Vous êtes sur la page 1sur 87

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 237/MENKES/SK/IV/2009222

TENTANG
STANDAR KURIKULUM PELATIHAN FUNGSIONAL FISIKAWAN MEDIK

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a.

bahwa pelayanan fisika medik dalam bidang radiologi penuh


dengan resiko bahaya radiasi, sehingga semua tenaga fisikawan
medik yang terlibat dalam pelayanan tersebut harus profesional
dan terlatih dalam bidang keselamatan radiasi;

b.

bahwa dalam rangka meningkatkan kemampuan tenaga


fisikawan medik dalam memberikan pelayanan radiologi yang
berkualitas, perlu diadakan pelatihan fungsional tenaga
fisikawan medik dengan mengacu pada struktur kurikulum
pelatihan yang dibakukan;

c.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada


huruf a dan b diatas, perlu menetapkan Keputusan Menteri
Kesehatan tentang Standar Kurikulum Pelatihan Fungsional
Fisikawan Medik;

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996
Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3637);
3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
PER/12/M.PAN/5/2008 tentang Jabatan Fungsional Fisikawan
Medis dan Angka Kreditnya;
4. Peraturan Bersama Menteri Kesehatan RI - Kepala Badan
Kepegawaian Negara Nomor 1111/Menkes/PB/XII/2008 dan
Nomor 29 Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan
Fungsional Fisikawan Medis dan Angka Kreditnya;

5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Departemen Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan
Menteri
Kesehatan
Nomor
1295/Menkes/Per/XII/2007;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :
Kesatu

: KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG STANDAR


KURIKULUM PELATIHAN FUNGSIONAL FISIKAWAN MEDIK.

Kedua

: Standar Kurikulum Pelatihan Fungsional Fisikawam Medik


sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu tercantum dalam
Lampiran Keputusan ini.

Ketiga

: Standar Kurikulum Pelatihan Fungsional Fisikawan Medik


sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kedua agar digunakan
sebagai pedoman bagi penyelenggara pelatihan fungsional
fisikawan medik di seluruh Indonesia.

Keempat

Kelima

: Menteri Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kepala


Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan pembinaan dan
pengawasan
atas
pelaksanaan
Keputusan
ini
dengan
mengikutsertakan organisasi profesi terkait, sesuai tugas dan
fungsinya masing-masing.
: Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan

di Jakarta

Pada tanggal 2 April 2009

MENTERI KESEHATAN,

ttd
Dr. dr. SITI FADILAH SUPARI, Sp.JP(K)

Lampiran
Keputusan Menteri Kesehatan
Nomor

Tanggal :

237/Menkes/SK/IV/2009
2 April 2009

STANDAR KURIKULUM PELATIHAN FUNGSIONAL FISIKA MEDIK

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan visi Masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat dan misi
Membuat rakyat sehat, Departemen Kesehatan telah merumuskan 4
grand strategy yang salah satunya adalah
meningkatkan akses
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Dalam
rangka menunjang hal tersebut diperlukan SDM yang berkualitas pula.
Peranan SDM kesehatan dalam keberhasilan pembangunan menjadi
sangat esensial, mengingat bahwa pelayanan kesehatan profesional
hanya akan terwujud apabila didukung oleh SDM kesehatan yang
profesional pula. Salah satu SDM kesehatan profesional adalah
Fisikawan Medis yang ditetapkan berdasakan SK Menkes Nomor
48/Menkes/SK/I/2007 sebagai tenaga kesehatan, termasuk dalam
kelompok Keteknisian Medik.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2007 tentang
Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif dan
Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2008 tentang Perizinan
Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion dan Bahan Nuklir, BAPETEN
mengeluarkan PERKA yang mengatur bahwa setiap rumah sakit yang
memiliki fasilitas radiologi wajib menyediakan tenaga fisika medik
yang memenuhi syarat. Ketentuan ini akan diberlakukan mulai tahun
2013. Disamping itu, berdasarkan Peraturan MenPAN No.
PER/12/M.PAN/5/2008 tentang Jabatan Fungsional Fisikawan Medis,
sebagai pejabat fungsional Fisikawan Medis harus menjalani pelatihan
fungsional agar dapat mencapai/memenuhi kompetensi yang
dipersyaratkan dan memperoleh angka kredit untuk kenaikan
pangkat/jabatan fungsionalnya.
Dengan adanya peraturan-peraturan di atas, maka penyelenggaraan
pelatihan fungsional fisika medik menjadi suatu keharusan dan sangat
dibutuhkan. Sebagai kelengkapan dalam pelaksanaan pelatihan

tersebut diperlukan adanya Standar Pelatihan Fungsional Fisika


Medik.
Muatan standar pelatihan fungsional fisika medik terdiri dari jenjang
jabatan, peran dan fungsi, kompetensi Fisikawan Medis meliputi tugas
pokok, jenjang jabatan, kompetensi serta standar pelatihan meliputi
tujuan standar pelatihan, kebijakan pelatihan, staregi pelatihan,
kurikulum pelatihan, evaluasi dan sertifikasi.
Standar pelatihan fungsional fisika medik terdiri dari 2 (dua) bagian
pokok :
1.

Tugas pokok, jenjang jabatan, dan kompetensi.

2.

Standar Pelatihan yang yang meliputi tujuan standar pelatihan,


kebijakan pelatihan, staregi pelatihan, kurikulum pelatihan,
evaluasi dan sertifikasi.

B. Filosofi Pelatihan
1.

Prinsip Andragogy, yaitu bahwa selama pelatihan peserta berhak


untuk:
a.

Didengarkan dan dihargai pengalamannya mengenai pelayanan


dan ilmu fisika medik.

b. Dipertimbangkan setiap ide dan pendapat, sejauh berada di


dalam konteks pelatihan.
c.
2.

Diberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam


setiap proses pembelajaran.

Berorientasi kepada peserta, yaitu bahwa peserta berhak untuk:


a.

Mendapatkan satu paket bahan belajar tentang pelatihan


fungsional fisika medik.

b. Belajar dengan modal pengetahuan fisika medik yang dimilki


masing-masing.
c.

Melakukan refleksi dan memberikan umpan balik secara


terbuka.

d. Melakukan evaluasi (bagi penyelenggara maupun fasilitator)


dan dievaluasi tingkat kemampuannya dalam bidang fisika
medik.
3.

Berbasis kompetensi, yang memungkinkan peserta untuk:


a.

Mengembangkan keterampilan langkah demi langkah dalam


memperoleh kompetensi yang diharapkan dalam pelayanan
fisika medik.

b. Memperoleh
mendapatkan
pelatihan.
4.

sertifikat
setelah
dinyatakan
berhasil
kompetensi yang diharapkan pada akhir

Belajar sambil bekertja (Learning by doing) yang memungkinkan


peserta untuk:
a.

Berkesempatan melakukan sendiri eksperimen berbagai kasus


menggunakan metode pembelajaran antara lain simulasi, studi
kasus, penugasan dan praktik, baik secara individu maupun
kelompok.

b. Melakukan pengulangan ataupun perbaikan yang dirasa perlu.

II.

TUGAS POKOK, JENJANG JABATAN, DAN KOMPETENSI


A. Tugas Pokok
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang jabatan
fungsional Fisikawan Medis dan angka kreditnya menyebutkan bahwa
tugas pokok Fisikawan Medis adalah melakukan pelayanan fisika
medik yang meliputi:
1.

Penyiapan pelayanan fisika medik, pelayanan keselamatan radiasi,


pelayanan radiodiagnostik dan pencitraan medik, pelayanan
radioterapi, pelayanan kedokteran nuklir,

2.

Pelaksanaan pembinaan teknis, dan;

3.

Monitoring dan evaluasi pelayanan fisika medik.

B. Jenjang Jabatan
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang jabatan
fungsional Fisikawan Medis dan angka kreditnya menetapkan jenjang
jabatan fungsional fisikawan medis terdiri dari:
1.

Fisikawan Medis Pertama:


a.

Penata Muda, golongan ruang III/a.

b. Penata Muda Tk. I, golongan ruang III/b.


2.

Fisikawan Medis Muda:


a.

Penata, golongan ruang III/c.

b. Penata Tk. I, golongan ruang III/d.


3.

Fisikawan Medis Madya:


a.

Pembina, golongan ruang IV/a.

b. Pembina Tk. I, golongan ruang IV/b.


c. Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c.
C. Kompetensi
1. Fisikawan Medis Pertama :
-

Menyiapkan alat pelayanan fisika medik yang


keselamatan kerja terhadap radiasi;

meliputi alat

Menyiapkan alat pelayanan fisika medik yang meliputi alat


dosimetri diagnostik/pencitraan medik/kedokteran nuklir;

Menyiapkan alat pelayanan fisika medik yang meliputi alat


QA/QC diagnostik/pencitraan medik/kedokteran nuklir;

Menyiapkan pasien;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi melalui survey radiasi lapangan/kecelakaan radiasi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi melaui pengukuran/kalibrasi film badge;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi melalui pengukuran/kalibrasi Thermo Luminicence
Dosimeter (TLD);

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi dengan melakukan perawatan dan pemeliharaan
peralatan proteksi;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medik dengan membuat desain
ruangan/bangunan radiasi dengan fasilitas sederhana;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
radiodiagnostik/pencitraan
dengan
melakukan
emergensi;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan menyusun data
exposi dalam tabel;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan QA/QC
fasilitasi pengolahan film sederhana;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan QA/QC
fasilitasi pengolahan film sedang;

bidang
tindakan

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan membuat desain ruangan/bangunan radiasi dengan
fasilitas sederhana;

Melaksanakan pelayanan fisika


dengan melaksanakan survey;

medik

bidang

radioterapi

Melaksanakan pelayanan fisika medik


dengan melakukan tindakan emergensi;

bidang

radioterapi

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan
melakukan
pengukuran
radiasi
output
terbuka/wedge/tray untuk seluruh lapangan sinar;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan pengukuran radiasi BSF (Back Scatter
Factor)

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan pengukuran radiasi lapangan aplikator;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada radioterapi
eksternal manual konvensional 2D;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada radioterapi
eksternal Treatment Planning System konvensional 2D;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada brakhiterapi
dengan menghitung dosis untuk teknik intra kavier;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada brakhiterapi
Treatment Planning System konvensional 2D;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC (jaminan mutu) brachiterapy remote
after loading harian;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu brachiterapy remote
afterloading mingguan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan
melakukan
QA/QC
jaminan
mutu
aplikator
brakhiterapi harian;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu pesawat telegama
harian;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu pesawat telegama
mingguan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu pesawat LINAC
harian;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu pesawat simulator
harian;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu Treatment Planning
System harian;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu Treatment Planning
System individual pertama kali disinar;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan membuat rencana kerja survey radiasi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan membuat desain ruangan/bangunan radiasi
fasilitas sederhana;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan tindakan emergensi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan dosimetri menghitung dosis untuk
pasien;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan dosimetri menghitung dosis sisa;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan dosimetri menghitung dosis pasien;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan QA/QC pesawat kedokteran nuklir
sederhana harian;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan QA/QC pesawat kedokteran nuklir
sederhana mingguan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan QA/QC pesawat kedokteran nuklir
sederhana bulanan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan QA/QC pesawat kedokteran nuklir
advance harian;

Melaksanakan pembinaan teknis konsultasi


kesehatan lainnya; dan

Melaksanakan pembinaan teknis konsultasi dengan melakukan


sosialisasi budaya keselamatan kerja terhadap radiasi.

dengan tenaga

2. Fisikawan Medis Muda:


-

Menyiapkan alat pelayanan fisika medik yang


dosimetri radioterapi;

meliputi alat

Menyiapkan alat pelayanan fisika medik yang meliputi alat


QA/QC radioterapi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi dengan membuat rencana kerja survey radiasi
lapangan/kecelakaan radiasi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi dengan membuat desain limbah radiasi sederhana;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi dengan membuat desain limbah radiasi sedang;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi
dengan
melaksanakan
survey
radiasi
lapangan/kecelakaan radiasi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi melalui pengukuran/kalibrasi output sumber radiasi
standar;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi dengan menggunakan alat ukur radiasi;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan membuat rencana
kerja survey radiasi;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan membuat desain
ruangan/bangunan radiasi dengan fasilitas sedang;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melaksanakan
survey;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan tindakan
emergensi;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan
medis
dengan
melakukan
dosimeteri konvensional;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan dosimetri
intervensional;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan QA/QC
konvensional;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan QA/QC
intervensional;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan QA/QC
fasilitasi pengolahan film kompleks;

Melaksanakan pelayanan fisika medis bidang radioterapi


dengan membuat/menyusun analisa kebutuhan peralatan
pelayanan fisika medik bidang radioterapi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang


dengan membuat rencana kerja survey radiasi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan membuat desain ruangan/bangunan radiasi dengan
fasilitas sedang;

Melaksanakan pelayanan fisika


dengan melaksanakan survey;

medik

bidang

radioterapi

Melaksanakan pelayanan fisika medik


dengan melakukan tindakan emergensi;

bidang

radioterapi

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan pengukuran radiasi energi/HVL;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan pengukuran radiasi PDD (Presentage Depth
Dose)/TMR/TAR;

radioterapi

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan pengukuran radiasi Scatter Colimator;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan pengukuran radiasi Scatter Colimator and
Phantom (Scp);

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada radioterapi
eksternal manual konvensional teknik khusus;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada radioterapi
eksternal Treatment Planning System konvensional 3D;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada brakhiterapi
dengan menghitung dosis untuk teknik implantasi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada brakhiterapi
Treatment Planning System konvensional 3D;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan menyusun data penyinaran dalam tabel
radioterapi eksternal;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan data penyinaran dalam tabel radioterapi
brakhiterapi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu brakhiterapi remote
after loading saat penggantian sumber/kwartalan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan
melakukan
QA/QC
jaminan
mutu
aplikator
brakhiterapi tahunan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu pesawat telegama
bulanan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu pesawat LINAC
bulanan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu pesawat simulator
bulanan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu Treatment Planning
System bulanan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu Treatment Planning
System individual saat penggantian teknik penyinaran;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu alat ukur radiasi
eksternal radiasi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu alat ukur radiasi
brakhiterapi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan menyusun analisis kebutuhan peralatan
pelayanan fisika medik bidang kedokteran nuklir;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan membuat desain ruangan/bangunan radiasi
fasilitas sedang;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melaksanakan survey;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan tindakan emergensi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan dosimetri mengukur organ kritis;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan QA/QC pesawat kedokteran nuklir
advance mingguan;

Melaksanakan pembinaan teknis konsultasi


kesehatan lainnya;

Melaksanakan pembinaan teknis konsultasi


melakukan supervisi ke instansi radiologi lain.

dengan

Melaksanakan pembinaan teknis konsultasi


melakukan pengawasan pemeriksaan kesehatan
radiasi;

dengan
pekerja

Melaksanakan pembinaan teknis konsultasi


dengan
melakukan sosialisasi budaya keselamatan kerja terhadap
radiasi;

dengan tenaga

10

Melaksanakan pembinaan teknis konsultasi dengan melakukan


bedah kasus; dan

Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan fisika medik.

