Vous êtes sur la page 1sur 21

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kehamilan terbagi dalam tiga trimester. Trimester pertama adalah 12 minggu sejak
hari pertama wanita terakhir menstruasi. Bagi kebanyakan calon ibu, ini adalah masamasa yang menggembirakan, mendebarkan, sekaligus penuh keingintahuan. Begitu
banyak perubahan pada diri calon ibu sejak terjadinya konsepsi: janin berkembang pesat
dan tubuh sang ibu juga mulai menyesuaikan dengan kehamilan.
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar
dinegara berkembang dan di negara miskin. Penyebab langsung kematian ibu di
Indonesia adalah perdarahan, infeksi, dan eklampsi. Sekitar 5% kematian ibu disebabkan
oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan infeksi
kronis. Selain itu keadaan ibu sejak prahamil dapat berpengaruh terhadap kehamilannya.
Penyebab tak langsung kematian ibu antara lain adalah anemia, kekurangan energi
kronik dan keadaan 4 terlalu (terlalu sering, banyak, muda, dan tua). Kematian ibu di
Indonesia diwarnai oleh hal-hal nonteknis yang masuk kategori penyebab mendasar
seperti rendahnya status wanita, ketidakberdayaannya, dan taraf pendidikan yang rendah.
Menurut Nell, ibu primigravida, adalah seorang wanita yang pertama kali hamil.
Selanjutnya menurut Sastrowinoto bahwa kehamilan terjadi kalau ada pertemuan dan
pertemuan antara sel telur (ovum) dan sel mani (spermatozoa). Arti hamil atau kehamilan
adalah suatu keadaan dalam seseorang wanita mengandung sel telur dibuahi oleh sperma,
sebagian tubuh ibu hamil tersebut mengadakan keseimbangan untuk menyesuaikan diri
dengan adanya individu tersebut. Kehamilan pertama merupakan pengalaman baru yang
dapat menjadi faktor yang menimbulkan stres bagi suami istri. Beberapa stressor yang
ada dapat diduga dan ada yang tidak dapat diduga atau tidak terantisipasi misalnya
komplikasi persalinan. Persulitan menurut adaptasi fisika, psikologis, dan sosial dari
kedua pasangan.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana pengkajian pada ibu hamil trimester tiga ?
Diagnosa apa saja yang dapat diangkat ?
Apa saja intervensi yang dilakukan ?

C. Tujuan
Dapat mengetahui apa saja yang dikaji pada ibu hamil trimester tiga
Dapat mengetahui diagnosa apa yang tepat untuk ibu hamil trimester tiga
Dapar merumuskan intervensi untuk pasien ibu hamil trimester tiga

BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Definisi
Trimester tiga adalah priode kehamilan tiga bulan terakhir atau sepertiga masa
kehamilan terakhir. Trimester tiga merupakan periode kehamilan dari bulan ketujuh
sampai sembilan bulan (28-40 minggu) (Farrer, 2001). Masa kehamilan dimulai dari
konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9
bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Prawirohardjo, 2002).

B. Perubahan Fisiologis pada Trimester III


Pada trimester ketiga terjadi beberapa perubahan pada tubuh ibu, yaitu :
a. Uterus
Pada akhir kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram (berat
uterus normal 30 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2,5 cm. Pada bulan-bulan
pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah alpukat agak gepeng. Pada kehamilan
16 minggu, uterus berbentuk bulat. Selanjutnya pada akhir kehamilan kembali seperti
bentuk semula, lonjong seperti telur. Hubungan antara besarnya uterus dengan tuanya
kehamilan sangat penting diketahui antara lain untuk membentuk diagnosis, apakah
wanita tersebut hamil fisiologik, hamil ganda atau menderita penyakit seperti mola
hidatidosa dan sebagainya.
Pada kehamilan 28 minggu, fundus uteri terletak kira-kira 3 jari diatas pusat
atau 1/3 jarak antara pusat ke prosssus xipoideus. Pada kehamilan 32 minggu, fundus
uteri terletak antara jarak pusat dan prossesus xipoideus. Pada kehamilan 36
minggu, fundus uteri terletak kira-kira 1 jari dibawah prossesus xipoideus. Bila
pertumbuhanjanin normal, maka tinggi fundus uteri pada kehamilan 28 minggu
adalah 25 cm, pada 32 minggu adalah 27 cm dan pada 36 minggu adalah 30 cm. Pada
kehamilan 40 minggu, fundus uteri turun kembali dan terletak kira-kira 3 jari
dibawah prossesus xipoideus. Hal ini disebabkan oleh kepala janin yang pada
primigravida turun dan masuk kedalam rongga panggul.

b.

Serviks uteri
Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon
estrogen.

Akibat

kadar

estrogen

yang

meningkat

dan

dengan

adanya

hipervaskularisasi, maka konsistensi serviks menjadi lunak. Serviks uteri lebih


banyak mengandung jaringan ikat yang terdiri atas kolagen. Karena servik terdiri atas
jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot, maka serviks tidak
mempunyai fungsi sebagai spinkter, sehingga pada saat partus serviks akan membuka
saja mengikuti tarikan-tarikan corpus uteri keatas dan tekanan bagian bawah janin
kebawah.
Sesudah partus, serviks akan tampak berlipat-lipat dan tidak menutup seperti
spinkter. Perubahan-perubahan pada serviks perlu diketahui sedini mungkin pada
kehamilan, akan tetapi yang memeriksa hendaknya berhati-hati dan tidak dibenarkan
melakukannya dengan kasar, sehingga dapat mengganggu kehamilan.kelenjarkelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak.
Kadang-kadang wanita yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan
pervaginam lebih banyak. Pada keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan
keadaan

fisiologik,

karena

peningakatan

hormon

progesteron.

