Vous êtes sur la page 1sur 7

VERTIGO

A. Pengertian
Vertigo

adalah

suatu

penyakit

yang

berhubungan

dengan

keseimbangan saraf, terutama karena gangguan di dalam telinga (bagian


keseimbangan) dan keluhan yang ada adalah pusing tujuh keliling disertai
dengan bunyi berdengung pada kuping (tinitus)
Vertigo adalah perasaan seolah-olah dunia sekeliling mengitari
penderita (vertigo obyektif) atau penderita sendiri berasa berputar dalam
ruangan (vertigo subyektif).
Vertigo yaitu ilusi gerakan pada diri pasien atau lingkungan
sekelilingnya. Sensasi vertigo

dapat dirasakan sebagai berputar, miring,

berayun atau oleng.


B. Etiologi
Penyebab dari vertigo bermacam-macam, bisa karena mabuk
perjalanan, sehabis naik jet coaster, atau karena infeksi pada telinga bagian
dalam sampai karena tumor otak kecil juga trauma pada cerebellum.
C. Patofisiologi
Vertigo yang dalam bahasa Yunani artinya memutar ini, sebagian besar
disebabkan oleh gangguan sistem vestibular yang sering dibarengi gangguan
sistem otonom (mual, pucat, keringat dingin, muntah, perubahan denyut nadi,
tekanan darah dan diare) karena sistem keseimbangan dalam otak terganggu
sehingga perasaan berputar muncul. Yang mengatur sistem keseimbangan
adalah sistem vestibuler, sistem cerebellum (otak kecil) dan sistem korteks
(lapisan luar) serebri dan batang otak.
"Vertigo karena gangguan pada sistem vestibular ini datangnya bisa
mendadak (akut) dan dirasakan berat," kata dr. Robert Loho Sp.S. dari RS

Siloam Gleneagles, Lippo Karawaci, Tangerang. "Penderita merasa seolaholah berputar, pusing tujuh keliling sampai mual dan muntah-muntah."
D. Klasifikasi vertigo
Vertigo diklasifikasikan menjadi dua :
1. Vertigo ringan :
a. Vertigo posisional, yakni vertigo akan muncul hanya pada sikap atau
posisi kepala tertentu, misalnya miring ke kanan atau kiri dan telinga
yang terganggu ditempatkan di sebelah bawah. Sindrom ini pada
umumnya hanya berlangsung beberapa detik atau menit saja, namun
disertai rasa mual.
b. Vertigo situasional yakni vertigo muncul setiap kita berhadapan
dengan keramaian, atau sebaliknya, saat kita berada di tengah
lapangan luas yang kurang penerangan.
c. Vertigo stress, yakni Penderita bisa saja mengalami gejala kepala
berputar tujuh keliling sampai muntah-muntah karena stress. Namun
begitu stress dapat dihilangkan, gejala akan sirna.
2. Vertigo berat :
a. Vertigo yang disebabkan karena adanya tumor di otak kecil
(cerebellum) sehingga harus dilakukan tindakan operasi untuk
mengatasinya.
b. Vertigo karena trauma diarea cerebellum dapat menyebabkan
gangguan

keseimbangan

karena

cerebellum

merupakan

pusat

keseimbangan sentral pada tubuh manusia.


c. Vertigo yang disebabkan karena infeksi pada area keseimbangan
dalam telinga (vestibular) yang sifatnya sangat sensitif terhadap
perubahan atau kelainan apa pun pada organ tersebut. Misalnya akibat
salesma berat, masuk angin, atau kurang tidur terjadi infeksi pada

telinga, sehingga aliran darah kurang sempurna. Semuanya ini bisa


menyebabkan vertigo.
E. Manifestasi klinis
Vertigo sebenarnya merupakan gejala dari suatu penyakit, bisa akibat
benturan atau trauma pasca kecelakaan, stres, gangguan pada telinga bagian
dalam, obat-obatan, terlalu sedikit atau terlalu banyak aliran darah ke otak, dll.
Sensasi sempoyongan juga dapat dialami seseorang yang berdiri di ketinggian
atau bingung berada di tempat yang ramai dan asing. Yang lebih parah apabila
sakit kepala ini merupakan gejala stroke atau tumor otak. Untuk mengetahui
pangkal penyebabnya perlu dilakukan pemeriksaan secara teliti.
F. Pengobatan
Dengan memberikan pengobatan dan penanganan secara cepat dan
tepat keadaan vertigo akan dapat segera reda. Pada umumnya terapi yang
dapat diberikan untuk mengatasi gejala itu penderita seharusnya terus
berusaha mempertahankan sikap atau posisi yang mencetuskannya. Dengan
latihan ini lama kelamaan intensitas serangan akan mereda. Dan bisa juga
dilakukan cara berbaring santai, minum obat antimuntah dan mabuk serta
berusaha menenangkan diri. Tapi ini tergantung penyebabnya, kalau kelainan
terletak pada batang otak atau serebelum, tidak akan diperoleh perbaikan
dengan cara di atas.

G. Diagnosa keperawatan
1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan
tekanan intrakranial.
2. Gangguan pola istirahat dan tidur berhubungan dengan tekanan pada
otot leher.
3. Koping individu tidak efektif berhubungan dengan stres yang
meningkat.
4. Cemas berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif dan kurangnya
pengetahuan terhadap penyakitnya.

