Vous êtes sur la page 1sur 17

Manajemen Risiko

Pengertian Risiko
1. Menurut Vaughan (1978) ;
Resiko adalah kans kerugian
Resiko adalah kemungkinan kerugian
Resiko adalah ketidakpastian
2. Menurut statistik ;
Kemungkinan terjadinya perbedaan antara
hasil aktual (realisasi) dan hasil yang
diharapkan
Jadi dapat disimpulkan ; bahwa resiko
dihubungkan dengan kemungkinan
terjadinya akibat buruk (kerugian) yang
tidak diinginkan atau tidak terduga.

Klasifikasi Risiko

Berdasarkan asalnya (sumber) :

Manusia/masyarakat : seperti siklus bisnis,


inflasi, peperangan
Fenomena alam : cuaca, gempa bumi

Berdasarkan tipenya :

Risiko bisnis : risiko karena adanya


ketidakpastian aktivitas operasi perusahaan
Fluktuasi penjualan
Kompetisi
Ketidakpastian biaya

Risiko keuangan : risiko karena keputusan


pendanaan
Gagal bayar bunga atau angsuran hutang

Klasifikasi Risiko
Berdasarkan sifatnya:

Risiko Murni: risiko yang dapat


mengakibatkan kerugian dan tidak ada
kemungkinan menguntungkan. Mis:
kerusakan asset
Risiko Spekulatif: risiko yang dapat
merugikan tetapi juga dapat
menguntungkan. Mis: menyimpan valas

Berdasarkan dapat tidaknya dihilangkan


Risiko Sitematis: risiko yang tidak dapat
hilang dengan diversifikasi. Mis: risiko pasar
Risiko Tidak Sistematis: risiko yang dapat
dikurangi dengan diversifikasi. Mis: risiko
kredit

George Parker
Kategori risiko: (1) product market risk (business
risk) dan (2) capital market risk (financial risk)
Keputusan product market: yang terkait
pendapatan dan biaya operasional perusahaan
Keputusan capital market: yang terkait dengan
pendanaan aktifitas operasional perusahaan
Hasil dari keputusan product market perlu
dibandingkan dengan biaya pendanaan untuk
mengetahui apakah tercipta nilai atau tidak
Nilai perusahaan tergantung pada dua keputusan
tersebut

Total Risk
(Responsibility of CEO)
Business
Risk

Product Market Risk


(Responsibility of COO)
Credit
Strategic
Regulatory
Operating
Commodity
Human Resources
Legal
Product

Financial
Risk

Capital Market Risk


(Responsibility of CFO)
Interest rate
Liquidity
Currency

Manajemen Risiko
Manajemen Risiko adalah serangkaian
aktivitas yang dilaksanakan secara terstruktur
dan sistematis untuk membatasi penurunan
nilai bisnis dengan mengelola jenis/sumber
risiko dan sekaligus menjaga nilai pada tingkat
tertentu.
Manajemen Risiko adalah proses melindungi
aset dan kemampuan perusahaan dalam
memberikan hasil dengan mengurangi ancaman
kerugian akibat peristiwa yang tidak bisa
dikendalikan

Mengapa Perlu Manajemen Risiko?


Risiko dapat menimpa siapa dan apa pun

Dari
Dari
Dari
Dari

pimpinan puncak hingga bawahan


logistik sampai pemasaran
aktivitas inti sampai pendukung
asset berwujud sampai asset tidak berwujud

Risiko dapat terjadi setiap saat


Semua risiko berpotensi merugikan
perusahan
Semakin kompleksnya jenis risiko
Semakin cepatnya perubahan lingkungan
eksternal
Ketersediaan produk pengelola risiko

Sumbangan Manajemen Risiko


Manajemen risiko dapat mencegah perusahaan dari
kegagalan
Manajemen risiko dapat menunjang usaha
peningkatan laba
Manajemen risiko dapat mengurangi fluktuasi laba
tahunan dan aliran kas
Manajemen risiko merupakan harta non material
Manajemen risiko dapat meningkatkan public image

Proses Manajemen Risiko


Identifikasi risiko dan potensi kerugian
Mengukur frekuensi dan parahnya kerugian
serta dampaknya
Mengevaluasi alternatif dan memilih teknik
terbaik untuk menangani kerugian
Menerapkan program manajemen resiko
Memantau hasil

Identifikasi Risiko

Risiko Korporat

Risiko
Keuangan

Risiko Pasar

Risiko Tingkat Bunga

Risiko Likuiditas
Risiko Kredit
Risiko Permodalan

Risiko Nilai Tukar


Risiko Komoditas
Risiko Ekuitas

Risiko SDM
Risiko Produktifitas
Risiko
Operasional

Risiko Teknologi
Risiko Inovasi
Risiko Sistem
Risiko Proses

Risiko
Strategis
Risiko
Eksternalitas

Risiko Bisnis
Risiko Hubungan Investor
Risiko Transaksi Strategis

Risiko Lingkungan
Risiko Reputasi
Risiko Hukum

Pengukuran Risiko: Value at Risk (VaR)


Definisi
Potensi kerugian maksimum dari suatu investasi
dalam periode tertentu pada tingkat keyakinan
tertentu
Misal: nilai potensi kerugian maksimum akibat
pergerakan (faktor risiko) harga saham terhadap
portfolio yang dimiliki perusahaan untuk jangka waktu
seminggu kedepan pada tingkat keyakinan 95%

Pendekatan VaR melakukan penilaian besaran


potensi kerugian maksimum berdasarkan teori
distribusi frekuensi dan probabilitas

Pengukuran Risiko: Value at Risk (VaR)


Dua dimensi yang perlu diukur :
Frekuensi atau jumlah kerugian yang akan terjadi
Keparahan dari kerugian
Untuk masing-masing dimensi yang diukur adalah :
Rata-rata nilainya dalam periode anggaran
Variasi nilai itu dari satu periode anggaran ke
periode anggaran sebelum dan berikutnya.
Dampak keseluruhan dari kerugian-kerugian itu,
jika seandainya kerugian itu ditanggung sendiri.

Model Pengelolaan Risiko


Teknik Pengelolaan Klasik
Menghindari risiko
Tidak mengambil tindakan yang
dapat memunculkan risiko
Risiko yang dihindari: tidak sesuai
dengan visi, dampak sosial terlalu
besar, peraturan yang tidak
kondusif, total risiko melebihi batas
ambang

Mengurangi risiko (Pengendalian


Risiko)
Metode pencegahan
Metode diversifikasi

Model Pengelolaan Risiko

Penahanan risiko (Risk


Retention)
Praktik melindungi kerugian
perusahaan dengan dana sendiri
Memindahkan risiko
Asuransi: untuk asset riil
Berbagai bentuk lindung nilai untuk
asset keuangan: Forward dan
Future

Monitor dan pengendalian Risiko


Manajer perlu memastikan bahwa
pelaksanaan pengelolaan risiko berjalan sesuai
rencana
Manajer perlu memastikan bahwa model
pengelolaan risiko cukup efektif
Manajer perlu memantau perkembangankecenderungan berubahnya profil risiko

Asuransi sebagai Manajemen


Risiko
Alasan menggunakan asuransi : pengeluaran
uang dengan jumlah yang relatif sedikit,
perusahaan dapat terlindungi dari beberapa
kerugian tertentu, dimana beberapa di antara
kerugian sangat berpotensi menghancurkan.
Kriteria risiko yang dapat diasuransikan ;
1. Predictibility ; dapat diramalkan
2. Casualty ; korban
3. Unconnectedness ; tidak berkaitan
4. Verifiability ; dapat dibuktikan