Vous êtes sur la page 1sur 58

INKONTINENSIA URIN PADA

USIA LANJUT
OLEH
Prof. dr. Achmad M. Palinrungi, Sp.B, Sp.U
Defenisi : Keluarnya urin tanpa disadari akibat
ketidakmampuan seseorang menahan

Kontinen urine ditentukan oleh :


1. Keadaan sistem persyarafan : sentral
dan perifer yang mengontrol :
Buli-buli
Urethra / sphincter urethra
Dasar panggul

Keadaan tr.urinarius
Terjadinya inkontinensia urin tergantung
dari kelainan dari ke dua organ-organ
tersebut.
2.

Inkontinensia gangguan saraf : neurogenic bladder


neuropathic bladder
I.
Upper motor neuron lesion (terjadi spastic
bladder)
a. Kelainan cerebral (uninhibited neurogenic
bladder)
b. Medulla spinalis supra segmental dari
micturation centre S2 S4 daerah
Thoraco lumbal (T10 L2)
II.
Lower motor neuron lesion (terjadi flaccid
bladder)
Kerusakan pada segmental atau infra segmental
(S2 S4 )
III.

Kerusakan saraf perifer

Menurut type gangguan saraf :


1. Gangguan Sensoris (The sensory paralytic
bladder)
Gangguan/kerusakan pada :
Cornu posterius
Radix posterior

2.

S2 S4

Gangguan motoric (The motoric paralytic


bladder)
Kerusakan pada :
Cornu anterius
Radix anterior

3.

S2 S4

Gangguan campuran motoric & sensoris :


kerusakan biasanya pada saraf perifer
terpotong : operasi, trauma, tumor, neuropathic,
infeksi, dll

Inkontinensia kelainan tr.Urogenitalia/dasar panggul


Kongenital :
Ureter ektopik
Epispadia

Trauma : Fraktur panggul merusak sphincter


urethra & otot-otot dasar panggul
Akibat Operasi : TUR-P/Prostatektomi
Partus :
Fistel vesico vaginalis
Kelemahan otot dasar panggul stres incontinence

Infeksi : cystitits akuta urge incontinence


Obstruksi khronis kelemahan otot-otot buli-buli
over flow incontinence

Pembagian Inkontinensia pada umumnya ada 2


kategori :
1.Inkontinensia urine sementara :
Umumnya inkontinensia ini dapat teratasi bila masalah
yang mendasarinya teratasi :
Infeksi :
Urethritis
Cystitis
Obat-obatan
Penyakit-penyakit endokrin
Skibala
Gangguan emosional/psikis
2.Inkontinensia

urine menetap (khronik)

Biasanya disebabkan keadaan tidak langsung pada


saluran kemih terutama saluran kemih bagian bawah.
Kelemahan otot-otot dasar panggul
Kelainan-kelainan neurologik

Inkontinensia menetap ini biasanya


memberi masalah
Pembagian umumnya termasuk pada usia
lanjut :
Stres inkontinensia urine (spinchter
inkontinensia)
Urge inkontinensia urine (detrussor
inkontinensia
Inkontinensia campuran stress dan urgency
Overflow inkontinensia urine
Inkontinensia fungsional

STRESS INKONTINENSIA : keluarnya urine tanpa


disadari pada waktu aktifitas fisik dimana tekanan
intra abdominal meninggi, mis.: batuk, bersin,
mengedan.
Bisa disebabkan :
Kelemahan otot-otot dasar panggul yang
menopang buli-buli dan urethra pada yang
sering melahirkan atau yang sering
mengedan / batuk-batuk khronis
Kelemahan otot-otot urethra krn trauma,
neurologis (DM, multiple sclorosis)
Kelemahan spinchter urethra pd operasi
prostat/TUR-P atau pemasangan kateter yang
lama

URGE INKONTINENSIA (Hyperaktive bladder) :


Keluarnya urine akibat ransangan dan keinginan
yg kuat untuk kencing yg tidak dapat ditahan
krn kontraksi tiba-tiba dan kuat oleh detrussor
Kadang tiba-tiba mau kencing dan langsung
keluar tanpa dapat ditahan dan keluar dengan
sendirinya
Kadang-kadang keluar pd waktu tidur
Biasa pada infeksi : urethritis akuta,cystitis
akuta
Hypertonic neurogenic bladder
Benda asing dalam buli-buli
Buli-buli yang kecil :tbc buli-buli, cystitis
interstitial

INKONTINENSIA CAMPURAN
Inkontinensia yang mempunyai gejalagejala stres dan urge inkontinensia
Pasien umumnya mengalami keinginan
kencing yang tidak tertahankan dan
sering berkemih serta hilangnya kontrol
kencingnya pada waktu batuk, bersin
atau mengangkat barang berat.

