Vous êtes sur la page 1sur 11

Analisis Shift Share Untuk Sebagai Indikator pertumbuhan Ekonomi

Analisi Shift Share


Shift Share adalah salah satu alat analisis untuk mengidentifikasi sumber ekonomi dari sisi
tenaga kerja atau pendapatan suatu wilayah tertentu. Anlisis Shift Share ini menggunakan dua
titik periode data misal untuk menganalisis dari segi pendapatan daerah kita dapat mengambil
PDRB pada tahun 2001 dan 2007. Shift Share ini berguna untuk melihat perkembangan wilayah
terhadap wilayah yang lebih luas misal perkembangan kabupaten terhadap propinsi atau propinsi
terhadap nasional. Dengan Shift Share dapat diketahui perkembangan sektor - sektor dibanding
sektor lainnya serta dapat membandingkan laju perekonomian disuatu wilayah.
Terdapat enam langkah analisis shift share:
1. Menentukan Wilayah yang akan dianalisis
2. Menentukan indikator kegiatan ekonomi yang akan dianalisis (Pendapatan atau Tenaga Kerja)
serta
periodenya.
3. Menentukan sektor yang akan dianalisis
4. Menghitung perubahan indikator kegiatan ekonomi
5. Menghitung rasio indikator kegiatan ekonomi
6. Menghitung komponen pertumbuhan wilayah
Komponen pertumbuhan wilayah terdiri dari tiga macam yaitu :
1. Komponen pertumbuhan nasional (PN)
PNij = (Ra) Yij
% PNij = (PNij) / Yij
2. Komponen pertumbuhan proporsional (PP)
PPij = (Ri Ra) Yij
%PPij =( PPij) / Yij
3. Komponen Pangsa Wilayah (PPW)
PPWij = (ri-Ri) Yij
%PPWij = (PPWij) / Yij
Contoh perhitungan analisis Shift Share :
Terapkan enam langkah analisis,
1. Menentukan wilayah yang akan dianalisis, misal wilayah propinsi X
2. Mennentukan indikator kegiatan ekonomi dan periodenya, indikator yang akan dianalisis
adalah PDRB pada tahun 2003 dan 2007.
Diketahui : PDRB (dalam Juta Rupiah)
PDRB propinsi X tahun 2003 = 291,3
PDRB pripinsi X tahun 2007 = 298,4
Jumlah total PDRB tahun 2003 = 263.624,2
PDB Nasional tahun 2003 = 240.387,3

PDB Nasional tahun 2007 = 271.586,9


Jumlah total PDB Indonesia tahun 2003 = 1.577.171,3
Jumlah total PDB Indonesia tahun 2007 = 1.963.974,3
3. Menentukan sektor yang akan dianalisis, sektor yang akan dianalisis adalah sektor pertanian
4. Menghitung perubahan indikator kegiatan ekonomi
Yij = Yij - Yij
= 298,4 - 291,3
= 7,1
presentase perubahan PDRB : % Yij =[ (Yij - Yij) / Yij] 100%
= (7,1/291,3) 100%
= 2,4%
5. Menghitung rasio indikator kegiatan ekonomi
ri = (Yij - Yij) / Yij
= (298,4 - 291,3 ) / 291,3
= 0,024

(Yi - Yi) / Yi
= (271.586,9 - 240.387,3) / 240.387,3
= 0,129
Ra = (Y... - Y...) / Y...
rasio pendapatan Indonesia
Ra = (1.963.974,3 - 1.577.171,3) / 1.577.171,3
= 0,245
sama untuk semua sektor.
6. Komponen pertumbuhan wilayah
6.a Komponen pertumbuhan nasional (PN)
PNij = (Ra) Yij
Ri =

= (0,243) 291,3 = 71,4

% PNij = [(PNij) / Yij]


=[(71,4)/291,3] 100% = 24,5%

catatan : nilai laju pertumbuhan nasional sama untuk semua sektor


6.b Komponen Pertumbuhan Proposional (PP)
PPij = (Ri Ra) Yij
= (0,129 - 0,245) 291,3 = -33,8

%PPij = [ PPij) / Yij] 100%


=[(-33,8) / 291,3] 100% = -11,6%
6.c Komponen Pertumbuhan Pangsa Wilayah (PPW)

