi jarak bentang yang lebih
besar, metal dek tersedia dengan tinggi 4, 6, dan 7 in.

1.3.2.

Perbandingan Dek Non-Selular dengan Dek Selular

Seringkali diinginkan untuk mendistribusikan kabel listrik bangunan dalam sistem dek
lantai, dimana dapat digunakan dek metal selular sebagai pengganti dek non-selular.
Tetapi jika tinggi lantai tidak kritis, pengkabelan dapat dipasang dengan menggunakan
peninggi lantai diatas dek lantai.
Dek selular pada dasarnya adalah dek non-selular, seperti ditunjukkan dalam
Gambar 1.11, dengan tambahan lembaran datar dibagian dasar sehingga menciptakan
sel (Gambar 1.19). Kabel listrik dan telepon ditempatkan dalam sel untuk
didistribusikan ke seluruh lantai. Dalam banyak kasus, sel bisa diperoleh dengan
mengkombinasikan dek selular dan dek non-selular sehingga disebut sistem gabungan
(Gambar 1.20). Jika digunakan dek selular, tinggi minimum adalah 3 in karena dapat
memberikan ruang yang cukup untuk kabel. Dek dengan tinggi 1 in jarang digunakan.
Untuk memasang kabel ke dalam sel, sebuah saluran penghantar ditempatkan
dalam beton di atas dek metal, dalam arah tegak lurus sel (Gambar 1.21). Harus
diperhatikan dalam mendesain komponen struktural yang bersebelahan dengan saluran
penghantar, karena aksi komposit untuk dek lantai dan balok dalam daerah ini akan
hilang. Jika dimungkinkan, arah sel harus dipilih sedemikian rupa sehingga
meminimalkan panjang total dari saluran penghantar yang diperlukan.

Gambar 1.19. Dek baja selular dalam pelat beton

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-14

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.20. Dek gabungan, panel selular dan non-selular, dalam konstruksi komposit

Umumnya, dengan membuat sel dipasang dalam arah longitudinal bangunan, panjang
total saluran pengantar akan berkurang secara signifikan dibandingkan jika sel dipasang
dalam arah tegak lurus (Gambar 1.22).
Jika diinginkan grid seragam untuk outlet daya listrik, misalnya 5 ft ke 5 ft pusat
ke pusat, outlet dapat ditempatkan di atas sel dan dicor dalam beton. Tetapi, dalam
banyak kasus lokasi outlet akan ditentukan oleh tata letak hunian. Dalam kasus ini,
beton pengisi dapat dilubangi dan outlet dapat dipasang disetiap tempat yang
diinginkan.

Gambar 1.21. Dek baja selular dengan saluran penghantar dipasang dalam pelat beton untuk memasang
kabel dalam sel

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-15

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.22. Tata letak lantai untuk dek selular dengan sel berbeda arah. Panjang saluran penghantar
lebih kecil pada sel (a) dalam arah longitudinal dibandingkan pada sel (b) dalam arah transversal.

1.3.3. Perbandingan Beton Ringan Terhadap Beton Normal


Baik beton ringan maupun beton normal dapat berfungsi sebagai beton pengisi untuk
dek metal. Meskipun beton ringan lebih mahal tetapi akan didapat penghematan dalam
biaya portal baja dan pondasi. Juga beton ringan dengan ketebalan yang cukup dapat
memberikan ketahanan api untuk sistem lantai sehingga menghilangkan kebutuhan
proteksi api untuk pelat.

1.3.4. Aksi Diafragma pada Sistem Dek Metal


Beton di atas dek metal berfungsi sebagai diafragma yang relatif kaku untuk
mentransfer beban lateral, seperti gaya angin dan gempa, pada setiap lantai melalui
geser dalam bidang ke elemen penahan gaya lateral, dengan kombinasi kekuatan pelat
beton dan dek metal, tanpa harus memberikan tambahan tulangan. (Gambar 1.23).
Penyambungan dek metal ke portal baja, juga penyambungan antara unit dek metal,
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-16

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

harus cukup mentransfer tegangan geser. Tambahan tulangan mungkin diperlukan


dalam dek lantai dengan bukaan yang besar, seperti pada tangga atau shaft, dengan
saluran penghantar untuk distribusi kabel listrik, atau dengan diskontinuitas geser
lainnya. Juga, lantai dalam bangunan tingkat tinggi dimana beban lateral kumulatif yang
ditransfer dari satu sistem penahan beban lateral ke sistem yang lain (misalnya, dari
portal sekeliling ke dinding geser interior), bisa memikul tegangan geser yang sangat
besar sehingga memelukan kekuatan diafragma yang cukup besar dibandingkan dengan
lantai tipikal.

Gambar 1.23. Sistem lantai dengan ketahanan api dua jam, dengan dek baja pembuatan dingin. (a)
Dengan beton ringan, (b) Dengan beton normal

1.3.5. Penyambungan Dek Metal ke Portal


Dek metal dapat disambung ke portal baja dengan las titik, sekerup, atau baut tembak.
Penyambungan ini akan memerlukan bresing lateral untuk portal baja dan mentransfer
tegangan geser yang dihasilkan dari gaya diafragma. Jarak maksimum dari
penyambungan ke portal baja ini biasanya 12 in (300 mm).
Penyambungan antar dek unit dengan sambungan overlap sisi dilanjutkan
dengan las, sekerup, atau baut tembak. Umumnya overlap sisi 36 in. Selain untuk
persyaratan diafragma dan beban, tipe, ukuran, dan jarak antar sambungan seringkali
ditentukan oleh persyaratan asuransi.
Ukuran las biasanya dengan diameter bervariasi antara in dan in. Jika dek
metal dilas ke portal baja, harus digunakan washer las jika tebal dek kurang dari 22 ga
untuk meminimalisir kemungkinan tembusnya dek. Las overlap sisi tidak disarankan
untuk dek dengan ketebalan sama dengan atau lebih besar dari 22 ga. Sekerup bisa
berupa self-drilling atau self-tapping. Sekerup self-drilling screws mempunyai titik bor
dan ulir terbentuk pada ujung sekerup. Hal ini memungkinkan untuk instalasi langsung
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-17

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

tanpa harus membuat lubang lebih dahulu pada portal baja atau dek metal. Sekerup selftapping memerlukan pelubangan sebelum pemasangan. Ukur sekerup biasanya No. 12
dan No. 14 (dengan diameter shank 0.216-in dan 0.242-in) untuk menyambung dek
metal ke portal baja. Sekerup No. 8 and No. 10 (dengan diameter shank 0.164-in dan
0.190-in) seringkali digunakan untuk sambungan overlap sisi. (Gambar 1.24).

Gambar 1.24. Sekrup dengan ujung mengecil adalah self-drilling screw, bukan self-tapping screw

Sekerup/paku tembak dipasang menembus dek metal ke portal baja dengan


peralatan pneumatik atau listrik. Tidak diperlukan pelubangan sebelumnya. Jenis
sekerup seperti ini tidak digunakan untuk sambungan overlap sisi. Sambungan lubang
kancing dapat digunakan untuk sambungan sisi untuk jenis dek metal tertentu. Tetapi
karena keseragaman instalasi sukar dikontrol, sambungan ini biasanya tidak
memberikan kekuatan diafragma.
1.3.6. Pelat Beton Cor Ditempat
Penggunaan beton cor insitu untuk dek lantai dalam konstruksi portal baja adalah
pendekatan tradisional yang lebih umum dibandingkan dengan dek metal dan proteksi
terhadap api dengan penyemprotan. Jenis lantai beton cor insitu yang paling umum,
acuan/bekisting dibuat membungkus portal baja, untuk memberikan proteksi api dan
bresing lateral untuk baja (Gambar 1.25). Jika detail confinement baik, selimut beton ini
berfungsi untuk terjadinya aksi komposit antara portal baja dan dek lantai. Defleksi
akibat beban mati harus dihitung dan untuk bentang panjang dengan defleksi besar,
acuan harus dibuat lawan lendut (camber) untuk menghasilkan level dek yang
diinginkan setelah sokongan acuan dilepas. Aksi diafragma akan terjadi dengan dek
lanti beton cor insitu.

Gambar 1.25. Persyaratan minimum untuk aksi komposit dengan portal baja terbungkus beton

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-18

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

1.3.7.

Dek Atap Metal

Gedung portal baja sering menggunakan dek atap dari dek metal sederhana. Sistem
yang digunakan untuk dek lantai dapat juga digunakan sebagai dek atap. Jika digunakan
sebagai dek atap, sistem ini dilapisi kembali dengan material atap, untuk memberikan
kedap terhadap cuaca.
Jika diberikan kemiringan yang cukup untuk drainase, dek metal sendiri dapat
berfungsi sebagai penutup kedap air. Alternatif lain, material atap dapat ditempatkan di
puncak dek. Aksi diafragma dapat dicapai dengan memberikan ukuran dan
penyambungan metal dek yang cukup. Perlindungan kebakaran disediakan dengan
memberikan proteksi beton semprot di sisi bawah atap dek, atau dengan memasang
sistem langit-langit tahan api di bawah dek.
Dek atap metal biasanya digunakan untuk konstruksi non komposit. Dek
biasanya tersedia dengan tinggi 1 . 2, dan 3 in. Untuk bentang panjang dek atap
tersedia dengan tinggi 4 1/2 , 6, dan 7 in. Dek baja selular kadang-kadang digunakan
untuk memberikan soffit yang halus. Jika digunakan pengisi beton ringan sebagai
insulasi, dek harus di cat galvaniz dan juga dilubangi untuk mempercepat proses
pengeringan dari insulator pengisi, dan mencegah terperangkapnya uap air.

Sistem Lipat Berdiri.


