Vous êtes sur la page 1sur 23

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Publikasi hasil

penelitian

merupakan

hal

yang

esensial

untuk

meningkatkan keilmuan dan kesehatan. Hal ini juga penting bagi seseorang yang
mengejar karir dalam bidang ilmiah. Seseorang diakui sebagai peneliti tergantung
dari publikasi dan kontribusinya dalam perkembangan keilmiahan. Ahli ilmu
pengetahuan hidup dalam budaya terbitkan atau mati. Peneliti harus belajar
tidak

hanya

untuk

menulis

karya

ilmiah,

namun

juga

bagaimana

mempublikasikannya. Jurnal ilmiah memiliki persyaratan teknis, dan penulis


harus membuat dirinya lazim dengan persyaratan ini. Peneliti layak untuk
mendapatkan penghargaan untuk pekerjaannya, tetapi hanya bila mereka benarbenar terlibat secara intelektual terhadap hal tersebut.
Jurnal internasional adalah jurnal yang naskah-naskahnya bersifat
internasional. Oleh karena itu bahasa yang digunakan adalah bahasa internasional,
yaitu bahasa PBB: Inggris, Perancis, Arab, Cina dan Rusia. Bagi kita di Indonesia,
jurnal berbahasa Inggrislah yang mungkin diutamakan. Menulis di jurnal
internasional berarti menyajikan hal-hal yang bersifat baru (novelty) kepada para
ahli berkompetensi internasional. Dapat pula dikatakan bahwa seseorang yang
berniat menulis di jurnal internasional berarti ingin bergabung dengan para pakar
yang mempunyai reputasi internasional. Aspek prestise inilah yang sering menjadi
motivasi mengapa seseorang ingin menulis di jurnal internasional. (ST muryanto)
Menulis naskah adalah salah satu aspek penting dari kegiatan ilmiah. 1
Dengan publikasi dalam seminar atau jurnal, hasil-hasil kegiatan ilmiah terutama
penelitian, dapat memperoleh tanggapan dari para ahli, terutama dari para ahli
pada bidang ilmu yang sama. Seringkali tanggapan atau kritik yang diberikan
terhadap suatu naskah, tidak saja berguna bagi penulisnya tetapi juga bagi para
peneliti lain untuk mengkaji hasil penelitian mereka. Hasil penelitian yang valid,
penting dan menarik sering tidak bermanfaat bagi kemanusiaan hanya karena
tidak dipublikasikan. (Weissberg, R. And Buker, S. 1990)
Tingkat publikasi jurnal ilmiah Indonesia masih dinilai sangat rendah.
Berdasarkan data dari SCImagojr 2013, Indonesia berada pada peringkat 61 dari

239 negara di dunia dengan jumlah dokumen publikasi sebanyak 25.481. Di Asia
Tenggara, Indonesia menduduki peringkat keempat, berada di bawah Singapura
(171.037, peringkat 32 dunia), Malaysia (125.084, peringkat 37 dunia), dan
Thailand (95.690, peringkat 43 dunia). Indonesia hanya setingkat berada di atas
Vietnam (20.460, peringkat 66 dunia).
Pemeringkatan total publikasi ilmiah universitas-universitas di Indonesia
dilakukan oleh Scopus pada tahun 2013. Hasil statistik tersebut menunjukkan 3
universitas dengan publikasi tertinggi, yaitu Institut Teknologi Bandung (2.607),
Universitas Indonesia (2.276), dan Universitas Gadjah Mada (1.358). Berdasarkan
hasil dari universitas dengan publikasi tertinggi di Indonesia (ITB), jika
dibandingkan dengan negara tetangga, publikasi Indonesia hanya 13,9% jumlah
publikasi Thailand; 13,8% jumlah publikasi Malaysia; dan 3,7% jumlah publikasi
Singapura. Universitas Sumatera Utara (USU), berada pada peringkat ke-16
dengan jumlah publikasi 150, yang mana untuk pulau Sumatera, USU masih
berada dibawah Universitas Andalas, Universitas Syiah Kuala dan Universitas
Lampung. (Scopus, 2013)
Banyak penyebab yang menjadi alasan seseorang sulit untuk memulai
penelitian dan mempublikasikan karyanya. Diantaranya adalah karena menulis
belum menjadi budaya, dimana budaya verbal masih dominan di masyarakat.
Selain itu, sumber dana penelitian yang masih terbatas dan fasilitas serta
kenyamanan kampus masih mempengaruhi tingkat publikasi ilmiah di suatu
institusi.
Publikasi jurnal ilmiah pada waktu ini merupakan hal yang penting bagi
perkembangan keilmuan dan akademis. Mayoritas jurnal ilmiah internasional saat
ini telah memiliki versi online selain edisi cetak, sehingga dapat diakses oleh
peneliti/akademisi dari seluruh penjuru dunia. Publikasi juga meningkatkan
reputasi

akademik

peneliti/dosen

jika

mampu

mempublikasikan

hasil

penelitiannya dan peer-reviewed journal tingkat internasional. Hal ini juga


bermanfaat untuk memenuhi persyaratan formal untuk memperoleh gelar
akademik atau promosi jabatan fungsional akademik atau peneliti.
Para peneliti juga diharapakan dapat mempublikasikan karyanya ke jurnaljurnal internasional dengan Impact Factor atau Faktor Pengaruh jurnal yang

tinggi, karena FPJ yang tinggi meningkatkan nilai akademis dan gengsi dari karya
yang dipublikasikan terssebut.
Mengingat pentingnya permasalahan mengenai publikasi jurnal ilmiah
internasional ini, maka makalah ini disusun untuk lebih mengeksplorasi dan
menelaah lebih lanjut berbagai tinjauan teoritis dan aplikasi dari publikasi jurnal
ilmiah internasional sehingga diharapkan dapat menghasilkan suatu pemahaman
yang komprehensif dan merangsang kemauan dari peneliti-peneliti Indonesia
untuk menulis dan mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal Internasional.
1.2
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini diantaranya:
- Menelaah lebih dalam tentang tinjauan teoritis publikasi jurnal ilmiah
-

internasional
Memaparkan aplikasi dan pemilihan jurnal berdasarkan Impact Factor untuk
aplikasi jurnal pada jurnal ilmiah internasional

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Tahapan dan Kiat-kiat dalam Publikasi Jurnal