PPWij = (ri-Ri) Yij


= (0,024- 0,129) 291,3 = -30,6

%PPWij = [(PPWij) / Yij] 100%


= (-30,6 / 291,3) 100% = -10,5%

SEMOGA BERMANFAAT.... ^ ^

Pengertian Analisis Shift-share


Analisis Shift-share merupakan suatu analisis dengan metode yang sederhana dan
sering dilakukan oleh praktisi dan pembuat keputusan baik lokal maupun regional di
seluruh dunia untuk menetapkan target industri/sektor dan menganalisis dampak
ekonomi. Analisis Shiftshare memungkinkan pelaku analisis untuk dapat
mengidentifikasi keunggulan daerahnya dan menganalisis industri/sektor yang menjadi
dasar perekonomian daerah.
Analisis Shift-share juga merupakan suatu analisis yang dilakukan untuk mengetahui
perubahan dan pergeseran sektor atau industri pada perekonomian regional maupun
lokal. Analisis Shift-share menggambarkan kinerja sektor-sektor di suatu wilayah
dibandingkan dengan perekonomian nasional. Bila suatu daerah memperoleh kemajuan
sesuai dengan kedudukannya dalam perekonomian nasional, maka akan dapat
ditemukan adanya shift (pergeseran) hasil pembangunan perekonomian daerah. Selain
itu, laju pertumbuhan sektorsektor di suatu wilayah akan dibandingkan dengan laju
pertumbuhan perekonomian nasional beserta sektor-sektornya. Kemudian dilakukan
analisis terhadap penyimpangan yang terjadi sebagai hasil dari perbandingan tersebut.
Bila penyimpangan itu positif, hal itu disebut keunggulan kompetitif dari suatu sektor
dalam wilayah tersebut (Soepono, 1993:44)
Analisis Shift-share dikembangkan oleh Daniel B. Creamer (1943). Analisis ini
digunakan untuk menganalisis perubahan ekonomi (misalnya pertumbuhan atau
perlambatan pertumbuhan) suatu variabel regional sektor/industri dalam suatu daerah.
Variabel atau data yang dapat digunakan dalam analisis adalah tenaga kerja atau
kesempatan kerja, nilai tambah, pendapatan, Pendapatan Regional Domestik Bruto
(PDRB), jumlah penduduk, dan variabel lain dalam kurun waktu tertentu.
Dalam analisis Shift-share, perubahan ekonomi ditentukan oleh tiga komponen sebagai
berikut.
1. pertumbuhan ekonomi nasional (national growth)
2. bauran industri (industry mix)
3. regional share

Pengaruh Bauran Industri disebut proportional shift atau bauran komposisi. Analisis
proportional shift dilakukan dengan membandingkan suatu sektor sebagai bagian dari
perekonomian daerah dengan sektor tersebut sebagai bagian dari perekonomian
nasional. Komponen ini menunjukkan apakah aktivitas ekonomi pada sektor tersebut
tumbuh lebih cepat atau lebih lambat dibandingkan pertumbuhan aktivitas ekonomi
secara nasional.
Pengaruh bauran industri akan positif apabila pertumbuhan variabel regional suatu
sector lebih besar daripada pertumbuhan variabel regional total sektor di tingkat
nasional. Sebaliknya bauran industri akan negatif apabila pertumbuhan variabel
regional suatu sector lebih kecil dibandingkan pertumbuhan variabel tersebut di tingkat
nasional. Nilai positif atau negatif tersebut akan menunjukkan tingkat spesialisasi suatu
sektor, yaitu tumbuh lebih cepat atau lebih lambat terhadap perekonomian nasional.
Jadi, suatu daerah yang memiliki lebih banyak sektor-sektor yang tumbuh lebih cepat
secara nasional akan memiliki pengaruh bauran industri yang positif. Demikian juga
sebaliknya, suatu daerah yang memiliki lebih banyak sektor-sektor yang tumbuh lebih
lambat secara nasional akan memiliki pengaruh bauran industri yang negatif.
Keunggulan Analisis Shift-share
Keunggulan analisis Shift- share antara lain (Stevens B.H. dan Moore dalam Modul
Isian Daerah untuk SIMRENAS):
1. Analisis Shift-share tergolong sederhana. Namun demikian, dapat memberikan
gambaran mengenai perubahan struktur ekonomi yang terjadi.
2. Memungkinkan seorang pemula mempelajari struktur perekonomian dengan cepat.
3. Memberikan gambaran pertumbuhan ekonomi dan perubahan struktur dengan cukup
akurat.
Kelemahan Analisis Shift-share
Kelemahan analisis Shift-share, yaitu:
1. Hanya dapat digunakan untuk analisis ex-post.
2. Masalah benchmark berkenaan dengan homothetic change, apakah t atau (t+1) tidak
dapat dijelaskan dengan baik.
3. Ada data periode waktu tertentu di tengah periode pengamatan yang tidak terungkap.
4. Analisis ini membutuhkan analisis lebih lanjut apabila digunaka untuk peramalan,
mengingat bahwa regional shift tidak konstan dari suatu periode ke periode lainnya.
5. Tidak dapat dipakai untuk melihat keterkaitan antarsektor.

