Vous êtes sur la page 1sur 6

Bollinger Bands

Menyiasati Bollinger Bands Sebagai penghasil sinyal transaksi


Bollinger bands merupakan salah satu dari beberapa indikator yang populer bagi kalangan trader dunia.
Banyak sekali strategi trading yang ada saat ini menggunakan Bollinger bands sebagai dasar
pengambilan keputusan transaksi, termasuk yang sudah berbentuk Expert Advisor (robot). Diantara
sistem trading tersebutpun tidak sedikit yang sukses menghasilkan keuntungan secara konsisten, dan
hal itu merupakan tujuan dari penulisan artikel Bollinger bands kali ini.
Sebelum kita membahas strategi trading berdasarkan Bollinger bands, tentu diperlukan pemahaman
mengenai indikator tersebut, dasar perhitungan dan bagaimana cara penggunaannya.
Apa itu Bollinger Bands?
Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang memiliki tiga garis utama yang bergerak mengikuti ratarata pergerakan harga sepanjang periode tertentu. Garis utama Bollinger Bands yang diberada di
tengah gerakan (middle band) dan menjadi tolok ukur merupakan garis rata-rata pergerakan harga yang
dihitung secara sederhana (simple moving average). Sementara dua garis lainnya ditempatkan pada
bagian atas dan bawah (upper & lower band) dihitung berdasarkan +/- 2 standar deviasi dari garis ratarata (MA).

Upperband = Middle band + 2 standar deviasi

Middle band= MA periode 20

Lowerband = Middle band -2 standar deviasi


Bollinger Bands

Gambar 1. Bollinger Bands, MA 20 & STD 2


Bollinger bands adalah Indikator yang diperkenalkan oleh John Bollinger pada tahun 1983 ini memiliki
banyak fungsi yang bermanfaat bagi trader dalam aktifitas transaksi. Selain sebagai alat untuk
mengenal tren, Bollinger Bands dapat digunakan sebagai indikator volatilitas dan disaat yang sama
dapat memberikan gambaran titik tertinggi (overbought) dan terendah (oversold) relatif dari pergerakan
harga.

Penggunaan Bollinger Bands


Untuk mulai mengambil manfaat indicator Bollinger bands ini menurut John Bollinger sendiri ada 15
aturan dasar yang perlu dipahami. Aturan-aturan tersebut tertuang dalam bukunya: Bollinger on
Bollinger Bands.
Agar tidak terlalu panjang dan lebih mudah difahami, kami merangkum panduan tersebut ke dalam 4
katagori, sebagai berikut;
1. High dan Low
Bollinger Bands mampu menyediakan definisi relatif akan harga rendah (low) dan harga tinggi (high)
dari pergerakan harga. Harga tersebut dapat (dan biasanya) bergerak naik ke arah upper band atau
turun ke lower band. Jika harga ditutup di bagian luar Bollinger Bands, hal tersebut tidak selalu berarti
reversal, namun dapat juga merupakan sinyal berlanjut, terutama ketika ketiga garis bergerak semakin
menyempit.
2. Kombinasi dengan Indikator
Definisi relatif (high dan low) Bollinger bands, dapat digunakan untuk membandingkan pergerakan
harga dengan pergerakan indikator lain untuk menghasilkan sinyal transaksi yang valid. Penggunaan
indikator Bollinger bands sebagai sinyal konfirmasi dapat berasal dari momentum, volume, sentimen,
open interest atau data inter-market. Namun sebaiknya tidak merupakan indikator golongan yang sama.
Selain itu, penggunaan indikator volatilitas atau tren tambahan tidak diperlukan karena dengan
sendirinya sudah tercerminkan dalam Bollinger Bands.
3. Pengenalan pola harga (Pattern recognition)
Ketiga, Bollinger Bands dapat digunakan sebagai penjelas pola harga (price pattern), seperti pola M
pada puncak harga dan pola W pada dasar harga.
4. Nilai default dan penyesuaian
Nilai default Bollinger Bands adalah MA periode 20, plus 2 SD untuk upper band dan minus 2 SD untuk
lower band. Nilai aktual dari setiap instrumen dapat berbeda-beda tergantung dari instrumennya dan
time frame yang digunakan masing-masing.
Periode MA yang digunakan sebaiknya intermediate, dan tidak harus dicari seakurat mungkin seperti
halnya ketika menggunakan MA crossover. Jika periode MA diatur lebih panjang, maka sebaiknya
jumlah standar deviasinya juga turut ditingkatkan. Misalnya, +/- 2,1 standar deviasi pada MA periode 50.
Demikian juga sebaliknya, Standar deviasi diturunkan ketika menggunakan MA periode lebih pendek,
misalnya +/- 1,9 SD pada MA periode 10.
Keempat panduan tersebut karena keterbatasan tertentu, tidak akan diperjelas dengan penggunaan
contoh-contoh. Setelah memahami hal-hal tersebut, pembahasan kita lanjutkan pada peluang
menyusun strategi trading melalui Bollinger Bands.

