Vous êtes sur la page 1sur 6

Perdarahan Intracerebral

Perdarahan banyak ditemukan pada daerah putamen, pons, kapsula interna,


thalamus, nucleus kaudatus, dan serebellum dimana pembuluh darah kecil mudah rupture
karena HT kronis atau penyakit pembuluh darah primer. Perdaraham kedalam
hemisphere parenkimal lebih jarang ditemukan dan umumnya disebabkan malformasi
arteriovenous dan hemangioma vena.

Etiologi

Ruptur lesi vascular akibat hipertensi, aneurisme, atau malformasi arterivenosus


Komplikasi antikoagulasi
Amyloid angiopathy

Manifestasi klinis
Manifestasi klinis yang umum ditemukan ialah:

Sakit kepala berat dengan onset yang tiba-tiba, sering disertai mual, muntah, diaphoresis,

dan gangguan kesadaran.


Leher kaku, dan sakit saat di fleksikan.
Dapat terdapat tanda-tanda neurologis fokal, photophobia, dan atau sakit punggung.
Penggunaan tenaga berlebih seringkali memicu timbulnya gejala.
Perdarahan yang terlokalisasi pada putamen, thalamus, pons, dan cerebellum yang akan
menghasilkan gejala deficit neurologis sesuai tempat dan luas daerah yang mengalami

infark.
Dapat terjadi gaze palsies dan meningkatnya stupor

Diagnosis

Penemuan karakteristik klinis


Konfirmasi adanya darah pada pemeriksaan CT atau MRI
CT scan dengan melihat lokasi perdarahan dan luasnya edema.

Terapi
Perdarahan intraserebral sering diterapi secara konservatif, kecuali jika merusak
kesadaran atau menyebabkan defisit neurologis yang progresif. Perdarahan cerebellar mayor
(3 cm) dapat mengancam kehidupan kecuali dengan neurosurgically.

Lesi di Internal capsule


1. Terapi awal yang optimal juga masih dalam penelitian. Misalnya dengan manitol atau
dengan

menghilangkan

hematoma,

mengurangi tekanan intrakranial.

kadang-kadang

dapat

membantu

untuk

2. Hipertensi harus ditangani dengan gentle pada awalnya, dan lebih penuh semangat
setelah beberapa minggu.
3. Rehabilitasi: defisit neurologis yang besar dan terus-menerus diperkirakan akan
terjadi.

Lesi di Pons
Mortalitas dan morbiditas lesi di pons adalah seperti membuat terapi aktif apapun
diragukan secara medis.

Lesi di Cerebral cortex


Jika terdapat perdarahan cortikal tunggal, terutama pada pasien yang lebih muda, maka
dipertimbangkan untuk mencari kelainan pembuluh darah arteri yang mendasarinya. Hal
ini dapat dilakukan dengan MRI sekali hematoma telah ditangani. Beberapa perdarahan
cortikal pada orang tua biasanya karena angiopathy amyloid cerebral dan paling baik
ditangani secara konservatif.

Terapi ideal untuk perdarahan intraserebral adalah profilaksis.

Perdarahan

intraserebral merupakan salah satu komplikasi utama dari hipertensi yang tidak diobati. Ada
bukti yang baik menunjukkan bahwa terapi yang serius pada tekanan darah tinggi dapat
mengurangi insidensi perdarahan intraserebral pada pasien hipertensi.
A. Perdarahan subaraknoid
Merupakan perdarahan spontan pada subarachnoid space. Dapat terjadi pada semua
usia, puncak insidensi usia 50 th, jarang terjadi pada anak-anak.
Etiologi
Biasanya disebabkan ruptur spontan aneurisme saccular pada arteri dasar otak,
biasanya salah satu arteri yang membentuk sirkulus wilisi.
Penyebab

yang

jarang

adalah

malformasi

arteriovenosus,

vasculophaties,

coagulopathies, dan trauma.


Tanda dan gejala klinis
Sakit kepala hebat yang ekstrim, onset tiba-tiba, sering dideskripsikan sebagai sakit

kepala terburuk dalam hidupnya (diffuse atau bioccipital)


Seringkali pada tahap awal gangguan kesadaran
Mual & muntah
Jarang cranial nerve palsies atau defisit neurologis fokal lainnya

1. Tanda dan gejala klasik

Nyeri kepala yang hebat

Hilangnya kesadaran

Fotofobia

Meningismus

Mual

Muntah

2. Tanda peringatan

Nyeri kepala yang mendadak dan kemudian hilang dengan sendirinya

Nyeri kepala disertai mual

Nyeri tengkuk dan fotofobia ( 40-50%)

Mengalami serangan seperti disambar petir

3. Tanda Aneurisma

Defek medan pengelihatan

Gangguan gerak bola mata

Nyeri wajah

Nyeri orbital atau nyeri kepala yang terlokalisasi

Aneurisma yang berasal dari arteri komunikan anterior dapat menimbulkan efek
medan pengelihatan, disfungsi pengelihatan, disfungsi endokrin atau nyeri kepala di
daerah frontal

Aneurisma pada arteri carotis internus menimbulkan paresis okulomotorius defek


medan pengelihatan, penurunan visus, nyeri wajah disatu tempat

Aneurisma arteri carotis internus didalam sinus kavernosus menimbulkan fistula


karotika-kavernosus, menimbulkan sindrom sinus kavernosus

Aneurisma pada arteri serebri media menimbulkan disfasia, kelemahan lengan fokal
atau baal

Aneurisma pada bifurkasio basilar menimbulkan paresis okulomotorius

Terapi

Awal tatalaksana : Perawatan intensif yang terpantau secara baik


Goal of treatment :

Mengeksklusi aneurisme dari sirkulasi sesegera mungkin untuk mencegah potensi


perdarahan berulang yang fatal neosurgical clipping.

General measures:
1. Bed rest
2. Stabilisasi fungsi cardiovascular
3. Pemberian cairan dan elektrolit
4. Analgesi
5. Sedasi
6. Pemberian calcium-channel blocker (nimodipine)
7. Pemberian obat anti hipertensi yang bersifat jangka pendek untuk pasien hipertensi

Prognosis

10% penderita PSA meninggal sebelum tiba di RS

40% meninggal tanpa sempat membaik sejak awitan

Tingkat mortalitas pada tahun pertama sekitar 60%

Apabila tidak ada komplikasi dalam 5 tahun pertama sekitar


70%

Tidak ada intervensi bedah maka sekitar 30% pasien meninggal


dalam 2 hari pertama

50% dalam 2 minggu pertama

60% dalam 2 bulan pertama