Vous êtes sur la page 1sur 3

PERAN TQM DALAM INDUSTRI MODERN

Salah satu cara terbaik dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan suatu
produk barang/jasa dengan kualitas terbaik. Kualitas terbaik akan diperoleh dengan
melakukan upaya perbaikan secara terus menerus terhadap kemampuan manusia, proses,
lingkungan. Penerapan TQM adalah hal yang sangat tepat agar dapat memeperbaiki
kemampuan unsur-unsur tersebut secara berkesinambungan. Penerapan TQM dapat
memberikan beberapa manfaat utama sebagai berikut.
1. Dengan perbaikan kualitas berkesinambungan, perusahaan akan dapat memperbaiki posisi
persaingan. Dengan posisi yang lebih baik akan meningkatkan pangsa pasar dan jaminan
harga yang lebih tinggi. Hal ini akan memberikan penghasilan lebih tinggi dan secara
otomatis laba yang diperoleh semakin meningkat.
2. Upaya perbaikan kualitas akan menghasilkan peningkatan keluaran (out put) yang bebas
dari kerusakan atau mengurangi produk yang cacat. Berkurangnya produk yang cacat berarti
berkurang pula biaya operasi yang dikeluarkan perusahaan sehingga akan diperoleh laba yang
semakin besar.

Prinsip utama dalam TQM adalah sebagai berikut


1. Kepuasan pelanggan. Pelanggan dalam hal ini yang menentukan kualitas. Kebutuhaan
pelanggan diusahakan untuk dipuaskan dalam segala aspek, seperti harga, keamanan,
ketetapan waktu, dan sebagainya.
2. Respek terhadap orang. Keikutsertaan direksi sampai para pelaksana tingkat awal sangat
diperlukan. Partisipasi seluruh karyawan dapat diwujudkan dalam bentuk diskusi pemecahan
masalah pada masing-masing kelompok kerja. Dengan demikian, karyawan merupakan
sumber daya organisasi yang paling berharga.
3. Manajemen. Berdasar fakta. Orientasi perusahaan harus berdasar fakta. Setiap keputusan
yang diambil selalu didasarkan pada data bukan pada perasaan (feeling) Ada dua konsep
berkaitan dengan hal ini. Pertama adalah prioritasisasi, yaitu suatu konsp bahwa perbaikan
tidak dapat dilakukan pada semua aspek secara bersamaan. Yang kedua adalah variasi atau
variabilitas kinerja manusia.
4. Perbaikan berkesinambungan. Dalam melaksanakan perbaikan berkelanjutan, perlu
dilakukan secara sistematis, yaitu menganut konsep PDCA (plan- do chek- act, yang terdidri
dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemerikasaan, dan tindakan koreksi terhadap hasil yang
diperoleh.
Sedangkan unsur utama dalam TQM adalah sebagai berikut
1.
Pelanggan. Pelanggan internal maupun pelanggan eksternal menjadi titik perhatian
utama. Pelanggan eksternal menentukan kulalitas produk dan jasa,pelanggan internal
menentukan kualitas manusia proses dan lingkungan.

2. Obsesi terhadap kualitas. Organisasi harus terobsesi untuk memenuhi standar kualitas
ytang sudah ditetapkan dan jika mungkin melebihi apa yang ditentukan.
3.
Pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah diperlukan untuk mendesain pekerjaan, proses
pengambiklan keputusan, dan pemecahan masalah.
4. Komitmen jangka panjang. Sangat diperlukan guna mengadakan perubahan budaya baru
agar penerapan TQM berhasil.
5.

Kerja sama tim (teamwork)

6.

Perbaikan sisstem berkelanjutan

7.

Pendidikan dan pelatihan

8.

Kebebasan yang terkendali

9.