Selain

itu

prostaglandin bekerja pada serabut kolagen, terutama pada minggu-minggu akhir


kehamilan. Serviks menjadi lunak dan lebih mudah berdilatasi pada waktu
persalinan.

c. Vagina dan vulva


Vagina dan vulva akibat hormon estrogen juga mengalami perubahan.
Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vula tampak lebih merah dan
agak kebiru-biruan (livide). Warna porsio tampak livide. Pembuluh-pembuluh darah
alat genetalia interna akan membesar. Hal ini dapat dimengerti karena oksigenasi dan
nutrisi pada alat-alat genetalia tersebut meningkat. Apabila terjadi kecelakaan pada
kehamilan atau persalinan maka perdarahan akan banyak sekali, sampai dapat
mengakibatkan kematian. Pada bulan terakhir kehamilan, cairan vagina mulai
meningkat dan lebih kental.

d.

Mammae
Pada kehamilan 12 minggu keatas, dari puting susu dapat keluar cairan
berwarna putih agak jernih disebut kolostrum. Kolostrum ini berasal dari kelenjarkelenjar asinus yang mulai bersekresi.

e. Sirkulasi daraih
Volume darah akan bertambah banyak 25% pada puncak usia kehamilan 32
minggu. Meskipun ada peningkatan dalam volume eritrosit secara keseluruhan, tetapi
penambahan volume plasma jauh lebih besar sehingga konsentrasi hemoglobin dalam
darah menjadi lebih rendah. Walaupun kadar hemoglobin ini menurun menjadi 120
g/l. Pada minggu ke-32, wanita hamil mempunyai hemoglobin total lebih besar
daripada wanita yang tidak hamil. Bersamaan itu, jumlah sel darah putih meningkat
( 10.500/ml), demikian juga hitung trombositnya.
Untuk mengatasi

pertambahan volume

darah, curah jantung akan

meningkat 30% pada minggu ke-30. Kebanyakan peningkatan curah jantung


tersebut disebabkan oleh meningkatnya isi sekuncup, akan tetapi frekuensi denyut
jantung meningkat 15%. Setelah kehamilan lebih dari 30 minggu, terdapat
kecenderungan peningkatan tekanan darah.
Sama halnya dengan pembuluh darah yang lain, vena tungkai juga mengalami
distensi. Vena tungkai terutama terpengaruhi pada kehamilan lanjut karena terjadi
obstruksi aliran balik vena (venous return) akibat tingginya tekanan darah vena yang
kembali dari utrerus dan akibat tekanan mekanik dari uterus pada vena kava.
Keadaan ini menyebabkan varises pada vena tungkai (dan kadang-kadang pada vena
vulva) pada wanita yang rentan.
Aliran darah melalui kapiler kulit dan membran mukosa meningkat hingga
mencapai maksimum 500 ml/menit pada minggu ke-36. Peningkatan aliran darah
pada kulit disebabkanoleh vasodilatasi ferifer. Hal ini menerangkan mengapa wanita
merasa panas mudah berkeringat, sering berkeringat banyak dan mengeluh
kongesti hidung.

f. Sistem respirasi
Pernafasan masih diafragmatik selama kehamilan, tetapi karena pergerakan
diafragma terbatas setelah minggu ke-30, wanita hamil bernafas lebih dalam, dengan
meningkatkan volume tidal dan kecepatan ventilasi, sehingga memungkinkan
pencampuran gas meningkat dan konsumsi oksigen meningkat 20%. Diperkirakan
efek ini disebabkan oleh meningkatnya sekresi progesteron. Keadaan tersebut dapat
menyebabkan pernafasan berlebih dan po2 arteri lebih rendah. Pada kehamilan lanjut,

kerangka iga bawah melebar keluar sedikit dan mungkin tidak kembali pada keadaan
sebelum

hamil,

sehingga

menimbulkan

kekhawatiran

bagi

wanita

yang

memperhatikan penampilan badannya.

g. Traktus digestifus
Di mulut, gusi menjadi lunak, mungkin terjadi karena retensi cairan
intraseluler yang disebabkan oleh progesteron. Spinkter esopagus bawah relaksasi,
sehingga dapat terjadi reguritasi isi lambung yang menyebabkan rasa terbakar di dada
(heathburn). Sekresi isi lambung berkurang dan makanan lebih lama berada di
lambung. Otot-otot usus relaks dengan disertai penurunan motilitas. Hal ini
memungkinkan absorbsi zat nutrisi lebih banyak, tetapi dapat menyebabkan
konstipasi, yang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil.

h. Traktus urinarius
Pada akhir kehamilan, kepala janin mulai turun ke pap, keluhan sering
berkemih timbul karena kandung kemih mulai tertekan. Disamping itu, terdapat pula
poliuri. Poliuri disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada
kehamilan sehingga laju filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69%. Reabsorbsi
tubulus tidak berubah, sehingga produk-produk eksresi seperti urea, uric acid,
glukosa, asam amino, asam folik lebih banyak yang dikeluarkan.

i. Sistem imun
Hcg dapat menurunkan respon imun wanita hamil. Selain itu kadar igg, iga
dan ig m serum menurun mulai dari minggu ke-10 kehamilan hingga mencapai kadar
terendah pada minggu ke-30 dan tetap berada pada kadar ini, hingga aterm.

j. Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu.
Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh melanophone stimulating hormone (msh)
yang meningkat. Msh ini merupakan salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh
lobus anterior hipofisis. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen dahi, pipi, dan
hidung, yang dikenal sebagai kloasma gravidarum.