6. Tidak ada keterkaitan antardaerah.


Model Analisis Shift-share
Dalam uraian berikut akan dijelaskan model analisis Shift-share klasik beserta modifikasinya.
Analisis Shift-share Klasik Secara ringkas, dengan analisis Shift-share dapat dijelaskan bahwa
perubahan suatu variabel regional siatu sektor di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu
dipengaruhi oleh pertumbuhan nasional, bauran industri, dan keunggulan kompetitif (BendavidVal, 1983; Hoover, 1984).
Dij = Nij + Mij + Cij

(1)

Keterangan:
Dij: perubahan suatu variabel regional sektor i di wilayah j dalam kurun waktu tertentu
Nij: komponen pertumbuhan nasional sektor i di wilayah j
Mij: bauran industri sektor i di wilayah j
Cij: keunggulan kompetitif sektor i di wilayah j
Bila analisis itu diterapkan pada variabel regional, misalnya kesempatan kerja, maka tiap
komponen dapat didefinisikan sebagai berikut. Perubahan suatu variabel regional suatu sektor
sektor di suatu wilayah tertentu juga merupakan perubahan antara kesempatan kerja pada tahun
akhir analisis dengan kesempatan kerja pada tahun dasar.
Dij = E*ij Eij

(2)

Keterangan:
E*ij: kesempatan kerja sektor i di wilayah j pada tahun akhir analisis
Eij: kesempatan kerja sektor i di wilayah j pada tahun dasar.
Komponen pertumbuhan nasional suatu sektor di suatu wilayah menunjukkan bahwa
kesempatan kerja tumbuh sesuai dengan laju pertumbuhan nasional.
Nij = Eij.rn
Keterangan:
rn: laju pertumbuhan nasional

(3)

Komponen bauran industri suatu sektor di suatu wilayah menunjukkan bahwa


kesempatan kerja tumbuh sesuai laju selisih antara laju pertumbuhan sektor tersebut
secara nasional dengan laju pertumbuhan nasional. Sementara itu, komponen
keunggulan kompetitif suatu sektor di suatu wilayah merupakan kesempatan kerja yang
tumbuh sesuai laju selisih antara laju pertumbuhan sektor tersbut di wilayah tersebut
dengan laju pertumbuhan sektor tersebut secara nasional.
Mij = Eij (rin rn)

(4)

Cij = Eij (rij rin)

(5)

Keterangan:
rn : laju pertumbuhan nasional
rin: laju pertumbuhan sektor i wilayah j
Masing-masing laju pertumbuhan didefinisikan sebagai berikut.
1. mengukur laju pertumbuhan sektor i di wilayah j
rij = (E*ij Eij)/Eij

(6)

2. mengukur laju pertumbuhan sektor i perekonomian nasional


rin = (E*in Ein)/Ein

(7)

3. mengukur laju pertumbuhan nasional


rn = (E*n En)/En

(8)

Keterangan:
E*in: kesempatan kerja sektor i di tingkat nasional pada tahun terakhir analisis
Ein: kesempatan kerja sektor i di tingkat nasional pada suatu tahun dasar tertentu
E*n: kesempatan kerja nasional pada tahun terakhir analisis
En: kesempatan kerja nasional pada suatu tahun dasar tertentu
Untuk suatu wilayah, pertumbuhan nasional, bauran industri, dan keunggulan kompetitif
dapat ditentukan bagi suatu sektor (i) atau dijumlahkan untuk semua sektor sebagai
keseluruhan wilayah.
Persamaan Shift-share untuk sektor i di wilayah j adalah :