3. Fisikawan Medis Madya:


-

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi dengan menyusun analisis kebutuhan peralatan
pelayanan fisika medik bidang keselamatan kerja;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi dengan membuat desain limbah radiasi kompleks;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang keselamatan


radiasi dengan membuat penilaian rencana kerja survey radiasi
lapangan/kecelakaan radiasi;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan menyusun analisis
kebutuhan
peralatan pelayanan fisika medik
bidang
radiodiagnostik;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan membuat desain
ruangan/bangunan radiasi dengan fasilitas kompleks;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan membuat penilaian
rencana kerja survey;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan tindakan
emergensi;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan dosimetri
advance;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan dosimetri
radiasi non pengion (non ionizing radiation);

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan QA/QC
advance;

Melaksanakan
pelayanan
fisika
medik
bidang
radiodiagnostik/pencitraan medis dengan melakukan QA/QC
non pengion (non ionizing radiation)

11

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan membuat desain ruangan/bangunan radiasi dengan
fasilitas kompleks;

Melaksanakan pelayanan fisika medik


dengan membuat rencana kerja survey;

bidang

radioterapi

Melaksanakan pelayanan fisika


dengan melaksanakan survey;

medik

bidang

radioterapi

Melaksanakan pelayanan fisika medik


dengan melakukan tindakan emergensi;

bidang

radioterapi

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan pengukuran radiasi teknik advance;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan pengukuran radiasi brakhiterapi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada radioterapi
eksternal manual Total Body Irradiation (TBI) dengan foton;

Melaksanakanpelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada radioterapi
eksternal manual Total Body Irradiation (TBI) dengan elektron;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada radioterapi
eksternal Treatment Planning System 3D CRT (Conformal Radio
Therapy);

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada radioterapi
eksternal Treatment Planning System teknik advance;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada brakhiterapi
manual dengan menghitung dosis untuk teknik intra luminal;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada brakhiterapi
manual
dengan
menghitung
dosis
untuk
teknik
moulding/permukaan kulit;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada brakhiterapi
Treatment Planning System 3D CRT (Conformal Radio Therapy);

12

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan perhitungan dosis radiasi pada brakhiterapi
Treatment Planning System teknik advance;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan verifikasi data TPS dengan data radiasi alat;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan pengelolaan limbah radioterapi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu brakhiterapi remote
after loading tahunan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu pesawat telegama
saat penggantian sumber/tahunan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu pesawat LINAC
tahunan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu pesawat simulator
tahunan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang radioterapi


dengan melakukan QA/QC jaminan mutu Treatment Planning
System tahunan;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan membuat desain ruangan/bangunan radiasi
fasilitas kompleks;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan membuat penilaian rencana kerja survey;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan tindakan emergensi;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan dosimetri kalibrasi aktifitas
radioisotop;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan pengelolaan limbah radioaktif;

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan QA/QC pesawat kedokteran nuklir
advance bulanan;

13

III.

Melaksanakan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir dengan melakukan QA/QC pesawat kedokteran nuklir
radioisotop;

Melaksanakan pembinaan teknis konsultasi dengan tenaga


kesehatan lainnya; dan

Melaksanakan pembinaan teknis konsultasi dengan melakukan


sosialisasi budaya keselamatan kerja terhadap radiasi;

STANDAR PELATIHAN FUNGSIONAL FISIKA MEDIK


A. Tujuan Standar
Standar pelatihan ini bertujuan agar digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan pelatihan fungsional fisika medik oleh instansi terkait,
baik pemerintah maupun swasta di tingkat pusat maupun daerah.
B. Kebijakan Pelatihan
Pelayanan radiologi, termasuk pelayanan fisika medik adalah
pelayanan kesehatan yang penuh risiko bahaya radiasi. Oleh sebab itu
pekerja yang terlibat harus benar-benar profesional dan terlatih dalam
bidang keselamatan radiasi. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan
pelatihan terstruktur dan berkesinambungan baik kurikulum, pelatih
maupun sarana/peralatan dan penyelenggara pelatihan. Untuk
maksud tersebut, Departemen Kesehatan RI menetapkan kebijakan
pelatihan fungsional fisika medik sebagai berikut:
1.

Pelatihan fungsional fisika medik harus diselenggarakan bersama


pihak terkait, yaitu Departemen Kesehatan RI, Organisasi Profesi
Ikatan Fisikawan Medis Indonesia (IKAFMI) dan institusi
pendidikan. Hal ini dimaksudkan disamping untuk peningkatan
pengetahuan dan keterampilan juga sebagai sarana pembinaan
profesi.

2.

Pelatihan fungsional fisika medik harus dilaksanakan di sarana


pelayanan radiologi (radiologi diagnostik, radioterapi, kedokteran
nuklir) RS kelas A/B yang memiliki peralatan pelayanan dan
peralatan alat ukur radiasi yang memadai untuk memberikan
kesempatan praktik yang lebih luas kepada peserta latih.

3.

Pelatihan fungsional fisika medik harus diselenggarakan oleh


lembaga/institusi yang terakreditasi.

14

C. Strategi Pelatihan
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang jabatan
fungsional Fisikawan Medis dan angka kreditnya menetapkan bahwa
setiap Fisikawan Medis yang akan naik jenjang jabatan setingkat lebih
tinggi wajib mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan (diklat)
penjenjangan ini (pelatihan fungsional fisika medik) dengan materi
diklat meliputi tugas pokok fisikawan medis dan etika profesi, serta
materi lain yang terkait.
Pelatihan dilakukan secara berjenjang sesuai dengan penjenjangan
jabatan fungsional Fisikawan Medis.
Pelatihan ini dapat diselenggarakan oleh unit kerja/instansi/
organisasi profesi yang terkait, yang telah terakreditasi oleh Pusat
Pendidikan dan Pelatihan, Badan PPSDM, Departemen Kesehatan,
dengan pembiayaan melalui APBN, APBD, unit kerja/instansi yang
bersangkutan dan atau oleh peserta itu sendiri (swadana).
D. Kurikulum Pelatihan Fungsional Fisikawan Medis Jenjang Pertama
1. Peserta Pelatihan
a.

Kriteria:
Peserta telah diangkat dalam jabatan fungsional Fisikawan
Medis
jenjang
pertama
dengan
melampirkan
SK
Pengangkatan.
Pendidikan D4/S1 Fisika Medik/Fisika.
Memiliki
kompetensi
pengalaman.

berdasarkan

pendidikan

dan

Masih akan tetap aktif sebagai fisikawan medis selama 3


tahun.
b. Jumlah:
Dalam 1 kelas, peserta berjumlah maksimal 30 orang.
2. Pelatih/Fasilitator
a.

Kriteria:
Pelatih/fasilitator memiliki kemampuan kediklatan.
Pendidikan pelatih/fasilitator minimal setara dengan kriteria
peserta, dengan tambahan keahlian di bidang materi yang
akan diajarkan.
Menguasai materi yang dilatihkan atau mempunyai
pengalaman dan pengetahuan di bidang fisika medik.

15

b. Pelatih/fasilitator berasal dari:


Departemen Kesehatan RI.
Organisasi profesi.
Institusi Pendidikan (Universitas).
Sarana pelayanan
Bapelkes).

kesehatan

(RS

kelas

A/B,

BPFK,

Instansi pemerintah lain yang terkait.


3. Penyelenggara
Penyelenggara pelatihan harus terakreditasi oleh Pusat Pendidikan
dan Pelatihan Departemen Kesehatan RI, serta mempunyai minimal
1 orang panitia yang telah mengikuti traning tentang
penyelenggaraan peatihan (TOC = Training of Course) atau pernah
menyelenggarakan diklat.
4. Tujuan Pelatihan
a.

Tujuan umum:
Setelah selesai mengikuti
pelatihan, peserta mampu
melaksanakan pelayanan fisika medik secara tepat dan benar
sesuai Jabatan Fungsional Fisikawan Medis Jenjang Pertama.

b. Tujuan Khusus:
Setelah selesai mengikuti pelatihan, peserta mampu:
1)

Memahami jabatan fungsional Fisikawan Medis.

2)

Memahami etika profesi Fisikawan Medis.

3)

Memahami dasar hukum dan sistim perijinan yang berlaku


dalam penyelenggaraan ketenaganukliran di Indonesia.

4)

Melaksanakan keselamatan kerja terhadap radiasi.

5)

Memahami dasar fsika radiasi.

6)

Memahami interaksi
beserta efeknya.

7)

Melakukan upaya-upaya proteksi radiasi.

8)

Menggunakan alat ukur radiasi sesuai prinsip dasar dan


metode pengukuran radiasi.

9)

Memahami konsep dosimetri radiasi.

radiasi dengan sel tubuh manusia

10) Menggunakan TPS 2D untuk radiasi eksternal.


11) Memahami prinsip kerja aspek fisika dari setiap peralatan
radiasi.

16

12) Melakukan jaminan mutu dan kendali mutu.


13) Melakukan penghitungan angka kredit jabatan fungsional
fisikawan medis.
14) Menulis tulisan ilmiah dan presentasi ilmiah.
5. Struktur Program
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka disusunlah materi-materi
berupa modul-modul yang akan diberikan secara rinci sesuai tabel
sebagai berikut:
NO

A.

MATERI

WAKTU
T

PL

JML

1. Fisika radiasi

2. Biologi radiasi

3. Proteksi radiasi

4. Alat ukur radiasi

5. Dosimetri

6. Treatment Planning System (TPS)

7. Peralatan radiasi

8. Jaminan mutu (QA) dan kendali

MATERI DASAR:
1. Jabatan

fungsional

Fisikawan

Medis
2. Etika profesi
3. Peraturan

perundangan

tentang

ketenaganukliran/radiasi pengion
4. Keselamatan Radiasi
B.

MATERI INTI:

mutu (QC)
9. Penghitungan angka kredit

17

10.Teknik penulisan dan presentasi


C.

24

23

13

60

MATERI PENUNJANG:
1. Dinamika

kelompok

(Building

Learning Commitmen = BLC)


2. Pre Test dan Post Test
JUMLAH

Keterangan:
T = Teori; P = Penugasan; PL = Praktik Lapangan
Waktu: 1 jam pelajaran @ 45 menit

6. Alur Proses Pembelajaran


PEMBUKAAN
Membangun komitmen belajar (BLC)
Metode: games, diskusi

WAWASAN/PENGETAHUAN
-

KETRAMPILAN

Jabatan fungsional Fisikawan


Medis
Etika profesi Fisikawan Medis
Peraturan perundangan tentang
ketenaganukliran/ radiasi pengion
Fisika radiasi
Biologi radiasi
Peralatan radiasi
Dosimetri

Keselamatan radiasi
Proteksi radiasi
Alat ukur radiasi
TPS
Jaminan mutu dan kendali mutu
Penghitungan angka kredit
Teknik penulisan ilmiah dan presentasi

METODE:
Latihan
Studi kasus
Diskusi kelompok
Presentasi/CTJ
Peragaan
Penugasan

METODE:
Curah pendapat
Diskusi
Simulasi

PRAKTIK LAPANGAN
EVALUASI

PENUTUP

18

7. Garis-Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)


Materi Dasar 1

: Jabatan Fungsional Fisikawan Medis

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


memahami tentang Jabatan Fungsional
Fisikawan Medis

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan pengertian dan manfaat
Jabatan Fungsional Fisikawan Medis.
2. Mengelompokkan jenjang jabatan dalam
jabatan fungsional Fisikawan Medis.
3. Menjelaskan persyaratan pengangkatan
jabatan fungsional Fisikawan Medis.
4. Menjelaskan persyaratan kenaikan
pangkat jabatan fungsional Fisikawan
Medis.
5. Menjelaskan peraturan pemberhentian
sementara, pengangkatan kembali dan
pemberhentian jabatan fungsional
Fisikawan Medis.
6. Menjelaskan tentang tunjangan jabatan
fungsional Fisikawan Medis.

Pokok Bahasan

: 1. Pengertian dan manfaat jabatan fungsional


Fisikawan Medis.
2. Jenjang jabatan dalam jabatan fungsional
Fisikawan Medis.
3. Persyaratan pengangkatan jabatan
fungsional Fisikawan Medis.
4. Persyaratan kenaikan pangkat jabatan
fungsional Fisikawan Medis.
5. Peraturan pemberhentian sementara,
pengangkatan kembali dan pemberhentian
jabatan fungsional Fisikawan Medis.
6. Tunjangan jabatan fungsional Fisikawan
Medis.

Waktu

: 2 jpl (T = 2, P = -)

Metode

Presentasi
Tanya Jawab

19

Media

Alat bantu

Referensi

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
OHP/LCD Projector

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

: 1. Peraturan MenPAN No. PER/12/M.PAN/5/


2008 tentang Jabfung Fisikawan Medis
dan Angka Kreditnya.
2. SKB Menkes No.
1111/MENKES/PB/XII/2008 - Ka BKN No.
29 TAHUN 2008 tentang Juklak Jabfung
Fisikawan Medis dan Angka Kreditnya.
3. Permenkes tentang Juknis Jabatan
Fungsional Fisikawan Medis (Draft)

Materi Dasar 2

: Etika Profes

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


memahami etika profesi Fisikawan Medis.

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1.

Menjelaskan kebutuhan dasar manusia.

2.

Menjelaskan sistem nilai.

3.

Menjelaskan etika sebagai Ilmu


Pengetahuan.

4.

Menjelaskan etika dan hukum.

5.

Menjelaskan etika profesi tenaga


kesehatan.

6.

Menjelaskan etika profesi Fisikawan


Medis.

Pokok Bahasan

Waktu

1.

Kebutuhan dasar manusia.

2.

Sistem nilai.

3.

Etika sebagai Ilmu Pengetahuan.

4.

Etika dan hukum.

5.

Etika profesi tenaga kesehatan.

6.

Etika profesi Fisikawan Medis.

2 jpl (T = 2, P = -)

20

Metode

Media

Alat bantu

Referensi

Presentasi

Tanya jawab

Tayangan powerpoint/transparansi

Modul

OHP/LCD Projector

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

1. I Gede AB Wiranata, 2005, Dasar-dasar


Etika dan Moralitas; Citra Aditya Bakti,
Jakarta.
2. M. Yadimin Abdullah, 2006, Pengantar
Studi Etika, Rja Goofireta Persada, Jakarta.
3. Himpunan Etika Profesi, 2006, Pustaka
Yasisia, Jakarta.

Materi Dasar 3

: Peraturan Perundangan Tentang


Ketenaganukliran/Radiasi Pengion

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


memahami dasar hukum dan sistim perijinan
yang berlaku dalam penyelenggaraan
ketenaganukliran di Indonesia.