C. Perubahan psikologis ibu pada kehamilan trimester ketiga


Bertambahnya usia kehamilan akan menyebabkan perasaan yang tidak nyaman
dan ingin segera melahirkan. Pada masa ini ibu akan disibukan oleh persiapan-persiapan
kebutuhan bayi. Selain itu akan disibukan pula oleh pengontrolan kehamilan yang lebih
ketat. Menjelang dua minggu kelahiran banyinya, perasaan ibu sudah tidak sabar ingin
melihat dan menyentuh bayinya (hulliana,2001). Trimester ketiga ditandai dengan
klimaks kegembiraan emosi karena kelahiran bayi. Sekitar bulan ke-8 mungkin terdapat
periode tidak semangat dan depresi, ketika bayi membesaar dan ketidaknyamanan
bertambah. Calon ibu menjadi lelah dan menunggu terlalu lama. Reaksi calon ibu
terhadap persalinan secara umum tergantung pada persiapan dan persepsi ibu terhadap
kehamilan ini (hamilton,1995).
Pada periode ini, kecemasan-kecemasan menghadapi persalinan akan muncul dan
mulai dirasakan. Bayangan-bayangan negatif mulai menghantui, misalnya apakah ia bisa
melahirkan normal ? Bagaimanan cara mengejan ? Bagaimana jika terjadi sesuatu
dengan dirinya pada saat melahirkan ? Apakah bayinya akan lahir normal?. Sementara
itu sang suami hendaknya memberikan dukungan yang lebih kepada istrinya. Jika
kehamilan ini bukan yang yang pertama kali sang suami dapat melakukan pendekatan
terhadap kakak-kakak si bayi agar tidak tergantung kepada ibu sepenuhnya. Dengan
demikian, ibu tidak akan merasa khawatir dan memikirkan kondisi putra-putrinya setelah
melahirkan.
Untuk mengatasi perubahan psikologis pada periode ini, berilah rasa aman pada
ibu dan dukunglah ibu untuk melakukan berbagai kegiatan, misalnya dengan latihan
senam bersama-sama, menemani saat kontrol kehamilan, dan membantu ibu dalam
memenuhi segala kebutuhannya. Dengan cara ini akan muncul rasa percaya diri ibu
sehingga memiliki mental yang kuat untuk menghadapi persalinan. Selain dari suami
dukungan dari keluarga juga sangat berarti (hulliana,2001).
D. Tanda Subjektif dan Objektif Kehamilan Trimester III
Usia kehamilan

Tanda subjektif

Tanda objektif

29-33 minggu

a. Fatigue (perasaan lemah

a. Rasa panas dalam perut

untuk

bekerja

hingga

disebabkan tekanan uterus,

perasaan letih yang berat

mild hiatus hernia dan

sesudah melakukan kerja

muntahan asam perut ke

fisik dan mental).

dalam esophagus.

b. Ansietas

tentang

masa

depan.

b. Kontaraksi braxton-hick.
c. Fundus terletak diantara

c. Mimpi buruk.

umbilikus dan xipoid

d. Penurunan keinginan
seksual karena
ketidaknyamanan fisik.
34-38 minggu

a. Sakit

punggung,

perubahan gaya berjalan.


b. Ketidaksabaran

untuk

mengakhiri kehamilan.
c. Perasaan buaian tentang
masa

depan

yang

ambivalen.
Sebelum kelahiran

a. Heartburn (pirosis, nyeri


dada).
b. Konstipasi.
c. Vena varikosa (varicose
veins).
d. Edema kaki.
e. Haemoroid (wasir).

a. Lightening atau tanda dini Fundus


dimulainya persalinan.
b. Sakit perut bagian bawah.

ada

di

bawah

diafragma sampai kepala janin


masuk

kedalam

panggul,

rongga

kemudian

perut

kelihatan maju ke depan.

E. Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Pada Trimester ke III


Pertumbuhan dan perkembangan janin pada trimester ke III yaitu:
Usia kehamilan
Minggu 28 31

Perkembangan janin
a. Lemak sub kutan disimpan.
b. Jika janin lahir saat ini dengan paru-paru imatur, respiratory
distress syndroma (rsd) dapat terjadi.

Minggu 32 36

a. Berat janin menetap.


b. Lanugo menghilang tetapi masih ada bekasnya di kepala.
c. Kuku jari tumbuh.
d. Janin mempunyai kemampuan yang cukup baik jika lahir
dalam minggu-minggu ini.

