Vous êtes sur la page 1sur 4

Hakekat dan Kegunaan Ilmu

Ada sejumlah pengetahuan yang langsung memiliki kegunaan


estetis seperti bermain musik, membaca sajak cinta. Hal ini lebih
untuk kepuasan jiwa tetapi bukan sebagai konsep untuk
memecahkan masalah.
Pada zaman Yunani Kuno penempatan ilmu dalam fungsi estetis
disebabkan oleh filsafat mereka yang memandang rendah

pekerjaan yang bersifat praktis yang pada waktu itu dikerjakan


oleh budak belian. Inilah suatu konsep yang kurang tepat.
Masalahnya adalah ilmu tidak berfungsi sebagai pengetahuan
yang diterapkan dalam memecahkan masalah kita sehari-hari,
melainkan sekedar dikenal dan dikonsumsi.
Misalnya

karya

Multatuli

yakni

Max

Havelaar

begitu

menyentuh nurani bangsa Belanda yang membuahkan perubahan

sikap

terhadap

penindasan.

Itu

menyebabkan

perubahan

kebijaksanaan politik.
Dengan

mengikuti

menjelaskan,

asas

dan

meramalkan

dan

prosedur

ilmiah

mengontrol

seperti

dibutuhkan

kepercayaan bahwa ilmu itu berguna dalam kehidupan kita yang


nyata. Dengan kata lain hakekat ilmu adalah bahwa dengan ilmu
itu manusia mampu memecahkan masalah-masalah praktis dalam
kehidupan. Di sini menjadi satu kesatuan antara homo sapiens

(makhluk yang berpikir) dan homo faber (makhluk yang membuat


peralatan).