Vous êtes sur la page 1sur 16

Alat Ukur Salinitas, Densitas,

dan Temperatur
Dinimiar Fitrah Saraswati
3513100076

LAPORAN
TUGAS
Oseanografi Fisik Kelas B

JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2015

ALAT UKUR SALINITAS

1. SALINOMETER

Salinometer merupakan instrument yang digunakan untuk mengukur kadar


keasinan/salinitas pada air dengan menggunakan prinsip konduktivitas listrik
pada air. Alat ini berupa sebuah tabung gelas bertangkai kecil yang
menggelembung pada bagian bawahnya yang berisi busa merah.
Salinometer Bekerjanya berdasarkan daya hantar listrik,semakin besar
salinitas semakin Besar pula daya hantar listriknya. rinsip kerja salinometer
didasarkan pada konduktivitas listrik pada air. Dalam pengukurannya,
salinometer menggunakan sifat dari air, yaitu air sebagai konduktor listrik yang
baik. Misalnya dalam pengukuran salinitas air laut, diketahui bahwa air laut
berisi banyak kotoran seperti natrium klorida, magnesium klorida, kalsium
klorida dan sebagainya. Ion-ion klor membantu dalam konduksi dan karenanya
kotoran ini meningkatkan konduktivitas air.
Salinometer

menggunakan

satu

set

elektroda

untuk

mengukur

konduktivitas sinyal yang diumpankan ke meter yang dikalibrasi untuk


memberikan bacaan kepada pengguna. Ada juga kompensasi sistem suhu yang
diperlukan untuk menyesuaikan kondisi salinometer dengan air yang diukur.
Hal ini diperlukan karena konduktivitas air tidak hanya bervariasi dengan
kotoran tetapi variasi terhadap suhu juga. Kenaikan terjadi sekitar 2,2% untuk
setiap kenaikan derajat tunggal suhu.
Dapar dilihat juga alarm audio visual yang aktif setelah nilai preset
salinitas tercapai. Hal ini berguna dalam kasus generator air tawar di mana

output akan dialihkan untuk dialirkan jika salinitas meningkat melampaui batas
tertentu sehingga menjaga air yang tersimpan dari keadaan tidak murni.
2. Refraktometer

Refraktometer merupakan alat pengukur salinitas yang cukup umum. Juga


disebut sebagai pengukur indeks pembiasan pada cairan yg dapat digunakan
untuk mengukur kadar garam / konsentrasi bahan terlarut. Misalnya gula,
garam, protein, dsb.
Prinsip alat ini adalah dengan memanfaatkan indeks bias cahaya untuk
mengetahui tingkat salinitas air, karena memanfaatkan cahaya maka alat ini
harus dipakai ditempat yang mendapatkan banyak cahaya atau lebih baik kalau
digunakan dibawah sinar matahari jadi sehabis kita mengambil sampel air laut
kita langsung menghitungnya dengan alat ini. Refraktometer ditemukan oleh
Dr. Ernest Abbe seorang ilmuan dari German pada permulaan abad 20.Indeks
bias adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam udara dengan kecepatan
cahaya dalam zat tersebut.
Indeks bias berfungsi untuk identifikasi zat kemurnian, suhu pengukuran
dilakukan pada suhu 20oC dan suhu tersebut harus benar-benar diatur dan
dipertahankan karena sangat mempengaruhi indeks bias. Harga indeks bias
dinyatakan dalam farmakope Indonesia edisi empat dinyatakan garis (D)
cahaya natrium pada panjang gelombang 589,0 nm dan 589,6 nm. Umumnya
alat dirancang untuk digunakan dengan cahaya putih. Alat yang digunakan
untuk mengukur indeks bias adalah refraktometer ABBE. Untuk mencapai
kestabilan, alat harus dikalibrasi dengan menggunakan plat glass standart.
Berikut langkah - langkahnya :
a. Tetesi refraktometer dengan aquadest
b. Bersihkan dengan kertas tisyu sisa aquadest yang tertinggal
c. Teteskan air sampel yang ingin diketahui salinitasnya

d.
e.
f.
g.

Lihat ditempat yang bercahaya


Akan tampak sebuah bidang berwarna biru dan putih
Garis batas antara kedua bidang itulah yang menunjukan salinitasnya
Bilas kaca prisma dengan aquades, usap dengan tisyu dan simpan
refraktometer di tempat kering.