Strategi Trading
Keunggulan Bollinger bands dalam menghasilkan strategi trading diperoleh dari dua karakteristiknya
yang penting.

Yang pertama adalah indicator Bollinger bands ini mampu memberikan gambaran tren seperti
halnya yang dilakukan oleh moving average.

Kedua, BB (Bollinger Bands) bergerak menyempit dan mengembang sesuai dengan volatilitas
harga, sehingga memberikan level support dan resistance yang lebih dinamis.

Seperti yang diperlihatkan dalam gambar 1 di atas, garis tengah BB (Bollinger bands) bergerak
memberikan konfirmasi terhadap tren yang tengah terjadi, sekaligus di saat yang sama, garis atas dan
bawah BB (Bollinger bands) mampu memberikan level-level tahanan yang bergerak dinamis.
Dari karakteristik Bollinger bands tersebut ada dua model strategi penting yang dapat kita ambil sebagai
acuan dalam penyusunan sistem trading, counter trend dan trend following.
1. Counter trend
Yang dimaksud dengan counter trend disini adalah keputusan transaksi diambil ketika harga berhasil
mencapai titik-titik tahanan yang disediakan oleh BB (Bollinger bands). Dengan maksud bahwa posisi
beli diambil ketika harga mencapai support, dan posisi sell diambil ketika harga mencapai titik
resistance.
Strategi ini banyak digunakan akibat perilaku unik yang diperlihatkan oleh BB (Bollinger bands)
terhadap perubahan harga. Harga sering sekali kembali ke area middle band setelah berhasil mencapai
bahkan menembus upper band atau lower band, terutama pada masa konsolidasi.
Namun demikian, hal yang perlu diingat adalah bahwa banyak dari tag tersebut menghasilkan sinyal
palsu. John Bollinger sendiri mengingatkan dalam bukunya, bahwa sentuhan (tag) harga terhadap
upper atau lower band hanya sekedar tag tidak berarti apapun karena harga dapat melanjutkan
pergerakannya (walking the band) dan menyentuh upper atau lower band secara terus menerus tanpa
sempat mengalami koreksi terlebih dahulu, hal tersebut terjadi umumnya pada saat trending.
Untuk memperkecil sinyal palsu Bollinger bands, dalam aturan entri sebaiknya diberi filter lain atau
paling tidak terdapat syarat tambahan agar tidak seluruh tag dijadikan sebagai sinyal. Dibawah ini
adalah aturan sederhana Bollinger bands dengan konfirmasi closing price yang dapat dijadikan contoh
untuk menginspirasi Anda dalam menyusun sistem trading seperti ini.

Membeli pada saat open, setelah sehari sebelumnya harga berhasil ditutup di bawah lower band.

Menjual pada saat open, setelah sehari sebelumnya harga berhasil ditutup di atas upper band.

Exit strategi Bollinger bands merupakan komponen terpenting dari sinyal transakasi. Di bawah ini
beberapa alternatif exit yang dapat Anda jadikan panduan.

Menutup posisi beli pada saat harga berhasil ditutup dibawah middle band, dan menutup posisi jual
pada saat harga ditutup di atas middle band. Penggunaan sistem exit seperti ini memerlukan stop
tambahan (subjektif), karena ketika tren, harga dapat bergerak naik tanpa sempat ditutup di bawah
atau di atas middle band.

Menutup posisi beli pada saat harga berhasil ditutup dibawah lower band, dan menutup posisi jual
pada saat harga ditutup di atas upper band. Penggunaan stop juga diperlukan disini, karena harga
dapat bergerak naik tanpa sempat memenuhi kondisi exit.