Seperti telah diketahui sebelumnya, bahwa menulis karya ilmiah untuk

publikasi merupakan hal yang sulit, dan supaya memperoleh hasil yang baik,
dibutuhkan pengetahuan mengenai beberapa teknik, waktu yang cukup, usaha dan
komitmen. Tahapan untuk publikasi jurnal dimulai dari tahapan penulisan jurnal
tersebut. Tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mempublikasikan sebuah
jurnal adalah:
2.1.1 Pemilihan Ide untuk Penulisan

Tulislah tentang sesuatu yang diketahui. Selalu lebih mudah untuk menulis
tentang ruang lingkup kemampuan kita atau sesuatu dimana kita terlibat dan
memberi peran; hal ini termasuk melaporkan hasil audit yang dinilai,
implementasi petunjuk latihan, atau bahkan tetnang studi klinis tentang kondisi
klinis yang tidak biasa, dan lainnya. Artikel yang dipublikasi dapat berupa soleauthored atau multiauthored, peer reviewed atau non-peer reviewed. Setelah topik
yang akan ditulis ditentukan, dibutuhkan waktu untuk merefleksikan poin-poin
berikut:
-

Apakah yang sedang saya tulis?


Siapakah tujuan saya menulis?
Mengapa saya menjelaskan kepada mereka tentang hal ini? (Cook, 2000)
Sebelum memulai, sangat penting untuk penulis memindai beberapa jurnal

dan memilih isu-isu terkini. Hal ini juga membantu untuk menentukan prespektif
yang kita maksudkan untuk didiskukisan merupakan hal yang tidak biasa dan
memberi sudut pandang baru. Selanjutnya, pertimbangan mengenai pembaca yang
potensial apakah profesional, peneliti atau manajer. Apapun kelompok target
pembaca yang dimaksud, isi dan pesan utama dari karya harus menarik dan
relevan. Pembaca yang potensial menentukan untuk luas cakupan latar belakang
dan pemilihan untuk terminologi khusus. Akhirnya, penulis harus menyadari
alasan mengapa menulis. Pada beberapa kasus, tujuan penulisan dapat berupa
informasi luas, atau juga tentang uji sudut pandang baru, untuk merangsang
kontroversi dan debat; dan semua alasan-alasan ini sesuai dan valid. Dengan
merefleksikan pertanyaan terakhir, penulis dapat memiliki ide yang jelas tentang
luas cakupan dan batasan dari karya. Khususnya, hal ini berguna untuk sudut
pandang yang akan diambil, tipe artikel, gaya yang akan dipakai dan pemilihan
jurnal tempat penulis akan mengirimkan karyanya.
2.1.2

Pemilihan Jurnal untuk Publikasi


Tahap selanjutnya dalam menulis adalah pemiliha jurnal yang sesuai.

Morse (1996) dan editor lain menilai bahwa biasanya suatu karya ditolak karena
tidak sesuai dengan tujuan dari jurnal publikasi tersebut. Untuk menghindari
kesalahan ini, penulis harus mengidentifikasi sejumlah jurnal-jurnal yang
potensial dan biasakan penulis dengan filosofi individu dari jurnal tersebut. Setiap

jurnal memiliki sejumlah pernyataan, yang membutuhkan sejulah perhatian,


tentang lingkup jurnal, aspirasinya, kontribusi yang diperbolehkan, keaslian
manuskrip dan target jumlah pembaca, baik nasional atau internasional. Setelah
menilai filosofi dan memilih satu jurnal dengan tujuan dan sasaran hasilnya paling
nyaman dengan penulis, kemudian nilai tentang keanggotaan editorial. Apakah
semua orang tersebut merupakan akademisi atau suatu campuran spesialis,
peneliti, manajer dan pelaksana. Mengetahui latar belakang ini merupakan hal
yang penting, karena akan mengerucutkan banyak keputusan mengenai tempat
publikasi.

Apabila

penulis

merupakan

akademisi,

diharapkan

penulis

mengirimkan karyanya ke jurnal peer-reviewed dengan banyak indeks sitasi.


Keputusan lain yang harus segera dibuat adalah apakah publikasi di jurnal
popular, spesialis atau profesional, akademisi, multiprofesional atau elektronik.
Jurnal-jurnal menjadi sangat cermat mengenai pemberian authorship, khususnya
pada karya ilmiah, dan secara tegas menyatakan bahwa hanya yang terlibat dalam
penyusunan ide karya, mendesain proyek, menganalisis data dan menulis karyalah
yang harus diberi gelar author. Kontribusi dari masing-masing author dalam
pengembangan dan drafting karya merupakan sebuah keharusan, terutama pada
jurnal kedokteran. Akhirnya, mengenai siapa yang muncul sebagai author
pertama, hak ini diberikan kepada penulis dengan kontribusi terbesar dalam
proyek dan yang memulai penulisan karya, bukan berdasarkan alfabetis atau
senioritas dari staf departemen.(Chambers et al., 2001; Abbasi, 2004).
2.1.3 Memperoleh Petunjuk untuk Author
Setiap jurnal memiliki gaya penulisan dan kekhasan masing-masing mengenai
susunan dan penyajuan; tetapi, banyak karya tulis yang dikembalikan pada
penulisnya tanpa dibaca karena mengabaikan petunjuk penulisan. Orang-orang
yang menilai standar karya yang dikirim merupakan praktisi, akademisi, peneliti,
dan manajer yang sibuk dengan aktivitas masing-masing dan memiliki waktu
yang sedikit, sehingga bila penulis mempersiapkan karya yang tidak menuruti
aturan jurnal tertentu, sangat mungkin untuk dikembalikan pada penulis tanpa
dibaca. Jurnal-jurnal sangat jelas memberikan petunjuk mengenai petunjuk
penulisan karya seperti ukuran huruf, penggunaan spasi, jumlah halaman, lebar

margin, abstrak, jumlah kata, peletakan tabel, grafik, dan lainnya, yang akan
dibahas di subbab selanjutnya.
2.1.4

