Vous êtes sur la page 1sur 11

Untuk Kamu yang Merasa Tidak Pandai dalam Bidang Akademik, Janganlah Berkecil

Hati. Ingatlah Selalu akan Hal-Hal Ini!


1. Tidak mungkin guru Matematika mengajar Biologi.

Our education system via https://thelittlejourno.wordpress.com


Tiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, ada yang berbakat di bidang
akademik maupun non-akademik. Dalam kelas biasanya orang yang dikatakan
pintar ialah orang yang nilainya tinggi di rapor. Walaupun yang lebih kita butuhkan
adalah kecerdasan emosi (EQ) bukan IQ saja.
Namun, sekolah mengharuskan kita untuk mempelajarinya semua dan
mengharuskan kita untuk bisa mencapai standar yang ditentukan. Dengan begitu
beberapa orang terpaksa belajar seperti robot hanya demi sebuah nilai.
Maka, banyak potensi anak yang terpendam karena mereka terpaksa untuk belajar
seperti robot di sekolah, kreativitas mereka pun hilang, mereka hanya belajar,
belajar, belajar mengejar nilai untuk semua mata pelajaran.
Pernahkah anda menyadari bahwa anda memiliki bakat tersendiri diluar akademik?
Pasti ada, semua orang punya hanya saja terpendam, tergantung bagaimana kita
giat mencarinya atau tidak, tidak perlu melihat apa yang tidak kita bisa melainkan

kembangkanlah apa yang kita bisa. Kita dilahirkan sebagai makhluk sosial untuk
saling membantu dan melengkapi bukannya untuk mengejar prestasi setinggitingginya tanpa peduli orang lain.
Everybody is a genius. But, if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will
spend its whole life believing that it is stupid. -Albert Einstein
2. Bahkan tujuan Bapak pendidikan kita sendiri sudah berbeda dengan tujuan
sistem pembelajaran sekarang.

Ki Hajar Dewantara via https://nitatiwiells.wordpress.com/


Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani
Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang
memberikan daya kekuatan.
Bagi beliau pendidikan haruslah memerdekakan kehidupan manusia. Pendidikan
mesti disandarkan pada penciptaan jiwa merdeka, cakap dan berguna bagi
masyarakat. Kenyataannya banyak orang yang malah merasa tertekan selama
pembejaran, dari tekanan ini pasti akan muncul sikap tidak suka pada suatu mata
pelajaran sehingga wajar saja kalau kita tidak bisa karena kita belajar bukan untuk
memerdekakan kehidupan kita sendiri. Ya, kadang kita belajar hanya untuk lulus
dan mendapatkan gelar.
Lalu, pendidikan seharusnya menanamkan budi pekerti, kenyataannya budi pekerti
di Indonesia di tinggalkan, sebenarnya kita tidak perlu repot-repot menyuruh anak
TK dan SD untuk belajar banyak mata pelajaran kalau budi pekerti dan
pembentukkan karakter sejak dini tidak ditanamkan disekolah tempat kita
menghabiskan banyak waktu disana. Maka tidaklah heran jika kita sering
menemukan ada anak kecil yang berkata-kata tidak pantas karena pengaruh
pembentukan karakter justru ditanamkan oleh lingkungan mereka masing-masing.
Kita seharusnya sadar sebagai orang yang menerima pendidikan, berperilakulah
seperti orang yang terdidik. Walau budi pekerti sudah kurang diajarkan di Indonesia

tetaplah ingat bahwa attitude itu aset berharga anda untuk bermasyarakat di masa
depan.
3. Ingat selalu bahwa sekolah tidak menentukkan kesuksesan, semua kembali pada
dirimu.