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menyebutkan peraturan dan perundangundangan ketenaganukliran yang berlaku
di Indonesia.
2. Menyebutkan tujuan pengawasan dan
inspeksi ketenaganukliran.
3. Menjelaskan tata cara memperoleh ijin
pemanfaatan ketenaganukliran.

Pokok Bahasan dan Sub


Pokok Bahasan

: 1. Peraturan perundangan ketenaganukliran:


a. Undang undang ketenaganukliran
b. Peraturan pemerintah: PP 33 tahun
2007, PP 29 tahun 2008, PP 26 tahun
2002, PP 27 tahun 2002
c. Peraturan Kepala BAPETEN

21

2. Sistim pengawasan
a. Tujuan pengawasan dan inspeksi
ketenaganukliran
b. Kelembagaan (Badan Pelaksana,
Pengawas dan Pertimbangan Tenaga
Nuklir)
c. Inspeksi
3. Tata cara memperoleh ijin pemanfaatan
ketenaganukliran.
a. Persyaratan umum pemanfaatan
tenaga nuklir
b. Persyaratan ijin bidang radiologi
diagnostik, radioterapi, kedokteran
nuklir
c.

Pemberlakuan, perpanjangan,
perubahan dan pencabutan ijin

Waktu

: 2 jpl (T = 2, P = -)

Metode

Media

Alat bantu

Referensi

Presentasi
Tanya jawab
Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
OHP/LCD Projector

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

: 1. PP 33 tahun 2007
2. PP 29 tahun 2008
3. PP 26 tahun 2002
4. PP 27 tahun 2002
5. Modul diklat PPR diagnostik BATAN, 2008.

Materi Dasar 4

: Keselamatan Radiasi

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


melaksanakan keselamatan kerja terhadap
radiasi.

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:

22

1.

Menjelaskan falsafah keselamatan radiasi.

2.

Menjelaskan jalur proses penyinaran dan


metode pengkajian upaya keselamatan
radiasi.

3.

Menjelaskan kemungkinan terjadinya


kecelakaan radiasi.

4.

Menjelaskan kriteria keselamatan radiasi.

5.

Melaksanakan skenario kecelakaan


radiasi dan upaya penyelamatannya.

Pokok Bahasan

: 1.
2.

Falsafah keselamatan radiasi


Jalur proses penyinaran dan metode
pengkajian upaya keselamatan radiasi

3.

Kemungkinan terjadinya kecelakaan


radiasi

4.

Kriteria keselamatan radiasi

5.

Skenario kecelakaan radiasi dan upaya


penyelamatannya

Waktu

: 4 jpl (T = 2, P = 2

Metode

Media

Alat bantu

Referensi

Presentasi

Tanya jawab

Penugasan: simulasi keselamatan radiasi

Tayangan powerpoint/transparansi

Skenario simulasi

Modul

OHP/LCD Projector

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

: 1. Suwarno Wirjosimin, 1995, Proteksi


Radiasi, ITB, Bandung.
2. Mukhlis Akhadi, 2000, Dasar- dasar
Proteksi Radiasi, PT. Rineka Cipta,
Jakarta.

23

Materi Inti 1
Tujuan Pembelajaran Umum

Fisika Radiasi
: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu
memahami dasar fisika radiasi.

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1.

Menjelaskan atom, molekul dan radiasi.

2.

Menjelaskan transisi nuklir dan


peluruhan radioaktif.

Pokok Bahasan

3.

Menjelaskan interaksi radiasi dan materi.

4.

Menjelaskan produksi sinar X.

: 1.

Atom, molekul dan radiasi

2.

Transisi nuklir dan peluruhan radioaktif

3.

Interaksi radiasi dan materi.

4.

Produksi sinar X

Waktu

: 3 jpl (T = 3, P = -)

Metode

Media

Alat bantu

Referensi

Presentasi
Tanya jawab
Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
OHP/LCD Projector

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

Krane, K.S, 1988, Introductory Nuclear


Physics, John Wiley & Sons, USA.

Jayaraman S, Lanzl L H, 1996, Clinical


Radiotheraphy Physics Volume 1, CRC
Press, New York.

Busberg JT, Seibert JA, Leidolt EM, Boone


JM, 2002, the Essential Physics of Medical
Imaging, Liippincott Williams & Wilkins,
Baltimore.

Materi Inti 2

: Biologi Radiasi

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


memahami interaksi radiasi dengan sel tubuh
manusia beserta efeknya.

24

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1.

Menjelaskan sel tubuh manusia.

2.

Menjelaskan tentang proses pembelahan


sel dalam tubuh manusia.

3.

Menjelaskan interaksi radiasi dengan sel


tubuh manusia.

4.

Menjelaskan radiosensitifitas sel, hukum


Bergonie - Tribendeu.

5.

Menjelaskan tentang respon sel terhadap


radiasi.

Pokok Bahasan

: 1.
2.

Sel tubuh manusia.


Proses pembelahan sel pada tubuh
manusia.

3.

Interaksi radiasi dengan sel tubuh


manusia.

4.

Radiosensitifitas sel, hukum Bergonie


Tribendeu.

5.

Respon sel terhadap radiasi.

Waktu

: 3 jpl (T = 3, P = -)

Metode

Media

Alat bantu

Referensi

Presentasi
Tanya jawab
Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
OHP/LCD Projector

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

: 1. ---, 1996, Diklat Petugas Proteksi Radiasi,


Badan Tenaga Nuklir Nasional, Jakarta.
2. ---, 1999, Proteksi Radiasi bagi Pekerja,
Badan Tenaga Nuklir Nasional, Jakarta.
3. Bergonie J. and Tribendau L., 1906, De
Quelques Resultants de la Radiotherapie et
Essai de Fixasion dune Technique Rationel,
CR Acad. Sci., 143:198, Paris.
4. ---, 1996, Diklat Petugas Proteksi Radiasi,
Badan Tenaga Nuklir Nasional, Jakarta.

25

5. ---, 1999, Proteksi Radiasi bagi Pekerja,


Badan Tenaga Nuklir Nasional, Jakarta.
6. Bergonie J. and Tribendau L., 1906, De
Quelques Resultants de la Radiotherapie et
Essai de Fixasion dune Technique Rationel,
CR Acad. Sci., 143:198, Paris.
7. Bloom W., and Fawcett DA., 1969,
Textbook of Histology 9th edition, WB
Saunders, Philadhelpia.
8. Bresnick E., and Schwartz A., 1968,
Functional Dynamic of the Cells, Academic
Press, New York.
9. Casarett AP., 1968, Radiation Biology,
Prentice Hall, New Jersey.
10. Chamber H., 1993, Pengantar Fisika
Kesehatan, IKIP Semarang Press,
Semarang.
11. Elizabeth Latore Travis, 1975, Primer of
Medical Radiobiology, Year Book Medical
Publishers Inc., Chicago.
12. Encel P. and Vitemberger P.,1925, Sur la
Radiosensibilities Selluraris, CR. Soc. Biol.,
92:517, Paris.
13. Fuad Amsyari, 1989, Radiasi Dosis Rendah
dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan,
Airlangga University Press, Surabaya.
14. Hasek M., and Lengerova A., 1960,
Immunology Mechanism in Radiobiology,
Vol. II, Academic Press, New York.
15. http://www.harunyahya.co.id
16. http://www.medicastore.com.
17. http://www.puskaradim.blogspot.com.
18. Jawetz E., Melnick JL., dan Edelberg EA.,
1986, Mikrobiologi, Review of Medical
Microbiology, EGC, Jakarta.
19. Pearce, E.C., 2000, Anatomi dan Fisiologi
untuk Paramedis, Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta.
20. Pizzarello DJ, and Witcofski RL, 1970,

26

Basic Radiation Biology, Lea & Febiger,


Philadelphia.
21. Pizzarello DJ, and Witcofski RL, 1970,
Basic Radiation Biology, Lea & Febiger,
Philadelphia.
22. Rubbin P. and Casarett GW, 1968, Clinical
Radiation Pathology Vol. I & II, WB
Saunders, Philadelphia.
23. Taliaferro WH., Taliaferro LG., and
Jaroslow BN., 1964, Radiation and Immuno
Mechanisms, Academic Press, New York.
24. Taliaferro WH., Taliaferro LG., and
Jaroslow BN., 1964, Radiation and Immuno
Mechanisms, Academic Press, New York.

Materi Inti 3

: Proteksi Radiasi

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


melakukan upaya-upaya proteksi radiasi.

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1.

Melakukan proteksi radiasi eksterna.

2.

Melakukan proteksi radiasi interna.

3.

Melakukan teknik pengukuran paparan


dan kebocoran radiasi.

4.

Melakukan penanganan limbah radiasi.

5.

Membuat desain ruangan radiasi


sederhana.

Pokok Bahasan

: 1.

Proteksi radiasi eksterna.

2.

Proteksi radiasi interna.

3.

Teknik pengukuran paparan dan


kebocoran radiasi.

4.

Penanganan limbah radiasi.

5.

Desain ruangan radiasi sederhana.

Waktu

: 9 jpl (T = 4, P = 2, PL = 3)

Metode

: Presentasi dan tanya jawab


Diskusi kelompok
Penugasan : Membuat desain ruangan

27

sederhana
Praktik lapangan : Melakukan pengukuran
paparan dan kebocoran radiasi
Media

: Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Lembar penugasan
Petunjuk praktik

Alat bantu

: OHP/LCD Projector
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop
Surveymeter

Referensi

: 1. ---, 1996, International Basic Safety


Standards for Protection against Ionizing
Radiation and for the Safety of Radiation
Sources, Safety Series No.115, IAEA,
Vienna.
2. National Council on Radiation Protection
and Measurements, 1991, NCRP Report No.
49, Maryland, USA.
3. Patton H. McGinley, 2002, Shielding
Techniques for Radiation Oncology
Facilities, Medical Physics Publishing,
Expanded 2nd Edition, New Jersey, USA.

Materi Inti 4

: Alat Ukur Radiasi

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


menggunakan alat ukur radiasi sesuai prinsip
dasar dan metode pengukuran radiasi.

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Menjelaskan karakteristik dasar alat ukur
radiasi.
2. Menjelaskan prinsip dasar pengukuran
radiasi.
3. Menjelaskan sistem detektor kamar
pengion.
4. Menjelaskan detektor Thermo-luminisence.

28

5. Menjelaskan detektor semi- konduktor.


6. Menjelaskan detektor film.
7. Menggunakan alat ukur radiasi:
surveymeter.
Pokok Bahasan dan Sub
Pokok Bahasan

: 1. Karakteristik dasar alat ukur radiasi


2. Prinsip dasar pengukuran radiasi
a. Prinsip pendeteksian radiasi.
b. Teknik pengukuran radiasi (ionisasi,
panas, luminisensi, kimia).
3. Detektor bilik ionisasi
a. Prinsip dasar detektor bilik ionisasi.
b. Elektrometer.
4. Detektor Thermoluminisence
a. Prinsip dasar luminisensi.
b. Jenis TLD (TLD100, TLD 700, dan lainlain).
5. Detektor semikonduktor
a. Prinsip dasar detektor semi-konduktor.
b. Jenis detektor semikonduktor (dioda,
mosfet).
6. Detektor film
a. Prinsip dasar detektor film.
b. Jenis detektor film.

Pokok Bahasan dan Sub

: 7. Alat ukur radiasi: surveymeter lapangan:

Pokok Bahasan

a. Rentang kerja survey meter


b. Survey proportional, ionization dan GM.

Waktu

: 3 jpl (T = 2, P = 1)

Metode

Presentasi

Tanya jawab

Penugasan: peragaan menggunakan alat


ukur radiasi

Media

Alat bantu

Tayangan powerpoint/transparansi

Modul

Lembar penugasan.

OHP/LCD Projector

29

Referensi

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

Surveymeter lapangan

: 1. B. Podgorsak, 2005, Radiation Oncology


Physics, A Handbook for Teachers and
Students, IAEA, Vienna.
2. H. E. Johns and J. R. Cunningham, 1983,
the Physics of Radiology, Charles C. Thomas
Publisher, USA.
3. ---, 1996, International Basic Safety
Standards for Protection against Ionizing
Radiation and for the Safety of Radiation
Sources, Safety Series No.115, IAEA, Vienna.

Materi Inti 5

: Dosimetri

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


memahami konsep dosimetri radiasi.

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan definisi satuan radiasi
2. Menjelaskan definisi dosis serap
3. Menjelaskan Hubungan antara besaran
dosimetri
4. Menjelaskan teori Cavity
5. Menjelaskan stopping power

Pokok Bahasan

: 1. Definisi satuan radiasi


2. Definisi dosis serap
3. Hubungan antara besaran dosimetri
4. Teori Cavity
5. Stopping power

Waktu

: 3 jpl (T = 3, P=-)

Metode

Media

Alat Bantu

Presentasi
Tanya jawab
Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
OHP/LCD Projector

30

Referensi

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

: 1.

B. Podgorsak, 2005, Radiation Oncology


Physics A Handbook for Teachers and
Students, IAEA, Vienna.
H. E. Johns and J. R. Cunningham, 1983,

2.

the Physics of Radiology, Charles C.


Thomas Publisher, USA.
FH Attix, 1986, Introduction to Radiology

3.

Physics and Radiation Dosimetry, John


Willey & Sons, USA.

Materi Inti 6

: TPS (Treatment Planning System)

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


menggunakan TPS 2D untuk radiasi eksternal.

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Menggunakan Clinical treatment planning
2D.
2. Menggunakan Computerized treatment
planning systems 2D.

Pokok Bahasan dan Sub


Pokok Bahasan

: 1. Clinical treatment planning 2D


a. Pengertian TPS
b. Kontur
c.

Definisi volume jaringan tumor

d. Simulasi dan akuisisi data pasien.


e. Pertimbangan klinik untuk berkas foton
f.

Evaluasi Treatment Planning

g. Treatment time dan perhitungan monitor


unit (MU)
2. Computerized Treatment Planning System
2D
a. Sistem Hardware
b. Sistem Software dan algoritma
perhitungan dosis (data yang
dibutuhkan oleh TPS)
Waktu

: 6 jpl (T = 2, P = 2, PL = 2)

31

Metode

Presentasi dan tanya jawab

Diskusi kelompok

Penugasan: Studi kasus perencanaan


penyinaran pasien

Media

Alat bantu

Referensi

Praktik lapangan
Tayangan powerpoint/transparansi

Lembar penugasan

Petunjuk praktik

Modul

OHP/LCD Projector

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

: 1. Faiz M Khan, 2003, The Physics of


Radiation Therapy, Liipincott Williams &
Wilkins, USA.
2. Gunilla C. Bentel, 2002, Radiation Therapy
Planning, USA
3. B. Podgorsak, 2005, Radiation Oncology
Physics, A Handbook for Teachers and
Students, IAEA, Vienna.

