Vous êtes sur la page 1sur 17

ShannaPriangkaRamadhanti/1206209406

SitiSyadzaQinthary/1206209186
HukumOrganisasiInternasionaldanRegional

EksekutifdanFungsiAdministratif
OrganisasiInternasional
Organisasiinternasionalmenjalankantigafungsiutamayaknilegislatif,eksekutifdan
administratifsertayudikatifdan kuasiyudikatif.Denganketigafungsitersebut,diharapkan
organisasi internasional dapatmenjalankan tugasnya dianggap tidak efektif jikalau segala
kebijakanatauresolusinyahanyamengikatsecarainternalinstitusinyasajadannegaranegara
anggotanya tanpa disertai pengawasan dansanksi yang memadai. Oleh karena itu, untuk
menjaminhaltersebut,organisasiinternasionaldiberikankewenanganyangsignifikandalam
fungsiadministratifmeliputitugasadministrasi,teknisdankeuangansertafungsieksekutif
yangbersifatpolitis.Terkaitfungsiitulahyangakanmenjadipokokdaripembahasankami.
A. ManajemenAdministrasiOrganisasiInternasionaldanPrinsipPrinsipPelayanan
Internasional
Mayoritasdalamsetiaporganisasiinternasional,terdapatkesatuankesekretariatanyang
melayani semua organ dalam organisasinya, namun tidak dengan European Community.
Setiap institusi pada European Community, memiliki biro kesekretariatannya masing
masing1. Kesekretariatan dalam hal ini menjadi tulang punggung dari sebuah organisasi
internasionalkarenaperannyadalammengaturkegiatanorganisasitersebut.
Kesekretariatan berfungsi administratif yang berada di bawah kuasa Kepala
Administrasi.Keskretariataniniterdiridaribeberapakategoripengangkatanstafdanstatus
yangketentuannyaberbeda.
a. KepalaPejabatAdministrasi
Kepala pejabat administrasi organisasi internasional adalah individu terpilih,
seperti ManagingDirectorofIMF2 dan SecretaryGeneralofOAS3,atauindividu
1

Philippe Sands, Bowetts Law of International Institutions (London: Sweet & Maxwell,
2001), 298
2
Art. XII, section 4, (a) of the IMF Articles of Agreement
3
Art. 108 of the OAS Charter

yang diangkat oleh satu atau beberapa organ dalam organisasi tersebut, seperti
SecretaryGeneralofUN4, DirectorGeneralofILO5, DirectorGeneralofWTO6,
SecretaryGeneralofASEANdansebagainya.Perbedaannamatersebuttidakberarti
apaapakarenapadahakekatnyamerekamempunyaifungsiyangsamaberdasarkan
atas konstitusi organisasinya masingmasing. Kepala administrasi tersebut selain
diberiwewenangdalammenjalankanfungsiadministratifnya,jugaberperansebagai
fungsieksekutif.
BerikutadalahrangkumantugasdanwewenangSekretarisJenderalyangsecara
umum ditentukan dalam UN Charter Art 97, 98, 99, 100, 101, 102 dan tugas
tambahannyaditetapkandalamStatuteOfI.C.JArt12(2),20,73(c),101,110.
Pada umumnya, tugastugas pokok kepala pejabat administrasi, yang
bersifatmanagerialadalahsebagaiberikut:
a. Menjaminefisiensikerjasidangsidangorganorgandankomitekomite,dan
jugakonferensikonferensiyangdiselenggarakanolehorganorganterkait.
Dalam hal ini, ia merumuskan agenda sementara, mengirim undangan
pemberitahuankepadaNegaranegaradanbadanbadanlainmengenairapat
dansidang,mempersiapkanstafdanfasilitas,memeriksasuratperwakilan
negaranegaradanmelaporkannyakepadaorganorganterkait;
b. dalam konferensikonferensi, ia akan mengajukan proposal mengenai
metodekerjadanprosedur,mempersiapkanrancanganagenda;
c. melaluistafnya,iaakanmelakukankajiankajian,memberitahu mengenai
masalahmasalah prosedur, membantu penyusunan dokumendokumen,
resolusiresolusisertalaporanlaporandanmemberikannasihathukumdan
teknis7;
d. dalamhalkeuangan,iabertanggungjawabuntukmempersiapkananggaran
tahunanyangdiajukanpadaorganyangberwenanguntukpersetujuannya,
seperti DirectorGeneral yang mengajukan anggaran tahunan kepada
Committee on Budget, Finance and Administration dalam WTO8 dan
4

Art. 97 of the UN Charter


Art. 8 of the ILO Constitution
6
Art. VI, 2 of the WTO Agreement
7
Philippe Sands, Bowetts Law of International Institutions (London: Sweet & Maxwell,
2001), 299
8
Art. VII, (1) of the WTO Agreement
5

SekretarisJenderalmengajukankemukaAdvisoryCommitteeonBudgeting
Question lalu ke Komite Lima dan akhirnya kepada Majelis, mengurus
danadanaPBBdanbertanggungjawabataspengeluaranbelanjamereka;
e. memberikanlaporantahunanpekerjaanorganisasi,sepertidalamEuropean
Community

yang memiliki komisi tersendiri yang bertugas

mempublikasikanlaporantersebut9;
f.

