Vous êtes sur la page 1sur 51

Anti Jamur & Anti Virus

Nurliyasman, S.Si.,Apt.,MPH.

Anti Jamur (Anti Mikotik)


Obat yang digunakan untuk
mengobati infeksi jamur.
Infeksi Jamur

Infeksi jamur
Superfisial pada kulit
& selaput lendir

Infeksi jamur
Sistemik pada
Paru & SSP

Pengelompokan anti jamur


Imidazol

Polien

Anti
Jamur

Topikal

Anti
metabolit

Polien

1. Amfoterisin B
digunakan utk histoplasmosis,
kriptokokokis, koksidiodomikosis,
aspergilosis, blastomikosis, kandidiasis
(infeksi sistemik)
Amfoterisin B tdk diabsorpsi melalui GI,
oleh krn itu diberikan sec i.v dalam
dosis rendah utk mengobati infeksi
jamur sistemik.

Efek samping dan reaksi yg merugikan


Kulit kemerahan, demam, menggigil, mual,
muntah, hipotensi, parestesi dan
tromboflebitis.
Amfoterisin B sangat toksik dapat
menyebabkan nefrotoksisitas dan ketidak
seimbangan elektrolit, khususnya
hipokalemia dan hipomagnesia.
Dosis : D: 0,25 -1,0 mg/kg/hari. T 24 jam, 95
%berikatan dgn proetin.

2. Nistatin
Untuk mengobati infeksi kandida, dpt diberikan
secara oral atau topikal.
Dosis : D: PO: 500.000-1.000.000 UI t.i.d untuk infeksi
intestinal.
Moniliasis mulut 400.000-600.000 UI setiap 6-8 jam
Bayi baru lahir < 7 hari PO:100.000 UI
A: PO: 250.000 500.000 UI
Juga tersedia dlm btk suspensi, krim, salep dan tablet
vagina.
Absorbsi sgt buruk oleh GIT, ttp btk tablet oralnya
dipakai utk kandidiasis intestinal.

Penggunaan lebih sering adalah suspensi


oral utk infeksi kandida di dalam mulut.
Nistatin diekskresi tanpa mengalami
perubahan ke dalam feses.
Mekanisme Kerja
Nistatin meningkatkan permeabilitas ddg
sel jamur, shg jamur mjd tdk stabil dan
mengeluarkan isinya. Khasiatnya sbg
fungistatik juga fungisidal dg mula kerja
24 jam atau lebih.

Imidazol
Kelompok ini efektif utk melawan kandidiasis
(superfisial & sistemik).

1. Ketokonazol
2.
3.
4.

Obat anti jamur pertama yg efektif dan diserap


melalui oral.
Kotrimazol
Butokonazol
Topikal
Ekonazol

5. Mikonazol dipakai i.v dan topikal


yg topikal sering utk vaginitis
i.v utk mengobati infeksi kandung kemih dan
meningitis.

Ketokonazol (Nizoral)
Digunakan utk infeksi jamur candida, coccidioides
immitis, cryptococcus neoformans, H
capsulatum, B dermatitidis, aspergillus &
sporotrixh spp.
Setelah pemberian oral ketokonazol ditemukan
dlm urin, kelenjar
Dosis : D:PO:200-400 mg/kg/hari, sekali sehari
A :PO:3,3-6,6 mg/kg/hari dosis tunggal
atau A> 20 kg: 100 mg, setiap hari.
Pengobatan harus selama 1-6 bulan utk infeksi
sistemik, 90 % berikatan dgn protein, t 8 jam

Anti Metabolit
1. Flusitosin
baik diabsorbsi GI, dipakai dlm btk
kombinasi dgn anti jamur lain
(Amfoterisin B).
Efektif utk mengobati kriptokokosis,
kandidosis, kromimikosis, torulosis &
aspergilosis.
Infeksi sal kemih bag.bawah oleh
kandida yg sensitif dpt diobati dgn
flusitosin saja, krn kadar obat ini dlm
urin sgt tinggi.

