Vous êtes sur la page 1sur 11

1.

2
2. 3
3. 4
4.
5. 2
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25. 2

26. Jika tetapan kesetimbangan untuk reaksi 2X + 2Y

4Z adalah 0,04 maka tetapan

kesetimbangan untuk reaksi 2Z X + Y adalah .


A. 0,2
D. 5
B. 0,5
E. 25
C. 4
27. Suatu reaksi mempunyai tetapan laju reaksi ke kanan (reaksi maju) sebesar 2,3 10 6 s-1
dan tetapan kesetimbangan 4,0 108. Tetapan laju reaksi ke kiri (reaksi balik) dari reaksi
tersebut adalah .
A. 1,1 10-15 s-1
B. 1,7 102 s-1
C. 5,8 10-3 s-1
D. 9,2 10-14 s-1
E. 2,9 1015 s-1
28. Gas N2O4 mengalami disosiasi sebesar 50% menjadi gas NO 2 pada pemanasan tertentu.
Pada saat kesetimbangan, maka perbandingan mol gas N2O4 dan gas NO2 adalah .
A. 1 : 1
D. 2 : 1
B. 1 : 2
E. 3 : 2
C. 1 : 3
29. Untuk reaksi H2(g) + I2(g) 2HI(g) diketahui konsentrasi awal H2 = 0,20 mol/L dan I2 =
0,15 mol/L. Jika pada saat kesetimbangan masih tersisa I 2 = 0,05 mol/L, maka harga
tetapan kesetimbangan .
A. 2
D. 16
B. 4
E. 32
C. 8
30. Reaksi CO2(g) + NO(g)

NO2(g) + CO(g) dilakukan dalam wadah 5 liter. Pada keadaan

awal terdapat 4,5 mol CO2 dan 4 mol NO; sesudah kesetimbangan NO yang tersisa
adalah 0,5 mol. Tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah .
A. 11,25
D. 49,0
B. 24,5
E. 60,0
C. 35,5
31. Jika diketahui derajat disosiasi hidrogen iodida 0,5 pada suhu tertentu, maka tetapan
kesetimbangan reaksi 2HI H2 + I2 adalah .
A. 0,125
D. 1,000
B. 0,250
E. 2,000
C. 0,500

32. CO(g) + H2O(g)

CO2(g) + H2(g) . Bila 1 mol CO dan 1 mol H 2O direaksikan sampai

terjadi kesetimbangan, dan pada saat tersebut masih tersisa 0,2 mol CO, maka harga
tetapan kesetimbangan Kc adalah .
A. 4
D. 20
B. 9
E. 25
C. 16
33. Reaksi pembuatan belerang trioksida adalah reaksi eksoterm: 2SO2(g) + O2(g)

2SO3(g)
Produksi belerang trioksida dapat meningkat dengan cara
1. Menaikkan tekanan
2. Menambah katalis
3. Menurunkan suhu
4. Memperbesar volume
34. Jika 10 mL larutan AgNO3 0,1 M dicampurkan dengan 10 mL larutan FeCl2 0,1 M akan
terjadi reaksi Ag+ (aq) + Fe2+ (aq) Ag(s) + Fe3+ (aq). Ditemukan bahwa dalam keadaan
kesetimbang konsentrasi ion Ag+(aq) adalah 0,02 M. Maka konsentrasi ion Fe3+(aq) dalam
kesetimbangan itu sama dengan .
A. 0,02 M
B. 0,03 M
C. 0,04 M
D. 0,06 M
E. 0,08 M
35. Tetapan kesetimbangan reaksi: 2BaO2(s)
BaO

2 2

A. BaO 2

K=

B.

BaO

2 2

BaO 2 [O2]

K =

2BaO(s) + O2(g) , diberikan oleh .

C.

BaO

BaO

K=

D.

BaO [O2]

BaO

K =

E.