Jika dek atap baja difungsikan sebagai penutup anti bocor, sambungan antar dek dengan
lipatan berdiri memberikan keuntungan dapat menempatkan lipatan di atas permukaan
drainase atap, sehinggi mengurangi potensi kebocoran air (Gambar 1.26). Lipatan cukup
dengan melipat bersamaan, atau untuk meningkatkan kekedapan airnya, dapat terus
dilipat dengan alat mekanis dengan mesin lipat yang dioperasikan di lapangan yang
disediakan oleh produsen. Beberapa jenis dek menggunakan topi di atas lipatannya
(Gambar 1.27). Seringkali, lipatan mengandung sealant untuk menambah perlindungan
terhadap cuaca. Ketebalan dari lipatan berdiri dek atap biasanya antara 26 dan 20 ga.
Rentang tipikal antara 3 dan 8 ft. Kemiringan atap paling sedikit in per ft harus
disediakan untuk drainase air hujan.
Sistem lipatan berdiri biasanya dilekatkan pada elemen penokong dengan klip
angkur tersembunyi (Gambar 1.28) sehingga memberikan keleluasaan untuk gerakan
akibat temperatur dari dek relatif terhadap struktur pendukung. Hal ini akan
menghilangkan tegangan dalam sistem dan kemungkinan kebocoran sambungan.
Tetapi, pengaruh pada bresing lateral dari elemen penyokong harus dievaluasi dengan
seksama, karena dapat menghasilkan bresing tambahan.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-19

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.26. Lipatan berdiri pada dek atap. (a) Dengan lipatan snapped; (b) dengan lipatan mekanis;
(c) Lipatan berbentuk ke dalam.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-20

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.27. Lipatan berdiri dari dek atap dengan topi pada lipatan. (a) Topi kanal dengan flens
terlipat diujung lipatan, (b) Topi bentuk U di atas lipatan klip. (c) Lipatan tekuk ke dalam dengan topi
diberi jepitan

Gambar 1.28. Tipikal klip angkur untuk lipatan berdiri dari dek atap

Gambar 1.29. (a) Dek atap gipsum-beton, (b) Cor di atas formboard, dek disokong oleh baja T ujung
bentuk bola

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-21

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Pertemuan dengan saluran mekanikal biasanya bisa dicapai dengan salah satu dari dua
cara berikut. Pertama, portal baja dapat dirancang untuk menggunakan profil pendek
yang memberikan kekuatan dan kekakuan, dan saluran mekanikal dapat dibuat berputar
di bawah portal lantai.
Alternatif lain, dapat digunakan balok yang lebih tinggi, dan elemen ini dapat
dipabrikasi dengan penetrasi, atau bukaan, sehingga saluran mekanikal dan pipa dapat
dilewatkan. Bukaan bisa tanpa perkuatan, jika terletak pada daerah dengan tingkat
tegangan rendah, atau dengan perkuatan pelat baja, pipa, atau siku (Gambar 1.30).
1.4. Perbandingan Konstruksi Komposit Terhadap Non-Komposit

Balok IWF sering dirancang untuk bekerja secara komposit dengan dek lantai. Hal ini
memungkinkan untuk menggunakan profil yang lebih pendek. Aksi komposit dapat
dicapai degnan menggunakan shear connector yang dilas pada flens atas balok (Gambar
1.30). Jika dek lantai terdiri dari beton pengisi di atas dek metal, shear connector dilas
tembus dek metal ke bagian atas flens balok, sebelum beton dituang.

Gambar 1.30. Penetrasi untuk saluran dan pipa dalam web dari balok utama atau balok anak.
(a) Bukaan persegi tanpa perkuatan, (b) Bukaan lingkaran diperkuat dengan segmen pipa baja, (c)
Penetrasi persegi diperkuat dengan tulangan baja dilas ke web, (d) Coakan yang diperkuat pada
kolom

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-22

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.31. Balok utama dan balok anak dengan sambungan geser untuk aksi komposit dengan pelat
beton

Kekuatan komposit biasanya dikontrol oleh transfer geser atau oleh tarik flens bawah.
Dalam kasus dimana beban masa depan semakin meningkat, seperti beban dari
penyimpanan arsip di kantor, dapat diberikan shear connector tambahan dari
perancangan awal dengan biaya tambahan minimal. Jika pertambahan beban harus
diakomodasi, tulangan pelat cukup dilas ke flens bawah yang mudah diakses karena
shear connector tambahan telah dipasang.
Perancangan non-komposit umumnya lebih ekonomis untuk bentang pendek,
karena penambahan biaya untuk shear connector cenderung mengkompensasi
penghematan dalam portal baja.

1.5. Perbandingan Konstruksi Dengan Sokongan dan Tanpa Sokongan

Untuk mendukung berat beton basah dan beban hidup konstruksi yang bekerja pada dek
metal, dek dapat disokong atau dirancang untuk membentang diantara elemen
penyokongnya. Jika dek tanpa sokongan, dapat digunakan rusuk yang lebih tinggi.
Penggunaan sokongan sementara harus diperiksa dibandingkan dengan mempertebal
atau meninggikan rusuk dek. Juka defleksi yang terjadi setelah sokongan dibuka harus
dievaluasi, demikian juga dengan retak beton disekitar tumpuan sokongan. Konsideran
lain adalah penggunaan sokongan seringkali berpengaruh pada skedul konstruksi karena
biasanya sokongan tetap terpasang sampai beton mencapai 75% dari kekuatan tekan 28
hari. Juga jika digunakan sokongan sementara, beton harus menahan tegangan akibat
kombinasi beban mati dan beban superimposed.
Jika beton dituang di atas dek metal tanpa sokongan sementara, berat dari beton
menyebabkan defleksi. Defleksi ini biasanya dibatasi kurang dari 1/180 bentang dek
atau in. Jika hasilnya menyebabkan kerataan lantai tidak tercapai, permukaan dapat
diratakan dengan finishing, tetapi ini dapat menambah beban. Tambahan beban ini
harus diperhitungkan dalam perancangan dek metal untuk memastikan kekuatannya.
Namun demikian beton pengisi hanya perlu menahan tegangan yang dihasilkan dari
beban superimposed. Konstruksi dek metal tanpa sokongan lebih sering digunakan
dilapangan. Tambahan biaya dengan menggunakan dek yang lebih tinggi atau lebih
tebal biasanya lebih kecil dibandingkan dengan biaya sokongan. Untuk meningkatkan
efisiensi dari dek tanpa sokongan dalam menahan berat beton basah dan beban hidup
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-23

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

konstruksi, dari sisi kekuatan dan defleksi, biasanya dek diperpanjang melampaui
tumpuan untuk dua atau tiga bentang, sebagai pengganti dari konstruksi bentang
tunggal. Tetapi setelah beton mengeras, pelat komposit dirancang untuk memikul beban
total, termasuk berar sendiri, dimana pelat diperlakukan sebagai bentang tunggal,
kecuali jika disediakan tulangan momen negatif sesuai dengan perancangan pelat beton
bertulang konvensional (tanpa memperhatikan dek metal sebagai tulangan tekan).
Portal lantai komposit dapat dirancang baik dengan sokongan maupun tanpa sokongan.
Dalam banyak kasus, digunakan konstruksi tanpa sokongan. Hal ini akan menimbulkan
defleksi beban mati akibat penuangan beton selama proses kontruksi, dan lantai akan
difinishing dengan permukaan rata. Dalam kasus seperti ini, tambahan beban mati dari
beton harus diperhitungkan saat mendesain balok, dan komponen lain dari struktur.
Jika digunakan konstruksi tanpa sokongan untuk panjang bentang menengah
dengan defleksi akibat beban mati yang relatif besar, balok dapat dibuat lawan lendut
(camber) untuk defleksi akibat beban mati, sehingga menghasilkan permukaan lantai
yang rata setelah penuangan beton. Tetapi, jika diberikan camber, harus diperhatikan
kondisi tumpuan dari balok (misalnya, apakah balok berhubungan dengan balok anak
atau kolom), meskipun jika digunakan sambungan sederhana/sendi. Tahanan
ujung/tumpuan mereduksi defleksi, dan camber yang melampaui defleksi aktual akibat
beban mati dapat menimbulkan masalah, karena hal ini akan berpengaruh pada tingkat
keamanan kebakran (karena tidak cukupnya tebal beton pengisi di atas dek metal),
elevasi dari sistem lantai karena kabel listrik, atau finishing interior.
Konstruksi dengan sokongan akan menghasilkan balok yang lebih ringan atau
rendah dibandingkan dengan konstruksi tanpa sokongan karena elemen lentur akan
bersifat komposit dengan dek lantai dalam menahan beton jika sokongan kemudian
dibongkar. Tetapi, konsideran harus diberikan pada defleksi yang akan terjadi setelah
membongkaran sokongan, dan apakah hasil kerataan lantai akan mencukupi.
1.5.1. Balok Dengan Sokongan Sementara
Jika balok mendapat sokongan selama konstruksi (Gambar 1.32), diasumsikan bahwa
semua beban dipikul oleh penampang komposit setelah sokongan dibongkar. Setelah
balok baja terpasang, pelat beton ditempatkan diatasnya. Bekisting, beton basah, dan
beban konstruksi lain harus dipikul oleh balok atau sokongan sementara. Jika tidak ada
sokongan sementara, balok harus memikul semua beban termasuk berat sendiri. Hampir
semua peraturan menyatakan bahwa setelah beton mencapai 75% dari kekuatan beton
28 hari maka penampang menjadi komposit sehingga semua beban yang bekerja akan
dipikul oleh penampang komposit. Jika disediakan sokongan sementara maka beton
basah dan beban konstruksi lain akan dipikul oleh sokongan, sedangkan berat balok
tidak demikian, kecuali jika diberikan defleksi awal ke atas (tetapi hal ini tidak praktis).
Jika sokongan dilepas (setelah beton mencapai 75% kekuatan 28 hari), berat pelat akan
ditransfer ke penampang komposit, bukan hanya pada balok baja. Jika digunakan
sokongan, kemungkinan dapat menggunakan balok baja yang lebih kecil sehingga lebih
ekonomis. Apakah penghematan dalam balok baja akan lebih besar dibandingkan
dengan biaya sokongan sementara? Hal ini belum tentu, keputusan untuk menggunakan
balok baja yang lebih besar atau dengan sokongan sementara tergantung pada beberapa
alasan yaitu:
a. Kesulitan dalam pelaksanaan jika terjadi lendutan sokongan.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-24

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

b. Kekuatan ultimate (batas) penampang komposit yang sama dengan dan tanpa
sokongan adalah sama besar. Jika digunakan penampang komposit yang lebih kecil
karena digunakan sokongan, maka penampang tersebut mempunyai kekuatan
ultimate yang lebih kecil.
c. Setelah beton mengeras dan sokongan dilepas, pelat beton akan ikut memikul beban
mati. Pelat akan tertekan dan akan mengalami rangkak dan susut dalam arah sejajar
balok. Akibanya tegangan pada pelat berkurang dan tegangan balok bertambah.
Akhirnya seluruh beban mati akan dipikul oleh balok.
Namun demikian, konstruksi dengan sokongan memberikan keuntungan
dibandingkan dengan tanpa sokongan. Pertama, defleksi lebih kecil karena didasarkan
pada penampang komposit. Dengan kata lain, beban beton basah tidak bekerja pada
balok baja saja, tetapi pada seluruh penampang komposit. Kedua, tidak diperlukan
untuk memeriksa kekuatan balok baja pada kondisi beban beton basah ini. Kadangkala
ini sangat penting untuk kondisi dimana terdapat rasio rendah beban hidup terhadap
beban mati.
Defleksi dari lantai tanpa sokongan akibat berat beton basah kadang-kadang bisa
sangat besar. Jika balok tidak diberikan camber (anti lendut), akan diperlukan
tambahan beton sekitar 10% atau lebih untuk meratakan lantai. Jika sebaliknya
diberikan camber terlalu besar, akan didapat pelat lantai yang terlalu tipis di daerah
dimana defleksi beton basah tidak sebesar camber.