3. Salinity Meter

Salah satu alat yang paling popular untuk mengukur salinitas dengan
ketelitian tinggi ialah salinity meter yang bekerjanya didasarkan pada daya
hantar listrik. Makin besar salinitas, makin besar pula daya hantar listriknya.
Prinsip kerja Salinity meter : Seperti yang disebutkan penjelasan di atas,
prinsip kerja salinity meter didasarkan pada konduktivitas listrik pada air.
Dalam pengukurannya, salinity meter menggunakan sifat dari air, yaitu air
sebagai konduktor listrik yang baik. Misalnya dalam pengukuran salinitas air
laut, diketahui bahwa air laut berisi banyak kotoran seperti natrium klorida,
magnesium klorida, kalsium klorida dan sebagainya. Ion-ion klor membantu
dalam konduksi dan karenanya kotoran ini meningkatkan konduktivitas air.
Saalinity meter menggunakan satu set elektroda untuk mengukur konduktivitas
sinyal yang diumpankan ke meter yang dikalibrasi untuk memberikan bacaan
kepada pengguna. Ada juga kompensasi sistem suhu yang diperlukan untuk
menyesuaikan kondisi salinity meter dengan air yang diukur. Hal ini diperlukan
karena konduktivitas air tidak hanya bervariasi dengan kotoran tetapi variasi
terhadap suhu juga. Kenaikan terjadi sekitar 2,2% untuk setiap kenaikan derajat
tunggal suhu. Dapar dilihat juga alarm audio visual yang aktif setelah nilai
preset salinitas tercapai. Hal ini berguna dalam kasus generator air tawar di

mana output akan dialihkan untuk dialirkan jika salinitas meningkat melampaui
batas tertentu sehingga menjaga air yang tersimpan dari keadaan tidak murni

4. Salinity Temperature Depth Recorder (Alat Perekam Suhu dan Salinitas).

Alat ini adalah alat yang lebih canggih jika dibandingkan 2 alat diatas.
Karena alat ini diturunkan ke dasar laut alat ini akan mencatat secara otomatis
suhu dan kadar salinitas di tempat tersebut.yang lebih canggih. Temperature
Depth Recorder : Prinsip kerja dari alat ini tidak jauh berbeda dengan
salinometer, yaitu dengan memanfaatkan sifat konduktivitas listrik pada air.
Alat ini sangat berguna untuk mengukur salinitas air pada kedalaman yang
sangat jauh dari permukaan air, misalnya di laut. Alat ini bekerja dan
mendapatkan hasil pengukuran dengan prinsip konduktivitas dan juga sensor
suhu. Setelah sampel air didapatkan, sampel untuk penentuan salinitas harus
dikumpulkan dengan hati-hati, dalam rangka untuk memastikan bahwa tidak
ada kristal garam yang terperangkap di tutup. Botol sampel yang memastikan
penguapan diabaikan untuk digunakan, ini harus divalidasi oleh laboratorium
masing-masing. Sampel harus dianalisis menggunakan salinometer yang telah
hati-hati menggunakan air laut IAPSO Standar. Adalah penting bahwa jenis
lain dari air laut standar harus dikalibrasi terhadap air laut dan tidak IAPSO
Standar terhadap standar KCl yang IAPSO Standar air laut dikalibrasi.

ALAT UKUR DENSITAS

1. Piknometer

Piknometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur nilai massa


jenis atau densitas fluida. Biasanya volume piknometer yang banyak digunakan
adalah 10 ml dan 25 ml, dimana nilai volume ini valid pada temperature
yang tertera pada piknometer tersebut.
Prinsip Kerja atau Cara Menggunakan Piknometer
Berikut tata cara menggunakan piknometer untuk menentukam massa jenis
suatu zat:
a. Melihat berapa volume dari piknometernya (tertera pada bagiantabung
ukur), biasanya ada yang bervolume 25 ml dan 50 ml.
b. Menimbang piknometer dalam keadaan kosong.
c. Memasukkan fluida yang akan diukur massa jenisnya ke dalam piknomeer
tersebut.
d. Menutup piknometer apabila volume yang diisikan sudah tepat.
e. Menimbang massa piknometer yang berisi fluida tersebut.

f. Menghitung massa fluida yang dimasukkan dengan cara mengurangkan


massa pikno berisi fluida dengan massa pikno kosong.
g. Setelah mendapat data massa dan volume fluidanya, kita dapat
menentukan nilai rho/masssa jenis () fluida dengan persamaan: rho () =
m/V=(massa pikno+isi) (massa pikno kosong) / volume. Adapun satuan
yang biasanya di gunakan yaitu massa dalam satuan gram (gr) dan volume
dalam satuan ml = cm3
h. Membersihkan dan mengeringkan piknometer.
2. Alat Monitor Dan Kendali Densitas Cairan Yang Mengalir Didalam Pipa
Menggunakan Radioaktif Gamma