Menulis Karya
Murray (2005) menyimpulkan bahwa, setiap author harus menemukan

strateginya sendiri dalam menulis. Ada aturan sederhana yang harus dipikirkan
ketika mempersiapkan artikel, seperti meluangkan waktu untuk membuat
kerangka, struktur, gaya dan penggunaan bahasa. 4 kesalahan paling sering dibuat
termasuk karya yang dikirim tanpa struktur yang logis dan jelas, gagal untuk
menyatakan tujuan dari artikel, kekurangan penjelasan mengenai literatur atau
kesimpulan yang tidak sesuai dengan hasil analisis data.
Kenyataanya, ada batasan jumlah pesan yang disampaikan pada satu artikel.
Biasanya, artikel dibagi menjadi beberapa paragraf utama, masing-masing dengan
penjelasannya. Contohnya, beberapa paragraf menjelaskan topik dan menentukan
konteks profesional, klinis dan strategi, dengan tujuan supaya artikel tersebut
eksplisit. Web (2002) menyarankan bahwa bagian dari suksesnya karya
dipublikasi adalah dengan meyankinkan bahwa isinya jelas dan dapat dibaca, hal
ini ditingkatkan dengan memakai orang pertama yang tepat. Cara lain untuk
meningkatkan keadaan terbaca dari karya termasuk menggunakan kata-kata dan
kalimat singkat, menghindari jargon, menggunakan jamak untuk mengurangi
pengulangan dan frase yang kaku, membaca keras untuk menentukan tanda baca
dan mengurangi penggunaan the yang tidak perlu.
Perlu diperhatikan dalam menulis abstrak: pengalaman menyatakan bahwa
banyak author melewatkan bagian ini hingga akhir, saat penulis sudah sangat
jenuh dan lelah. Menulis abstrak pada permulaan penulisan akan membantu untuk
fokus pada tujuan karya dan sasaran hasil yang diharapkan. Meluangkan waktu
untuk mempersiapkan abstrak yang menarik merupakan aktivitas yang
bermanfaat, karena bagian ini merupakan titik dimana pembaca memutuskan
untuk melanjutkan membaca atau tidak. Bila abstrak tidak disusun dengan baik,
jelas, singkat atau cukup menarik, pembaca biasanya akan melewatkan dan
menuju artikel berikutnya.

Waktu juga diperlukan untuk membuat judul seakurat mungkin dan menghindari
kalimat atau istilah yang tidak perlu yang dapat menyesatkan pembaca atau
peneliti. Banyak jurnal meminta penulis untuk mendaftarkan empat hingga enam
kata kunci atau menggunakan headings dari MESH yang menunjukkan intisari
karya penulis, karena ini memudahkan saat pencarian karya secara elektronik.
Untuk menurunkan kemungkinan kesalahan, hati-hati dalam pemilihan kata kunci,
yang paling akurat dalam menunjukkan isi karya.
2.1.5 Koreksi setelah Penulisan
Hal ini merupakan hal penting dalam proses persiapan karya untuk publikasi;
evaluasi akhir tetap harus dilakukan. Tahap berikutnya penting dalam
memperbaiki kualitas keseluruhan, keaslian dan tampilan dari karya. Tiga
aktivitas pada tahap ini adalah:
- Membaca dengan keras. Hal ini merupakan latihan untuk membaca hasil
kerja kita sendiri. Penulis dapat melakukan penilaian terhadap tanda baca
dan ritme dari teks. Hal ini juga menjadi penanda apakah kalimat yang
-

ditulis terlalu panjang atau harus dikurangi.


Menggunakan teman yang kritis. Undang dua atau tiga teman yang
dapat memberi tanggapan tentang karya yang diajukan. Hal ini mungkin
sulit

dan

memalukan,

tetapi

tanggapan

dari

pembaca

dapat

menyempurnakan penulisan. Ketika meminta timbal balik, selalu ebrikan


instruksi yang jelas tentang apa yang penulis butuhkan. Misalnya, bila
penulis menulis sebuah penelitian, tentunya penulis memburuhkan
-

tanggapan tentang metodologi atau rancangan metode yang digunakan.


Reduce, refine, dan rewrite. Sekali penulis menerima tanggapan, lanjutkan
dengan membuat revisi yang dibutuhkan, memperbaiki kesalahan
pengejaan dan menanggapi saran dari editorial.

2.1.6 Pengiriman Karya


Sebelum mengirimkan ersi terakhir dari karya penulis, lihat kembali secara
seksama petunjuk untuk penulis dan yakinkan bahwa penulis telah mengikuti
semua aturan dengan baik. Periksa halaman depan harus memiliki judul karya,
kontak jelas dari penulis utama, nama dari coauthor dan kualifikasinya. Penulis

yang menjadi tempat korespondensi harus dicantumkan alamat, nomor telepon,


nomor faksimili, dan email.
Banyak penerbit yang memerlukan versi elektronik dari karya, sehingga sangat
penting untuk menyamtumkan kontak secara jelas. Jangan menggunakan header
atau footer untuk data personal penulis, karena akan memperlambat proses
manuskrip. Lebih penting lagi, jangan pernah mengirimkan manuskrip ke lebih
dari satu jurnal pada waktu yang sama. Hanya apabila karya penulis ditolak,
penulis sudah dapat secara legal untuk mengirimkan ke jurnal lainnya.
Sekali karya dikirimkan, konfirmasi penerimaan akan tiba dalam dua hingga tiga
hari. Hal ini akan bersamaan dengan nomor referensi, dimana penulis harus kutip
untuk semua korespondensi. Jika penulis belum pernah mendapat informasi dari
administrator editorial jangka waktu, kemudian tuliskan email singkat, tanyakan
mengenai klarifikasi perkembangan karya yang sudah dikirim.
Tim peninjau akan membaca, menganalisis dan mengkritik karya berdasarkan
kriteria objektif spesifik dan memberikan tulisan timbal balik (Ball, 2003). Proses
peninjauan ini berguna untuk meyakinkan isi karya yang dipublikasi bersifat
ilmiah, teliti, akurat, tidak bias, bersifat umum dan informatif, mencerminkan
aspirasi dari jurnal (Dawson, 2004).
2.1.7 Langkah setelah Mendapat Pengembalian Karya
Ada 4 kemungkinan yang muncul dari hasil peninjauan karya:
- Diterima (tanpa syarat)
- Diterima dengan revisi sedikit
- Diterima dengan revisi banyak
- Penolakan
Sangat sering, penerimaan akhir ditujukan supaya penulis membuat revisi
berdasarkan tanggapan dan saran dari peninjau. Banyak penulis merasakan
kekecewaan ketika membaca catatan yang diberikan oleh peninjau dan kemudian
menyimpan karyanya di lemari. Sebenarnya, sangat baik untuk berlatih membaca
kembali dengan baik setiap poin-poin koreksi dari peninjau. Perbaikan dan
pengembangan dari karya sangat disarankan. Keputusan untuk membuat
perubahan penting akhirnya tergantung kepada penulis, bukan peninjau ataupun
editor, tetapi penting untuk diperhatikan bahwa tujuan dari timbal balik karya
adalah untuk memperbaiki standar dan nilai keilmuan dari karya tersebut.
Sesegera mungkin revisi karya dan kembalikan pada editorial. Penulis harus