Minggu 37 40

a. Lemak sub kutan tetap dibentuk dan disekeliling janin


menjadi menggumpal.
b. Kuku jari tangan dan kaki terbentuk sempurna dan
melampaui ujung jari tangan dan kaki.
c. Testis turun ke arah scrotum.
d. Tengkorak berkembang sempurna dan lebih besar dari
bagian tubuh.

F. Kebutuhan Nutrisi pada Ibu Hamil Trismester III


Memasuki trimester 3 tubuh ibu mulai dipersiapkan untuk mengantarkan ananda
lahir ke dunia. Perubahan-perubahan fisik tampak semakin jelas seperti berkembangnya
rahim, semakin membesarnya payudara, dan sebagainya. Oleh karena itu, di trimester 3
ini, ibu butuh asupan enerji yang memadai, guna mengatasi beban yang kian berat, juga
sebagai cadangan untuk persalinan nanti.
Pemenuhan gizi seimbang harus benar-benar diperhatikan, kualitas maupun kuantitas.
Selain untuk kepentingan ibu, juga untuk pertumbuhan otak janin yang berkembang cepat
sekali dua bulan terakhir menjelang persalinan.
Berikut adalah daftar zat gizi yang sebaiknya diperhatikan pada trimester 3, tanpa
mengabaikan zat gizi lain:
1) Kalori
Kebutuhan kalori selama kehamilan adalah 70-80 ribu kkal, dengan
pertambahan berat badan sekitar 12,5 kg. Untuk 20 minggu terakhir, diperlukan
tambahan kalori sekitar 285-300 kkal setiap hari. Tambahn ini diperlukan untuk
pertumbuhan jaringan janin dan plasenta, menambah volume darah dan cairan
ketuban. Kalori juga berguna untuk keperluan melahirkan dan menyusui.
Untuk memenuhi kebutuhan kalori, ibu hamil harus meningkatkan konsumsi
karbohidrat yang dapat diperoleh dari serelia dan produk olahannya, kentang, gula,
kacang-kacangan, biji-bijian dan susu, serta lemak yang dapat diperoleh dari mentega,
susu, telur, daging berlemak, alpukat dan minyak nabati.
2) Vitamin B6 (Piridoksin)
Vitamin ini dibutuhkan untuk membantu metabolisme asam amino, karbohidrat,
lemak dan pembentukan sel darah merah, serta berperan dalam pembentukan senyawa
kimia penghantar pesan antar sel saraf (neurotransmitter). Ibu hamil membutuhkan

vitamin B6 2,2 mg sehari. Sumber makanan hewani adalah sumber yang kaya vitamin
B6.
3) Yodium
Dibutuhkan untuk membentuk senyawa tiroksin guna mengontrol setiap
metabolisme sel baru yang terbentuk. Kekurangan yodium akan mengakibatkan
proses perkembangan janin termasuk otaknya terhambat dan terganggu, yang dapat
menyebabkan janin tumbuh kerdil.
Namun sebaliknya jika tiroksin berlebih, sel-sel baru akan tumbuh berlebihan
sehingga pertumbuhan janin melebihi ukuran normal. Oleh karena itu, harus benarbenar dicermati asupan yodium ke dalam tubuh saat hamil. Idealnya konsumsi
yodium adalah 175 mikrogram per hari.
4) Tiamin (vitamin B1), Riboflavin (vitamin B2) dan Niasin (vitamin B3)
Vitamin-vitamin ini membantu enzim untuk mengatur metabolisme sistem
pernafasan dan energi. Kebutuhan ibu hamil akan Tiamin adalah 1,2 mg per hari,
Riboflavin 1,2 mg per hari dan Niasin 11 mg per hari. Ketiganya dapat diperoleh dari
keju, susu, kacang-kacangan, hati dan telur.
5) Air
Cairan merupakan kebutuhan ibu hamil di trimester 3 ini. Air sangat penting
untuk pertumbuhan sel-sel baru, mengatur suhu tubuh, melarutkan dan mengatur
proses metabolisme zat-zat gizi, serta mempertahankan volume darah yang meningkat
selama masa kehamilan.
Selain itu, dengan mengonsumsi cairan yang cukup, ibu hamil dapat terhindar
dari sembelit serta risiko terkena infeksi saluran kemih.
Minumlah 8 gelas (250cc) air setiap hari, atau dapat dibantu dengan jus buah,
makanan berkuah dan sebagainya. Kurangi minuman bergula dan soft drink agar berat
tubuh tidak naik.

G. Keluhan Ibu Hamil Trimester III


Di trimester ketiga, penyebab sulit tidur bukan perubahan hormonal, melainkan
perubahan fisik, tepatnya bobot tubuh ibu yang bertambah sekitar 10 kg bahkan lebih.
Adanya penambahan berat badan ini akan memunculkan sederet keluhan yang membuat
ibu sulit tidur:

1) Punggung Pegal
Untuk mempertahankan keseimbangan tubuh, perut yang membuncit otomatis
akan menarik otot punggung lebih kencang. Tarikan inilah yang membuat ibu hamil
besar sering mengeluh pegal dan nyeri di tubuh bagian belakang, termasuk sekitar
pinggang. Keluhan ini tentu saja membuat tidur si ibu jadi tidak nyaman, bahkan
susah tidur dan acapkali terbangun.
2) Posisi Tidur
Posisi tidur yang nyaman agak sulit didapat ibu yang sedang hamil tua. Posisi
tengkurap jelas mustahil dilakukan, sementara posisi terlentang akan membuat
napasnya sesak. Satu-satunya posisi yang memungkinkan adalah miring. Namun bila
posisi ini terus-menerus dilakukan sangat mungkin akan membuat si ibu cepat bosan.
Soal posisi ini juga umumnya dikeluhkan sebagai penyebab ibu hamil tua sulit tidur.
3) Dihantui kecemasan
Menjelang persalinan, ibu hamil umumnya dihantui berbagai kecemasan,
semisal takut persalinannya bermasalah, khawatir bayinya lahir cacat maupun cemas
membayangkan rasa sakit saat bersalin. Aneka kecemasan inilah yang akhirnya
membuat si ibu jadi sulit tidur.
4) Sering buang air kecil
Keluhan yang juga sering muncul di trimester 3 adalah seringnya buang air kecil
(BAK). Janin yang sudah sedemikian membesar menekan kandung kemih ibu.
Akibatnya, kapasitas kandung kemih jadi terbatas sehingga ibu sebentar-sebentar
ingin BAK. Dorongan untuk bolak-balik ke kamar mandi inilah yang mau tidak mau
akan mengganggu kenyenyakan tidur si ibu. Untuk mengatasinya, disarankan agar 2-3
jam sebelum tidur tidak minum. Selain itu, kosongkan kandung kemih sesaat sebelum
berangkat tidur. Namun agar kebutuhan air pada ibu hamil tetap terpenuhi, sebaiknya
minumlah lebih banyak di siang hari.
5) Gangguan psikis
Kondisi psikis yang labil di trimester ini biasanya disebabkan oleh aneka
ketidaknyamanan. Antara lain karena tubuh yang dulu langsing kini terus membesar.
Diakui atau tidak, ketidaknyamanan ini jelas dapat menurunkan rasa percaya diri ibu.
Apalagi di trimester akhir, ibu hamil tak lagi bisa leluasa bergerak. Kondisi psikis
yang labil ini jika tidak segera dibenahi besar kemungkinan akan berpengaruh pada
kenyenyakan tidur ibu hamil

H. Perubahan Psikologis Kehamilan Trimester Ketiga


Pada trimester III, calon ibu akan semakin peka perasaannya. Tingkat kecemasan
ibu akan semakin meningkat. Calon ibu akan lebih sering mengelus-elus perutnya untuk
menunjukkan perlindungannya kepada janin, senang berbicara kepada janin, terutama
ketika janin berubah posisi. Banyak calon ibu yang sering berkhayal atau bermimpi
tentang apabila hal-hal negatif akan terjadi kepada bayinya saat melahirkan nanti.
Khayalan-khayalan tersebut seperti kelaian letak bayi, tidak dapat melahirkan, atau bahkan
janinakan lahir dengan kecacatan. Calon ibu menjadi sangat merasa bergantung kepada
pasangannya.
Pada trimester II ini, terutama pada minggu-minggu terakhir kehamilan atau
menjelang kelahiran membutuhkan lebih banyak perhatian dan cinta dari pasangannya,
mulai takut jika akan terjadi sesuatu terhadap suaminya. Maka dari itu, calon ibu ingin
memastikan bahwa pasangannya mendukung dan selalu ada di sampingnya.Tidak semua
wanita dapat mengekspresikan perasaan ketergantungan terhadap pasangannya.Akan
tetapi, tetap mengharapkan bahwa perhatian, dukungan, dan kasih sayang dapat tercurah
dari pasangannya tersebut. Selain itu, calon ibu akan menjadi lebih mudah lelah dan
iritabilita. Beberapa wanitaakan sulit untuk berkonsentrasi dan fokus akan penjelasanpenjelasan baru yang diberikan oleh perawat. Maka dari itu, penjelasan yang diberikan
harus jelas dan ringkas agar calon ibu dapat menyerapnya dengan lebih mudah.
Pada fase ini, calon ibu mulai sibuk mempersiapkan diri untuk persiapan
melahirkan dan mengasuh anaknya setelah dilahirkan. Mempersiapkan segala kebutuhan
bayi, seperti baju, nama, dan tempat tidur. Bernegosiasi dengan pasangannya tentang
pembagian tugas selama masa-masa menjelang melahirkan sampai nanti setelah bayi lahir.
Pergerakan dan aktivitasbayiakan semakin sering terasa, seperti memukul, menendang,
dan menggelitik.
Perasaan bahwa janin merupakan bagian yang terpisah semakin kuat dan
meningkat.Peningkatan keluhan somatik dan ukuran tubuh pada trimester III dapat
menyebabkan kenikmatan dan rasa tertarik terhadap aktivitasseksual menurun (Rynerson,
Lowdermilk, 1993 dalam Bobak, Lowdermilk, & Jensen, 2005).
Perubahan psikologis kehamilan trimester ketiga adalah:
1) Rasa tidak nyaman kembali timbul

2) Merasa tidak menyenangkan ketika bayi lahir tepat waktu


3) Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya
4) Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dan dalam kondisi yang tidak normal
5) Semakin ingin menyudahi kehamilannya
6) Merasa sedih karena terpisah dari bayinya
7) Merasa kehilangan perhatian
8) Tidak sabaran dan resah
9) Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya
10) Aktif mempersiapkan kelahiran bayinya
11) Libido menurun

