Vous êtes sur la page 1sur 1

PENDAHULUAN

Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan cairan melebihi
normal di dalam cavum pleura diantara pleura parietalis dan visceralis dapat
berupa cairan yang jernih, yang mungkin merupakan cairan transuda atau cairan
eksudat. Atau dapat mengandung darah dan purulen. Transudat (filtrasi plasma
yang mengalir menembus dinding kapiler yang utuh) terjadi jika faktor-faktor
yang mempengaruhi pembentukan dan reabsorbsi cairanpleura terganggu.
Biasanya oleh ketidakseimbangan tekanan hidrostatik atau onkotik. Transudat
menandakan bahwa kondisi seperti asites atau gagal ginjal mendasari
penumpukan cairan. Eksudat (ekstravasasi cairan ke dalam jaringan atau
kavitas). Biasanya terjadi akibat inflamasi oleh produksi bakteri atau tumor yang
mengenai permukaan pleura. Efusi yang mengandung darah disebut dengan
efusi hemoragis. Pada keadaan ini kadar eritrosit didalam cairan pleura
meningkat antrara 5.000-10.000 mm. Berdasarkan lokasi cairan yang terbentuk,
efusi pleura di bagi menjadi unilateral dan bilateral. Efusi yang unilateran tidak
mempunyai kaitan yang spesifik dengan penyakit penyebabnya, akan tetapi
efusi yang bilateal seringkali ditemukan pada penyakit kegagalan jantung
kongestif, sindroma nefrotik, ascites, infark paru, lupus eritematosis sistemik,
tumor dan tuberkulosis.
Pada keadaan normal rongga pleura hanya mengandung cairan sebanyak 10-20
ml. Penyakit penyakit yang dapat menimbulkan efusi pleura adalah
tuberkulosis, infekss paru nontuberkulosis, keganasan, sirosis hati, trauma
tembus atau tumpul pada daerah dada, infark paru, serta gagal jantung
kongestif.
Dinegara- negara barat, efusi pleura terutama disebabkan oleh gagal jantung
kongestif, sirosis hati, keganasan, dan pneumonia bakteri, sementara di negaranegara yang sedang berkembang, seperti indonesia TB Paru adalah penyebab
utama efusi pleura, disusl oleh keganasan. 2/3 efusi pleura maligna mengenai
wanita. Efusi pleura yang disebabkan karena TB lebih banyak mengenai
pria.Mortalotas dan Morbiditas efusi pleura ditentukan berdasarkan penyebab,
tingkat keparahan dan jenis biochemical dalam cairan pleura.
Gejala yang paling sering timbul adalah sesak, dispneu. Nyeri bisa timbul akibat
efusi yang banyak berupa nyeri dada pleuritik atau nyeri tumpul. Diagnosis efusi
pleura dapat ditegakkan melalui anamnesis serta pemeriksaan fisik yang teliti,
diagnosis yang pasti melalui pungsi percobaan, biopsi dan analisa cairan pleura.
Penatalaksanaan efusi pleura dapat dilakukan dengan cara pengobatan kausal,
thorakosintesis, water sealed drainage (WSD), dan pleurodesis.