Vous êtes sur la page 1sur 46

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH UTAMA

KETIDAKEFEKTIFAN PROGRAM TERAPEUTIK PADA


TN. A DI KELUARGA TN.A RT 4 RW 8 DI DUSUN KRAJAN
DESA SUMBERJAMBE KECAMATAN SUMBERJAMBE
KABUPATEN JEMBER

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Program Pendidikan Profesi Ners


(P3N) Stase Keperawatan Keluarga

oleh:
Aulia Merdekawati N.H., S.Kep.
102311101090

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Alamat: Jl. Kalimantan No.37 Kampus Bumi Tegal Boto Jember
Telp./Fax (0331) 323450 Jember

A. PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA


I.

Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga (KK)

: Tn. A

2. Usia

: 66 tahun

3. Pendidikan

: SR

4. Pekerjaan

: Pensiunan

5. Alamat

: RT 4 RW 8 Dusun Krajan Desa


Sumberjambe Kecamatan Sumberjambe
Kabupaten Jember

6. Komposisi Anggota Keluarga

Tabel 1. Komposisi Anggota Keluarga Tn. A

No

Nama

1.
2.

Tn. A
Ny.

3.
4.

Ny. In
Ny. Ind

Jenis
Kelamin
L
P

Hub dgn
KK
KK
Istri

Umur
(tahun)
66
63

P
P

Anak
Anak

43
27

Pendidikan
SD
SD
SMA
SI

Pekerjaan
Pensiunan
Ibu rumah
tangga
Guru PAUD
Guru SD

Genogram Keluarga Tn. A:

Gambar1. Genogram keluarga


Keterangan: Berdasarkan gambar genogram keluarga Tn. A dapat diketahui bahwa
yang tinggal dalam rumah keluarga Tn. A yaitu istrinya Ny. T.

Ny. L (16 th)

Keterangan Gambar Genogram :


: Laki-laki

: garis pernikahan

: Perempuan

: garis keturunan

: tinggal serumah

7. Tipe keluarga: keluarga usila dimana keluarga hanya terdiri dari suami dan
istri yang sudah tua dengan anak yang sudah memisahkan diri
8. Suku bangsa: Tn. A berasal dari Sumberjambe Jember dengan suku
Madura. Ny. T berasal dari Bandung dengan suku Sunda. Keluarga Tn. A
tinggal di lingkungan yang secara etnis penduduknya bersuku Madura.
Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Madura.
9. Agama: Kepercayaan yang dianut oleh seluruh anggota keluarga Tn. A
adalah Islam. Tn. A dan Ny. T tidak aktif di kegiatan pengajian yang
diadakan di lingkungan rumahnya.
10. Status sosial ekonomi keluarga: Tn. A merupakan seorang pensiunan
karyawan sekolah dan mengisi waktu luangnya dengan bekerja sebagai
petani. Kebutuhan keluarga Tn. A dipenuhi oleh Tn. A dari gaji pensiun.
Gaji Tn.A setiap bulan yaitu Rp. 1.600.000,-. Menurut Ny. T penghasilan
yang didapat oleh Tn. A dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan seharihari. Selain itu, hingga saat ini Tn.A masih aktif bekerja mengelola lahan
pertaniannya
11. Aktivitas rekreasi keluarga: Aktivitas rekreasi pada keluarga Tn. A sering
dilakukan, diantara menonton tv bersama, mendengarkan radio, dan
berkunjung ke rumah saudara sekaligus menghabiskan waktu bersama
anak cucu.
II.

Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1.

Tahap perkembangan keluarga saat ini:


Berdasarkan tahap perkembangannya, tahap perkembangan yang saat ini
dilewati oleh keluarga Tn. A adalah tahap perkembangan keluarga tahap

ke-8 yaitu keluarga lansia dan pensiunan. Adapun tugas perkembangan


keluarga lansia adalah:
a. Mempertahankan penataan kehidupan yang memuaskan
b. Menyesuaikan terhadap penghasilan yang kurang
c. Mempertahankan hubungan pernikahan
d. Menyesuaikan terhadap kehilangan pasangan
e. Mempertahankan ikatan keluarga antargenerasi
f. Melanjutkan untuk merasionalisasi kehilangan keberadaan anggota
keluarga
Tugas perkembangan dari keluarga Tn. A sebagian besar telah terpenuhi.
Tn. A dan Ny. T dapat memenuhi kebutuhan anggota keluarga dengan
terdapatnya rumah, privasi dan keamanan bagi anggota keluarganya. Tn. A
dan Ny. T juga dapat mempertahankan hubungan yang sehat dalam
keluarga baik hubungan antara suami-itri, orangtua-anak, maupun
keluarga-sanak famili. Hubungan antara keluarga Tn. A dan sanak saudara
terjalin dengan harmonis, sering kali saling mengunjungi satu sama lain.
2.

Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi:


Tugas perkembangan keluarga Tn. A berdasarkan keterangan keluarga,
sampai saat ini cukup terpenuhi. Meski diantara pasangan belum ada yang
meninggal dunia, mereka menyadari bahwa usianya sudah tidak muda lagi
dan hanya bisa meningkatkan ibadah di usia tuanya.

3.

Riwayat keluarga inti:


Tn. A dan Ny. T menikah pada tahun 1970. Tn.A adalah penduduk asli
sumber jambe sedangkan Ny.T adalah pendatang dari Jawa Barat. Tn. A
dan Ny. T dikaruniai 2 orang anak yaitu Ny. In dan Ny. Ind. Saat ini Ny.T
dan Tn.A memiliki 3 orang cucu dan semua cucunya perempuan.

4.

Riwayat keluarga sebelumnya:


Orang tua Tn.A adalah penduduk asli sumber jambe sedangkan orang tua
Ny.T berasal dari jawa barat. Keluarga Ny.T sering berpindah-pindah
tempat bergantung dengan tugas dinas yang didapat. Tn.A dan Ny.T
bertemu ketika keluarga Ny.T dipindahtugaskan ke Desa Sumberjambe.

Keluarga Ny.T tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun kecacatan.


Keluarga Tn.A memiliki riwayat penyakit hipertensi. Ibu dari Tn.A
memiliki hipertensi dan kelima saudaranya

seluruhnya memiliki

hipertensi.
III.

Lingkungan
16. Karakteristik rumah
a. Denah rumah

P
D

T1

K
T2

Gambar 2. Denah rumah keluarga Tn. A


Keterangan:

T1
T2
K
D
P

: Pintu
: Jendela
: Ruang Tamu
: Ruang Keluarga
: Kamar Tidur
: Dapur
: Kandang sapi
b. Keadaan dalam rumah
Lantai rumah Tn.A terbuat dari semen. Dinding rumah terbuat dari
tembok dan sebagian menggunakan kayu. Atap rumah genteng dan
dilapisi oleh plavon. Luas rumah Tn. A 60 m 2 dengan ukuran tiap
kamar tidur 3x4 meter. Kamar tidur digunakan tidur oleh Ny.T dan
Tn.A. Selain itu di ruang keluarga terdapat tv, meja, dan beberapa kursi.
Ny. T mengaku selalu membersihkan rumahnya setiap hari. Ruang tamu
5

terlihat rapi dan bersih namun di ujung ruangan terdapat barang-barang


yang mengganggu kebersihan rumah, lantai ruang tamu terlihat bersih
tetapi masih terasa kotor ketika diinjak tanpa alas kaki. Pencahayaan
pada siang hari cukup terang. Pencahayaan di malam hari menggunakan
lampu listrik, sehingga terlihat terang.
c. Keadaan lingkungan di luar rumah
1) Pemanfaatan halaman
Keluarga Tn. A memiliki halaman didepan rumah yang tidak begitu
luas. Halaman didepan rumah ditanami pohon jeruk dan digunakan
sebagai tempat jemuran
2) Sumber air minum
Sumber air minum diambil dari sumur yaitu berada di belakang
rumah.
3) Pembuangan air kotor
Pembuangan air limbah rumah tangga dialirkan melalui got yang
akan disalurkan ke got belakang rumah.
4) Pembuangan sampah
Sampah rumah dibuang di lahan samping yang kira-kira berjarak 5
meter dari rumah.
5) Jamban
Keluarga Tn.A memiliki kamar mandi dan jamban yang ada di
dalam rumah
6) Sumber pencemaran
Terdapat sumber pencemaran udara di sekitar rumah Tn.A yaitu
dari kandang sapi karena Tn.A memelihara hewan ternak
7) Sanitasi rumah
Ruangan yang ditempati keluarga Tn. A rapi. Lingkungan sekitar
rumah tampak bersih.
17. Karakteristik tetangga dan komunitas:
Tempat tinggal Tn. A berada di ujung lingkungan. Rumah-rumah yang
ada disekitar rumah Tn.A masih dalam satu silsilah keluarga.