Sukses atau tidak itu semua terserah anda


via https://grosirdistrokaosbandung.wordpress.com
Sikap Mindset seseorang lebih penting daripada Kemampuannya.
Kedua, Keputusan seseorang lebih penting daripada kemampuannya!
- Jack Ma
Apakah mindset anda saat sekolah hanya untuk mengejar prestasi? Apakah anda
sudah memikirkan apa yang akan anda lakukan setelah selesai sekolah? Apakah
anda juga berpikir, untuk apakah nilai jika kita sudah lulus nanti? Atau mungkin
anda menjadikan sekolah sebagai tempat belajar untuk mengetahui kesalahankesalahan apa saja yang anda buat agar tidak anda terapkan nanti di masa depan?
Sukses itu relatif, jika anda cukup kreatif untuk memikirkan anda jadi apa nanti,
sudah pasti anda memikirkan bagaimana prosesnya untuk mencapai pencapaian
anda karena tentu saja, sukses tidak ada yang instan, semua membutukan proses.
Mungkin nilai anda jatuh, motivasi anda turun, lalu bagaimana anda menyikapinya?
Apakah harapan anda mati ataukah anda melihat bahwa di masa depan pasti masih
ada jalan. Sadarlah, bahwa nilai tidak menentukan apapun, orang malas bisa sukses
tetapi orang rajin pasti sukses.
Live is never flat

4. Nilai bukan wujud nyata dari masa depan.

Berorganisasi via http://gemailmiahankara.blogspot.com


Ketika anda sudah tidak lagi berada pada masa belajar, ini saatnya anda untuk
bermasyarakat, dimana hard skill/kemampuan akademik tidak akan diuji dan
dipelajari kembali, sebaliknya kita dituntut untuk bisa bekerja sama dengan mereka.
Softskill akan sangat dibutuhkan disini karena semua orang sukses memiliki
kecerdasan emosi yang tinggi sehingga mereka dengan mapan mengasah softskill
mereka terlebih dahulu, dimana softskill yang dimaksudkan adalah tergantung
bagaimana kita mengasahnya.
Saat anda berada di sekolah softskill memang kurang ditekankan, namun, anda
dapat mengambil kesempatan untuk mengasahnya sendiri misalnya melalui
organisasi di sekolah. Dalam organisasi kita dilatih untuk memiliki tujuan yang sama
dari sekian anggota.
Softskill sendiri inilah yang akan menjadi wujud nyata dalam dunia kerja, anda akan
menerapkannya hampir setiap hari jika anda sudah ada di dunia kerja, anda harus
membangun relasi yang baik dengan rekan-rekan dan bos anda, anda juga harus
menjaga sikap anda, anda pun tidak perlu lagi belajar hardskill secar mendalam,
tetapi yang ada perlukan adalah mengembangkan softskill hari demi hari.
5. Nikmatilah masa-masa belajarmu, buatlah hidup yang akan selalu kamu ingat.

Senangnya masa-masa putih abu-abu via https://pendoasion.wordpress.com


Masa muda, sungguh indah, jiwa penuh dengan cita-cita....
Hidup yang bisa anda ingat seperti apa? Itu versi anda masing-masing! Jangan
hidup seperti robot untuk mengejar nilai

6 Tips Jitu Menghadapi Dosen Pembimbing Skripsi. Biar Keinginan Cepat Lulus Gak
Lagi Cuma Mimpi
Skripsi bisa dibilang perjuangan terakhir sebelum kamu benar-benar menyandang
gelar sarjana. Memang perjuangan ini tidaklah ringan. Dari mulai mencari topik
yang pas kemudian berjibaku dengan dosen pembimbing untuk bisa menghasilkan
skripsi yang benar-benar mumpuni. Hingga pada akhirnya kamu sah menyandang
gelar sarjana di belakang nama.
Jika kamu ingin cepat lulus dari lumpur hisap sebagai mahasiswa ini, 6 cara jitu ini
layak kamu lakoni!

1. Atur jadwal pertemuan berkala tiap minggu, usahakan kamu sudah memiliki
kemajuan setiap akan bertemu.

tips menghadapi dosen pembimbing via pbio.uad.ac.id


Hal yang pertama harus dilakukan adalah menyusun jadwal bertemu tiap minggu
dengan dosen pembimbing. Usahakan memiliki jadwal bertemu yang pasti sehingga
kamu merasa terpacu untuk terus mengerjakan skripsi. Selain menyusun jadwal
konsultasi, kamu juga harus membuat komitmen kepada diri sendiri bahwa
setidaknya kamu sudah memiliki kemajuan tiap kali bertemu dengan dosen

pembimbing. Dengan berdisiplin terhadap diri sendiri, bukan tak mungkin skripsimu
juga akan lekas tuntas.

