Vous êtes sur la page 1sur 12

LAPORAN KASUS

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSAAN MALARIA

Penguji:
dr. Soroy Lardo, Sp.PD, MARS, FINASIM
Disusun oleh:
Karina (1102010139)
Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi

DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM


RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO
KEPANITERAAN KLINIK PERIODE 6 JANUARI 15 MARET 2014

Fakultas Kedokteran YARSI


RSPAD Gatot Soebroto

Karina
1102010139

BAB I
PENDAHULUAN
Malaria adalah penyakit yang mengancam jiwa yang disebabkan parasit yang
ditularkan pada manusia melalui gigitan nyamuk. Parasit yang menularkan malaria
pada manusia adalah Plasmodium. Anopheles merupakan vektor malaria, yang
terutama mengigit manusia pada malam hari mulai maghrib (dusk) sampai fajar
(dawn). Plasmodium yang dapat menyebabkan malaria adalah P. falciparum, P. vivax,
P. malariae, dan P. Ovale. Plasmodium falciparum dan P. vivax merupakan penyebab
malaria terbanyak. Plasmodium falciparum adalah penyebab kematian paling utama.
Akhir-akhir ini dilaporkan terjadinya penularan malaria yang disebabkan Plasmodium
knowlesi yang merupakan penyebab malaria kera, yang terjadi di kawasan hutan di
asia tenggara.
Pada tahun 2009, World Health Organization (WHO) membuat World Malaria
Report 2009 yang melaporkan bahwa 3,3 milyar manusia atau separuh penduduk
dunia, hidup di daerah berisiko tertular malaria di 109 negara, 89% kematian akibat
malaria terjadi di Afrika, dari data 2008 : 190-311 juta menderita malaria dan
708.000-1.003.000 meninggal dunia, dan malaria merupakan penyebab kematian no.
5 akibat penyakit infeksi di negara miskin, dan penyebab kematian no.2 di Afrika.
Pada tahun 2008, 278 juta kasus malaria dilaporkan dari seluruh dunia dan hampir
satu juta diantaranya meninggal, terutama anak-anak yang hidup di Afrika. Di Afrika
dalam setiap 45 detik seorang anak meninggal dunia akibat malaria, sehingga
merupakan 20% dari seluruh angka kematian di Afrika. Di Asia tenggara sendiri,
malaria merupakan masalah kesehatan penting. Sepuluh dari 11 negara di Asia
Tenggara merupakan daerah endemis malaria. Sekitar 40% penduduk dunia yang
berisiko tertular malaria, hidup di daerah Asia Tenggara, 15% dari kasus malaria
dunia yang dilaporkan dan 2,7% penduduk dunia yang meninggal dunia akibat
malaria yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara. Penderita yang hidup di
daerah endemis malaria, bayi, anak kecil, dan wanita hamil adalah kelompok
penduduk yang berisiko tinggi terserang malaria. Kelompok lain yang juga berisiko

Fakultas Kedokteran YARSI


RSPAD Gatot Soebroto

Karina
1102010139

tinggi tertular malaria adalah orang-orang yang sering berpindah tempat, misalnya
pekerja penebangan hutan, pekerja tambang emas, nelayan, pekerja konstruksi jalan
dan industri. Daerah berhutan dan daerah yang sejenis dengan kehutanan, merupakan
daerah malaria yang harus selalu diperhatikan, mengingat kawasan tersebut
berhubungan dengan tingginya jumlah vektor/nyamuk yang efisien dalam menularkan
malaria. Di Indonesia, penyebaran malaria lebih tinggi di daerah perhutanan terutama
di Indonesia bagian timur, dimana sekitar 113 juta penduduk dari jumlah seluruh
penduduk Indonesia (sekitar 214 juta) berada di daerah beririko tertular malaria. Di
Indonesia, malaria terutama dilaporkan dari luar jawa, yaitu di Papua, Maluku, Nusa
Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Di Jawa dan Bali dimana 70%
penduduk Indonesia hidup, hanya sedikit kasus malaria yang dilaporkan. Semua
spesies malaria dapat ditemukan di Indonesia, dengan Plasmodium vivax dan
Plasmodium falciparum merupakan penyebab utama. Plasmodium malariae
dilaporkan dari propinsi Lampung, Nusa Tenggara Timur dan Papua, sedangkan
Plasmodium ovale pernah dilaporkan dari Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Pada laporan kasus ini, penulis akan menjabarkan suatu kasus mengenai malaria.
Penulis berharap telah menjabarkan kasus ini dengan baik, meskipun penulis
menyadari bahwa laporan kasus ini masih jauh dari sempurna.

