Vous êtes sur la page 1sur 22

KATA PENGANTAR

Penulis panjatkan Puji dan syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
rahmat dan karunia-Nya penyusunan laporan Klinik Sanitasi di Puskesmas Telaga Biru,
Kecamatan Pontianak Utara akhirnya dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada
waktunya.
Dalam kesempatan kali ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak
yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini. Adapun pihak-pihak tersebut adalah:
1. Dr. Dra. Sunarsieh, M.Kes., selaku dosen pembimbing mata kuliah praktikum klinik
sanitasi.
2. Ida Mursanty, selaku Kepala UPK Puskesmas Telaga Biru.
3. Yulia Ningsih, S.K.M., selaku Koordinator Klinik Sanitasi Puskesmas Telaga Biru.
4. Rekan-rekan dari berbagai pihak yang telah membantu baik berupa materi maupun
berupa pengetahuan.
Penulis menyadari bahwa sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, tentu hasil
pelaporan ini tak lepas dari kesalahan atau kekurangan. Dengan semangat amar makruf dan
upaya peningkatan ilmu pengetahuan, kami senantiasa mengharapkan kontribusi pemikiran
anda sehingga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Pontianak, Juni 2014

Penulis

DAFTAR ISI
1

KATA PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................
DAFTAR TABEL............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................................................
B. Tujuan...................................................................................................................
C. Manfaat.................................................................................................................
BAB II PROFIL UPK PUSKESMAS TELAGA BIRU
A. Sejarah Singkat UPK Puskesmas Telaga Biru......................................................
B. Visi dan Misi.........................................................................................................
C. Kondisi Derajat Kesehatan...................................................................................
D. Kondisi Upaya Kesehatan.....................................................................................
E. Sumber Daya Kesehatan........................................................................................
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil.......................................................................................................................
B. Pembahasan...........................................................................................................
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................................................
B. Saran......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................

DAFTAR TABEL
2

i
ii
iii
1
2
2
3
6
7
10
14
17
18
22
22
23

Tabel 1 : RW dan RT Wilayah Bina UPK Puskesmas Telaga Biru........................................3


Tabel 2 : Jumlah KK di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Telaga Biru...................................5
Tabel 3 : Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin...................................................6
Tabel 4 : Angka Kematian di Wilayah Puskesmas Telaga Biru.............................................7
Tabel 5 : Angka Kesakitan Penyakit Infeksi dan Penyakit Non Infeksi................................8
Tabel 6 : Sepuluh Penyakit Terbesar di UPK Puskesmas Telaga Biru...................................9
Tabel 7 : Kunjungan UPK Puskesmas Telaga Biru Berdasarkan Cara Bayar........................11
Tabel 8 : Sumber Daya/Tenaga Kesehatan Non Kesehatan yang bertugas di Puskesmas Telaga
Biru ........................................................................................................................................14
Tabel 9 : Daftar sarana dan prasarana pendukung pelayanan kesehatan pada UPK Puskesmas
Telaga Biru ............................................................................................................................15
Tabel 10 : Dana Pelayanan Kesehatan...................................................................................16

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengelolaan lingkungan merupakan upaya untuk memecahkan, memperbaiki dan
meningkatkan mutu lingkungan, agar fungsi lingkungan bagi manusia dan makhluk
hidup lainnya dapat dipenuhi bagi kelangsungan hidup yang manusiawi. Tetapi pada
dasarnya masyarakat belum menyadari bahwa lingkungan yang bersih dapat membuat
lingkungan yang sehat jauh dari gangguan penyakit yang berbasis lingkungan.
Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesedaran, kemauan, dan
kemampuan hidup setiap pendududuk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang
optimal. Derajat kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas
sumber daya manusia. Sumber daya manusia yag sehat akan lebih produktif dan akan
lebih meningkatkan daya saing manusia.
Menurut H.L Blum (1974), derajat kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
lingkungan, perilaku pelayanan kesehan dan keturunan. Pengaruh yang sangat besar
adalah keadaan lingkungan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan dan perilaku
masyarakat yang merugikan kesehatan, baik masyarakat di pedesaan maupun di
perkotaan yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat
di bidang kesehatan, ekonomi maupun teknologi.
Masalah kesehatan yang berbasisis lingkungan disebabkan oleh kondisi lingkungan
yang tidak memadai, baik kualitas maupun kuantitasnya serta perilaku hidup bersih dan
sehat yang masih rendah yang mengakibatkan timbulnya penyakit-penyakit seperti diare,
ISPA, malaria, DBD, TB paru penyakit kulit, kecacingan, keracunan makanan dan lainya
yang merupakan 10 besar penyakit di puskesmas dan merupakan pola penyakit utama di
Indonesia.
Dalam mengatasi masalah-masalah penyakit tersebut, dirasakan bahwa upaya
pengobatan penyakit dan upaya peningkatan kualitas lingkungan dikerjakan terpisah dan
tidak terintegrasi dengan upaya terkait lainnya. Petugas medis atau paramedis
melaksanakan upaya penyembuhan atau pengobatan tanpa memperdulikan dan
mengetahui masalah sebenarnya (kondisi perumahan atau permukiman si pasien). Di sisi
lain petugas