2. Catat juga jadwal kosong dosenmu. Agar kamu tak gelagapan saat mendadak
butuh bertemu.

tips menghadapi dosen pembimbing via www.handwerk-kompakt.de


Selain mengadakan janji temu tiap minggu, kamu juga wajib untuk mencatat jadwal
kosong dari dosen pembimbing skripsi. Mengetahui jadwal kosong dari beliau
sangat bermanfaat jika kamu perlu bertemu dengan sesegera. Kamu pun juga tak
kalang kabut ketika butuh bertemu dengan dosen pembimbing. Barangkali kamu
membutuhkan tanda tangannya dengan segera atau meminjam buku penunjang
skripsi secepatnya.

3. Saran dan komentar beliau bisa terasa sakit di hati. Tapi sabar saja. Toh
sebenarnya beliau lebih mengerti

tips menghadapi dosen pembimbing via www.answers.com


Proses penyusunan skripsi tak akan berhasil jika kamu dan dosen pembimbing
memiliki pandangan yang berbeda dan bersikukuh dengan sudut pandang sendirisendiri. Memang mungkin ini skripsimu dan kamu ingin skripsi ini menjadi 100%
hasil kerjamu sendiri. Namun, kamu tak bisa begitu saja beradu argumen dengan
dosen pembimbing.
Bagaimanapun juga beliau bertugas mengarahkanmu dalam penyusunan skripsi.
Bila kamu masih bersikukuh dengan pendapat sendiri bukan tak mungkin proses
penyusunan skripsi akan berjalan alot. Sampaikan sudut pandangmu secara halus
dan sopan, dan jangan lupa untuk selalu meminta saran dan masukan dari beliau
supaya beliau merasa dihargai.

4. Jangan sungkan bertanya soal buku ke dosen pembimbingmu. Siapa tahu mereka
punya referensi yang bisa mendukung skripsimu

tips menghadapi dosen pembimbing via www.thecollegesolution.com


Perpustakaan tak hanya satu-satunya sumber untuk mendapatkan buku yang bisa
kamu jadikan sumber untuk mengerjakan skripsi. Selain di perpustakaan, kamu bisa
meminjamnya dari pembimbing skripsi. Bahkan, bukan tak mungkin beliau memiliki
koleksi yang lebih lengkap daripada perpustakaan.

5. Dikritik dosen pembimbing skripsi jangan bikin kamu sakit hati. Justru ini pelecut
biar kamu segera bebas dari kukungan mahasiswa tingkat akhir

tips menghadapi dosen pembimbing via blogs.windsorstar.com


Proses penyusunan skripsi memang tak luput dari perbedaan pendapat yang terjadi
antara kamu dan dosen pembimbing. Terkadang kamu sebal karena sudut
pandangmu tak dibenarkan. Bahkan bukan tak mungkin jika dosen pembimbing
juga melontarkan perkataan yang agak keras karena kalian pernah berseberangan
pendapat. Apapun kata pedas yang pernah beliau lontarkan, jangan dimasukkan ke
dalam hati. Anggap saja sebagai pelecut supaya kamu bisa segera menuntaskan
skripsi.

6. Akhiri setiap bimbingan dengan ucapan terima kasih. Kalau gak ada
beliau, perjalananmu meraih gelar juga tak akan berjalan mulus

tips menghadapi dosen pembimbing via news.okezone.com


Bisa dikatakan bahwa dosen pembimbing tentu memiliki peran yang penting dan
besar terhadap gelar sarjana yang kamu dapatkan. Tanpa ada arahan serta
persetujuan dari beliau, tentunya kamu juga akan masih tetap berstatus sebagai
mahasiswa. Sehingga, menghaturkan ucapan terimakasih merupakan kewajiban
utama yang harus kamu lakukan selepas kamu sukses memperpanjang nama.
Jangan lantas berjumawa dan merasa bahwa skripsi ini berhasil karena jerih
payahmu sendiri. Ingat juga perjuangan beliau yang tak lelah mengarahkan sudut
pandang serta membantumu menyusun skripsi. Begitu juga ketika beliau selalu
bersedia meluangkan waktu demi memenuhi jadwal konsultasi. Memang hal itu
merupakan bagian dari pekerjaan beliau, tapi bukankah itu merupakan bukti nyata
bahwa beliau berdedikasi tinggi?
Selain mengucapkan terimakasih, tak ada salahnya pula bila kamu memberikan
cinderamata yang berkesan untuk beliau.
Jadi, sudah siapkah kamu mengaplikasikan tips di atas demi bisa bergulat melawan
skripsi?