mempertahankankelayakankoordinasidanintegrasiprogramprogram
kerjaberbagaicabangSekretariatdanbadanbadankhusussertaorganisasi
antarpemerintah lainnya. Pada UN, tanggung jawab pokok atas badan
badankhusustersebutberadapadaMajelisUmumdanDewanEkonomidan
Sosial, namun berdasarkan perjanjianperjanjian, terdapat wewenang
wewenang tertentu yang telah dilimpahkan kepada Sekretaris Jenderal.
Kemudian sebagai Ketua Komite Penasihat (Chairman of the Advisory
Committee on Coordination/ACC), Sekretaris Jenderal dapat
berkomunikasidenganpimpinandaribadanbadankhusustersebut.

Selaindaritugastugastersebut,tanggungjawabdari UNSecretariat semakin


berat karena sebagai kepala administrasi utama, ia harus mengetahui setiap
traktatatauperjanjianinternasionalyangdibuatolehnegaraanggotanya.Hal
tersebut merujuk pada ketentuan Art. 102 yang menerangkan bahwa setiap
perjanjian internasional yang dibuat harus diregistrasi dan dipublikasikan oleh
kesekretariatanUN10.
AdapuntugastugaseksekutifSekretarisJenderalberkaitandengankekuasaan
yangdiberikan Art 98dan99yangjugameliputiperananpolitikKepalaPejabat
AdministrasiSekretarisJenderal.DalamhalinidikarenakandiUN,dalamlaporan
tahunannya kepada Majelis Umum mengenai kegiatan dan pekerjaan organisasi,
secaratidaklangsungSekretarisJenderaltelahmenempatkandirinyasebagaiaparat
yang dapat menyuarakan pendapatnya, pandanganpandangannya terhadap
perkembangan kehidupan internasional sebelum persidangan dan diungkapkan
secararesmiolehanggotaMajelis.

Art. 212 of the Statute of the Council of Europe


Art. 102 of the UN Charter

10

Berdasarkan Art 98,selainSekretrarisJenderaldiUNakanbertindakdengan


kemampuanpejabatpimpinanadministratiforganorganutama(kecualiMahkamah
Internasional) dan ketentuanketentuan prosedur organorgan itu memberikan
kewenangan kepada Sekretaris Jenderal untuk menempatkan itemitem dalam
agenda sementara organorgan tersebut, membuat pernyataanpernyataan,
mengajukanproposalataurancanganresolusi,danamandementerhadapproposal
lain,SekretarisJenderalpunturutmelaksanakantugastugaslainyangdipercayakan
kepadanya oleh organorgan UN. Dasar dari tindakannya tersebut adalah suatu
resolusikhususyangkemudiandianalogikansebagaimandatdenganterikatpada
ketentuanketentuan yang harus dilakukan (terms of reference). Misalnya, ketika
sidangluarbiasaketigatanggal2Agustus1958,Majelisdenganresolusi1237(ES
III), meminta Sekretaris Jenderal untuk merumuskan rencana praktis yang bisa
membantu dalam menegakkan tujuantujuan dan prinsipprinsip Charter dalam
kaitannyadenganLibanondanYordania11.
MengingatperananUNdalamKonferensiDumbertonOakdiWashingtonDC,
beberapanegaratelahmenyetujuibahwaiaharusdiberikanhakuntukmenangani
setiap persoalan yang menurut pendapatnya dapat mengancam perdamaian dan
keamananinternasionalyangkemudianusulantersebutdituangkandalamArt9912.
KekuasaanyangdiberikanArt99yangkemudiandipandangolehKomisiPersiapan
diSanFransiscosebagaisuatuhakyangsangatkhususdiantarakekuasaanyang
pernah diberikan kepada kepala/pimpinan organisasi internasional 13. Contohnya
ketika Sekretaris Jenderal meminta perhatian Dewan Keamanan pada tanggal 25
Juni 1950 atas agresi terhadap Republik Korea dan pembahasan krisis Kongo
tanggal 13 Juli 1960. Namun kekuasaan tersebut tidak sering dipergunakan
mengingatbiasanyaNegaranegaraanggotalebihcepatmengajukansendirikasus
ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional ke muka Dewan
Keamanan.
Kekuasaan tersebut sama halnya dengan kekuasaan yang diberikan kepada
NegaraanggotaberdasarkanArt33,kewenanganMajelisUmummenurutArt11(3)