Materi Inti

: Peralatan Radiasi

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


memahami prinsip kerja dari setiap peralatan
radiasi.

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Menjelaskan prinsip kerja peralatan radiasi
radiodiagnostik.
2. Menjelaskan prinsip kerja peralatan radiasi
kedokteran nuklir.
3. Menjelaskan prinsip kerja peralatan radiasi
radioterapi.

Pokok Bahasan dan Sub


Pokok Bahasan

: 1. Prinsip kerja peralatan Radiologi Diagnostik:


a. Sinar-X konvensional
b. CT-scan
c.

MRI

32

d. USG
2. Prinsip kerja peralatan Radiasi Kedokteran
Nuklir:
a. Gamma Camera
b. SPEC-CT
c.

PET

3. Prinsip kerja peralatan Radiasi Radioterapi:


a. KV-Unit
b. Gamma-Unit
c.

Linac

d. Linac + MLC
e. Linac-IMRT/IGRT
f.

Stereotactic

Waktu

: 3 jpl (T = 3, P = -)

Metode

: Presentasi
Tanya jawab

Media

: Tayangan powerpoint/transparansi
Modul

Alat bantu

: OHP/LCD Projector
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop

Referensi

: 1. Faiz M Khan, 2003, The Physics of Radiation


Therapy, Liipincott Williams & Wilkins, USA.
2. B. Podgorsak, 2005, Radiation Oncology
Physics, A Handbook for Teachers and
Students, IAEA, Vienna.
3. Gunilla C. Bentel, 2002, Radiation Therapy
Planning, USA
4. PMK. Leung, 1978, The Physical Basic of
Radiotherapy, USA.
5. Stewart, Bushong, 2001, Radiology
Sciences, Mosby, UK

Materi Inti 8

: Jaminan Mutu (QA) dan Kendali Mutu (QC)

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

33

melakukan jaminan mutu dan kendali mutu


Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan pengertian QA dan QC.
2. Menjelaskan peralatan QA dan QC.
3. Melakukan QA radiologi diagnostik.
4. Melakukan QA radioterapi.
5. Melakukan QA kedokteran nuklir.
6. Melakukan analisis pengulangan film dan
analisis film rusak.

Pokok Bahasan dan Sub


Pokok Bahasan

: 1.

Pengertian QA dan QC.

2.

Peralatan QA dan QC..

3.

QA Radiologi diagnostik:
a. Pengecekan visual harian
b. QA Tabung sinar-X dan kolimator
c.

QA Generator sinar-X

d. QA Grid
e. Keselamatan menyangkut kelistrikan.
4.

QA Radioterapi:
a. QA pesawat LINAC
b. QA pesawat telegamma
c.

QA pesawat brakhiterapi

d. QA pesawat simulator
e. QA Treatment Planning System (TPS)
5.

QA Kedokteran nuklir:
a. QA pesawat kamera gamma planar.
b. QA untuk sistem SPECT.

6.

Analisis pengulangan film dan analisis


film rusak.

Waktu

: 9 jpl (T = 4, P = 2, PL = 3)

Metode

Presentasi

Tanya jawab

Diskusi kelompok

Penugasan: pembuatan tabel eksposi dan


reject analysis

Praktik lapangan

34

Media

Alat Bantu

Referensi

Tayangan powerpoint/transparansi

Modul

Lembar penugasan

Petunjuk praktik lapangan

OHP/LCD Projector

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

Film

Pesawat X-ray

: 1.

---, 2002, Quality Control In Diagnostic


Radiology, AAPM Report No. 74, Medical
Physics Publishing, USA

2.

---, 1994, Comprehensive QA For Radiation


Oncology, AAPM Report No. 46, Medical
Physics Publishing, USA

3.

---, 1994, NEMA. Performance


measurements of scintillation cameras,
Washington DC. National Electrical
Manufacturers Association (NEMA),
Standards Publication NU 1-1994.

4.

---, 1997, Quality Assurance in


Radiotherapy, IAEA-Tecdoc-989, Vienna.

5.

---, 1999, Physics Aspects of Quality


Control in Radiotherapy, IPEM Report, UK.

Materi Inti 9

: Penghitungan Angka Kredit

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


melakukan penghitungan angka kredit jabatan
fungsional fisikawan medis.

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan definisi operasional.
2. Mempraktikkan penilaian angka kredit
unsur pendidikan.
3. Mempraktikkan penilaian angka kredit
unsur pelaksanaan/substansi.
4. Mempraktikkan penilaian angka kredit

35

pengembangan profesi.
5. Mempraktikkan penilaian angka kredit
unsur penunjang.
Pokok Bahasan

: 1. Definisi Operasional
2. Penilaian angka kredit unsur pendidikan.
3. Penilaian angka kredit unsur
pelaksanaan/substansi.
4. Penilaian angka kredit unsur
pengembangan profesi.
5. Penilaian angka kredit unsur penunjang.

Waktu

: 4 jpl (T = 1, P = 3)

Metode

: Presentasi dan tanya Jawab


Diskusi kelompok
Penugasan: Penghitungan angka kredit

Media

: Tayangan powerpoint/transparansi
Lembar penugasan
Modul

Alat Bantu

: OHP/LCD Projector
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop

Referensi

: 1. Peraturan MenPAN No. PER/12/M.PAN/5/


2008 tentang Jabfung Fisikawan Medis dan
Angka Kreditnya.
2. SKB Menkes No. 1111/MENKES/PB/
XII/2008 - Ka BKN No. 29 TAHUN 2008
tentang Juklak Jabfung Fisikawan Medis
dan Angka Kreditnya.
3. Permenkes tentang Juknis Jabatan
Fungsional Fisikawan Medis (Draft)

Materi Inti 10

: Teknik Penulisan dan Presentasi

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


memahami tentang penulisan dan teknik
presentasi.

Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan metode-metode penulisan yang

36

sesuai
2. Menjelaskan teknik menyusun tulisan
ilmiah sesuai dengan kaidah ilmiah.
3. Menjelaskan cara penilaian penulisan ilmiah
fisika medik.
4. Memahami teknik presentasi ilmiah.
Pokok Bahasan

: 1. Metode-metode penulisan ilmiah.


2. Teknik menyusun tulisan ilmiah sesuai
dengan kaidah ilmiah (majalah ilmiah,
jurnal).
3. Teknik penilaian tulisan ilmiah.
4. Teknik presentasi ilmiah.

Waktu

: 2 jpl (T = 1, P = 1)

Metode

Media

Alat Bantu

Referensi

Presentasi dan tanya jawab

Diskusi kelompok

Penugasan: Penilaian penulisan ilmiah

Tayangan powerpoint/transparansi

Modul

Lembar penugasan

OHP/LCD Projector

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

: 1. Siti Annijat Maimunah, 2007, Buku Pintar


Bahasa Indonesia, Prestasi Pustaka,
Jakarta.
2. Arjatmo Tjokronegoro, dan Sumedi
Sudarsono, 2000, Metodologi Penelitian
Bidang Kedokteran, UI Press, Jakarta
3. Sudigdo Sastroasmoro, dan Sofyan Ismail,
2002, Dasar-dasar Metodologi Penelitian
Klinis, Sagung Seto, Jakarta.

Materi Penunjang 1

: Dinamika

Kelompok

(Building

Learning

Comitment = BLC)
Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


membangun komitmen belajar untuk

37

menciptakan suasana belajar yang kondusif


selama pelatihan dalam mencapai tujuan
pelatihan.
Tujuan Pembelajaran Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1.

Mengenal peserta lain di dalam kelas,


fasilitator, dan panitia pelatihan.

2.

Mengidentifikasi harapan yang ingin


dicapai oleh masing-masing peserta
setelah mengikuti pelatihan.

3.

Menyepakati nilai selama proses


pelatihan.

4.

Membuat kontrak belajar untuk


mewujudkan tujuan pembelajaran.

5.
Pokok Bahasan

: 1.

Membentuk organisasi kelas.


Mengenal peserta lain di dalam kelas,
fasilitator, dan panitia pelatihan.

2.

Mengidentifikasi harapan yang ingin


dicapai oleh masing-masing peserta
setelah mengikuti pelatihan.

3.

Menyepakati nilai selama proses


pelatihan.

4.

Membuat kontrak belajar untuk


mewujudkan tujuan pembelajaran.

5.

Membentuk organisasi kelas.

Waktu

: 3 jpl (T = -, P = 3)

Metode

Media

Alat bantu

Diskusi kelompok

Permainan

Tayangan powerpoint/transparansi

Bahan permainan

Whiteboard + ATK

Referensi

Penugasan

Flipchart

: Kofman, Fred and Senge, Peter M., 2004,


Comunities of Commitment: the Heart of
Learning Organizations. (Special Issue on the
Learning Organization).

38

E. KURIKULUM
PELATIHAN
JENJANG MUDA

FUNGSIONAL

FISIKAWAN

MEDIS

1. Peserta Pelatihan
a.

Kriteria:
Peserta telah diangkat dalam jabatan fungsional Fisikawan
Medis jenjang Muda dengan melampirkan SK Pengangkatan.
Pendidikan D4/S1 Fisika Medik/Fisika.
Memiliki
kompetensi
pengalaman.

berdasarkan

pendidikan

dan

Masih akan tetap aktif sebagai fisikawan medis selama 3


tahun.
b. Jumlah:
Peserta berjumlah maksimal 30 orang
2.

Pelatih/Fasilitator
a.

Kriteria:
Pelatih/fasilitator memiliki kemampuan kediklatan.
Pendidikan pelatih/fasilitator minimal setara dengan kriteria
peserta, dengan tambahan keahlian di bidang materi yang
akan diajarkan.
Menguasai materi yang dilatihkan atau mempunyai
pengalaman dan pengetahuan di bidang fisika medik.

b. Pelatih/Fasilitator berasal dari:


Departemen Kesehatan RI.
Organisasi profesi.
Institusi Pendidikan (Universitas).
Sarana pelayanan
Bapelkes).

kesehatan

(RS

kelas

A/B,

BPFK,

Instansi pemerintah lain yang terkait.


3. Penyelenggara
Penyelenggara pelatihan harus terakreditasi oleh Pusat Pendidikan
dan Pelatihan Departemen Kesehatan RI, serta mempunyai minimal
1 orang panitia yang telah mengikuti trening tentang
penyelenggaraan peatihan (TOC = Training of Course) atau pernah
menyelenggarakan diklat.

39

4. Tujuan Pelatihan
a.

Tujuan umum:
Setelah selesai mengikuti
pelatihan, peserta mampu
melaksanakan pelayanan fisika medik secara tepat dan benar
sesuai Jabatan Fungsional Fisikawan Medis Jenjang Muda.

b. Tujuan khusus:
Setelah selesai mengikuti pelatihan, peserta mampu:
1)

Memahami jabatan fungsional Fisikawan Medis.

2)

Memahami etika profesi Fisikawan Medis.

3)

Memahami
peraturan
ketenaganukliran/radiasi
Departemen Kesehatan.

4)

Melakukan keselamatan kerja radiasi.

5)

Memahami fsika radiasi.

6)

Memahami efek radiasi terhadap tubuh manusia.

7)

Melakukan pelayanan fsika medik bidang radiodiagnostik,

8)

Melakukan pelayanan fsika medik bidang radioterapi.

9)

Melakukan pelayanan fisika medik bidang kedokteran


nuklir.

perundang-undangan
tentang
pengion
dan
kebijakan

10) Menggunakan alat ukur radiasi.


11) Menulis tulisan ilmiah dan presentasi ilmiah.
12) Memahami teknik advokasi.
13) Melakukan penghitungan angka kredit jabatan fungsional
fisikawan medis.
5. Struktur Program
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka disusunlah materi-materi
berupa modul-modul yang akan diberikan secara rinci sesuai tabel
sebagai berikut:
WAKTU
No.

A.

MATERI
T

PL

JLH

MATERI DASAR:
1.

Jabatan fungsional
Fisikawan Medis

40

2.

Etika profesi Fisikawan

11

Medis
3.

Peraturan perundangan
tentang ketenaganukliran/
radiasi pengion dan
kebijakan Depkes

4.
B.

Keselamatan radiasi

MATERI INTI:
1.

Fisika radiasi

2. Biologi radiasi
3. Pelayanan fisika medik
bidang radiologi diagnostik
a. Proteksi radiasi radiologi
diagnostik
b. Dosimetri radiologi
diagnostik
c. QA/QC radiologi
diagnostik
4. Pelayanan fisika medik
bidang radioterapi
a. Proteksi radiasi
radioterapi
b. Dosimetri radioterapi
c. Peralatan radioterapi
advance
d. QA/QC radioterapi
5. Pelayanan fisika medik
bidang kedokteran nuklir
a. Proteksi radiasi
kedokteran nuklir
b. Distribusi dosis organ
terapi kedokteran nuklir
c. Peralatan radiasi
kedokteran nuklir
d. QA/QC kedokteran nuklir

41

6. Alat ukur radiasi

7. Teknik penulisan ilmiah dan

8. Teknik advokasi

9. Penghitungan angka kredit

41

23

28

92

presentasi

C.

MATERI PENUNJANG:
1.

Dinamika Kelompok (Building


Learning Commitment = BLC)

2.

Pre Test dan Post Test


JUMLAH

Keterangan:
T = Teori; P = Penugasan; PL = Praktik Lapangan
Waktu: 1 jam pelajaran @ 45 menit
6. Alur Proses Pembelajaran
PEMBUKAAN
Membangun komitmen belajar (BLC)
Metode: games, diskusi

WAWASAN/PENGETAHUAN
-

KETRAMPILAN

Jabatan fungsional Fisikawan


Medis
Etika profesi Fisikawan Medis
Peraturan perundangan tentang
ketenaganukliran/ radiasi
pengion dan kebijakan Depkes
Fisika radiasi
Biologi radiasi

METODE:
Curah pendapat
Diskusi
Simulasi

Keselamatan radiasi
Fisika radiasi
Biologi radiasi
Pelayanan fisika medik bidang radiodiagnostik
Pelayanan fisika medik bidang radioterapi
Pelayanan fisika medik bidang kedokteran nuklir
Alat ukur radiasi
Penghitungan angka kredit
Teknik penulisan ilmiah dan presentasi

METODE:
Latihan/penugasan
Studi kasus
Diskusi kelompok
Presentasi/CTJ

PRAKTIK LAPANGAN
EVALUASI
PENUTUP

42

7. Garis-Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)


Materi Dasar 1

Jabatan Fungsional Fisikawan Medis

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami tentang Jabatan Fungsional Fisikawan

Umum

Medis

Tujuan

Pembelajaran

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan pengertian dan manfaat Jabatan

Khusus

Fungsional Fisikawan Medis.


