Vous êtes sur la page 1sur 6

Analisa Kadar Gula / Sakarosa metode LuffSchoorl

Filed under: Analisis Kimia 2 Komentar


19 Februari 2012
I. Acara : Analisa Kadar Gula / Sakarosa metode Luff-Schoorl
II. Tujuan : Mampu menganalisa Kadar Sakarosa pada Sampel Uji Produk atau Bahan Hasil
Pertanian
III. Sub Acara : Analisa Kadar Gula Sebelum Inversi
IV. Alat dan Bahan :
Alat :

Neraca Analitik

Beaker Glass

Pipet Tetes

Corong Glass

Kertas Saring

Labu Ukur 100 ml

Pipet Volumetri 20 ml & 25 ml

Erlenmeyer

Refluks

Hot Plate

Gelas Ukur

Buret
-Bahan :

Sampel Uji Bahan/Produk Hasil Pertanian

Aquades

Timbal Asetat Basis

Na3PO4 10%

Na2HPO4 10%

Pereaksi Luff Schoorl

Batu Didih

H2SO4 26,5% / 25%

KI (Kalium Iodat) 15%

Na2S2O3 0,1N

Indikator Amylum 1%
V. Prosedur Kerja :

1.

Menimbang 2-3 gram sampel uji di dalam beaker glass

2.

Menambahkan 50 ml aquades

3.

Menambahkan Timbal Asetat Basis tetes demi tetes hingga endapan tidak terjadi lagi
saat ditetesi dengan Timbal Asetat Basis tersebut

4.

Menambahkan 6-7 tetes Na3PO4 10% agar air menjadi jernih

5.

Menambahkan 3-4 tetes Na2HPO4 10%

6.

Menyaring larutan dari beaker glass ke dalam labu ukur 100 ml dan menambahkan
aquades hingga tanda tera

7.

Menghomogenkan di dalam beaker glass (Larutan L1), dan mengambil 25 ml L1


menggunakan pipet volumetri

8.

Memasukkan dalam Erlenmeyer dan menambahkan Pereaksi Luff Schoorl

9.

Menambahkan batu didih ke dalamnya untuk mempercepat pemanasan

10.

Memanaskan menggunakan hot plate dan refluks selama kurang lebih 10 menit

11.

Mendinginkan secara mendadak menggunakan air mengalir

12.

Menambahkan H2SO4 26,5% / 25% sebanyak 25 ml dan harus dilewatkan pada dinding
erlenmeyer secara hati-hati

13.

Menambahkan KI 15% sebanyak 20 ml menggunakan Pipet Volumetri

14.

Mentitrasi menggunakan Na2S2O3 0,1 N hingga saat ditetesi menggunakan Indikator


Amylum 1 %, tetesan indikator tidak berwarna biru tua

15.

Mencatat volume titrasi (A ml)

16.

Membuat blanko pengujian yaitu dengan mengganti L1 dengan Aquades sebanyak 25 ml,
dan mengulangi prosedur No.8 s/d 15.

17.

Mencatat volume titrasi blanko pengujian (B ml)

18.

Menghitung Kadar Gula Sebelum Inversi menggunakan rumus :

Angka Tabel (AT) = (B ml A ml) x (Normalitas Na2S2O3 terstandardisasi / 0,1)

% Gula Sebelum Inversi = (AT x Faktor Pengenceran) / (Bobot Sampel (mg)) x


100%
VI. Sub Acara : Analisa kadar Gula Setelah Inversi
VII. Alat dan Bahan :
Alat :

Beaker Glass

Pipet Tetes

Corong Glass

Labu Ukur 100 ml

Pipet Volumetri 10 ml, 20 ml & 25 ml

Erlenmeyer

Refluks

Hot Plate

Gelas Ukur

Buret

Water Bath

Kertas Lakmus Biru


-Bahan :

Larutan L1 dari Pengujian Gula Sebelum Inversi

Aquades

HCl 30%

NaOH 20%

Pereaksi Luff Schoorl

Batu Didih

H2SO4 26,5% / 25%

KI (Kalium Iodat) 15%

Na2S2O3 0,1N

Indikator Amylum 1%
VIII. Prosedur Kerja :

1.

Mengambil larutan L1 dari Analisa Gula Sebelum Inversi sebanyak 25 ml dan


memasukkan ke dalam beaker glass

2.

Menambahkan 10 ml HCL 30%

3.

Memanaskan di dalam Water bath selama kurang lebih 10 menit

4.

Menetralisasi menggunakan NaOH 20% tetes demi tetes, mengecek kenetralan larutan
menggunakan kertas lakmus biru

5.

Memasukkan ke dalam labu ukur 100 ml dan menambahkan aquades hingga tanda tera
(Larutan L2)

6.

Menuangkan ke dalam beaker glass untuk menghomogenisasi larutan

7.