WILAYAH UKUR = 200 gr/dm3 sampai 3200 gr/dm3 (Sllury Fluida)

KETELITIAN UKUR

= 1. 0 % / 0,1 %

DETEKTOR

= Ionchamber / Scintilation

JENIS SUMBER

= Cs137 atau Co60

SUMBER DAYA

= 110V ac / 220V ac , 50 Hz, 2 A

SIGNAL KELUARAN

= 4-20 mA, atau RS232 / RS422

UKURAN PIPA

= 4 sampai 20

APLIKASI

= Petrokimia, Pertambangan, Kilang Minyak,


Distribusi Minyak Industri Biji Plastik, Industri Pulp
Kertas, Opasitas

Stack Industri

Semen

PLTU (Pernah digunakan oleh Petrokimia Gresik)


MOUNTING

= Explosion Proof Standard Div I /Class II Aman


Untuk Lingkungan.

Kegunaan dari sistem monitor dan alat kendali densitas adalah untuk
mengukur / mengedalikan aliran fluida, slurry, yang mengalir di dalam pipa.
Sistem ini menggunakan metoda serapan radiasi beta yang dikemas sedemikian
rupa sehingga ramah lingkungan.
3. Piknometer AccuPyc seri II 1340 (Laboratory Desnsity meter)

Merupakan salah satu piknometer yang cepat, analisis sepenuhnya


otomatis yang menyediakan kecepatan tinggi, pengukuran presisi tinggi
volume dan perhitungan kepadatan pada berbagai macam bubuk, padat, dan
lumpur. Piknometer ini menggunakan perpindahan gas untuk mengukur
volume, AccuPyc 1340 dapat menganalisis sampel hanya dalam waktu kurang
dari tiga menit. Instrumen ini dapat dioperasikan dengan tombol atau dapat
juga menggunakan sambungan ke komputer

yang menyediakan pelaporan

yang rinci dan kemampuan pengarsipan. Kedua versi termasuk sampel


masukan massa langsung dari keseimbangan dan siklus pelaporan perpindahan
berbasis volume. Dengan menggunakan sambungan ke Windows, fitur seperti
pelaporan tekanan equilibrium berdasarkan waktu dan perhitungan tambahan
seperti konten persen padatan dan volume pori total disertakan.
Dalam pengukuran dengan ketelitian yang tinggi, AccuPyc II 1340
piknometer dengan modul analisa yang terintegrasi dapat mengendalikan
hingga lima modulanalisis tambahan eksternal. Setiap modul dapat memiliki
ruang ukuran sampel yang berbeda (1 cm3, 10 cm3, 100 cm3, 350 cm3)
memberikan fleksibilitas bahkan lebih. Piknometer jenis ini biasanya banyak
digunakan dalam laboratorium besar karena alat ini menggunakan ketelitian
yang sangat tinggi dalam pengukurannya.
4. Density Gradient Columns

Dirancang untuk mengukur densitas (g-cm3) dari padatan dengan


menggunakan metode Density Gradient dengan bola dikalibrasi pada
kepadatan yang telah diketahui. Jarak operasi: 0,5 sampai 3 g- cm3. Akurasi: 4
angka signifikan. Tersedia dengan 1 sampai 6 kolom Model. Memenuhi ISO,
ASTM dan standar yang lainnya.
ALAT UKUR TEMPERATUR

Termometer dengan bahan zat cair


1) Termometer Laboratorium
Alat ini biasanya digunakan untuk mengukur suhu air dingin atau air yang
sedang dipanaskan. Termometer laboratorium menggunakan raksa atau alkohol
sebagai penunjuk suhu. Raksa dimasukkan ke dalam pipa yang sangat kecil
(pipa kapiler), kemudian pipa dibungkus dengan kaca yang tipis. Tujuannya
agar panas dapat diserap dengan cepat oleh termometer.

Skala pada termometer laboratorium biasanya dimulai dari 0 C hingga


100 C. 0 C menyatakan suhu es yang sedang mencair, sedangkan suhu 100 C
menyatakan suhu air yang sedang mendidih.
2) Termometer Ruang
Termometer ruang biasanya dipasang pada tembok rumah atau kantor.
Termometer ruang mengukur suhu udara pada suatu saat. Skala termometer ini
adalah dari -50 C sampai 50 C. Skala ini digunakan karena suhu udara di
beberapa tempat bisa mencapai di bawah 0 C, misalnya wilayah Eropa.
Sementara di sisi lain, suhu udara tidak pernah melebihi 50 C.

