Vous êtes sur la page 1sur 9

V

Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Pemakaian Alat


Kontrasepsi IUD di Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan
Iwan Setiawan dan Mahmudah I
Departcmen Biostatistika dan Kependudukan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universilas Airlangga
JI 1ulyorejo Kampus C Unair Surabaya

1 Alamat korespondensi
Mahmudah , [r .Kcs.
Departemen Biostatistika dan Kependudukan
Fakultas Kcsehatan Masyarakat Unair
Kampus C JI. Muly jo Surabaya. Telp. 031~5964808
E-mail: mahmlldahrlunair.a c:. id

ABSTRACT
The Low 01 Long-Range Effective Conlraception Method participant (MKEJ) :pecially Jntra Uterine Devices (l UD) 01' which more
knowledgeable with the term 01 fntl'G ine Device olln Womb still become the problem in lndonesia. Some ctors becoming ils cause,
that s age ofwhen becomingparticipant KB, experience with the prevous contraception, amount ofchild had the , disease hist01y, history oj
mily disease, and menstrual history. Re4earch conducted in District of Beji ofSub-P Pasuruan aim to Gnalysed the relatio l1 of some
factors in lntra Uterine Devices using, and also (0 know amount ofnew participant ofKB and responsdent charactel' istic. This Research type
Isa lytic with the approach case-con/! This Resea l'ch popu/ation is Fertile Age Couple o/new partiipant KB and still noted 10 become the
new pal' ticipant KB at December 2004 in Districl Beji. The sample amount determined by lIsing technique J: J was J20 sponsdent whid1 60
ol1sdents were using IUD contrapception and 60 respollsdents using another contraseption besided lUD. Data obtained with the interview
use the kuesioner and anaed statistically with the lest regresi logistics. R 1I1t oftest regresi logistics ofshowed thal histOl y ofresponsdent
disease (p = 0.02late to the usage ofconll ~ption lUD, while variable o/d age the ponsdent ofwhen lIsingcontraception ~0856)
expence with the previous contraception = 305) amount 0/ child had the (p "" menstrual history = 755) history 1amily
disease (p = 0.2 7 do not relate to the usage lUD. R research result is expected to be need Ihe sl ofim. vemenl K1E
(commlll1 iction lnformation and Edllcation) and motivate the usage IUD through Ihe approach 10 elitefigm 10 increase positive attitude
ofsociety 10 contraception lUD, and a/so inrove the knowledge and motivate the society to hence contraceptiol1 IUD
Key words: JUD, new participant KB

PENDAHULUAN
Lebih dari tiga dasawarsa program KB Nasional
dilaksanakan di Indonesia. Selama kurun waktu tersebut
telah banyak hasil yang dicapai , salah satu bukti
keberhasilan adalah semakin tingginya angka pemakaian
kontrasepsi (prevalensi). Survei Demografi dan Kesehatan
Indonesia tahun 1997 (SDKI 1997) memperlihatkan
proporSI pesea KB untuk semua cara tercatat sebesar
57 ,4%. Bila dirinci lebih lanjut, proporsi peseaKB yang
terbanyak adalah Suntik (21 , 1%) diikuti oleh Pil (1 5,4%) ,
IUD (8 , 1%), Norplant atau susuk KB (6%) , Sterilisasi
wanita (3%) , Kondom (0 ,7%) , Sterilisasi pria 4%) dan
sisanya merupakan peserta KB tradisional yang masingmasing menggunakan cara tradisional , pantang berkala
maupun senggama terputus (coitus interuptus)
Pencapaian Peserta KB Baru di Kabupaten Pasuruan ,
kumulatif Januari sampai dengan Desember 2004 , dari
semua metode kontrasepsi sebesar 80 ,40% atau sejumlah
23.222 peserta dari 28 83 Perkiraan Permintaan
Masyarakat (PPM). Bila dirinci lebih lanjut, proporsi
peserta KB Baru yang terbanyak adalah jenis Suntik

(63 , 8%) , Pil (24 ,2%) , Implan (6 , 8%) , IUD (2 ,4%),


MOW (2 , 3%) , MOP (0 ,4%) , dan Kondom (0 1%)
Pada pemakaian alat kontrasepsi jenis IUD terdapat
2 (dua) kecamatan dengan jumlah pea KB baru yang
paling tinggi yaitu sebesar 158 peserta baru (28 , 7%)
untuk kecamatan Beji dan 145 peserta baru (26 ,4%)
untuk kecamatan Bangil , jika di bandingkan dengan
22 kecamatan lainnya yang rata-rata jumlah peserta
barunya sebesar 11 peserta baru (2%). (BKKBN
Kabupaten Pasuruan, 2004).
Pemilihan metode kontrasepsi umumnya masih dalam
bentuk cetaria atau supermarket, calon akseptor memilih
sendiri metode kontrasepsi yang diinginkannya. Menurut
Hartanto (2004) , beberapa ktor yang memengaruhi
dalam memilih metode kontrasepsi , yaitu: (1) Faktor
Pasangan (umur, frekuensi senggama , jumlah keluarga
yang didingink pengalaman dengan kontraseptivum
yang lalu) ) Faktor Kesehaian (riwayat penyakit, riwayat
ha riwayat keluarga , pemeriksaan fisik , pemeriksaan
panggul) , dan (3) Faktor Metode Kontrasepsi (efektivitas ,
efek sampin kerugian , komplika biaya)

