Vous êtes sur la page 1sur 21

Strategi pemberian vaksin

hepatitis B berdarakan berat


badan pada bayi berat lahir
sangat rendah di Taiwan :
sebuah penelitian retrospektif
cross-sectional

JOURNAL READING

Chien-Yi Chen1,2, Huey-Ling Chen2, Hung-Chieh Chou2, Po-Nien Tsao2,


Wu-Shiun Hsieh2, Mei-Hwei Chang2*

Maret - 2014

Rahma Wati (09711134)


Pembimbing: dr. Melita, W. Sp.A, M.Kes
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN ANAK
RSUD Dr. SOEROTO NGAWI

PENDAHULUAN

Infeksi Virus hepatitis B (HBV) merupkan masalah kesehatan global.

Di daerah endemik seperti Taiwan, tingkat pembawa HBV pada populasi orang dewasa
mencapai 10-20% dan cara utama penularan adalah dari ibu ke bayi

Strategi vaksinasi HPV bayi berbeda dari satu negara ke negara, tergantung pada
prevalensi infeksi HBV dan sumber daya negara

Program vaksinasin yang ada untuk bayi cukup bulan dan mungkin tidak cocok untuk
bayi berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) berat lahir di bawah 1500 gram karena
respon kekebalan tubuh mereka lebih lemah

Beberapa studi telah mengkonfirmasi bahwa antibodi hepatitis B (anti-HBs)


tingkat serokonversi tidak memuaskan pada bayi prematur ketika vaksin
diberikan pada saat lahir atau sebelum bayi mencapai berat 2.000 g

Menunda pemberian dosis pertama vaksin hepatitis B pada bayi dengan berat
kurang dari 2.000 g yang lahir dari ibu HBsAg negatif sampai bayi mencapai
berat 2.000 g atau usia 2 bulan.

Untuk bayi yang lahir dari ibu pembawa dan beratnya kurang dari 2.000 g
AAP merekomendasikan bahwa pemberian vaksin hepatitis B harus diberikan
dengan HBIG untuk immunoprophylaxis, tetapi tidak dihitung sebagai bagian
dari 3 serial imunisasi HBV.

Semua bayi prematur bisa mengikuti jadwal vaksin hepatitis B dan HBIG sesuai
jadwal bayi cukup bulan dengan syarat dosis pertema telah tercapai saat berat
badan 2000-2200 g

Tujuan penelitian
mengevaluasi efikasi dan imunogenisitas vaksinasi
hepatitis B yang di berikan pada bayi prematur
dengan berat badan lahir sangat rendah

Metode

cross-sectional retrospektif

bayi prematur yang masih hidup dengan berat badan lahir 1.500 g yang dirawat di
rumah sakit universitas Taiwan antara tahun 1995 dan 2006 yang memenuhi kriteria
untuk dimasukkan dalam penelitian ini

Catatan imunisasi dan tanggal setiap vaksin dan HBIG, dikonfirmasi dari rekam medis
di RS dan dengan catatan imunisasi di buku kesehatan anak yang disimpan oleh orang
tua.

Data rekam medis yaitu usia kehamilan, berat lahir, panjang lahir,
lingkar kepala lahir, jenis kelamin, alasan di rujuk , apgar skor,
riwayat pemebrian HBIG, dan lama perawatan neonatal di rumah sakit

Semua bayi sehat mendapat


tiga dosis vaksin HBV

pada hari pertama, 1 bulan, dan


6 bulan

HBIG diberikan dalam waktu


24 jam setelah lahir untuk bayi
yang baru lahir dari ibu yang
HbsAg carrier atau HBeAg
positif

Hasil
Sebanyak 155 anak-anak yang lahir tahun 1995 sampai tahun 2006 dan
berusia 2-13 tahun pada tahun 2008 dan telah mendapat persetujuan
dari orang tua.
Para peserta dibagi menjadi empat kelompok umur, berdasarkan usia
saat penelitian yaitu < 3 tahun, 4-7 tahun, 8-11 tahun dan > 12 tahun.
Usia kehamilan rata-rata adalah 29,3 2,83 minggu
berat lahir rata-rata mereka adalah 1,144.8268.5 g.
Didapatkan 92 anak laki-laki dan 63 perempuan,
78,1% yang lahir melalui operasi caesar.
Rata-rata mereka tinggal di NICU selama 45,9 hari dan di rumah sakit
selama 70,6 hari.

Diskusi
anak-anak dalam penelitian kami menerima vaksin pertama pada
usia rata-rata lebih dari 55 hari dengan mayoritas (94%) dosis pertama
setelah 30 hari, yang lebih lambat dari rekomendasi AAP saat ini
tidak satu pun dari anak-anak dalam penelitian ini seropositif HBsAg
atau anti-HBc.
pemberian pertama vaksin hepatitis B tidak digunakan sebagai bagian
dari immunoprophylaxis pada bayi yang lahir dari ibu pembawa selama
periode penelitian 26 anak tersebut tidak terinfeksi
Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemberian vaksin
hepatitis B berdasarkan berat badan pada bayi prematur
dibandingkan dengan kebijakan pemberian vaksin berdasarkan usia
tidak meningkatkan risiko infeksi HBV di daerah endemik

Waktu untuk memulai vaksinasi hepatitis B


dalam penelitian ini tidak pasti.
pemberian dosis pertama bisa lebih cepat atau
bisa tertunda.
Menunda vaksinasi hepatitis B pada bayi
prematur dengan berat badan lahir sangat
rendah sampai mencapai berat 2.000 g adalah
strategi yang tepat karena pada bayi prematur
saat mencapai berat 2000 g sebagian besar
secara medis sudah stabil, mencapai massa otot
yang memadai, dan cocok untuk vaksinasi.