2. Mengelompokkan jenjang jabatan dalam jabatan
fungsional Fisikawan Medis.
3. Menjelaskan persyaratan pengangkatan jabatan
fungsional Fisikawan Medis.
4. Menjelaskan persyaratan kenaikan pangkat
jabatan fungsional Fisikawan Medis.
5. Menjelaskan peraturan pemberhentian
sementara, pengangkatan kembali dan
pemberhentian jabatan fungsional Fisikawan
Medis.
6. Menjelaskan tentang tunjangan jabatan
fungsional Fisikawan Medis.

Pokok Bahasan

1. Pengertian dan manfaat jabatan fungsional


Fisikawan Medis.
2. Jenjang jabatan dalam jabatan fungsional
Fisikawan Medis.
3. Persyaratan pengangkatan jabatan fungsional
Fisikawan Medis.
4. Persyaratan kenaikan pangkat jabatan
fungsional Fisikawan Medis.
5. Peraturan pemberhentian sementara,
pengangkatan kembali dan pemberhentian
jabatan fungsional Fisikawan Medis.
6. Tunjangan jabatan fungsional Fisikawan Medis.

Waktu

2 jpl (T = 2, P = -)

Metode

Presentasi

Tanya Jawab

Tayangan powerpoint/transparansi

Media

43

Alat bantu

Referensi

Modul

OHP/LCD Projector

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

4. Peraturan MenPAN No. PER/12/M.PAN/5/ 2008


tentang Jabfung Fisikawan Medis dan Angka
Kreditnya.
5. SKB Menkes No. 1111/MENKES/PB/XII/2008 Ka BKN No. 29 TAHUN 2008 tentang Juklak
Jabfung Fisikawan Medis dan Angka Kreditnya.
6. Permenkes tentang Juknis Jabatan Fungsional
Fisikawan Medis (Draft)

Materi Dasar 2

Etika Profesi

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami etika profesi Fisikawan Medis.

Umum
Tujuan
Pembelajaran
Khusus

Pokok Bahasan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1.

Menjelaskan kebutuhan dasar manusia.

2.

Menjelaskan sistem nilai.

3.

Menjelaskan etika sebagai Ilmu Pengetahuan.

4.

Menjelaskan etika dan hukum.

5.

Menjelaskan etika profesi tenaga kesehatan.

6.

Menjelaskan etika profesi Fisikawan Medis.

1.

Kebutuhan dasar manusia.

2.

Sistem nilai.

3.

Etika sebagai Ilmu Pengetahuan.

4.

Etika dan hukum.

5.

Etika profesi tenaga kesehatan.

6.

Etika profesi Fisikawan Medis.

Waktu

2 jpl (T = 2, P = -)

Metode

Presentasi

Tanya jawab

Tayangan powerpoint/transparansi

Modul

Media

44

Alat bantu

Referensi

OHP/LCD Projector

Whiteboard + spidol

Komputer/laptop

ATK

1. I Gede AB Wiranata, 2005, Dasar-dasar Etika


dan Moralitas; Citra Aditya Bakti, Jakarta.
2. M. Yadimin Abdullah, 2006, Pengantar Studi
Etika, Rja Goofireta Persada, Jakarta.
3. Himpunan Etika Profesi, 2006, Pustaka Yasisia,
Jakarta.

Materi Dasar 3

Peraturan Perundangan Tentang


Ketenaganukliran/Radiasi Pengion dan Kebijakan
Depkes

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami dasar hukum dan sistim perijinan yang

Umum

berlaku dalam penyelenggaraan ketenaganukliran di


Indonesia dan kebijakan Depkes.

Tujuan

Pembelajaran

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menyebutkan peraturan dan perundang-

Khusus

undangan ketenaganukliran yang berlaku di


Indonesia.
2. Menyebutkan tujuan pengawasan dan inspeksi
ketenaganukliran.
3. Menjelaskan tata cara memperoleh ijin
pemanfaatan ketenaganukliran.
4. Menjelaskan kebijakan Depkes.

Pokok Bahasan
dan Sub Pokok
Bahasan

1. Peraturan perundangan ketenaganukliran:


a.

Undang undang ketenaganukliran

b.

Peraturan pemerintah: PP 33 tahun 2007,


PP 29 tahun 2008, PP 26 tahun 2002, PP 27
tahun 2002

c.

Peraturan Kepala BAPETEN

2. Sistim pengawasan
a.

Tujuan pengawasan dan inspeksi


ketenaganukliran

45

b.

Kelembagaan (Badan Pelaksana, Pengawas


dan Pertimbangan Tenaga Nuklir)

c.

Inspeksi

3. Tata cara memperoleh ijin pemanfaatan


ketenaganukliran.
a.

Persyaratan umum pemanfaatan tenaga


nuklir

b.

Persyaratan ijin bidang radiologi diagnostik,


radioterapi, kedokteran nuklir

c.

Pemberlakuan, perpanjangan, perubahan


dan pencabutan ijin

4. Kebijakan Depkes.
Waktu

2 jpl (T = 2, P = -)

Metode

Curah pendapat

Ceramah tanya jawab

Tayangan powerpoint/transparansi

Modul

OHP/LCD Projector

Whiteboard + spidol + ATK

Komputer/laptop

Media

Alat bantu

Referensi

1. PP 33 tahun 2007
2. PP 29 tahun 2008
3. PP 26 tahun 2002
4. PP 27 tahun 2002
5. Modul diklat PPR diagnostik BATAN, 2008.

Materi Dasar 4

Keselamatan Kerja Radiasi

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

melakukan keselamatan kerja radiasi.

Umum
Tujuan
Pembelajaran
Khusus

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan mengenai budaya keselamatan
kerja radiasi.
2. Menjelaskan kondisi pelayanan.
3. Menjelaskan program keselamatan radiasi di

46

daerah kerja.
4. Menjelaskan keselamatan radioaktifitas
lingkungan.
5. Membuat SOP untuk penanggulangan
kecelakaan radiasi.
Pokok Bahasan

1. Budaya Keselamatan.
2. Kondisi pelayanan.
3. Program keselamatan radiasi di daerah kerja.
4. Program keselamatan radioaktifitas lingkungan.
5. Teknik pembuatan SOP untuk penanggulangan
kecelakaan radiasi.

Waktu

3 jpl (T = 2, P = 1)

Metode

Ceramah tanya jawab


Penugasan: Pembuatan SOP

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Lembar penugasan

Alat Bantu

OHP/LCD Projektor
Whiteboard + Spidol + ATK
Komputer/laptop

Referensi

Suwarno Wirjosimin, 1995, Proteksi Radiasi, ITB,


Bandung.
Mukhlis Akhadi, 2000, Dasar- dasar Proteksi
Radiasi, PT. Rineka Cipta, Jakarta
Noviyanti Noor, 2003, Keselamatan Kerja terhadap
Radiasi, Modul Sosialisasi Sekuriti Sumber,
BAPETEN, Jakarta.

Materi Inti 1

Fisika Radiasi

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami interaksi radiasi dengan materi.

Umum
Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

menjelaskan:

Khusus

1. Rayleigh Scattering

47

2. Elastic dan Non-elastic Scattering


3. Fotolistrik
4. Hamburan Compton
5. Produksi pasangan
6. Foto nuklir
7. Aktivasi neutron
Pokok Bahasan

1. Rayleigh Scattering
2. Elastic dan Non-elastic Scattering
3. Fotolistrik
4. Hamburan Compton
5. Produksi Pasangan
6. Foto nuklir
7. Aktivasi Neutron

Waktu

3 jpl (T = 1, P = 2)

Metode

Curah pendapat

Ceramah tanya jawab

Penugasan

Tayangan powerpoint/transparansi

Modul

Lembar penugasan

OHP/LCD Projektor

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

Media

Alat Bantu

Referensi

1. Krane, K.S, 1988, Introductory Nuclear Physics,


John Wiley & Sons, USA.
2. Jayaraman S, Lanzl L H, 1996, Clinical
Radiotheraphy Physics Volume 1, CRC Press,
New York.
3. Busberg JT, Seibert JA, Leidolt EM, Boone JM,
2002,The Essential Physics of Medical Imaging,
Lippincott Williams &Wilkins, Baltimore.
4. EB Padgorsak, 2005, A Handbook for Teachers
and Students; IAEA, Vienna

48

Materi Inti 2

Biologi Radiasi

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami efek radiasi terhadap tubuh manusia.

Umum
Tujuan

Pembelajaran

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan radiobiologi.

Khusus

2. Menjelaskan modeling kuadratik linier.


3. Menjelaskan filosofi 4-R radioterapi.
4. Menjelaskan waktu dan fraksinasi.
5. Menghitung BED.

Pokok Bahasan

1. Radiobiologi.
2. Modeling kuadratik linier.
3. Filosofi 4-R Radioterapi.
4. Waktu dan fraksinasi.
5. Penghitungan BED.

Waktu

3 jpl (T = 2, P = 1)

Metode

Ceramah tanya jawab

Penugasan: Menghitung BED

Tayangan powerpoint/transparansi

Modul

Lembar penugasan

OHP/LCD Projektor

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

Media

Alat Bantu

Referensi

1. Hine, G. and Brownell, G, 1956, Radiation


Dosimetry, Academic Press, New York.
2. Quimby E. and Feitelberg S, 1963, Radioactive
Isotopes in Medicine and Biology, Lea & Febiger,
Philadelphia.
3. Johns H. E., 1961, The Physics of Radiology,
Charles C Thomas, Springfield, USA.
4. Focht E. F., Quimby E. H., and Gershowitz M.
1965, Revised average geometric factors for
cylinders in isotope dosage, Radiology 85, p151152.

49

Materi Inti 3A

Proteksi radiasi radiologi diagnostik

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

melakukan proteksi radiasi radiologi diagnostik.

Umum
Tujuan

Pembelajaran

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Menjelaskan survey radiasi lapangan.

Khusus

2. Membuat desain ruangan sedang.


3. Mengoreksi bacaan alat ukur surveymeter
lapangan dan dosimeter perorangan.

Pokok Bahasan

1. Survey radiasi lapangan.


2. Desain ruangan sedang.
3. Koreksi bacaan alat ukur surveymeter lapangan
dan dosimeter perorangan .

Waktu

5 jpl (T = 2, P = 1, PL = 2)

Metode

Ceramah tanya jawab


Penugasan:
- Membuat desain ruangan sedang.
- Menghitung hasil pengukuran survey radiasi
lapangan.
Praktik lapangan: Melakukan survey radiasi
lapangan

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Petunjuk praktik
Lembar penugasan
Modul

Alat bantu

OHP/LCD Projektor
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop
Surveymeter lapangan, meteran

Referensi

1.

---, 1996, International Basic Safety Standards for


Protection against Ionizing Radiation and for the
Safety of Radiation Sources, Safety Series
No.115, IAEA, Vienna.

2. ---, 1976, NCRP 49: Structural Shielding Design


and Evaluation for Medical Use of Xrays and
Gamma Rays of Energy up to 10 MeV,

50

Washington DC.
3. Patton H.McGinley, 2002, Shielding Techniques
for Radiation Oncology Facilities, Medical Physics
Publishing, Expanded 2nd Edition,New
Jersey,USA.

Materi Inti 3B

: Dosimetri Radiologi Diagnostik

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu memahami

Pembelajaran

dosimetri radiologi diagnostik.

Umum
Tujuan
Pembelajaran
Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan dosis referensi.
2. Menjelaskan dosimetri konvensional.
3. Menjelaskan dosimetri intervensional.
4. Menjelaskan optimasi dosis.

Pokok Bahasan
dan Sub Pokok
Bahasan

: 1. Dosis referensi
2. Dosimetri konvensional:
a. Definisi Entrance Surface Dose
b. Definisi Exit Dose
3. Dosimetri intervensional:
Definisi Dose Area Product
4. Optimasi dosis

Waktu

: 3 jpl (T = 3)

Metode

: Curah pendapat
Ceramah tanya jawab

Media

: Tayangan powerpoint/transparansi
Modul

Alat bantu

: OHP/LCD projector
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop

Referensi

: 1. ---, 1996, International Basic Safety Standards for


Protection against Ionizing Radiation and for the
Safety of Radiation Sources, Safety Series No.115,
IAEA, Vienna.
2. ---, 2007, Dosimetry in Diagnostic Radiology : An

51

International Code of Practice, IAEA TRS 457,


Vienna
3. ---, 2005, Optimization of Radiological Protection of
Patient Undergoing Radiography, Fluoroscopy and
Computed Tomography, IAEA Tecdoc 1423
4. UNSCEAR, 2000, WHO.

Materi Inti 3C

: Quality Assurance/Quality Control Radiologi


Diagnostik

Tujuan
Pembelajaran

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu melakukan


QA/QC

Umum
Tujuan
Pembelajaran
Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Melakukan QA/QC pesawat fluoroskopi
2. Melakukan QA/QC pesawat mamografi
3. Melakukan QA/QC pesawat USG
4. Melakukan QA/QC pengolahan film otomatik

Pokok Bahasan

: 1. QA/QC pesawat fluoroskopi


2. QA/QC pesawat mamografi
3. QA/QC pesawat USG
4. QA/QC pengolahan film otomatik

Waktu

: 6 jpl (T = 2, PL = 4)

Metode

: Ceramah tanya jawab


Praktik lapangan: Melakukan QA/QC

Media

: Tayangan powerpoint/ transparansi


Modul
Petunjuk praktik

Alat Bantu

: OHP/LCD projector
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop
Perlatan PKL: kVp meter, timer, phantom, detektor
dan elektrometer, test tool, termometer, barometer,
film, densitometer, sensitometer

Referensi

: 1. AAPM Report No. 74, 2002, Quality Control In


Diagnostic Radiology, USA

52

2. IPEM Report, 1999, Physics Aspects of Quality


Control in Radiology, UK.
3. ---, NCRP Seri 99, Quality Assurance Management,
USA.

Materi Inti 4A

: Proteksi Radiasi Radioterapi

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu melakukan

Pembelajaran

proteksi radiasi.

Umum
Tujuan
Pembelajaran
Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Membuat desain ruangan sedang.
2. Mengukur output radiasi sumber standar.
3. Mengkalibrasi alat ukur surveymeter lapangan dan
dosimeter perorangan.

Pokok Bahasan

: 1. Desain ruangan sedang


2. Pengukuran output radiasi sumber standar.
3. Kalibrasi alat ukur surveymeter lapangan dan
dosimeter perorangan

Waktu

: 6 jpl (T = 2, P = 2, PL = 2)

Metode

: Ceramah tanya jawab


Penugasan:
- Membuat desain
- Menghitung aktivitas sumber standar
Praktik lapangan

Media

: Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Lembar penugasan
Petunjuk praktik lapangan

Alat Bantu

: OHP/LCD projector
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop
Alat ukur radiasi

Referensi

: 1. ---, ICRP 90,


2. ---, 1976, NCRP 49: Structural Shielding Design and
Evaluation for Medical Use of Xrays and Gamma

53

Rays of Energy up to 10 MeV, Washington DC.