11

Ibid., 110
Sumaryo Suryokusumo, Organisasi Internasional (Jakarta: Universitas Indonesia, UIPress, 1987), 25
13
Ibid., 107
12

danpastinyadalampembahasansuatumasalaholehDewanKeamanan,Sekretaris
Jenderaltidakmempunyaihaksuara.
Dengan kata lain, peranan politik Sekretaris Jenderal UN dengan membawa
masalahmasalah ke muka organ UN ini ditunjang dengan wewenang untuk
melakukan penyelidikan dan pemeriksaan, atas inisiatifnya sendiri jika dianggap
perluuntukmelengkapiinformasimengenaimasalahitukepadaorganyangtepat.
Salah satu contohnya adalah pernyataan Hammarskjold ketika menerima
lanjutan masa jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal PBB bahwa dirinya akan
membantumengisikekosonganyangtimbuldalamsistempengaturanpadaCharter
sertadiplomasitradisionaldemiperdamaiandankeamanan.Danhaltersebutdapat
dilihat darikeputusannyauntukmemperbesar UNOGIL (UNObserverGroupin
Lebanon) bulanJuni1958,pembicaraannyadenganpemerintahUniafrikaSelatan
mengenaimasalahsegregasiyangmanapemerintahUniAfrikamenolakkompetensi
Dewan Keamanan namun menerima campur tangan Sekretaris Jenderal dalam
pembahasanmasalahtersebutatasinisiatifSekretarisJenderalitusendiri14.
Selain itu, Sekretaris Jenderal berfungsi eksekutif karena bertugas untuk
mewakiliorganisasidalamhubungannyadenganPemerintahNegaraAnggotadan
hubungan keluar (internasional) pada umumnya15. Dalam perannya tersebut, ia
dianggapsebagaisumberinformasidisampingsebagaipenasihatatausebagaifaktor
pendorong yang penting bagi semua negara anggota agar tetap mentaati dan
menjunjung tinggi prinsipprinsip dantujuan organisasiinternasional. Halserupa
tercantumpuladalamOASCharter,ECOWASTreaty,WIPOConvention.
Dari pembahasan UN Charter Art 97 dapat disimpulkan bahwa dalam
prakteknyaprosedurpengangkatanSekretarisJenderaladalahsebagaiberikut:
1. Pembicaraan mengenai caloncalon terkait oleh Dewan Keamanan, karena
SekertarisJenderalharusmempunyaikepercayaantidakhanyadariorganisasi
tetapijugadarianggotatetapDewanKeamananhinggaiadapatmemainkan
perananpolitiknyasecaraefektif16;

14

Ibid., 110
Sumaryo Suryokusumo, Organisasi Internasional (Jakarta: Universitas Indonesia, UIPress, 1987), 29
16
Sumaryo Suryokusumo, Organisasi Internasional (Jakarta: Universitas Indonesia, UIPress, 1987), 26
15

2. pemungutan suara nonprosedural dan memerlukan persetujuan dari semua


anggota tetap. Anggota tetap tersebut berfungsi untuk menjaga kestabilan
politikinternasionalwalaupunterkesanmenjaditidakadilbaginegaranegara
lainnya;
3. pengajuan calon yang direkomendasikan oleh Dewan Keamanan kepada
MajelisUmum;
4. pembicaraandanpemungutansuarasesungguhnyamelaluisuratsuararahasia
dalam suatu sidang terbuka yang keputusannya diambil melalui suara
terbanyakbiasakecualijikaMajelismenghendakiperlunya2/3mayoritas.
Masa jabatan untuk Sekretaris Jenderal tidak ditentukan dalam UN Charter,
namunpadatahun1946ditetapkanolehMajelisjangkawaktuselamalimatahun
yangdapatdiperbaharuiataudiperpanjang17.
b. Sekretariat
Pengangkatan staf kesekretariatan umumnya dilakukan oleh Kepala Pejabat
Administrasi. Namun, di beberapa organisasi, di beberapa organ khususnya,
pengangkatantersebutdilakukanolehkepalaorgannya.
DalamsistemUN,menurutBowettperekrutanstafnyaadalahkombinasidari
beberapa faktor yakni membership, population, and contribution to the budget.
Sedangkan, perekrutan, pengangkatan dan syaratsyarat kerja staf keskretariatan
padaumumnyadiaturdalamPeraturan4.2StafRegulationsyangmenetapkanbahwa
Pertimbanganutamadalampengangkatan,pemindahandanpromosistafadalah
perluuntukmenjagastandartertinggidariefisiensi,kemampuandanintegritas.Hal
yangharusdiperhatikanuntukkeperluanrekrutmenstafadalahsedapatmungkin
didasarkanatasluasgeografis.18
Darikutipandiatasdapatdisimpulkanbahwasanyaterdapatduaprinsippokok
berkaitan ketiga hal tersebut yakni kualifikasi personal pelamar dan menjamin
kontribusigeografisyangseimbang,selainfaktorukuranbesarnyasumbanganyang
diberikan Negara Anggota kepada Anggaran Tahunan Organisasi. Seperti
perbandingan kesempatan dalam The desireable range of posts untuk negara

