Vous êtes sur la page 1sur 21

PUTUSAN

Putusan adalah perbuatan


manusia dalam dan
dengan mana dia
mengakui atau
mengingkari sesuatu
tentang sesuatu.

Perbuatan manusia :
seluruh manusialah yang
bekerja dengan akalnya,
meskipun secara formil,
keputusan adalah
perbuatan akal budi.

Mengakui atau
memungkiri :
merupakan inti dari
suatu keputusan. Tiap
keputusan mengakui
atau memungkiri suatu
kesatuan antara dua
hal.

Sesuatu tentang
sesuatu :
hal yang satu itu ialah
subyek, sedang hal
lainnya ialah predikat.
Keduanya dihubungkan :
dipersatukan S = P atau
dipisahkan S P

Dengan kata lain,


putusan adalah kegiatan
akal budi yang berisi
suatu pengakuan atau
pengingkaran sesuatu
(predikat) terhadap
sesuatu (subyek) yang
lain.

Putusan masih bersifat


rahasia sebelum diungkapkan
secara verbal oleh individu,
sebab ia masih berada dalam
akal budi.
Sebagaimana kata
merupakan pernyataan lahir
dari pengertian, demikian
juga putusan dinyatakan
dalam kalimat, yang dalam
logika disebut proposisi.

Proposisi adalah
ekspresi verbal dari
putusan yang berisi
suatu pengakuan atau
pengingkaran terhadap
sesuatu yang lain,
sehingga dapat dinilai
benar atau salah.

Contoh:
Orang bijak adalah orang
yang menggunakan
kesempatan dengan
tepat.
Orang jahat adalah bukan
orang yang peduli akan
orang lain.

Putusan selalu mengakui


atau mengingkari
sesuatu.
Putusan adalah benar
apabila apa yang diakui
atau diingkari, memang
demikian dalam
kenyataan.

Putusan itu salah atau


palsu apabila apa yang
diakui dalam putusan itu
berlawanan dengan isi
pengertian atau
bertentangan dengan
kenyataan.

Dari sebab itu, hanya


putusanlah satusatunya ucapan yang
dapat dibenarkan,
dibuktikan, dibantah,
dipersalahkan atau
disangsikan.

Tidak semua kalimat


dapat disebut
putusan/proposisi.
Hanya kalimat berita
atau kalimat
declarative.

UNSUR-UNSUR
PUTUSAN

Putusan mengandung 3
unsur:
1.Subyek :
hal tentang mana
diakui atau dipungkiri
sesuatu (S)

2. Predikat :
hal yang diakui atau
dipungkiri tentang
subyek (P)
3. Kata penghubung
(kopula):
pernyataan afirmasi atau
negasi (S = P; S P)

Contoh :
Anjing adalah hewan
peliharaan (S = P)
Anjing adalah bukan
kucing (S P)

Kata penghubung
merupakan bentuk /
forma yang
memberikan corak atau
warna yang harus ada
pada putusan.
Sedangkan subyek dan
predikat adalah materi
putusan

MACAM-MACAM
PUTUSAN

Berdasarkan sifat pengakuan


dan pemungkiran :
1. Putusan katagoris :
putusan dalam mana P
menerangkan (diakui
atau dipungkiri
tentang) S, tanpa
syarat (secara mutlak).

a. tunggal :
yang memuat hanya satu S dan
satu P saja
b. majemuk :
yang memuat lebih dari satu S
atau P.

2.

Putusan hypotetis :
putusan dalam mana P
menerangkan (diakui
atau dipungkiri tentang)
S, dengan syarat (tidak
secara mutlak).