Efek non terapi

Flusitosin kurang toksik dibanding


Amfoterisin B, namun dpt terjadi anemia,
leukoponia dan trombositopenia terutama
pada penderita yg menderita kelainan
hematologik, yg sedang mendapat
pengobatan radiasi atau obat yg menekan
fungsi tulang.

Indikasi
Flusitosin digunakan utk infeksi jamur
sistemik & dpt diberikan secara oral.

Utk meningitis cryptococcus sbg obat


pilihan adalah : kombinasi 100 500
mg/kgBB/hari flusitosin dgn 0,3
mg/kgBB/hari Amfoterisin B.
Flusitosin tersedia dlm btk kapsul 250500 mg. Dosis biasa 50 150 mg/kgBB
sehari dibagi dlm 4 dosis. Harus
disesuaikan pd pasien insufisiensi ginjal.
A<50 kg PO:1,5-4,5 g/m2/hari dalam dosis
terbagi 4. Jika dipakai bersama
Amfoterisin B dapat meningkatkan
potensi. Resistensi jamur terjadi jika
obat diberikan tersendiri.

Anti Virus
Virus (Visham = racun) adalah mikroorganisme
hidup yang terkecil (besarnya 20-300 mikron).
Virus adalah jasad biologis, bukan hewan, bukan
tanaman, tanpa struktur sel dan tidak berdaya
untuk hidup dan memperbanyak diri secara
mandiri.
Obat antivirus dipakai untuk membasmi,
mencegah, atau menghambat penyebaran
infeksi virus.
Tujuan :
Mencegah replikasi virus dgn menghambat salah
satu dari tahap-tahap tsb, shg proses
reproduksi virus akan terhalang.

Infeksi Virus

Pelekatan virus dan dinding sel

(dihidrolisa oleh enzim virus)


DNA/RNA masuk ke dalam sel sedang
capsid tidak
Virus sebagai parasit, menggunakan
proses assimilasi sel virion baru
(perbanyakan virion sampai puncak
gejala penyakit.

Perbanyakan virus dapat ditekan melalui


beberapa cara :
1. Memblokir masuknya virus ke dalam
sel
(amantadin, gamma globulin)
2. Menghidari sintesis asam inti (analog
nukleosida, asiklovir, gansiklovir dan
obat-obat antiretroviral zidovudin,
nevirapin)
3. Inhibisi protease (saquinavir, ritonavir)
4. Inhibisi neuraminidase (oseltamivir,
zanamivir)

Virus yg sering mengakibatkan penyakit


pada manusia dibagi atas 2 kelompok :
yakni virus DNA dan virus RNA
1. VirusDNA : kelompok penyakit Herpes
(Herpes sympleks, Herpes Zooster),
Varicella zoster (cacar air), parvovirus,
adenovirus (gastroentritis), variola
(cacar), cytomegalovirus=CMV (pada
pyk aids) dan juga Human Papilloma
Virus (HPV) penyebab kutil genetal dan
kanker cervix.

2. Virus RNA yg terpenting adalah HIV


penyebab AIDS, virus hepatitis
(penyakit kuning), rhinovirus
(selesma), poliovirus, poliomyelitis,
virus influenza (flu), rotavirus (diare),
virus rubella (rode hond), paramyxo
virus, virus rubeola=morbili, dan
virus beguk (mumps) serta berbagai
flavivirus a.l demam kuning (yellow
fever)

Interferon : glykoprotein yang


diproduksi oleh sel-sel yang
terinfeksi virus, makrofag dan Tlimfosit.
Ada 3 tipe interferon
1. Interferon alfa
2. Interferon beta
3. Interferon gamma

Interferon alfa dan beta dibentuk oleh bermacammacam sel sebagai reaksi terhadap infeksi viral.
Fungsinya untuk mencegah infeksi lebih lanjut dengan
jalan menduduki reseptor-reseptor khas di membranmembran sel sehat, sehingga tidak dapat
dipenetrasi oleh virus.
IFN alfa digunakan antara lain pd hepatitis dan jenisjenis leukemia tertentu.
IFN beta khusus pada MS (multiple sclerosis).
Interferon gamma (dan limfokin-limfokin lain)
dibentuk oleh limfo-T dan berfungsi mengatur
proses-proses imun.
Khasiat antiviralnya lemah dibandingkan INF alfa dan
IFN beta.