Kesatuan tujuan

10. Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan

Total Quality Management (TQM) di Indonesia


Sektor publik
Agenda besar bangsa Indonesia setelah reformasi di tahun 1998 adalah Reformasi Birokrasi
yang dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good
governance). Dengan kata lain, Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk
membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban
tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. Selain itu, dengan pesatnya kemajuan
ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis
menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika
tuntutan masyarakat. Oleh karena itu, harus segera diambil langkah langkah yang bersifat
mendasar, komprehensif dan sistemik, sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan
dapat dicapai dengan efektif dan efisien.
Dalam praktiknya pelayanan publik yang merupakan hak konstitusi warga, yang telah
dipertegas oleh UU No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik masih buruk dinegara ini. Hingga
kini persoalan pelayanan publik di Indonesia tetap bagaikan gunung es yang tidak bisa
mencair. Mulai dari masalah pendidikan dan kesehatan yang makin mahal tapi buruk yang
menutup akses bagi kelompok rentan hingga masalah pengurusan dokumen yang berbelitbelit walaupun hal tersebut merupakan bagian dari hak warga untuk mendapatkan pengakuan
identitas sebagai warga negara. Setidaknya terdapat empat permasalahan mendasar dalam
pelayanan publik di Indonesia yang perlu mendapatkan sorotan.
Buruknya kualitas produk layanan publik.

Rendahnya/ketiadaan akses layanan publik bagi kelompok rentan (miskin, perempuan),


penyandang cacat, dll.
Buruknya kualitas penyelenggaraan pelayanan publik.
Ketidakjelasan mekanisme komplain dan penyelesaian sengketa.
Menurut Danang Girindrawardana Ketua Ombudsman dalam (Sindo Weekly: 18 Juli 2012)
Pengaduan di bidang pendidikan merupakan yang paling banyak karena pendidikan ini
merupakan sektor yang paling banyak bersentuhan dengan masyarakat umum kemudian yang
kedua adalah bidang pertanahan, kemudian pelayanan kesehatan, rumah sakit, dan
perpajakan.
Dalam rangka meningkatkan koordinasi, menajamkan dan mengawal pelaksanaan reformasi
birokrasi, telah ditempuh langkah-langkah kebijakan, antara lain; penerbitan Keppres 14
Tahun 2010 tentang Pembentukan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional dan Tim
Reformasi Birokrasi Nasional, yang disempurnakan menjadi Keppres Nomor 23 Tahun 2010;
Keputusan Menpan dan RB Nomor 355 Tahun 2010 tentang Pembentukan Tim Independen,
dan Keputusan Menpan dan RB Nomor 356 Tahun 2010 tentang Pembentukan Tim Penjamin
Kualitas (Quality Assurance).
Sektor swasta
Berbeda dengan sektor publik, sektor swasta cenderung lebih baik kualitas pelayanannya dari
pada sektor publik. Sektor swasta lebih kepada persaingan yang terjadi pada titik penawaran
produk (barang dan jasa) yang ditawarkan oleh masing masing perusahan dalam
memperebutkan konsumen (masyarakat) untuk memperoleh keuntungan (profit) yang
maksimal. Dengan demikian proses persaingan antar produk dan jasa yang ditawarkan akan
semakin kompetitif dan kualitas dari barang atau jasa menjadi salah satu hal utama yang
menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa
tersebut. Persaingan global membuat mutu atau kualitas produk dan jasa menjadi lebih
terjamin, ini yang membuat produk barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan lokal
(domestik) ikut kompetitif dalam persaingan perdagangan global. Pengaruh perusahaan
multinasional sangat mempengaruhi perkembangan produk dan jasa dari perusahaan lokal
(domestik), sehingga cenderung meniru dan menginovasi produk dan jasa yang ditawarkan
oleh perusahaan multinasional. Total Quality Management (TQM) disini sangat berperan
dalam perkembangan dan perbaikan organisasi (perusahaan) sehingga organisasi
(perusahaan) yang mampu mengimplementasikan Total Quality Management (TQM) inilah
yang mampu bertahan dan bersaing dengan pasar.
Tidak berhenti disitu bahkan di sektor bisnis dari konsep Total Quality Management (TQM)
sekarang muncul konsep Relationship marketing danCustomer Relationship Management
(CRM), dimana CRM mengedepankan kepuasan pelanggan dan membangun loyalitas
pelanggan sedangkanRelationship marketing (RM) tidak hanya pada pelanggan saja
melainkan juga bisa pada suplier, perusahaan lain, pesaing dan lain-lain.