Dij = Eij.rn + Eij(rin rn) + Eij(rij rin)

(9)

Persamaan ini membebankan tiap sektor wilayah dengan laju pertumbuhan yang setara
dengan laju yang dicapai oleh perekonomian nasional selama kurun waktu analisis.
Persamaan (9) menunjukkan bahwa semua wilayah dan sektor-sektor sebaiknya
memiliki tingkat pertumbuhan yang paling kecil sama dengan laju pertumbuhan
nasional (rn). Perbedaan antara pertumbuhan suatu variabel wilayah dengan
pertumbuhan nasional merupakan net gain atau net loss (atau shift) wilayah
bersangkutan (Supomo, 1993). Bila tiap komponen (pengaruh) Shift-share dijumlahkan
untuk semua sektor, maka tanda hasil penjumlahan itu akan menunjukkan arah
perubahan dalam pangsa wilayah kesempatan kerja nasional. Pengaruh bauran industri
total akan positif/negatif/nol di semua wilayah bila kesempatan kerja suatu sektor
tumbuh di atas/di bawah/sama dengan kesempatan kerja nasional. Demikian pula,
pengaruh keunggulan kompetitif total akan positif/negatif/nol di wilayah-wilayah, dimana
kesempatan kerja berkembang lebih cepat/lebih lambat atau sama dengan
pertumbuhan kesempatan kerja sektor yang bersangkutan di tingkat nasional.
Contoh Penerapan Analisis Shift-share
Analisis Shift-share diterapkan untuk mengkaji pergeseran struktur perekonomian daerah dengan
memperhatikan perekonomian daerah yang lebih tinggi. Analisis Shift-share misalnya digunakan
untuk menganalisis pergeseran struktur perekonomian tingkat kabupaten/kota dengan
memperhatikan perekonomian tingkat provinsi di atasnya atau menganalisis pergeseran struktur
perekonomian tingkat provinsi dengan memperhatikan perekonomian nasional. Berikut akan
dijelaskan contoh penerapan analisis Shift-share, yaitu menganalisis pergeseran perekonomian
Provinsi Sumatera Barat dengan memperhatikan perekonomian nasional (Indonesia).

Analisis Shift-share untuk perekonomian Provinsi Sumatera Barat dilakukan dengan


menggunakan variabel regional PDRB sektoral Provinsi Sumatera Barat dan PDB
sektoral Indonesia tahun 2001 dan 2004. Nilai PDRB sektoral Provinsi Sumatera Barat
tahun 2001 dan 2004 disajikan dalam Tabel 1. Pada Tabel 1, nilai PDRB sektoral
Provinsi Sumatera Barat dihitung perubahannya, yaitu selisih antara nilai PDRB tahun
dasar dengan tahun analisis. Hal yang sama dilakukan juga pada nilai PDB sektoral
Indonesia, disajikan pada Tabel 2.
Berdasarkan data tersebut, nilai PDRB sektoral Provinsi Sumatera Barat telah
mengalami perubahan atau perkembangan. Nilai PDRB tersebut tumbuh sebesar 3.847
miliar rupiah atau sebesar 16,22 persen. Sedangkan perekonomian nasional
(Indonesia) tumbuh sebesar 230.673 miliar rupiah atau sebesar 18,03 persen. Untuk
mengetahui gambaran keadaan perekonomian Provinsi Sumatera Barat terhadap
perekonomian Nasional (Indonesia), Tabel 3 menyajikan distribusi PDRB sektoral
Provinsi Sumatera Barat dan PDRB sektoral Indonesia tahun 2001 dan 2004.