OVERFLOW INKONTINENSIA
Keluarnya urine terus menerus krn vesica
urinaria yang penuh melebihi kapasitas bulibuli dan tekanan spinchter urethrae
Biasa pada obstruksi parsial urethra
dekompensasi buli-buli misalnya flaccid
neurogenic bladder
Pembesaran prostat (BPH, Ca.Prostat)
Hipotonia bladder :dysfungsi myoneural lokal
Hipotonia bladder senilis, coma
Obat narcose
Menahan kencing sampai over relaksasi

INKONTINENSIA FUNGSIONAL

Inkontinensia yang disebabkan


faktor-faktor diluar saluran urin
bagian bawah seperti kelainan
fisik atau fungsi kognitif

Faktor-faktor yang memudahkan inkontinensia pada


usia lanjut. Dengan bertambah tua terjadi perubahan
anatomi dan fungsi saluran kemih dan dasar panggul.
a. Otot-otot dasar panggul melemah akibat :
-

Kehamilan/partus berkali-kali
Mengedan dan batuk khronis

b. Kontraksi-kontraksi/gerakan abnormal dari otot-otot


dinding buli-buli (hyper reflexi) kadang-kadang urine yang
sedikit. Bisa karena :
- Infeksi Sering pd wanita lansia
- Obstruksi parsiel pd gampang infeksi
c. Berkurangnya hormon estrogen pada lansia
kelemahan otot-otot panggul dan urethra memudahkan
infeksi
d. Pembesaran prostat pd lansia urine sisa

decompensasi otot-otot buli-buli inkontinensia


overflow

Dalam keadaan spt diatas lebih


gampang lagi inkontinensia bila timbul
pd lansia ini.
Infeksi saluran kemih
Diabetes melitus
Kesadaran menurun
Konsumsi minuman tertentu spt kopi,
soft drink, teh manis sp alkohol
Gangguan neurologis : stroke,
parkinson disease atau gangguan motor
neuron

Insiden Inkontinensia Pada Lansia


>
+ 15 30% pd lansia dirumah
+ 50% pd lansia di panti jompo (nursing home)
NOBLE (National Over active bladder Evaluation) di
USA dari 5204 inkontinensia 34,4%
inkontinensia campuran sisanya stres dan urge
MESA (medical Epidemiological and social Aspect
of Aging) 1150 inkontinensia :
55,5% : inkontinensia campuran (MUI)
26,7% : inkontinensia stres (SUI)
9%
: inkontinensia urge (UUI)
8,8% : inkontinensia tipe lain

Paling sering SUI


Inkontinensia overflow (OUI) jarang

PENANGANAN INKONTINENSIA
Perlu ditentukan : Diagnosis pasti :
Inkontinensia sementara atau menetap
Tipe inkontinensia :
stress, urgency, campuran, overflow

Harus dilakukan pemeriksaan lengkap


Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang
Laboratorium
Pencitraan

Urinary diary
Urodynamic evaluation

Anamnesis Lengkap
Kapan urine keluar tanpa disadari : batuk atau
rasa ingin kencing terus-terus
Sering ngompol waktu tidur
Gejala-gejala LUTS
Penyakit-penyakit selama ini: DM, hipertensi,
ISK, hematuri
Operasi sebelumnya
Wanita berapa kali kehamilan dan melahirkan
Obat-obat yang sering di konsumsi
Kebiasaan hidup, makan dan minum : kopi, teh
manis, alkohol, dll
Kehidupan seksual
Bowel habit sering konstipasi, mengedan

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
Abdominal : tumor, buli-buli teraba/tidak
Genetalia externa
: keadaan vulva dan muara urethra : carancula