kesehatan

lingkungan

melakukan upaya

penyehatan

lingkungan

(pengawasan kualitas lingkungan, penyuluhan dan perbaikan mutu lingkungan) tanpa


memperhatikan permasalahan penyakit atau upaya kesehatan masyarakat. Untuk
1

mengintegrasikan upaya kesehatan baik secara kuratif, preventif dan promotif maka
terbentuklah Program Klinik Sanitasi.
Klinik sanitasi bukan sebagai kegiatan pokok yang berdiri sendiri, tetapi sebagai
bagian integral dari kegiatan puskesmas yang dilaksanakan secara lintas program dan
lintas di wilayah puskesmas. Kegiatan klinik sanitasi dilaksanakan oleh petugas
sanitarian di puskesmas secara pasif dan aktif di dalam maupun di luar puskesmas.
Klinik sanitasi diharapakan dapat memperkuat tugas dan fungsi puskesmas dalam
melaksanakan pelayanan pencegahan dan pemberantasan penyakit yang berbasis
lingkungan dan semua persoalan yang ada kaitannya dengan kesehatan lingkungan guna
meningkatakan derajat kesehatan masyarakat.
B. Tujuan
1. Umum
Mahasiswa mampu menganalisis faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan
penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan dan mampu melakukan interfensi
terhadap permasalahan yang ditemukan.
2. Khusus
a. Mahasiswa mampu bekerja sama dengan para paramedis untuk menangani
penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan di masyarakat.
b. Mahasiswa mampu menganalisis faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit
yang diderita pasien di puskesmas.
c. Mahasiswa mampu melaksanakan konseling pasien di puskesmas.
d. Mahasiswa mampu menjadi konsultan terhadap permasalahan-permasalahan
lingkungan yang dihadapi masyarakat.
e. Mahasiswa mampu menyusun laporan klinik sanitasi.
C. Manfaat
1. Bagi puskesmas
Bagi puskesmas, praktik klinik sanitasi dapat diupayakan dalam penambahan
program dalam mengatasi masalah di masyarakat terutama adalah masalah penyakit
yang berbasis lingkungan dan masalah berbasis lingkungan lainnya serta sebagai
salah satu layanan masyarakat di puskesmas yang mengintegrasikan antara upaya
kuratif, promotif dan preventif yang berperan sebagai pusat informasi, pusat rujukan
dan fasilitator di bidang kesehatan lingkungan dan penyakit yang berbasis
lingkungan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
2. Bagi mahaiswa
Bagi mahasiswa yang melaksanakan klinik sanitasi dapat digunakan untuk
menambah pengalaman secara langsung di lapangan (dimasyarakat) dari ilmu yang
2

didapat. Selain itu, mahasiswa dapat mengetahui secara langsung tentang penyakit
yang berbasis lingkungan dan masalah kesehatan lainnya di puskesmas sehingga
mahasiswa dituntut untuk dapat bekerjasama dengan dokter, paramedis dalam
menangani penyakit tersebut, mampu menganalisisfaktor risiko, mampu menjadi
konsultan di puskesmas, mampu memberdayakan masyarakat dalam menghadapi
masalah kesehatan masyarakat serta permasalahan-permasalahan kesehatan lainnya.

BAB II
PROFIL UPK PUSKESMAS TELAGA BIRU
A. Gambaran Umum Wilayah Kerja UPK Puskesmas Telaga Biru

Wilayah kerja UPK Puskesmas Telaga Biru yang terdiri dari 1 kelurahan yaitu
Kelurahan Siantan Hulu termasuk dalam wilayah Kecamatan Pontianak Utara. Dalam
pembagian wilayah kerja UPK Puskesmas Telaga Biru mempunyai batas-batas wilayah
kerja yaitu:
1. Letak Geografi
Puskesmas Telaga Biru terletak di Jalan 28 Oktober Kelurahan Siantan Hulu,
Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak yang berbatasan dengan:
a. Sebelah Barat berbatasan dengan wilayah Desa Mega Timur, Kabupaten Kubu
Raya.
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Puskesmas Siantan Hulu Kelurahan Siantan
Hulu, Kecamatan Pontianak Utara.
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Gusti Situt Mahmud.
d. Sebelah Utara berbatasan dengan Parit Mambo, Kelurahan Wajik Hulu.
Luas wilayah kerja UPK Puskesmas Telaga Biru adalah 5 km 2. Sedangkan
jumlah RW/RT yang dibina terdiri dari 12 RW dan 62 RT.
Tabel 1
RW dan RT Wilayah Bina UPK Puskesmas Telaga Biru
Tahun 2013
No
RW
1
13
2
14
3
17
4
18
5
19
6
20
7
21
8
22
9
23
10
24
11
25
12
26
Jumlah
12
Sumber: Puskesmas Telaga Biru, 2013

