Vous êtes sur la page 1sur 14

ANALISIS TOKSIKOLOGI

PREPARASI SAMPEL DARAH DAN URINE

OLEH:
KELOMPOK IV
NI WAYAN DIAN NOVIANI

(P07134013013)

DESAK PUTU MEIDA LINSRA

(P07134013015)

NI MADE AYU LARASHATI

(P07134013019)

NI KADEK DWI ANJANI

(P07134013021)

NI PUTU YUDI YASTRINI

(P07134013023)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN AKADEMIK 2014/2015
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan
1.1.1 Tujuan Umum
Untuk dapat melakukan preparasi sampel darah dan sampel urine.
1.1.2 Tujuan Khusus
a. Untuk dapat memisahkan atau menyingkirkan pengotor atau zat-zat
yang tidak diinginkan (selain analit) dari sampel darah dan urin.
b. Untuk dapat memperoleh plasma darah, serum darah, sel darah merah,
untuk memperoleh whole blood dari sampel darah.
c. Untuk dapat melakukan penanganan terhadap sampel urine.
1.2 Latar Belakang
Setiap proses analisis terhadap suatu sampel memiliki tahapan-tahapan yang
harus diikuti sesuai prosedur guna untuk menghasilkan hasil yang sesuai.
Tahapan-tahapan analisis itu terdiri dari:
1. Penyiapan sampel sampel preparation
Teknik preparasi sampel adalah bagian dari proses analisis yang sangat
penting, karena teknik preparasi sampel adalah proses yang harus dilakukan
untuk menyiapkan sampel sehingga siap untuk dianalisis menggunakan
instrumentasi yang sesuai.
2. Analisis meliputi uji penapisan screening test atau dikenal juga dengan
general uknown test dan uji konfirmasi yang meliputi uji identifikasi dan
kuantifikasi
3. Langkah terakhir adalah interpretasi temuan analisis dan penulisan hasil
laporan analisis.
Setiap proses tahapan tersebut memiliki peran yang sama penting di dalam
hasil akhir analisis. Kesalahan pada salah satu tahap pada proses analisis akan
menyebabkan terjadinya kesalahan hasil analisis. Akibatnya akan dihasilkan data
hasil analisis yang tidak valid.
Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti sering mendengar istilah darah dan
urin. Bagi seorang analis kesehatan pasti sering menganalisa darah dan urin.

Darah dan urin merupakan bahan/sampel analisis yang sering ditemui di


laboratorium.
Darah dan urin merupakan sampel uji untuk menunjang berbagai jenis
pemeriksaan untuk menegakan diagnosis. Maka dari itu penting adanya seorang
analis kesehatan untuk mengetahui teknik preparasi sampel darah dan urin
sebelum melakukan suatu pemeriksaan.

BAB II
DASAR TEORI
2.1.

Preparasi Sampel
Preparasi sampel merupakan hal paling penting dalam suatu analisis klinik
karena membutuhkan waktu paling lama diantara langkah yang lain. Lebih jauh

lagi tidak jarang banyak kesalahan terjadi dalam proses preparasi sampel.
Preparasi sampel yang salah dapat menyebabkan kesalahan dalam interpretasi
data klinik yang diperoleh. Maka dari itu setiap langkah dalam preparasi urin
harus benar-benar diperhatikan. Sampel yang digunakan dalam analisis klinik
dapat berasal dari darah maupun urin. Untuk darah dapat dipilih whole blood,
serum, ataupun plasma, tergantung dari data yang diinginkan. Preparasi sampel
adalah proses penyiapan sampel sebelum dilakukan analisi yang bertujuan untuk
memisahkan atau menyingkirkan pengotor atau zat yang tidak diinginkan (selain
analit) sehingga didapat hasil yang valid.
2.2.

Darah
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali
tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang
dibutuhkan

oleh

kimia hasil metabolisme,

jaringan tubuh,
dan

juga

mengangkut
sebagai

bahan-bahan

pertahanan

tubuh

terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali
dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang
berarti darah.
Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena
berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk
menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami
gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Darah pada tubuh manusia mengandung 55% plasma darah (cairan darah) dan
45% sel-sel darah (darah padat). Jumlah darah yang ada pada tubuh kita yaitu
sekitar sepertigabelas berat tubuh orang dewasa atau sekitar 4 atau 5 liter.
Adapun komponen darah yang akan dianalisis yaitu:
1. Eritrosit
Sel darah merah, atau yang disebut juga dengan eritrosit, adalah
sebuah sel yang berada di dalam darah dan mengandung hemoglobin.