Gambar 1.32. Sokongan Sementara atau perancah

1.5.2. Balok Tanpa Sokongan Sementara


Jika tidak digunakan sokongan sementara selama proses konstruksi, balok baja harus
mampu memikul semua beban sebelum beton mengeras dan membentuk aksi komposit.
Tanpa sokongan, berat beton basah cenderung menyebabkan defleksi balok yang
besar sehingga menyebabkan pelat menjadi tebal ditempat balok dengan defleksi yang
lebih besar. Kondisi ini dapat diatasi dengan memberikan camber pada balok.
Peraturan LRFD tidak memberikan margin ekstra untuk tegangan leleh yang
terjadi dalam beton selama proses konstruksi lantai komposit tanpa sokongan.
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-25

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Asumsikan tersedia bresing lateral yang cukup, LRFD (F1.2) menyatakan bahwa
momen maksimum terfaktor tidak boleh melebihi 0,90 FyZ. Nilai 0,90 membatasi
momen terfaktor maksimum ke suatu nilai yang sama dengan momen leleh FyS.
Untuk menghitung momen yang harus ditahan selama proses konstruksi, perlu
menghitung beton basah sebagai beban hidup dan beban hidup tambahan (sekitar 20
psf) untuk memperhitungkan aktivitas pelaksanaan konstruksi.

1.6. Getaran
Meskipun sistem lantai dirancang untuk mencukupi terhadap kekuatan, masih akan
memberikan masalah dalam hal daya layan jika terjadi getaran yang tidak dapat
diterima selama penggunaan normal dari lantai. Antisipasi kinerja dari lantai dapat
dianalisa dengan menghitung frekuensi alami pertama dan amplitudonya, yaitu defleksi
jika menerima beban kejut, dari elemen rangka lantai dan memplot hasilnya pada skala
modifikasi Reiher-Meister (Gambar 1.33) untuk menentukan derajat kerentanan
terhadap getaran. Umumnya, perancangan yang mendekati atau melampaui bagian atas
dari zona distictly perceptible harus dihindari.

Gambar 1.33. Skala Modifikasi Reiher-Meister menghubungkan persepsi getaran dengan amplitudi dan
frekuensi

1.7. Lebar Flens Efektif


Ada masalah dalam memperhitungkan berapa banyak pelat beton bekerja sebagai
bagian dari balok. Jika balok-balok berjarak cukup dekat, tegangan lentur dalam pelat
akan terdistribusi merata sepanjang daerah tertekan. Tetapi jika jarak antar balok-balok
cukup jauh, tegangan lentur akan bervariasi secara non-linier sepanjang flens. Makin
jauh bagian dari pelat lantai atau flens dari balok balak, makin kecil tegangan lentur.
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-26

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Peraturan berupaya untuk menyelesaikan masalah ini dengan menggantikan pelat aktual
dengan pelat yang lebih kecil atau pelat efektif yang mempunyai tegangan konstan.
Pelat ekivalen ini akan mendukung total tekanan yang sama sebagaimana yang
didukung oleh pelat aktual. Lebar pelat efektif, b, diperlihatkan dalam Gambar 1.34.
Bagian dari pelat atau flens yang dianggap berpartisipasi dalam aksi balok, diberikan
dalam peraturan AISC LRFD I3.1 yang menyatakan bahwa lebar efektif dari pelat pada
setiap sisi dari garis tengah balok tidak melampaui nilai terkecil dari kriteria berikut.
Serangkaian aturan berikut berlaku baik untuk pelat dengan pelat pada satu sisi maupun
pada kedua sisi balok.
1. Seperdelapan dari bentang balok yang diukur pusat-ke-pusat tumpuan untuk
bentang sederhana maupun menerus.
2. Setengah jarak dari jarak garis tengah balok ke garis tengah balok sebelahnya.
3. Jarak dari garis tengah balok ke sisi dari pelat.

Gambar 1.34. Lebar Flens Efektif

Persyaratan AASHTO untuk menentukan lebar flens efektif sedikit berbeda.


Total lebar flens maksimum tidak boleh melampuai satu per empat dari bentang balok,
dua belas kali tebal pelat terkecil, atau jarak pusat-ke-pusat dari balok. Jika balok hanya
ada disatu sisi dari balok, lebar efektifnya tidak boleh melampaui satu per duapuluh dari
bentang balok, enam kali tebal pelat, atau setengah dari jarak garis tengah balok ke garis
tengah balok berikutnya.

1.8. Transfer Geser


Pelat beton dapat ditahan langsung di atas balok baja, atau balok dapat dibungkus penuh
dalam benton untuk perlindungan terhadap api. Yang disebut terakhir ini sangat mahal
sehingga jarang digunakan. Geser longitudinal dapat ditransfer diantara keduanya
melalui lekatan dan geser (dan mungkin sejenis tulangan geser). Jika diperlukan, bila
balok terbungkus beton, sambungan mekanis harus mentransfer beban.
Berbagai tipe shear connector telah dipakai, antara lain: batang spiral, kanal,
penampang Z, siku, dan stud, lihat Gambar 1.35. Pertimbangan ekonomis biasanya
mengarah pada penggunaan stud bulat yang dilas pada bagian atas flens balok. Stud
semacam ini tersedia dalam diameter sampai dengan 1 in dan panjang 2 sampai
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-27

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

dengan 8 in, tetapi Peraturan LRD (I5.1) menyatakan bahwa panjangnya tidak boleh
lebih dari 4 kali diameter stud.

(a)

(b)

(c)
Gambar 1.35. Berbagai Tipe Shear Connector

Stud terdiri dari batang baja bulat yang dilas pada satu ujung ke balok baja.
Ujung yang lain mempunyai kepala untuk mencegah mencegah pemisahan vertikal
pelat beton dari balok. Stud ini dapat dipasang dengan cepat pada balok baja menembus
dek baja dengan stud-welding gun yang dilakukan oleh pekerja terlatih, Gambar 1.36.
Penjelasan AISC (I3.5) menguraikan prosedur khusus yang diperlukan untuk dek 16
gage dan lebih tebal dan untuk dek dengan pelapis galvanis (>1,25 ounces per ft
kuadrat).
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-28

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.36. Stud-Welding Gun dan Metode Pengerjaannya


[www.jgokey.com]

Pemasangan di pabrik dari shear connector pada awalnya lebih ekonomis, tetapi
kemudian ada kecenderungan untuk melakukan pemasangan di lapangan. Ada dua
alasan yaitu (a) shear connector dapat rusak dalam transportasi dan penyetelan balok,
(b) shear connector menjadi penghalang bagi pekerja untuk berjalan di atas balok
selama proses awal konstruksi.
Jika balok komposit diuji, keruntuhan kemungkinan terjadi karena hancurnya
beton. Juga memungkinkan untuk mengasumsikan bahwa kedua material beton dan baja
mencapai kondisi plastis.
Untuk pembahasan berikut, mengacu pada Gambar 1.37. Jika sumbu netral
plastis (SNP) berada pada pelat beton, geser horizontal maksimum (atau gaya horizontal
pada bidang diantara beton dan baja) dinyatakan sebagai AsFy; dan jika sumbu netral
plastis pada penampang baja, geser horizontal maksimum dianggap sama dengan 0,85
fcAc dengan Ac adalah luas efektif pelat beton (untuk mahasiswa yang tidak familier
dengan teori perancangan berdasarkan kekuatan untuk beton bertulang, tegangan ratarata saat runtuh pada sisi tertekan dari balok beton bertulang biasanya diasumsikan
sebesar 0,85 fc). Shear connector harus mampu menahan perpindahan horisontal dan
vertikal karena pelat dan balok cenderung memisahkan diri secara horisontal dan
vertikal. AISC memberikan cara perhitungan gaya geser horisontal yang harus dipikul
oleh shear connector. Gaya geser desain/rencana tidak dihitung dari rumus VQ/I,
melainkan dari kondisi ultimate. Hasil uji menunjukkan bahwa balok komposit
mengalami kehancuran pada beton sehingga dapat diasumsikan bahwa beton dan baja
telah mencapai kondisi tegangan plastis.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-29

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Sb.netral pada pelat

Gaya horisontal
Total pada perTemuan = AsFy

Fy

0,85 fc

Sb.netral pada balok

Fy

Gaya horisontal
Total pada perTemuan = 0,85fc Ac

Fy
Gambar 1.37. Perbedaan Gaya Geser Horisontal untuk Posisi Sumbu Netral yang Berbeda

Dari informasi di atas, geser yang akan dipikul oleh konektor dapat ditentukan
dan LRFD (I5.2) mengatakan bahwa untuk aksi komposit geser horisontal total antara
titik-titik dengan momen positif maksimum dan momen nol harus diambil nilai terkecil
berikut dimana Qn adalah kekuatan nominal total dari shear connector yang diberikan
dalam Bagian I6-7 AISC LRFD.
a. 0,85 fcAc
b. AsFy (untuk penampang hibrid gaya leleh ini harus dihitung terpisah untuk setiap
komponen penampang)
c. Qn

1.9. Balok Komposit Parsial


Untuk diskusi ini diasumsikan bahwa kita perlu menentukan profil baja dengan
kekuatan rencana 450 ft-k jika dibuat komposit dengan pelat beton. Selanjutnya
diasumsikan juga bahwa jika kita memilih penampang dari Manual AISC LFRD,
didapat Mu sebesar 510 ft-k (jika dibuat komposit dengan pelat beton). Jika sekarang
kita memberikan shear connector untuk aksi komposit penuh, profil akan mempunyai
kekuatan rencana 510 ft-k. Tetapi kita hanya memerlukan 450 ft-k.
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-30

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Tampaknya dapat diterima logika jika kita hanya memberikan beberapa shear
connector sehingga didapat kekuatan rencana sebesar 450 ft-k. Dalam hal ini kita
mengurangi jumlah shear connector yang juga berarti mengurangi biaya (mungkin hal
ini akan cukup signifikan jika untuk profil lain dalam struktur harus dilakukan serupa).
Penampang yang dihasilkan adalah penampang komposit parsial. Yaitu penampang
yang tidak mempunyai shear connector cukup untuk menjadi balok komposit dengan
kekuatan lentur penuh. Hal ini akan diberikan dalam Contoh 1.3 dan 1.4.
Biasanya kekuatan total dari shear connector yang digunakan dalam penampang
tidak boleh kurang dari 25% dari kekuatan geser yang diperlukan untuk aksi komposit
penuh (AsFy). Jika tidak demikian maka perhitungan yang dilakukan tidak dapat secara
akurat mewakili kekakuan dan kekuatan penampang komposit.
1.10. Kekuatan Shear Connector
Untuk penampang komposit diijinkan menggunakan agregat batu berat normal (115-145
lb/ft3) (sesuai dengan ASTM C33) atau beton ringan tidak kurang dari 90 lb/ft3 (dibuat
dengan rotary kiln yang agregatnya sesuai dengan ASTM C330).
Peraturan LRFD memberikan nilai kekuatan stud baja yang panjang terpasang
tidak kurang dari 4 kali diameter dan untuk profil gilas kanal. Tetapi peraturan tidak
memberikan faktor resistansi untuk shear connector. Hal ini dilakukan karena
pemikiran bahwa faktor yang digunakan untuk menentukan kekuatan lentur dari beton
sudah cukup untuk menghitung variasi kekuatan beton, termasuk variasi yang
berhubungan dengan shear connector.
1.10.1. Stud Shear Connector
Kekuatan geser nominal dalam kips dari satu stud shear connector yang tertanam dalam
pelat beton ditentukan dalam LRFD I5.3 dan diberikan di bawah ini. Dalam rumusan ini
ASC adalah luas penampang dari shank connector dalam in2 dan fc adalah tegangan
tekan beton dalam ksi, Ec adalah modulus elastisitas beton dalam ksi (MPa) yaitu

w1,5 fc' dengan w adalah berat satuan beton dalam lb/ft3. Fu adalah kekuatan tarik
minimum dari baja stud dalam ksi (MPa).
Qn 0,5ASC fc'Ec ASC Fu
Tabel 1.3.