3. Herman Chamber, 1992, Introduction to Health
Physics, McGraw Hill, USA.

Materi Inti 4B

: Dosimetri Radioterapi

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu melakukan

Pembelajaran

dosimetri radioterapi.

Umum
Tujuan
Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan
dan Sub Pokok
Bahasan

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Mengukur dosimetri relatif.
2. Mengukur dosimetri absolut
: 1. Dosimetri relatif
a. Pengukuran HVL.
b. Pengukuran PDD.
c.

Pengukuran TMR.

d. Pengukuran TAR.
e. Pengukuran Scatter colimator.
f.

Pengukuran SCp.

2. Dosimetri absolut
Waktu

: 9 jpl (T = 2, PL = 7)

Metode

: Ceramah tanya jawab


Praktik lapangan

Media

: Tayangan powerpoint /transparansi


Petunjuk praktik lapangan
Modul

Alat Bantu

: OHP/LCD projector
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop
Alat ukur analisa berkas radiasi

Referensi

: 1. Faiz M Khan, 2003, The Physics of Radiation


Therapy, Lipincott Williams & Wilkins, USA.
2. B. Podgorsak, 2005, Radiation Oncology Physics, A
Handbook for Teachers and Students, IAEA, Vienna.
3. PMK. Leung, 1978, The Physical Basic of
Radiotherapy, USA.

54

Materi Inti 4C

: Peralatan Radioterapi Advance

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu menyusun

Pembelajaran

rencana pengembangan kebutuhan peralatan

Umum

radioterapi advance.

Tujuan
Pembelajaran
Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Menganalisa peralatan pelayanan yang ada saat ini
berkaitan dengan beban kerja, kondisi peralatan
dan teknologi.
2. Menyusun rencana pengembangan kebutuhan
peralatan radioterapi advance.

Pokok Bahasan

: 1. Analisa peralatan pelayanan yang ada saat ini


berkaitan dengan beban kerja, kondisi peralatan
dan teknologi.
2. Rencana pengembangan kebutuhan peralatan
radioterapi advance.

Waktu

: 4 jpl (T = 2, P = 2)

Metode

: Ceramah tanya jawab


Penugasan: Perencanaan pengembangan
kebutuhan peralatan

Media

: Tayangan powerpoint/ transparansi


Modul
Lembar penugasan

Alat Bantu

: OHP/LCD projector
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop

Referensi

: ----

Materi Inti 4D

: Quality Assurance/Quality Control Radioterapi

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu melakukan

Pembelajaran

QA/QC radioterapi

Umum
Tujuan
Pembelajaran
Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Melakukan QA/QC brakhiterapi.
2. Melakukan QA/QC aplikator brakhiterapi tahunan.
3. Melakukan QA/QC alat ukur radiasi eksternal,

55

brakhiterapi
4. Melakukan QA/QC pesawat telegama, LINAC,
simulator, TPS bulanan
5. Melakukan QA/QC TPS individual pasien baru dan
saat penggantian teknik penyinaran
Pokok Bahasan

: 1. QA/QC brakhiterapi remote after loading saat


penggantian sumber/ kwartalan
2. QA/QC aplikator brakhiterapi tahunan
3. QA/QC alat ukur radiasi eksternal, brakhiterapi
4. QA/QC pesawat telegama, LINAC, simulator, TPS
bulanan
5. QA/QC TPS individual pasien baru dan saat
penggantian teknik penyinaran

Waktu

: 11 jpl (T = 3, PL = 8)

Metode

: Ceramah tanya jawab


Praktik lapangan:

Melakukan QA/QC

Brakhiterapi, Telegama, LINAC, simulator, TPS


individual dan alat ukurnya
Media

: Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Petunjuk praktik

Alat bantu

: OHP/LCD Projektor
Whiteboard + Spidol
Komputer/laptop
Alat ukur radiasi
Pesawat radioterapi
QA/QC tool

Referensi

: 1. Tecdoc 1040, 1998, Design and Implementation of


Radiotherapy Program: Clinical, Medical, Physics,
Radiation Protection and Safety Aspect, IAEA,
Vienna.
2. William, 2000, Phisycs of Radiotherapy, Oxford, UK.

Materi Inti 5A

: Proteksi Radiasi Kedokteran Nuklir

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu melakukan

Pembelajaran

proteksi radiasi kedokteran nuklir

56

Umum
Tujuan
Pembelajaran
Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Membuat desain tempat pengelolaan limbah radiasi
sederhana dan sedang
2. Membuat desain ruangan sedang
3. Mengukur aktivitas sumber
4. Melakukan kalibrasi alat ukur survey-meter
lapangan dan dosimeter personal
5. Melakukan survey radiasi kedokteran nuklir

Pokok Bahasan

: 1. Desain tempat pengelolaan limbah radiasi


sederhana dan sedang
2. Desain ruangan sedang
3. Pengukuran aktifitas sumber
4. Kalibrasi alat ukur surveymeter lapangan dan
dosimeter personal
5. Survey radiasi kedokteran nuklir

Waktu

: 8 jpl (T = 2, P = 3, PL = 3)

Metode

: Ceramah tanya jawab


Penugasan:
- Membuat desain ruangan
- Membuat desain tempat pengelolaan limbah
radiasi
Praktik lapangan: Mengukur aktivitas sumber,
survey radiasi kedokteran nuklir

Media

: Tayangan powerpoint/ transparansi


Modul
Petunjuk penugasan
Petunjuk praktik

Alat Bantu

: OHP/LCD Projektor
Whiteboard + spidol
Komputer/laptop
Peralatan: Surveymeter, dose calibrator, alat ukur
kontaminasi

Referensi

: ___, 1982, Quality Assurance in Nuclear Medicine,


WHO.

57

Materi Inti 5B

: Distribusi Dosis Organ Terapi Kedokteran nuklir

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu memahami

Pembelajaran

prinsip perhitungan distribusi dosis organ terapi

Umum

kedokteran nuklir

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :

Pembelajaran

1. Menjelaskan metode MIRD.

Khusus
Pokok Bahasan

2. Menjelaskan metode ICRP.


: 1. Metode MIRD.
2. Metode ICRP

Waktu

: 2 jpl (T = 2)

Metode

: Curah pendapat
Ceramah tanya jawab

Media

: Tayangan powerpoint/ transparansi


Modul

Alat bantu

: OHP/ LCD Projektor


Whiteboard + spidol
Komputer/laptop

Referensi

1. MIRD Booklet No. 5,


2. AAPM, 1994, Internal Radiation Dosimetry, USA

Materi Inti 5C

: Peralatan Radiasi Kedokteran Nuklir

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu menyusun

Pembelajaran

rencana pengembangan kebutuhan peralatan

Umum

kedokteran nuklir.

Tujuan
Pembelajaran
Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menganalisa peralatan pelayanan yang ada saat
ini berkaitan dengan beban kerja, kondisi
peralatan dan teknologi.
2. Menyusun rencana pengembangan kebutuhan
peralatan kedokteran nuklir.

Pokok Bahasan

: 1. Analisa peralatan pelayanan yang ada saat ini


berkaitan dengan beban kerja, kondisi peralatan
dan teknologi.
2. Rencana pengembangan kebutuhan peralatan
kedokteran nuklir.

58

Waktu

: 4 jpl (T = 2, P = 2)

Metode

Ceramah tanya jawab


Penugasan: Menyusun rencana pengembangan
kebutuhan peralatan kedokteran nuklir

Media

Alat bantu

Referensi

Tayangan powerpoint/ transparansi

Modul

Lembar penugasan

OHP/ LCD Projektor

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

: 1.

Michael E. Phelps, PhD, 2006, PET Physics


Instrumentation and Scanners, Springers Science
and Business Media LLC New York.

2.

Paul Kinahan , PhD, Dual Modality PET/ CT


Scanners for Moleculer Imaging, University of
Washington

: 3.

Avinash C.Kak & Malcolm Slaney, 1999, Principles


of Computerized Tomographic Imaging, IEEE Press,
New York.

4.

Bushberg, 2000, The Essential Physics of Medical


Imaging Chapter 13, Computed Tomography,
Kalender Verlag.

5.

Dale L Bailey, Davia, Peter, Michael, 2005,


Positron Emission Tomography, Springer Verlag
Leadon Limited.

Materi Inti 5D

: Quality Assurance/Quality Control Kedokteran


Nuklir

Tujuan
Pembelajaran

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu melakukan


QA/QC kedokteran nuklir advance

Umum
Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu melakukan

Pembelajaran

QA/QC pesawat kedokteran nuklir advance harian,

Khusus

mingguan, bulanan.

Pokok Bahasan

: QA/QC pesawat kedokteran nuklir advance harian,


mingguan, bulanan.

59

Waktu

: 4 jpl (T = 2, PL = 2)

Metode

: Ceramah tanya jawab


Praktik lapangan:
Melakukan QA/QC pesawat kedokteran nuklir
advance

Media

: Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Petunjuk praktik

Alat Bantu

: OHP/LCD Projektor
Whiteboard + spidol
Komputer/laptop
QA/QC tool
Pesawat kedokteran nuklir advance

Referensi

: ___, 1982, Quality Assurance in Nuclear Medicine,


WHO.

Materi Inti 6

: Alat Ukur Radiasi

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu memahami

Pembelajaran

alat ukur radiasi

Umum
Tujuan
Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan
dan Sub Pokok
Bahasan

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Menjelaskan pemilihan alat ukur radiasi
2. Menjelaskan ketelusuran faktor kalibrasi alat ukur
: 1. Pemilihan alat ukur radiasi
a. Alat ukur untuk dosimetri konvensional
b. Alat ukur untuk dosimetri intervensional
c. Alat ukur untuk dosimetri radioterapi 3D CRT.
2. Ketelusuran faktor kalibrasi alat ukur

Waktu

: 2 jpl (T = 2)

Metode

: Curah pendapat
Ceramah tanya jawab

Media

: Tayangan powerpoint/transparansi
Modul

Alat Bantu

: OHP/LCD Projektor

60

Whiteboard + spidol
Komputer/laptop
Referensi

: 1. IAEA, TRS 277, 1997, Vienna.


2. IAEA, TRS 381, 1998, Vienna.
3. IAEA, TRS 398, 2000, Vienna.
4. IAEA, TRS 457, 2007, Vienna.

Materi Inti 7

: Teknik Penulisan dan Presentasi

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu menulis

Pembelajaran

tulisan ilmiah dan melakukan presentasi ilmiah.

Umum
Tujuan
Pembelajaran
Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Menjelaskan metode-metode penulisan yang sesuai
2. Menyusun tulisan ilmiah sesuai dengan kaidah
ilmiah.
3. Melakukan presentasi ilmiah.
4. Menilai penulisan ilmiah fisika medik.

Pokok Bahasan
dan Sub Pokok
Bahasan

: 1. Metoda penulisan ilmiah.


a. Cara menggunakan perpustakaan
kedokteran/MIPA.
b. Cara membuat daftar rujukan/ acuan
2. Teknik menyusun tulisan ilmiah sesuai dengan
kaidah ilmiah (majalah ilmiah, jurnal).
3. Teknik presentasi ilmiah.
4. Teknik penilaian tulisan ilmiah.

Waktu

: 2 jpl (T = 1, P = 1)

Metode

: Ceramah tanya jawab


Penugasan:
Penilaian penulisan ilmiah

Media

: Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Lembar penugasan

Alat Bantu

: OHP/LCD Projektor
Whiteboard + spidol

61

Komputer/laptop
Referensi

: 1. Siti Annijat Maimunah, 2007, Buku Pintar Bahasa


Indonesia, Prestasi Pustaka, Jakarta.
2. Arjatmo Tjokronegoro, dan Sumedi Sudarsono,
2000, Metodologi Penelitian Bidang Kedokteran, UI
Press, Jakarta
3. Sudigdo Sastroasmoro, dan Sofyan Ismail, 2002,
Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, Sagung
Seto, Jakarta.

Materi Inti 8

: Teknik Advokasi

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu memahami

Pembelajaran

teknik advokasi

Umum
Tujuan
Pembelajaran
Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Menjelaskan pengertian advokasi
2. Menjelaskan prinsip-prinsip advokasi
3. Menjelaskan komunikasi dalam advokasi
4. Menjelaskan indikator hasil advokasi

Pokok Bahasan

: 1. Pengertian advokasi
2. Prinsip-prinsip advokasi
3. Komunikasi dalam advokasi
4. Indikator hasil advokasi

Waktu

: 2 jpl (T = 2)

Metode

: Curah pendapat
Ceramah tanya jawab

Media

: Tayangan powerpoint/transparansi
Modul

Alat Bantu

: OHP/LCD Projektor
Whiteboard + spidol
Komputer/laptop

Referensi

: Soekidjo Notoatmojo, 2007, Promosi Kesehatan dan


Ilmu Perilaku, Rineka Cipta, Jakarta.

62

Materi Inti 9

: Penghitungan Angka Kredit

Tujuan

: Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu melakukan

Pembelajaran

penghitungan angka kredit jabatan fungsional

Umum

fisikawan medis

Tujuan
Pembelajaran
Khusus

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :


1. Menjelaskan definisi operasional.
2. Mempraktikkan penilaian angka kredit unsur
pendidikan.
3. Mempraktikkan penilaian angka kredit unsur
pelaksanaan/substansi.
4. Mempraktikkan penilaian angka kredit
pengembangan profesi.
5. Mempraktikkan penilaian angka kredit unsur
penunjang.

Pokok Bahasan

: 4. Definisi operasional
5. Penilaian angka kredit unsur pendidikan.
6. Penilaian angka kredit unsur
pelaksanaan/substansi.
7. Penilaian angka kredit unsur pengembangan
profesi.
8. Penilaian angka kredit unsur penunjang.

Waktu

: 4 jpl (T = 1, P = 3)

Metode

: Ceramah tanya jawab


Praktik/latihan-latihan, studi kasus
Diskusi kelompok

Media

: Tayangan powerpoint/transparansi
Lembar penugasan
Petunjuk diskusi

Alat bantu

: OHP/LCD Projektor
Whiteboard + spidol
Komputer/laptop

Referensi

: 4. Peraturan MenPAN No. PER/12/M.PAN/5/ 2008


tentang Jabfung Fisikawan Medis dan Angka
Kreditnya.
5. SKB Menkes No. 1111/MENKES /PB/XII/2008 Ka BKN No. 29 TAHUN 2008 tentang Juklak

63

Jabfung Fisikawan Medis dan Angka Kreditnya.


6. Permenkes tentang Juknis Jabatan Fungsional
Fisikawan Medis (Draft)

Materi
Penunjang 1
Tujuan

: Dinamika

Kelompok

(Building

Learning

Comitment = BLC)
: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

membangun komitmen belajar untuk menciptakan

Umum

suasana belajar yang kondusif selama pelatihan


dalam mencapai tujuan pelatihan.

Tujuan
Pembelajaran

: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


6.

Khusus

Mengenal peserta lain di dalam kelas, fasilitator,


dan panitia pelatihan.