Analisis Shift-share mensyaratkan untuk menghitung laju pertumbuhan variabel regional


yang dianalisis (PDRB sektoral) baik dalam perekonomian wilayah maupun dalam
perekonomian nasional. Selain itu, dihitung juga laju pertumbuhan untuk perekonomian
nasional. Tabel 4 menyajikan perhitungan tersebut. Setelah rumus dasar yang
diperlukan dalam analisis Shift-share dihitung, masing-masing komponen pembentuk
rumus dapat dihitung. Ketiga jenis analisis Shift-share mempunyai konsep yang sama
dalam mendefinisikan komponen Nij dan Mij. Sedangkan componen Cij telah
dimodifikasi untuk melengkapi beberapa kelemahan analisis Shift-share klasik.
Modifikasi terhadap analisis Shift-share klasik oleh Esteban-Marquillas membagi
komponen keunggulan menjadi keunggulan kompetitif karena adanya homothetic
employment (Cij) dan keunggulan kompetitif karena efek alokasi (Aij). Sedangkan
modifikasi terhadap analisis klasik oleh Archelus adalah mengganti keunggulan kompetitif
dengan sebuah komponen yang disebabkan oleh pertumbuhan wilayah (Rij) dan sebuah
komponen bauran industri regional (RIij).

Hasil analisis Shift-share menunjukkan bahwa selama tahun 2001-2004, nilai PDRB
sektoral Provinsi Sumatera Barat telah mengalami perubahan atau perkembangan. Nilai
PDRB tersebut tumbuh sebesar 3.847 miliar rupiah atau sebesar 16,22 (Tabel 1 dan
Tabel 5). Sedangkan perekonomian nasional (Indonesia) tumbuh sebesar 230.673

miliar rupiah atau sebesar 18,03 persen (Tabel 2 dan Tabel 5). Perkembangan tersebut
dipengaruhi oleh komponen pertumbuhan nasional (Nij), bauran industri (Mij), dan
keunggulan kompetitif (Cij).
Menurut perhitungan komponen pertumbuhan nasional, pertumbuhan ekonomi nasional
telah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat sebesar 4.277
miliar rupiah atau 111,18 persen. Namun, sebenarnya perkembangan PDRB Provinsi
Sumatera Barat hanyalah sebesar 3.847 miliar rupiah (Tabel 5). Hal ini dikarenakan
masih ada dua komponen lain yang memberikan pengaruh yaitu bauran industri dan
keunggulan kompetitif. Komponen bauran industri menyatakan besar perubahan
perekonomian wilayah akibat adanya bauran industri. Hasil analisis menunjukkan
bahwa bauran industri memberikan pengaruh yang negatif bagi perkembangan
perekonomian Provinsi Sumatera Barat, yaitu sebesar -32 miliar rupiah atau -0,83
persen. Nilai negatif mengindikasikan bahwa komposisi sektor pada PDRB Provinsi
Sumatera Barat cenderung mengarah pada perekonomian yang akan tumbuh relatif
lambat. Pada Tabel 5 dapat dilihat sektor-sektor yang mendapat pengaruh bauran
industri, yaitu Sektor Industri Pengolahan, Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih, Sektor
Bangunan, Sektor Pengangkutan dan Komunikasi, dan Sektor Keuangan, Persewaan
dan Jasa Keuangan.
Perhitungan komponen keunggulan kompetitif dilakukan melalui tiga cara. Cara yang
pertama, yaitu menggunakan analisis Shift-share klasik menghasilkan nilai keunggulan
kompetitif (Cij) sebesar -398 miliar rupiah atau -10,35 persen, dapat dilihat pada Tabel
5. Nilai ini mengindikasikan bahwa keunggulan kompetitif yang dihasilkan akan
mengurangi perkembangan perekonomian Provinsi Sumatera Barat. Namun demikian
bukan berarti bahwa perekonomian Provinsi Sumatera Barat sama sekali tidak
kompetitif. Hal ini karena meskipun secara agregat nilainya negatif tetapi terdapat
sektor yang mempunyai nilai positif, yaitu Sektor Pertanian dan Sektor Listrik, Gas, dan
Air Bersih.
Referensi Utama
Badan Pusat Statistik, Sumatera Barat dalam Angka 2004/2005
Bendavid-Val, Avrom, Regional and Local Economic Analysis for Practitioners,Wesport, Connecticut:
Praeger, Fourth Edition, 1991.
Dinc, Mustafa, Regional and Local Economic Analysis Tools, The World Bank, Washington DC, January
2002.
Soepono, Prasetyo Analisis Shift-share: Perkembangan dan Penerapan Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Indonesia, September 1993.
www.bps.go.id
www.bappenas.go.id/.../&view=85/MODUL-ISIAN-SIMRENAS.pdf
sumber lainnya:

http://www.scribd.com/doc/2908426/Modul-5-ShiftShare-Analysis