Fakultas Kedokteran YARSI


RSPAD Gatot Soebroto

Karina
1102010139

DAFTAR ISI
PENDAHULUAN..................................................................1
DAFTAR ISI........................................................................ 3
STATUS PASIEN.................................................................4
A. IDENTITAS PASIEN..............................................................4
B. ANAMNESIS.......................................................................4
C. PEMERIKSAAN FISIK...........................................................6
D. PEMERIKSAAN PENUNJANG................................................8
E. RINGKASAN MASALAH........................................................3
F. DAFTAR MASALAH............................................................13
G. PENGKAJIAN....................................................................13
H. FOLLOW UP.....................................................................16

TINJAUAN PUSTAKA.........................................................17
DEFINISI DIABETES MELITUS..................................................17
KLASIFIKASI DIABETES MELITUS............................................17
DIAGNOSIS DIABETES MELITUS..............................................17
PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS.................................19
ULKUS DIABETIK...................................................................20

DAFTAR PUSTAKA............................................................27

Fakultas Kedokteran YARSI


RSPAD Gatot Soebroto

Karina
1102010139

STATUS PASIEN

A. IDENTITAS PASIEN
Nama
Jenis kelamin
Umur
Pekerjaan
Status
Agama
Suku Bangsa
Alamat
MRS
No. CM

: Tn. MY
: Laki-laki
: 22 th
: TNI AD
: Belum Menikah
: Islam
: Jawa
: Asrana Yonif Cilodong Bogor
: 17 Agustus 2014
: 046854

B. ANAMNESIS
Auto dan Allo anamnesis (tanggal 17 Agustus 2014 pukul 13.00)
Keluhan utama
:
Pasien datang diantar oleh rekan. Pasien
merupakan pasien rujukan dr RS Salak dgn diagnosis Malaria. Keluhan yang
dirasakan saat ini pasien merasa lemas.
Keluhan tambahan : Badan terasa sakit
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien merupakan pasien rujukan dari RS Salak Bogor dengan
diagnosis malaria. Pasien datang dengan keluhan pucat dan badan lemas sejak
4 hari SMRS. Lemas terjadi pada seluruh tubuh pasien dan tidak membaik
dengan istirahat.
22 Juli 2014 pasien mengeluh demam dan menggigil. Demam
dirasakan setiap hari dan terjadi terus menerus. Pasien sudah minum
paracetamol 500 mg 1x1 untuk menurunkan demamnya, demam sempat turun
beberapa saat kemudian meningkat lagi. Pasien tidak mengalami keluhan
batuk, pilek. Pasien merasa mual sepanjang hari namun tidak ada muntah.
Pasien tidak merasa nyeri otot dan nyeri sendi. Keluhan gusi berdarah
disangkal.
28 Juli 2014, pasien berobat ke RS Salak dan dirawat dengan diagnosis
demam berdarah karena dari hasil pemeriksaan lab darah trombositnya kurang