Kandungan hemoglobin dalam sel ini menyebabkan warna kemerahan


sehingga disebut sebagai sel darah merah.
Eritrosit merupakan sel darah dengan jumlah paling banyak. Setiap 1
mililiter darah mengandung sekitar 5 juta sel darah merah. Sel ini memiliki
bentuk datar seperti piringan dengan cekungan di tengah-tengah sel atau
disebut bikonveks. Selain bentuknya yang bikonveks, eritrosit memiliki
kelenturan yang luar biasa. Diameter dari sel dapat berkurang hingga 50%
sehingga mampu melewati pembuluh darah yang kecil (kapiler).
Dalam analisis toksikologi, sel darah merah digunakan sebagai
specimen dalam kasus keracunan carbon monoxide, cyanide dan bahan
volatile organic, logam berat,

beberapa obat seperti chlortalidone, dan

acetazolamide, karena zat tersebut banyak berikatan dengan sel darah merah.
2. Plasma
Plasma darah adalah komponen darah berbentuk cairan berwarna
kuning yang menjadi medium sel-sel darah, dimana sel darah ditutup, yang
berbentuk butiran-butiran darah. Di dalamnya terkandung benang-benang
fibrin/fibrinogen yang berguna untuk menutup luka yang terbuka.
Plasma darah merupakan komponen terbesar dalam darah, dimana
besar volume nya 55% dari volume darah yang terdiri dari 90% berupa air dan
10% berupa larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon
dan karbon dioksida. Karena dinding kapiler permiabel bagi air dan elektrolit
maka plasma darah selalu ada dalam pertukaran zat dengan cairan interstisial.
Dalam waktu 1 menit sekitar 70% cairan plasma bertukaran dengan cairan
interstisial.
3. Serum
Serum adalah cairan bening yang dipisahkan dari sel-sel darah
menggunakan sentrifuse. Di dalam darah, serum adalah komponen yang
bukan berupa sel darah, juga bukan faktor koagulasi, serum adalah plasma

darah tanpa fibrinogen. Serum terdiri dari semua protein (yang tidak
digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan elektrolit, antibodi,
antigen, hormon, dan semua substansi exogenous. Serum merupakan salah
satu bentuk protein. Protein memiliki molekul yang cukup besar. Jika darah
diputar dalam sentrifuge, maka zat protein tersebut akan mengendap, sisa
berupa cairan bening/jernih yang disebut serum. Dalam serum terdapat zat
antibodi untuk menghancurkan protein asing (antigen, artinya zat yg
merangsang pembentukan zat antibodi) yang masuk dalam tubuh

2.3.

Urine
Urine adalah hasil metabolisme yang dikeluarkan melalui ginjal. Setelah
mengalamifiltrasi,reabsorpsi,

difusi

dan

ekskresi

terbentuklah

ml

urin/menit.Urin tidak hanya berguna untuk mengetahui kelainan pada ginjal, juga
digunakan untuk mengetahui fungsiorgan tubuh lain. Urin dibentuk oleh
penggabungan 3 proses yaitu fikrasi plasma darah olehglomerulus, absorpsi
kembali selektif zat-zat seperti garam, air, gula sederhana dan asamamino oleh
tubulus yang diperlukan untuk mempertahankan lingkungan internal atau
untuk membantu proses-proses metabolik ndan sekresi zat-zat oleh tubulus dari
darah ke dalamlumen tubulus untuk dieksresikan ke dalam urin. Proses ini
mengikutsertakan penahanankalium, asam urat, anion organik, dan ion hidrogen.
Tugasnya untuk memperbaiki komponen buffer darah dan untuk mengeluarkan
zat-zat yang mungkin merugikan
BAB III
PROSEDUR KERJA
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
Spuit