K=

36. Perhatikan reaksi: A + B

C + D. Jika satu mol A dicampur dengan satu mol B dan

pada kesetimbangan terdapat 0,2 mol A, maka tetapan kesetimbangan reaksi tersebut
adalah .
A. 0,4
D. 8
B. 1,6
E. 16
C. 4
37. Jika satu mol AB dalam 1 liter air terurai sebanyak 40% menurut AB

A + B, maka

tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah .


A. 0,27
D. 0,0009
B. 0,09
E. 0,00027
C. 0,07
38. Ke dalam volum 1 dm3 dimasukkan 4 mol gas NO dan 5 mol gas O 2. Reaksi yang terjadi,
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g). Jika dalam kesetimbangan terdapat 2 mol gas NO 2, maka
tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah .
1
1
A. 2
D. 1 2

B.

1
4

C.

1
10

E. 2 0

39.

Jika tetapan kesetimbangan reaksi:

adalah K, maka tetapan kesetimbangan reaksi SO3(g)

A.

1
K
1

B. K
C.

2SO2(g) + O2(g)
SO2(g) +

1
2

2SO3(g)

O2(g) adalah .

D. K2
1

E. 2 K

1
K

40. Sebanyak 4 mol SO3 dimasukkan ke dalam bejana 0,5 L dan terurai menurut reaksi:
2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g). Jika pada saat kesetimbangan masih ada 1 mol SO3 maka
tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah .
A. 0,5
D. 27
B. 1,0
E. 40,5
C. 13,5
41. Jika suatu reaksi kimia mencapai kesetimbangan maka komposisi campuran reaksinya
tidak akan berubah selama suhu tidak berubah.
SEBAB
Tetapan kesetimbangan reaksi kimia hanya bergantung pada suhu.
42. Katalis mempengaruhi tetapan kesetimbangan reaksi.
SEBAB
Katalis mempengaruhi laju reaksi.
43. SO3 (Mr = 80) sebanyak 160 g dipanaskan dalam wadah bervolum 1 L dan terjadi reaksi
2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g). Pada saat perbandingan mol SO 3 : O2 = 2 : 3, maka derajat
disosiasi SO3 adalah .
1
A. 4
B.

1
3

C.

1
2

D. 3
3

E. 4

44. Pada 25oC, dua reaksi berikut mempunyai harga K.

A + 2BC AC2 + 2B; K = 0,5


B+ AC2 BC + AC; K = 4,0
Berdasarkan reaksi tersebut, tetapan kesetimbangan untuk reaksi A + AC 2
adalah .
A. 4,5
B. 5,0
C. 8,0

2AC

D. 8,5
E. 16,5

45. Gas N2O4 terdisosiasi sebanyak 20% menjadi gas NO2. Jika tekanan total pada
kesetimbangan adalah 0,75 atm, harga Kp adalah .
A. 1,50
D. 0,125
B. 1,00
E. 0,1
C. 0,67
46. Dalam suatu wadah tertutup, gas N2O4 dengan tekanan awal 4 atm terurai sebagian
4
menghasilkan gas NO2. Jika harga Kp = 3 , tekanan total capuran gas-gas pada
kesetimbangan adalah .
A. 2 atm
B. 4 atm
C. 5 atm

D. 6 atm
E. 8 atm

47. Diketahui reaksi kesetimbangan


H2 + Cl2 2HCl
K = 2 103
N2 + 3H2 2NH3
K = 5 102
N2 + 4H2 + Cl2

2NH4Cl K = 4 108
Harga K untuk reaksi NH3 + HCl NH4Cl adalah .
A. 2,0 101
B. 4,0 102
C. 1,6 103

D. 1,0 104
E. 2,5 105

48. Jika COCl2 0,5 M dipanaskan pada suhu 450oC, zat itu akan terurai menurut reaksi

COCl2(g)
CO(g) + Cl2(g) dan pada kesetimbangan tinggal 0,1 M. Berapakah
konsentrasi CO yang terjadi apabila COCl2 0,225 M dipanaskan pada suhu yang sama?
A. 0,015 M
D. 0,18 M
B. 0,025 M
E. 0,20 M
C. 0,15 M
49. Untuk reaksi 2A(g) + 2B(g)

3C(g) pada suhu tertentu, K = 2,5 10-2. Pada kondisi

manakah reaksi tersebut berlangsung ke kanan pada suhu yang sama .