Alternatif trailing stop juga sebaiknya dipertimbangkan sebagai proteksi dari pergerakan harga
yang tidak sempat memenuhi aturan exit, agar posisi Anda yang telah menghasilkan keuntungan
tidak berubah menjadi kerugian.

Kembali pada contoh Euro h1, sejak tanggal 2 hingga 16 Oktober, dengan menggunakan alternatif exit
pertama (a) tanpa stop loss, sistim ini berhasil mengantongi 171 pips, dengan win loss ratio 60:40
(%).

Gambar 2. Contoh sinyal entri & exit Bollinger Bands pada Euro H1
Ilustrasi Bollinger bands pada gambar 2 sekedar contoh dan hanya berdasarkan uji coba visual yang
memungkinkan hasil kurang akurat. Anda perlu melakukan penyesuaian sendiri terhadap instrumen,
time frame dan metode sendiri sebelum mengaplikasikannya ke dalam aktifitas trading Anda.
2. Trend Following
Tentunya, aturan Bollinger bands yang paling umum digunakan dalam sistem ini adalah aturan yang
secara kontras berlawanan dengan aturan-aturan counter trend diatas, baik pada entri maupun exit-nya.
Contoh pertama aturan yang umum digunakan:
Membeli pada saat harga ditutup di atas upper band. Menjual pada saat harga ditutup di bawah lower
band. Tutup posisi beli pada saat harga ditutup di bawah lower band. Tutup posisi jual pada saat harga
ditutup di atas upper band.

Gambar 3. Contoh trend following Bollinger Bands pada Euro h1

Kembali lagi pada ilustrasi Euro, sistem Bollinger bands ini secara kontras mengahasilkan posisi
berlawanan dengan counter trend. Dengan menggunakan asumsi yang sama dan secara visual, sejak 2
hingga Oktober 09, sistem ini menghasilkan 55 pips dengan win loss ratio 50:50 (%).
Jika Anda adalah trend trader, Anda dapat melakukan penyesuaian dan optimasi tersendiri untuk
meningkatkan hasil dari penggunaan Bollinger Bands ini.
Berikut ini adalah contoh penyesuaian penggunaan Bollinger Bands untuk sistem trend following:

Atur Bollinger Bands dengan nilai MA 100, dan standar deviasi 1

Beli ketika low kemarin berada di atas upper band

Jual ketika high kemarin berada di bawah lower band

Tutup posisi beli ketika high kemarin berada di bawah upper band
Tutup posisi jual ketika low kemarin berada di atas lower band

Pada contoh Bollinger bands kali ini, kita menggunakan USD/JPY sebagai instrumen dengan time
frame daily. Silahkan mengujinya pada instrumen lain, seperti Euro atau USD/CHF. Hanya saja yang
perlu di ingat adalah bahwa sistem ini bekerja baik dalam time frame lebih besar seperti daily. Anda
akan menemukan banyak false signal ketika menerapkannya pada instrumen yang jauh lebih pendek.

Gambar 4. Alternatif trend following Bollinger Bands pada USD/JPY D1.


Dengan menggunakan aturan-aturan Bollinger bands tersebut diatas yang diterapkan pada USD/JPY,
sistem tersebut secara visual telah menghasilkan total 990 pips sejak September 07 hingga 19 Okt
09, dengan win loss ratio 50:50 (%).
Kesimpulan

Seperti pada umumnya yang dapat kita peroleh dari alat teknikal, Bollinger Bands memberikan
alternatif pembacaan terhadap pergerakan pasar dan bagaimana cara memanfaatkan pergerakan
tersebut untuk meningkatkan hasil transaksi.

Bollinger Bands memberikan Anda gambaran tentang volatilitas harga, tren yang sedang
berlangsung titik support dan resistance dalam satu bentuk indikator. Sehingga ide-ide penyusunan
sistem trading dapat dilakukan dengan sederhana.

Contoh aturan dalam artikel ini adalah bentuk-bentuk sederhana dari penggunaan Bollinger Bands,
menggunakan data terakhir beberapa instrumen, dan berdasarkan pengujian visual. Anda
sebaiknya melakukan penyesuaian dan pengujian tersendiri sebelum mengaplikasikannya ke
dalam live trading.