Vous êtes sur la page 1sur 3

Piutang sangat penting dalam kegiatan penghimpunan bukti untuk keperluan fiskal.

Hal ini
dilakukan karena sebaiknya sistem akuntansi dapat menyajikan saldo piutang kepada pihak
yang ada dalam hubungan istimewa dengan maksud untuk mempermudahkan fiskus dalam
mengetahui apakah wajib pajak melakukan penghindaran pembayaran pajak melalui
penetapan harga transfer (transfer pricing). Adapun keterangan-keterangan yang dibutuhkan
dalam pembukuan piutang yaitu ;
1. Nama dan alamat lengkap debitur
2. Jumlah Piutang kepada masing-masing debitur
3. Saat timbul maupun berkurangnya piutang
4. Jenis Piutang
5. Hak Penerimaan bunga
6. Tanggal Jatuh Tempo piutang
7. Jumlah Piutang yang dapat dihapuskan
8. Keterangan lainnya yang berkaitan dengan piutang
DEFINISI PIUTANG
Piutang adalah hak perusahaan kepada pihak lain yang akan diterima dalam bentuk kas.
Dalam pendapat yang lain, piutang juga didefinisikan dengan pengertian Piutang meliputi
semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya, termasuk individu, perusahaan atau
organisasi lainnya.
JENIS-JENIS PIUTANG
1. Piutang Usaha. terjadi karena adanya pemberian kredit pada transaksi penjualan dari
penjual pada konsumen. Piutang dapat dicatat jika barang telah diserahkan. Terhadap
piutang yang diragukan tingkat kolektabilitasnya, perusahaan dapat menghapuskan
dan membebankannya pada cadangan dimaksud. Meskipun demikian, ketentuan pajak
tidak memperkenankan pada cadangan penghapusan tersebut. Ketentuan pajak lebih
melihat realitas dan memberlakukan metode penghapusan langsung. Adapun syaratsyarat penghapusan piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih menurut UU PPh
Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 6 ayat (1) huruf (h) adalah sebagai berikut. piutang yang
nyata-nyata tidak dapat ditagih dengan syarat:

Telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial.

Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih

kepada Direktorat Jenderal Pajak; dan


Telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau
instansi pemerintah yang menangani piutang negara; atau adanya perjanjian
tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang antara kreditur dan
debitur yang bersangkutan; atau telah dipublikasikan dalam penerbitan umum
atau khusus; atau adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah
dihapuskan untuk jumlah utang tertentu;

2. Piutang di luar usaha. Piutang juga dapat timbul karena pemberian pinjaman kepada
pihak ketiga dan pegawai, klaim asuransi, restitusi pajak, royalty, dan lain-lain.
3. Piutang lain-lain. Yaitu tagihan yang timbul kepada pihak ketiga secara khusus,
seperti : kelebihan membayar pajak, bon karyawan dll
4. Piutang wesel. Pengertian piutang wesel adalah piutang atau tagihan yang timbul dari
penjualan barang atau jasa secara tertulis, disertai dengan janji tertulis .
5. Piutang dalam Hubungan Istimewa. Piutang dalam hubungan istimewa merupakan
saldo tagihan dari transaksi yang dilakukan dengan pihak dimana perusahaan
mempunyai hubungan istimewa. Piutang dalam hubungan istimewa dapat timbul
karena terjadinya transaksi seperti ;
Pengeluaran atau pembebanan yang dilakukan oleh WP kepada pihak lain
dalam hubungan istimewa untuk biaya suatu usaha, seperti sewa kantor,
asuransi, listrik, dan lain-lain; penjualan harta tetap seperti mesin di mana

pengeluaran atau pembebanan tersebut akan ditagih lagi kepada pihak tersebut
Peminjaman dana
Transaksi penyerahan barang atau penyerahan jas

Metode penghapusan piutang uang yang digunakan :


1. Metode Penghapusan Langsung (Direct Write-off Method)
Pada periode dimana terdapat piutang yang tidak dapat ditagih, maka ada saat itu dilakukan
pencatatan.
Jurnal :
Biaya piutang yang tidak tertagih
Piutang Dagang

xxx
xxx

2. Metode Penyisihan/Pencadangan (Allowance Method)


Piutang yang diperkirakan tidak dapat ditagih dicatat melalui ayat jurnal.
Jurnal :
Biaya piutang yang tidak tertagih
xxx
Penyisihan piutang tidak tertagih

xxx