membuat keputusan akhir dalam waktu yang singkat. Setelah karya dierima,
penulis akan menerima email tindak lanjut dari editor produksi yang akan
meminta konfirmasi mengenai detail kontak. Pada beberapa keadaan, bukti
elektronik dari karya akan sampai dan penulis diminta untuk:
- Membalas dalam dua hari, baik melalui email atau faksimili
- Membuat koreksi pada teks seperti yang diharapakan editor produksi
- Respon terhadap pertanyaan atau saran editorial yang dibuat oleh editor
-

produksi
Periksa kesalahan penulisan yang terjadi saat mengkompilasi karya
Penulis tidak dapat merubah teks asli (kecuali jika kesalah dilakukan oleh

penerbit); jika penulis berencana melakukannya, hal ini akan sangat mahal.
Banyak jurnal peerreview akan memberikan penulis 25 buah hasil cetak. Bila
penulis menulis untuk jurnal mingguan, penulis akan ditawari sejumlah imbalan
jasa yang dibayarkan setelah jurnal tersebut dicetak.
2.2
Impact Factor atau Faktor Pengaruh Jurnal
Journal Impact Factor atau Faktor Pengaruh Jurnal (FPJ) adalah suatu standar
mutu jurnal yang didasarkan pada laporan sitiran jurnal (journal citation report,
JCR) yang dikeluarkan oleh Institute for Scientific Information (ISI). Laporan
sitiran jurnal merupakan suatu alat yang bersifat kuantitatif untuk membuat
peringkat, mengevaluasi, mengelompokkan dan membandingkan berbagai jurnal
(Garfield, 1994).
FPI Jurnal dihitung dengan membagi jumlah sitiran (citation) dengan
jumlah tulisan yang dimuat untuk suatu periode waktu tertentu, yang biasanya
untuk waktu dua tahun penerbitan sebelumnya. Sebagai contoh, FPJ untuk jurnal
A tahun 2000 diperoleh berdasarkan data tahun 1999 dan 1998. Bila jumlah sitiran
jurnal A tahun 1999 adalah 24.811 dan tahun 1998 sebanyak 32.642 sehingga total
sitiran kedua tahun tersebut adalah 57.453 kali sitiran, sedangkan jumlah artikel
yang diterbitkan dalam dua tahun tersebut adalah sebanyak 5.235 artikel, maka
FPJ jurnal A tahun 2000 adalah 10,879 yang merupakan hasil pembagian 57.453
dengan 5.235. (Erman Munir)
Masing-masing FPJ memiliki rentang FPJ yang berbeda dan FPJ untuk
masing-masing bidang dapat diketahui dari laporan yang dikeluarkan oleh JCR.
Pada umumnya, jurnal dan artikel yang memuat artikel bidang kedokteran

memiliki FPJ yang lebih tinggi dibanding bidang yang lainnya. Hal ini
kemungkinan karena tingginya aktivitas penelitian dan banyaknya temuan-temuan
baru di bidang ini.
Akhir-akhir ini FPJ memiliki peranan yang sangat penting dalam penilaian
akademis. Karena FPJ merupakan indeks kuantitatif dari suatu jurnal, satu jurnal
yang dipublikasikan pada jurnal dengan FPJ tinggi, lebih tinggi nilai akademisnya
daripada beberapa tulisan yang diterbitkan pada jurnal dengan FPJ yang lebih
rendah. FPJ memicu mahasiswa untuk mendapatkan atau melakukan suatu
penelitian baru dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia sains.
Semakin tinggi nilai FPJ suatu jurnal, semakin tinggi pula kualitas jurnal
dan seleksi suatu karya untuk dapat diterima untuk publikasi pada jurnal tersebut
akan semakin ketat. FPJ memiliki peranan yang cukup dominan dalam
pengalokasian dana penelitian oleh pemberi dana, sehingga kelompok peneliti
yang sering menulis pada jurnal dengan FPJ tinggi akan lebih banyak menerima
dana penelitian.
Tulisan Adam Lomniciki dari Jagillonian University, Polandia dalam
jurnal Nature yang berjudul How Impact Factors Promote Scientific Exellence
menyatakan bahwa penggunaan FPJ sangat penting bagi negara berkembang bila
mereka ingin mengembangkan komunitas ilmiah yang efektif. Bahkan dalam
penetapan peringkat universitas dunia (World Univesity Rankings), kriteria
pensitiran merupakan suatu kriteria penilaian disamping empat kriteria lainnya.
(Times, 2004)
2.3
Jurnal Untuk Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health)
Berikut adalah beberapa jurnal internasional yang dapat digunakan untuk
publikasi jurnal ilmu kesehatan masyarakat (public health) :
Journal Name

Impact
Factor1

International Journal of Epidemiology


9.197
(http://ije.oxfordjournals.org)
Epidemiologic Reviews
7.333
(http://epirev.oxfordjournals.org/)
Environmental Health Perspectives
7.029
(http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&
db=byh&jid=3B5&site=ehost-live)

Public Health
Knowledge
Domain
Epidemiology
Epidemiology
Environmental
Health

Annual Review of Public Health


(http://arjournals.annualreviews.org/loi/publhealth)
Epidemiology (http://gateway.ovid.com
/ovidweb.cgi?T=JS&PAGE=toc&D=ovft&
MODE=ovid&NEWS=N&
AN=00001648-000000000-00000)
Journal of Clinical Epidemiology
(http://www.sciencedirect.com/science/journal
/08954356)
Tobacco Control (http://tobaccocontrol.bmj.com)

6.627

European Journal of Epidemiology


(http://www.springerlink.com/content/0393-2990)
Journal of Toxicology and Environmental
Health Part B: Critical Reviews
(http://www.informaworld.com/1093-7404)
Bulletin of the World Health Organization
(http://www.who.int/bulletin/en)