7.

Mengidentifikasi harapan yang ingin dicapai oleh


masing-masing peserta setelah mengikuti
pelatihan.

8.

Menyepakati nilai selama proses pelatihan.

9.

Membuat kontrak belajar untuk mewujudkan


tujuan pembelajaran.

10. Membentuk organisasi kelas.


Pokok Bahasan

: 6.

Mengenal peserta lain di dalam kelas, fasilitator,


dan panitia pelatihan.

7.

Mengidentifikasi harapan yang ingin dicapai oleh


masing-masing peserta setelah mengikuti
pelatihan.

8.

Menyepakati nilai selama proses pelatihan.

9.

Membuat kontrak belajar untuk mewujudkan


tujuan pembelajaran.

10. Membentuk organisasi kelas.


Waktu

: 3 jpl (T = -, P = 3)

Metod

Media

Alat bantu

Penugasan

Diskusi kelompok

Permainan

Tayangan powerpoint/transparansi

Bahan permainan

Whiteboard + ATK

64


Referensi

Flipchart

: Kofman, Fred and Senge, Peter M., 2004, Comunities


of Commitment: The Heart of Learning Organizations.
(Special Issue on the Learning Organization).

F. KURIKULUM
PELATIHAN
JENJANG MADYA

FUNGSIONAL

FISIKAWAN

MEDIS

1. Peserta Pelatihan
a.

Kriteria:
Peserta telah diangkat dalam jabatan fungsional Fisikawan
Medis
jenjang
Madya
dengan
melampirkan
SK
Pengangkatan.
Pendidikan D4/S1 Fisika Medik/Fisika.
Memiliki
kompetensi
pengalaman.

berdasarkan

pendidikan

dan

Masih akan tetap aktif sebagai fisikawan medis selama 3


tahun.
b. Jumlah:
Peserta berjumlah maksimal 30 orang
2. Pelatih/Fasilitator
a.

Kriteria:
Pelatih/fasilitator memiliki kemampuan kediklatan.
Pendidikan pelatih/fasilitator minimal setara dengan kriteria
peserta, dengan tambahan keahlian di bidang materi yang
akan diajarkan.
Menguasai materi yang dilatihkan atau mempunyai
pengalaman dan pengetahuan di bidang fisika medik.

b. Berasal dari:
Departemen Kesehatan RI.
Organisasi profesi.
Institusi Pendidikan (Universitas).
Sarana pelayanan
Bapelkes).

kesehatan

(RS

kelas

A/B,

BPFK,

Instansi pemerintah lain yang terkait.

65

3. Penyelenggara
Penyelenggara pelatihan harus terakreditasi oleh Pusat Pendidikan
dan Pelatihan Departemen Kesehatan RI, serta mempunyai minimal
1 orang panitia yang telah mengikuti traning tentang
penyelenggaraan pelatihan (TOC = Training of Course) atau pernah
menyelenggarakan diklat.
4. Tujuan Pelatihan
a.

Tujuan Umum:
Setelah selesai mengikuti
pelatihan, peserta mampu
melaksanakan pelayanan fisika medik secara tepat dan benar
sesuai Jabatan Fungsional Fisikawan Medis Jenjang Madya.

b. Tujuan Khusus:
Setelah selesai pelatihan, peserta mampu:
1)

Memahami dan menjelaskan jabatan fungsional Fisikawan


Medis, etika profesi, peraturan perundang-undangan
tentang Ketenaga Nukliran/Radiasi Pengion.

2)

Memahami keselamatan
pengelolaan limbah.

3)

Memahami metodologi penelitian.

4)

Memahami manajemen kualitas dan profesionalisme.

5)

Memahami fisika lanjut.

6)

Memahami biologi radiasi.

7)

Melakukan analisis kebutuhan peralatan


keselamatan radiologi diagnostik (advance).

dan

sistem

8)

Melakukan analisis kebutuhan


keselamatan radioterapi.

peralatan

dan

sistem

9)

Memahami analisis kebutuhan


keselamatan kedokteran nuklir.

peralatan

dan

sistem

radiasi,

termasuk

emergensi,

10) Memahami teknik penulisan dan presentasi.


11) Memahami teknik advokasi.
12) Melakukan penghitungan angka kredit.
5. Struktur Program
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka disusunlah materi-materi
berupa modul-modul yang akan diberikan secara rinci sesuai tabel
sebagai berikut:

66

WAKTU
NO

A.

MATERI
T

PL

JLH

MATERI DASAR:
1.

Materi penyegaran:
Jabfung Fisikawan Medis
Etika profesi
Peraturan Perundangan tentang
Ketenaga Nukliran/ Radiasi Pengion

2.
B.

Keselamatan Radiasi

MATERI INTI:
1.

Metodologi penelitian

2.

Manajemen kualitas dan

12

12

25

23

15

63

profesionalisme
3.

Fisika lanjut

4.

Biologi radiasi

5.

Radiologi diagnostik (advance)

6.

Radioterapi (advance)

7.

Kedokteran nuklir (advance)

8.

Teknik penulisan dan presentasi

9.

Teknik advokasi

10. Penghitungan angka kredit


C.

MATERI PENUNJANG:
1.

Dinamika Kelompok (Building Learning


Comitment = BLC)

2.

Pre test dan Post test

JUMLAH

Keterangan:
T = Teori; P = Penugasan; PL = Praktik Lapangan
Waktu: 1 jam pelajaran @ 45 menit

67

6. Alur Proses Pembelajaran


PEMBUKAAN

Membangun komitmen belajar (BLC)


Metode : games, diskusi

WAWASAN/PENGETAHUAN
Etika profesi
Keselamatan radiasi
Metodologi penelitian
Manajemen kualitas dan profesionalisme
Fisika, biologi radiasi
Radiologi diagnostik, Radioterapi,
kedokteran nuklir (analisis kebutuhan
peralatan radiodiagnostik dan sistem
keselamatan; desain ruangan radiasi;
survey radiasi; dosimetri, QA/QC; proteksi
radiasi)
- Teknik penulisan dan presentasi
- Teknik advokasi

KETRAMPILAN
Radiologi Diagnostik
Radioterapi
Kedokteran Nuklir

METODE :
Curah pendapat
Diskusi
Simulasi

METODE :
- Latihan
- Studi kasus
- Diskusi
- Presentasi

Terhadap:
9 Analisis kebutuhan peralatan
radiodiagnostik dan sistem keselamatan
9 Desain ruangan radiasi
9 Survey radiasi
9 Dosimetri
9 Pelaksanaan QA/QC
9 Proteksi radiasi
- Penghitungan angka kredit

PRAKTIK LAPANGAN
EVALUASI
PENUTUP

7. Garis-Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)


Materi Dasar 1

Materi Penyegaran:
Jabatan fungsional Fisikawan Medis, Etika
profesi, Peraturan perundang-undangan tentang
Ketenaga Nukliran/Radiasi Pengion.

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami:

Umum

1. Jabatan fungsional Fisikawan Medis


2. Etika profesi
3. Peraturan perundang-undangan tentang Ketenaga

68

Nukliran/Radiasi Pengion.
Tujuan

Pembelajaran
Khusus

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu :

Menjelaskan jabatan fungsional fisikawan medis.

Menjelaskan etika profesi.

Menjelaskan

peraturan

perundang-undangan

tentang Ketenaga Nukliran/Radiasi


Pokok Bahasan

1. Jabatan fungsional fisikawan medis.


2. Etika profesi.
3. Peraturan

perundang-undangan

tentang

Ketenaga Nukliran/ Radiasi


Waktu

2 jpl (T = 2)

Metode

Curah pendapat
Ceramah tanya jawab

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul

Alat bantu

OHP/LCD Projector
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop

Referensi

Peraturan MenPAN No. PER/12/M.PAN/5/ 2008


tentang Jabfung Fisikawan Medis dan Angka
Kreditnya.
SKB Menkes No. 1111/MENKES/PB/XII/2008 Ka BKN No. 29 TAHUN 2008 tentang Juklak
Jabfung Fisikawan Medis dan Angka Kreditnya.
Permenkes tentang Juknis Jabatan Fungsional
Fisikawan Medis (Draft)
I Gede AB Wiranata, 2005, Dasar-dasar Etika dan
Moralitas; Citra Aditya Bakti, Jakarta.
M. Yadimin Abdullah, 2006, Pengantar Studi
Etika, Rja Goofireta Persada, Jakarta.
Himpunan Etika Profesi, 2006, Pustaka Yasisia,
Jakarta.
PP 33 tahun 2007
PP 29 tahun 2008
PP 26 tahun 2002
PP 27 tahun 2002

69

Modul diklat PPR diagnostik BATAN, 2008.

Materi Dasar 2

Keselamatan Radiasi

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami keselamatan radiasi termasuk emergensi

Umum

dan pengelolaan limbah.

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

menjelaskan:

Khusus

1. Ketentuan umum keselamatan radiasi.


2. Sistem manajemen keselamatan radiasi.
3. Kecelakaan radiasi & penanggulangan keadaan
darurat.
4. Dekontaminasi.
5. Pengelolaan limbah radiasi.
6. Keselamatan untuk pengangkutan zat radioaktif.

Pokok Bahasan

1. Ketentuan umum keselamatan radiasi.


2. Sistem manajemen keselamatan radiasi.
3. Kecelakaan radiasi dan penanggulangan
kecelakaan.
4. Dekontaminasi.
5. Pengelolaan limbah radiasi.
6. Ketentuan keselamatan untuk pengangkutan zat
radioaktif.

Waktu

4 jpl (T = 2, P = 2)

Metode

Curah pendapat
Ceramah tanya jawab
Penugasan

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Lembar penugasan

Alat bantu

OHP/LCD Projector
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop

Referensi

Suwarno Wirjosimin, 1995, Proteksi Radiasi, ITB,


Bandung.

70

Mukhlis Akhadi, 2000, Dasar- dasar Proteksi


Radiasi, PT. Rineka Cipta, Jakarta
Noviyanti Noor, 2003, Keselamatan Kerja terhadap
Radiasi, Modul Sosialisasi Sekuriti Sumber,
BAPETEN, Jakarta.

Materi Inti 1

Metodologi Penelitian

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami dasar-dasar metodologi penelitian bidang

Umum

Fisika Medik.

Tujuan

Pembelajaran

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan ruang lingkup metodologi penelitian

Khusus

2. Menyusun proposal penelitian ilmiah dengan


benar.
3. Memahami metode-metode penelitian. yang sesuai
untuk bidang fisika medik
4. Menilai hasil penelitian fisika medik.

Pokok Bahasan
dan Sub Pokok
Bahasan

1. Ruang lingkup metodologi penelitian.


2. Langkah-langkah dalam menyusun penelitian
a. Perumusan masalah dan tujuannya.
b. Perumusan hipotesa.
c.

Penetapan metode penelitian.

d. Pembuatan etical clearance.


e. Pengumpulan data.
f.

Pengolahan data.

g. Analisa data.
h. Publikasi penelitian.
3. Beberapa metode penelitian untuk bidang fisika
medik
a. Metode Observasi.
b. Metode Survei.
c.

Metode Experimen.

d. Metode kasus-kontrol..
4. Teknik menilai hasil penelitian lain bidang fisika
medik
a. Penelitian Rumah Sakit.

71

b. Penelitian Data masyarakat.


c.

Penelitian Sekunder.

Waktu

4 jpl (T = 2, P = 2)

Metode

Curah pendapat
Ceramah tanya jawab
Penugasan

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Lembar penugasan

Alat bantu

Referensi

OHP/LCD Projektor

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

1. Arjatmo Tjokronegoro, dan Sumedi Sudarsono,


2000, Metodologi Penelitian bidang Kedokteran,
UI Press, Jakarta.
2. Sudigdo Sastroasmoro, dan Sofyan Ismail, 2002,
Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, Sagung
Seto, Jakarta.
3. Suharsimi Arikunto, 1991, Prosedur Penelitian,
PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Materi Inti 2

Manajemen Kualitas dan Profesionalisme

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami manajemen kualitas dan

Umum

profesionalisme.

Tujuan

Pembelajaran

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan kesadaran profesionalisme.

Khusus

2. Menjelaskan manajemen umum (TQM).


3. Menjelaskan quality management system.
4. Menjelaskan Information Technology (IT)

Pokok Bahasan

Waktu

1.

Kesadaran profesionalisme.

2.

Manajemen mutu (TQM).

3.

Quality management system

4.

Information Technology (IT)

4 jpl (T = 2, P = 2)

72

Metode

Curah pendapat
Ceramah tanya jawab
Penugasan

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Lembar penugasan

Alat Bantu

OHP/LCD Projektor

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

Referensi

ISO 17025/9000 tahun 2005

Materi Inti 3

Fisika Lanjut

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami fisika lanjut.

Umum
Tujuan

Pembelajaran

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan electron interaction

Khusus

2. Menjelaskan photon interaction


3. Menjelaskan fisika pencitraan dan terapi non
pengion.

Pokok Bahasan

dan Sub Pokok

1. Electron interaction
2. Photon interaction

Bahasan

3. Fisika pencitraan dan terapi non pengion:


a. MRI
b. USG
c. Terapi Thermal
d. PDT

Waktu

3 jpl (T = 3)

Metode

Curah pendapat
Ceramah tanya jawab

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul

Alat bantu

OHP/LCD Projektor

Whiteboard + ATK

73


Referensi

Komputer/laptop

1. JP. Jones et.al, 1998 (foundation of medical


imaging), John Willey and Sons, USA
2. Krane, K.S, 1988, Introductory Nuclear Physics,
John Wiley & Sons, USA.
3. Jayaraman S, Lanzl L H, 1996, Clinical
Radiotheraphy Physics Volume 1, CRC Press, New
York.
4. Busberg JT, Seibert JA, Leidolt EM, Boone JM,
2002, The Essential Physics of Medical Imaging,
Lippincott Williams &Wilkins, Baltimore.
5. EB Padgorsak, 2005, A Handbook for Teachers
and Students; IAEA, Vienna
6. --, 2007, AAPM Report, Photo Dynamic Therapy,
Medical Physics Publishing, USA.

Materi Inti 4

Biologi Radiasi

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami biologi radiasi.

Umum
Tujuan

Pembelajaran

1. Menjelaskan biokimia.

Khusus
Pokok Bahasan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:

2. Menjelaskan radiasi hormesis.


:

1. Biokimia.
2. Radiasi hormesis

Waktu

2 jpl (T = 2)

Metode

Curah pendapat
Ceramah tanya jawab

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul

Alat Bantu

Referensi

OHP/LCD Projektor

Whiteboard + ATK

Komputer/laptop

---, 1998, Health Effects and Medical Survaillance


Practical Radiation - Technical Manual, IAEA, Vienna.