I. Tanda-tanda Bahaya pada Ibu Hamil Trimester III


Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya
yang dapat terjadi selama kehamilan atau periode antenatal, yang apabila tidak dilaporkan
atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu (Pusdiknakes, 2003).
Macam-macam tanda bahaya kehamilan adalah:
1. Perdarahan pervaginam
Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah yang merah,
perdarahan yang banyak, atau perdarahan dengan nyeri.Perdarahan ini dapat berarti
abortus, kehamilan mola atau kehamilan ektopik.Pada kehamilan lanjut, perdarahan
yang tidak normal adalah merah, banyak, dan kadang-kadang tidak selalu disertai
dengan rasa nyeri.Perdarahan semacam ini berarti plasenta previa atau abrupsio
plasenta (Pusdiknakes, 2003).
2. Keluar air ketuban sebelum waktunya
Yang dinamakan ketuban pecah dini adalah apabila terjadi sebelum persalinan
berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membran atau
meningkatnya tekanan intra uteri atau oleh kedua faktor tersebut, juga karena adanya
infeksi yang dapat berasal dari vagina dan servik dan penilaiannya ditentukan dengan
adanya cairan ketuban di vagina (Saifuddin, 2002).
3. Demam tinggi
Ibu menderita demam dengan suhu tubuh >38C dalam kehamilan merupakan
suatu masalah.Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan.

Penanganan demam antara lain dengan istirahat baring, minum banyak dan
mengompres untuk menurunkan suhu (Saifuddin, 2002).
4. Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam
keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat. Hal ini
bisa berarti appendiksitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks,
persalinan pre term, gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsio
plasenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya (Pusdiknakes, 2003).
5. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala biasa terjadi selama kehamilan dan seringkali merupakan
ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan.Sakit kepala yang menunjukkan suatu
masalah yang serius adalah sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan
beristirahat.Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, penglihatan ibu
menjadi kabur atau berbayang.Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala
dari pre-eklampsia (Pusdiknakes, 2003).
6. Gerakan janin tidak ada atau kurang (minimal 3 kali dalam 1 jam)
Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6.Beberapa ibu
dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur gerakannya akan
melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau
beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik (Pusdiknakes, 2003).
7. Muntah terus dan tidak bisa makan pada kehamilan muda
Mual dan muntah adalah gejala yang sering ditemukan pada kehamilan
trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, gejala ini biasa terjadi 6 minggu setelah
HPHT dan berlangsung selama 10 minggu. Perasaan mual ini karena meningkatnya
kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Mual dan muntah yang sampai
mengganggu aktifitas sehari-hari dan keadaan umum menjadi lebih buruk, dinamakan
Hiperemesis Gravidarum (Wiknjosastro, 2002).
8. Selaput kelopak mata pucat
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan hemoglobin di
bawah 11gr pada trimester I dan III, <10,5 gr

pada trimester II. Anemia dalam

kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tak jarang
keduanya saling berinteraksi (Saifuddin, 2002).

1. Asuhan keperawatan
a. Pengkajian
Terdiri dari Biodata Pasien dan Penanggung Jawab, Keluhan dan Alasan
Datang, Riwayat Kesehatan ( Dahulu, Sekarang dan Keluarga), Riwayat Perkawinan
(usia menikah, lama menikah, brp kali menikah), Riwayat Menstruasi (menarche,
siklus/lama, byknya haid, dismenorea), Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas
yang lalu, Riwayat Kehamilan sekarang (usia kehamilan menurut pasien, HPHT,
periksa ANC berapa kali, therapy, penkes, suntik TT 1-3, kebiasaan merokok,
minum minuman keras, jamu, obt2an, ada hewan peliharaan, gerakan janin, dan
rencana bersalin). Riwayat KB (KB yang digunakan, lamanya, alas an berhenti, renc
KB stlh bersalin), Kebutuhan sehari hari sebelum dan slm hamil (nutrisi, eliminasi,
aktivitas, istirahat, seksual, personal hygiene), Psikososiospiritual (perasaan dengan
kehamilan, respon keluarga terhadap kehamilan, dan pengambil keputusan).

1. Riwayat Kesehatan
a) Usia, ras, dan latar belakang etnik (berhubungan dengan kelompok resiko
tinggi untuk masalah gestasi seperti anemia sickle sel, talasemia).
b) Penyakit pada masa kanak-kanak dan imunisasi.
c) Penyakit kronis (menahun/terus menerus) seperti asma dan jantung.
d) Penyakit sebelumnya, prosedur operasi, dan cedera (pelvis dan pinggang)
e) Infeksi sebelumnya seperti hepatitis, penyakit menular seksual dan
tuberkolosis.
f) Riwayat dan perawatan anemia.
g) Fungsi vesika urinaria dan bowel (fungsi dan perubahan).
h) Jumlah fungsi kafein tiap hari seperti kopi, the, dan minuman ringan lainya.
i) Merokok (jumlah batang per hari).
j) Kontak dengan hewan peliharaan seperti kucing dapat meningkatkan resiko
terinfeksi toxoplasma.
k) Alergi dan sensitive dengan obat.
l) Pekerjaan yang berhubungan dengan resiko penyakit.

m) Riwayat keluarga
Memberikan infomasi tentang kesehatan keluarga, termasuk penyakit
kronis, (menahun/terus-menerus) seperti diabetes mellitus dan jantung, infeksi
seperti tuberculosis dan hepatitis, serta riwayat congenital yang perlu
dikumpulkan.
n) Riwayat kesehatan pasangan
Untuk

menentukan

kemungkinan

masalah

kesehatan

yang

berhubungan dengan masalah genetic, penyakit kronis, dan infeksi.