RT
4
10
4
6
3
6
3
7
5
4
4
6
62

2. Data Demografis
Berdasarkan data kelurahan Siantan Hulu pada tahun 2013, bahwa jumlah
penduduk dalam wilayah kerja UPK Puskesmas Telaga Biru berjumlah 19.030 jiwa,
dengan jumlah KK 4.597 yang terdiri dari 9.036 laki-laki dan 9.994 perempuan.
a. Jumlah KK
Tabel 2
4

Jumlah KK di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Telaga Biru


Tahun 2013
No
RW
1
13
2
14
3
17
4
18
5
19
6
20
7
21
8
22
9
23
10
24
11
25
12
26
Jumlah
12
Sumber: Puskesmas Telaga Biru, 2013

KK
311
754
310
433
168
509
258
771
284
252
260
287
4.597

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa penduduk wilayah kerja puskesmas, RW


22 lebih banyak dengan jumlah KK = 771 dan paling sedikit jumlah KK = 168
di RW 19.
b. Distribusi Penduduk
Penduduk Kelurahan Siantan Hulu berjumlah 19.030 jiwa, dengan jumlah KK
4.597 yang terdiri dari 9.036 laki-laki dan 9.994 perempuan. Data selengkapnya
mengenai distribusi penduduk kelurahan menurut RW dapat dilihat pada tabel
sebagai berikut:
Tabel 3
Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Tahun 2013
NO

RW

JENIS KELAMIN
Laki-laki
Perempuan
1
13
889
983
2
14
1.323
1.463
3
15
563
623
4
16
594
656
5
17
332
369
6
18
962
1.064
7
19
475
525
8
20
1.509
1.670
9
21
576
636
10
22
633
700
11
23
516
571
12
24
664
734
Jumlah
12
9.036
9.994
Sumber:Puskesmas Telaga Biru, 2013
5

JUMLAH
1.872
2.786
1.186
1.250
701
2.026
1.000
3.179
1.212
1.333
1.087
1.398
19.030

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan penduduk laki-laki sebanyak 47,48%


dan penduduk perempuan sebanyak 52,52%.
B. Visi dan Misi
1. Visi
Visi UPK Puskesmas Telaga Biru yaitu Mewujudkan Kota Pontianak sehat dan
terdepan dalam Pembangunan Kesehatan di Kalimantan Barat.
2. Misi
Sedangkan misi UPK Puskesmas Telaga Biru adalah:
a. Membudayakan lingkungan sehat, perilaku sehat dan kemandirian masyarakat
di bidang kesehatan.
b. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau
kepada masyarakat.
c. Melaksanakan upaya pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak
menular di masyarakat.
d. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi dan
pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan.
C. Situasi Derajat Kesehatan
Dalam mencapai Visi Puskesmas mewujudkan Kecamatan Sehat, maka perlu
ditetapkan indikator kecamatan sehat antara lain sebagai berikut:
1. Indikator lingkungan sehat
2. Indikator perilaku sehat
3. Indikator pelayanan kesehatan yang bermutu
4. Indikator derajat kesehatan yang optimal
Dengan keempat indikator di atas, diharapkan dapat menentukan indikator derajat
kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru.
1. Angka Kematian
Tabel 4
Angka Kematian di Wilayah Puskesmas Telaga Biru
Tahun 2013
No
Indikator
1
Angka kematian bayi
2
Kasus kematian ibu bersalin
3
Kasus kematian neonatus
4
Kasus kematian balita
5
Kasus kematian kasar
Sumber: Puskesmas Telaga Biru, 2013

Jumlah
3
0
0
0
-

Dari tabel di atas, pada tahun 2012 penduduk wilayah bina UPK Puskesmas
Telaga Biru berjumlah 19.030, bayi lahir 419 orang, angka kematian bayi berjumlah
3 orang karena disebabkan oleh aspeksi, infeksi paru dan sepsis.

2. Angka Kesakitan
Tabel 5
Angka Kesakitan Penyakit Infeksi dan Penyakit Non Infeksi
Tahun 2013
Indikator
a. Penyakit Infeksi
1) Demam Berdarah
2) TB Paru
3) Pneumonia
4) Diare
5) Malaria negatif
b. Penyakit Non Infeksi
1) Status Gizi
Buruk (%)
Kurang (%)
Baik (%)
Lebih (%)
2) Kasus Gondok
Sumber: Puskesmas Telaga Biru, 2013

Jumlah

Incident rate

9
20
188
526
42
0
2,59
94,74
2,59
0

Dari tabel di atas dijelaskan bahwa:


a. Penyakit infeksius
Kasus DBD pada tahun 2012 dengan jumlah kasus 9 orang tidak meninggal.
Terjadi peningkatan kasus DBD sebanyak 4 kasus dibandingkan pada tahun
2011. Hal ini disebabkan bila HI (House Index) di suatu wilayah lebih dari 10%,
maka wilayah tersebut merupakan daerah potensial untuk terjadinya penularan
DBD.
Kasus TB Paru pada tahun 2012, ditemukan 20 kasus dengan jumlah paling
banyak ada di RW 14 sebanyak 3 kasus. Semua penderita TB Paru tersebut
mendapat pengobatan dengan angka kesembuhan sebanyak 13 kasus dan 7
kasus masih dalam pengobatan.
Untuk kasus Pneumonia, pada tahun 2012 ditemukan 188 kasus yang paling
banyak diderita oleh balita dan erat hubungannya dengan pencemaran udara dan
perilaku hidup bersih dan sehat dari keluarga, dimana anak belum dapat
memelihara dan menjaga kesehatan diri sendiri dan masih bergantung dengan
anggota keluarga ataupun yang bertanggungjawab untuk mengasuh anak.
Untuk kasus diare, ditemukan sebanyak 526 kasus dimana 19 kasus (kasus baru)
diantaranya balita. Hal ini dikarenakan masih kurangnya kesadaran dari
masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di dalam kehidupan seharihari.
7

Untuk kasus malaria, tidak ditemukan kasus malaria dari 154 pasien yang
diperiksa hasilnya malaria negatif.
b. Penyakit non infeksius
Sepanjang tahun 2012, ditemukan 29 kasus gizi kurang di wilayah kerja
Puskesmas Telaga Biru. kasus gizi kurang banyak ditemukan pada masyarakat
keluarga miskin. Kasus ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal
ini dikarenakan pada tahun 2012 prioritas masalah gizi lebih ditekankan pada
pemulihan pasien gizi kurang melalui PMT yang pendanaannya menggunkan
dana BOK dan bantuan dana NICE melalui KGM (Kelompok Gizi Masyarakat),
sehingga kasus tersebut dapat teratasi.
3. Penyakit Terbesar di UPK Puskesmas Telaga Biru
Tabel 6
Sepuluh (10) Penyakit Terbesar di UPK Puskesmas Telaga Biru
Tahun 2013
No
1

Penyakit
ISPA (Infeksi Akut pada Saluran

Pernafasan bagian atas)


2
Gastritis/Dispepsia
3
Penyakit pulpa
4
Infeksi kulit
5
Radang sendi
6
Asma
7
Radang tenggorokan
8
Disentri
9
Tipus perut
10
Tonsilitis
Sumber: Puskesmas Telaga Biru, 2013

Kode
1302

Jumlah
6156

4107
1502
2001
2101
1403
1306
0103
0105
1302

2409
1646
912
730
565
553
521
403
278

D. Situasi Upaya Kesehatan


1. Pelayanan Kesehatan Dasar
Secara garis besar, program UPK Puskesmas Telaga Biru adalah sebagai
berikut:
a. Pelayanan medis dan kefarmasian yang meliputi:
Instalasi Gawat Darurat
Pelayanan Medis Poli Umum
Pelayanan Medis Poli Gigi
Pelayanan Medis Laboratorium
Pelayanan Medis Kefarmasian
b. Lingkungan dan perilaku sehat serta pemberdayaan masyarakat yang meliputi:
Peran Serta Masyarakat/PSM
UKS/UKGS
Perawatan Kesehatan Masyarakat/PKM
8

c.

d.

e.

f.
g.
h.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


JPKM
Pembinaan Kesehatan Lingkungan
Pembinaan Kelurahan Siaga
Kebijakan dan manajemen kesehatan yang meliputi:
Kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas
Pengadaan Inventaris Kantor
Peningkatan Sumber Daya Manusia
Pencegahan dan pemberantasan penyakit:
Imunisasi
ISPA
PHN
TB Paru
Kusta
Survailens
Diare
Kecacingan
Kesehatan reproduksi yang meliputi:
Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Pelayanan Keluarga Berencana (KB)
Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR)
Infeksi Menular Sexual (IMS)
Pelayanan Lansia
Pelayanan Kesehatan Kerja
Gizi yang meliputi:
Peningkatan gizi masyarakat
Pembinaan posyandu
Penjaringan dan penanggulangan kasus gizi
Hasil pelayanan UPK Puskesmas Telaga Biru pada tahun 2012 diantaranya

kunjungan puskesmas, kunjungan KIA, Posyandu dan penimbangan balita, dan


Keluarga Berencana (KB).
a. Kunjungan Puskesmas
Tabel 7
Kunjungan UPK Puskesmas Telaga Biru Berdasarkan Cara Bayar
Tahun 2012
No