Penyakit-penyakit yang disebabkan virus al


:
Selesma (pilek biasa), influenza, biang
keringat (rubella, rode hond), cacar air
Varicella (chickenpox), campak (morbili,
measles), cacar (variola), beguk
(parotitis, bof, mumps), Pfeiffer (kissing
disease) dan sinannaga (herpes zoster,
gordelroos), dengu radang hati
(hepatitis), penyakit lumpuh layu
(poliomyelitis), penyakit-penyakit kelamin
herpes dan hepatitis A/B, kanker cervix,
ebola, AIDS, DBD,

Upaya upaya pengendalian virus


1980 : WHO : virus cacar sudah
musnah di seluruh dunia.
1988 : WHO : eradikasi virus polio
membebaskan seluruh dunia dari
penyakit polio selambat-lambatnya
tahun 2005 dgn cara vaksinasi
secara besar-besaran.
2006 Mesir menyatakan bebas polio.

Virus-virus baru :
AIDS, Hepatitis, Ebola, Lassa, Hanta, SARS,
Slow virus ;
Penyakit yang sampai sekarang belum
diketahui penyebabnya, perkiraan
ditimbulkan infeksi oleh infeksi pada usia
muda sekali dengan suatu slow virus
yang tidak dikenal, misalnya : diabetes
tipe I, rematik (arthtritis rheumatica),
multiple sclerosis, keletihan kronis (M.E.,
Chronic Fatigue Syndrome) dan bentukbentuk kanker tertentu.

1. HIV dan AIDS


AIDS (Acquired Immune Deficiency
Syndrome) atau Sindroma Cacat
Kekebalan Dapatan, disebabkan oleh
virus HIV (Human Immunodeviciency
Virus).
1996 : terapi retroviral kuat, yaitu HAART
(Higly Active Antiretroviral Therapy),
yang terdiri atas kombinasi dari minimal
3 obat HIV, disebut juga triple therapy.

Tatalaksna Pemberian ARV


- Sebelum mulai terapi ARV (anti retro viral) perlu
dilakukan pemeriksaan jmlah CD4 (bila tersedia) dan
penentuan stadium klinis infeksi HIV nya.
Rekomendasi cara memulai terapi ARV pada ODHA
dewasa
a. Tdk tersedia pemeriksaan CD4
penentuan mulai terapi ARV adalah didasarkan pada
penilaian klinis
b. Tersedia pemeriksaan CD4
1. Mulai terapi ARV pd semua pasien dg jumlah
CD4<350 sel/mm3 tnp memandang stadium klinis
2. Terapi ARV dianjurkan pd semua pasien dgn TB
aktif, ibu hamil, dan koinfeksi Hepatitis B tanpa
memandang jumlah CD4

Obat-obat Antiretroviral (ARV)


Obat untuk terapi AIDS trdiri atas 2
kelompok
a. Analog nukleosida (NRTI) : abacavir,
didanosin (DDI), lamivudin (3TC),
Stavudin(D4T), zalcitabine (DDC)
dan Zidovudin (AZT)
b. Protease Inhibitor (PI) :
amprenavir(Agrenase), indinavir,
nelfinavir(Viracept), ritonavir, dan
saquinavir

Panduan terapi antiretroviral Triple


therapy
AZT + 3TC + NVP (zidovudine +
Lamivudine + Nevirapin) atau
AZT + 3TC + EFV (zidovudine +
lamivudine + efavirenz) atau
TDF + 3TC (atau FTC) + NVP (Tenofir
+ lamivudine (atau Emtricitabine) +
nevirapine) atau
TDF + 3TC (atau FTC) + EFV (Tenofir
+ lamivudine (atau Emtricitabine) +
efavirenz