Dalam satu studi Alaska dengan kebijakan yang


berdasarkan usia, 37 bayi prematur mendapatkan vaksinasi
HBV pertama usia rata-rata 7 hari dan tingkat serokonversi
hanya 8,1% pada usia 3 tahun.
Dalam penelitian ini, usia rata-rata mendapat vaksin
pertama adalah 65,2 hari dan tingkat respon anti-HBs
adalah 84,1% pada usia 2-3 tahun.

Kebanyakan bayi BBLSR mulai merespon


imun lebih baik pada saat berat badan
2.000 gram atau berat badan mulai stabil.
Deteksi dini ibu hamil untuk hepatitis B dan
imunisasi pasif dengan HBIG adalah langkahlangkah yang sangat efektif untuk
pencegahan HBV pada anak-anak yang lahir
dari ibu pembawa.
Hal ini sangat penting bagi bayi prematur
yang lahir dari ibu pembawa HBV untuk
menerima perlindungan tepat waktu yaitu
pemberian HBIG sebelum imunitas aktif

kesimpulan
Menunda vaksinasi hepatitis B pada bayi prematur dengan berat badan lahir
sangat rendah sampai berat badan mencapai 2.000 g, bertujuan untuk
memberikan imunogenitas yang memadai di daerah endemik HBV.
Tingkat seropositif jangka panjang yang memadai dan titer rata-rata geometrik
dari anti-HBs pada bayi ini sebanding dengan bayi cukup bulan.
Tidak ada bukti penularan infeksi horizontal yang tercatat hingga usia 13 tahun.
Selain itu untuk bayi BBLSR yang lahir dari ibu yang
seropositif untuk HBeAg dan HbsAg HBIG harus diberikan
kepada bayi segera setelah lahir untuk perlindungan awal
sebelum vaksinasi HBV

KRITICAL APPRAISAL

General Description
1.

Design

: a retrospective cohort

2.

Target Population

: bayi prematur yang masih hidup dengan


berat badan lahir 1.500 g yang dirawat di
rumah sakit universitas Taiwan antara
tahun 1995 dan 2006

3.

Sample

: 155

P:
I:
C:
O:

bayi prematur yang masih hidup dengan berat badan lahir


1.500 g yang dirawat di rumah sakit universitas Taiwan antara
tahun 1995 dan 2006
Pemberian vaksin hepatitis B pada bayi BBLSR setelah berat
badan mencapai 2000g atau usia 2 bulan
tidak ditemukan infeksi HBV pada bayi BBLSR yang
mendapatkan vaksin hepatitis B pertama setelah berat bdan
mencapai 2000 g atau 2 bulan

1.

Apakah latar belakanag dalam penelitian ini


dinyatkan dengan jelas ?

2. apa masalah utama penelitian ini ?

Ya
( )
Tidak
( )

Latar belakang penelitian ini dinyatakan dengan jelas pada


pendahuluan

Ya
( )
Tidak
( )

3. Apa tujuan utama penelitian ini ?

Ya
( )
Tidak
( )

Di daerah endemik seperti Taiwan, tingkat pembawa HBV pada


populasi orang dewasa mencapai 10-20% dan cara utama
penularan adalah dari ibu ke bayi
Program vaksinasi yang ada didasarkan pada studi pada bayi
cukup bulan dan mungkin tidak cocok untuk bayi berat badan
lahir sangat rendah (BBLSR) dimana berat lahir di bawah 1500
gram karena respon kekebalan tubuh mereka lebih lemah
Beberapa studi telah mengkonfirmasi bahwa antibodi hepatitis B
(anti-HBs) tingkat serokonversi tidak memuaskan pada bayi
prematur ketika vaksin diberikan pada saat lahir atau sebelum
bayi mencapai berat 2.000 g

Mengevaluasi efikasi dan imunogenisitas vaksinasi hepatitis B yang di


berikan pada bayi prematur dengan berat badan lahir sangat rendah.

1.

Apakah terkumpul sampel yang jelas dan


representatif pada satu titik tertentu (biasanya di
awal) dalam perjalanan penyakit mereka?

Ya
( )
Tidak
( )

Sebanyak 630 bayi prematur yang masih hidup dengan


berat badan lahir 1.500 g yang dirawat di rumah sakit
Taiwan antara tahun 1995 dan 2006 yang memenuhi
kriteria untuk dimasukkan dalam penelitian ini.. Semua
responden yang orang tuanya merespons direkrut pada
tahun 2008 ketika usia mereka 2 tahun

2.

Apakah follow up dilakukan cukup panjang dan


lengkap?

Ya
( )
Tidak
( )

Follow up dimulai tahun 2008

3.

Apakah kriteria outcome yang objektif dilakukan


secara blind?

Ya
( )
Tidak
( )

4.

Jika subgrup dengan prognosis yang berbeda


diidentifikasi, apakah dilakukan penyesuaian
terhadap faktor prognosis yang penting?

Ya

5.

Apakah terdapat validasi terhadap kelompok pasien


independen?

Tidak dilakukan penyesuaian

(
)
Tidak
( )
Ya
(
)
Tidak
( )

Tidak dijelaskan dalam journal

Apakah pasien dalam penelitian ini serupa Ya


dengan pasien kita?
( )
Tidak
( )

Di indonesia masih banyak pasien dengan berat bdan lahir


sangat rendah sehingga serupa dengan penelitian ini

Apakah bukti ini akan memberikan pengaruh


yang penting secara klinis tentang sesuatu
yang akan anda tawarkan atau sampaikan
kepada pasien anda

Menunda vaksinasi hepatitis B pada bayi prematur dengan berat


badan lahir sangat rendah sampai berat badan mencapai 2.000 g,
bertujuan untuk memberikan imunogenitas yang memadai

Ya
( )
Tidak
( )