Vous êtes sur la page 1sur 2

Askep:

Diagnosa : gangguan perfusi jaringan perifer sebagai akibat dari konstriksi sirkumferensial
luka bakar dan/ atau edema jaringan perifer
Tujuan dan kriteria hasil: klien dapat mermliki perfusi jaringan perifer yang memadai
dengan kriteria hasil:
-adanya denyut pada palpasi atau penilaian aliran (flowmeter) Doppler
-waktu pengisian kapiler pada kulit yang terbakar kuran gdari 2 detik
-tidak adanya mati rasa atau kesemutan
-tidak adanya nyeri yang berhubungan meningkat pada latihan rentang gerak (ROM) aktif.
Intervensi:
1. Lepaskan semua perhiasan dan pakaian yang mengontriksi secepat mungkin
2. Batasi penggunaan manset tekanan darah pada ekstemitas yang terkena
3. Elevasikan ekstemitas yang terbakar diatas jantung

rasional
1. Barang yang mengontriksi dapat mengganggu sirkulasiseiring berlangsu ngnya
pembentukkan edema
2. Karena manset dapat menurunkan aliran arteri dan aliran balik vena
3. unutk peningkatsan pengembalian darah vena dan mencegah pembentukkan edema
dependen
diagnosa : kuraang volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas
kapiler dankehilangan lewat evaporasi ari luka bakar
tujuan dan kriteria hasil:
pasien mendapatkan pemulihan keseimbangan ciairan dan elektrolit yang optimal dan perfusi
organ-organ vital dengan kriteria hasil:
-kadar elektrolit serum berada dalam batas normal
-keluaran urin berkisar antara 0,5-1,0 mg/kg/jam
-tekanan darah lebih tinggi dari 90/60 mmHg
-frekuensi jantung kurang dari 120 denyut per menit

-memperlihatkan sensoriuim yang jernih


-mengeluarakan urin yang jernih dan berwarna kuning dengan berat jenis dalam batas normal
Intervensi:
1. amati tanda-tanda vital (yang mencakup tekanan vena sentral atau tekanan arteri
pulmonalis jika perlu), keluara urin, dan waspada terhadapp tanda-tanda hipovelemia
atau kelebihan beban cairan.
2. Pantaukeluaran urin sedikitnya setiap jam sekali dan menimbang berat badan pasien
setiap hari
3. Pertahankan pemberian infus dan mengatur tetesannya pada kecepatan yang tepat
sesuai dengan program medik
Rasional:
1. Hipovolemia merupakan resko utama yang segera terdapat sesudah luka bakar.
Resusitasi berlebihan dapat menyebabkan kelebihan beban cairan.
2. Keluaran urin dan berat badan memberika informasi tentang perfusi renal,
kecukupan penggantian cairan dan kebutuhan serta status cairan
3. Pemberian cairan yang adekuat diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan
cairan dan elektrolit serta perfusi organ-organ vital adekuat