(LRFD Pers. I5-1)

(1.1)

Sambungan Geser Stud, Kekuatan Geser Nominal Qn, kips*

Kuat
Beton ringan (115 lb/ft3)
Beton normal (145 lb/ft3)
tekan
Diamenter nominal shear stud connector, in. Diamenter nominal shear stud connector, in.
beton, fc,
1/2
5/8
3/4
7/8
1/2
5/8
3/4
7/8
ksi
3
7,88
12,3
17,7
24,1
9,35
14,6
21,0
28,6
3,5
8,82
13,8
19,8
27,0
10,5
16,4
23,6
32,1
4
9,75
15,2
21,9
29,9
11,6
18,1
26,1
35,5
4,5
10,7
16,6
24,0
32,6
11,8
18,4
26,5
36,1
5
11,5
18,0
25,9
35,3
11,8
18,4
26,5
36,1
Panjang
stud
2
2
3
3
2
2
3
3
minimum,
in
*Hanya berlaku untuk beton yang dibuat dari agregat ASTM C33

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-31

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Tabel 1.3 yang diambil dari Tabel 5-13 Manual AISC, memberikan nilai Qn yang
dihitung dengan rumus sebelumnya untuk ukuran stud yang berbeda. Nilai ini diberikan
untuk beberapa mutu beton dan dua berat beton yaitu 115 lb/ft3 dan 145 lb/ft3. Pembaca
harus memahami bahwa nilai ini harus direduksi jika shear connector digunakan
bersamaan dengan dek baja berprofil (formed steel deck) sebagaimana disyaratkan oleh
LRFD I3,5b. Topik ini akan dibahas kemudian.
1.10.2. Shear Connector Kanal
Kuat geser nominal dalam kips untuk shear connector kanal ditentukan dari rumusan
berikut yang diambil dari LRFD I5.4 dimana tf dan tw adalah tebal flens dan web dari
kanal, sedangkan lc adalah panjangnya dalam in. (mm).

Qn 0,3(t f 0,5tw )Lc fc'Ec

(LRFD Pers. I5-2)

(1.2)

1.10.3. Shear Connector Lain


Jika digunakan jenis shear connector yang lain, LRFD (I6) menyatakan bahwa kekuatan
nominalnya harus ditentukan dengan pengujian yang memenuhi syarat.
1.10.4. Jumlah, Jarak, dan Persyaratan Selimut untuk Shear Connector
Jumlah shear connector yang digunakan antara titik dengan momen maksimum dan titik
bersebelahan dengan momen nol sama dengan gaya horizontal yang harus ditahan
dibagi dengan kekuatan nominal satu konektor Qn.
1.10.5. Jarak Shear Connector
Hasil pengujian terhadap balok komposit dengan shear connector berjarak seragam dan
jumlah shear connector yang sama dengan jarak bervariasi sesuai geser statis,
menunjukkan kekuatan ultimate dan defleksi yang hampir sama pada kondisi beban
kerja. Kondisi ini masih berlaku selama jumlah shear connector total cukup untuk
mengembangkan geser pada kedua sisi dari titik dengan momen maksimum. Oleh
karena itu, peraturan LRFD (I5.6) mengijinkan penggunaan jarak shear connector yang
seragam pada kedua sisi dari titik dengan momen maksimum. Tetapi, jumlah shear
connector yang dipasang antara beban terpusat dan titik terdekat dengan momen nol
harus cukup untuk mengembangkan momen maksimum pada beban terpusat.
1.10.6. Jarak Minimum dan Maksimum
Kecuali untuk dek baja berprofil, jarak minimum pusat-ke-pusat shear connector
sepanjang sumbu longitudinal dari balok komposit yang diijinkan oleh Peraturan LRFD
(I5.6) adalah 6 kali diameter, sedangkan nilai minimum melintang terhadap sumbu
longitudinal adalah 4 kali diameter. Diantara rusuk dari dek baja berprofil, jarak
minimum yang diijinkan adalah 4 kali diameter pada setiap arah.
Jika flens dari balok baja agak sempit, mungkin akan kesulitan untuk mencapai
jarak melintang yang diijinkan. Untuk kondisi ini stud dapat dipasang zig-zag seperti
ditunjukkan dalam Gambar 1.38.
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-32

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.38. Susunan Konektor

Jika rusuk dek sejajar dengan sumbu balok baja dan lebih banyak konektor yang
diperlukan dari pada yang bisa terpasang diantara rusuk, Penjelasan LRFD (I5.6)
pengijinkan membelah dek sehingga tersedia cukup ruang untuk konektor.
Shear connector harus mampu menahan pergerakan horizontal dan vertikal
karena ada kecenderungan pelat beton dan balok terpisah secara vertikal dan tergeser
secara horizontal. Bagian kepala dari stud shear connector membantu mencegah
pemisahan vertikal. Peraturan LRFD (I5.6) menyatakan bahwa jarak maksimum dari
shear connector tidak boleh lebih dari 8 kali total tebal pelat.

1.10.7. Persyaratan Selimut


Peraturan LRFD (I5.6) mensyaratkan bahwa setidaknya harus ada selimut beton setebal
1 in. untuk shear connector. Aturan ini tidak berlaku untuk konektor yang digunakan
dalam rusuk dari dek baja berprofil karena hasil uji menunjukkan bahwa kekuatan tidak
berkurang, meskipun jika stud dipasang sedekat mungkin dengan rusuk.
Jika stud tidak dipasang langsung di atas web balok, stud tersebut mempunyai
kecenderungan untuk merobek flens sebelum mencapai kapasitas penuhnya tercapai.
Untuk mencegah terjadinya hal ini, Peraturan LRFD (I5.6) mensyaratkan bahwa
diameter dari shear connector tidak boleh lebih besar dari 2,5 kali tebal flens balok
kecuali jika stud dipasang persis di atas web.
Jika digunakan dek baja berprofil, balok baja harus dihubungkan ke pelat beton
dengan stud shear connector dengan diameter tidak lebih besar dari in. Ini dapat dilas
menembus dek atau langsung di atas balok baja. Setelah dipasang, stud harus
diperpanjang paling sedikit 1 in di atas puncak dek baja dan beton di atas dek baja
tidak boleh kurang dari 2 in. (LRFD I3.5a).

1.11. Kapasitas Momen dari Penampang Komposit


Kekuatan lentur nominal dari balok komposit di daerah momen positif dapat ditentukan
oleh kekuatan plastis penampang atau oleh kekuatan pelat beton atau oleh kekuatan
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-33

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

shear connector. Selanjutnya, jika web sangat langsing dan jika sebagian besar dari web
tertekan, tekuk web bisa menjadi batas kekuatan nominal dari penampang.
Suatu penelitian telah dilakukan terhadap tekuk web penampang komposit dan
untuk alasan ini LRFD (I3.2) secara konservatif menerapkan aturan yang sama untuk
web penampang komposit seperti halnya pada web baja non komposit. Kekuatan lentur
positif (bMn Dengan b = 0,85) untuk penampang komposit ditentukan dengan
mengasumsikan distribusi tegangan plastis jika h / tw 3,76 E / Fyf . Dalam rumusan ini
h adalah jarak antara kaki fillet web, yaitu d 2k, tw adalah tebal web, dan Fyf adalah
tegangan leleh dari flens balok. Semua penampang W, S, M, HP, dan C dalam Manual
AISC LRFD memenuhi persyaratan ini untuk nilai Fy sampai dengan 65 ksi. Untuk
penampang built-up, h adalah jarak antara garis penguat baut yang bersebelahan atau
jarak bersih antara flens atas dan bawah jika digunakan las.
Jika h/tw lebih besar dari 3,76 E / Fyf , nilai dari bMn dengan b = 0,90
ditentukan dengan mensuperposisikan tegangan-tegangan elastis. Pengaruh sokongan
sementara harus diperhitungkan dalam perhitungan.
Kapasitas momen nominal dari penampang komposit sebagaimana ditentukan
dari uji beban dapat ditentukan dengan sangat akurat dengan teori plastis. Dengan teori
ini, penampang baja pada keruntuhan diasumsikan mencapai leleh penuh, dan pelat
beton pada sisi tertekan dari sumbu netral dianggap mencapai 0,85fc. Jika setiap bagian
dari pelat beton mengalami tarik, diasumsikan telah retak dan tidak mampu memikul
beban.
Sumbu netral plastis (SNP) bisa berada pada pelat beton atau pada flens baja
atau pada web baja. Masing-masing kasus akan dibahas dalam bab ini.
1.11.1. Sumbu Netral dalam Pelat Beton
Tegangan tekan pelat beton bervariasi dari SNP ke arah puncak pelat. Tetapi untuk
memudahkan perhitungan, tegangan dianggap merata dengan nilai 0,85fc dengan cakup
kedalaman a dan lebar be, yang nilainya ditentukan seperti penjelasan pada sub bab 5.
Distribusi ini dipilih untuk memberikan blok tegangan yang sama dengan tekanan total
C dan pusat gravitasi yang sama untuk total gaya sebagaimana halnya dalam pelat
aktual.
Nilai a dapat ditentukan dari rumusan berikut dimana tarik total dalam
penampang baja adalah sama dengan tekan total dalam beton.
AsFy = 0,85fcabe

(1.3)

AsFy
0,85 fc'be

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

(1.4)

1-34

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.39. Sumbu netral plastis (PNA) dalam web

Jika a sama atau kurang dari tebal pelat, SNP akan berada dalam pelat dan kapasitas
momen nominal atau plastis dari penampang komposit dapat ditulis sebagai tarik total T
atau tekan total C dikalikan dengan jarak antara pusat ke dua gaya tersebut. Penjelasan
merujuk pada Gambar 1.39.
Contoh 1.1 memberikan ilustrasi perhitungan dari bMn = bMp untuk
penampang komposit dimana SNP berada pada pelat.

Contoh 1.1
Hitung bMn = bMp untuk penampang komposit dalam Gambar 1.40 jika fc = 4 ksi dan
Fy = 50 ksi.

Gambar 1.40.

Solusi.
Tentukan b
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-35

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

h = d 2k = 29,7 (2)(1,32) = 27,06 in

h 27,06
E
29.103

52,04 3,76
3,76
90,55
tw 0,520
Fyf
50
Sehingga b = 0,85

Gambar 1.41.

Lokasi SNP

AsFy
'
c e

0,85 f b

(29,1)(50)
4,28 in
(0,85)(4)(100)

Jadi SNP berada didalam pelat beton karena 4,28 in < t = 5 in.