5.147

American Journal of Epidemiology


(http://aje.oxfordjournals.org/)
Cancer Epidemiology, Biomarkers &
Prevention (http://cebp.aacrjournals.org/)

4.975

American Journal of Preventive Medicine


(http://www.sciencedirect.com/science/journal
/07493797)
American Journal of Public Health
(http://ajph.aphapublications.org)
Environmental Research
(http://www.sciencedirect.com/science/journal
/00139351)
Infection Control and Hospital Epidemiology
(http://ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&
NEWS=N&PAGE=toc&
SEARCH=00004848-000000000-00000.kc&
LINKTYPE=asBody&LINKPOS=1&D=ovft)
Health Reports (http://search.ebscohost.com
/login.aspx?direct=true&db=byh&jid=9IK&
site=ehost-live)
Journal of Epidemiology & Community
Health (http://jech.bmj.com)

4.281

General Public
Health

6.178
Epidemiology
5.478
5.150

Epidemiology
Social
and
Behavioral
Sciences
Epidemiology

5.146
5.112

4.324

4.229

Environmental
Health
Global Health;
General Public
Health
Epidemiology
Chronic
Diseases
&
Conditions
;
Epidemiology
General Public
Health
General Public
Health

3.951
Environmental
Health
3.938
Communicable
Diseases
;
Epidemiology
3.314
3.294

Epidemiology ;
Community
Health
;
General Public

Health
International Journal of Hygiene and
Environmental Health
(http://www.sciencedirect.com/science/journal
/14384639)
Occupational and Environmental Medicine
(http://oem.bmj.com/)

3.276

Scandinavian Journal of Public Health


(http://sjp.sagepub.com/)
Scandinavian Journal of Work, Environment
& Health (http://www.sjweh.)

3.125

3.234

3.095

Journal of Exposure Science and


3.050
Environmental Epidemiology
(http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&
db=byh&jid=1HO8&site=ehost-live)
Cancer Causes & Control
2.961
(http://www.springerlink.com/content/0957-5243)
Genetic Epidemiology
(http://www3.interscience.wiley.com/cgi-bin
/jtoc?ID=35841)

2.951

Environmental
Health
Environmental
Health;
Occupational
Health
General Public
Health
Environmental
Health;
Occupational
Health
Environmental
Health;
Epidemiology
Chronic
Diseases
&
Conditions
;
Epidemiology
Chronic
Diseases
&
Conditions
;
Epidemiology

2.4
Tata Cara Penulisan Jurnal Internasional
Hal-hal berikut ini merupakan hal umum yang diperlukan untuk laporan dalam
semua desain studi dan format manuskrip :
a. Halaman judul
Informasi umum tentang artikel dan penulisnya ditampilkan pada halaman
judul artikel dan biasanya termasuk judul artikel, informasi penulis, disclaimer,
sumber dukungan, jumlah huruf, dan kadang-kadang jumlah tabel dan gambar.
Judul artikel. Judul artikel menampilkan deskripsi tersaring dari
keseluruhan artikel dan mengandung informasi, yang bersama-sama dengan
abstrak akan membuat informasi artikel menjadi sensitif dan spesifik. Beberapa
panduan laporan merekomendasikan dan beberapa jurnal membutuhkan informasi
desain studi menjadi bagian dari judul (khususnya randomized trials dan
systematic review dan metaanalyses). Beberapa jurnal memerlukan judul yang

ringkas, biasanya tidak lebih dari 40 karakter (termasuk huruf dan spasi) pada
halaman judul.
Informasi

penulis.

Masing-masing

gelar

tertinggi

penulis

harus

didaftarkan, meskipun beberapa jurnal tidak mempublish ini. Nama departemen


dan institusi atau organisasi di mana penulis bekerja harus dituliskan dengan
spesifik. Kebanyakan sistem submisi elektronik memerlukan informasi kontak
lengkap penulis, termasuk alamat email, nomor telepon, dan fax.
Disclaimer. Contoh disclaimer adalah pernyataan penulis bahwa
pandangan yang diekspresikan pada artikel yang dikirimkan adalah miliknya
sendiri dan bukan milik resmi institusi atau pendana.
Sumber dukungan. Ini termasuk dana, peralatan, obat-obatan, dan/atau
dukungan lain yang memfasilitasi penelitian yang dilakukan pada artikel ini atau
penulisan artikel itu sendiri.
Jumlah huruf. Penghitungan huruf pada artikel ini mengecualikan abstrak,
ucapan terima kasih, tabel, legenda gambar, dan daftar pustaka, yang
memungkinkan editor dan peninjau untuk menilai apakah informasi yang ada
pada tulisan menunjukkan panjang tulisan, dan apakah manuskrip yang
dikirimkan cocok dengan format jurnal dan huruf yang dibatasi.
Jumlah gambar dan tabel. Beberapa sistem submisi membutuhkan
spesifikasi jumlah gambar dan tabel sebelum mengunggah file. Jumlah ini
memungkinkan staf editorial dan para peninjau untuk mengkonfirmasi semua
gambar dan tabel benar-benar ada dalam manuskrip, karena tabel dan gambar
menempati ruang, juga untuk menilai jika informasi yang disediakan gambar dan
tabel sesuai dengan panjang kertas dan jika manuskrip sesuai dengan batas ruang
jurnal.
b. Abstrak
Penelitian original, systematic reviews, dan metaanalyses memerlukan
abstrak terstruktur. Abstrak harus menyajikan konteks atau latar belakang
penelitian dan harus menyatakan tujuan, prosedur dasar (pemilihan subyek
penelitian atau laboratorium hewan, pengamatan dan metode analisis), temuan
utama (memberikan ukuran efek tertentu dan signifikansi statistik), dan
kesimpulan utama. Ini harus menekankan aspek baru dan penting dari studi atau

pengamatan,

memperhatikan

kertebatasan

yang

penting

dan

tidak

menginterpretasikan temuan secara berlebihan.