17
18

Ibid., 104
Ibid., 116

sepertiTogodanAfghanistanadalahsatusampaitigasedangkan327sampai436
untukAmerikaSerikat.
Prinsip tersebut tidak berlaku untuk keseluruhan pengangkatan staf, seperti
perekrutan stafbahasa ataupekerjapekerja kasar yangmayoritas direkrut secara
lokal.
DijelaskanpuladalamArt101pengangkatanstafdiserahkankepadaSekretaris
Jenderal melalui surat pengangkatan dan surat penerimaan yang merupakan
perjanjiankerjasamadantundukpadaseluruhketentuan StaffRegulations, Staff
Rules dan Administrative Instructions yang relevan dengan kategori khusus dari
pengangkatan tersebut. Ketentuan yangtercantum didalamnya bersifat mengikat
bagiparaanggotastaf.
Terdapat tiga tipe pengangkatan yaitu penugasan atau pengangkatan
tetap,pengangkatantemporeratausementaradanpengangkatanreguler.
Pengangkatan tetap diperuntukkan bagi karir pegawai staf dengan masa
jabatanpenuhsampaiusiapensiundantundukpadaperubahansetiaplimatahun
berdasarkanefisiensi,kompetensidanintegritas.
Pengangkatantemporeratausementaradiklasifikasikanmenjaditigamacam
yakni indefinite (tidak terbatas), fixedterm (waktu yang ditentukan) dan
probationary(percobaan).Indefinitediperuntukkanbagimerekayangdirekrutuntuk
sebuah misi khusus atau pekerjaan lapangan yang tidak ditentukan waktu
berakhirnya. Dapat dikatakan fixedterm adalah antonim dari indefinite, karena
pengangkatannya dengan waktuyangtelah ditetapkan tetapi untukjangka waktu
yang kurang dari lima tahun. Diperuntukkan bagi orangorang yang merupakan
pembantuyangberasaldari kalanganpemerintah atau universitasuniversitas dan
tidakmengharapkanadanyapembaharuandankepermanenan.
Probationaryadalahpengangkatanpercobaandenganjangkawaktutidaklebih
dariduatahundenganharapanmenjadipegawaitetap.
Pengangkatanreguler diperuntukkankepadaorangorangyangtelahmelalui
probationarydandirekrutsecaralokal.
Adapun klasifikasi lain yang tidak kalah pentingnya adalah klasifikasi
berdasarkankategoripemegangjabatanyangterdiriatas:

a. DirekturDirektur dan para Pejabat Teras, terutama staf pembuat/penentu


kebijaksanaanyangbekerjalangsungdibawahSekretarisJenderaldanUnder
Secretarynya;
b. kategoriprofesionalmencakuptingkat/golonganP.1sampaiP.5,termasukstaf
tetapyangdirekrutsecarainternasionaluntukbadanutama;
c. kategoripegawaiumum,terdiridaristafyangdirekrutsecaralokaldanstaf
administrasiyangmeliputigolonganG.1sampaiG.5.
Adapunperbedaanklasifikasitersebutberdasarkanatascarapengangkatanstaf
danprofesionalitascalonstaftersebut.Mengenaisanksiterhadappelanggaranyang
dilakukan staf adalah dengan mendapat tindakan disiplin dari Kepala Pejabat
Administrasi. Dimulai dengan memberikan surat peringatan, denda atau bahkan
pemecatan untuk kesalahan fatal sesuai dengan ketentuan Staff Regulation yang
berlaku.
c. KarakterInternasionaldariSekretariatOrganisasiInternasional
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa sekretariat organisasi
Internasional terdiri dari setiap individu yang kewarganegaraannya berasal dari
berbagai macam negara. Dengan adanya keberagaman asal negara dalam
kesekretariatanorganisasiInternasional,karakterisikyangterpentingadalahkarakter
internasionalnyaitusendiri.Dalamarti,setiapindividuyangbekerjadidalam
organisasi internasional tidak mewakili negaranya masingmasing melainkan
sebagaibagiandariorganisasiInternasionaltempatnyabekerjadanmereka(seluruh
member/individutersebut)harusmenghormatikarakterinternasional.Olehkarena
itu dibuatlah Staff Regulations, seperti WHO Staff Regulations, ILO Staff
Regulations,FAOStaffRegulations,OASStaffRulesdansebagainya.
StaffRegulations tersebut,demimenjagakarakterinternasionalnya,mengatur
bahwasetiapindividuyangbekerjadalamorganisasiinternasionalharusbersikap
netral dengan tidak membawa kepentingan negaranya masingmasing karena dia
tidak merepresentasikan negaranya melainkan organisasi internasionalnya, seperti
kesekretariatanUN.
Namunkadangkala,sikapnetraltersebuttidakdidukungolehnegaraasalnya
yang acap kali menekan para warga negaranya dengan membawa kepentingan