Panduan Lini Pertama yang direkomendasikan pada orang dewasa yang belum
mendapat terapi ARV

Populasi Target

Dewasa dan anak

Perempuan hamil

Ko-Infeksi HIV/TB

Ko-Infeksi HIV/Hepatitis B
kronik aktif

Pilihan yang
direkomendasikan

Catatan

AZT atau TDF + 3TC (atau


FTC) +EFV atau NVP

Merupakan pilihan panduan yang


sesuai untuk sebagian besar
pasien. Gunakan FDC jika
tersedia

AZT + 3TC + EFV atau NVP

Tidak boleh menggunakan EFV pd


trimester pertama TDF bisa
merupakan pilihan

AZT atau TDF + 3TC (FTC) +


EFV

Mulai terapi ARV segera setelah


terapi TB dapat ditoleransi
(antara 2 minggu hingga 8
minggu). Gunakan NVP atau
tripel NRTI bila EFV tidak dapat
digunakan

TDF + 3TC (FTC) + EFV atau


NVP

Pertimbangkan pemeriksaan HbsAG


terutama bila TDF merupakan
panduan lini pertama. Diperlukan
penggunaan 2 ARV yang memiliki
aktivitas anti-HBV

Dosis Antiretroviral Untuk ODHA dewasa


Golongan / Nama Obat

Dosis

Nukleoside RTI
Abacavir (ABC)

300 mg setiap 12 jam

Lamivudine (3TC)

150 mg setiap 12 jam atau 300 mg sekali sehari

Stavudine(d4T)

40 mg setiap 12 jam (30 mg setiap 12 jam bila BB<60 kg)

Zidovudine (ZDV atau AZT)

300 mg setiap 12 jam

Nukleotide RTI
Tenovir (TDF)

300 mg sekali sehari, (catatan : interaksi obat ddI perlu mengurangi dosis
ddI), infus i.v 1-3 mg/kg sehari

Non-nucleoside RTIs
Efavirenz (EFV)

600 mg sekali sehari

Nevirapine (NVP) (Neviral)

200 mg sekali sehari selama 14 hari, kemudian 200 mg setiap 12 jam

Protease inhibitors
Lopinavir/ritonavir (LPV/r)

400 mg/100 mg setiap 12 jam, (533 mg/133 mg setiap 12 jam bila


dikombinasi dengan EFV atau NVP

ART Kombinasi
AZT-3TC (Duviral)

diberikan 2x sehari dengan interval 12 jam

2. Herpes
Infeksi akibat virus Herpes sulit sekali
disembuhkan. Sekali masuk ke dalam
tubuh , virus herpes praktis tidak dapat
dikeluarkan lagi.
Infeksi primer terjadi di kulit/mukosa,
umumnya pada usia di bawah 10 tahun.
Infeksi sekunder berdekatan dgn
tempat infeksi pertama.
Rangsangan dapat berbentuk masuk
angin, demam, haid, stress, penyinaran
X-ray, penyakit berat dll.

a. Herpes Simpleks Virus (HSV) ada 2 tipe


Tipe I dan Tipe II.
HSV-I menghinggapi terutama muka, mata,
mulut dan sekitarnya.
HSV-II kebanyakan di daerah kelamin.
Infeksi dengan adanya vesikel berkelompok di
atas kulit yang yg sembab dan eritomatosa
pada daerah mukokutan. Penularan melalui
kontak langsung dgn zat penyebab.
Infeksi primer HSV-I biasanya terjadi pd anak.
Infeksi primer HSV-II terjadi setelah kontak
seksual pada remaja dan dewasa,
menyebabkan vulvovaginitis akut dan atau
peradangan pada kulit batang penis.