3) Termometer Klinis
Termometer klinis disebut juga termometer demam. Termometer ini
digunakan oleh dokter untuk mengukur suhu tubuh pasien. Pada keadaan sehat,
suhu tubuh manusia sekitar 37 C. Tetapi pada saat demam, suhu tubuh dapat
melebihi angka tersebut, bahkan bisa mencapai angka 40.

Skala pada termometer klinis hanya dari 35 C hingga 43 C. Hal ini sesuai
dengan suhu tubuh manusia, suhu tubuh tidak mungkin di bawah 35 C dan
melebihi 43 C.
4) Termometer Six-Bellani
Termometer Six-Bellani disebut pula termometer maksimum-minimum.
Termometer ini dapat mencatat suhu tertinggi dan suhu terendah dalam jangka
waktu tertentu. Termometer ini mempunya 2 cairan, yaitu alkohol dan raksa
dalam satu termometer.

Termometer dengan bahan zat padat


1. Termometer Bimetal
Termometer bimetal memanfaatkan logam untuk menunjukkan adanya
perubahan suhu dengan prinsip logam akan memuai jika dipanaskan dan
menyusut jika didinginkan. Kepala bimetal dibentuk spiral dan tipis, sedangkan
ujung spiral bimetal ditahan sehingga tidak bergerak dan ujung lainnya
menempel pada pinggir penunjuk. Semakin besar suhu, keping bimetal

semakin melengkung dan meneyebabkan jarum penunjuk bergerak ke kanan,


ke arah skala yang lebih besar. Termometer bimetal biasanya terdapat di mobil.

2. Termometer Hambatan
Termometer hambatan merupakan termometer yang paling tepat
digunakan dalam industri untuk mengukur suhu di atas 1000 C. Termometer ini
dibuat berdasarkan perubahan hambatan
hambatan platina.
Dalam termometer

hambatan

logam, contohnya termometer

terdapat

kawat

penghambat

yang

disentuhkan ke benda yang akan diukur suhunya, misalnya pada pengolahan


besi dan baja. Suatu tegangan atau potensial listrik yang bernilai tetap
diberikan sepanjang termistor, yaitu sensor yang terbuat dari logam dengan
hambatan yang bertambah jika dipanaskan.

3. Termokopel
Pengukuran suhu dengan ketepatan tinggi dapat dilakukan dengan
menggunakan termokopel, di mana suatu tegangan listrik dihasilkan saat dua
kawat berbahan logam yang berbeda disambungkan untuk membentuk sebuah
loop. Kedua persambungan tersebut memiliki suhu yang berbeda. Untuk
meningkatkan besar tegangan listrik yang dihasilkan, beberapa termokopel bisa
dihubungkan secara seri untuk membentuk sebuah termopil.

Termometer dengan bahan gas


Termometer gas adalah jenis termometer yang memanfaatkan sifat-sifat
termal gas. Ada dua macam termometer gas: Termometer yang volume gasnya
dijaga tetap dan tekanan gas tersebut dijadikan sifat termometrik dari termometer.
Termometer yang tekanan gasnya dijaga tetap dan volume gas tersebut dijadikan
sifat termometrik dari termometer.

Termometer optis
1. Pirometer
Prinsip kerja pirometer adalah dengan mengukur intensitas radiasi yang
dipancarkan oleh benda-benda yang suhunya sangat tinggi. Spirometer dapat
digunakan untuk mengukur suhu antara 500 C 3.000 C.

2. Termometer inframerah

Termometer inframerah digunakan dengan cara menekan tombol sampai


menunjukkan angka tertinggi dengan cara mengarahkan sinar inframerah ke
sasaran yang dituju. Sinar yang diarahkan ke benda yang diukur akan
memantul dan pantulan tersebut direspon oleh alat sehingga termometer
inframerah menunjukkan skala suhu yang tepat.

DAFTAR PUSTAKA

http://fajarfajrien.blogspot.com/2013/05/penentuan-kadar-salinitas.html
http://ianonemafia.blogspot.com/2014/01/laporan-pengukuran-kadar-garamdilokasi.html
http://ilmukelautan.com/publikasi/oseanografi/kimia-oseanografi/412-salinitasair-laut
http://rahayu-putrysantoso.blogspot.com/2012/03/alat-pengukur-salinitastekanandan-suhu.html
http://ronydjokorayono.blogspot.com/2010/09/alat-monitor-dan-kendalidensitas.html
http://softilmu.blogspot.com/2014/08/pengertian-dan-alat-ukur-suhu.html
http://www.directindustry.com/prod/ceast/density-gradient-columns-2364357071.html
http://www.directindustry.com/prod/micromeritics/laboratory-density-meters30867-312418.html