Mn Mp AsFy d2 t a2
4,28
29,7
(29,1)(50)
5

2
2
25.768 in-k = 2147,3 ft-k

bMn = (0,85)(2147,3) = 1825,2 ft-k


Jika kita merujuk pada Bagian 5 dari Manual LRFD dapat menentukan nilai bMn untuk
balok komposit ini dengan mengacu pada Gambar 1.31. Penggunaan Manual tabel
komposit mengasumsikan bahwa SNP terletak pada bagian atas dari flens atas (TFL =
top steel flange) atau di bawah profil baja. Dalam tabel LRFD, Y1 menyatakan jarak
antara SNP (PNA) ke puncak flens balok sedangkan Y2 menyatakan jarak dari pusat
gaya flens beton efektif ke puncak flens dari balok baja (t a/2).
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-36

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Jika SNP (Sumbu netral plastis Plastic neutral axis PNA) untuk contoh sebelumnya
berada pada puncak flens balok, dari hal 5-40 Maual AISC LRFD dengan Y2 = 5
4,28/2 = 2,86 dan Y1 = 0 dan untuk W30 x 99, nilai bMn = bMp dengan interpolasi
antara nilai 1790 ft-k (Y2 = 2,5 in) dengan 1840 ft-k (Y2 = 3,0 in), didapat 1826 ft-k.
Untuk lebih tepat, sebaiknya digunakan Y1 sebesar (5,0-4,28) = 0,72 in. Sehingga
interpolasi dapat menggunakan Y1 = 0,67 in (yang paling mendekati dengan nilai 0,72
in). Selanjutnya nilai momen didapat dari interpolasi 1640 ft-k dan 1670 ft-k.

1.11.2. Sumbu Netral Pada Bagian Bawah Flens Atas Balok Baja
Jika a yang dihitung dalam contoh sebelumnya lebih besar dari tebal pelat t maka SNP
akan berada dalam penampang baja. Jika ini terjadi, perlu dicari apakah SNP berada
dalam flens atau di bawah flens. Jika diasumsikan bahwa SNP berada pada dasar dari
flens atas, gaya tekan total C adalah 0,85fcbet + AfFy, dengan Af adalah luas flens dan
gaya tarik total di bawah T = Fy (As Af). Jika C > T maka SNP akan berada dalam
flens. Jika C < T maka SNP berada di bawah flens (pada web).

Gambar 1.42.

Asumsikan SNP berada dalam flens dan lokasinya ke SNP yang diukur dari
puncak flens diberi notasi y , dan didapat dengan menyamakan C dan T sebagai berikut:
0,85 fcbe t + Fy bf y = Fy As Fy bf y

(1.5)

Sehingga,

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-37

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Fy As 0,85 fc'bet
2Fy bf

(1.6)
Dan kapasitas momen nominal atau plastis dari penampang dapat dihitung dari
rumusan di bawah ini dengan mengacu pada Gambar 1.32. Ambil momen terhadap
SNP, didapat:
y
t

Mp Mn 0,85 fc'bet y 2Fy bf y Fy As y


2

2
(1.7)
Contoh 1.2 di bawah ini memberikan ilustrasi perhitungan dari bMn = bMp
untuk penampang komposit dengan SNP berada pada flens.

Contoh 1.2
Hitung bMn = bMp untuk penampang komposit dalam Gambar 1.43 jika digunakan
baja 50 ksi dan jika fc adalah 4 ksi.
Solusi.
Tentukan b
h = d 2k = 30,00 (2)(1,50) = 27,00 in

h 27,00
E
29.103

47,78 3,76
3,76
90,55
tw 0,565
Fyf
50
Sehingga b = 0,85

Gambar 1.43.

Apakah SNP terletak pada puncak flens baja?

AsFy
'
c e

0,85 f b

(34,2)(50)
6,29 in > 4,00 in
(0,85)(4)(80)

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-38

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Jadi SNP berada pada profil baja.


Apakah SNP dalam flens atau web? Disini diasumsikan dulu bahwa SNP berada pada
dasar dari flens atas.
C = 0,85 fc b t + Fy bf tf = (0,85)(4)(80)(4) + (50)(10,5)(0,850) = 1534 k
T = Fy (As bf tf) = (50)(34,2 10,5 x 0,850) = 1264 k
Karena C > T, SNP berada pada flens dan dapat ditentukan sebagai berikut:
y

Fy As 0,85 fc'bet
2Fy bf

(50)(34,2) (0,85)(4)(80)(4)
0,592 in
(2)(50)(10.5)

y
t

Mp Mn 0,85 fc'bet y 2Fy bf y Fy As y


2

(0,85)(4)(80)(4) 42 0,592 (2)(50)(10,5)(0,592) 0,592


2

+(50)(34,2) 30,00
2 0,592

27650 in-k = 2304 ft-k


Mu = bMp = bMn = (0,85)(2304) = 1959 ft-k
Dengan interpolasi dalam Tabel LRFD Composite Design dengan Y1 = 0.593 in
0,5920,425
dan Y2 = 2,0 in, didapat 1900 0,638
0,425 (1990 1950) 1958,6
Jika kita mempunyai penampang komposit parsial dengan Qn lebih kecil dari
AsFy, SNP akan turun, jika pada flens, nilai ? dapat ditentukan dengan persamaan yang
digunakan dalam Contoh 1.2. Dalam tabel composite design pada Manual AISC LRFD
nilai dari Qn dan bMn diberikan untuk tujuh lokasi SNP yang berbeda yaitu: puncak
flens atas, seperempat tebal flens, bawah flens atas, dan dua titik dalam web. Interpolasi
linier dapat digunakan dari nilai-nilai yang diberikan dalam tabel.

1.11.3. Sumbu Netral Pada Web Balok Baja


Jika untuk penampang komposit tertentu dijumpai bahwa a lebih besar dari tebal pelat
beton, dan jika diasumsikan bahwa SNP terletak di bawah flens baja dan dihitung nilai
C dan T dan ternyata T lebih besar dari C, maka SNP akan terletak pada web. Kita dapat
melakukan perhitungan serupa dengan yang telah kita lakukan untuk kasus dimana SNP
terletak dalam flens. Beberapa contoh perhitungan dapat merujuk pada Tabel dalam
Bagian 5 Manual AISC LRFD.
Mahasiswa diminta untuk mencoba menyelesaikan Contoh 1.2 tetapi dengan W30x173
yang kemungkinan SNP akan terletak pada web dari baja.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-39

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Tentukan b
h = d 2k = 30,44 (2)(1,0625) = 28,315 in

Sehingga b = 0,85

Gambar 1.43.

Dimana lokasi SNP?

AsFy
'
c e

0,85 f b

(34,2)(50)
6,29 in > 4,00 in
(0,85)(4)(80)

A =9.33 in
Jadi SNP berada pada profil baja.
Apakah SNP dalam flens atau web? Disini diasumsikan dulu bahwa SNP berada pada
dasar dari flens atas.
C = 0,85 fc b t + Fy bf tf = (0,85)(4)(80)(4) + (50)(10,5)(0,850) = 1534 k
T = Fy (As bf tf) = (50)(34,2 10,5 x 0,850) = 1264 k
Karena C > T, SNP berada pada flens dan dapat ditentukan sebagai berikut:
y

Fy As 0,85 fc'bet
2Fy bf

(50)(34,2) (0,85)(4)(80)(4)
0,592 in
(2)(50)(10.5)

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-40

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

y
t

Mp Mn 0,85 fc'bet y 2Fy bf y Fy As y


2

(0,85)(4)(80)(4) 42 0,592 (2)(50)(10,5)(0,592) 0,592


2

+(50)(34,2) 30,00
2 0,592

27650 in-k = 2304 ft-k


Mu = bMp = bMn = (0,85)(2304) = 1959 ft-k
Dengan interpolasi dalam Tabel LRFD Composite Design dengan Y1 = 0.593 in
0,5920,425
dan Y2 = 2,0 in, didapat 1900 0,638
0,425 (1990 1950) 1958,6
Jika kita mempunyai penampang komposit parsial dengan Qn lebih kecil dari
AsFy, SNP akan turun, jika pada flens, nilai ? dapat ditentukan dengan persamaan yang
digunakan dalam Contoh 1.2. Dalam tabel composite design pada Manual AISC LRFD
nilai dari Qn dan bMn diberikan untuk tujuh lokasi SNP yang berbeda yaitu: puncak
flens atas, seperempat tebal flens, bawah flens atas, dan dua titik dalam web. Interpolasi
linier dapat digunakan dari nilai-nilai yang diberikan dalam tabel.

Gambar 1.44. Tabel Profil Berdasarkan AISC

1.12. Defleksi
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-41

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Defleksi untuk balok komposit dapat dihitung dengan metode yang sama seperti untuk
jenis balok lainnya. Perlu hati-hati dalam menghitung defleksi untuk berbagai variasi
beban secara terpisah. Misalnya, ada beban mati yang bekerja pada profil baja langsung
(jika tanpa sokongan sementara), beban mati yang bekerja pada penampang komposit,
dan beban hidup yang bekerja pada penampang komposit.
Pengaruh rangkak beton jangka panjang dalam bagian tertekan menyebabkan
defleksi meningkat dengan waktu. Tetapi peningkatan ini tidak signifikan untuk ratarata balok komposit. Jika dirasakan hal ini penting, maka defleksi jangka panjang dapat
dihitung dengan menggunakan nilai modular rasio 2n saat menghitung properti
penampang komposit untuk penampang transformasi yang digunakan dalam
perhitungan defleksi.
Jika digunakan beton ringan, harus digunakan modulus elastisitas beton Ec
aktual (bisa sedikit lebih kecil) dalam menghitung momen inersia penampang
transformasi Itr untuk perhitungan defleksi. Untuk perhitungan tegangan digunakan Ec
untuk beton normal.
Umumnya defleksi akibat geser diabaikan, meskipun pada kasus tertentu bisa
cukup besar. Balok baja dapat diberikan lawan lendut (camber) untuk semua atau
sebagian defleksi. Untuk beberapa kondisi cukup layak memberikan sedikit penebalan
pelat lantai pada bagian tengah dibandingkan pada bagian sisi untuk mengkompensasi
defleksi.
Perancang mungkin ingin mengontrol getaran dalam lantai komposit akibat dari
lalu lintas pejalan kaki atau beban bergerak lainnya. Hal ini terjadi dalam kasus bukaan
lantai yang cukup besar tanpa diberikan peredam dengan partisi seperti pada pusat
perbelanjaan. Untuk kasus demikian harus dilakukan analisis dinamik.
Jika Peraturan LRFD digunakan untuk memilih profil baja dari penampang
komposit, hasilnya seringkali balok baja yang sedikit lebih kecil sehingga juga tinggi
lantai yang lebih kecil. Jika lantai ini tidak mendapat sokongan sementara akan
mempunyai defleksi besar saat penuangan beton. Oleh karenanya biasa diberikan
camber atau sebagai alternatif dipasang balok yang lebih besar atau dipasang sokongan
sementara.
Tentu saja balok yang dipilih harus mampunyai nilai bMn yang cukup untuk
memikul berat sendiri dan beton basah. Seringkali ukuran profil lebih ditentukan oleh
defleksi akibat beton basah dibandingkan akibat momen.
Sebagai solusi alternatif untuk permasalahan ini adalah dengan melibatkan
penggunaan sambungan tahanan parsial (partly restrained = PR) sebagaimana dibahas
dalam Buku Ajar sebelumnya. Jika sambungan ini digunakan defleksi dan momen
tengah bentang akan tereduksi cukup besar, sehingga dapat digunakan balok yang lebih
kecil. Selanjutnya, akan didapat reduksi terhadap gangguan getaran yang menjadi
masalah dalam lantai komposit yang rendah.
Jika sambungan PR digunakan, akan terbentuk momen negatif pada tumpuan.
Pada sub bab berikutnya ditunjukkan bahwa peraturan LRFD mengijinkan penggunaan
kekuatan momen rencana negatif untuk lantai komposit, memberikan beberapa
persyaratan yang dipenuhi sebagai sambungan geser dan tulangan penyaluran untuk
pelat di daerah momen negatif.