negaraasaldalamforumorganisasiinternasional ataumenghalangi,menghambat
pekerjaansiindividutersebutdenganmengatasnamakankesetiaannasional.
Terkait dengan hal tersebut dapat dicontohkan dengan kasus Mazilu. Kasus
Mazilu19 ini berawal ketika Mr. Mazilu, a Special Rapporteur for the UN Sub
CommissiononPreventionofDiscriminationandProtectionofMinorities,dicegah
olehpenguasaRomaniauntukberhubungandengan UNHumanRightsCentredan
melakukanperjalanankeGenevauntukmempresentasikanlaporannya.Mengetahui
haltersebut,ECOSOCkemudianmemintaAdvisoryOpiniondalamAplicabilityof
ArticleVI,section22,oftheConventiononthePrivilegesandImmunitiesofthe
United Nations terhadap kasusMazilu.DanI.C.J menyimpulkan bahwaprofesi
MazilutersebutharusdianggapsebagaiutusanPBBdenganketentuanbahwadia
kebal atau memiliki imunitas terhadap segala gangguan dari penguasa negara
asalnya,yakniRomania.
Makayangterpentingdarikarakterorganisasiinternasionaladalahkarakteristik
internasionalnya itu sendiri. Terkait dengan hal tersebut, maka penerapan sanksi
dijalankanolehnegarayangbersangkutandanseluruhnegaraanggotasecaraadil
tanpaadanyapengaruhpolitikdarimasingmasingwakilnegaranyayangbekerjadi
organisasiinternasional.Fungsipengawasandalameksekutifjugadilakukanoleh
kepalapejabatadministrasi.
Dalam UN, kriteria dasar untuk menjadi seorang Secretary General adalah
merekayangbijaksana,kemampuanberdiplomatiknyabaik,dihormati,mempunyai
skill, mampubersikapnetral,dipercayadandihormati.Kaitannyadengankarakter
internasional adalah denganbekerjanya ia dalam sebuahorganisasi internasional,
makaiaberperansebagaiindividuyangtidakmewakilinegaranya,sehinggasemua
pendapatdariseorangSecretaryGeneralakandidengardanberpengaruhpadadunia
internasional.
B. ImplementasiPeraturandanKewajibanOrganisasiInternasional
Telahdapatterlihatbahwadewasainiorganisasiinternasionalturutberperan
dalamberbagaibidangkegiatan,baikditingkatglobalmaupunregional.Konstitusi
danperangkathukuminstitusional(pengaturaninternal)masingmasingorganisasi
19

Philippe Sands, Bowetts Law of International Institutions (London: Sweet & Maxwell,
2001), 314

mengatur mengenai standar teknis, mensosialisasikan standar minimum dalam


bertindak (contohnya di bidang perlindungan terhadap hak hak asasi manusia),
menyediakan bantuan finansial, mensosialisasikan pengaturan dan persyaratan di
bidangpembangunanekonomi(contohnyaterkaitperdagangan,persainganusaha,dan
hak kekayaan intelektual), dan berupaya menghindari terjadinya konflik serta
penyelesaian sengketa secara damai). Saat ini organisasi internasional memegang
peransentraldalammenetapkandanmengaturhalhaltersebut.Tidakcukupdengan
hanyamenetapkanregulasi,namundiperlukankepastianbahwapihakpihakyang
diaturakanmematuhidanmenjalankanketentuanketentuantersebut.Makafungsi
eksekutifdaripadaorganisasiinternasionalmencakupjugapengawasanimplementasi
daripadastandarstandardanregulasiyangtelahditetapkan,dantelahmenjadisalah
satutugasutamadaripadaorganisasiorganisasiinternasional.20

Dalam fungsi eksekutif, tidak terdapat prinsip prinsip umum menyangkut tugas /
kewenanganpengawasan(supervisorypower)daripadaorganisasiinternasional.Supervisory
powerdapatdibagimenajdi4(empat)kategori,yaitu:

Reportingrequirements
Factfinding,informationcollectionandsurveillance
Inspection.
EnforcementPowers

1. ReportingRequirements
Kewajibanuntukmemberisuatulaporanatauselalumemberiinformasidalamjangka
yang ditentukan merupakan kewajiban yang banyak dijumpai dalam organisasi
internasional.Tujuandilakukanpelaporaniniadalahuntukmemberikaninformasiyang
dibutuhkanuntukmembangunsesuaidengankonstitutisisertakewajibanlainnya.21

20

. Philippe Sands, Bowetts Law of International Institutions (London: Sweet & Maxwell, 2001),
316
21

Philippe Sands, Bowetts Law of International Institutions (London: Sweet & Maxwell, 2001),
316