Format abstrak terstruktur berbeda dari jurnal ke jurnal, dan beberapa
jurnal menggunakan lebih dari satu format, penulis perlu mempersiapkan abstrak
mereka dalam format yang dikhususkan oleh jurnal yang mereka pilih.
c. Introduction/Pendahuluan
Menyajikan konteks atau latar belakang penelitian. Menyatakan tujuan
spesifik atau hipotesis yang diujikan dari naskah dan menyajikan latar belakang
yang memadai, hindari survei literatur yang terlalu terperinci, tuliskan hanya
referensi yang berhubungan dan jangan memasukkan data atau kesimpulan
penelitian.
d. Metode
Harus murni berisi bagaimana dan mengapa studi dilakukan dengan
metode ini. Metode harus detail sehingga orang yang mengakses data akan dapat
mereproduksi suatu hasil. Jika ada organisasi yang dikontrak untuk membantu
terlaksananya penelitian, hal ini harus dituliskan di metode.
Metode harus menampilkan pernyataan yang mengindikasikan bahwa
penelitian diterima atau dibebaskan dari peninjauan komite peninjau. Jika tidak
ada komite etik formal yang tersedia, pernyataan mengindikasikan bahwa
penelitian dilakukan menurut prinsip Deklarasi Helsinki.

Pemilihan dan deskripsi partisipan


Deskripsikan dengan jelas pemilihan partisipan termasuk kriteria inklusi
dan eksklusi dan deskripsi sumber populasi
Informasi teknis
Identifikasi metode, peralatan, dan prosedur dalam detail yang cukup jelas.
Berikan referensi metode apa yang digunakan dan alasan mengapa

menggunakan metode tersebut.


e. Hasil
Sajikan hasil dalam sekuensi logis dalam teks, tabel dan gambar. Jangan
mengulang data pada tabel atau gambar dalam teks, tekankan atau simpulkan
hanya observasi yang paling penting. Batasi tabel dan gambar terhadap bagian
yang memerlukan penjelasan.
f. Diskusi

Diskusi harus mengeksplorasi hasil penelitian yang penting dan signifikan,


tidak mengulang hasil. Hindari kutipan dan diskusi kutipan yang berlebihan.
Tekankan aspek penting dan baru dari penelitian. Jangan mengulang data
dengan detail yang sudah tertulis di introduction atau hasil.
Hubungkan kesimpulan dengan tujuan penelitian tapi hindari pernyataan
tidak memenuhi syarat dan kesimpulan yang tidak didukung data.
g. Referensi
Referensi harus mengikuti standard yang disimpulkan dalam

NLMs

International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE) Recommendations


for the Conduct, Reporting, Editing and Publication of Scholarly Work in Medical
Journals:

Contoh

halaman

(www.nlm.nih.gov/bsd/uniform_requirements.html)

daftar

pustaka

dan detailnya di Citing

Medicine, 2nd edition (www.ncbi.nlm..nih.gov/books/NBK7256/).


h. Tabel
Tabel menyajikan informasi dengan singkat dan menampilkannya dengan
efisien. Siapkan tabel menurut kebutuhan jurnal spesifik. Nomori tabel dengan
teratur menurut urutan kutipannya pada teks dan berikan judul untuk masingmasing tabel. Judul pada tabel singkat, tapi berisi informasi yang memungkinkan
pembaca mengerti apa isi tabel tanpa harus kembali pada teks.
Penulis menempatkan penjelasakan pada catatan kaki. Menjelaskan semua
singkatan nonstandard pada catatan kaki, dan gunakan symbol untuk menjelaskan
informasi jika diperlukan.
Jika menggunakan data dari sumber lain yang dipublikasi atau yang tidak
dipublikasi, dapatkan ijin dan tuliskan ucapan terima kasih terhadap sumber
dengan lengkap.
i. Ilustrasi (Gambar)
Gambar digital harus dikirim dalam format yang sesuai untuk publikasi
yang diprint. Beberapa system submisi memiliki instruksi yang detail tentang
kualitas gambar.
Foto X-ray, scan, dan gambar diagnostic lainnya ataupun gambar specimen
patologik atau fotomikrograf, kirimkan file gambar fotografik dengan resolusi
tinggi.

Huruf, angka, dan symbol pada gambar harus jelas dan konsisten, dan
cukup besar untuk tetap dibaca ketika gambar dikecilkan untuk tujuan publikasi.
Judul dan penjelasan detail diletakkan pada legenda bukan pada gambar itu
sendiri.
Fotomikrograf harus memiliki penanda skala internal. Symbol, tanda
panah, huruf yang digunakan pada mikrograf harus kontras dengan latar belakang
gambar. Jelaskan marker dan identifikasi metode pewarnaan fotomikrograf.
Gambar harus dinomori dengan teratur menurut urutan gambar diletakkan
pada teks. Jika gambar telah dipublikasi sebelumnya, ucapkan terima kasih
sumber aslinya dan kirimkan ijin tertulis dari pemegang hak cipta.
Pada manuskrip, legenda gambar harus pada halaman terpisah, dengan
nomor Arab. Ketika symbol, tanda panah, huruf digunakan untuk mengidentifikasi
bagian gambar, identifikasi dan jelaskan masing-masing pada legenda.
j. Satuan pengukuran
Pengukuran panjang, tinggi, berat, dan volume harus dilaporkan dalam
satuan metric (meter, kilogram, atau liter) atau angka decimal.
Temperature harus dalam derajat celcius. Tekanan darah harus dalam
millimeter merkuri, kecuali satuan lain ditentukan secara spesifik oleh jurnal
tertentu.
Satuan yang digunakan jurnal bervariasi dalam melaporkan pengukuran
hematologi, kimia klinis dan pengukuran lain.
k. Singkatan dan Simbol
Gunakan singkatan standar. Hindari menggunakan singkatan pada judul
manuskrip. Kata-kata yang disingkat harus dijabarkan saat kata tersebut pertama
kalinya muncul dalam teks dengan singkatan berada di dalam kurung, kecuali
singkatan merupakan satuan standar pengukuran.

Setelah itu singkatan terus

digunakan.
Berikut adalah beberapa contoh tata cara penulisan jurnal internasional :
Jurnal Elsevier :
Struktur manuskrip
Halaman Judul, termasuk kata kunci
Abstrak
Tubuh naskah/manuskrip
Kontribusi Penulis
Ucapan Terima Kasih

Pernyataan tentang konflik kepentingan


Tabel Ringkasan
Referensi
Lampiran (Elvesier)
a. Referensi
Tidak ada persyaratan yang ketat pada format referensi pengiriman. Referensi
bisa dalam gaya apapun selama gaya konsisten. Nama penulis , judul jurnal /
buku, judul bab / judul artikel, tahun publikasi, nomor volume / bab buku dan
nomor halaman yang diambil harus ada. Penggunaan DOI sangat dianjurkan.
b. Format
Tidak ada persyaratan yang ketat tetapi semua format naskah harus
mengandung unsur-unsur penting yang dibutuhkan untuk menyampaikan
naskah Anda, misalnya Abstrak, Kata Kunci, Pendahuluan, Bahan dan

Metode, Hasil, Kesimpulan, Artwork dan Tabel dengan Keterangan.