1.13. Perancangan Penampang Komposit

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-42

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Konstruksi komposit akan ekonomis jika beban cukup besar, bentang panjang, dan jarak
antar balok anak cukup jauh. Untuk gedung dengan portal baja, konstruksi komposit
ekonomis untuk bentang antara 25 sampai dengan 50 ft dan lebih menguntungkan untuk
bentang yang lebih panjang. Untuk jembatan tumpuan sederhana telah dibangun cukup
ekonomis dengan bentang sampai 120 ft dan bentang menerus 50 s.d. 60 ft. Untuk
jembatan komposit umummnya akan ekonomis untuk tumpuan sederhana dengan
bentang lebih dari 40 ft dan untuk bentang menerus lebih dari 60 ft.
Pada kasus tertentu penambahan pelat penutup pada flens bawah dari balok baja
dapat meningkatkan penghematan. Kita dapat melihat bahwa dengan pelat bekerja
sebagai bagian dari balok, akan terbentuk luas tekan yang besar dan dengan menambah
pelat penutup pada bagian flens tarik, akan didapat keseimbangan yang lebih baik.
Pada bangunan tinggi ruang bebas (headroom) menjadi masalah, diinginkan
untuk menggunakan tinggi lantai seminimum mungkin. Untuk gedung, rasio minimum
kedalaman-bentang mendekatan 1/24 jika beban mendekati statis dan 1/20 untuk beban
yang menimbulkan vibrasi. Tebal pelat beton diketahui (dari perencanaan beton) dan
tinggi balok baja dihitung secara pendekatan seperti diatas.
Sebelum kita melakukan upaya perancangan komposit, akan didiskusikan
beberapa hal antara lain bresing lateral, sokongan sementara, perkiraan berat balok baja,
dan momen inersia batas bawah (lower bound).

1.13.1. Bresing Lateral


Setelah beton mengeras, beton akan memberikan bresing lateral yang cukup untuk flens
tertekan. Tetapi selama proses konstruksi sebelum beton mengeras bresing lateral
mungkin tidak cukup dan kekuatan rencananya harus direduksi tergantung dari panjang
tanpa sokongan yang diperkirakan. Jika dek baja berprofil atau bekisting beton
dilekatkan pada flens balok tertekan, keduanya dapat memberikan bresing lateral yang
cukup. Perencana harus meninjau dengan seksama bresing lateral dari balok terbungkus
penuh.

Gambar 1.45.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-43

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

1.13.2. Memperkirakan Berat Balok Baja


Seperti ilustrasi dalam Contoh 1.3, seringkali berguna untuk memperkirakan berat balok
baja. Manual LRFD memberikan rumus empiris berikut yang didapat dari Bagian 5
(halaman 5-26).

12Mu
Perkiraan berat balok
3,4
d / 2 Ycon a / 2 Fy

(1.8)

dengan
Mu

= kekuatan lentur yang diperlukan dari penampang komposit

= tinggi nominal balok baja

Ycon = jarak dari puncak balok baja ke puncak pelat beton


a

= tebal pelat beton efektif (secara konservatif diperhitungkan dalam


rentang 12 in)

= 0,85

Gambar 1.46.

1.13.3. Batas Bawah Momen Inersia


Untuk menghitung defleksi akibat beban layan untuk penampang komposit, sebuah
tabel nilai momen inersia dengan batas bawah diberikan dalam Bagian 5 Manual LRFD
(Tabel 5.15). Nilai ini dihitung dari luas balok baja dan luas beton ekivalen sebesar
Qn/Fy. Flens beton yang tersisa tidak digunakan dalam perhitungan. Ini berarti bahwa
jika kita mempunyai penampang komposit parsial nilai dengan momen inersia batas
bawah akan mencerminkan kondisi ini karena Qn akan lebih kecil. Momen inersia

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-44

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

batas bawah dihitung dari rumus berikut, dengan mengacu pada Gambar 1.36 dengan
YENA adalah jarak dari dasar balok ke sumbu netral elastis (ENA).

Qn
2
2
I Ix As YENA d2
d Y2 YENA

F
y

(1.9)

1.13.4. Tulangan Tambahan


Untuk perhitungan perencanaan bangunan, setiap bentang dianggap mempunyai
tumpuan sederhana, tetapi balok baja umumnya tidak mempunyai tumpuan sederhana
yang sempurna. Akibatkan akan terjadi momen negatif di ujung-ujung balok, dengan
retak pelat beton di atasnya. Untuk mencegah atau meminimalisir retak, beberapa
tulangan tambahan dapat dipasang di bagian atas pelat disalurkan/diperpanjang 2 sd 3 ft
ke dalam pelat beton. Persyaratan jumlah tulangan yang ditambahkan selain tulangan
temperatur dan susut diberikan dalam peraturan beton baik SNI Beton Indonesia
maupun American Concrete Institute (lihat Bagian Penjelasan LRFD I3.2 untuk
penjelasan rinci tentang tulangan.)

1.14. Beberapa Contoh


Contoh 1.3 dan 1.4 mengilustrasikan perancangan untuk dua penampang komposit
tanpa sokongan.

Contoh 1.3
Beberapa balok dengan jarak pusat-ke-pusat 10 ft dan tumpuan sederhana bentang 36 ft
dipilih untuk memikul pelat beton ringan dengan tebal 4 in di atas dek baja berprofil
tinggi 3 in tanpa sokongan sementara. Rusuk dari dek baja yang dipasang tegak lurus
garis tengah balok, mempunyai lebar rata-rata 6 in. Jika beban mati layan (termasuk
berat balok) adalah 0,78 k/ft sepanjang balok dan beban hidup layan 2 k/ft, (a) pilih
profil balok, (b) tentukan jumlah stud in yang diperlukan, (c) tentukan defleksi akibat
beban hidup layan, (d) cek geser balok. Gunakan baja 50 ksi, fc = 4 ksi, dan berat
satuan beton 115 lb/ft3.
Solusi

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-45

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Beban dan momen


Wu = (1,2)(0,78) + (1,6)(2,0) = 4,136 k/ft
Mu

(4,136)(36)2
670 ft-k
8

Lebar flens efektif, be


Seperdelapan dari bentang balok yang diukur pusat-ke-pusat tumpuan untuk
bentang sederhana maupun menerus.
Setengah jarak dari jarak garis tengah balok ke garis tengah balok sebelahnya.
Jarak dari garis tengah balok ke sisi dari pelat. (untuk kantilever)
be (2)( 18 )(36)(12) 108 in

be = (2)(5)(12) = 120 in.


a. Pilih penampang W
Ycon = jarak dari puncak pelat ke puncak flens atas = 4 + 3 = 7 in.
Asumsikan a = 2 in < 4 in tebal pelat (a biasanya sangat kecil, khususnya untuk
penampang yang kecil. Lihat penjelasan dalam gambar di bawah).

Y1 adalah jarak dari SNP ke puncak flens atas = 0 in.


Y2 adalah jarak dari dari pusat gaya flens beton ke puncak flens baja = 7 a/2 = 7 2/2
= 6 in.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-46

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Dengan melihat manual tabel komposit dengan Mu = 670 ft-k, Y1 = 0, dan Y2 = 6 in,
kita dapatkan beberapa W18 (46 lb, 50 lb, dan 55 lb) yang tampaknya cukup layak.
Kita dapat menggunakan rumus perkiraan berat LRFD untuk penampang dengan tinggi
18 in.

(12)(670)

wt
3,4 42,88 lb
(18 / 2_7 2 / 2)(0,85)(50)
Coba W18 x 46 (A = 13,5 in2),
Asumsikan Qn = As Fy = (13,5)(50) = 675 k
Qn
675

1,84 in < 4 in.


Jadi a yang diperlukan =
'
0,85 fc be (0,85)(4)(108)
Y1 = 0
Y2 = 7,0 1,84/2 = 6,08 in.
Dengan interpolasi dari manual didapat

0,08
(743 720) 722,7 ft > Mu 670 ft-k (OK)
0,50

bMn 719

Gunakan W18 x 46 (A = 13,5 in2, d = 18,00 in, tw = 0,360 in.). AISC-LRFD hal. 5-43.
Data properti penampang dapat dilihat di hal 1-32.
Sekarang kita akan mencoba kasus dimana Y1 adalah nilai terbesar yang dapat
menghasilkan b Mn sekitar 670 ft-k dengan Y2 = 6,08 in, karena Qn akan lebih kecil
dan lebih sedikit shear connector yang diperlukan. Hal ini akan terjadi dengan Y1 =
0,151 in, dengan b Mn = 680 ft-k jika Y2 = 6 in.
Y1 = 7 1.84 = 5.16 in. Sehingga jumlah Qn = 308 kips
Qn = 583 k
a

583
1,59 in < 4 in
(0,85)(4)(108)

Didapat a koreksi sebesar 0.84 in.


Y2 = 7 1,59/2 = 6,20 in
0,20
bMn 680
(701 680) 688 ft > Mu 670 ft-k (OK)
0,50
Gunakan W18 x 46, Fy = 50 ksi
b. Perancangan Stud
Karena kita menggunakan dek baja berprofil, harus dihitung faktor reduksi stud (SRF)
sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan LRFD I3.5(b).
hr = 3 in.
Asumsikan Hs = 5,0 in (tidak boleh > hr + 3 = 6 in.)
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-47

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Asumsikan 1 stud pada pertemuan rusuk dengan balok = Nr


wr = 6 in
Dari LRFD Pers. I3-1:
0,85 6 5,0
0,85 wr Hs

SRF
1,0 1,13 > 1,0
1,0

Nr hr hr
1 3 3

Jadi tidak diperlukan reduksi.