Dalampemberianlaporantersebut,setiaporganisasiinternasionalmempunyaipengaturan
yangberbedauntuksiapayangharusmelakukanpelaporantersebut,untuksiapalaporan
tersebut,kapanharusmemberipelaporan,danlainlainnya.
Laporan yang dilakukan organisasi internasional merupakan wujud akuntabilitas
organisasi untukanggotaanggotanyaagaranggotadapatmelihatprogresdanaktivitas
yangdilakukan.Halinidapatdilihatdi InternationalTropicalTunaCommision pada
tahun1949yangwajibmemberikanlaporanmengenaidampaklingkungandarikegitanya
setiaptahunkepadapemerintahyangtelahmenandatanganiataumeratifikasikan.22
Akantetapi,laporaninitidakhanyaberfungsiuntukdiberikankepadaanggotanya
saja,namunjugaterhadaporgankelembagaanatauorganisasiinternasionallainnya.Hal
inidapatdilihatdalamUNsAdministrativeCommitteeonCoordinationdimanamereka
akanmendapatkanlaporandari25organisasidalamPBBagardapatmeningkatanserta
mempromosikan kooperasi antar organisasiorganisasi dalam PBB. Contoh lainnya
adalah UN Commission on Sustainable Development yang menuntup laporan dari
organisasi,programdaninstitusidarisistemPBByangberurusandenganbeberapaisu
lingkungan dan pengembangan agar dapat mengawasi perkembangan implementasi
Agenda21.23
Terdapat pula pengaturan laporan yang lebih khusus. Salah satu contoh adalah
laporanmengenaikeuanganyangdiperiksaolehGeneralAssemblysAdvisoryCommittee
onAdministrativeandBudgetaryQuestions(ACABQ).Disini,ACABQakanmemeriksa
laporan keuangan administrative lembaga khusus di UN serta untuk kegiatan
perdamaiannya.
Kewajibanuntukmelaportidakhanyadatangkarenadesakandarianggotaanggota
organisasi tersebut, tapi juga karena sudah diatur dalam konstitusi. Pengaturan di
konstitusiinitentuberbedauntuksetiaporganisasiinternasionaldanmemilikiprosedur,
hal apa saja yang dilaporkan serta tata cara yang berbeda untuk setiap organisasi
internasional. Seperti pada International Atomic Energy Agency (IAEA), telah diatur
dalam konstitutsinya di Article VIII.A dan Article VIII.B 24 agar para anggota untuk
berkomitmenuntukmembuatlaporan.LalupadaFoodArgicultaralOrganisation(FAO),

22

Philippe Sands, Bowetts Law of International Institutions (London: Sweet & Maxwell, 2001),
317
23
UN G.A res 47/191 (1992)
24
Commit

dalam konstitusinya diwajibkan untuk mebuat pelaporan dalam tiga tahap. 25 Dalam
konstitusi World Trade Orgnisatin (WTO), laporannya berupa implementasi dari
rekomendasi dari organisasi, konvensi, perjanjian dan regulasi. Dalam konstitusi
InternationalLaborOrganisastion(ILO),diwajibkanbagiparaanggotauntukmembuat
laporanmengenailangkahlangkahyangtelahmerkeaambilagardapatmengefektifkan
konvensiburuh.26
Karakterisitik pelaporan tentu berbedabeda dari organisasi internasional. Apabila
dapat dikatagorikan, di lembaga ekonomi dituntut laporan yang cukup memberatkan
(Dalamartiterdapatbanyakhalyangharusdilaporkan)sertapersyaratannyabanyak.Hal
inidapatdilihatdalamWTOsTradePolicyReviewMechanism(TPRM)danjugadalam
InternationalMonetaryFund. Berbedalagidalamlembagahakasasimanusia,dimana
dalamperjanjiantersebutdiwajibkanbagianggotanyauntukmemberilaporanmengenai
langkahlangkahyangtelahdilakukanagartreatytersebutterjalankandinegaramasing
masing.Dalamlembagalingkunganm,terdapatbanyakpersyaratanuntukmemberikan
sautulaporanyangdaiturdalamperjanjiannyatersebut.
Laporan ini memiliki tujuan yang baik dan sebenernya menjalankan fungsi
pengawasannya, namun terdapat beranekaragam laporan dan kekurangan staff serta
budgetsehinggakurangefektifdankualitasnyapundipertananyakan.
2. FactFinding,InformationCollectionandSurveillance
Selain laporan yang diberikan oleh para anggota, organisasi internasional dapat
mendapatkan informasi mengenai keaktifan serta kepatuhan para anggota (dengan
melihatkewajibandanperaturandariorganisasitersebut)darisumbersumberinternal
maupun eksternal. Kewenangan para organisasi untuk dapat melakukan ini dapat
menjaditersuratataupuntersirat.
Kewenangan untukmendapatkan informasi secara tersurat artinya kewenangan ini
memangsudahjelasdisebutkandalamkonstitusiataupunperjanjian.Olehkarenaitu,
organisasi internasional tersebut dapat mendapatkan informasi dengan sendirinya
tanpaperlumendapatkannyadarianggotanya.Salahsatucontohadalahdalam UN
25

FAO Constitution Communicate regularly to the Director-General, on publication, the texts of


laws and regulations pertaining to matters within the competence of the organization which the
Director-General considers useful for the purposes of the organization (Article X1(1)), Under
similar conditions they must communicate statistical technical and under information (Article
X1(2)) The FAO Conference, Council or Director-General may request the member to furnish other
information, reports or documentation pertaining to matters within the competence of the
organization, including reports on the action taken on the basis of resolutions or recommendations
of the Conference (Article X1(3))
26
Article 62, Constitution of the ILO