Tahun

Kunjungan

Umum/Baya

1
2010
33.163
2
2011
28.835
3
2012
27.093
Sumber: Puskesmas Telaga Biru, 2012

r
18.460
14.565
17.695

Askes

Jamkesmas/JPKM/Grati

7.041
6.607
5.659

s
7.662
7.663
3.775

Kunjungan rawat jalan di Puskesmas Telaga Biru selama tahun 2012 sebanyak
27.093 kunjungan, berkurang dibandingkan dengan kunjungan rawat jalan pada
tahun 2011 dengan jumlah kunjungan sebanyak 28.835. hal ini disebabkan
karena aktifnya pelayanan di dua puskesmas pembantu.
b. Kunjungan KIA
Jumlah ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru tahun 2012
sebanyak 453, kunjungan KI (kunjungan pertama pada ibu hamil) sebanyak 435
(96,0%) dan kunjungan K4 mencakup 437 (96,5%). Untuk pertolongan
persalinan, dari jumlah persalinan sebanyak 432 persalinan terdata, yang
ditolong oleh tenaga kesehatan sebesar 424 (98,1%). Kasus kematian ibu
bersalin pada tahun 2012 tidak ada.
c. Posyandu dan Penimbangan Balita
Jumlah posyandu di wilayah Puskesmas Telaga Biru pada tahun 2012 berjumlah
10 buah dengan strata pratama berjumlah 3 posyandu, 7 posyandu lainnya strata
madya dan terdapat 1 posyandu lansia. Jumlah kader posyandu sebanyak 60
orang dan kader yang aktif sebanyak 60 orang.
d. Keluarga Berencana
Jumlah wanita usia subur (PUS) di wilayah Puskesmas Telaga Biru adalah
3.540 dari jumlah yang terdaftar sebagai peserta KB baru sebanyak 2.614
akseptor (1,7%) dan jumlah peserta KB aktif sebanyak 2.614 akseptor (73,8%).
Dari jumlah pelayanan peserta KB baru, maka yang terdaftar sebagai peserta
dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sebanyak 18 aksesptor
(0,7%) dan non MJKP sebanyak 2.621 akseptor (99,3%). Data ini menunjukkan
masih banyak akseptor yang memilih penggunaan kontrasepsi non MKJP.
2. Upaya pencapaian pembangunan kesehatan
a. Pemberantasan dan pencegahan penyakit
1) Diare
Kasus diare yang ditangani 100% yaitu sebanyak 526 orang dan 19 orang
(kasus baru) diantaranya adalah balita, sehingga tidak terjadi KLB diare.
2) TBC
Tahun 2012, ditemukan penderita TB paru BTA + sebanyak 20 kasus dan
rogent + sebanyak 20 orang. Kasus TB paru yang diobati sebanyak 20
kasus.
3) ISPA

10

Kasus ISPA pada tahun 2012 sebanyak 6.156 kasus. Terjadi penurunan
kasus sebanyak 846 kasus dibandingkan tahun 2011 yang berjumlah 7002
kasus.
4) Kunjungan rumah tidak lanjut kasus
Selama tahun 2012, telah dilaksanakan kunjungan rumah tindak lanhut
kasus dengan volume 24 kali kunjungan tindak lanjut ISPA dan 24 kali
kunjungan tindak lanjut diare.
5) Imunisasi
Imunisasi meliputi Hep B 0, BCG, DPT-Hb 1-3, Polio 1-4 dan Campak
dengan capaian seluruh jenis imunisasi 373 anak. Secara keseluruhan UPK
Puskesmas Telaga Biru belum mencapai target UCI (Universal Child
Immunization) kerana lebih dari 85% bayi di wilayah kerja Puskesmas
Telaga Biru belum mendapatkan imunisasi lengkap dan persentase yang
dicapai pada tahun 2012 menurun bila dibandingkan dengan tahun 2011.
Hal ini dikarenakan banyak orang tua yang menolak anaknya diimunisasi
dan juga pindah tempat tinggal sehingga tidak dapat melengkapi
imunisasinya di Puskesmas Telaga Biru.
b. Hasil kegiatan penimbangan balita (KIA)
Dari hasil penimbangan balita di posyandu dan puskesmas, jumlah balita yang
ada pada tahun 2012 sebanyak 1.893. jumlah balita yang ditimbang dari balita
yang ada 1.121 (59,2%), dari balita yang ditimbang, berat badan yang naik
sebanyak 644 (57,4) dan balita yang ditimbang dan mempunyai KMS jumlah
BGM 47 balita diantara baliyta yang ditimbang.
c. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
Kunjungan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada tahun 2012, yang
mendapat pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 127 orang dan pencabutan
gigi tetap sebanyak 483 orang, pelayanan usia sekolah setingkat SD?MI
sebanyak 904. Tingginya angka pencabutan gigi tetap juga dipengaruhi oleh
kerusakan alat penunjang pelayanan tambal gigi selama tahun 2012.
d. Program kesehatan keluarga dan gizi
Pencapaian KI sebanyak 96,0% dari target 95%, pencapaian K4 96,5% dari
target 95%, cakupan deteksi dini ibu hamil resiko tinggi sebesar 100%, cakupan
BBLR 17 kasus, rujukan kasus BBLR sebesar 17 kasus (100%), bayi yang
diberi ASI ekslusif sebanyak 117 (59,4%) dari 197 bayi yang ada dan persentase
balita yang mendapat kappsul Vitamin A 2 kali setahunpada bulan Februari dan
Agustus sebesar 84,85% dengan sasaran 1.518 balita.
e. Program pelayanan kesehatan
11

