Vous êtes sur la page 1sur 8

RDS

RESPIRATORY DISTRESS
SYNDROME
Kelompok 3

DEFINISI
Sindrom gawat napas (respiratory
distress syndrome) adalah istilah
yang digunakan untuk disfungsi
pernapasan pada neonatus
(Asrining Surasni, 2003).

ETIOLOGI
bayi prematur
(bayi prematur kulit putih>bayi
kulit hitam,lebih sering terjadi
pada bayi laki-laki daripada bayi
perempuan)
kenaikan frekuensi

TANDA GEJALA

Takipnea (>60 kali/menit)


Pernapasan dangkal
Mendengkur
Sianosis
Pucat
Kelelahan
Apnea dan pernapasan tidak teratur
Penurunan suhu tubuh
Retraksi suprasternal dan substernal
Pernapsan cuping hidung

PENATALAKSANAAN
Tindakan pendukung yang krusial
. Mempertahankan ventilasi dan oksigenasi adekuat.
. Mempertahankan keseimbangan asam basa.
. Mempertahankan suhu lingkungan netral.
. Mempertahankan perfusi jaringan adekuat.
. Mencegah hipotermia.
. Mempertahankan cairan dan elektrolit adekuat.
2. Penatalaksanaan medis
. Antibiotika
. Furosemid
. Fenobarbital.
. Vitamin E
. Metilksantin (teofilin dan kafein)
1.

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN


1. Pengkajian
takipnia lebih dari 60 kali per menit
retraksi interkostal
pernafasan cuping hidung
sianosis dan peningkatan hiposemia,
menurunya daya komplien paru
gangguan pernafasan tampak pada 6-8 jam pertama setelah lahir
adanya tanda hipotensi sistemik seperti pucat pada daerah perifer
edema
pengsiaan kapiler lebih dari 3 detik,
produksi urine yang menurun,
penurunan suara nafas
adanya riwayat asfiksia
terjadi pada bayi prematur denagn berat badan 1000-2000 gram
pada pemeriksaan darah ditemukan adanya asidosis metabolik dan
respiratorik
Adanya bradikardia, hipotensi dan kardiomegali

2. PemeriksaanPenunjang
Foto rontgen
Foto thoraks
Analisa gas darah
Oksimetri nadi
Pemeriksaan fungsi paru
3. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa Keperawatan
Gangguan pertukaran gas yang berhubungan dengan imatur
paru dan dinding dada.
Tidak efektifnya pola nafas yang berhubungan dengan
ketidaksamaan nafas bayi dan ventilator, tidak berfungsinya
ventilator dan posisi bantuan ventilator yang kurang tepat.
Resiko perubahan peran orang tua yang berhubungan dengan
hospitalisasi, sekunder dari situasi krisis pada bayi.

TERIMA
KASIH