A.
B.
C.
D.
E.

[A], M
0,10
1,0
1,0
1,0
0,20

[B], M
0,10
1,0
0,10
1,0
0,20

[C], M
0,10
1,0
0,10
0,10
0,20

50. Pernyataan Kc pada 250oC yang benar untuk reaksi 2NH3(g)

N2(g) + 3H2(g) adalah

.
2

A. Kc =

RT

Kp

B. Kc =

Kp
RT

C. Kc = Kp (R T)2
D. Kc = Kp R T
E. Kc = Kp (R T)1/2

1. Pada reaksi HCl + H2O


A. HCl dan HClB. H2O dan H3O+
C. HCl dan H3O+

H3O+ + Cl-, pasangan manakah merupakan basa?


D. H3O+ dan ClE. H2O dan Cl-

2. Kemolalan larutan NaCl 10% massa dalam air adalah . (Mr NaCl = 58,51)
A. 1,50 m
D. 2,10 m
B. 1,70 m
E. 2,30 m
C. 1,90 m
3. Campuran dari 100 mL CH3COOH 0,1 M dengan 150 mL CH3COOH 0,2 M (Ka = 10-5)
yang kemudian ditambah 250 mL NaOH 0,08 , maka pH yang dapat diukur adalah.
A. 2,5
D. >7,0
B. 5,0
E. 0,69
C. 7,0

4. Massa jenis H2SO4 pekat 49% m/m adalah 1,3 kg/L (Mr H2SO4 = 98). Untuk memperoleh
260 mL H2SO4 0,05 M diperlukan H2SO4 pekat sebanyak .
A. 6 mL
D. 3 mL
B. 5 mL
E. 2 mL
C. 4 mL
5. Menurut konsep Bronsted-Lowry, di antara ion-ion berikut yang bersifat amfoter adlah
1. HPO423. HS22. CO3
4. CH3COO6. Konsentrasi larutan asam formiat HCO2H 4,6% massa (Ar H = 1, C = 12, dan O = 16)
dengan massa jenis 1,01 g/mL adalah.
A. 1,0100 M
D. 1,0000 M
B. 0,1001 M
E. 0,0100 M
C. 0,1010 M
7. Dari reaksi-reaksi asam basa Bronsted-Lowry berikut
1. RNH2 + H2O RNH3+ + OH2. H2PO4- + H2O HPO42- + H3O+
3. HCO3- + H2O

H2CO3 + OH-

H2O yang bersifat basa terdapat pada reaksi .


A. 1
B. 2
C. 3

D. 1 dan 2
E. 1 dan 3

8. Larutan 100 mL HCN 0,14 M dicampur dengan 70 mL NaOH 0,1 M, maka .


(Ka HCN = 10-9)
1. Reaksi yang terjadi: HCN + NaOH NaCN + H2O
2. Larutan NaOH merupakan reagen pembatas
3. Larutan yang terjadi bersifat larutan penyangga
4. pH larutan = 9
9. Massa jenis suatu larutan asam asetat, CH3COOH 30% massa, 1,04 g/mL. Untuk
memperoleh 400 mL CH3COOH 0,13 M diperlukan asam asetat sebanyak .
(Mr CH3COOH = 60)
A. 38 mL
D. 15 mL
B. 28 mL
E. 10 mL
C. 20 Ml
10. Diketahui reaksi: HCO3- + OH- CO32- + H2O
Dari reaksi tersebut dapat dinyatakan bahwa asam-asam Bronsted-Lowry adalah .
A. HCO3- dan CO32-