Mengambil 25 ml Larutan L2 dan memasukkan ke dalam Erlenmeyer 250 ml

8.

Menambahkan 25 ml Pereaksi Luff Schoorl dan beberapa batu didih untuk mempercepat
pemanasan menggunakan Refluks dan Hot Plate

9.

Melakukan pemanasan menggunakan Refluks dan Hot Plate selama kurang lebih 10 menit

10.

Mendinginkan menggunakan air mengalir secara mendadak

11.

Menambahkan 25 ml H2SO4 26,5% / 25% dengan melewatkannya pada dinding


Erlenmeyer secara hati-hati

12.

Menambahkan 20 ml KI 15%

13.

Mentitrasi menggunakan Na2S2O3 0,1 N hingga saat ditetesi menggunakan Indikator


Amylum 1% sudah tidak terjadi perubahan warna (Coklat menjadi Biru Tua)

14.

Mencatat volume titrasi (A ml)

15.

Membuat blanko pengujian dengan mengulangi prosedur No.7 s/d 13, tetapi dengan
mengganti 25 ml Larutan L2 dengan 25 ml Aquades

16.

Mencatat volume titrasi blanko pengujian (B ml)

17.

Menghitung Kadar Gula Setelah Inversi dengan rumus :

Angka Tabel (AT) = (B ml A ml) x (Normalitas Na2S2O3 terstandardisasi / 0,1)

% Gula Setelah Inversi = (AT x Faktor Pengenceran) / (Bobot Sampel Uji (mg)) x
100%
Dari kedua hasil analisa tersebut (Analisa Gula Sebelum Inversi dan Analisa Gula Setelah Inversi),
dapat dihitung pula Kadar Sakarosa sampel uji tersebut dengan menggunakan rumus :
Kadar Sakarosa = (% Gula Setelah Inversi % Gula Sebelum Inversi) x 0,95

ANGKA TABEL Penetapan Kadar Sakarosa menurut Luff-Schoorl

ML
Na2S2O3

Glukosa

Galaktosa

Laktosa

Maltose

2,4

2,7

3,6

3,9

4,8

5,5

7,3

7,8

7,2

8,3

11,0

11,7

9,7

11,2

14,7

15,6

12,2

14,1

18,4

19,6

14,7

17,0

22,1

23,5

17,2

20,0

25,8

27,5

19,8

23,0

29,5

31,5

22,4

26,0

33,2

35,5

10

25,0

29,0

37,0

39,5

11

27,6

32,0

40,8

43,5

12

30.0

35,0

44,6

47,5

13

33,0

38,1

48,4

51,6

14

35,7

41,2

52,2

55,7

15

38,5

44,4

56,0

59,8

16

41,3

47,6

59,9

63,9

17

44,2

50,8

63,8

68,0

18

47,1

54,0

67,7

72,2

19

50,0

57,3

71,7

76,5

20

52,1

60,7

75,7

80,9

21

56,1

64,2

79,8

85,4

22

59,1

67,7

83,9

90,0

23

62,2

71,3

88,0

94,6

Sumber : Standard Industri Indonesia, Departemen Perindustrian Republik Indonesia


(1975)
Untuk perhitungan Angka Tabel, perhatikan contoh berikut : (memakai angka tabel
glukosa)
Dari suatu analisa Kadar Gula Sebelum Inversi pada produk syrup, didapatkan data :

Bobot Sampel

Volume titrasi sampel (A ml)

Volume titrasi blanko pengujian (B ml)

Normalitas Na2S2O3

Faktor Pengenceran

= 2,3455 gr = 2345,5 mg
= 18 ml
= 24 ml
= 0,105 N
=4

Berapakah Kadar Gula Sebelum Inversi produk syrup tersebut?


Jawab :

Angka Tabel = (B ml A ml) x (Normalitas Na2S2O3 terstandardisasi / 0,1)


= (24 ml 18 ml) x (0,105 N / 0,1)
= (6 ml) x (1,05) = 6,3

Angka Tabel = 6,3 >> antara 6 dan 7

ML
Na2S2O3

Glukosa

14,7

17,2

Antara 6 dan 7 >> antara 14,7 dan 17,2 berselisih 2,5


Jadi Angka Tabel dari 6,3 = 14,7 + (0,3 x 2,5) = 14,7 + 0,75 = 15,45

Dilanjutkan dengan perhitungan Kadar Gula Sebelum Inversi.


% Gula Sebelum Inversi = (AT x Faktor Pengenceran) / (Bobot Sampel Uji (mg)) x 100%
= (15,45 x 4) / (2345,5 mg) x 100%
= (61,8) / (2345,5 mg) x 100%
= 0,0263 x 100% = 2,63%
Jadi, Kadar Gula Sebelum Inversi sampel uji produk syrup tersebut adalah 2,63%.