Neraca analitik

Sendok tanduk

Kertas perkamen

pH meter

Ball filler

Lemari es/freezer

Pipet volume

Pipet tetes

Eppendorf

Tabung vial + penutup

Tabung sentrifugasi + penutup

Rak tabung reaksi + tabung reaksi

Sentrifugasi

Tabung vortex

Vortex

3.1.2 Bahan

Sampel darah

Urin

Buffer saline

EDTA

Asam Sitrat

Metanol

3.2 Skema Kerja


3.2.1 Perlakuan pada Sampel Darah
a. Cara memperoleh plasma dari darah (prosedur ini dilakukan
jika matriks yang tersedia berupa darah segar)

Diambil darah dengan pipet volume sebanyyak 3-5 ml, kemudian dimasukkan kedalam tabung reaksi.

ugasi dengan kecepatan 1500 rpm selama 15 menit. Sehingga diperoleh dua fase yaitu fase cair dan fase padatan. Fase

Darah sebanyak 3-5 ml dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditambahkan antikoagulan sebanyak 2 mg per ml d

ase cair diambil dengan pipet


volume lalu dipindahkan kedalam eppendorf. Plasma selanjutnya disimpan pada suhu 20
Dilakukan sentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 10 menit

a. Cara memperoleh Serum dari Darah

Diambil darah sebanyak3-5 ml, kemudian dimasukan ke dalam tabung reaksi.


yaitu plasma (bagian atas), lapisan platelet (bagian tengah), dan eritrosit (bagian bawah).
Diperoleh tiga lapisan

Dibiarkan selama 15 menit pada suhu kamar tanpa penambahan antikoagulan

Bagiandan
bening
yang
memisah
disebut
serum,
yang kemudian dipindahka
Lapisam plasma, platelet
sekitar
10%
dari bagian
eritrosit
dibuang

b. Cara memperoleh sel darah merah (eritrosit) dari Darah

njutnya dicuci hati-hati Dengan cairan isotonic (buffer saline), gunanya untuk menghilangkan plasma yang mungkin ma

Sel darah harus digunakan langsung atau disimpan dalam suhu (20 80 C) untuk mencegah terjadinya
hemolisis
7

c. Cara memperoleh Whole Blood

dengan EDTA sebanyak 2 mg per mL darah. Selanjutnya darah segar sebanyak 3-5 mL dimasukkan kedalam

Tabung ditutup rapat dan disimpan pada suhu -200C


d. Pengendapan protein dari plasma darah

Plasma dimasukkan kedalam


tabung

Kemudian ditambahkan dengan methanol sebanyak


2 kali volume plasma yang digunakan

Dilanjutkan dengan sentrifugasi dengan kecepatan 1500 rpm selama 15 menit.

sai disentrifugasi, maka akan terlihat lapisan protein padatan (bagian


bawah) dan lapisan cair (fraksi bebas protein) di b

Dimasukkan 5-10 mL urin ke dalam tabung dan ditambahkan asam sitrat sebanyak 2% b/v

Lapisan cairan diambil dan ditempatkan ke dalam tabung reaksi yang berlainan dan diberi tanda.

Dilakukan sentrifugasi untuk menghilangkan endapan-endapan protein yang mungkin terdapat dalam urin

3.2.2 Penanganan Sampel Urin

g lain untuk disimpan pada suhu 20-80C (urin dapat tahan selama sebulan) atau disimpan pada suhu -200 C (urin dapa

10

BAB IV

HASIL PENGAMATAN

DAFTAR PUSTAKA

Andre

Tije

Wijaya,

2014.

Sel

Darah

Merah.

Online.

Isnamashita. 2012. Pembentukan dan karakteristik Urin.

Oonline.

http://www.kerjanya.net/ faq/ 5447-sel-darah-merah.html

Diakses pada tanggal 10 Maret 2015

http://isnamashita.

blogspot.com/2012/04/pembentukan-dan-karakteristik-

urin.html.

Diakses pada tanggal 10 Maret 2015


Pradana, 2013. Fungsi Darah dan Flasma Darah. Online. http://cepipradana.
blogspot.com/2013/05/fungsi-darah-dan-plasma-darah.html

Diakses pada tanggal 10 Maret 2015


Pearce, Evelyn. 2000. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. PT
Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.