Vous êtes sur la page 1sur 61

PENGGUNAAN

ALAT UKUR
LABORATORIUM
Delima Citra Dewi, S.Gz, Dietisien.,MKM

ALAT UKUR

Merupakan suatu alat yang digunakan untuk


mengetahui nilai suatu besaran melalui
kegiatan pengukuran
Jenis alat ukur :
- Alat ukur panjang
- Alat ukur waktu
- Alat ukur massa
- Alat ukur volume
- dsb

ALAT UKUR LABORATORIUM

Merupakan suatu alat yang digunakan untuk


mengetahui nilai suatu besaran melalui
kegiatan pengukuran pada benda, cairan
ataupun zat-zat yang digunakan di
laboratorium
Pada laboratorium biokimia dan gizi biasanya
banyak digunakan alat ukur volume dan alat
ukur massa

Jenis alat ukur juga dapat digolongkan


menjadi :
- Alat Ukur Kualitatif
- Alat Ukur Kuantitatif

ALAT UKUR KUALITATIF

Membuktikan ada atau tidaknya suatu


zat/senyawa pada sampel
Alat ukur ini tidak dapat menunjukkan
seberapa besar kandungan dari suatu zat
Pembuktian dilakukan dengan cara
Sampel direaksikan dengan reagen
timbul endapan/perubahan warna
Sampel dibakar/dipijarkan amati
warna nyala api yang timbul

JENIS-JENIS
ALAT UKUR KUALITATIF

Alat ukur kualitatif dapat berupa


larutan indikator maupun kertas
indikator, antara lain : larutan
fenolftalein, larutan metil jingga,
larutan metil merah, larutan
bromtiomol biru, kertas lakmus
(INDIKATOR ASAM-BASA), Larutan
Kalium Iodida (INDIKATOR IODIUM),
Larutan Lugol/KI+I (INDIKATOR KH)

Selain menggunakan larutan dan


kertas khusus, uji kualitatif juga
dapat dilakukan dengan penggunaan
bahan alami dan uji
pemanasan/pembakaran suatu
larutan

LARUTAN FENOLFTALEIN

Merupakan suatu larutan yang digunakan


sebagai indikator asam-basa dari suatu
larutan
Bila suatu larutan ditetesi indikator
Fenolftalein maka akan timbul reaksi
warna :
- Asam : tidak berwarna
- Basa : merah
- Netral : tidak berwarna

Karena terdapat 2 hasil yang sama


pada kondisi asam dan netral saat
ditambahkan larutan Fenolftalein,
maka perlu ditambah reagen lain
untuk mengetahui suatu larutan
tersebut asam atau netral

LARUTAN METIL JINGGA

Merupakan suatu larutan yang


ditambahkan sebagai indikator asam-basa
dari suatu larutan
Setelah ditambahkan larutan metil jingga
pada suatu larutan maka akan timbul
reaksi warna tertentu :
- Asam : jingga
- Basa : kuning
- Netral : Kuning

Karena terdapat 2 hasil yang sama


pada kondisi basa dan netral saat
ditambahkan larutan metil jingga,
maka perlu ditambah reagen lain
untuk mengetahui suatu larutan
tersebut basa atau netral

LARUTAN METIL MERAH

Merupakan suatu larutan yang


ditambahkan sebagai indikator asam-basa
dari suatu larutan
Setelah ditambahkan larutan metil merah
pada suatu larutan maka akan timbul
reaksi warna tertentu :
- Asam : merah
- Basa : kuning
- Netral : Kuning

Karena terdapat 2 hasil yang sama


pada kondisi basa dan netral saat
ditambahkan larutan metil merah,
maka perlu ditambah reagen lain
untuk mengetahui suatu larutan
tersebut basa atau netral

LARUTAN BROMTIMOL BIRU

Merupakan suatu larutan yang


ditambahkan sebagai indikator untuk
mengetahui kondisi asam atau basa suatu
larutan
Setelah ditambahkan larutan bromtimol
biru pada suatu larutan maka akan timbul
reaksi warna tertentu :
- Asam : Kuning
- Basa : Biru
- Netral : Biru agak kuning

KERTAS LAKMUS

Merupakan suatu kertas yang dapat digunakan untuk


mendeteksi kondisi asam-basa suatu larutan
Ada dua jenis kertas lakmus yaitu:
- Kertas Lakmus Warna Biru.
Di dalam larutan asam, warna kertas berubah
menjadi merah, sedangkan di dalam larutan
netral atau basa, warna kertas tidak berubah
(tetap biru)
- Kertas Lakmus Warna Merah
Di dalam larutan basa, warna kertas berubah
menjadi biru, sedangkan di dalam larutan netral
atau asam, warna kertas tidak berubah (tetap
merah)

TRAYEK PH DAN PERUBAHAN


WARNA BEBERAPA INDIKATOR
Indikator

Trayek pH

Perubahan warna
(dari pH rendah ke
pH tinggi)