RT & VT : menentukan kekuatan tonus sphincter dan


otot-otot dasar panggul
Pemeriksaan neurologis
Reflex ani
Reflex bulbocavernosis
Keadaan col.vertebralis, APR-KPR

Pemeriksaan meatus urethra sementara batuk/


mengedan wkt buli-buli sementara penuh (Cough
stress test)
Urine sisa

Pemeriksaan pembantu
Laboratorium
Urinalisis : hematuri, pyuri, bakteri kultur
Darah :
Gula darah
Fungsi ginjal
PSA

Pencitraan :
USG Abdomen
Tumor & keadaan ginjal
dan buli-buli
BNO-IVP
Kalau perlu urethro cystoscopi melihat
keadaan buli-buli dan urethra

Urinary diary
Mengetahui seberapa hebat inkontinensia
dan tipenya
Mencatat tiap berapa jam kencing dan
berapa banyak
Berapa kali ada inkontinensia stres
Ransangan kencing yang terus dan tidak
tertahankan

Urodynamic evaluation
Melihat kekuatan detrussor, uroflow
Diperlukan terutama bila terapi konservatif
dan medikamentosa gagal dan
direncanakan untuk pembedahan

PENGOBATAN
1. Konservatif
Merubah pola hidup : mengatur waktu-waktu
kencing
Mengatur makanan/minuman
Memperkuat otot-otot dasar panggul
kontraksikan sphincter ani berulang-ulang
(Kegels exercise)
Electric stimulation
Vaginal cones (20-70 gr)
Latihan buli-buli terutama overflow
incontinence
Pada inkontinensia sementara terapi
ditunjukkan kepada penyakit yang mendasarinya
mis.: krn infeksi Diberi antibiotika disamping
latihan diatas

2. Medikamentousa
Pada yang stres inkontinensia
1 adrenoceptor agonist merangsang

kontraksi pada bladder neck dan urethra


Oestrogen memperkuat otot-otot urethra,
sphincter dan otot dasar panggul
Serotonin

Pada urge inkontinensia


Antimuscarenic agent :
Menghambat kontraksi abnormal buli-buli
Meningkatkan kapasitas buli-buli

Sementara pengobatan
konservatif/medikamentosa penderita dapat
memakai pampers atau kondom kateter

3. Pembedahan

Bila konserfatif & medikamentousa


gagal
Harus jelas tipe inkontinensia :
SUI,UUI,MUI
Pada overflow tindaki
penyebabnya
Harus sadar bahwa faktor resiko
tetap ada
Terutama untuk SUI menopang
posisi buli-buli, urethra dan
sphincter urethra

Tindakan Pembedahan
1.Injeksi kolagen/silicon
terutama direkomendasikan
untuk SUI karena disfungsi
sphincter urethra injeksi
silicon peri urethral untuk
menekan urethra

Retropubic Urethropexy/Kolposuspensi
Indikasi
SUI + hypermobilitas urethro vesical
junction
SUI + DI (detrussor instability)
Kekendoran pada pangkal urethra
terisi urine merangsang refleks
detrussor utk berkontraksi

Kontra Indikasi
Vagina yang mengalami fibrosis
Fixed/mobilitas terbatas
Diameter vagina kecil

PUBOVAGINAL SLING
SUI gagal dengan tindakan operatif
konvensional (anterior
colporrhaphy/retropubic suspension)
Teknik lebih rumit
Perlu bahan tambahan :
Autologus
Heterologus
Sintetis

Memerlukan keahlian/pengalaman

Komplikasi

Urgency (3-24%)
Retensio urin (2-12%)
Infeksi, abses, hematom (0-20%)

TVT
Tension free Vaginal Tape
Diperkenalkan pada tahun 1995 di
Swedia
Konsep : suburethral sling
Bahan : polyprophylene mesh (prolene)
ukuran 1x40 cm
Keberhasilan 87-91%

Komplikasi (3%)
Retensio urin
Perdarahan/hematoma
Perforasi buli-buli
Infeksi
Terkait dengan bahan
Rejection

Artificial sphincter biasa


pada dengan kerusakan
sphincter pada operasi
open prostatektomi