Fakultas Kedokteran YARSI


RSPAD Gatot Soebroto

Karina
1102010139

dari 100.000. 2 Agustus 2014 pasien pulang dari RS untuk mengurus cuti
sakit. Pasien merasa keluhannya tidak mengalami perbaikan.
4 Agustus 2014 pasien kembali di rawat di RS Salak dengan keluhan
yang sama. Pasien mendapat perawatan selama 3 hari kemudian pasien di
pulangkan karena trombosit pasien sudah mencapai 100.000. Pada 11 Agustus
2014 pasien kembali ke RS Salak karena merasa lemas, pucat dan menggigil,
pasien di rawat dengan diagnosis malaria. 17 Agustus 2014 pasien
dipindahkan ke RSPAD Gatot Soebroto atas dasar keluhan penurunan
kesadaran, bicara meracau dan halusinasi.
Pasien memiliki riwayat perjalanan pendidikan di Papua selama 8
bulan (Desember 2013 16 Juli 2014). Pasien tidak memiliki riwayat makan
di tempat sembarangan. Daerah tempat tinggal pasien tidak banjir. Tidak ada
di daerah lingkungan pasien yang memiliki keluhan yang sama. Pasien tidak
memiliki riwayat merokok dan minum alkohol. Pasien tidak memiliki riwayat
mengkonsumsi obat-obatan.
Riwayat penyakit dahulu :
Riwayat hipertensi disangkal.
Riwayat penyakit ginjal disangkal.
Riwayat penyakit jantung disangkal
Riwayat penyakit keluarga :
Tidak ada di keluarga pasien yang memiliki keluhan serupa
Habitus :
Pasien tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol.
C. PEMERIKSAAN FISIK
Autoanamnesis dilakukan pada hari Senin, 20 Januari 2014, pukul 10.00 WIB
Keadaan umum
: Tampak sakit sedang
Kesadaran
: Compos mentis
Keadaan gizi
: Baik
Tinggi badan 162 cm, berat badan 60 kg,
IMT = 22.9 kg/m2 (Normoweight)
Tanda vital
: Tekanan darah = 100/80 mmHg
Nadi = 80 x/menit, equal, isi cukup, reguler
Suhu = 36.5 0C
Laju Pernafasan (RR) = 20 x/menit, tipe normal, jenis
Kulit

thorakoabdominal
: Sawo matang, ikterik (-), lembab

Fakultas Kedokteran YARSI


RSPAD Gatot Soebroto

Karina
1102010139

Kepala

: Normocephal, rambut hitam dan sedikit rambut putih,

Wajah
Mata

distribusi merata, tidak mudah dicabut.


: Simetris, ekspresi baik.
: Pupil bulat isokor +/+, edema palpebra -/-, conjungtiva
pucat -/-, sklera ikterik -/-, gerakan bola mata kesegala

Telinga

arah.
: Normotia, normosepta, gangguan pendengaran (-/-)
bentuk telinga normal simetris kanan dan kiri, lubang

Hidung

lapang, serumen +/+


: Bentuk normal, tidak ada septum deviasi, sekret -/-

Mulut

purulen -/: Bibir lembab, faring tidak hiperemis, tonsil tidak

Leher

membesar (T1/T1).
: Simetris, tidak tampak pembesaran kelenjar tiroid, tidak

Thoraks

ada deviasi trakea, tidak teraba pembesaran KGB.


: Paru : I = Normochest, retraksi -/-, sela iga tidak
melebar
P = Fremitus taktil dan fremitus vokal sama
kanan dan kiri
P = Sonor pada kedua lapangan paru. Batas paru
hati pada linea midclvavicula dextra ICS VI
A = Suara nafas utama vesikuler, Ronkhi -/Whezzing -/Jantung :

I = Iktus cordis tidak tampak


P = Iktus cordis teraba, tidak kuat angkat
P =Batas atas ICS III linea parasternal sinistra
Batas kiri ICS V linea axila anterior sinistra
Batas kanan ICS IV linea parastemal dextra
A =BJ I dan II reguler, Gallop -/-, Murmur -/-

Abdomen : I = Datar, sikatrik tidak ada


P = Dinding perut supel, turgor kulit baik
Hepar dan lien tidak teraba membesar.

Ekstremitas

Terdapat nyeri pada epigastrium.


P = Timpani pada seluruh lapang abdomen.
A = Bising usus (+) normal
: Akral hangat, edema tungkai tidak ada, terdapat
ulkus pada kaki kiri sampai ke punggung kaki
serta melingkari pergelangan kaki, nyeri tidak ada.

Fakultas Kedokteran YARSI


RSPAD Gatot Soebroto

Karina
1102010139
Refleks fisiologi normal, refleks patologis tidak
ada.