Cakupan rawat jalan telah mencapai 27.093 orang, pasien yang mendapat
pelayanan kesehatan di UPK Puskesmas Telag Biru terdiri dari masyarakat di
wilayah puskesmas dan luar wilayah. Ketersediaan obat generik di UPK
Puskesmas Telaga Biru pada tahun 2012 mencapai 100%.
f. Pelayanan penyehatan lingkungan
1) Penyehatan lingkungan pemukiman; jumlah TPS yang memiliki tingkat
pencemaran yang tinggi adalah 0 buah.
2) Penyehatan makanan dan minuman; berupa pembinaan kesehatan
lingkungan dan PHBS pada pedagang penjual makanan/minuman.
3) Penyehatan TTU; berupa inspeksi terhadap sanitasi tempat umum seperti
kantor dan rumah-rumah ibadah.
4) Peningkatan mutu penyediaan air bersih; dari 889 rumah yang diperiksa
mendapatkan air bersih, dimana yang mengkonsumsi air PDAM sebanyak
573 rumah, air hujan sebanyak 95 rumah, air kemasan sebanyak 0 rumah
dan air SGL sebanyak 203 rumah dengan catata satu rumah ada yang
memiliki lebih dari satu sumber air.
g. Program peran serta masyarakat
Adanya kegiatan Kelompok Gizi Masyarakat (KGM) selama tahun 2012.
E. Sumber Daya Kesehatan
1. Tenaga Kesehatan
Puskesmas Telaga Biru Kota Pontianak, dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya didukung sumber daya/tenaga kesehatan tahun 2012, dapat dilihat pada
tabel di bawah ini:
Tabel 8
Sumber Daya/Tenaga Kesehatan Non Kesehatan yang bertugas di Puskesmas
Telaga Biru Tahun 2013
No
SDM
Jumlah
1
Dokter gigi
1
2
Perawat
3
3
Perawat gigi
2
4
Bidan
4
5
Gizi
2
6
Analis kesehatan
2
7
Farmasi
2
8
HS
2
9
Staff umum
3
10
Cleaning service
1
Sumber: Puskesmas Telaga Biru, 2013

12

Keterangan

Kepala Puskesmas (1 orang)


SKM Kesling (1 orang)

2. Sarana dan Prasarana


Sarana kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru yang terdiri
dari 3 unit sarana kesehatan milik pemerintah, yaitu:
a. Puskesmas Telaga Biru,terletak di Jl. 28 Oktober Kelurahan Siantan Hulu
b. Puskesmas Pemabntu Wartawan di Gg. Karakterdes
c. Puskesmas Pembantu Sui. Malaya di Jl. Selat Panjang perbatasan dengan desa
Mega Timur Kabupaten Kubu Raya.
Prasarana pendukung pelayanan kesehatan pada UPK Puskesmas Telaga Biru
terdiri atas tanah dan gedung puskesmas, kendaraan dinas roda 2 serta
perangkat/peralatan yang dapat mendukung pelayanan kesehatan pada UPK
Puskesmas Telaga Biru.
Tabel 9
Daftar sarana dan prasarana pendukung pelayanan kesehatan pada UPK
Puskesmas Telaga Biru Tahun 2013
No
Jenis Sarana dan Prasarana
1
Bangunan Puskesmas
2
Kendaraan bermotor roda 2
3
Komputer
4
Televisi
5
Kursi tunggu
6
Kipas angin
7
Mesin Tik
8
Tensi Meter
9
Posyandu
10
Ruang obat
Sumber: Puskesmas Telaga Biru, 2013

Jumlah
1
2
7
2
5
4
1
5
9
1

Kondisi
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
3 Baik, 1 Rusak
Baik
4 Baik, 1 Rusak
Baik
Baik

3. Dana Pelayanan Kesehatan


Setelah bergulirnya otonomi daerah, sebagian besar anggaran pembangunan
kesehatan berasal dari APBD, namun tetap mendapat sokongan dari APDN. Dalam,
pelaksanaan tugas dan fungsi pembangunan kesehatan Puskesmas Telaga Biru tahun
2013, mendapat dukungan dana dari berbagai sumber antara lain:
Tabel 10
Dana Pelayanan Kesehatan
Tahun 2013
No
1

Sumber Dana
Operasional Puskesmas

Alokasi
Rp.184.738.400
13

Realisasi
Rp.164.110.313

2
Dana Bok
3
AKSES PNS
4
Jamkesmas
5
Jampersal
Sumber: Puskesmas Telaga Biru, 2013

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

85.562.100
31.964.520
16.190.150
11.620.000

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

85.562.100
30.742.492
16.190.500
11.620.000

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Praktikum
No
1

Hari/Tanggal
Kamis, 19 juni 2014

Kegiatan
a. Konseling
Konseling pada pasien penderita ISPA dan
penyakit kulit.
b. Merekap registrasi pasien penyakit umum dari
dalam wilayah Puskesmas Telaga Biru maupun

Jumat, 20 Juni 2014

luar wilayah Puskesmas Telaga Biru.


Kegiatan lapangan berupa PSN (Pemberantasan
Sarang

Nyamuk),

pemeriksaan

jentik

dan

pembagian abate di Gang Iman dan Gang Arafah.


14

Sabtu, 21 Juni 2014

Jalan Selat Panjang, Siantan Hulu, Pontianak.


a. Kegiatan lapangan berupa fogging

atau

pengasapan dan uji petik PSN (Abate) di Gang.