Qn dari Tabel 1.1 untuk stud berkepala , fc = 4 ksi, dan berat beton 115 lb/ft3 = 21,9 k.
Dari Manual LRFD Tabel 5-14, didapat Qn untuk W18 x 46 dengan Y1 sebesar 0,15 in
= 583 k.
Jumlah shear connector yang diperlukan =

2Qn (2)(583)

53,24
Qn
21,9

Gunakan stud 54 buah diameter in (27 buah setiap sisi dari momen maksimum
dimana dalam hal ini momen maksimum terdapat pada garis tengah). Jarak antar shear
connector = (36)(12)/54 = 8 in atau 200 mm.
c. Hitung defleksi LL
Asumsikan defleksi maksimum ijin

1
1
bentang
(12 x 36) 1,2 in.
360
360
C1 = 161 dari Gambar 5.2 Manual LRFD.
MLL

(2,0)(36)2
324 ft-k
8

Ix
= momen inersia batas bawah dari Tabel dalam Bagian 5 Manual LRFD dengan
interpolasi linier
0,20
= 2130
(2220 2130) 2166 in4

0,50

LL

ML2 (324)(36)2

1,20 in = 1,2 in.


C1ILB (161)(2166)

(OK)
Rumus statika bisa dilihat di hal. 4-190.
d. Cek Geser Balok

Vu

(36)(4,136)
74,4 k
2

Untuk W 18 x 46
Vn 0,6Fy Aw
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-48

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

= (0,9)(0,6)(50)(18,00)(0,360)
= 175 k > 74,4 k
(OK)

Contoh 1.4
Dengan menggunakan data yang sama dengan Contoh 1.3 kecuali wL = 1,2 k/ft dan fc =
3 ksi, lakukan hal berikut:
a. Pilih balok baja
b. Jika faktor reduksi stud untuk dek metal = 1,0; tentukan jumlah stud in yang
diperlukan.
c. Cek kekuatan balok sebelum beton mengeras.
d. Hitung defleksi akibat beban layan sebelum beton mengeras. Asumsikan beban
hidup saat konstruksi sebesar 20 psf.
e. Tentukan defleksi akibat beban hidup layan setelah aksi komposit terjadi, atau
setelah beton mengeras.
f. Cek geser
g. Pilih penampang baja untuk memikul seluruh beban jika tidak ada shear
connector dan hitung defleksi beban layan total.
Solusi
Wu = (1,2)(0,78) + (1,6)(1,2) = 2,856 k/ft
Mu

(2,856)(36)2
462,7 ft-k
8

a. Pilih profil W
Ycon = 4 + 3 = 7 in.
Asumsikan a = 2 in.
Y1 = 0
Y2 = 7 2/2 = 6 in.
Coba W18 x 35 (A = 10,3 in2, d = 17,70 in., tw = 0,300 in.)
Asumsikan Qn = (10,3)(50) = 515 k
a

515
1,87 in < 4 in.
(0,85)(3)(108)

Y2 = 7 (1,87)/2 = 6,065 in.

bMn dari Manual LRFD dengan interpolasi didapat


0,065
542
(560 542) 544,3 ft-k > 462,7 ft-k
0,50

(OK)

b. Menentukan Jumlah Stud


Qn dari Tabel stud = 17,7 k
Selanjutnya coba turun dalam tabel untuk W18 x 35 dengan Y1 = 0,213 in. dan
masih memenuhi Mu yang diperlukan (antara 487 dan 500 ft-k).
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-49

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Qn = 388 k
Jumlah shear connector yang diperlukan =

(2)(388)
43,8
17,7

Gunakan 22 buah connector pada setiap sisi.

c. Cek kekuatan profil W sebelum beton mengeras (kondisi awal)


Asumsikan beton basah sebagai beban hidup selama proses konstruksi dan juga
tambahan 20 psf untuk beban hidup pelaksanaan.
Berat beton = berat pelat + berat rusuk
= (4/12)(10)(115) + (3)(6)/144 (115)(10) = 527 k
Beban mati lainnya = 780 527 = 253 lb/ft
Wu = (1,2)(0,253) + (1,6)(0,020 x 10 + 0,527) = 1,47 k/ft
Mu

(1,47)(36)2
238,1 ft-k
8

bMp dari tabel untuk W18 x 35 = 249 ft-k > 238,1 ft-k

(OK)

d. Defleksi beban layan sebelum beton mengeras


C1 = 161
Ix untuk W18 x 35 = 510 in4 (bukan I batas bawah)
Gunakan wD = 0,78 + (10)(0,02) = 0,98 k/ft
MDL

(0,98)(36)2
158,8 ft-k
8

(158,8)(36)2
DL
2,51 in.
(161)(510)

Kita dapat membuat camber untuk defleksi seperti ini atau menggunakan
sambungan PR.
e. Defleksi beban hidup layan setelah beton mengeras (kondisi akhir)
MLL

(1,2)(36)2
194,4 ft-k
8

I batas bawah dengan Y1 = 0,21 in dan Y2 = 6,065 in

0,065
4
I 1490
(1550 1490) 1498 in
0,50

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-50

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

LL

(194,4)(36)2
L
1,04 in <
1,2 in.
(161)(1498)
360

(OK)

f. Cek geser
Wu = (1,2)(0,78) + (1,6)(1,2) = 2,856 k/ft

Vu

(36)(2,856)
51,4 k
2

Vm = 0,6 Fy Aw = (0,9)(0,6)(50)(17,70 x 0,300) = 143,4 k > 51,4 k

(OK)

g. Pilih profil jika tidak ada aksi komposit


Mu = 462,7 ft-k
Z perlu

(12)(462,7)
123,4 in3
(0,9)(50)

Dari Tabel 5-3 Manual LRFD dengan judul W-shape selection by Zx diperlukan
W21 x 55 (Ix = 1140 in4).

(462,7)(36)2
L
(12)(36)
3,27 in >

1,2 in.
(161)(1140)
360
360

Ix minimum untuk membatasi defleksi hingga 1,2 in. =


3,27
4
1,20 (1140) 3106 in

Dari Tabel 5-2 dalam Manual LRFD yang memberikan data Ix, diperlukan W30 x
90.

1.15. Penampang Komposit Menerus


Peraturan LRFD (I3.2) mengijinkan penggunaan penampang komposit menerus.
Kekuatan lentur dari penampang komposit di daerah momen negatif dapat dianggap
sama dengan bMp dari profil baja saja, atau bisa didasarkan pada kekuatan plastis
penampang komposit yang terdiri dari balok baja dan tulangan memanjang dalam pelat.
Untuk metode yang terakhir disebutkan, kondisi berikut harus dipenuhi:
1. Penampang baja harus kompak dan mempunyai bresing yang cukup.
2. Pelat lantai harus dihubungkan ke balok baja dalam daerah momen negatif
dengan menggunakan shear connector.
3. Tulangan longitudinal dalam pelat sejajar balok dan dalam lebar efektif pelat
harus mempunyai panjang penyaluran yang cukup. Panjang penyaluran diartikan
sebagai panjang tulangan yang harus diteruskan atau tertanam dalam beton dan
mengangkur dengan baik atau dapat mengembangkan tegangan melalui lekatan
antara tulangan dan beton.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-51

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar 1.47. Balok komposit untuk bentang menerus

Untuk balok tertentu, gaya geser horizontal total antara titik dengan momen nol dan titik
dengan momen negatif maksimum diambil nilai terkecil dari ArFyr dan Qn, dengan Ar
adalah luas tulangan yang diperpanjang dan Fyr adalah tegangan leleh tulangan tersebut.
Distribusi tegangan plastis untuk momen negatif dalam penampang komposit
ditunjukkan dalam Gambar 1.48.

Gambar 1.48. Distribusi tegangan dalam daerah momen negatif

1.16. Perancangan Penampang Terbungkus Beton


Untuk tujuan perlindungan terhadap kebakaran, dimungkinkan untuk membungkus
dengan beton balok baja yang digunakan untuk lantai gedung. Cara ini tentu tidak
ekonomis, karena perlindungan kebakaran dengan penyemprotan beton ringan jauh
lebih murah. Selain itu, balok terbungkus beton akan menambah beban mati sistem
lantai sebanyak 15 persen.
Untuk kondisi yang jarang dimana menggunakan baja terbungkus beton, geser
horizontal antara pelat dan balok bisa dianggap ditransfer melalui ikatan natural dan
friksi jika kondisi ini dipenuhi. Peraturan LRFD (I1) menyatakan bahwa agar tranfer
diijinkan, beton pembungkus harus dicor menyatu dengan pelat beton dan membungkus
baja paling sedikit 2 inci pada semua sisi dan bawah (atau soffit). Selanjutnya
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-52

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

disyaratkan bahwa puncak penampang baja paling sedikit 1 inci di bawah puncak
pelat dan 2 inci di atas dasar pelat. Terakhir, beton pembungkus harus mempunyai
jaring tulangan untuk seluruh kedalaman dan melintang soffit dari balok untuk
mencegak gompal beton. Jumlah pasti dari tulangan ini tidak ditetapkan dalam LRFD,
tapi cukup dengan ukuran nominal saja (kawan ayam).
Untuk menghitung momen kapasitas dari baja berbungkus beton beton ini dapat
dilakukan dengan dua metode yaitu:
1. Kekuatan rencana didasarkan pada kapasitas momen plastis bMp dari
penampang baja saja.
2. Kekuatan rencana didasarkan pada leleh pertama pada flens tarik,
mengasumsikan aksi komposit antara beton tertekan dan penampang baja.
Jika digunakan metode kedua dan konstruksi tanpa sokongan sementara, tegangan
dalam penampang baja yang disebabkan beton basah dan beban konstruksi lainnya
dapat dihitung. Selanjutnya dapat dihitung tegangan penampang baja yang disebabkan
oleh beban lain yang bekerja setelah beton mengeras (beban superimposed) dapat
dihitung juga. Kedua tegangan ini selanjutnya dijumlahkan untuk mendapatkan
tegangan total. Tegangan total ini tidak boleh melampaui bFy dengan b = 0,90. Jika
digunakan konstruksi dengan sokongan, semua beban dapat dianggap dipikul oleh
penampang komposit dan tegangan dihitung dengan menyesuaikan penampang
komposit. Untuk menghitung tegangan, properti penampang komposit dihitung dengan
metode luas transformasi. Dalam metoda ini salah satu luas penampang dari dua
material digantikan atau ditransformasikan menjadi luas ekivalen dari meterial kedua.
Untuk perancangan komposit, biasanya menggantikan beton dengan luas baja ekivalen,
sedangkan prosedur yang sebaliknya digunakan dalam metode perancangan berdasarkan
tegangan kerja untuk perancangan beton bertulang.
Dalam prosedur luas transformasi, beton dan baja diasumsikan terikat sempurna
sehingga regangannya sama pada jarak yang sama deari sumbu netral. Tegangan dalam
material dapat dikatakan sama dengan regangan dikalikan dengan modulus elastisitas
(Ec untuk beton atau Es untuk baja). Tegangan dalam baja menjadi ES/Ec = ES/Ec
kali lebih besar dari tegangan dalam beton. Nilai ES/Ec dinyatakan sebagai rasio
modulus n; maka n in2 dari beton diperlukan untuk menahan tegangan total yang sama
sebesar 1 in2 dari baja; dan luas penampang dari pelat (Ac) digantikan dengan luas
transformasi atau ekivalen dari baja sebesar Ac/n.
Peraturan American Concrete Insitute (ACI) menyatakan bahwa rumus berikut
dapat digunakan untuk menghitung modulus elastisitas beton dengan berat antara 90
sampai 155 lb/ft3.