Jika artikel Anda mengandung Video dan / atau bahan tambahan lainnya,
ini harus dimasukkan dalam pengajuan awal Anda untuk tujuan peer

review.
Artikel dibagi ke dalam bagian yang jelas.
Naskah harus double spasi , ini adalah persyaratan penting peer review.
Gambar dan tabel tercakup dalam teks
Pastikan gambar dan tabel yang disertakan dalam file tunggal ditempatkan
di samping teks yang relevan dalam naskah, bukan di bagian bawah atau

atas file.
c. Struktur Artikel
Bagian bernomor - subdivisi
Bagi artikel menjadi beberapa bagian jelas dan setiap subbagian harus diberi
nomor 1.1 (kemudian 1.1.1, 1.1.2, ...), 1.2, dll (abstrak tidak termasuk dalam
bagian penomoran). Gunakan penomoran ini juga untuk referensi silang internal:
jangan hanya mengacu pada 'teks'.
d. Pengantar/Introduction
Menyatakan tujuan dari naskah ditulis dan memberikan latar belakang yang
memadai, hindari survei literatur yang terlalu terperinci.
e. Material dan metode

Memberikan detail yang cukup untuk memungkinkan pekerjaan direproduksi.


Metode yang sudah diterbitkan harus ditunjukkan dengan referensi: hanya
modifikasi yang dilakukan penulis yang relevan yang harus dijelaskan.
f. Hasil
Hasil harus jelas dan ringkas.
g. Diskusi
Diskusi harus mengeksplorasi hasil penelitian yang penting dan signifikan, tidak
mengulang hasil. Hindari kutipan dan diskusi kutipan yang berlebihan.
h. Tabel Ringkasan
Para penulis harus menyediakan tabel dengan 2-4 poin pernyataan tentang apa
yang sudah diketahui pada topik dan juga 2-4 poin lain berisi pernyataan tentang
apa yang penelitian ini tambahkan pada pengetahuan pembaca. Perhatikan bahwa
bagian kedua tabel tidak seharusnya mencantumkan hasil penelitian. Bagian ini
seharusnya

membahas apa yang telah dibuktikan dalam penelitian ini dan

wawasan apa yang telah diperoleh.


i. Lampiran
Jika ada lebih dari satu lampiran, lampiran harus diidentifikasi sebagai A, B, dll.
Formula dan persamaan pada lampiran harus diberi penomoran yang terpisah:
Persamaan. (A.1), Persamaan. (A.2), dll .; dalam lampiran berikutnya Persamaan.
(B.1) dan sebagainya. Demikian pula untuk tabel dan gambar: Tabel A.1; Gambar.
A.1, dll
j. Informasi Penting mengenai halaman judul
Judul. Ringkas dan informatif. Hindari menggunakan singkatan dan
formula.
Nama penulis dan afiliasi. Jika nama keluarga ambigu (misalnya, nama

ganda),
Harap menunjukkan hal ini dengan jelas. Tampilkan alamat afiliasi penulis
(di mana pekerjaan yang sebenarnya dilakukan) di bawah nama-nama.
Tunjukkan semua afiliasi dengan huruf kecil superscript segera setelah
nama penulis dan di depan alamat yang sesuai. Tuliskan alamat pos
lengkap masing-masing Afiliasi, termasuk nama negara dan, jika tersedia,
alamat e-mail masing-masing penulis.

Penulis. Jelas menunjukkan siapa yang akan menangani korespondensi


pada semua tahap penilaian dan publikasi, juga pasca-publikasi. Pastikan
bahwa nomor telepon (dengan kode negara dan daerah) disediakan di
samping alamat e-mail dan alamat lengkap.. Rincian kontak harus tetap up

to date.
Alamat sekarang/tetap. Jika seorang penulis telah pindah alamat sejak
penelitian yang dijelaskan dalam artikel ini telah dilakukan, alamat
sekarang (atau alamat permanen) dapat dituliskan sebagai catatan kaki
pada nama penulis. Alamat di mana penulis benar-benar melakukan
pekerjaan harus dipertahankan sebagai yang utama, yakni alamat afiliasi.

Angka Superscript Arab digunakan untuk catatan kaki tersebut.


k. Abstrak Terstruktur
Sebuah abstrak terstruktur, dengan judul yang sesuai, harus mengandung konteks
atau latar belakang penelitian dan harus menyatakan tujuan, prosedur dasar
(pemilihan subyek penelitian atau laboratorium hewan, pengamatan dan metode
analisis), temuan utama (memberikan ukuran efek tertentu dan signifikansi
statistik), dan kesimpulan utama. Ini harus menekankan aspek baru dan penting
dari studi atau pengamatan.
l. Abstrak Grafis
Meskipun abstrak grafis merupakan opsional, penggunaannya dianjurkan karena
lebih menarik perhatian dalam artikel online. Abstrak grafis harus meringkas isi
artikel dalam bentuk gambar yang ringkas, yang dirancang untuk menangkap
perhatian pembaca yang luas. Abstrak grafis harus diserahkan sebagai file terpisah
dalam sistem pendaftaran online.
Ukuran gambar: Berikan gambar dengan ukuran minimum 531 1328 piksel
(tinggi lebar). Gambar harus dapat dibaca pada ukuran 5 13 cm dengan
menggunakan resolusi layar biasa 96 dpi. Jenis berkas yang disarankan: file TIFF,
EPS, PDF atau MS Office.
m. Kata Kunci
Setelah penulisan abstrak, tuliskan maksimum 6 kata kunci, menggunakan ejaan
Amerika dan hindari istilah umum dan plural dan kata pengubung ( misalnya,
'dan', 'dari'). Hemat singkatan: hanya singkatan yang sering dipakai di lapangan