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
LABORATORIUM DARAH
Jenis Pemeriksaan

17/08/2014

18/08/201

Nilai Rujukan

4
Hematologi
Hemoglobin
Hematokrit
Eritrosit
Leukosit
Trombosit
MCV
MCH
MCHC

8.6 *
25 *
2.9*
4.400*
231.000
87
30
35

9.2*
26 *
2.9 *
5.400
246.000
89
31
34

12 16g/dL
37 47%
4.3 6.0juta/uL
4.800 10.800/uL
150.000 400.000/uL
80 96 fL
27 32 pg
32 36 g/dL

Bilirubin Total
Protein Total
Albumin
Globulin
SGOT (AST)
SGPT (ALT)
Ureum
Kreatinin
Glukosa Darah Sewaktu

1.05
6.8
3.1*
3.7*
27
50*
17*
0.8
100

<1.5 mg/dL
6 8 g/dL
3.5 5.0 g/dL
2.5 3.5 g/dL
< 35 U/L
< 40 U/L
20 50 mg/dL
0.5 1.5 mg/dL
< 140 mg/dL

(GDS)
Natrium (Na)
Kalium (K)
Klorida (Cl)

138
4.4
104

135 147 mmol/L


3.5 5.0 mmol/L
95 105 mmol/L

JENIS PEMERIKSAAN(18/8/14)
HEMATOLOGI
Malaria
I. Plasmodium Falcifarum
Tropozoit
Schizont
Gametosit
Tropozoit
II.

Plasmodium Vivax
Tropozoit
Schizont

HASIL

NILAI RUJUKAN

Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
2/200LK

Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

Negatif
Negatif
Negatif

Negatif
Negatif
Negatif
7

Fakultas Kedokteran YARSI


RSPAD Gatot Soebroto

III.

IV.

Gametosit

Plasmodium Malariae
Tropozoit
Schizont
Gametosit
Plasmodium Ovale
Tropozoit
Schizont
Gametosit

Jenis Pemeriksaan
Hematologi
Hemoglobin
Hematokrit
Eritrosit
Leukosit
Trombosit
MCV
MCH
MCHC
Kimia Klinik
Ureum
Kreatinin
Glukosa Darah

18/08/2014

Sewaktu (GDS)
Natrium (Na)
Kalium (K)
Klorida (Cl)
JENIS PEMERIKSAAN
HEMATOLOGI
Malaria
V.
Plasmodium Falcifarum
Tropozoit
Schizont
Gametosit
Tropozoit
VI.

Karina
1102010139

Plasmodium Vivax
Tropozoit
Schizont
Gametosit

Negatif

Negatif

Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

Negatif
Negatif
Negatif

Negatif
Negatif
Negatif

19/08/2014

Nilai Rujukan

8.0 *
24 *
2.7*
5.300
224.000
88
30
34

10.1*
30 *
3.4 *
4.700*
252.000
87
30
34

12 16g/dL
37 47%
4.3 6.0juta/uL
4.800 10.800/uL
150.000 400.000/uL
80 96 fL
27 32 pg
32 36 g/dL

23
0.8
102

13*
1.1
81

20 50 mg/dL
0.5 1.5 mg/dL
< 140 mg/dL

138
4.3
106

141
4.8
107

135 147 mmol/L


3.5 5.0 mmol/L
95 105 mmol/L

Positif*
Positif
Negatif
Negatif
2/200LK

Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

Fakultas Kedokteran YARSI


RSPAD Gatot Soebroto
VII.

Plasmodium Malariae
Tropozoit
Schizont
Gametosit
VIII. Plasmodium Ovale
Tropozoit
Schizont
Gametosit
KOAGULASI
D - dimer
KIMIA KLINIK
Laktat

Karina
1102010139
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

Negatif
Negatif
Negatif

Negatif
Negatif
Negatif

1730*

<550 ng/mL

2.70*

0.55 2.2 mmol/L

E. RINGKASAN MASALAH
Tn. M.Y, 22 tahun, compos mentis, merupakan pasien rujukan RS Salak
dengan total perawatan 8 hari, dengan diagnosis malaria. Pasien sempat
mengalami penurunan kesadaran pada saat perjalanan ke RSPAD, keluhan yang
dirasa berupa demam, lemas, pucat, menggil.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, keadaan umum
sakit sedang, Tekanan darah 100/70 mmHg, Nadi 80x/menit, Laju pernafasan
20x/menit, Suhu 36.5 derajat Celcius, Paru dan Jantung dalam batas normal
Pada pemeriksaan lab didapatkan penurunan hemoglobin, hematokrit, eritrosit,
leukosit dan ureum. Hasil positif plasmodium falciparum stadium gametosit pada
pemeriksaan darah tepi, dan pada pemeriksaan koagulasi didapatkan peningkatan ddimer dan laktat.
F. DAFTAR MASALAH
1. Malaria
2. Anemia Nomositik Normokrom
G. PENGKAJIAN
1. Malaria
Anamnesis
Demam, lemas, pucat, menggigil, penurunan kesadaran
9

