Vous êtes sur la page 1sur 12

Pendahuluan

Analisis spasial dilakukan untuk menunjang keputusan-keputusan spasial

(spatial decisions). Dibangun dari data kemudian menjadi informasi dan


selanjutnya menghasilkan sebuah keputusan sesuai yang diinginkan.
Untuk kebutuhan tersebut dibutuhkan beberapa analisis:

Pengetahuan (knowledge)
Pemahaman (understanding)
Prediksi dan persepsi (prediction & perseption)

Petunjuk (guidelines)
Konsekuensi (consequence)

Manfaat Analisis Spasial


1. Membuat, memilih, memetakan, dan menganalisis data
raster berbasis sel.
2. Melaksanakan analisis data vektor/raster yang terintegrasi.

3. Mendapatkan informasi baru dari data yang sudah ada.


4. Memilih informasi dari beberapa layer data.
5. Mengintegrasikan sumber data raster dengan data vektor.

Berdasarkan tujuannya, secara garis besar metode


dalam analisis spasial dibedakan menjadi:
a. Analisis Spasial Exploratory
Analisis ini digunakan untuk mendeteksi adanya
pola khusus pada sebuah fenomen spasial sera
untuk menyusun sebuah hipotesa penelitian.
a. Analisis Spasial Confirmatory
Analisis ini digunakan untuk mengonfirmasi
hipotesa penelitian.

Jenis-Jenis Analisis Spasial


Pada pelaksanaannya analisis spasial dapat
dilakukan dengan jenis-jenis tertentu.
Semua jenis tersebut memiliki fungsi dan
penggunaan yang berbeda. Jenis-jenis analisis
spasial di antaranya adalah query basis data,
pengukuran, fungsi kedekatan, overlay, model
permukaan digital, klasifikasi, dan pengubahan
unsur-unsur spasial.

Query Basisdata
Query

basisdata digunakan untuk memanggil atau mendapatkan kembali

atribut data tanpa mengganggu atau mengubah data yang sudah ada. Fungsi
dari query basisdata ini dapat dilakukan dengan mudah dengan mengklik

feature yang diinginkan. Namun untuk query yang lebih kompleks dapat
dilakukan dengan pernyataan kondisional (conditional statement). Pernyataan
kondisional tersebut melibatkan operasi logis, yaitu AND, OR, NOT, XOR.

Pengukuran
Analisis spasial dapat melakukan fungsi pengukuran. Fungsi pengukuran yang dimaksud adalah:

1.

Jarak. Pengukuran jarak yang dimaksud adalah menghitung jarak antar dua titik.
Pengukuran ini dapat dilakukan dengan mengklik kedua titik tersebut atau dengan
menggunakan query.

2.

Luas. Fungsi luas dapat digunakan untuk menghitung luas suatu wilayah yang dapat berupa
poligon (vektor) ataupun juga wilayah yang bertipe raster.

3.

Keliling. Fungsi keliling digunakan untuk menghitung keliling unsur-unsur spasial yang dapat
berupa poligon (vektor) maupun raster.

4.

Centroid. Fungsi ini digunakan untuk menentukan koordinat titik pusat dari unsur-unsur
spasial yang bertipe poligon (raster).

Analysis Tools
1.

Extract

Extract merupakan salah satu tools yang terdapat pada ArcToolbox yang berfungsi untuk memisahkan
sebuah unsur menjadi lebih dari satu unsure spasial, seperti memotong suatu polygon, polyline atau
point.
a.

Clip: memisahkan unsur spasial polygon berdasarkan unsur polygon lain.

b.

Select: memisahkan unsur spasial berdasarkan kriteria data atribut yang dipilih menggunakan
Query Builder.

c.

Split: memisahkan unsur spasial polygon berdasarkan unsur spasial split menjadi beberapa
poligon.

d.

Table Select: memisahkan data atribut table menjadi table sendiri berdasarkan atribut yang
dijadikan kriteria pada Query Builder.

2. Overlay
Overlay adalah analisis spasial esensial yang mengkombinasikan dua atau lebih layer/
tematik yang menjadi masukannya.

a.

Erase: fungsi analisis spasial yang dapat menghapus area yang overlap dengan area Erase.

b.

Identity: fungsi analisis spasial yang menggabungkan data spasial berdasarkan data input
dengan area yang ovelap dari data identity feature.

c.

Intersect: fungsi analisis spasial yang menggabungkan data spasial berdasarkan area yang
ovelap antara data input dengan identity feature.

d.

Spatial Join: fungsi yang menggabungkan data atribut peta berdasarkan lokasi relative
dari tema yang digabung.

e.

Union:

fungsi

yang

menggabungkan

antara

dua

atau

lebih

tema,

termasuk

menggabungkan data atribut dari masing-masing tema.


f.

Update: fungsi yang menggabungkan antara dua tema, dimana tema pertama yang
overlap dengan tema kedua akan berubah nilainya (spasial dan atribut) mengikuti tema

kedua.

3. Proximity

Proximity adalah analisis spasial yang berkaitan


dengan hubungan atau kedekatan suatu unsur

spasial dengan unsur-unsur spasial lainnya.


Buffer: analisis spasial yang menghasilkan unsur-

unsur spasial bertipe polygon berdasarkan


rujukan jarak yang ditentukan oleh pengguna.