yang dapat memenuhi persyaratan. Kata kunci ini akan digunakan untuk tujuan
mengindeks.
n. Singkatan
Pilih singkatan yang tidak sering didengar dalam bidang yang dibahas, tuliskan
dalam catatan kaki kemudian ditempatkan pada halaman pertama artikel.
Singkatan yang tidak dapat dihindari yang terdapat dalam abstrak harus
didefinisikan pada abstrak, juga didefinisikan pada catatan kaki. Pastikan
konsistensi singkatan seluruh artikel.
Singkatan harus digunakan, kecuali pada bagian judul dan subjudul dituliskan teks
lengkap. Singkatan tidak boleh mengandung spasi antara huruf. Singkatan yang
dikenal secara universal (missal : USA untuk Amerika Serikat) tidak perlu
didefinisikan. Hindari menggunakan singkatan dalam abstrak manuskrip.
o. Ucapan Terima Kasih
Susun ucapan terima kasih dalam bagian terpisah pada akhir artikel sebelum
referensi dan jangan letakkan pada halaman judul, sebagai catatan kaki untuk
judul atau sebaliknya. Daftarkan di sini individu yang memberikan bantuan
selama penelitian (misalnya, memberikan bantuan bahasa, membantu menulis
atau bukti membaca artikel, dll).
p. Satuan
Ikuti aturan dan konvensi yang diterima secara internasional: gunakan satuan
sistem internasional (SI). Jika satuan lain disebutkan, setarakan dalam satuan
sistem internasional (SI).
q. Tabel
Kirimkan tabel sebagai teks yang dapat diedit dan bukan sebagai gambar. Tabel
dapat ditempatkan baik di samping
teks yang relevan dalam artikel, atau pada halaman terpisah di akhir. Penomoran
tabel berurutan sesuai dengan letak tabel dalam teks dan keterangan tabel
ditempatkan di bawah tabel. Tabel ditulis ringkas dan pastikan bahwa data yang
disajikan di dalamnya tidak sama dengan hasil yang dijelaskan di tempat lain
dalam artikel. Harap hindari menggunakan aturan vertikal.
r. Gambar/Artwork

Pastikan menggunakan huruf dan ukuran yang sama dengan gambar

original
Huruf yang dipilih : Arial, Times New Roman, Symbol, Courier
Nomori ilustrasi berdasarkan urutannya dalam teks
Gunakan penamaan logis pada file gambar
Resolusi file gambar jangan terlalu besar atau terlalu kecil
Perlu diketahui bahwa ukuran file yang lebih besar dari 10 MB harus

dibuat dalam file terpisah.


Pastikan file gambar dalam format yang dapat diterima (TIFF (atau JPEG),
EPS (atau PDF), atau File MS Office) dan dengan resolusi yang benar

Jurnal Oxford :
Aturan penulisan umum

Semua naskah harus diserahkan secara online.


Semua pengiriman harus dalam bahasa Inggris.
Font yang dipilih: Arial (atau Helvetica), Times New Roman (atau Times),

Symbol, Courier.
Manuskrip harus disiapkan dalam Gaya Vancouver (cth : Int J Epidemiol

2014; 43: 614-622) dan dikirimkan secara online.


Jumlah kata dalam naskah tidak melebihi 3000 kata.
Naskah harus double spasi dengan margin 2,5 cm.
Semua halaman harus diberi nomor.
Angka lebih dari sembilan yang diikuti oleh satuan harus ditulis sebagai

angka, tidak sebagai huruf.


Angka tidak boleh digunakan untuk memulai kalimat
Angka antara 999 dan 9999 tidak boleh dipisahkan dengan spasi atau
koma sedangkan lebih dari 10 000 harus memiliki ruang setelah ribuan

tersebut.
Persen harus ditulis sebagai % di seluruh naskah.
Titik tidak boleh digunakan setelah inisial atau kontraksi, contoh: J Jones,

FRCS, 17 g, dl, Dr, dll


Semua ukuran yang harus dituliskan dalam satuan SI, diikuti oleh satuansatuan tradisional dalam tanda kurung. Ada dua pengecualian: tekanan
darah harus dinyatakan dalam mmHg dan hemoglobin sebagai g / dl

(Oxford)
a. Judul

Judul harus singkat dan spesifik. Teks dapat digunakan untuk memperkuat judul
utama.
b. Afiliasi
Afiliasi dari setiap penulis harus diberikan. Jika afiliasi sekarang seorang penulis
berbeda dari afiliasi sebelumnya, keduanya harus diberikan.
c. Abstrak
Ringkasan tidak lebih dari 250 kata dan terdiri dari empat bagian berjudul : Latar
Belakang,
Metode, Hasil dan Kesimpulan. Abstrak harus menjelaskan secara singkat
masalah yang diatasi, bagaimana penelitian dilakukan, hasil yang menonjol dan
kesimpulan apa yang bisa dibuat dari hasil. Tiga sampai sepuluh kata kunci harus
ditambahkan ke akhir abstrak tersebut.
d. Referensi
Penulis bertanggung jawab atas keakuratan dan kelengkapan daftar referensi.
Referensi dibuat dalam Vancouver Style, nomor referensi saat muncul dalam teks
harus sesuai dengan nomor pada daftar pustaka.
e. Singkatan
Kata-kata yang disingkat harus dijabarkan saat kata tersebut pertama kalinya
muncul dalam teks dengan singkatan berada di dalam kurung. Setelah itu
singkatan harus digunakan.
f. Tabel
Tabel harus diberi nomor berurutan dalam angka Arab dan harus diposisikan
terpisah dari teks. Tabel dilengkapi dengan dengan judul dan catatan kaki yang
memadai. Posisi setiap tabel dalam teks harus ditunjukkan (Tabel 1 di sini).
g. Gambar
Gambar harus diberi nomor, legenda yang sesuai. Gambar diposisikan terpisah
dari teks.
Gambar berwarna dapat direproduksi jika ada manfaat ilmiah yang cukup dalam
melakukannya. Penulis akan diharapkan untuk membayar biaya originasi warna
dalam versi cetak dari Journal ( 350 / gambar). Atau, gambar hitam dan putih
dapat muncul dalam versi cetak dari sebuah artikel dengan versi warna muncul
secara online (yang tidak ada biaya).

Pastikan bahwa file gambar elektronik siap cetak dalam ukuran yang dapat dibaca
dan berkualitas tinggi untuk publikasi.
h. Lampiran
Sebagai aturan umum, lampiran harus dimasukkan dalam teks tetapi berada dalam
bagian yang terpisah setelah teks utama.