Sepakat, Jalan Selat Panjang, Siantan Hulu,
Pontianak.
b. Pembinaan PHBS di Institusi pendidikan yang
melingkupi wilayah kerja Puskesmas Telaga
4
5

Senin, 23 Juni 2014


Selasa, 24 Juni 2014

Biru, Siantan Hulu Pontianak.


Konseling terhadap 6 pasien yang menderita
penyakit diare, kulit dan ISPA.
a. Merekap data hasil pemeriksaan rumah sehat.
b. Inspeksi STTU (Masjid/langgar/surau) di
wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru, Siantan
Hulu Pontianak.
c. Implementasi KTR (Kawasan Tanpa Rokok)
untuk perkantoran dan hotel yang termasuk ke
dalam wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru,

Rabu, 25 Juni 2014

Siantan Hulu, Pontianak.


Konseling terhadap 5 pasien yang menderita
penyakit kulit, dan ISPA.

B. Pembahasan
1. Konseling
Konseling yaitu kegiatan wawancara mendalam dan penyuluhan yang bertujuan
untuk mengenali masalah lebih rinci kemudian diupayakan pemecahannya yang
dilakukan oleh tenaga sanitarian atau tenaga pelaksana,sehubungan dengan
konsultasi penderita atau klien yang datang ke puskesmas yang berhubungan dengan
penyakit berbasis lingkungan.
Adapun penderita/klien yang konseling merupakan pasien rujukan dari poli
anak dengan penyakit :
a. Diare
Penyakit diare (mencret) sebuah gangguan pada pencernaan di mana tinja atau
feses berubah menjadi lembek atau cair dan terjadi dalam 24 jam sedikitnya 3-7
kali. Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Hasil
konseling yang telah dilakukan, penyebab diare yaitu :
1) Penggunaan sumber air yang sudah tercemar mikroba dan tidak
memasaknya sampai mendidih.

15

2) Bayi/balita bermain di tempat kotor atau bermain mainan yang kotor,


kemudian menghisap jari tangannya atau memasukkan mainan yang kotor
kemulutnya.
3) Pencucian alat-alat makan dan minum (piring dan sendok) memakai air yang
tidak bersih; botol susu tidak direbus/diseduh sebelum dipakai.
4) Orang yang menyiapkan makanan anak tidak mencuci tangan dengan air
bersih dan sabun (terutama setelah buang air besar).
Adapun saran yang kami berikan sebagai berikut :
1) Memasak air sampai mendidih, hingga lebih dari 5 menit
2) Mencucui peralatan makan dengan air yang bersih.
3) Mencucui tangan sebelum menyiapkan makanan.
b. Penyakit kulit
Merupakan suatu penyakit yang menyerang kulit permukaan tubuh, dan
disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Dari hasil konseling, penyakit kulit
disebabkan karena :
1) Mandi menggunakan air yang kotor, parit atau sungai
2) Menggunakan sabun batang secara bersama sama
3) Menggunakan handuk secara bersama
4) Tertular oleh anggota krluarga
Adapun saran yang kami berikan sebagai berikut :
1) Sehabis mandi bilas menggunakan air hujan/air bersih.
2) Menggunakan sabun cair atau sabun batang untuk masing-masing keluarga.
3) Tidak menggunakan handuk bersamaan.
4) Tidak berkontak langsung dengan penderita penyakit
5) Menjaga kebersihan diri, kuku dan pakaian.
c. ISPA
Penyakit ISPA merupakan salah satu penyakit pernafasan terberat dan terbanyak
menimbulkan kematian dan merupakan salah satu penyakit pernafasan terberat.
Dari hasil konseling diketahui penyebab pasien menderita ISPA adalah :
1) Kebiasaan orang tua pasien merokok di dalam rumah.
2) Kebiasaan menggunakan kipas angin yang langsung mengarah pada pasien
3) Debu yang berasal dari pembangunan rumah retangga
4) Tidak menggunakan masker saat anak dibawa berpergian jauh.
5) penggunakan obat nyamuk bakar saat malam hari.
Adapun saran yang kami berikan sebagai berikut :
1) Tidak merokok di dalam rumah
2) Tidak mengarahkan kipas angin secara langsung pada tubuh
3) Menggunakan masker saat berpergian
4) Menggati obat nyamuk bakar dengan yang elektrik atau kelambu
2. PSN
PSN

adalah upaya untuk mengurangi jumlah nyamuk dengan melakukan

pemberantasan jentik. Kegiatan PSN yang dilakukan berupa:


a. Abatisasi
16

Dilakukan dengan pengamatan jentik dan pemberian abate pada kontainer warga
Gang Iman dan Gang Arafah, Jalan Selat Panjang. Pada umumnya warga sudah
mengerti mengenai penyakit DBD, akan tetapi masih ditemukan jentik-jentik
pada tempat penampungan air hujan (PAH). Pembagian abate dilakukan dengan
menaburkan langsung ke PAH yang terdapat jentik nyamuk. Ada pula warga
yang meminta abate untuk ditaburkan sendiri.
b. Fogging
Fogging adalah penyemprotan insektisida secara pengkabutan. Pelaksanaan
fogging dilakukan di Gang Sepakat Jalan Selat Panjang. Fogging dilakukan
karena terdapat kasus DBD di wilayah Gang Sepakat. Selain itu, juga dilakukan
uji petik abatisasi dengan jumlah sampel 10 rumah.
3. Pemeriksaan Rumah Sehat
Persyaratan rumah sehat telah diatur dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun
1992 tentang Perumahan dan Permukiman. Secara umum yang dimaksud dengan
rumah sehat adalah sebuah rumah yang dekat dengan air bersih, berjarak lebih dari
100 meter dari tempat pembuangan sampah, dekat dengan sarana pembersihan, serta
berada di tempat dimana air hujan dan air kotor tidak menggenang.
Pemeriksaan rumah sehat yang kami lakukan yaitu di Jalan Selat Panjang, Gg.
Iman dan Gg. Arafah. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, sebagian besar rumah
warga tidak memiliki langit-langit, penghawaan kurang dari 10% luas lantai, lantai
rumah tidak rata (papan), dan warga masih membuang sampah sembarangan
(dibakar).
4. PHBS Institusi Pendidikan
PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran
sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, atau masyarakat
mampu menolong dirinya sediri (mandiri) dibidang kesehatan dan berperan aktif
dalam mewujudkan kesehatan.
Kegiatan yang kami lakukan berupa pengamatan dan pembinaan PHBS di
Institusi pendidikan, seperti pengamatan pada UKS sekolah,

sarana air bersih,

ketersediaan sabun, dan pembinaan dokter kecil. Pembinaan PHBS dilakukan pada
SD Negeri 33 Pontianak Utara, SMP Negeri 18 Pontianak, SMK Negeri 6 Pontianak.
5. Inspeksi STTU (Masjid/langgar/surau) dan Implementasi KTR (Kawasan Tanpa
Rokok)
Sanitasi tempat umun merupakan suatu usaha untuk mengawasi dan mencegah
kerugian akibat dari tidak terawatnya tempat-tepmat umum tersebut yang
17

mengakibatkan timbul, dan menularnya berbagai jenis penyakit, atau sanitasi


tempat-tempat umum merupakan suatu usaha atau upaya yang dilakukan untuk
menjaga kebersihan tempat-tempat yang sering digunakan untuk menjalankan
aktivitas hidup sehari-hari agar terhindar dari ancaman penyakit yang merugikan
kesehatan.
KTR adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan
merokok

atau

kegiatan

memproduksi,

menjual,

mengiklankan

dan

atau

mempromosikan produk tembakau. Dengan kata lain suatu wilayah dikatakan bebas
dari rokok jika tidak ada kegiatan seperti yang tersebut diatas. Peraturan ini
bertujuan untuk memberikan perlindungan yang efektif dari bahaya asap rokok,
memberikan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat, dan
melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik
langsung maupun tidak langsung. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa bahaya dari
asap rokok lebih dirasakan oleh perokok pasif yang hanya menghirup asapnya tanpa
sengaja daripada perokok aktif.
Kegiatan inspeksi sanitasi tempat umum dan KTR yang kami lakukan berupa
pemeriksaan sarana air bersih, ketersediaan tempat sampah, ketersediaan jamban,
keadaan gedung dan, ketersediaan stiker atau gambar larangan merokok di dalam
gedung atau ruangan. Lokasi kegiatan berada di masjid jalan 28 oktober, Surau di
Gg. Swasembada II, UPELKKES, POLTEKKES, Kantor Lurah Siantan Hulu, dan
IPA/PDAM di Jalan Selat Panjang.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

18

Penyakit berbasis lingkungan yang ditemukan pada hasil konseling di UPK


Puskesmas Telaga Biru adalah diare, ISPA dan penyakit Kulit. Kegiatan yang kami
lakukan meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.

Konseling
PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
Pemeriksaan Ruumah Sehat
PHBS Institusi Pendidikan
Inspeksi STTU (Masjid/langgar/surau) dan Implementasi KTR (Kawasan Tanpa
Rokok)

B. Saran
1. Petugas pemeriksa (dokter atau perawat) yang berada di poli umum atau poli anak
harus diingatkan apabila terdapat pasien yang menderita penyakit berbasis
lingkungan untuk di konseling di Klinik Sanitasi Puskesmas.
2. Ruang konseling yang lebih luas dibutuhkan agar pasien merasa nyaman.
3. Jumlah petugas sanitarian perlu ditambah agar kinerja petugas sanitarian lebih
maksimal.
4. Pemantauan terahdap kinerja kader perlu dilakukan agar kegiatan dapat berhasil
dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
Jurusan Kesehatan Lingkungan. 2014. Panduan Penulisan Laporan Magang Klinik Sanitasi
di Puskesmas. Pontianak
Puskesmas Telaga Biru. 2013. Profil Puskesmas Telaga Biru Tahun 2013. Pontianak

19