Tipe

tempat tinggal dari keluarga Tn. A adalah tipe rumah hunian. Tipe
lingkungan/komunitas di wilayah Tn.A termasuk dalam lingkungan
perdesaan. Sebagian besar penduduk lingkungan ini memiliki pekerjaan
sebagai petani, pedagang dan kuli bangunan Mayoritas tetangga adalah
suku Madura dengan bahasa komunikasi sehari-hari menggunakan

bahasa Madura.
18. Mobilitas geografis keluarga:
Untuk melakukan mobilisasi Tn.A dan Ny.T menggunakan sepeda motor.
Sehari-hari Tn.A mengisi waktu luangnya dengan bekerja sebagai petani
di ladangnya sedangkan Ny.T hanya di rumah saja dan terkadang
membantu merawat cucunya yang tinggal di sebelah rumah.
19. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyakarat
Dalam keluarga Tn. A tidak mengikuti kegiatan pengajian yang diadakan
oleh masyarakat di lingkungannya karena sudah tua tetapi Tn. A aktif
dalam mengikuti kegiatan perkumpulan masyarakat yang lain seperti
dalam acara-acara peringatan hari besar
20. Sistem pendukung keluarga
Keluarga Tn.A memiliki beberapa sumber dukungan, diantaranya sumber
dukungan fisik berupa rumah permanen yang dapat menjadi tempat
berlindung seluruh anggota keluarganya. Keluarga Tn.A juga memiliki
sumber dukungan emosional berupa anak dan saudara yang tinggal di
sekitar rumah. Tn.A dan Ny.T juga memiliki banyak kerabat yang sering
berkunjung ke rumah memberikan dukungan ataupun bantuan kepada
Tn.A jika membutuhkan.
Tempat
kerja

Praktisi kesehatan

Tn.A

Ny.T
Tetangga

Keluarga besar
Ny. T

Kader Posyandu
Keluarga besar
Tn. A

Gambar 3. Ecomap keluarga Tn. A

Keterangan:

Hubungan/ interaksi sedang


Hubungan / interaksi kuat
Hubungan/ interaksi sangat kuat
IV.

Struktur Keluarga
1.

Pola komunikasi keluarga:


Komunikasi yang dilakukan dalam keluarga Tn.A dilakukan secara
terbuka, dalam arti setiap ada permasalahan diselesaikan dengan cara
musyawarah dan setiap anggota keluarga bebas untuk memberikan
pendapat ataupun saran, serta antar anggota keluarga juga saling
mengingatkan apabila melakukan hal-hal yang dianggap salah. Tn.A dan
Ny.T sering membicarakan masalah yang ada baik di rumah maupun
masalah diluar rumah. Komunikasi yang dilakukan antar keluarga
menggunakan bahasa Madura.

2. Struktur kekuatan keluarga:


Pengambilan keputusan pada keluarga Tn.A dipedang oleh Tn.A.
Struktur kekuatan keluarga yang tertinggi dipegang oleh Tn.A sebagai
kepala keluarga di keluarga tersebut. Pemikiran yang terbuka dari Tn.A
dan Ny.T membuat keharmonisan keluarga terjaga sampai saat ini.
3. Struktur peran keluarga:
Struktur Peran Formal
Tn. A berperan sebagai kepala keluarga yang memimpin keluarga. Tn.A
yang mengambil keputusan dalam keluarga dan mencari nafkah.
Ny.T berperan sebagai ibu rumah tangga dan mengurus rumah tangga
termasuk memasak, berbelanja, membersihkan rumah
Struktur Peran Informal
Peran informal keluarga secara spesifik tidak dijelaskan oleh keluarga
Tn.A. namun Tn.A dan Ny.T saling mendukung dan menjaga satu sama
lain di usia tuanya. Ny.T juga sering menjadi perantara bagi keluarga
besar maupun dengan keluarga anaknya karena Ny.T merupakan orang
yang sabar.

4. Nilai dan norma budaya:


Dalam keluarga Tn.A dan Ny.T memiliki budaya yang berbeda. Tn.A
dengan latar budaya Madura sedangkan Ny.T dengan latar budaya Sunda.
Ny.T mengatakan bahwa Ny.T sudah lama berada di sumberjambe, Ny.T
mengikuti nilai dan norma budaya setempat sehingga nilai dan norma
dapat dijalankan secara bersama tanpa ada kesenjangan.
V.

Fungsi Keluarga
1. Fungsi afeksi
1) Kebutuhan-kebutuhan keluarga, pola-pola respon
Setiap kebutuhan dari anggota keluarga Tn.A dibicarakan secara
terbuka dan respon dari anggota keluarga positif dan akan
dipertimbangkan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. Tn. A dan
Ny.T saling menghargai dan mampu menerima dengan baik keinginan
satu sama lain.
2) Hubungan keakraban
Tn. A dan Ny. T sangat akrab karena sifat keterbukaan mereka berdua.
Tn. A dan Ny. T tampak rukun dan harmonis
3) Pertalian hubungan (diagram kedekatan dalam keluarga)
Tn.A

Ny.
T
Gambar 4. Diagram Pertalian Keluarga Tn. A

Keterangan:
: hubungan lemah
: hubungan kuat
Gambar 4. Gambar diatas menunjukkan keakraban dalam keluarga Tn.A.
Tampak dalam gambar bahwa Tn. A dan Ny. T memiliki hubungan yang
kuat.

2. Fungsi sosial
Keluarga Tn.A sangat terbuka dengan hubungan antar tetangga maupun
dengan teman. Keluarga Tn.A menerima dengan baik semua kunjungan
baik dari saudara, tetangga maupun teman. Menurut tetangga Tn.A, Tn.A

merupakan orang yang baik pada orang lain maupun ke warga


disekitarnya dan komunikasinya bagus terhadap warganya. Tn.A dan
Ny.T merawat anaknya dengan cukup baik hingga anaknya mendapat
pendidikan yang cukup hingga SI. Tetangga disekitar rumah Tn.A masih
ada hubungan saudara dengan Tn.A sehingga Tn.A dan keluarga besarnya
masih dapat berkomunikasi dan saling berkunjung.
3. Fungsi ekonomi
Kebutuhan ekonomi di keluarga ini dipenuhi oleh Tn.A yang bekerja
sebagai petani dan pensiunan pegawai SD. Gaji tiap bulan Tn.A yaitu Rp
1.600.000,-. Menurut Ny.T gaji tersebut cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Tn.A juga masih memiliki lading yang ia tanami
beberapa tanaman sehingga untuk kebutuhan sehari-hari masih bisa
diambil dari hasil lading tersebut. Ny.T yang mengatur segala kebutuhan
keluarganya sehari-hari.
4. Fungsi reproduksi
Ny.T yang saat ini berumur 63 tahun dan sudah mengalami menopouse
sehingga sudah tidak menggunakan alat kontraspsi apapun.
5. Fungsi perawatan kesehatan
1) Keadaan kesehatan
Tn. A: Kondisi umum Tn. A baik. Tekanan darah 160/100 mmHg.
Tn.A mengatakan saya mempunyai tekanan darah tinggi, linu-linu
dan terkadang merasakan pusing dan berat pada tengkuk. Tn.A
menjelaskan bahwa ada riwayat penyakit hipertensi pada keluarga. Tn.
A dulu merupakan seorang perokok namun saat ini sudah berhenti
merokok mengingat usianya sudah tidak muda lagi. Tn.A postif
memiliki asam urat dengan nilai asam urat 8,1.
Ny. T: Kondisi umum Ny. T saat ini terlihat sehat dan mampu untuk
melakukan aktivitas. Tekanan darah 120/70 mmHg. Tidak ada riwayat
penyakit keluarga yang dialai keluarga besar Ny.T. Namun Ny.T
mengeluh kakinya sering linu-linu. Ny.T negatif memiliki asam urat
dengan nilai asam urat 4,0. Ny.T mengatakan saya tidak pernah tahu

10

mengenai asam urat,penyebabnya, dan penatalaksanaan yang dapat


dilakukan di rumah, Jika asam urat Tn.A kambuh biasanya Tn.A
hanya minum obat yang dibeli di apotik.

Tn.A tidak pernah

memeriksakan kadar asam uratnya. Keluarga Tn. A mengenal tentang


asam urat, namun tidak mengerti penyebab ataupun dampak dari asam
urat. Ny.T mengatakan saya tidak tahu upaya apa saja yang dapat
dilakukan sehingga keluarga tidak tahu harus merawat penyakit Tn.A
dengan cara apa. Tn.A dan keluarga akan pergi ke pelayanan
kesehatan jika merasa sakit.
2) Kebersihan perorangan
Kebersihan perorangan keluarga Tn. A dan Ny. T sudah baik. Mandi
minimal dua kali sehari. Pakaian yang digunakan tidak disetrika tetapi
terlihat rapi dan bersih.
3) Penyakit yang sering diderita
Tn.A memiliki hipertensi dan sering kambuh. Beberapa tahun yang
lalu Tn.A sering opname karena hipertensinya. Namun 2 tahun
terakhir tidak pernah kambuh. Tn.A dan Ny.T hanya sering mengeluh
linu-linu pada ekstremitas bawah.
4) Penyakit keturunan
Terdapat penyakit keturunan berasal dari keluarga Tn. A yaitu
hipertensi
5) Penyakit kronis atau menular
Menurut pengakuan Ny.T dan Tn.A anggota keluarganya tidak ada
yang mengalami penyakit kronis atau penyakit menular sebelumnya.
6) Kecacatan
Anggota keluarga Tn. A tidak ada yang mengalami kecacatan pada
anggota tubuh.
7) Pola makan
Pola makan keluarga sehari 2-3 kali sehari. Menurut Ny.T Menu
makanan yang sering disajikan terdiri dari makanan pokok yaitu nasi,
sayur (sop, bayam, kacang panjang, petai) dan lauk (tahu, ikan, telur,

11

ayam). Tidak terdapat alergi makanan pada keluarga Tn. A. Tn. A


tidak pernah menolak makanan apapun yang dimasakkan oleh Ny.T.
Tn.A mengatakan bahwa ia tidak menyukai ayam potong, ia hanya
mengkonsumsi ayam kampung sedangkan Ny.T tidak suka dengan
ikan maupun daging. Ny.T lebih banyak mengkonsumsi sayur setiap
harinya. Hanya saja Tn.A mengeluh perutnya kembung jika minum
kopi dan pisang. Namun Tn.A tetap minum kopi tapi dengan porsi
sedikit (porsi kecil).
8) Pola istirahat
Tn.A mengatakah bahwa ia jarang tidur siang karena bekerja di sawah.
Ketika malam hari Tn.A akan tidur sekitar pukul 22.00 WIB atau
sesuai dengan keadaan di rumah. Tn. A akan tidur 5-6 jam di malam
hari. Jam istirahat Tn. A adalah di sore hari setelah semua kegiatan di
sawah berakhir.
Pola tidur Ny.T juga tidak menentu. Ketika ada waktu untuk istirahat
Ny.T akan memanfaatkannya untuk tidur siang. Ny.T akan tidur
sekitar pukul 21.00 WIB. Pada sore hari biasanya dimanfaatkan
dengan mengobrol dengan keluarga terutama cucu.
9) Ketergantungan obat atau bahan
Keluarga Tn.A tidak memiliki ketergantungan mengkonsumsi obat.
Ny.T menjelaskan bahwa Ny.T dan Tn.A kadang-kadang membeli
obat di warung apabila merasa pusing atau linu-linu. Bila dirasakan
sakitnya tidak kunjung sembuh, baru akan diperiksakan ke petugas
kesehatan atau membeli obat asam urat di apotek.
10) Mencari pelayanan kesehatan
Keluarga Tn.A mempercayai kepada tenaga kesehatan misalnya pada
dokter, perawat ataupun bidan wilayah. Kunjungan ke petugas
kesehatan tidak dilakukan secara berkala, hanya jika ada anggota
keluarga yang sakit saja keluarga mengakses layanan kesehatan.
VI.

Stress dan Koping Keluarga

12

1. Stressor jangka pendek dan jangka panjang


Ny.T menjelaskan bahwa yang menjadi stressor adalah memikirkan
bagaimana jika darah tinggi yang dimilikinya terlalu tinggi dan harus
kembali opname ke puskesmas atau mungkin akan menyebabkan stroke.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Ny.T menjelaskan bahwa ia sering mengingatkan Tn.A untuk menjaga
pola makan dan aktivitasnya. Tn.A dan Ny.T saling mengingatkan dan
menjaga satu sama lain. Ny.T dan Tn.A berharap untuk mampu
mempertahankan kesehatannya di usia tuanya.
3. Strategi koping yang digunakan
Koping fungsional yang

digunakan oleh

Ny.T adalah

dengan

menceritakan setiap masalah dan pikiran kepada Tn.A atau ke anaknya.


Ny.T dan Tn.A juga mendapat perhatian dari kerabat yang berada di
dekat rumah dengan mengobrol atau sekedar bertamu di rumah Tn.A.
Ny.T juga sering berkunjung ke rumah saudaranya.
4. Strategi adaptasi disfungsional
Keluarga Tn.A tidak menggunakan strategi koping disfungsional dalam
menyelesaikan masalah seperti penggunaan kekuatan dan menyerang
(memukul, membentak, melempar benda, dll) anggota keluarga yang
lainnya dalam menyelesaikan suatu masalah.

13

5.

Pemeriksaan Fisik
Tabel 3. Pemeriksaan Fisik Keluarga Tn. A

Pemeriksaan Fisik
UMUM
1. Penampilan
Umum
Kesadaran
Cara berpakaian
Kebersihan
personal
Postur dan cara
berjalan
Bentuk dan
ukuran tubuh
Tanda-tanda vital

2. Status mental dan


cara berbicara:
Status emosi
Proses berfikir
Gaya bicara
PEMERIKSAAN
KULIT
Kuku
PEMERIKSAAN
KEPALA
Rambut
Mata
Hidung

Telinga

Mulut

Tn. A

Ny. T

Sehat dan tegap

Sehat dan bugar

Composmentis
Bersih rapi
Bersih

Composmentis
Bersih rapi
Bersih

Posturtegap namun sedikit


pincang jika berjalan
Tegap dan tinggi

seimbang

TD: 160/100 mmHg


Nadi: 84 x/ i
RR: 20x/ i
Kadar asam urat 8,1
Jawaban sesuai dengan
pertanyaan, orientasi waktu,
tempat dang orang baik. Bicara
dengan jelas.
Stabil, dan jika ada masalah
segera diselesaikan
Pembicaraan terarah, dan mampu
menangkap pesan dengan baik.
Suara jelas dengan bahasa
Indonesia dan logat Madura
Warna kuning langsat dan sama
dengan bagian lain, turgor kulit
baik, tidak terdapat pruritus lesi
dan edema.
Kuku panjang, bersih, CRT< 2
detik
Bentuk simetris, kepala bersih
tidak berketombe dan tidak
berkutu. Tidak terdapat rabas atau
luka.
Lurus, pendek, berwarna putih
(uban), bersih
Simetris,konjungtiva merah
muda, sclera putih, iris hitam

TD: 110/70 mmHg


Nadi: 79 x/ i
RR: 18x/ i
Kadar asam urat 4,1
Jawaban sesuai dengan
pertanyaan, orientasi waktu,
tempat dang orang baik.Bicara
dengan jelas.
Stabil, dan jika ada masalah
segera diselesaikan
Pembicaraan terarah, dan mampu
menangkap pesan dengan baik.
Suara jelas dengan bahasa
Indonesia dan logat Madura
Warna kulit kuning langsat dan
sama dengan bagian lain, turgor
kulit baik, tidak terdapat pruritus
lesi dan edema.
Kuku pendek, bersih, CRT< 2
detik
Bentuk simetris, kepala bersih
tidak berketombe dan tidak
berkutu. Tidak terdapat rabas atau
luka.
Lurus, panjang, berwarna hitam
beruban, bersih
Tidak simetris, mata kiri tidak
membuka penuh, sclera putih, iris
hitam
Septum nasal paten, tidak terdapat
lesi atau luka, fungsi penciuman
normal, pernafasan cuping hidung
(-)
Simetris, tidak ada benjolan atau
luka, tidak ada cairan yang keluar,
fungsi pendengaran masih normal
dan baik.
Simetris, tidak ada luka, warna
bibir normal, gigi rata

Septum nasal paten, tidak


terdapat lesi atau luka, fungsi
penciuman normal, pernafasan
cuping hidung (-)
Simetris, tidak ada benjolan atau
luka, tidak ada cairan yang
keluar, fungsi pendengaran
menurun
Simetris, tidak ada luka, warna
bibir normal gigi rata

Tinggi dan gemuk

19

Leher
Dada (Pernafasan)

Dada
(Cardiovaskuler)
PERUT
GENETALIA DAN
ANUS
EKSTREMITAS
Ekstremitas Atas dan
Bawah

Kesimpulan

VII.

Warna sesuai dengan tubuh lain,


tidak ada pembengkakan, tidak
ada distensi vena jugularis
Pengembangan simetris dada
kanan dan kiri, tidak
menggunakan otot bantu
pernapasan, tidak ada ronkhi,
tidak ada whezing, sonor pada
lapang paru
Bunyi jantung S1 S2 murni, tidak
ada suara tambahan
Tidak terdapat nyeri tekan dan
lepas, simentris, perut cembung
Frekuensi BAB 1 hari 1 kali,
tidak ada konstipasi atau diare,
tidak ada masalah berkemih.
Berkemih > 3 kali sehari

Warna sesuai dengan tubuh lain,


tidak ada pembengkakan, tidak
ada distensi vena jugularis
Pengembangan simetris dada
kanan dan kiri, tidak
menggunakan otot bantu
pernapasan, tidak ada ronkhi,
tidak ada whezing, sonor pada
lapang paru
Bunyi jantung S1 S2 murni, tidak
ada suara tambahan
Tidak terdapat nyeri tekan dan
lepas, simentris, perut cembung
Frekuensi BAB 1 hari 1 kali, tidak
ada konstipasi atau diare, tidak
ada masalah berkemih. Berkemih
> 3 kali sehari

Tidak ada gangguan gerak,


rentang gerak normal, kekuatan
otot normal, reflex tendon positif,
achiles positif, bisep trisep
positif. Klien merasa nyeri dan
kaku pada area lutut dengan skala
nyeri 5.
Tn. A saat ini dalam keadaan
sehat meski tekanan darahnya
tergolong tinggi

Tidak ada gangguan gerak,


rentang gerak terbatas, kekuatan
otot normal, reflex tendon positif,
achiles positif, bisep trisep positif

Ny. T saat ini dalam keadaan


sehat

Harapan Keluarga terhadap Asuhan Keperawatan Keluarga


1.

Persepsi terhadap masalah


Keluarga berpendapat bahwa masalah kesehatan yang dialami Tn.A
cukup mengganggu aktivitas kelaurga untuk melakukan aktivitas
sehari-hari.

2.

Harapan terhadap masalah


Ny.T dan Tn.A berharap linu-linu yang mereka alami mendapat solusi.

20

B. ANALISIS DATA
No
1.

2.

Data Penunjang
Data Subjektif:
1. Tn.A mengatakan kaki saya sering linu-linu
2. Ny.T mengatakan saya tidak pernah tahu mengenai
asam urat,penyebabnya, dan penatalaksanaan yang
dapat dilakukan saya di rumah
3. Ny.T mengatakan Jika asam urat Tn.A kambuh
biasanya Tn.A hanya minum obat yang dibeli di
apotik
Data Objektif:
1. TD : 160/100 mmHg
2. RR : 20 x/menit
3. Nadi : 84 x/menit
4. Kadar asam urat: 8,1
Pengkajian tahap 2
Mengenal: keluarga Tn. A mengenal tentang asam
urat, namun tidak mengerti penyebab ataupun
dampak dari asam urat
Memutuskan: keluarga tidak mampu memutuskan
untuk merawat anggota keluarganya yang terkena
masalah kesehatan dan kurang pengetahuan
mengenai macam-macam solusi terkait masalah
kesehatan yang dialami
Merawat: tidak mengetahui keadaan penyakitnya,
kurang pengetahuan dan keterampilan dalam
merawat anggota keluarga yang sakit
Modifikasi lingkungan: ketidaktahuan tentang usaha
pencegahan penyakit
Menggunakan layanan kesehatan: Kunjungan ke
petugas kesehatan tidak dilakukan secara berkala,
hanya jika ada anggota keluarga yang sakit saja
keluarga mengakses layanan kesehatan
Data Subjektif:
a. Tn. A dan Ny.T linu-linu saya dan bapak di
bagian lutut
b. Ny.T mengatakan Jika asam urat Tn.A kambuh
biasanya Tn.A hanya minum obat yang dibeli di
apotik
Data obyektif:
c. Kadar asam urat :8,1
d. Skala nyeri yang dialami yaitu 5
Pengkajian tahap 2
a. Mengenal: keluarga Tn. A mengenal
tentang nyeri yang dialami karena asam
urat, namun tidak mengerti upaya apa
yang bisa dilakukan

Diagnosa
Keperawatan
ketidakefektifan
program terapeutik
berhubungan
dengan
ketidakmampuan
keluarga untuk
merawat Tn. A
yang memiliki
masalah kesehatan

Nyeri kronis
berhubungan
dengan
ketidakmampuan
untuk merawat
anggota keluarga
yang mengalami
masalah kesehatan

3.

b. Memutuskan keluarga tidak mampu


memutuskan untuk merawat anggota
keluarganya yang terkena masalah
kesehatan dan kurang pengetahuan
mengenai macam-macam solusi terkait
masalah kesehatan yang dialami
e. Merawat: keluarga kurang mampu merawat
anggota keluarganya yang terkena asam urat
terutama jika nyeri yang dialami muncul
f. Modifikasi lingkungan: ketidaktahuan tentang
usaha pencegahan penyakit
g. Menggunakan layanan kesehatan: keluarga
kurang mampu menggunakan fasilitas pelayanan
kesehatan. Keluarga hanya merasakan linu-linu
yang dipersepsikan akibat asam urat namun tidak
pernah mengecek kadar asam urat
Data Subyektif:
a. Ny.T dan Tn.A mengatakan saya ingin hidup
sehat diusia saya dan bapak
b. Ny.T mengatakan Menu makanan yang sering
disajikan terdiri dari makanan pokok yaitu nasi,
sayur (sop, bayam, kacang panjang, petai) dan
lauk (tahu, ikan, telur, ayam).
c. Tn.A mengatakan kaki saya sering linu-linu
d. Ny.T mengatakan saya tidak pernah tahu
mengenai asam urat,penyebabnya, dan
penatalaksanaan yang dapat dilakukan di rumah
e. Ny.T mengatakan saya tidak tahu upaya apa saja
yang dapat dilakukan sehingga keluarga tidak
tahu harus merawat penyakit Tn.A dengan cara
apa
Data Obyektif:
1. TD : 160/100 mmHg
2. RR : 20 x/menit
3. Nadi : 84 x/menit
4. Kadar asam urat: 8,1

Ketidakefektifan
pemeliharaan
kesehatan
berhubungan
dengan
Ketidakmampuan
keluarga untuk
merawat Ny. A
yang memiliki
masalah kesehatan

Penjajakan tahap 2:
a. Mengenal: keluarga Tn. A mengenal tentang asam
urat, namun tidak mengerti penyebab ataupun
dampak dari asam urat
b. Memutuskan: keluarga tidak mampu memutuskan
untuk merawat anggota keluarganya yang terkena
masalah kesehatan dan kurang pengetahuan
mengenai macam-macam solusi terkait masalah
kesehatan yang dialami
f. Merawat: tidak mengetahui keadaan penyakitnya,
kurang pengetahuan dan keterampilan dalam
merawat anggota keluarga yang sakit
g. Modifikasi lingkungan: ketidaktahuan tentang

22

usaha pencegahan penyakit


h. Menggunakan layanan kesehatan: keluarga
menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan jika
sangat dibutuhkan (parah).

C. PRIORITAS MASALAH
1. ketidakefektifan program terapeutik berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga untuk merawat Tn. A yang memiliki masalah kesehatan yaitu
hipertensi dan asam urat.
Kriteria

Perhitungan
(skor/angka tertinggi
* bobot)

Bobot

Pembenaran

Sifat Masalah : aktual = 3

3/3*1=1

Tn.A beberapa tahun


yang lalu sering opname
karena darah tinggi, dan
jika asam uratnya kamuh
T.A kesulitan untuk
beraktivitas

Kemungkinan masalah
dapat diubah : mudah = 2

2/2*2
=2

Sumber daya keluarga


berupa waktu dan tenaga
cukup, adanya dukungan
masyarakat melalui
posyandu lansia

Potensial masalah dapat


dicegah :Cukup = 2

2/3*1
= 0,6

Masalah ini dirasakan


cukup lama dan keluarga
ingin kondisi Tn.A stabil

Menonjolnya masalah :
Masalah dirasakan dan
harus segera ditangani =
2

2/2*1
=1

Keluarga menyadari
masalah kesehatan yang
dialami T.A dan ingin
segera di selesaikan

Total

4,6

2. Nyeri kronis berhubungan dengan ketidakmampuan untuk merawat anggota


keluarga yang mengalami masalah kesehatan
Kriteria

Perhitungan Skor

Pembenaran

23

Sifat Masalah :
Ancaman
kesehatan = 2

2/3*1
= 0,67

Bila keadaan tersebut tidak


segera ditangani akan
mengganggu aktivitas klien
sehari-hari

Kemungkinan
masalah dapat
diubah
sebagian = 1

1/2*2
=1

Keluarga Tn. A memiliki banyak


waktu untuk mendapatkan
informasi kesehatan mengenai
masalah anggota keluarganya
yang sakit

Potensial masalah
dapat dicegah
Cukup = 2

2/3*1
= 0,67

Tn. A antusias untuk


mengetahui cara-cara untuk
mengurangi rasa nyeri ketika
kambuh

Menonjolnya
masalah :
Ada masalah
berat, harus
segera ditangani
=2

1/2*1
= 1,5

Tn. A mengatakan bahwa


dirinya tidak pernah
memeriksakan asam uratnya ke
puskesmas karena dirasa
masalah tersebut tidak terlalu
serius.

Total

2,83

3. Ketidakefektifan

pemeliharaan

kesehatan

berhubungan

dengan

Ketidakmampuan keluarga untuk merawat Tn. A yang memiliki masalah


kesehatan
Kriteria
Sifat Masalah :
Tidak sehat = 3

Perhitungan Skor
2/3*1

Tn. A mengatakan bahwa


dirinya merasakan linu-linu di
kakinya yang cukup sering dan
darah tingginya tidak stabil

Perawatan yang mudah bisa


dilakukan oleh keluarga Tn.A
(misalnya menghindari makanan
tinggi purin dan perubahan
perilaku lainnya)

Keluarga Tn. A mempunyai


keinginan yang kuat untuk
membantu Tn. A mengubah
perilaku yang mendukung
kesehatan

Keluarga merasa keadaan


tersebut telah berlangsung lama
dan cukup bermasalah
24

= 0,67

Kemungkinan
masalah dapat
diubah :
Sebagian = 1

1/2*2

Potensial masalah
dapat dicegah
Cukup = 2

3/3*1

=1

= 0,67

Menonjolnya
masalah :
Masalah berat,
harus segera
ditangani

2/2*1

Total

3,33

=1

Pembenaran

Dari skoring di atas diagnosa keperawatan pada keluarga Tn.A adalah sebagai
berikut:
1. ketidakefektifan program terapeutik berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga untuk merawat Tn. A yang memiliki masalah kesehatan yaitu
hipertensi dan asam urat.
2. Ketidakefektifan
pemeliharaan

kesehatan

berhubungan

dengan

Ketidakmampuan keluarga untuk merawat Tn. A yang memiliki masalah


kesehatan
3. Nyeri kronis berhubungan dengan ketidakmampuan untuk merawat anggota
keluarga yang mengalami masalah kesehatan

25

D. RENCANA KEPERAWATAN

No
1

Diagnosa
Keperawatan
Keluarga
Ketidakefektifan
pemeliharaan
kesehatan
keluarga Tn.A
berhubungan
dengan
ketidakmampuan
keluarga dalam
merawat Tn.A
sebagai anggota
keluarga yang
sakit.

Tujuan
Umum
Setelah
intervensi
selama 4
minggu,
keluarga
mampu
merawat
anggota
keluarga
yang
menderita
asam urat
dengan benar

Evaluasi
Khusus

Kriteria

1. Setelah 1x 45 menit
kunjungan rumah,
keluarga mampu:
1.1 Menyebutkan
mengenal masalah
pengertian asam
asam urat dan
urat (artritis
hipertensi
gout) dan
hipertensi

Intervensi
Standar

Kadar asam urat


dikatakan tinggi bila lebih
dari normal (diatas 7,0
bagi laki-laki dan 6,0 bagi
wanita). Tekanan darah
tinggi yaitu tekanan darah
sistolik (batas atas darah)
diatas 140 mmHg dan
tekanan diastoliknya
(batas bawah darah)
diatas 90 mmHg.

KIE:
1.1.1 kaji kemampuan tentang
pengertian asam urat
dan hipertensi
1.1.2 Jelaskan tentang
pengertian asam urat
dan hipertensi
1.1.3 Perhatikan respon
verbal maupun non
verbal
1.1.4 Kaji ulang kemampuan
keluarga tentang asam
urat dan hipertensi
1.1.5 Beri reinforcement
positif atas

kemampuannya
1.2 Menyebutkan
4 dari
penyebab
asam urat dan
3 dari
penyebab dari
4 penyebab
hipertesi

penyebab asam urat:


a. obat
b. obesitas
c. gangguan pada
ginjal dan
hipertensi
d. alkohol
e. DM
f. Pola makan tidak
terkontrol
penyebab dari hipertesi:
a. Usia
b. Faktor
genetic
(keturunan)
c. Kelamin
d. Pola hidup

KIE:
1.2.1 Kaji kemampuan
tentang penyebab asam
urat dan hipertensi
1.2.2 Jelaskan tentang
penyebab asam urat
dan hipertensi
1.2.3 Perhatikan respon
verbal maupun non
verbal
1.2.4 Kaji ulang kemampuan
keluarga tentang
penyebab asam urat
dan hipertensi
1.2.5 Beri reinforcement
positif atas
kemampuannya

1.3 Menyebutkan 3
dari tanda dan
gejala asam
urat dan 4 dari
7 tanda gejala
darah tinggi
yang sering
muncul

tanda dan gejala asam


urat:
a. Kesemutan
b. Nyeri atau linu-linu
c. Bengkak
d. Kemerahan
e. Demam
f. Ruam kulit
g. Sakit tenggorokan
h. Diare dan muntah
tanda dan gejala darah

KIE:
1.3.1 Jelaskan tentang tanda
dan gejala asam urat
dan hipertensi
1.3.2 Perhatikan respon
verbal maupun non
verbal
1.3.3 Kaji ulang kemampuan
keluarga tentang tanda
dan gejala asam urat
dan hipertensi

27

1.4 Menyebutkan
cara-cara
pencegahan 5
dari 8
pencegahan
asam urat dan 3
dari 5
pencegahan
hipertensi

tinggi yang sering muncul


yaitu rasa berat pada
tengkuk, pusing, telinga
berdenging, mata kabur,
nokturia
(kencing di
malam hari), ayunan
langkah
yang
tidak
mantap karena kerusakan
susunan syaraf pusat, sulit
tidur
Menyebutkan 5 dari 8
pencegahan asam urat:
a) Perbanyak minum
air putih karena
dapat membantu
pembuangan
asam urat melalui
urin dan keringat
b) Konsumsilah air
putih sebanyak
2,5 liter per hari
c) Hindari makanan
dengan
kandungan purin
tinggi diantaranya
jeroan
d) Melakukan
olahraga secara
rutin
e) Menghindari
makanan yang

1.3.4 Beri reinforcement


positif atas
kemampuannya

KIE:
1.4.1 Jelaskan dan
Diskusikan dengan
keluarga tentang cara
pencegahan asam
urat dan hipertensi
1.4.2 Beri kesempatan
keluarga untuk
bertanya
1.4.3 Tanyakan kembali
hal-hal yang telah
dijelaskan
1.4.4 Memotivasi keluarga
untuk menyebutkan
kembali cara-cara
pencegahan asam
urat dan hipertensi
1.4.5 Beri reinforcement
atas jawaban yang
benar

28

diawetkan
f) Menghindari
makanan siap saji
g) Terapkan pola
makan sehat
h) Hindari minuman
beralkohol.
Pencegahan hipertensi:
a. Kurangi dan batasi
penggunaan
garam
secara berlebih. Ukuran
garam per orang yaitu 1
sendok teh per hari.
Jenis garam: garam
dapur, micin, bumbu
masak
instan,
dan
penyedap rasa
b. Hindari merokok dan
asap rokok
c. Kurangi stress
d. Olah raga secara teratur
seperti jalan-jalan, larilari ringan, senam dan
bersepeda
e. Cek tekanan darah
secara teratur
2. Setelah 1x 45 menit
kunjungan rumah,
keluarga mampu
mengambil

2.1 Menyebutkan 3
dari 5 akibat
asam urat bila
tidak diatasi dan

Menyebutkan 3 dari 5
akibat asam urat bila tidak
diatasi:
a) persendian menjadi

KIE:
2.1.1Jelaskan pada keluarga
akibat lanjut apabila
asam urat dan

29

keputusan dengan
keluarga

8 dari 10
dampak
hipertensi

2.2 Mengambil
keputusan
dalam
perawatan
anggota
keluarga yang

rusak sehingga
pincang
b) peradangan tulang
c) kerusakan ligamen
dan tendon (otot)
d) batu ginjal (kencing
batu)
e) gagal ginjal
dampak hipertensi:
a. Sakit kepala
b. Gagal jantung
c. Stroke
d. Lumpuh
e. matinya sebagian sel
otot jantung
f. gagal ginjal
g. buta
h. Diabetes mellitus
hiperfungsi kelenjar
tiroid (hyperthyroid)
i. Rematik
j. meningkatnya kadar
lemak
(hyperlipidemia)

hipertensi tidak diobati


2.1.2Beri kesempatan
keluarga bertanya
2.1.3Tanyakan kembali hal
sudah dijelaskan
2.1.4Memotivasi keluarga
untuk menyebutkan
kembali akibat asam
urat dan hipertensi bila
tidak segera diatasi
2.1.5Beri reinforcement
positif atas jawaban
yang benar

Keputusan keluarga untuk


merawat anggota keluarga
yang menderita asam urat
dan hipertensi sesuai
dengan kebutuhan dan
kemampuan keluarga

2.2.2 Memotivasi anggota


keluarga dalam
mengambil
keputusan untuk
merawat anggota
keluarga yang

30

sakit terpenuhi

3. Setelah 3 x 45 menit
kunjungan rumah
keluarga mampu
merawat anggota
keluarga yang
menderita asam urat
dan hipertensi

3.1 mengetahui
tanda dan gejala
asam urat dan
hipertensi jika
muncul

4. Setelah 1x 45 menit

4.1 memodifikasi
lingkungan
yang aman bagi

kunjungan rumah
Memodifikasi dan

menderita asam urat


dan hipertensi
2.2.3Beri reinforcement
positif atas minat
Menjelaskan
KIE:
penatalaksanaan yang
3.1.1 Diskusikan dengan
dapat dilakukan di rumah
keluarga tentang cara
dengan memeriksa nadi
perawatan penderita
dan tanda gejala lainnya
asam urat dan
yang dapat mucul
hipertensi dengan
memeriksa nadi dan
tanda gejala lainnya
yang dapat mucul
3.1.2 Beri kesempatan
keluarga untuk
bertanya
3.1.3 Tanyakan kembali
hal-hal yang telah
dijelaskan
3.1.4 Memotivasi keluarga
untuk menyebutkan
kembali cara
perawatan penderita
asam urat dan
hipertensi
3.1.5 Beri reinforcement
atas jawaban yang
benar
Memodifikasi lingkungan KIE:
sekitar rumah berkaitan
4.1.1 Identifikasi bersama
dengan upaya pencegahan
keluarga lingkungan

31

memelihara
lingkungan dengan
keluarga

keluarga

penyakit dan
meningkatkan status
kesehatan anggota
keluarga.

4.1.2

4.1.3

4.1.4

4.1.5
5. Setelah 1x 45 menit
kunjungan rumah
keluarga mampu
memanfaatkan
pelayanan kesehatan

5.1 Menyebutkan
pelayanan
kesehatan untuk
memantau
keadaan

Tempat pemeriksaan dan


pengobatan asam urat:
a. Puskesmas
b. Posyandu lansia
c. Praktik dokter

5.1.1

dapat mempengaruhi
kesehatan anggota
keluarga.
Atur lingkungan
bersama keluarga
untuk menciptakan
lingkungan yang dapat
menghindarkan
masalah kesehatan
asam urat dan
hipertensi.
Partisipasikan tetangga
terdekat untuk
mendukung aktivitas
keluarga yang
mendukung
kesehatannya
Anjurkan keluarga
untuk menanam
tanaman yang boleh
dikonsumsi untunk
asam urat dan
hipertensi di ladangnya
Beri reinforcement
positif atas
kemampuannya.
Diskusikan dengan
keluarga tentang
tempat-tempat
pelayanan kesehatan
untuk memantau

32

dengan mampu :

2.

Ketidakefektifan
manajemen
regimen
terapeutik
keluarga Tn.A
berhubungan
dengan
ketidakmampuan
keluarga
merawat anggota
keluarga (Tn. A)
yang mengalami
asam urat.

kesehatannya

Setelah
1. Setelah pertemuan 1x 1.1 Menjelaskan
dilakukan
45 menit keluarga
tentang
tindakan
Tn.A dapat Mengenal
penatalaksanaan
keperawatan
masalah dengan
atau terapi
selama 2
keluarga
terkait asam
minggu maka
urat dan
keluarga
hipertensi
Tn.A dapat
memiliki
pengetahuan
tentang
bagaimana
cara
menyelesaika
n masalah
kesehatan
asam urat
dan
hipertensi

kondisi penderita asam


urat dan hipertensi
5.1.2 Beri kesempatan
keluarga untuk
bertanya
5.1.3 Tanyakan kembali hal
yang telah dijelaskan
5.1.4 Beri reinforcement
positif atas jawaban
yang benar
Penatalaksanaan asam
KIE:
urat yang dapat dilakukan 1.1.1
Kaji
di rumah yaitu:
kemampuan keluarga
a. Senam asam urat
tentang
b. Terapi herbal
penatalaksanaan yang
c. Pola makan
pernah asam urat dan
Penatalaksanaan asam
hipertensi
urat yang dapat dilakukan 1.1.2
Jelaskan
di rumah yaitu:
tentang pengertian,
a. Pola makan
tujuan, dan manfaat
b. Senam anti
penatalaksanaan asam
hipertensi
urat dan hipertensi.
c. Senam wajah
1.1.3
Perhatikan
d. Masase kaki
respon verbal dan
nonverbal.
1.1.4
Kaji ulang
kemampuan keluarga
terkait intervensi yang
telah diajarkan.
1.1.5
Beri

33

2.

3.

Setelah
pertemuan 1x 45
menit keluarga Tn.A
dapat Mengambil
keputusan

2.1 Mengambil
keputusan untuk
memilih dan
melakukan
penatalaksanaan
yang dapat
dilakukan

keluarga
mampu merawat
anggota keluarga
yang menderita
asam urat dan
hipertensi

3.1 Mendemonstras
ikan senam
asam urat

reinforcemet positif
atas kemampuannya
Penatalaksanaan yang
2.1.1 Kaji kemampuan
dilakukan harus sesuai
pengetahuan tentang
dengan kemampuan klien
penatalaksanaan yang
dan keluarga
dapat dilakukan.
2.1.2 Jelaskan tentang
indikasi dan
kontraindikasi
penatalaksanaan.
2.1.3 Dukung keluarga
dalam mengambil
keputusan.
2.1.4 Beri reinforcemet
positif atas
kemampuannya
Senam asam urat
Simluasi dan Demonsrasi:
merupakan latihan
3.1.1 Demonstrasikan pada
rentang gerak dengan
keluarga tentang cara
teknik relaksasi nafas
senam asam urat
dalam sebelum dan
3.1.2 Berikan kesempatan
sesudah latihan untuk
pada keluarga untuk
mengurangi nyeri,
mencoba melakukan
meningkatkan
senam asam urat
kemampuan gerak,
3.1.3 Beri reinforcement
mempertahankan fungsi
positif atas usaha
kekuatan dan daya tahan
keluarga
otot, memperlancar proses 3.1.4 Pastikan keluarga akan
anaerob pada ekstremitas,
melakukan tindakan
serta mempertahankan
yang diajarkan jika
keseimbangan
diperlukan

34

biomekanik pada sendi.


3.2 mempraktikan
terapi herbal
untuk hipertensi
dan asam urat

3.3Menjelaskan
pola makan
yang tepat
untuk hipertensi
dan asam urat

Obat herbal adalah obat


Simulasi dan demonstrasi:
yang diramu dari
3.2.1 Demonstrasikan pada
tanaman-tanaman
keluarga tentang terapi
tradisonal berkhasiat yang
herbal
digunakan untuk
3.2.2 Berikan kesempatan
pengobatan penyakitpada keluarga untuk
penyakit tertentu
mencopbatan obat
herbal
3.2.3 Beri reinforcement
positif atas usaha
keluarga
3.2.4 Pastikan keluarga akan
melakukan tindakan
yang diajarkan jika
diperlukan
Pola makan yang tepat 3.3.1 Jelaskan pada keluarga
bertujuan
untuk
tentang pola makan
Menurunkan kadar asam
yang sesuai untuk
urat dalam darah, dan
penderita asam uratdan
menurunkan
tekanan
hipertensi
darah
Memperlancar 3.3.2 Berikan kesempatan
pengeluaran asam urat
pada keluarga untuk
dan aliran darah, serta
bertanya
Mencapai berat badan 3.3.3 Beri reinforcement
normal
positif atas usaha
keluarga
3.3.4 Pastikan keluarga akan
melakukan tindakan
yang diajarkan dengan

35

3.4 mempraktikan
senam
hipertensi

Senam pencegahan dan


penanggualangan stroke
merupakan latihan atau
gerakan pada tonus otot,
gerak motorik, sensorik
dan keseimbangan

3.4.1
3.4.2

3.4.3
3.4.4

3.5 mempraktikan
senam wajah

Senam wajah merupakan 3.5.1


salah satu jenis latih gerak
yang menggunakan otototot wajah untuk
3.5.2
menciptakan bentuk
gerakan yang bertujuan
untuk memperlancar
aliran darah di wajah,
menghilangkan kerutan, 3.5.3
dan memberikan sensasi
rileks
3.5.4

evaluasi menu
makanan keluarga
Demonstrasikan pada
keluarga tentang
senam hipertensi
Berikan kesempatan
pada keluarga untuk
mencoba
mempraktikkan senam
hipertensi
Beri reinforcement
positif atas usaha
keluarga
Pastikan keluarga akan
melakukan tindakan
yang diajarkan jika
diperlukan
Demonstrasikan pada
keluarga tentang
senam wajah
Berikan kesempatan
pada keluarga untuk
mencoba
mempraktikkan senam
wajah
Beri reinforcement
positif atas usaha
keluarga
Pastikan keluarga akan
melakukan tindakan
yang diajarkan jika

36

3.6 mempraktikan
masase kaki

Masase
kaki
adalah 3.6.1
sentuhan yang dilakukan
pada kaki dengan sadar 3.6.2
dan digunakan untuk
meningkatkan kesehatan
3.6.3
3.6.4

3.7 Memahami dan


mempraktikkan
cara perawatan
luka

Perawatan yang dilakukan 3.7.1


agar luka tidak infeksi dan
sembuh dengan cepat
3.7.2
3.7.3

3.7.4
3.7.5

diperlukan
Demonstrasikan pada
keluarga masase kaki
Berikan kesempatan
pada keluarga untuk
mencoba
mempraktikkan
masase kaki
Beri reinforcement
positif atas usaha
keluarga
Pastikan keluarga akan
melakukan tindakan
yang diajarkan jika
diperlukan
jelaskan tentang
langkah perawatan
luka
praktikkan cara
perawatan luka
Berikan kesempatan
pada keluarga untuk
mencoba
mempraktikkan
Beri reinforcement
positif atas usaha
keluarga
Pastikan keluarga akan
melakukan tindakan
yang diajarkan jika
diperlukan

37

4. Setelah 1x 45 menit
kunjungan rumah
keluarga mampu
Memodifikasi dan
memelihara
lingkungan

5.

3.

Gangguan
kenyamanan:
nyeri kronis

Setelah
dilakukan
kunjungan

Setelah 1x
45 menit kunjungan
rumah keluarga
mampu
Menggunakan
fasilitas pelayanan
kesehatan dengan
keluarga

4.1 keluarga
mampu:
memodifikasi
lingkungan
yang aman bagi
Tn. A

5.1menyebutkan
manfaat fasilitas
pelayanan
kesehatan

1. Setelah 2x45 menit 1.1 Mengetahui dan


dilakukan kunjungan
menjelaskan
rumah diharapkan
penyebab nyeri

Memodifikasi lingkungan 4.1.1 Identifikasi bersama


sekitar rumah berkaitan
keluarga lingkungan
dengan upaya pencegahan
dapat mempengaruhi
penyakit dan
kesehatan anggota
meningkatkan status
keluarga.
kesehatan anggota
4.1.2 Identifikasi tanaman
keluarga.
disekitar rumah yang
dapat menurunkan
asam urat dan
hipertensi
4.1.3 Beri reinforcement
positif atas
kemampuannya.
Manfaatnya adalah dapat 5.1.1
Identifikasi bersama
melakukan pemeriksaan
keluarga tentang
kesehatan jika sakit
manfaat tempat
pelayanan yang ada
sebagai tempat rujukan
keluarga bila ada yang
sakit
5.1.2
Anjurkan keluarga
memeriksakan
kesehatan ke
pelayanan kesehatan
secara berkala
5.1.3
Beri reinforcement
positif atas
kemampuannya.
Mengetahui waktu, skala, 1.1.1 Kaji kemampuan
frekuensi, dan lokasi nyeri
keluarga tentang nyeri
yang dialami dan
kronis akibat penyakit

38

pada Tn. A

rumah
selama 4
minggu,
terjadi
peningkatan
pengetahuan
untuk
meningkatka
n kesehatan
pada Tn. A

keluarga mampu
Mengenal masalah
kesehatan dengan
keluarga

dan
penatalaksanaan
nyeri

mengetahui
penatalaksanaan yang
dapat mengurangi nyeri.
Beberapa hal yang bisa
dilakukan untuk
mengurangi nyeri
penyakit asam urat:
a. Melakukan nafas
dalam saat gejala
nyeri dirasakan.
b. Melakukan mandi air
hangat atau rendam
dan kompres air
hangat pada daerah
sendi yang sakit.

2. Setelah 1x45 menit


2.2Keluarga
dilakukan kunjungan
mampu
rumah diharapkan
Menentukan
keluarga mampu
upaya yang bisa
Mengambil
dilakukan untuk
keputusan
mengurangi
nyeri yang
dideritaTn. A

3. Setelah 3x45 menit

3.1Mengetahui dan

1.1.2

1.1.3
1.1.4

1.1.5

yang diderita.
Jelaskan tentang
penyebab munculnya
rasa nyeri yang dalami
klien
Perhatikan respon
verbal maupun non
verbal
Kaji ulang kemampuan
keluarga dalam
memahami konsep
terjadinya nyeri yang
dialami
Beri reinforcement
positif atas
kemampuan keluarga

Keluarga dapat
memutuskan memilih
upaya yang akan
dilakukan untuk
mengurangi nyeri.

Latihan

ini

2.1.1 jelaskan pada keluarga


tentang upaya yang
dilakukan untuk
mengurangi rasa nyeri.
2.1.2 Perhatikan respon
verbal dan nonverbal.
2.1.3 Kaji ulang kemampuan
keluarga tentang
keputusan yang telah
diambil.
2.1.4 Beri reinforcemet
positif atas
kemampuannya
dapat 3.1.1 Ajarkan cara

39

dilakukan kunjungan
rumah diharapkan
keluarga mampu
Merawat anggota
keluarga yang
mengalami
gangguan
kesehatan

mempraktikan
cara yang dapat
dilakukan untuk
mengurangi
rasa nyeri
(ROP)

3.2mendemonstrasi
kan Melakukan
kompres air
hangat pada
daerah sendi
yang sakit

4. Setelah 1x 45 menit
kunjungan rumah
Memodifikasi dan
memelihara
lingkungan

4.1 keluarga
mampu:
memodifikasi
lingkungan
yang aman bagi
Tn. A

membantu
mengurangi
melakukan ROP untuk
ketegangan
otot
dan
mengurangi nyeri.
stress,
menurunkan 3.1.2 Demonstrasikan
tekanan
darah,
langkah-langkah ROP
meningkatkan
toleransi 3.1.3 Minta keluarga untuk
terhadap aktivitas sehariredemonstrasi
hari,
meningkatkan 3.1.4 Beri reinforcement
imunitas, sehingga status
positif pada keluarga
fungsional dan kualitas
hidup meningkat.
Kompres panas adalah
tindakan memberikan rasa
hangat pada klien dengan
menggunakan cairan atau
alat yang menimbulkan
rasa hangat pada bagian
tubuh
tertentu
yang
memerlukannya
untu
Memperlancar sirkulasi
darah, Mengurangi rasa
sakit
Memodifikasi lingkungan
sekitar rumah berkaitan
dengan upaya penurunan
nyeri Tn.A

3.2.1 Ajarkan cara kompres


air hangat untuk
mengurangi nyeri.
3.2.2 Demonstrasikan
langkah-langkah
kompres air hangat
3.2.3 Minta keluarga untuk
redemonstrasi
3.2.4 Beri reinforcement
positif pada keluarga
4.1.1 Identifikasi bersama
keluarga lingkungan
dapat mempengaruhi
kesehatan anggota
keluarga.
4.1.2 Jelaskan pada keluarga
untuk menciptakan
lingkungan jika nyeri
kambuh: lingkungan

40

5.

Setelah 1x
45 menit kunjungan
rumah Menggunakan
fasilitas pelayanan
kesehatan

5.1 keluarga
mampu:
menyebutkan
manfaat fasilitas
pelayanan
kesehatan

nyaman dan tenang,


privasi klien
terlindungi, fasilitas
untuk mengurangi
nyeri tersedia
4.1.3 Beri reinforcement
positif atas
kemampuannya.
Manfaatnya adalah dapat 5.1.1
Identifikasi bersama
melakukan pemeriksaan
keluarga tentang
kesehatan jika nyeri yang
manfaat tempat
dialami >7 atau klien
pelayanan yang ada
sudah tidak tahan
sebagai tempat rujukan
keluarga bila ada yang
sakit
5.1.2
Anjurkan keluarga
memeriksakan
kesehatan ke
pelayanan kesehatan
5.1.3 Beri reinforcement
positif atas
kemampuannya.

41

E. CATATAN PERKEMBANGAN
Nama klien:

Penanggung Jawab:

Umur/ Jenis Kelamin:

Manajer kasus:

Diagnosa Medis:
Tanggal Mulai dirawat:

Tanda-tangan

No.
1.

Hari/
Diagnosa
Tanggal
keperawatan
Jumat 5
Ketidakefektifan
desember pemeliharaan
2014
kesehatan
berhubungan
dengan
Ketidakmampuan
keluarga untuk
merawat Tn. A
yang
memiliki
masalah
kesehatan

Implementasi

Evaluasi

Melakukan pendidikan
S :
kesehatan terkait konsep
- Tn.A
dasar asam urat
mengatakan
1.1.6 mengkaji
bahwa memang
kemampuan tentang
tanda gejala
pengertian asam
yang telah
urat
dijelaskan sama
1.1.7 menjelaskan tentang
dengan yang
pengertian asam
Tn.A alami
urat
- Tn.A
1.2.2 menjelaskan
mengatakan
tentang penyebab
bahwa tekanan
asam urat
darahnya jauh
1.3.1 menjelaskan tentang
dari normal
tanda dan gejala asam urat
yaitu 160/90
mmHg
- Tn.A dan Ny.T
mengatakan
bahwa karena
usia yang
sudah hampir
70 dan
keluarganya
semua darah
tinggi makanya
Tn.A memiliki
tekanan darah
yang tinggi
- TD: 160/90
mmHg
O :
- Klien terlihat
antusias dalam
kegiatan diskusi
dan penyuluhan
- Klien
menunjukkan
bagian yag
biasanya nyeri

TTD

2.

senin, 8
Ketidakefektifan
desember pemeliharaan
2014
kesehatan
berhubungan
dengan
Ketidakmampuan
keluarga untuk
merawat Tn. A
yang
memiliki
masalah
kesehatan

1.4.1Menjelaskan cara
pencegahan asam urat
2.1.1Menjelaskan pada
keluarga tentang dampak
asam urat jika tidak
segera ditangani
2.2.2Mengkaji
kemampuan keluarga
tentang pengambilan
keputusan yang harus
dilakukan keluarga pada
saat anggota keluarga
memiliki masalah
kesehatan
3.1.1Mengajarkan
keluarga untuk
mengenali tanda dan
gejala asam urat jika
kambuh
4.1.3Mengajak
keponakan yang tinggal
di depan rumah klien
untuk bersama-sama
mendukung aktivitas

A : masalah belum
teratasi
P :
Lanjutkan
intervensi:
- Ajak keluarga
untuk
mengambil
keputusan dalam
melakukan
perawatan asam
urat
- Ajak keluarga
untuk merawat
keluarga yang
sakit
- Ajak keluarga
untuk
memodifikasi
lingkungan dan
memanfaatkan
pelayanan
kesehatan dalam
melakukan
perawatan asam
urat
S : Tn.A
mengatakan
bahwa ia ingin
mengontrol
asam uratya
O :
- Tn.A dan
Ny.T dapat
menyebutkan
3 dampak
atau
komplikasi
asam urat
yaitu
rusaknya
sendi
sehingga
pincang,
gagal ginjal,
batu ginjal
- Tn.A daN
Ny.T ingin
berusaha
agar kadar

43

yang meningkatkan
kesehatan
4.1.4menganjurkan
keluarga untuk menanam
tanaman mentimun,
kentang, tomat, ubi jalar
3.

Selasa, 9 Ketidakefektifan
desember manajemen
regimen
terapeutik
keluarga Tn.A
berhubungan
dengan
ketidakmampuan
keluarga merawat
anggota keluarga
(Tn. A) yang
mengalami asam
urat.

1.1.1

1.1.2

3.1.1
3.1.2

4.

Jumat,
12
desember
2014

Mengkaji
kemampuan
keluarga tentang
cara perawatan
yang telah
diberikan kepada
Tn. A
menjelaskan
tentang
pengertian,
tujuan, dan
manfaat
penatalaksanaan
asam urat
Mengajarkan
kepada keluarga
senam asam urat
Memberikan
kesempatan
kepada keluarga
untuk
mempraktikkan

Ketidakefektifan 3.3.5 menjelaskan pada


manajemen
keluarga tentang
regimen
pola makan yang
terapeutik
sesuai untuk
keluarga Tn.A
penderita asam urat
berhubungan
dan hipertensi
dengan
3.3.6 memberikan
ketidakmampuan
kesempatan pada
keluarga merawat
keluarga untuk
anggota keluarga
bertanya
(Tn. A) yang
3.3.7 memberi
mengalami asam
reinforcement

asam urat
Tn.A dapat
normal
kembali
A : masalah
teratasi sebagian
P : lanjutkan
intervensi
S :
- Tn.A
mengatakan
bahwa
langkah yang
diajarkan
cukup mudah
dan tidak
terlalu ribet
O :
- Klien mampu
mengikuti
semua
gerakan yang
diintruksikan
- Ny.T
mengikuti
senam yang
diajarkan
kepada Tn.A
A : masalah
teratasi sebagian
P : lanjutkan
intervensi
- mengajarkan
keluarga
tentang pola
makan bagi
penderita
asam urat
S :
- Tn.A
mengatakan
bahwa
selama ini ia
salah. Tn.A
justru
mengkonsum
si melinjo
karena
dianggap
mampu

44

urat.

positif atas usaha


keluarga

Ketidakefektifan 3.7.6 Menjelaskan


manajemen
tentang langkah
regimen
perawatan luka
terapeutik
3.7.7 Melakukan
keluarga Tn.A
perawatan luka
berhubungan
3.3.8 menjelaskan pada
dengan
keluarga tentang
ketidakmampuan
pola makan yang
keluarga merawat
sesuai untuk
anggota keluarga
penderita asam urat
(Tn. A)
dan hipertensi

menyembuhk
an linulinunya
- Tn.A
mengatakan
bahwa ia
memang
selama ini
mengurangi
konsumsi
kacangkacangan
O :
- Tn.A dan
Ny.T banyak
berkonsultasi
terkait
makanan
yang boleh
dimakan dan
yang harus
dibatasi
A : masalah
teratasi
sebagian
P : lanjutkan
intervensi
- mengajarkan
keluarga
tentang
senam asam
urat
S :
- nyeri pada luka
masih terasa
jika berjalan
- daerah paha masih
terasa nyeri
jika di sentuh
O :
- Luka Tn.A
tampak
bersih. Tidak
ada pus
- Skala nyeri
yang dialami
Tn.A yaitu 5
A : masalah
teratasi
sebagian

45

5.

Sabtu, 13 Ketidakefektifan Melakukan pendidikan


desember pemeliharaan
kesehatan terkait konsep
2014
kesehatan
dasar hipertensi
berhubungan
1.1.8 mengkaji
dengan
kemampuan
Ketidakmampuan
tentang pengertian
keluarga untuk
hipertensi
merawat Tn. A 1.1.9 menjelaskan
yang
memiliki
tentang pengertian
masalah
hipertensi
kesehatan
1.4.1 menjelaskan
tentang penyebab
hipertensi
1.3.5 menjelaskan
tentang tanda dan
gejala hipertensi
2.2.2 Menjelaskan
cara pencegahan
hipertensi
2.2.3 Menjelaskan
pada keluarga
tentang dampak
hipertensi jika
tidak segera
ditangani
2.2.4 Mengkaji
kemampuan
keluarga tentang
pengambilan
keputusan yang
harus dilakukan
keluarga pada
saat anggota
keluarga
memiliki
masalah
kesehatan
2.2.5 Mengajarkan
keluarga untuk
mengenali tanda
dan hipertesi dan
cara mengukur
nadi
4.1.3 Mengajak
keponakan yang
tinggal di depan
rumah klien

P : lanjutkan
intervensi
perawatan luka
S : Tn.A
mengatakan
bahwa
memang tanda
gejala yang
telah
dijelaskan
sama dengan
yang Tn.A
alami
O :
- Klien terlihat
antusias
dalam
kegiatan
diskusi dan
penyuluhan
- Klien
menunjukkan
bagian
tengkuk yang
sering terasa
berat
- TD Tn.A:
160/90
mmHg
A : masalah
teratasi
sebagian
P : Lanjutkan
intervensi
dengan
memotivasi
dan
mendukung
keluarga

46

7.

untuk bersamasama
mendukung
aktivitas yang
meningkatkan
kesehatan
4.1.4 menganjurkan
keluarga untuk
menanam
tanaman
mentimun,
seladri,
beimbing wuluh
Sabtu, 13 Ketidakefektifan 3.7.2
melakukan
desember manajemen
rawat luka pada
2014
regimen
Tn.A
terapeutik
keluarga Tn.A
berhubungan
dengan
ketidakmampuan
keluarga merawat
anggota keluarga
(Tn. A)

Senin, 15 Ketidakefektifan 3.7.2


desember manajemen
2014
regimen
3.7.3
terapeutik
keluarga Tn.A
berhubungan
dengan
ketidakmampuan 3.7.4

mempraktikkan
cara perawatan luka
memberikan
kesempatan pada
keluarga untuk
mencoba
mempraktikkan
memberi

S :
- nyeri pada luka
masih terasa
jika berjalan
- daerah paha masih
terasa nyeri
jika di sentuh
O :
- Luka Tn.A
tampak bersih.
Tidak ada pus
- Diameter luka
masih 1,5
cm. di tepi luka
mulai tampak
kemerahan
(luka
mongering)
- Skala nyeri
yang dialami
Tn.A yaitu 5
A : masalah
teratasi
sebagian
P : lanjutkan
intervensi
perawatan luka
dan kompres
hangat
S :
- nyeri pada luka
masih terasa
jika berjalan
- daerah paha masih
terasa nyeri
jika di sentuh
O :

47

keluarga merawat
anggota keluarga
(Tn. A)

7.

Selasa,
16
desember
2014

Ketidakefektifan
manajemen
regimen
terapeutik
keluarga Tn.A
berhubungan
dengan
ketidakmampuan
keluarga merawat
anggota keluarga
(Tn. A)

- Luka Tn.A
tampak
bersih. Tidak
ada pus
- Skala nyeri
yang dialami
Tn.A yaitu 3
- Ny.T mampu
mempraktikk
an perawatan
luka yang
diajarkan
A : masalah
teratasi
sebagian
P : lanjutkan
intervensi
- mengajarkan
keluarga
tentang
perawatan
luka
3.2.1 mengajarkan
S :
keluarga tentang
-Ny.T mengatakan
terapi herbal untuk
bahwa ia telah
asam urat dan
memberikan
hipertensi
terapi herbal
3.2.2 Memberi pujian
sebelumnya tapi
atas usaha yang
belum tepat
dilakukan keluarga. -Ny.T mengatakan
3.1.1 Mengajarkan
bahwa ia bisa
keluarga cara
merasakan
menghitung nadi
sesuatu yang
berdenyut di
3.7.5 memastikan
pergelangan
keluarga akan
tangannya
melakukan tindakan
O :
yang diajarkan
- TD Tn.A
dengan
160/90
mendampingi Ny.T
mmHg
- Ny.T mampu
mempraktikk
an terapi
herbal yang
telah
dijelaskan
- Ny.T mampu
melakukan
perawtan
luka meski
reinforcement
positif atas usaha
keluarga
3.7.5 memastikan
keluarga akan
melakukan tindakan
yang diajarkan jika
diperlukan

48

8.

Rabu,
17
desember
2014

Nyeri
kronis 3.2.5 mengajarkan cara
berhubungan
kompres air hangat
dengan
untuk mengurangi
ketidakmampuan
nyeri.
untuk merawat 3.2.6 mendemonstrasikan
anggota keluarga
langkah-langkah
yang mengalami
kompres air hangat
masalah
3.2.7 mendampingi
kesehatan
keluarga untuk
redemonstrasi
4.1.4 mengidentifikasi
bersama keluarga
lingkungan dapat
mempengaruhi
kesehatan anggota

perlahanlahan karena
takut
A : masalah
teratasi sebagian
P :
- Kaji ulang
kondisi
kesehatan
Ny. A terkait
dengan
keluhan
sesak nafas
yang dialami
- Motivasi
keluarga
untuk
melakukan
terapi uap
secara rutin
dan
melakukan
teknik nafas
dalam ketika
merasakan
sesak nafas
- Motivasi
keluarga
untuk
mengakses
pelayanan
kesehatan
jika terdapat
permasalahan
kesehatan
S :
- Ny.T
mengatakan
bahwa ia akan
mempraktikkan
kompres hangat
yang telah
diajarkan
- Tn.A
mengatakan
bahawa daerah
yang
mengalami
nyeri terasa
nyaman saat di

49

keluarga.
kompres
4.1.5 menjelaskan pada
O :
keluarga untuk
A : masalah teratasi
menciptakan
sebagian
lingkungan jika
P : ajarkan
nyeri kambuh:
kepada
lingkungan nyaman
keluarga untuk
dan tenang, privasi
melanjutkan
klien terlindungi,
kompres hangat
fasilitas untuk
pada Tn.A
mengurangi nyeri
tersedia
9.

Kamis,
18
desember
2014

Nyeri
kronis 3.1.5 mengajarkan cara
berhubungan
melakukan ROP
dengan
untuk mengurangi
ketidakmampuan
nyeri.
untuk merawat 3.1.6 mendemonstrasikan
anggota keluarga
langkah-langkah
yang mengalami
ROP
masalah
3.1.7 meminta keluarga
kesehatan
untuk
redemonstrasi
3.1.8 memberi
reinforcement
positif pada
keluarga

10.

Jumat,
19
desember
2014

Nyeri
kronis 3.1.1 mengajarkan cara
berhubungan
melakukan ROP
dengan
untuk mengurangi
ketidakmampuan
nyeri.
untuk merawat 3.1.2 mendemonstrasikan
anggota keluarga
langkah-langkah
yang mengalami
ROP
masalah
3.1.3 meminta keluarga
kesehatan
untuk
redemonstrasi
3.1.4 memberi
reinforcement
positif pada

S: Tn.A
mengatakan bahwa
langkah yang di
ajarkan tidak terlalu
sulit
O:
- Tn.A mampu
mengikuti
seluruh langkah
meski belum
menghafal
urutan
gerakannya
- Ny.T mampu
mengikuti
langkah meski
terkadang malumalu
A:masalah teratasi
sebagian
P:lanjutkan
intervesi ROP
kepada Tn.A dan
Ny.T
S: Tn.A
mengatakan bahwa
langkah yang di
ajarkan tidak terlalu
sulit
O:
- Tn.A mampu
mengikuti
seluruh langkah
meski belum
menghafal
urutan
gerakannya

50

keluarga

3.7.5 memastikan
keluarga akan
melakukan tindakan
yang diajarkan

- Tn.A dan Ny.T


masih perlu
dibimbig dalam
melakukan ROP
A:masalah teratasi
sebagian
P:lanjutkan
intervesi ROP
kepada Tn.A dan
Ny.T secara rutin

51