SecurityCouncil dimanapada Article34 telahjelasdikatakandapatmendapatkan


infromasidaninvestigasiapabilaadasengketaatausituasiyangdapatmenganggu
perdamaiandunia.Namun,pasaliniseringkalidiabaikankarenasecarapraktikyang
selaludilakukanadalahapabilaingindilakukansuatuinvestigasimakaharusterdapat
unaminitydarianggotatetapnya.HaliniberbedadenganGeneralAssemblyataupun
SekretarisJeneralPBByangdapatmelakukankewenangansepertiinibukankarena
memangtelahsecarajelasdisebutkandapatmelakukanini(sepertiSecurityCouncil).
Merekamendapatkankewenangantersebutatasdasarrekomendasi.
Terkait dengan kewenangan dalam menjalankan tugas eksekutifnya,
SekretarisJeneral,SekretarisJeneraldantimdapatdiangkatuntukmelakukan fact
finding, information collection serta surveiallance dikarenakan sekretaris jeneral
dianggap berkarakter baik dan memiliki karakter internasional. Oleh karena itu,
mereka dieprcaya tidak akan memihak negaranegara tertentu. Sekretaris jeneral
mewakili sebagai pihak netral dan proses di eksektuif tersebut proses legitimate.
Sementara, apabila dilaksanakan di UN Security Council, akan terpengaruh sekali
prosespolitiksehinggasulitsekaliuntukberadadiposisinetral.

SelaindiPBB,terdapatkewenangantersebutpadaE.CCommissiondimanamereka
dapat mendapatkan informasimengenai aktivitas yangdilakukan olehanggotanya.
HaliniterteradalamArticle211oftheE.CTreaty,EURATOMdanECSC
3. Inspection
Inspection atau inspeksi adalah dimana organsiasi internasional tersebut
mendapatkaninformasimengenaipermasalahantertentusecaralangsungditempat
munculnya permasalahan tersebut. Perbedaan signifikan inspection dengan fact
finding,informationgathering serta surveillance ialahdisiniterdapatpermasalahan
tertenudandiadakaninspeksiterhadappermasalahantersebut.Sedangkanpadafact
finding,informationgathersertasurveillanceialahmendapatkaninformasiinformasi
untukmemperkayainformasisertamemperdalampengawasanterhadapimplementasi
regulasi dan peraturan. Tindakan inspeksi ini sebenarnya menunjukan adanya
keterlibatanlangsungdandapatditafsirkansebagaitindakanikutcampur(intrusive),
makaterdapatbatasanbaatsandankendalatertentudalampelaksanaannya.

DalamArticle87oftheUNCharterdirumuskanbahwa:
TheGeneralAssembly,andunderitsauthority,TheTrusteeshipCouncil,in
carryingouttheirfunctions,may:
a.considerreportssubmittedbytheadministeringauthority;
b.accept petitions and examine them in consultation with the
administeringauthority;
c.provideforperiodicvisitstotherespectivetrustterritoriesattimes
agreeduponwiththeadministeringauthority;and
d.take these and other actions in conformity with the terms of the
trusteeshipagreements.
Salah satu contoh daripada kewenangan organisasi internasional untuk
melakukan inspeksi ini tergambar dengan jelas dalam Resolution 687 yang
dikeluarkanolehUNSecurityCouncil(UNSC)padatahun1991,dimanadalamhal
pemusnahansenjatapenghancurmassal(weaponsofmassdestruction)danfasilitas
produksinyayangdimiliki olehIrak,pelaksanaannya diawasiolehUnitedNations
SpecialCommission(UNSCOM).Dalamrangkamelaksanakantugasnya,UNSCOM
perlu melakukan kunjungan / inspeksi langsung ke fasilitas fasilitas (onsite
inspection)diIrak,dimanapadapraktikknyadiperlukanpersetujuanIrak.
Pada awalnya Irak memberikan keleluasaan kepada UNSCOM dalam
melakukaninspeksi,namunkemudianpadaJanuari1998Irakmenyatakanmundur
dari kesepakatan dan menetapkan 8 (delapan) lokasi yang disebut dengan
Presidentialsitesyangdikecualikandarifasilitasfasilitasyangdapatdikunjungi
UNSCOM. Pada Februari 1998, UNSCOM dan pemerintah Irak mencapai
kesepakatanmelaluiMemorandumofUnderstanding(MoU)yangmengizinkantim
UNVICOM melakukan inspeksi terhadap 8 Presidential sites tersebut. Kasus ini
menggambarkan kendala dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi
kewenanganinspeksiyangdimilikiorganisasiinternasional.Halinidisebabkansifat
instrusiveakanbertabrakandengankedaulatansuatunegaradalamteritorialnya.
Namun demikian, terdapat pula contoh dimana pelaksanaan kewenangan
inspeksiyangdimilikiorganisasiinternasionaltidakmemerlukanizindaripadanegara
bersangkutan. Contohnya dalam kewenangan yang dimiliki prosecutor daripada
InternationalCriminalCourt(ICC)untukmelakukaninvestigasilangsungkelokasi
terjadinya perkara tanpa memerlukan izin dari negara bersangkutan (apabila telah