Metil jingga

3.2 - 4.4

Jingga - kuning

Metil merah

4.0 - 5.8

Tidak berwarna
- merah

Bromotimol
biru

6.0 - 7.6

Kuning - biru

Lakmus

4.7 - 8.3

Merah - biru

LARUTAN KALIUM IODIDA

Merupakan larutan yang digunakan untuk


mendeteksi kualitas Iodium dalam garam
Cukup diteteskan pada garam dan akan
timbul reaksi warna ungu
Tingkat keunguan menunjukkan kualitas
Iodium pada garam tersebut

BAHAN INDIKATOR ALAMI

Kulit buah manggis


Kulit buah manggis yang berwarna ungu
cokelat kemerahan (ASAM)
Kulit buah manggis yang berwarna ungu
biru kehitaman (BASA)
Kembang sepatu
Ekstrak kembang sepatu berwarna merah
tetap merah (ASAM)
Ekstrak kembang sepatu berwarna merah
kuning kehijauan (BASA)

Singkong dan cuka


Singkong segar diparut diperas ambil
airnya 1 sendok tambah 4-6 sendok garam
dan 2 sendok cuka aduk UNGU???
Tingkat keunguan menunjukkan Iodium
garam

UJI PEMIJARAN ATAU


PEMANASAN

Uji ini dilakukan untuk sampel berupa


padatan/semipadat, kristal, dll.
Sampel diletakkan pada salah satu lekukan
druppel plat, lekukan lainnya diisi dengan
etanol.
Batang ose digoreskan pada sampel lalu di
celupkan pada etanol dan di bakar di api
bunsen, amati warna api yang terjadi
alat yang digunakan : batang ose / kawat ose
bulat, drupple plate, api bunsen.

TAMBAHAN

Plat tetes dengan sampel bahan makanan

Reaksi menghasilkan endapan

ALAT UKUR KUANTITATIF

Merupakan alat ukur untuk menentukan


berapa banyak jumlah zat/senyawa pada
bahan yang diukur
Alat ukur kuantitatif : alat ukur volume,
alat ukur massa, dsb ytdb

ALAT UKUR MASSA

Biasanya digunakan untuk mengetahui massa


suatu bahan pada hasil ekstraksi atau
preparasi sampel
Alat ukur massa yang biasa digunakan di
laboratorium : Neraca kasar, Neraca digital,
Neraca ohaus, Neraca analitik

NERACA KASAR (TRIPLE BEAM)

Alat ini digunakan untuk menimbang bahan


dengan ketelitian alat sedang (0.01-0.001
gram).
Selain itu digunakan pula untuk menimbang
bahan kimia dalam proses pembuatan
larutan, akan tetapi bukan yang digunakan
untuk standarisasi

NERACA DIGITAL

Alat ini digunakan untuk menimbang bahan


dengan ketelitian alat sedang (0.01-0.001
gram).
Selain itu digunakan pula untuk menimbang
bahan kimia dalam proses pembuatan
larutan, akan tetapi bukan yang digunakan
untuk standarisasi

NERACA OHAUS

Neraca Ohauss ini berguna untuk mengukur


massa benda atau logam dalam praktek
laboratorium.
Kapasitas beban yang ditimbang dengan
menggunakan neraca ini adalah 311 gram.
Batas ketelitian neraca Ohauss yaitu 0,1
gram.
Nilai skala ratusan dan puluhan di geser, tapi
skala satuan dan 1/100 nya di putar.

Neraca ini memiliki dua lengan.


Lengan depan terdapat satu anting logam
yang digeser-geser dari 0, 10, 20, , 100g.
Sedangkan lengan belakang lekukan-lekukan
mulai dari 0, 100, 200, , 500 g.
Selain dua lengan, neraca ini memiliki skala
utama dan skala nonius.
Skala utama 0 sampai 9 g sedangkan skala
nonius 0 sampai 0,9 g.

NERACA ANALITIK

Alat ini berfungsi untuk menimbang bahan


dengan ketelitian tinggi (0.0001 gram).
Serta digunakan untuk menimbang bahan
kimia dalam proses pembuatan larutan untuk
uji kuantitatif dan proses standarisasi.
Selain itu berfungsi untuk menimbang sampel
/ bahan dalam analisis kuantitatif.

Prinsip kerjanya yaitu dengan penggunaan


sumber tegangan listrik yaitu stavolt dan
dilakukan peneraan terlebih dahulu sebelum
digunakan kemudian bahan diletakkan pada
neraca lalu dilihat angka yang tertera pada
layar, angka itu merupakan berat dari bahan
yang ditimbang

ALAT UKUR VOLUME

Banyak digunakan di laboratorium untuk


menentukan volume suatu larutan atau
reagen, baik untuk mereaksikan,
memindahkan atapun mengukur penambahan
larutan
Antara lain : gelas ukur, beaker glass,
erlenmeyer, labu takar, pipet volume, pipet
ukur, buret, dispenser larutan

ALAT UKUR VOLUME


DENGAN KETEPATAN RENDAH (KIRA-KIRA)

Erlenmeyer
Gelas Ukur

Pipet ukur
Beaker glass

GELAS UKUR

Terbuat dari gelas


Memiliki skala dan terdiri dari bermacammacam ukuran, namun volume kurang
akurat,bukan sebagai alat ukur
Digunakan untuk mengukur volume zat kimia
dalam bentuk cair, namun tidak untuk
larutan yang panas

GELAS UKUR

ERLENMEYER

Terbuat dari gelas


Memiliki volume tertentu (volume kurang
akurat/kira-kira), namun bukan sebagai alat
pengukur
Digunakan sebagai tempat zat yang akan
dititrasi
Dapat digunakan untuk memanaskan larutan

ERLENMEYER

BEAKER GLASS/GELAS PIALA

Terbuat dari gelas


Memiliki ukuran/volume tertentu (volume
tidak tepat/kira-kira), namun bukan sebagai
alat ukur
Digunakan untuk :
Tempat larutan
Tempat memanaskan larutan
Menguapkan/memekatkan pelarut

BEAKER GLASS/GELAS PIALA

PIPET UKUR

Terbuat dari gelas


Semua bagian dari pipet ini besarnya sama
Memiliki skala dan terdiri dari bermacammacam ukuran
Digunakan untuk mengambil larutan dengan
volume tertentu namun kurang akurat

PIPET UKUR

ALAT UKUR VOLUME


DENGAN KETEPATAN TINGGI (AKURAT)
Labu

takar

Pipet

volume

LABU TAKAR
(VOLUMETRIC FLASK)

Terbuat dari gelas


Memiliki ukuran/volume tertentu (volume
tepat) dan terdiri dari bermacam-macam
ukuran
Digunakan untuk :
Membuat larutan tertentu dengan volume
setepat-tepatnya
Mengencerkan larutan sampai volume
tertentu yang tepat/akurat
Tidak boleh digunakan untuk mengukur
larutan/pelarut yang panas

LABU TAKAR

PIPET VOLUME

Terbuat dari gelas


Pada bagian tengah pipet ini terdapat bagian
yang menggelembung sementara bagian
ujungnya runcing
Memiliki ukuran/volume tertentu dengan
tepat dan sangat teliti
Alat ini lebih akurat dari pipet ukur dan gelas
ukur

PIPET VOLUME

PIPET OTOMATIK SKALA MIKROLITER (L)

model variablevolume
model fixedvolume/tetap

BURET
Alat titrasi :
A. Burrete standar
kapsts. 50 ml
B. Burrete semimikro
kapsts. 10 ml

BURET

Terbuat dari gelas


Memiliki skala dan volume tertentu
Pada ujung alat terdapat keran yang dapat
diputar untuk menutup atau membuka
Digunakan pada proses titrasi, yaitu sebagai
tempat bahan/zat penitrasi
Dalam titrasi, zat penitrasi dikeluarkan dari
buret sedikit demi sedikit melalui kran
Volume zat yang telah dikeluarkan dapat
dilihat pada skala

Teknik penggunaan buret

DISPENSER LARUTAN

Merupakan pemindah cairan atau reagen


yang dilengkapi dengan skala volume
sehingga mempermudah dalam pengambilan
reagen atau pemindahan larutan

DISPENSER :
SBG ALAT PEMINDAH
CAIRAN /LARUTAN
SECARA BERULANGULANG DENGAN VOLUME
YG RELATIF CERMAT .

TRY OUT
Bagaimana jika ingin mengambil larutan 10
ml? Dengan alat apa?
Dengan gelas ukur
Untuk analisis kuantitatif semuanya harus
tepat kecuali dinyatakan lain,
Contoh : ambil 10 ml aquades (kira2 saja,
dengan gelas ukur)

Kalau mengambil larutan 10,0 ml?


Merupakan pengukuran tepat, dilakukan
dengan pipet ukur yang tercantum volume 10
ml (Cuma bs untuk ambil 10 ml saja dan itu
akurat/tepat)

Apa perbedaan 10 ml dengan 10,0 ml ?


Perbedaannya terletak pada keakuratan
dalam pengambilan zat.
Tertulis 10,0 ml harus tepat ambil 10,0
ml, bukan 10,1 bukan 10,7 bukan juga 11 ml,
tetapi 10,0 ml dengan pipet volume
Kalau 10 ml bisa menggunakan perkiraan
tetapi harus mendekati 10 ml, menggunakan
gelas ukur, beker atau alat dengan skala
lainnya.

Bolehkah mengambil larutan 100 ml dengan


gelas bekker / erlenmeyer?
boleh, asalkan bukan pengukuran tepat

ADA PERTANYAAN??
SELAMAT BELAJAR
SEMOGA UTS LANCAR
DAN NILAI MEMUASKAN
TERIMAKASIH