Vous êtes sur la page 1sur 6

ADZAN DAN IQAMAH

A. Pengertian Adzan
Adzan adalah pemberitahuan bahwa waktu untuk
menunaikan shalat sudah masuk dengan menggunakan lafazh
tertentu, sekaligus berfungsi sebagai panggilan untuk
melaksanakan shalat secara berjamaah dan syiar Islam.
B. Fadhilah Adzan
1. Sebuah riwayat dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah
saw bersabda:seandainya manusia tahu fadhilah yang
terdapat pada adzan dan shaff pertama kemudian
mereka
tidak
menemukan
apapun
(untuk
memenuhinya) kecuali mereka harus berlomba maka
mereka akan melakukannya, dan seandainya mereka
tahu fadilah yang dikandung tajhir (berjalan di bawah
terik matahari untuk melaksanakan shalat berjamaah)
niscaya mereka akan berlomba melakukannya, dan
seandainya mereka tahu apa yang dikandung atamah
(berjalan di bawah gelap gulita untuk melaksanakan
shalat berjamaah) dan di waktu shubuh niscaya mereka
akan mendatanginya sekalipun harus merangkak. (HR.
Bukhari dan lainnya).
2. Sebuah riwayat dari Muawiyah ra bahwa Nabi
Muhammad saw bersabda:sungguh para muaddzin
adalah manusia yang paling panjang lehernya di hari
kiamat kelak. (HR. Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah).
3. Sebuah riwayat dari Al Barra ibn `Azib ra bahwa Nabi
Muhammad saw bersabda:sungguh Allah swt dan para
malaikat-Nya bershalawat atas (orang yang berada) di
shaff terdepan, sedangkan muadzin diampuni dosanya
sejauh (capaian) suaranya dan akan membenarkannya
siapa saja yang mendengarnya baik di laut maupun di
darat serta baginya semisal pahala siapa saja yang
shalat bersamanya. (HR. Ahmad dan An Nasai).
4. Sebuah riwayat dari Abu Darda ra bahwa dia
mendengar Rasulullah saw bersabda:bila ada tiga
orang tidak satupun yang mau melakukan adzan

sehingga shalat berjamaah tidak mereka tegakkan,


berarti syetan telah menguasi mereka. (HR. Ahmad)
5. Sebuah riwayat dari Abu Hurairah ra berkata bahwa
Rasulullah saw telah bersabda:Imam (pemimpin)
adalah penanggung jawab sedangkan muadzin adalah
orang yang dipercaya, ya Allah bimbinglah para imam
(pemimpin) dan ampunilah para muadzin.
6. Sebuah riwayat dari Uqbah ibn Amir ra berkata bahwa
dia mendengar Rasulullah saw bersabda:Rabb engkau
Kagum karena (perilaku) seorang pengembala kambing
di sebuah lembah di kaki gunung: dia adzan untuk
shalat lalu menegakkan shalat, maka Allah swt
berfirman:kalian lihatlah hamba-Ku ini, dia telah adzan
dan menegakkan shalat karena dia takut kepada-Ku!
Sungguh
sudah
Ku-ampuni
dirinya
dan
Aku
memasukannya ke dalam syurga. (HR. Ahmad, Abu
Dawud dan An Nasai).
C. LAFAZH ADZAN
Berdasarkan riwayat dari Abdullah ibn Zaid ra lafazh
adzan seperti di bawah ini:




Tambahan untuk adzan
shubuh

D.ADAB MUADZIN
Sepatutnya seorang muadzin memperhatikan adab-adab
di bawah ini:
1. Mengikhlaskan niatnya semata-mata karena
Allah swt, tidak boleh mengharapkan imbalan apapun
dari manusia. Sebuah riwayat dari Utsman ibn Abi Ash
ra bahwa dia memohon kepada Rasulullah saw: ya
Rasulullah saw jadikanlah diriku sebagai imam
(pemimpin) bagi kaumku! Beliau saw bersabda:engkau
imam (pemimpin) bagi kaummu, ikutilah yang paling
lemah dari mereka dan jadikanlah muadzin seorang
yang tidak mengambil upah apapun dari adzan. (HR.
Abu Dawud, An Nasai, Ibnu Majah dan Tirmidzi).
2. Dalam keadaan suci baik dari hadats kecil
maupun hadats besar, sebuah riwayat dari Al Muhajir
ibn Qunfudz ra bahwa Nabi Muhammad saw bersabda
kepadanya;sungguh tidak ada yang mencegahku
untuk menjawab salam kecuali aku tidak suka
menyebut asma Allah swt kecuali aku dalam
keadaan suci (dari hadats). (HR. Ahmad, Abu Dawud,
An Nasai, Ibnu Majah dan ditashih oleh Ibnu
Khuzaimah)
3. Berdiri menghadap kiblat, Ibnul Mundzir rh
berkata:Ijma ulama bahwa berdiri (menghadap kiblat)
ketika adzan merupakan sunnah nabawiyah.
4. Memalingkan kepala, leher dan dada ke arah
kanan ketika membaca hayya alash shalah dan
ke arah kiri ketika membaca hayya alal falah,
menurut Imam An Nawawi dan Abu Juhaifah rh bahwa
ini adalah cara yang paling benar seperti yang
dilakukan Bilal ibn Rubah ra saat adzan.
5. Memasukan dua jari telunjuk ke lobang telinga,
Bilal ibn Rubah ra berkata:maka saya menjadikan dua

jari telunjuk berada di dalam lobang telinga lalu saya


adzan. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban).
6. Mengangkat suara ketika adzan, sebuah riwayat
dari Abdullah ibn Abdurrahman ibn Abi Shashaah ra
bahwa Rasulullah saw bersabda: sungguh tidak
mendengar batas akhir suara muadzin bangsa jin, tidak
pula manusia atau sesuatu yang lain kecuali masingmasing kelak akan bersaksi untuknya pada hari
kiamat. (HR. Ahmad, Bukhari, An Nasai, dan Ibnu
Majah).
7. Adzan dengan bacaan tenang dan tidak tergesagesa, dimana setiap dua kalimat berhenti.
8. Tidak berbicara
adzan.

ketika

sedang

melaksanakan

E. ADAB YANG MENDENGAR ADZAN


Bagi yang mendengar adzan hendaknya memperhatikan
hal-hal di bawah ini:
1. Mengikuti seperti apa yang dibaca muadzin kecuali
pada bacaan hayyaa alash shalah dan hayyaa alal
falah, cukup baginya membaca laa hawla wa laa
quwwata illaa billaah. Sebuah riwayat dari Abu Said Al
Khudri ra bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:bila
kalian mendengar adzan maka ucapkanlah seperti apa
yang diucapkan muadzin. (HR. Al Jamaah), kemudian
dalam hadits Umar ibn al Khattab ra yang cukup
panjang disebutkan:bila muadzin mengucapkan
hayyaa alash shalah maka ucapkanlah laa hawla wa
laa quwwata illaa billaah, bila muadzin mengucapkan
hayyaa alal falaah maka ucapkanlah laa hawla wa laa
quwwata illaa billaah. (HR. Muslim dan Abu Dawud).
2. Mengucapkan shalawat atas Nabi Muhammad saw
setelah adzan selesai,












)
(


sebuah riwayat dari Abdullah ibn Amru ra bahwa dia
mendengar Rasulullah saw bersabda:bila kalian
mendengar adzan maka ucapkanlah seperti yang
diucapkan muadzin kemudian bershalawatlah atasku,
karena sungguh siapa saja yang bershalawat atasku
sepuluh kali kemudian memohon kepada Allah swt al
wasilah (sarana) untukku, karena al wasilah tersebut
merupakan sebuah kedudukan (manzilah) di syurga
yang hanya diberikan untuk hamba-Nya yang khusus,
dan saya ingin diriku adalah hamba yang dimaksud,
F. LAFAZH
siapa IQAMAH
saja yang memohonkan al wasilah tersebut
untukku maka syafaatku akan turun untuknya pada
hari kiamat kelak. (HR. Muslim).

((


3. Berdoa setelah adzan dengan lafazh di bawah ini: