Vous êtes sur la page 1sur 12

KOLESTASIS

A. DEFINISI
Kolestasis adalah gangguan pembentukan, sekresi dan
pengaliran empedu mulai dari hepatosit, saluran
empedu intrasel, ekstrasel dan ekstra-hepatal. Dalam
definisi lain dikatakan kolestasis adalah kegagalan
aliran cairan empedu masuk duodenum dalam jumlah
normal, gangguan dapat terjadi mulai dari membranabasolateral dari hepatosit sampai tempat masuk
saluran empedu

ke dalam duodenum.

Dikatakan kolestasis apabila kadar bilirubin direk


melebihi 2.0 mg/dl atau 20% dari bilirubin total bila
kadar bilirubin total >5mg/dL atau >1 mg/dL bila
bilirubin total <5mg/dL. 6,7,8
B. ETIOLOGI
Kolestasis Intrahepatik
1. Idiopatik
a.

Hepatitis neonatal idiopatik


Yakni kolestasis dimana penyebabnya tidak
diketahui

a.
b.
c.
d.
e.
f.

2. Anatomik
Hipoplasia duktus biliaris neonatus
Hepatik fibrosis kongenital/ penyakit

polikistik

infantil
Sepsis
Hepatitis virus dan hepatitis karena obat
Sirosis bilier primer
Reaksi penolakan transplantasi hati

a.

3. Kelainan Metabolik
Kelainan metabolisme asam amino, lipid, karbohidrat,

b.

asam empedu
Penyakit metabolik lain : def 1 antitripsin,
hipotiroid, hipopituitarisme

a.

4. Infeksi
Hepatitis virus B, CMV, enterovirus, herpes simpleks.

a.

5. Genetik/ kromosomal
Sindrom Alagile, Sindrom Down, Trisomi E
Kolestasis Intrahepatik
1. lesi kongenital atau didapat karena infeksi atau
non infeksi
2. Primary Sclerosing Cholangitis 6,7,8
C. PATOFISIOLOGI

Terdapat

mekanisme

utama

dimana

hiperbilirubinemia dan ikterus dapat terjadi, yakni :


1. Pembentukan bilirubin berlebihan
2. Gangguan konjugasi bilirubin
3. Gangguan
pengambilan
bilirubin

tak

terkonjugasi oleh hati


4. Pengurangan eksresi bilirubin terkonjugasi
dalam empedu. 9-11
Oleh karena secara embriologis saluran empedu
intrahepatik (hepatoblas) berbeda asalnya dari
saluran empedu ekstrahepatik (foregut) maka
kelainan saluran empedu dapat mengenai hanya
saluran

intrahepatik

atau

hanya

saluran

ekstrahepatik saja. Beberapa kelainan intrahepatik


seperti

atresia

bilier

dan

hepatik

fibrosis

kongenital, tidak mengenai saluran ekstrahepatik.


Kelainan yang disebabkan oleh infeksi virus
CMV, sklerosing kolangitis, Carolis disease
mengenai kedua bagian saluran intra dan ekstrahepatik. Karena primer tidak menyerang sel hati
maka

secara

umum

tidak

disertai

dengan

gangguan

fungsi

hepatoseluler.

Serum

transaminase, albumin, faal koagulasi masih


dalam batas normal. Serum alkali fosfatase dan
GGT akan meningkat. Apabila proses berlanjut
terus dan mengenai saluran empedu yang besar
dapat

timbul

ikterus,

hepatomegali,

hepatosplenomegali, dan tanda-tanda hipertensi


portal. 9-11
PENYEBAB INTRA HEPATIK :
Saluran Empedu
Digolongkan dalam 2 bentuk, yaitu : paucity
saluran empedu dan disgenesis saluran empedu.
Paucity saluran empedu intrahepatik lebih sering
ditemukan
disgenesis.

pada

saat

Dinamakan

neonatal
paucity

didapatkan < 0,5 saluran empedu

dibanding
apabila
per

portal tract. Contoh dari sindromik adalah


sindrom Alagille, suatu kelainan autosomal
dominan disebabkan insufisiensi pada gene
JAGGED 1. Sindroma ini ditemukan pada tahun
1975 merupakan penyakit multiorgan pada mata

(posterior embryotoxin),

tulang

belakang (butterfly vertebrae), kardiovaskuler


(stenosis katup pulmonal), dan

muka

yang spesifik (triangular facial yaitu frontal yang


dominan, mata yang dalam, dan dagu yang
sempit). Nonsindromik adalah paucity saluran

empedu tanpa disertai gejala organ lain. 1,2,4,8,9,11-13


sklerosing kolangitis neonatal
sindroma hiper IgM
sindroma imunodefisiensi yang menyebabkan
kerusakan pada saluran empedu.

Kelainan Hepatosit
Kelainan

primer

menyebabkan

terjadi

gangguan

pada

hepatosit

pembentukan

dan

aliran empedu. Hepatosit neonatus mempunyai


cadangan

asam

empedu

yang

sedikit,

fungsi transport masih prematur, dan kemampuan


sintesa asam empedu yang rendah sehingga
mudah terjadi kolestasis. Infeksi merupakan

penyebab utama yakni virus, bakteri, dan parasit.