H. Intervensi
Diagnosa
Tujuan
Gangguan
rasa Rasa nyeri berkurang
nyaman

nyeri setelah dilakukan

Intervensi
- Teliti keluhan nyeri,

Rasional
Mengidentifikasi

catat intensitasnya,

karakteristik nyeri

lokasinya dan lamanya.

merupakan faktor yang

berhubungan

tindakan keperawatan

dengan

selama 2 x 24 jam

penting untuk

peningkatan

dengan KH :

menentukan terapi yang

tekanan

- pasien mengatakan

cocok serta mengevaluasi

intrakranial.

nyeri berkurang.

keefektifan dari terapi.

- Pasien menunjukan
skala nyeri pada
angka 3.
- Ekspresi wajah klien
rileks.

- Catat kemungkinan

Pemahan terhadap

patofisiologi yang khas,

penyakit yang

misalnya adanya

mendasarinya membantu

infeksi, trauma servikal.

dalam memilih intervensi


yang sesuai.

- Berikan kompres dingin


pada kepala

Meningkatkan rasa
nyaman dengan
menurunkan vasodilatasi.

- Anjurkan untuk
Gangguan

pola Setelah dilakukan

Menurunkan stimulasi

beristirahat diruangan

yang berlebihan dapat

yang tenang

menurunkan vertigo.

istirahat dan tidur tindakan keperawatan


berhubungan
dengan

selama 1 x 24 jam,

tekanan istirahat dan tidur klien

pada otot leher.

dapat terpenuhi dengan

- Berikan kompres hangat

Meningkatkan sirkulasi

pada leher sesuai dengan

pada otot leher dan

kebutuhan.

mengurangi ketegangan.

KH :
- Pasien tidak sering
terbangun.
- Pasien tampak segar

- Masase daerah leher jika

Menghilangkan

pasien dapat mentolelir

ketegangan dan

sentuhan.

meningkatkan relaksasi

wajahnya saat bangun

otot.

tidur.
Koping individu

Individu akan tahu

Diskusikan tentang

Tingkah laku maladaptif

tidak efektif

tentang koping yang ia

perilaku koping, seperti

mungkin dilakukan untuk

berhubungan

lakukan tidak efektif

pemakaian alkohol,

mengatasi masalah yang

dengan stres yang

setelah dilakukan

kebiasaan merokok, pola

dialami.

meningkat.

tindakan keperawatan

makan, strategi relaksasi.

3 x 24 jam dengan KH:


- Pasien akan

Dekati klien dengan penuh

Menemukan kebutuhan

mengidentifikasi

ramah dan perhatian.

psikologis yang akan

perilaku koping yang

Ambil keuntungan dari

meningkatkan harga diri

tidak efektif dan

kegiatan yang dapat

dan meningkatkan

akibatnya.

diajarkan.

kesempatan untuk belajar

- Pasien akan

cara- cara baru dalam

mengungkapkan

mengatasi keadaan.

kesadaran tentang
kemampuan koping

Sarankan klien untuk

Pasien mampu untuk

yang dimiliki.

mengekspresikan

mengenali perasaannya

perasaannya dan diskusi

yang berhubungan dengan

mengenai bagaimana

vertigo yang terjadi

vertigo menggangu kerja


dan kesenangan hidup.
Mempengaruhi pemilihan
Cemas

b/d Setelah dilakukan

Diskusikan etiologi

terhadap penanganan dan

penurunan fungsi tindakan keperawatan

individual dari sakit kepala

berkembang kearah

kognitif

bila diketahui.

proses penyembuhan.

dan selama 2 x 24 jam

kurangnya

pasien tahu akan

pengetahuan

kondisi penyakitnya

terhadap

dengan KH :

Bantu pasien dalam

faktor ini seringkali

penyakitnya.

- Pasien

mengidentifikasi faktor

mencegah berulangnya

presdiposisi

serangan.

mengungkapkan

Menghindari/ membatasi

kondisinya dan
bagaimana
pengobatannnya.

Pasien mungkin tidak


Identifikasi dan diskusikan

menerima dengan tidak

resiko timbulnya bahaya

adanya ksembuhan dari

tanya tentang

yang tidak nyata dan terapi

standart penanganan yang

kondisi penyakitnya

yang bukan terapi medis.

dilakukan dan mungkin

- Pasien tidak bertanya

saait ini.

akan mencari sumber lain

- Ekspresi wajah pasien

yang tidak hanya akan

tidak tampak gelisah.

memberikan kesembuhan
tetapi mungkin juga
sangat membahayakan.
Menurunkan regangan
Diskusikan tentang

pada otot daerah leher dan

pentingnya posisi/ letak

lengan dan dapat

tubuh yang normal.

menghilangkan
ketegangan dari tubuh
dengan sangat berarti.

DAFTAR PUSTAKA
Brunner and Suddarth. (1996). Text book of Medical-Surgical Nursing. EGC.
Jakarta.
Doengoes Merillynn. (1999) (Rencana Asuhan Keperawatan). Nursing care plans.
Guidelines for planing and documenting patient care. Alih
bahasa : I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati. EGC. Jakarta.
Prince A Sylvia. (1995). (patofisiologi). Clinical Concept. Alih bahasa : Peter
Anugrah EGC. Jakarta.
www. medicastore. com. (2003).