74

Materi Inti 5

Radiologi Diagnostik (tingkat advance)

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

melakukan tugas Fisikawan Medis tingkat advance

Umum

di radiologi diagnostik

Tujuan

Pembelajaran

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Melakukan analisis kebutuhan peralatan radiologi

Khusus

diagnostik dan sistem keselamatan.


2. Membuat desain ruangan radiasi kompleks.
3. Melakukan survey radiasi.
4. Melakukan dosimetri advance pengion dan non
pengion.
5. Melakukan QA/QC advance pengion dan non
pengion.
6. Melakukan proteksi radiasi (lanjut).

Pokok Bahasan

1. Analisis kebutuhan peralatan radiodiagnostik dan

dan Sub Pokok

sistem keselamatan:

Bahasan

a. Penentuan spesifikasi alat


b. Cara membuat desain program acceptance test
c.

Cara mendesain program komisioning

d. Review dokumen tender


e. Studi pasar
2. Desain ruangan radiasi kompleks
3. Survey radiasi
4. Dosimetri advance pengion dan non pengion.
5. QA/QC advance pengion dan non pengion
6. Proteksi radiasi: estimasi penerimaan dosis
Waktu

12 jpl (T = 2, P = 4, PL = 6)

Metode

Curah pendapat
Ceramah tanya jawab
Penugasan
Praktik lapangan

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Lembar penugasan
Petunjuk praktik

75

Alat bantu

OHP/LCD Projektor
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop

Referensi

1. Herman Chamber, 1992, Introduction to Health


Physics, McGraw Hill, USA
2. FH Attix, 1986, Introduction to Radiology Physics
and Radiation Dosimetry, John Willey & Sons,
USA.

Materi Inti 6

Radioterapi

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

melakukan tugas Fisikawan Medis tingkat advance

Umum

di radioterapi.

Tujuan

Pembelajaran

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Melakukan analisis kebutuhan peralatan

Khusus

radioterapi dan sistem keselamatan


2. Membuat desain ruangan radiasi kompleks.
3. Melakukan survey radiasi.
4. Melakukan proteksi radiasi.
5. Melakukan dosimetri.
6. Menggunakan Treatment Planning System (TPS)
7. Melakukan QA/QC.

Pokok Bahasan

1. Analisis kebutuhan peralatan radioterapi dan

dan Sub Pokok

sistem keselamatan:

Bahasan

a. Penentuan spesifikasi alat


b. Cara membuat desain program acceptance test
c. Cara membuat desain program komisioning
d. Review dokumen tender
e. Studi pasar.
2. Desain ruangan radiasi kompleks
3. Survey radiasi
4. Proteksi radiasi:
a. Penilaian rencana kerja survey
b. Tindakan emergensi.
5. Dosimetri:

76

a. Pengukuran radiasi teknik advance


b. Brakhiterapi
c. Perhitungan dosis eksternal TBI foton dan
elektron.
6. Treatment Planning System (TPS) :
a. 3D CRT advance
b. Brakhiterapi teknik intra luminal
c. Brakhiterapi teknik moulding
d. Brakhiterapi 3D CRT
e. Brakhiterapi teknik advance
Pokok Bahasan

dan Sub Pokok

7. QA/QC:
a. Brakhiterapi remote after loading tahunan

Bahasan

b. Pesawat telegama saat penggantian


sumber/tahunan
c.

Pesawat linac tahunan

d. Simulator tahunan
e. TPS
Waktu

12 jpl (T = 3, P = 4, PL = 5)

Metode

Curah pendapat
Ceramah tanya jawab
Penugasan
Praktik lapangan

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Lembar penugasan
Petunjuk praktik

Alat bantu

OHP/LCD Projektor
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop
Peralatan praktik lapangan

Referensi

1. Safety Report Series No.47, Radiation Protection in


The Design of Radiotherapy Facilities, IAEA,
Vienna,.
2. TRS 430, 2004, Commissioning and Quality
Assurance of Computerized Planning System, IAEA,

77

Vienna,
3. EB Padgorsak, 2005, A Handbook for Teachers
and Students; IAEA, Vienna
4. IAEA Publication 1296, 2008, Setting-up a
Radiotherapy Programme: Clinical, Medical
Physics, Radiation Protection and Safety Aspects,
Vienna.

Materi Inti 7

Kedokteran Nuklir

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

melakukan tugas Fisikawan Medis tingkat advance

Umum

di kedokteran nuklir.

Tujuan

Pembelajaran

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Melakukan analisis kebutuhan peralatan

Khusus

kedokteran nuklir dan sistem keselamatan


2. Membuat desain ruangan radiasi kompleks.
3. Melakukan survey radiasi.
4. Melakukan proteksi radiasi.
5. Melakukan dosimetri nuklir dan kalibrasi aktifitas
radioisotop.
6. Melakukan QA/QC:

Pokok Bahasan

1. Analisis kebutuhan peralatan radiodiagnostik dan

dan Sub Pokok

sistem keselamatan, yaitu:

Bahasan

a. Penentuan spek alat


b. Cara membuat desain program acceptance test
c. Cara membuat desain program komisioning
d. Review dokumen tender
e. Studi pasar.
2. Desain ruangan radiasi kompleks
3. Survey radiasi
4. Proteksi radiasi
5. Dosimetri nuklir: kalibrasi aktifitas radioisotop
6. QA/QC:
a. Pesawat nuklir advance bulanan
b. Radioisotop di kedokteran nuklir

Waktu

9 jpl (T = 2, P = 3, PL = 40)

78

Metode

Curah pendapat
Ceramah tanya jawab
Penugasan
Praktik lapangan

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul
Lembar penugasan
Petunjuk praktik

Alat bantu

OHP/LCD Projektor
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop
Peralatan praktik lapangan

Referensi

1. Arthur Beissser, Konsep Fisika Modern, Erlangga,


Jakarta, 1983
2. BAPETEN, Ketentuan Keselamatan Kerja Dengan
Radiasi, Seri Peraturan Keselamatan Nuklir,
Jakarta, 31 Mei 2001.
3. BATAN, Pengelolaan Limbah Radioaktif, Jakarta,
2002
4. BATAN, Pedoman Proteksi Radiasi di rumah Sakit
dan Tempat Praktek Umum Lainnya, BATAN,
Jakarta, 1985
5. BAPETEN, Ketentuan Keselamatan Kerja Dengan
Radiasi, BAPETEN, Jakarta, 1999
6. R .Bairi, Balvinder Singh, NC Rathod, PV
Narurkar, Handbook of Nuclear Medicine
Instruments, Tata McGraw-Hill Publishing
Company Limited, New Delhi, 1994
7. D Bruce Sodee, Paul J Early, Sharon Wike,
Mosbys, Manual of Nuclear Medicine procedures,
The CV Mosby Company, St Louis, 1981.

Materi Inti 8

Teknik Penulisan dan Presentasi

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami cara menulis tulisan ilmiah dan

Umum

mempresentasikannya.

79

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

menjelaskan:

Khusus

1. Metode-metode penulisan yang sesuai


2. Teknik menyusun tulisan ilmiah sesuai dengan
kaidah ilmiah.
3. Teknik menilai penulisan ilmiah fisika medik.
4. Teknik presentasi ilmiah.

Pokok Bahasan

dan Sub Pokok

1. Metoda penulisan ilmiah.


a. Cara menggunakan perpustakaan kedokteran

Bahasan

/MIPA.
b. Cara membuat daftar rujukan/ acuan
2. Teknik menyusun tulisan ilmiah sesuai dengan
kaidah ilmiah (majalah ilmiah, jurnal).
3. Teknik penilaian tulisan ilmiah.
4. Teknik presentasi ilmiah.

Waktu

2 jpl (T = 2)

Metode

Curah pendapat
Ceramah tanya jawab

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul

Alat bantu

OHP/LCD Projektor
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop

Referensi

1. Siti Annijat Maimunah, 2007, Buku Pintar Bahasa


Indonesia, Prestasi Pustaka, Jakarta.
2. Arjatmo Tjokronegoro, dan Sumedi Sudarsono,
2000, Metodologi Penelitian Bidang Kedokteran, UI
Press, Jakarta
3. Sudigdo Sastroasmoro, dan Sofyan Ismail, 2002,
Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, Sagung
Seto, Jakarta.

Materi Inti 9

Teknik Advokasi

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

memahami teknik advokasi

80

Umum
Tujuan

Pembelajaran

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Menjelaskan pengertian advokasi

Khusus

2. Menjelaskan prinsip-prinsip advokasi


3. Menjelaskan komunikasi dalam advokasi
4. Menjelaskan indikator hasil advokasi

Pokok Bahasan

1. Pengertian advokasi
2. Prinsip-prinsip advokasi
3. Komunikasi dalam advokasi
4. Indikator hasil advokasi

Waktu

2 jpl (T = 2)

Metode

Curah pendapat
Ceramah tanya jawab

Media

Tayangan powerpoint/transparansi
Modul

Alat Bantu

OHP/LCD Projektor
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop

Referensi

Soekidjo Notoatmojo, 2007, Promosi Kesehatan dan


Ilmu Perilaku, Rineka Cipta, Jakarta.

Materi Inti 10

Penghitungan Angka Kredit

Tujuan

Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu

Pembelajaran

melakukan penghitungan angka kredit jabatan

Umum

fungsional fisikawan medis

Tujuan
Pembelajaran
Khusus

Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu :


1. Menjelaskan definisi operasional.
2. Mempraktikkan penilaian angka kredit unsur
pendidikan.
3. Mempraktikkan penilaian angka kredit unsur
pelaksanaan/substansi.
4. Mempraktikkan penilaian angka kredit
pengembangan profesi.
5. Mempraktikkan penilaian angka kredit unsur
penunjang.

81

Pokok Bahasan

1. Definisi operasional
2. Penilaian angka kredit unsur pendidikan.
3. Penilaian angka kredit unsur
pelaksanaan/substansi.
4. Penilaian angka kredit unsur pengembangan
profesi.
5. Penilaian angka kredit unsur penunjang.

Waktu

2 jpl (T = 1, P = 1)

Metode

Ceramah tanya jawab


Praktik/latihan-latihan, studi kasus
Diskusi kelompok

Media

Tayangan transparasi/powerpoint
Lembar penugasan
Petunjuk diskusi

Alat bantu

OHP/LCD Projektor
Whiteboard + ATK
Komputer/laptop

Referensi

1. Peraturan MenPAN No. PER/12/M.PAN/5/ 2008


tentang Jabfung Fisikawan Medis dan Angka
Kreditnya.
2. SKB Menkes No. 1111/MENKES/ PB /XII/2008
- Ka BKN No. 29 TAHUN 2008 tentang Juklak
Jabfung Fisikawan Medis dan Angka Kreditnya.
3. Permenkes tentang Juknis Jabatan Fungsional
Fisikawan Medis (Draft)

Materi

Penunjang 1
Tujuan

Dinamika

Kelompok

(Building

Learning

Comitment = BLC)
:

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu

Pembelajaran

membangun komitmen belajar untuk menciptakan

Umum

suasana belajar yang kondusif selama pelatihan


dalam mencapai tujuan pelatihan.

Tujuan
Pembelajaran
Khusus

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:


1. Mengenal peserta lain di dalam kelas, fasilitator,
dan panitia pelatihan.
2. Mengidentifikasi harapan yang ingin dicapai oleh

82

masing-masing peserta setelah mengikuti


pelatihan.
3. Menyepakati nilai selama proses pelatihan.
4. Membuat kontrak belajar untuk mewujudkan
tujuan pembelajaran.
5. Membentuk organisasi kelas.
Pokok Bahasan

1. Mengenal peserta lain di dalam kelas, fasilitator,


dan panitia pelatihan.
2. Mengidentifikasi harapan yang ingin dicapai oleh
masing-masing peserta setelah mengikuti
pelatihan.
3. Menyepakati nilai selama proses pelatihan.
4. Membuat kontrak belajar untuk mewujudkan
tujuan pembelajaran.
5. Membentuk organisasi kelas.

Waktu

3 jpl (T = -, P = 3)

Metode

Penugasan

Diskusi kelompok

Permainan

Tayangan powerpoint/transparansi

Bahan permainan

Whiteboard + ATK

Flipchart

Media

Alat bantu

Referensi

Kofman, Fred and Senge, Peter M., 2004, Comunities


of Commitment: the Heart of Learning Organizations.
(Special Issue on the Learning Organization).

G. EVALUASI PELATIHAN
Evaluasi yang dilakukan dalam pelatihan ini yaitu:
1.

Evaluasi terhadap peserta, meliputi:


Evaluasi penjajagan awal melalaui pre test.
Pemahaman peserta terhadap materi yang telah diterima melalui
post test.
Evaluasi keterampilan yaitu kemampuan peserta dalam
melakukan penugasan-penugasan dan praktik lapangan, seperti:

83

proteksi radiasi, pengukuran radiasi, perhitungan dosis manual,


pelaksanaan QA/QC, penghitungan angka kredit.
2.

Evaluasi terhadap fasilitator


Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh
penilaian yang menggambarkan tingkat kepuasan peserta terhadap
kemampuan fasilitator dalam menyampaikan pengetahuan dan
atau keterampilan kepada peserta dengan baik, dapat dipahami
dan diserap oleh peserta, yang meliputi penguasaan materi,
penggunaan metode, hubungan interpersonal dengan peserta, dan
motivasi.

3.

Evaluasi terhadap penyelenggaraan


Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap penyelenggara diklat,
obyek evaluasi adalah pelaksanaan administrasi dan akademis
yang meliputi:

Tujuan diklat.

Relevansi program diklat dengan tugas.

Manfaat setiap materi bagi pelaksanaan tugas peserta di tempat


kerja.

Manfaat pelatihan bagi peserta dan instansi.

Mekanisme pelaksanaan pelatihan.

Hubungan peserta dengan penyelenggara pelatihan.

Pelayanan kesekretariatan terhadap peserta

Pelayanan
akomodasi,
komunikasi informasi.

konsumsi,

perpustakaan,

dan

H. Sertifikasi
Kepada peserta yang telah mengikuti seluruh jumlah jam pembelajaran
dan dinyatakan berhasil sesuai dengan hasil evaluasi belajar,
mendapatkan sertifikat pelatihan dengan angka kredit 1 (satu).

IV.

PENUTUP
Standar kurikulum pelatihan fungsional fisika medik ini mencakup tiga
standar kurikulum berdasarkan jenjang jabatan dalam jabatan fungsional
fisikawan medis, dilengkapi dengan modul pelatihan untuk masing jenjang
jabatan, modul pelatihan bersifat lebih fleksibel sehingga dalam
implementasinya modul dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

84

Diharapkan semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan pelatihan ini


agar menerapkan standar ini dengan tetap mengacu kepada struktur
program pelatihan (teori, penugasan, praktek lapangan), supaya tercapai
kualifikasi Fisikawan Medis yang profesional dan bermutu, sesuai
kompetensi dalam jabatan fungsional Fisikawan Medis.

Menteri Kesehatan,
ttd
Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K)

85