Vous êtes sur la page 1sur 27

Anti Jamur

Monika Y Lusiani

Mikosis

Superfisial Mengenai kulit, kuku, kulit


kepala, dan membran mukosa
Sistemik jaringan ikat yang lebih dalam
dan organ

Sistem Kerja AntiFungal


-

Merusak membran sel mengikat sterol,


sehingga membentuk lubang yang membuat
membran sel menjadi permeabel, atau
dengan menghambat biosintesa ergosterol
Menghambat terbentuknya nukleotida
Targetnya adalah mikrotubulus
mengacaukan mitosis, atau dengan inhibisi
transkripsi DNA

Golongan Polyene

Amfoterisin B

Nystatin

Natamicin

Golongan Azol

Ketoconazol

Fluconazol

Itraconazol

Voriconazol

Clotrimazol

Econazol

Miconazol

Tioconazol

Amfotericin B

Merupakan Antibiotik struktur kompleks,


yang tidak larut air, dan tidak stabil pada
suhu 37C
Mekanisme kerja:

Mengikat ergosterol membran menjadi


permeabel transmembran ion channel
kehilangan ion K intracelluler

Farmakokinetik
Absorbsi buruk melalui GIT (oral), sehingga
untuk infeksi sistemik diberikan secara IV
Distribusi Tidak melewati sawar darah otak
Ekskresi diekskresi lama melalui ginjal
Waktu paruh (T1/2) 1 hari, jika pada jaringan 12minggu

Indikasi dan Sediaan

Indikasi Infeksi karena Aspergillus,


Candida sp, dan Cryptococcus
(blastomyces, histoplasma)
Sediaan:

1.Solution 0,1-0,5% (Topikal), encerkan


dengan air atau dextrose 5% untuk injeksi
2. injeksi subkonjunctiva/intravitreal/iv: 0,8-1
mg

Efek Samping

Ringan: Pusing, Demam, chills, vomiting,


anoreksia.
Renal Toxicity: 80% insidensi renal toxicity
menurun setelah pemakaian Amp B
diberhentikan

Hematologi: anemia hemolitik

Mineral: Hipokalemi

Jarang: Hearing-loss, Kejang, Reaksi


anafilaksis

Nistatin
Struktur dan cara kerja seperti Amp B
Farmakokinetik:
Absorbsi: melalui membran mukosa
Ekskresi: melalui feses

Efek Samping dan Sediaan

Sering: Gatal, iritasi, dan rasa panas

Jarang: Diare dan nausea

Bentuk sediaan: serbuk suspensi, tablet


vagina, pastilles

Natamycin

Mekanisme Kerja: sama dengan Amp B


Indikasi: Fusarium, Aspergillus, Candida,
Cephalosporium, Curvularium
Sediaan: Suspensi 5%
Efek Samping: Iritasi, mata merah,
bengkak

Ketoconazol
Farmakokinetik:
Absorbsi: Aktif diabsorbsi per oral, paling
baik diabsorbsi pada pH rendah
Distribusi: seluruh cairan tubuh, kecuali LCS.
Metabolisme: tidak dimetabolisme di hepar
Ekskresi: melalui saluran empedu dan ginjal

Efek Samping

Liver toxicity sering dilaporkan

Gangguan GIT

Pruritus, gatal, kulit kering, kulit kepala


berminyak
Ginekomasti (pada pria)

Fluconazol
Farmakokinetik
Absorbsi: baik diabsorbsi secara per oral
maupun iv
Distribusi: dapat menembus sawar otak, ocular
fluids, saliva, membran vagina, dan kuku.
Waktu paruh hampir 25 jam
Ekskresi: melalui ginjal

Efek Samping
Waktu paruh hampir 25 jam
Ekskresi: melalui ginjal

Secara umum ringan, meliputi nausea, rasa


tidak nyaman pada abdomen, dan nyeri
kepala
Eksfoliasi kulit
Jarang: Hepatotoksik dan tidak
menyebabkan steroidogenesis

Itraconazol
Farmakokinetik:
Absobsi: per oral
Distribusi: dapat menembus sawar otak
(pilihan utama untuk meningitis)
Metabolisme: melalui first pass metabolisme
di hepar
Ekskresi: melalui urin
Waktu paruh: hampir 36 jam

Efek Samping

Sering: rasa tidak nyaman pada abdomen,


dizziness, nyeri kepala
Hepatotoksik
Jarang: hipokalemi, hipertensi, dan
impotensi
Tidak menginhibisi steroidogenesis

Voriconazol

Merupakan golongan azol terbaru


Digunakan untuk infeksi fungal yang serius
untuk pasien yang tidak respon terhadap
antifungal yang lain

Absorbsi per oral baik (bioavailibilitas 90%)

Di metabolisme melalui hepar

Efek Samping dan Sediaan

Pruritus
Bengkak pada: wajah, lengan, ekstremitas
inferior

Pandangan kabur

Nyeri kepala, kejang, dan dizziness

Mulut terasa kering

Hepatotoksik

Sediaan: suspensi, tablet, dan injeksi

Miconazol

Indikasi: Infeksi Candida, Aspergillus, dan


Cryptococcus
Sediaan:

1. Solution 1%: Topikal


2. Subkonjunctival: 5mg
3. Intravitreal: 10 g

Griseofulvin

Mekanisme kerja: menghambat polimerisasi


mikrotubulus
Terapi harus kontinu, sampai terbentuk
jaringan baru yang menutupi lesi
Absorbsi secara per oral (adekuat pada
saluran cerna), tidak efektif diberikan topikal
Ekskresi: melalui ginjal

Efek samping

Reaksi alergi ringan

Nyeri kepala, mual

Hepatotoksik--> meningkatkan intoksikasi


alkohol
Pada hewan coba, terbukti teratogenik

TERIMAKASIH
MOHON BIMBINGAN DAN SARAN