B.
C.
D.
E.

OH- dan H2O


HCO3- dan H2O
OH- dan CO32CO32- dan H2O

11. Massa jenis HCl pekat 36% massa 1,015 kg/L (M r HCl = 36,5) untuk memperoleh 1.000
mL larutan HCl 0,125 M diperlukan HCl pekat sebanyak
A. 0,175 mL
D. 36,000 mL
B. 6,25 mL
E. 36,500 mL
C. 12,480 mL
12. Suatu larutan gliserin C3H5(OH)3 dibuat dengan melarutkan 45,0 gram senyawa tersebut
dalam 100 gram H2O. Jika diketahui Ar H = 1, C = 12, dan O = 16, maka molalitas
gliserin dalam larutan tersebut adalah .
A. 0,081 m
D. 4,89 m
B. 0,310 m
E. 8,10 m
C. 31,0 m
13. Pasangan ion-ion berikut ini yang merupakan pasangan asam-basa terkonjugasi adalah ...
1. H2SO4 dengan SO422. H2CO3 dengan HCO33. H3PO4 dengan PO434. HCl dengan Cl14. Untuk membuat larutan penyangga yang mempunyai pH = 4, ke dalam 100 mL larutan
CH3COOH 0,5 M (Ka = 10-5) harus ditambah larutan CH3COONa 0,5 M sebanyak
A. 100 mL
D. 5 mL
B. 50 mL
E. 1 mL
C. 10 mL
15. Konsentrasi larutan HCl yang diperoleh dengan mencampurkan 150 mL HCl 0,2 M ke
dan 100 mL HCl 0,3 M adalah .
A. 0,20 M
D. 0,50 M
B. 0,24 M
E. 0,60 M
C. 0,30 M
16. Berdasarkan reaksi-reaksi di bawah ini,
a. H2CO3 + H3O H3O+ + HCO3b. HCO3- + H2O H3O+ + CO32c. HCO3- + H2O

H2CO3 + OH-

Dapat dikatakan bahwa .


1. Asam H2CO3 mempunyai keasaman lebih besar daripada asam HCO32. HCO3- bersifat amfoter

3. Ion CO32- merupakan basa konjugasi dari HCO34. Pada reaksi c di atas H2O bersifat sebagai asam konjugasi dari OH17. Jika tetapan asam CH3COOH = 10-5, maka pH larutan CH3COONa 0,01 M adalah .
A. 7,0
D. 8,5
B. 7,5
E. 9,0
C. 8,0
18. Bila 100 mL larutan asam asetat 0,2 M direaksikan dengan 100 mL larutan NaOH 0,1 M
akan dihasilkan larutan penyangga.
SEBAB
Larutan penyangga merupakan larutan asam lemah dan basa konjugasinya.
19. Jika 50 mL CH3COOH 1,0 M dititrasi dengan 50 mL NaOH 0,1 M dan diketahui Ka
CH3COOH = 10-5 maka .
1. Larutan yang terjadi bersifat basa
2. pH larutan asam sebelum dititrasi adalah 3
3. konsentrasi CH3COONa adalah 0,05 M
4. CH3COONa mengalami hidrolisis sehingga pH>7
20. Asam lemah HA 0,1 M mengurai dalam air sebanyak 2%. Tetapan ionisasi asam lemah
tersebut adalah .
A. 2 10-3
D. 4 10-4
-3
B. 4 10
E. 4 10-5
C. 2 10-4
21. Pernyataan yang benar untuk reaksi (CH3)2NH(aq) + H2S(aq)
adalah .
1. (CH3)2NH merupakan basa konjugasi dari H2S
2. (CH3)2NH2+ bersifat asam
3. H2S merupakan asam konjugat dari (CH3)2NH4+
4. HS- bersifat basa

(CH3)2NH2+(aq) + HS-(aq)