Ec wc1,5 33 fc'

(1.10)
Dalam rumusan di atas, wc adalah berat beton dalam pound per foot pangkat
tiga, dan fc adalah kekuatan tekan 28 hari dalam pound per inci pangkat 2.
Dalam satuan SI dengan wc bervariasi dari 1500 sampai 2500 kg/m3 dan dengan
fc dalam N/mm2 atau MPa,

Ec wc1,5 (0,043) fc'

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

(1.11)

1-53

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Tidak ada persyaratan batas kelangsingan dari Peraturan LRFD untuk kedua
metode ini karena bungkus beton cukup efektif dalam mencegah baik tekuk lokal
maupun tekuk lateral.
Dalam Contoh 1.5 berikut ini, tetangan dihitung dengan teori elastis dengan
mengasumsikan terjadi aksi komposit sebagaimana dijelaskan dalam metode kedua.
Perlu dicatat bahwa luas efektif balok sudah dibagi dengan n untuk mentransformasi
pelat beton ke luas baja ekivalen.
Contoh 1.5
Ulas penampang balok terbungkus beton dalam Gambar 1.49 jika tidak digunakan
sokongan sementara dan diasumsikan data berikut ini.
Bentang tumpuan sederhana = 36 ft
Beban mati layan
= 0,50 k/ft sebelum beton mengeras dan tambahan 0,25
k/ft setelah beton mengeras
Beban hidup konstruksi
= 0,2 k/ft
Beban hidup layan
= 1,0 k/ft setelah beton mengeras
Lebar flens efektif be
= 60 in dan n = 9
Fy
= 50 ksi

Gambar 1.49.

Solusi.
Hitung properti penampang komposit. Abaikan luas beton dibawah pelat.
(4)(60)
39,96 in2
9
(13,3)(10,45) (26,66)(18)
yb
15,50 in
39,96
A 13,3

I 586 (13,3)(5,05)2 121 609 (4)3 (26,66)(2,5)2 1127 in4

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-54

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Tegangan sebelum beton mengeras (Kondisi Awal)


Asumsikan beton basah sebagai beban hidup
Wu = (1,6)(0,5 + 0,2) = 1,12 k/ft
Mu

ft

(1,12)(36)2
181,4 ft-k
8

(12)(181,4)(8,05)
29,90 ksi < bFy (0,9)(50) 45 ksi
586
(Aman kondisi awal)

Tegangan setelah beton mengeras (Kondisi Akhir)


Wc = (1,2)(0,25) + (1,6)(1,0) = 1,9 k/ft
Mu

ft

(1,9)(36)2
307,8 ft-k
8

(12)(307,8)(15,50 2,40)
42,86 ksi < bFy (0,9)(50) 45 ksi
1129

Total ft = 29,90 + 42,86 = 72,76 ksi > 45 ksi (= 0,9 Fy = 45 ksi)


memenuhi syarat)

(Tidak

Untuk bangunan, konstruksi komposit menerus dengan penampang terbungkus


beton diijinkan. Untuk konstruksi menerus, momen positif ditangani sama seperti yang
telah dijelaskan dalam contoh sebelumnya. Tetapi untuk momen negatif, penampang
transformasi diambil seperti dalam Gambar 1.40. Bagian yang diarsir menyatakan beton
tertekan, dan semua beton di atas sumbu netral diabaikan.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-55

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

POLBAN

Gambar 1.50.

Kumpulan Soal
1.1 Tentukan bMn untuk penampang di bawah dengan mengasumsikan tersedia cukup
shear connector untuk memastikan terjadinya penampang komposit penuh.
Selesaikan dengan menggunakan prosedur yang telah dibahas dan cek jawaban
dengan menggunakan tabel dari Manual LRFD. Fy = 50 ksi, fc = 3 ksi.
(Jawab. 425 ft-k)

Gambar Soal 1.1

1.2 Ulangi Soal 1.1 jika digunakan W18 x 40.


1.3 Ulangi Soal 1.1 jika digunakan W18 x 46.
1.4 Ulangi Soal 1.1 jika digunakan W18 x 50.
1.5 Ulangi Soal 1.1 jika digunakan W18 x 55.
1.6 Ulangi Soal 1.1 jika digunakan W18 x 60.
1.7 Ulangi Soal 1.1 jika digunakan W18 x 65.
1.8 Ulangi Soal 1.1 jika digunakan W18 x 71.
1.9 Ulangi Soal 1.1 jika digunakan W18 x 76.
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-56

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

1.10 Ulangi Soal 1.1 jika digunakan W18 x 86.


1.11 Ulangi Soal 1.1 jika digunakan W18 x 97.
1.12 Ulangi Soal 1.1 jika digunakan W18 x 106.
1.13 Ulangi Soal 1.2 dengan menggunakan tabel dari Manual LRFD jika diasumsikan
komposit parsial dan jika Qn adalah 486 k. (Jawab. 658,4 ft-k)
1.14 Tentukan bMn untuk untuk penampang dalam gambar di bawah jika digunakan
baja 50 ksi dan tersedia shear connector yang cukup untuk menjamin aksi
komposit penuh. Gunakan rumus dan cek dengan menggunakan Manual LRFD.
Mutu beton fc = 4 ksi.

Gambar Soal 1.13

1.15 Ulangi Soal 1.13 jika digunakan W16 x 36. (Jawab. 418,2 ft-k)
1.16 Tentukan bMn untuk untuk penampang dalam gambar di bawah jika digunakan
baja 50 ksi dan tersedia shear connector yang cukup untuk menjamin aksi
komposit penuh. Pelat beton setebal 3 in disokong oleh dek metal komposit
setinggi 3 in dengan rusuk tegak lurus balok. Mutu beton fc = 4 ksi. Cek jawaban
dengan menggunakan Manual LRFD.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-57

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar Soal 1.15

1.17 Ulangi Soal 1.15 menggunakan tabel dalam Manual LRFD jika Qn dari konektor
adalah 335 k. (Jawab. 388,4 ft-k)
1.18 Dengan menggunakan Tabel Composite Design dari Manual LRFD, baja mutu 50
ksi, pelat beton tebal 145 lb/ft3 dengan fc = 4 ksi dan konstruksi dengan sokongan
sementara, pilih profil baja, recanakan stud berkepala in, hitung defleksi akibat
beban hidup layan, dan cek geser jika beban hidup layan adalah 100 psf.

Gambar Soal 1.16

1.19 Ulangi Soal 1.16 jika bentang balok adalah 32 ft dan beban hidup adalah 80 psf
(Jawab. W14 x 22 dengan stud in 9 buah)
1.20 Untuk Soal 1.17 hitung defleksi selama proses konstruksi akibat beton basah dan
beban akibat aktivitas konstruksi sebesar 20 psf.
1.21 Pilih penampang dari baja mutu 50 ksi untuk menyokong beban mati layan 200
psf dan beban hidup layan 100 psf. Balok mempunyai bentang 38 ft bentang
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-58

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON
sederhana dan jarak antar balok 8 ft-6 in pusat-ke-pusat. Konstruksi dengan
sokongan, berat volume beton 115 lb/ft3, fc 3,5 ksi, menggunakan metal dek
dengan rusuk tegak lurus balok baja dengan tebal pelat lantai 4 in. Tinggi rusuk 3
in dan mempunyai lebar rata-rata 6 in. Rencanakan stud berkepala in dan hitung
defleksi akibat beban hidup. (Jawab. W18 x 46 dengan 68 buah stud in.)

1.22 Dengan menggunakan Manual LRFD dan baja 50 ksi, rancanglah penampang
komposit dengan konstruksi tanpa sokongan dan tidak terbungkus beton untuk
balok bentang sederhana seperti dalam gambar dengan pelat lantai 4 in (145
lb/ft3) dan mutu fc 4 ksi. Beban mati layan total termasuk berat sendiri balok
adalah 0,6 k/ft sepanjang balok dan beban hidup layan 1,25 k/ft.
a. Tentukan profil balok.
b. Tentukan jumlah stud berkepala diameter in yang diperlukan.
c. Hitung defleksi akibat beban hidup layan.
d. Periksa geser balok.

1.23 Ulangi Soal 1.20 jika bentang 30 ft dan beban hidup 1 k/ft (Jawab. W16 x 26
dengan stud 19 buah diameter in.)
1.24 Jika balok mutu 50 ksi berjarak 9 ft pusat-ke-pusat dengan bentang 40 ft
digunakan untuk memikul pelat beton ringan setebal 4 in (fc = 4 ksi, berat 115
lb/ft3) di atas dek metal baja berprofil setinggi 3 in dengan konstruksi sokongan
sementara. Rusuk dek baja yang dipasan tegak lurus terhadap balok baja,
mempunyai lebar rata-rata 6 in. Jika beban mati layan termasuk berat sendiri
balok adalah 0,80 k/ft sepanjang balok dan beban hidup layan 1,2 k/ft, (a)
tentukan profil balok, (b) tetukan jumlah stud berkepala diameter yang
diperlukan, (c) hitung defleksi akibat beban hidup, (d) periksa geser balok.
Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-59

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

1.25 Ulangi Soal 1.22 jika panjang bentang 44 ft. (Jawab. W21 x 44 dengan stud in
53 buah)
1.26 Ulangi Soal 1.22 jika panjang bentang 34 ft.
1.27 Ulangi Soal 1.24 jika beban hidup 2 k/ft. (Jawab. W18 x 40 dengan stud in 54
buah).
1.28 Dengan menggunakan data dalam Soal 1.22 tetapi menggunakan konstruksi tanpa
sokongan, lakukan hal beriku:
a. Pilih balok baja.
b. Jika faktor reduksi stud untuk dek metal adalah 1,0, tentukan jumlah stud
berkepala in yang diperlukan.
c. Periksa kekuatan balok sebelum beton mengeras.
d. Hitung defleksi akibat beban hidup sebelum beton mengeras dengan asumsi
beban hidup konstruksi 25 psf.
e. Tentukan defleksi akibat beban layan setelah terjadi aksi komposit.
f. Periksa geser balok.
1.29 Ulangi Soal 1.26 jika panjang bentang 36 ft dan beban hidup 1,5 k/ft. (Jawab.
W18 x 35 dengan stud in 48 buah).
1.30 Dengan menggunakan metode transformasi luas hitung tegangan dalam
penampang terbungkus beton dari gambar di bawah, jika digunakan konstruksi
tanpa sokongan. Penampang diasumksikan untuk digunakan pada bentang
sederhana 30 ft dan memikul beban hidup layan 120 psf. Asumsikan n = 9, Fy =
50 ksi, fc = 4 ksi, dan berat volume beton 150 lb/ft3.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-60

POLBAN

BAB I
BALOK KOMPOSIT BAJA BETON

Gambar Soal 1.30

1.31 Ulangi Soal 1.30 jika digunakan balok W12 x 40.


1.32 Ulangi Soal 1.30 jika digunakan balok W12 x 45.
1.33 Ulangi Soal 1.30 jika digunakan balok W12 x 50.
1.34 Ulangi Soal 1.30 jika digunakan balok W12 x 58.

Perancangan Struktur Baja Komposit Sumargo - 2012

1-61