17

Hubungan Riwayat Haid yang Dimiliki responden


dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi IUD
Dari responden yang menggunakan IUD 56 ,7% tidak
memiliki riwayat haid nyeri/sakit atau volume darahnya
berlebihan dan sebanyak 26 r ponden (43 , 3%) yang
memi 1i ki riwayat haid yang nyer i/ sakit atau volume
darahnya berlebihan. Sedangkan pada responden
yang menggunakan kontrasepsi selain IUD sebanyak
37 responden yang tidak memiliki riwayat haid nyerilsakit
atau volume darahnya berlebih 23 rponden (38 ,3%)
yang memiliki riwayat haid yang nyerilsakit atau volume
darahnya berlebihan.
Dari hasil penghitungan dengan menggunakan uji
regresi logistik , didapatkan nilai p ~ 0, 755 (p > 0, 05) yang
artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
riwayat haid dengan pemakaian kontrasepsi IUD. Riwayat
haid tidak memiliki hubungan dengan pemakaian IUD
karena sebagian besar responden memiliki riwayat haid
yang nyeri atau sakit dan volume darahnya berlebihan
Pada masyarakat Beji dikenal istilah "dilep" , yang artinya
seorang wanita atau gadis ketika datang bulan terasa sakit
dan volume darahnya berlebihan melebihi wanita normal
lainnya. Menurut masyarak riwayat haid sepe 1 In l
akan sedikit hilang setelah berkeluarga dan menggunakan
kontrasepsi IUD
Menurut hartanto 2004 , bahwa seseorang yang
memiliki riwayat haid sakitlnyeri dan atau volume
darahnya berlebihan tidak diperbolehkan menggunakan
kontrasepsi IUD karena dapat menyebabk1 efek samping
berupa perdarahan lebih banyak

KESI I\ PULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini dapat


disimpulkan , yaitu
1. Sebagian besar responden berumur antara 30 sampai 39
tahun , bekerja sebagai ibu rumah tangga , dan memiliki
pendapatan keluarga antara Rp500.000 ,00 sampai
Rp I. OOO.OOO , OO per bulan. Setelah menggunakan
kontrasepsi , sebagian besar responden tidak merasakan
adanya efek sampin komplikasi , maupun kerugian
lain , dan biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan
kontrasepsi tidak te longm. Tingkat pendidikan
responden yang menggunakan kontrasepsi IUD adalah
tamat SLTA atau sederajat sedangkan rponden yang

menggunakan kontrasepsi selain IUD adalah tamat


SLTP atau seder at.
2. Faktor yang berhubungan dengan pemakaian
kontrasepsi IUD adalah faktor kesehatan yaitu riwayat
penyakit dengan nilai p ~ 0,025 , Exp(B) ~ 3,872. Hal
ini berarti bahwa orang yang tidak memiliki riwayat
penyakit yang menjadi kona indikasi pemakaian IUD
kemungkinan untuk menggunakan kontrasepsi IUD
3, 872 kali lebih besar dibanding dengan orang yang
memiliki riwayat penyakit

DAFTAR PUSTAKA
An dikMarta. S. Fr. tor-faktor yang Memengaruhi Pencapaan Pemakaian
lUD!MKEJ lam

Hubungannya dengan Pemmmall TFR


Partisipasi Masyara tI'P
lat Kontrasepsi JUD, /mplan , dan KontaBanyuwangi
BKKBN. 1981. Pedoman Cara Pelayanan KontrasepiAKDR
BKKBN. 1989. Buku Sumber Pendidikan KB
BKKBN Kanwil Provinsi Jawa Timur. 1995. Wujudkan Keluarga Kecil
5htera Melallli Metode Kontrasepsi E. if JIngka Panjang

Budhi Susanto.

Up Meningkatkan

(MKE. Surabaya

BKKBN Pro. Jatim. 1998. Mengatur Ke/altiran Lebih Efektif Memakai


lUD. Surabaya
BKKBN. 199811999. Pandllan Penanggu!angl n E.k Samping dan
Kom likasi Alal

Kontrasepsi bagi Petugas Lapangan

BKKBN. 2001. Visi dan Misi Program KB Niional. Jakarta


BKKBN Kanwil Jatim. 2001. Peran Program KB dalam Pembangunn
diJatim

BKKBN KotaSurabaya bekerja samadengan PLAN INDONESIA. 2004


Panduan Praktis Memilih Konlrasepsi. Surabaya
DEPKES Rl Kanwil Pro. Jatim. 2000. Keb iJaksan.an epkes dalam
Pelayanan KB Khusus Kontl sepsi Jangka P Q/ y'ang y
Berkualitas. Surabaya
Hartanto. 20 4. KB dan Kontrasep. cet. 5. Jakarta: Pustaka Sinar

Harapan
Lemeshow S. el al. 1990. Adequacy 01 Iple Si=e in Health Studies
Jolm Willey & Sons. New York
M Bhisma 1997. Prinsip dan Melode Riset Epidemiologi. Gadjah
Mada Univcrsity Press. Yogya
Nazir M. 1988. Melode Penelit. Cet3. Ja: Ghalia Indonesia
Notoatmodjo. 2002. Metode Penelitian Kesehalan. PT Rin a Ci pta
Jta

Notodihardjo , Riono. 2002. Reproduksi, Kontrasepsi, dan KB (Melode KB


npa bantuan obat~obatan dan perllatan). Kanisius. Yogyakarta
Riono P, Asri C, 1wan Ariawan. 1992. Aplikasi Regresi Logisnk. Fakult
Kesehatan Masyarakat Unive itas Indonesia. Jakarta
Slame t. 1998.1UD Pilihan Utamadalam Me l1anggulal1gi Krisis Ekonomi
Kelllarga. Kantor BKKBN Kabupaten Ma1ang
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo bekerja sama dengan
BKKBN , JNPKKR/POEI , DEPKES , dan HPIEGO/STARH
PROGRAM. 2003 IkuP dUQn Praktis Pell anKont.pSl
Jakarta

Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi JUD

Iwan Setiaw Mahmudah

25