Pada sepsis misalnya kolestasis merupakan
akibat dari respon hepatosit terhadap sitokin yang
dihasilkan pada sepsis. 1,2,4,8,9,11-13

Hepatitis neonatal
adalah suatu deskripsi dari variasi yang luas dari
neonatal hepatopati, suatu inflamasi nonspesifik
yang disebabkan oleh kelainan genetik, endokrin,
metabolik, dan infeksi intra-uterin. Mempunyai
gambaran histologis yang serupa yaitu adanya
pembentukan multinucleated giant cell dengan
gangguan lobuler dan serbukan sel radang,
disertai

timbunan

trombus

empedu

pada

hepatosit dan kanalikuli. Diagnosa hepatitis


neonatal

sebaiknya

tidak

dipakai

sebagai

diagnosa akhir, hanya dipakai apabila penyebab


virus, bakteri, parasit, gangguan metabolik tidak
dapat ditemukan. 1,2,4,8,9,11-13
PENYEBAB EKSTRA HEPATIK.

Ekstra hepatik kholestatik disebabkan gangguan


aliran empedu ke dalam usus sehingga akibatnya
terjadi peninggian bilirubin terkonjugasi dalam
darah. Secara umum kelainan ini disebabkan lesi
kongenital atau didapat yang merupakan kelainan
nekroinflamatori yang menyebabkan kerusakan
dan

akhirnya

ekstrahepatik,

pembuntuan

saluran

empedu

diikuti kerusakan saluran

empedu intrahepatik.
Penyebab utama yang pernah dilaporkan adalah
proses imunologis, infeksi virus terutama CMV
dan Reo virus tipe 3, asam empedu yang toksik,

iskemia dan kelainan genetik.


Biasanya penderita terkesan sehat saat lahir
dengan berat badan lahir, aktifitas dan minum
normal. Ikterus baru terlihat setelah berumur lebih
dari 1 minggu. 10-20% penderita disertai kelainan
kongenital yang lain seperti asplenia, malrotasi
dan gangguan kardiovaskuler.

Jika

terjadi obstruksi empedu, perubahan hepar dapat


terjadi dengan cepat dan ikterus dapat terlihat

dalam 36 jam. Setelah 2 minggu akan ditemukan


ruptur dari duktus interlobuler.

Deteksi

dini dari kemungkinan adanya atresia bilier sangat


penting

sebab

efikasi

pembedahan

hepatik-

portoenterostomi (Kasai) akan menurun apabila


dilakukan setelah umur 2 bulan. 1,2,4,8,9,11-13

Pada pemeriksaan ultrasound terlihat kandung


empedu kecil dan atretik disebabkan adanya
proses obliterasi, tidak jelas adanya pelebaran
saluran empedu intrahepatik. Gambaran ini tidak
spesifik, kandung empedu yang normal mungkin
dijumpai pada penderita obstruksi saluran empedu
ekstrahepatal

sehingga

kemungkinan adanya

tidak

menyingkirkan
atresi bilier.

Pemeriksaan kolangiogram intraoperatif dilakukan


dengan visualisasi langsung untuk mengetahui
patensi saluran bilier sebelum dilakukan operasi
Kasai. 1,2,4,8,9,11-13

Ikterus obstruksi ekstra hepatik memberikan 3


perubahan klasik pada traktus portal :
1. Oedema jaringan ikat
2. Proliferasi duktus
3. Infiltrasi neutrofil

Gambaran ini dinamakan ductular reaction. Pada


gambaran mikroskopik ikterus obstruktif selalu
ditemukan

cairan

empedu

karena

adanya

peningkatan tekanan di traktus porta, sehingga


terjadi reaksi duktuler yang salah satunya adalah
proliferasi duktus bilier yang baru. Proliferasi
duktus dipengaruhi oleh peningkatan perfusi di
daerah perivaskuler pleksus bilier, stimulasi
reseptor

adrenergik

taurocholate

dan

dan

dopaminergik

taurolithocholate

yaitu
dan

peningkatan AMP siklik dan interleukin 6.


Infiltrasi

netrofil

akan

terjadi

pada

ikterus

obstruksi dengan adanya reaksi sitokin kompleks


dan chemokine. Gambaran periduktus dan fibrosis
seperti kulit bawang (onion-skin fibrosis) dapat

ditemukan pada kolestasis ekstrahepatik dimana


terjadi obstruksi aliran empedu dalam waktu yang
lama. Keadaan ini dapat juga terjadi pada Primary
Sclerosing Cholangitis.

Pada keadaan

ikterus obstruktif yang disebabkan oleh batu


empedu, striktur empedu atau karsinoma pankreas,
gambaran klinik jelas dengan ikterus progresif dan
peningkatan kadar alkali fosfatase serum dan
bilirubin serum. Diagnosis umumnya tegak dengan

USG. 1,2,4,8,9,11-13
Primary Sclerosing Cholangitis
Primary sklerosing cholangitis terjadi penyempitan
dari saluran empedu karena adanya stenosis dan
dilatasi

duktus

bilier

intrahepatik

dan

ekstrahepatik. Karakteristik Sklerosis kolangitis


primer adalah peradangan/inflamasi kronik pada
saluran empedu (periduktus ekstra hepatik) yang
menyebabkan fibrosis obliterasi dan striktur pada
sistem bilier. Gambaran patologi anatomi tampak
infiltrasi pada zona portal oleh limfosit besar,
sel polimorfonuklear, kadang

makrofag dan

eosinofil.

Pada

duktus

interlobuler

tampak

inflamasi periduktus. Tahap lanjut gambaran


fibrosis pada traktus portal sampai duktus bilier
yang kecil (onion skin appearance). Diagnosis
pasti jika ditemukan pengurangan jumlah duktus
bilier, proliferasi duktus dan deposisi substansi
cooper dengan piecemeal necrosis. 1,2,4,8,9,11-13