Fakultas Kedokteran YARSI


RSPAD Gatot Soebroto

Karina
1102010139

Pemeriksaan Fisik
Tidak ada
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan hematologi

rutin

menunjukkan

penurunan

hemoglobin,

hematokrit, eritrosit, leukosit, dan pemeriksaan darah tepi didapat hasil positif
pada plasmodium falciparum stadium gametosit
Rencana Diagnosis
Tidak ada
Rencana Terapi
IVFD Ringer Laktat 500 cc/4 jam
Antracine tab 120 mg 1x3 tab
Primakuin tab 15 mg 3x1
Paracetamol 500 mg 3x1

2. Anemia Normositik Normokrom


Anamnesis
Lemas pada seluruh tubuh, pucat

Pemeriksaan Fisik
Mata : Konjungtiva anemis (+/+)

Pemeriksaan Laboratorium
Penurunan hemoglobin, hematokrit, leukosit

Rencana Diagnosis
Tidak ada

Rencana Terapi
Transfusi PRC
HB x 3 = (12 gr/dL 8.6 gr/dL) x 3
= 10.2

H. PROGNOSIS
Quo ad vitam
: Dubia ad bonam
Quo ad sanastionam : Dubia ad bonam
Quo ad functionam : Dubia ad bonam

10

Fakultas Kedokteran YARSI


RSPAD Gatot Soebroto

Karina
1102010139

I. FOLLOW UP
19/08/2014

21/01/2014

21/08/2014

S: Demam tidak ada


S: keadaan pasien sudah
O:
membaik tidak ada keluhan
TD 120/80mmHg, HR 80
tambahan
x/m, RR 20 x/m, S 36,5oC
O: CM/TSS
Mata: CA +/+, SI -/TD 110/70mmHg, HR 64
Thorax: BJ I/II regular,
x/m, RR 18 x/m, S 36,5 oC
murmur (-) gallop (-), SN
Mata: CA -/-, SI -/vesikuler,
rhonchi
-/-, Thorax: BJ I/II regular,

S: keadaan pasien sudah

wheezing -/-.
murmur (-) gallop (-), SN
Abd: Datar, supel, BU dbn,
vesikuler,
rhonchi
-/-,
nyeri epigastrium tidak ada
wheezing -/-.
DPL
:
Abd: Datar, supel, BU dbn,
10.1/30//4.700/252/000
nyeri epigastrium tidak ada
MC : 87/30/34
Ext: Akral hangat, edema (-)
Albumin : 3.5
A: malaria
Ur/Cr : 13/1.1
P:
GDS : 81
Th/
Na/K/Cl : 141/4/8/107
IVFD Ringer Laktat

murmur (-) gallop (-), SN

A: Penurunan Kesadaran e.c


malaria berat
Th/
IVFD Ringer Laktat

500 cc/4 jam


Antracine tab 120
mg 1x3 tab
Primakuin tab 15 mg

500 cc/4 jam


Antracine tab 120

3x1
Paracetamol 500 mg

mg 1x3 tab
Primakuin tab 15 mg

3x1

membaik tidak ada keluhan


tambahan.
O: CM/TSS
TD 100/60mmHg, HR 60
x/m, RR 18 x/m, S 36,5oC
Mata: CA -/- SI -/Thorax: BJ I/II regular,
vesikuler,

rhonchi

-/-,

wheezing -/-.
Abd: Datar, supel, BU dbn
Ext: Akral hangat, edema (-)
A: Malaria
P:.
Th/
IVFD Ringer Laktat
500 cc/4 jam
Antracine tab 120
mg 1x3 tab
Primakuin tab 15 mg
3x1
Paracetamol 500 mg
3x1

3x1
Paracetamol 500 mg
3x1

11