diberikanwewenangmelaluitahapanpraperadilan(pretrial)).Disinidapatdilihat
bahwa sebenarnya prosecutors menjalankan fungsi judisial atau quasi judisial.
Namun, mereka tidak terbatas untuk menjalankan fungsi judisial, tapi juga dapat
menjalankanfungsieksekutifdariorgansisasiinternasional.Maka,disiniorganorgan
orgnisasiinternasionaltidakmutlakhanyamenjalankansatufungsinamunbisasaja
menjalankanlebihdarisatufungsiutamaorganisasiinternasional.
4. EnforcementPowers
Walaupunpadaumumnyaperanpengawasandariorganisasiinternasionalhanya
menyangkut penindaklanjutan terhadap laporan dan juga inspeksi yang terbatas,
namunpadakasuskasustertentuorganisasiinternasionaljugamemilikikewenangan
yang lebih luas dalam memastikan terpenuhinya hakhak yang dimilikinya.
Kewenangan yang dimaksud adalah pemberian sanksi terhadap pelanggaran
menyangkutkewajibandarinegaranegaraanggotaterhadaporganisasiinternasional
danpadakasustertentunegaranegaranonanggota.
Kewenanganyangdimiliki masingmasingorgansiasidiaturpadakonstitusinya
masingmasing.Padaumumnya,penegakanakandidahuluitahapan:
Pengumpulan faktafakta yang membuktikan telah terjadinya pelanggaran

kewajiban,yangdidapatkanmelaluilaporan,petisidan/atauinspeksi.
Penetapan oleh organ politik yang menyatakan bahwa telah terjadi suatu

pelanggarankewajibandanterhadapnyaperludikenakansanksi.
Setelahadanyapenetapan,makaterdapatbeberapatindakanyangdapadiambil:
4.1 JudicialMeasure
Judicial Measure adalah dimana organ internasional dapat membawa suatu
permasalahan kehadapan suatumahkamah internasional atau suatubadan semi
judisial untuk memperoleh kepastian bahwa negara anggota memang telah
melakukansuatupelanggarankewajiban.ContohdariiniadalahUNGAdapat
membawa sengketa yang melibatkan anggotanya kehadapan Security Council.
Perludibedakanantarasuatugugatandanpermohonanuntukpendapathukumdari
badan semi peradilan atau mahkamah internasional (Contoh: Pendapat hukum
ialah adalah Advisory Opinion dari ICJ. Dan untuk Gugatan: Hak untuk
mengajukangugatandihadapanEuropeanCourtofJustice.

Untuk UN specialized agencies, tidak diberikan kewenangan untuk


mengajukansuatuperkaradihapanmahakamahinternasional.Namun,hanyasatu
agency yang dapat yakni International Labor Organization (ILO). Dalam
konstitusiILO,ILOdiberikankewenanganuntukmengajukanperkarakehadapan
ICJ(berdasarkanlaporannegaraanggotaataupuninisiatifsendiri)apabilaterjadi
pelanggaran kewajiban yang dilakukan oleh negara anggotanya. Dalam
menentukan suatu pelanggaran, adalah kewenangan Commission of Inquiry
berdasarkanArticle26darikonstitusiILOuntukmelakukaninvestigasi.Sanksi
yang d dapat diberikan oleh ILO berdasarkan rekomendasi komisi tersebut
ataupunputusanICJterhadappelanggaranakanditentukanolehbadaneksekutif
ILO.
4.2 CulturalandCommunicationMeasure
Sanskidibidangkebudayaandapatdiwujudkandalambentukpenghentiankerja
samailmiah,pendidikan,olahraga.Dalambidangkomunikasi,sepertiyangtelah
dilakukanolehUNSCialahlaranganterbangdantransitbagianggotakeluarga
daripenguasajuntamiliter.
4.3 DiplomaticandPoliticalMeasures
Sanksi yang dapat diberikan dapat berupa penurunan status dipolomatis,
pembatalankunjungandiplomatis,danpenangguhanhakdalamorganisasi(seperti
memberikanhaksuara).
4.4 EconomicMeasures
DalamkasusUN,hanyaUNSCyangmemilikikewenanganuntukmemberikan
sanksiekonomi maupunpolitik. SedangkanUNGA hanyadapatmengeluarkan
resolusiyangtidakmemilikikekuatanmengikatsecarahukum.Sebagaicontoh
daripenerapansanksiini,adalahdenganboikotekonomiUNSCterhadapAfrika
Selatanpadatahun1977.
Contoh lainnya adalah sanksi yang diberikan oleh Leagues of Arab States
terhadapEgyptsetelahEgyptmenandatanganiperjanjiandenganIsrael.
4.5 MilitaryMeasures
Dalam hal PBB, sanksi militer dapat diberikan oleh UNSC terhadap negara
anggota maupun nonanggota yang dianggap telah melanggar perdamaian
internasional. Dalam perkembangannya, UNSC dapat mendelegasikan

(berdasarkan Chapter 7) seperti kewenangan yang didelegasikan kepada


Economic Community of West African States. ECOWAS untuk memastikan
implementasi daripada sanksi yang berkaitan dengan minyak dan senjata di
Afrika. Beberapa organsisasi regional seperti Organisation ofAmerican States
(OAS),TheWarsawPact,danLeagueofArabStatesmemilikikewenanganuntuk
mendirikan pangkalanpangkalan militer di bawah bendera organisasi masing
masing.