Penggunaan obat-obatan seperti kokain dan alcohol akan berpengaruh pada
kemampuan keluarga untuk menghadapi kehamilan dan persalinan. Rokok
yang digunakan oleh ayah akan berpengaruh pada ibu dan janin, terutama
resiko mengalami komplikasipernapasan akibat sebagai perokok pasif.

1) Data Obyektif
Terdiri dari pemeriksaan :
Tingkat Kesadaran
Berat Badan dan Tinggi Badan
LILA
TTV
Status Obstetri
2) Inspeksi
Muka : tidak ada atau adanya cloasma gravidarum, tidak odema
Mamae : Montgomery terlihat, putting susu menonjol, colostrum sudah keluar
Perut : Linea Alba dan Striae gravidarum ada
Anus : tidak ada hemoroid
3) Palpasi
Leopold I : TFU pertengahan antara prosesus xipoideus dan pusat. Bagian
fundus teraba bulat, lunak dan tidak melenting.
Leopold II : Bagian Kanan ibu teraba ada tahanan memanjang, keras. Bagian
Kiri ibu teraba bagian kecil kecil janin.
Leopold III : Bagian segmen bawah rahim teraba bagian bulat, keras dan
melenting.

Leopold IV : Keduan jari jari tangan bertemu berarti kepala janin belum
masuk PAP
4) Auskultasi, mendengarkan DJJ
5) Perkusi, melakukan pemeriksaan Reflek patella : + / b. Diagnosa yang mungkin muncul
1) Perubahan pola eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus,
peningkatan tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi
glomerulus.
2) Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan pergeseran diafragma karena
pembesaran uterus.
3) Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik akibat pengaruh
hormonal.
4) Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres,
psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan.
5) Kebutuhan pembelajaran berhubungan dengan persiapan untuk persalinanserta
perawatan bayi.
c. Rencana keperawatan
1) Perubahan Eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus, peningkatan
tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerolus.
Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan, klien mengerti tentang perubahan
pola eliminasi urin.
KH : mengungkapkan pemahaman tentang kondisi saat ini, mengidentifikasi caracara untuk mencegah stasis urinarius dan atau edema jaringan.
No.
1.

Intervensi
Berikan

Rasional

informasi

perubahan
sehubungan

tentang Membantu klien memahami alasan


perkemihan fisiologis dari frekuensi berkemih dan

dengan

trimester nokturia. Pembesaran uterus trimester

ketiga.
2.

ketiga.

anjukan klien untuk melakukan Meningkatkan perfusi ginjal.


posisi

miring

Perhatikan

saat

tidur.

keluhan-keluhan

nokturia.
3.

Anjurkan klien untuk menghindari Posisi ini memungkinkan terjadinya

posisi tegak dalam waktu yang sindrom vena kava dan menurunkan
lama.
4.

aliran vena.

Berikan

informasi

perlunya

masukan

mengenai Mempertahankan tingkat cairan dan


cairan

6-8 perfusi

ginjal

gelas/ hari, penurunan masukan 2- mengurangi

adekuat,

natrium

yang

diet

untuk

3 jam sebelum beristirahat, dan mempertahankan status isotonik.


penggunaan garam, makanan, dan
produk

mengandung

natrium

dalam jumlah sedang.


5.

Berikan

informasi

mengenai Kehilangan atau pembatasan natrium

bahaya menggunakan diuretik dan dapat sangat menekan regulator reninpenghilangan natrium dari diet.

angiotensin-aldosteron
cairan,

dari

mengakibatkan

kadar

dehidrasi/

hipovolemia berat.
6.

Tes

urin

midstream

memeriksa albumin

untuk Dapat

mengidentifikasi

spasme

glomerulus atau penurunan perfusi


ginjal berkenaan dengan hipertensi
akibat kehamilan

2) Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan pergeseran diafragma karena


pembesaran uterus.
Tujuan : Dalam waktu 1x24 jam pola napas klien efektif
Kriteria hasil : Frekuensi napas 18-20 kali/menit, Klien tidak sesak

1.

Kaji TTV

Merupakan

data

dasar

dalam

menentukan intervensi selanjutnya.


2.

Monitor status pernapasan klien Menentukan luas dan beratnya masalah


pada pergerakan dada.

3.

yang terjadi.

Anjurkan klien untuk banyak Mengurangi pemakaian O2.


istirahat.

4.

Anjurkan klien untuk

tidur Posisi

semi

fowler

dapat

setengah duduk.

mengefektifkan

expansi

paru

dan

mengurangi sesak.

3) Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh hormonal


Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan, klien merasa nyaman
Kriteria hasil : klien melakukan aktivitas perawatan diri dengan tepat untuk
mengurangi ketidaknyamanan, melaporkan ketidaknyamanan dapat diminimalkan/
atau dikontrol dan mencari pertolongan medis dengan tepat.
No
1.

Intervensi
Kaji

secara

Rasional

terus-menerus Data dasar terbaru untuk merencanakan

ketidaknyamanan

klien

dan perawatan.

metode untuk mengatasinya.


