Vous êtes sur la page 1sur 30

Dina Putri Nasution

Dokter I
Keluhan telinga kiri berdengung
Keluhan hidung tersumbat minimal, ingus (-), otalgia (-)

Diterapi obat batuk pilek (2x) selama 7 hari (rawat

jalan)
Tidak sembuh, keluhan sakit kepala rujuk ke
dokter spesialis

Dokter II (spesialis THT)


Dilakukan pemeriksaan garputala : SNHL
Dx: Sudden deafness AS (tuli mendadak telinga

kiri)
Dirawat diberikan terapi
5 jam dalam perawatan kejang penurunan
kesadaran ICU 1 hari exitus

Audiologi
Defenisi : ilmu yang mempelajari pendengaran
Habilitasi dan rehabilitasi

Mendengar diperlukan :
Rangsang yang Adekuat bunyi
Alat penerima rangsang telinga

Bunyi Tergantung
Frekwensi Hz
Intensitas dB

Audiologi Dasar
Nada murni, bising, gangguan pendengaran, cara

pemeriksaan

Audiologi Khusus
Membedakan tuli sensorineural koklea dgn

retrokoklea, audiometri objektif, audiologi anak,


audiologi industri

Bunyi yg dapat didengar ?


Fisiologis: 20-18.000 Hz
Efektif : 500 2000 Hz

Hantaran
Udara

Hantaran
Tulang

Air
Conduction

Bone
Conduction

Melalui tulang
tengkorak ke
telinga
sebelahnya
Cross Hearing

Tuli Konduktif
Conductive Hearing Loss
Serumen, OMA

Tuli Sensorineural
Sensorineural Hearing Loss (SNHL)
Sudden Deafness, Akustik Neuroma

Tuli Campur
Mixed Hearing Loss
OMSK tipe Bahaya, Presbiakusis, Otosklerosis

Tes Pendengaran Klinis


Finger friction test
Tes berbisik
Jarak 6m
Tes penala
128, 256, 512, 1024, 2048 Hz
Tes Rinne, tes Weber, tes Schwabach, tes Bing

Tes

Normal

Tuli Konduktif

Tuli Sensorineural

Rinne

AC > BC
(+)

BC>AC
(-)

AC>BC
(+)

Weber

Lateralisasi (-)

Lateralisasi ke
telinga yg sakit

Lateralisasi ke
telinga yg sehat/lbh
baik

Schwabach

Sama dgn
pemeriksa

Memanjang

Memendek

Alat: Audiometer
Frekuensi 125 s/d 8000 hz
Intersitas suara -10 s/d 110 dB

Standar ISO dan ASA

Audiometri Nada Murni


Pure Tone Audiometri

Audiometri Khusus
Speech Audiometri, Tone Decay, Audiometri Bekesy

Audiometri Objektif
Audiometri impedans, elektrokokleografi, evoked

response audiometry (BERA), Oto Accoustic Emmision


(OAE)

Ambang dengar
Air conduction (AC)
Indeks Fletcher:

500 Hz + 1000 Hz + 2000 Hz + 4000 Hz


4

Derajat Ketulian Menurut


ISO
Normal
Tuli ringan
Tuli sedang
Tuli sedang berat
Tuli berat
Tuli sangat berat

dB
0 25
> 25 40
> 40 55
> 55 70
> 70 90
> 90

Manfaat Audiometri Nada Murni :


Fungsi pendengaran masing-masing telinga secara

kualitatif
Derajat gangguan pendengaran (kuantitatif)

Audiometri Tutur (Speech Audiometry)


Menggunakan monosilabus (satu suku kata) atau

bisilabus (dua suku kata)


Daftar : Phonetically balance word
Dinilai :
1. SRT (Speech Reception Test)
2. SDS (Speech Discrimination Score)

Audiometri Impendans
Timpanometri
Mengetahui keadaan kavum timpani. Cairan? Gangguan
ossikular chain?
Fungsi tuba Eustachius
Mengetahui tuba terbuka/tertutup

Refleks Stapedius
Normal: (+) pada 60-70dB

Tipe A : Normal
Tipe As dan tipe Ad

Tipe B : Cairan pada


kavum/rongga timpani
(Otitis Media Efusi)
Tipe C : Gangguan oklusi
tuba Eustachius

Evoked Response Audiometry


BERA : Brainstem Evoked Respose Audiometry
Tidak invasif, Objektif

Menilai fungsi n. VIII


Merekam potensi listrik yg dihasilkan oleh sel

koklea selama menempuh perjalanan dari mulai


telinga hingga inti-inti tertentu di batang otak
Gelombang I, II, II, IV, V

Otoacoustic Emission (OAE)


Emisi otoakustik merupakan respons koklea yg

dihasilkan oleh sel-sel rambut luar yg dipancarkan


dlm bentuk energi akustik.
Menunjukan emisi dari gerakan sel rambut luar
dan merefleksikan fungsi koklea
Penggunaan: Screening test bayi-bayi baru lahir
Cepat, tidak invasif, objektif