2.

Kaji satatus pernapasan klien.

Penurunan kapasitas pernapasan saat uterus


menekan

diafragma,

mengakibatkan

dispnea.
3.

Perhatikan

adanya

keluhan Lordosis dan regangan otot disebabkan oleh

ketegangan pada punggung dan pengaruh hormon (relaksin, progesteron)


perubahan cara jalan. Anjurkan pada sambungan pelvis dan perpindahan
penggunaan sepatu hak rendah, pusat gravitasi sesuai dengan perbesaran
latihan

pelvicrock,

girdle uterus.

Intervensi

maternitas, penggunaan kompres membantu

multipel

untuk

biasanya

menghilangkan

panas, sentuhan terapeutik atau ketidaknyamanan.


stimulasi

saraf

elektrikal

transkutan dengan tepat.


4.

Perhatikan adanya kram pada Menurunkan ketidaknyamanan berkenaan


kaki.

Anjurkan

meluruskan

klien
kaki

untuk dengan

perubahan

dan ketidakseimbangan

kadar

kalsium/

kalsium-fosfor

atau

mengangkat telapak kaki bagian karena tekanan dari pembesaran uterus


dalam

keposisi

menurunkan

dorsofleksi, pada saraf yang mensuplai ekstremitas

masukan

susu, bawah.

sering mengganti posisi, dan


menghindari berdiri atau duduk
lama.
5.

Kaji ada atau tidak adanya

Kontraksi

frekuensi

braxton

ketidaknyamanan pada multigrafida pada

informasi

trimester kedua. Primigrafida biasanya

aktifitas

tidak mengalami ketidaknyamanan ini

Hick.

kontraksi
Berikan

mengenai

fisiologi

uterus.
6.

7.

8.

ini

dapat

menciptakan

sampai trimester akhir.

Perhatikan

keluhan

aktifitas

pembesaran

uterus

trimester

ketiga

BAK dan tekanan pada kandung

menurunkan kapasitas kandung kemih,

kemih.

mengakibatkan sering berkemih.

Kaji

adanya

konstipasi

dan

peningkatan pemindahan posisi uterus

hemoroid.

memperberat masalah eliminasi.

Kaji adanya pirosis (nyeri ulu

Masalah sering terjadi pada trimester

hati). Tinjau pembatasan diet.

kedua dan dapat berlanjut, khususnya bila


diet tidak dimodifikasi.

9.

Perhatikan adanya leukorea dan

Saat kadar estrogen tinggi, sekresi kelenjar

pruritus. Anjurkan klien untuk

servikal menghasilkan media asam yang

sering

mendorong proliferasi organisme.

mandi,

menggunakan

celana dalam katun, pakaian


longgar dan menghindari duduk
untuk waktu yang lama.
10.

Berikan

suplemen

dengan

tepat.

penggunaan

jel

kalsium Penambahan produk susu bila intoleransi


Anjurkan dapat

menjadi

masalah.

Jeli

dapat

aluminium menurunkan kadar fosfor dan memperbaiki

hidroksida sesuai kebutuhan.

ketidak seimbangan kalsium-fosfor.

4) Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres,
psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan.
Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan pasien tidak mengalami
gangguan pola tidur.
Kriteria hasil : melaporkan perbaikan istirahat dan melaporkan peningkatan rasa
sejahtera dan perasaan segar

No.
1.

Intervensi
Tinjau

ulang

Rasional
kebutuhan Membantu mengidentifikasi kebutuhan

perubahan tidur normal berkenaan untuk

menetapkan

pola

tidur

yang

dengan kehamilan. Tentukan pola berbeda.


tidur saat ini.
2.

Evaluasi tingkat kelelahan.

Peningkatan retensi cairan, penambzahan


berat badan, dan pertumbuhan janin,
semua

memperberat

perasaan

lelah,

khususnya pada multipara.


3.

Kaji terhadap kejadian insomnia Ansietas yang berlebihan, kegembiraan,


dan

respons

klien

terhadap ketidaknyamanan fisik, nokturia, dan

penurunan tidur. Anjurkan alat aktifitas janin dapat mempersulit tidur.


bantu untuk tidur, seperti teknik
relaksasi, membaca, mandi air
hangat,dan

penurunan

aktifitas

sebelum istirahat.
4.

Perhatikan

keuslitan

bernafas Pada

posisi

karena posisi. Anjurkan tidur pada uterusserta


posisi semi fowler.

rekumben,

organ

pembesaran

abdomen

menekan

diafragma, sehingga membatasi ekspansi


paru.

Penggunaan

memugnkinkan

posisi

semifowler

diafragma

menurun,

membantu mengembangkanekspansi paru


optimal.
5.

Dapatkan sel darah merah (SDM) Anemia dan penurunan kadar Hb/SDM,
dan kadar Hb.

mengakibatkan

penurunan

oksigenasi

jaringan serta mempengaruhi perasaan


letih berlebihan.
6.

Rujuk klien untuk konseling bila mungkin perlu bagi klien menghadapi
kurang

tidur

atau

mempengaruhi
kehidupan sehari-hari

kelelahan perubahan

siklus

tidur-terjaga,

aktifitas mengidentifikasi prioritas yang tepat dan


memodifikasi komitmen