Infeksi primer biasanya disertai dgn gejala


sistemik seperti demam, malaise, mialgia,
nyeri kepala, dan adenopati regional.
Infeksi HSV-II dapat juga mengenai bibir.
Pengobatan
1. Asiklovir dosis : 5 x 200 mg/hari atau
2. Valasiklovir dosis : 2 x 500 mg/ hari
selama 7-10 hari
Kortikosteroid tidak boleh diberikan, karena
sistem imun akan lebih tertekan dan
infeksi lebih pesat menyebar ke tempat
lain.

b. Herpes Zoster
Infeksi kulit dan mukosa yang disebabkan
oleh virus varisela zoster. Infeksi ini
merupakan reaktifasi virus yang terjadi
setelah infeksi primer.
Keluhan nyeri radikular dan gatal terjadi
sebelum erupsi. Keluhan dapat disertai
dengan gejala prodromal sistemik berupa
demam, pusing, dan malaise. Setelah itu
timbul gejala kulit kemerahan yang dalam
waktu singkat menjadi vesikel
berkelompok dengan dasar eritem dan
edema.

Pengobatan
Stadium fesikel : bedak salisil 2% atau bedak
kocok kalamin agar vesikel tidak pecah.
Apabila erosif, diberikan kompres terbuka, apabila
terjadi ulserasi, dapat dipertimbangkan
pemberian salep antibiotik.
Pengobatan anti virus dengan
1. Asikolovir dewasa: 5x800 mg/hari, anak-anak
4x20 mg/kgBB (dosis maks 800 mg) atau
2. Valasiklovir dewasa 3x1000mg/hari.
Pemberian obat tersebut selama 7-10 hari dan
efektif diberikan pada 24 jam pertama setelah
timbul lesi.

3. Virus Hepatitis
Hepatitis (radang hati) dapat ditimbulkan
oleh banyak sebab, tetapi paling sering
terjadi karena infeksi oleh suatu virus
hepatitis. Sebab-sebab lain hepatitis
adalah virus demam kuning dan
penyumbatan saluran empedu (antara lain
akibat batu empedu), zat-zat kimia atau
obat-obat tertentu, juga karena minum
terlalu banyak alkohol.
Sampai saat ini sudah dikenal 7 jenis virus
Hepatitis, yakni Virus Hepatitis A,B,C,D,E,F
dan G, Yang paling berbahaya Hepatitis B
dan C

a. Hepatitis A (HAV)
Penyakit infeksi akut di liver yang
disebabkan oleh hepatitis A virus (HAV),
sebuah virus RNA, yang ditularkan
melalui jalur tinja mulut dengan
makanan dan minuman yang tercemar.
Masa inkubasi rata-rata 28 hari (15-50
hari). Gejala utama kulit dan putih mata
menjadi kuning, karena zat warna
empedu (bilirubin) tidak diuraikan lagi
oleh hati dan dikeluarkan ke dalam
darah.

Pengobatan:
Disesuaiakan dengan gejala yang
dirasakan, antipretik bila demam
Ibuprofen 2x400 mg/hari. Apabila ada
keluhan GI :
1. Mual : antiemetik spt metoklopropamid
3x10 mg/hari atau Domperidon 3x10
mg/hari.
2. Perut perih dan kembung : H2 blocker
(Simetidin 3x200 mg/hari atau Ranitidin
2x 150 mg/hari ) atau proton pump
inhibitor (Omeprazol 1x20mg/hari

b. Hepatitis B (HBV)
Virus yang menyerang hati, masuk
melalui darah ataupun cairan tubuh
(mani, cairan vaginal) dari seseorang
yang terinfeksi seperti halnya HIV.
Potensi penularannya jauh lebih besar
dari pada AIDS. Infeksi bisa akut
dengan gejala berlangsung kurang dari
6 bulan, bila lebih dari 6 bulan hepatitis
kronis yang bisa menjadi sirosis hepatis
10% akan berkembang jadi kanker hati
(hepatoma).

Pengobatan
Pengobatan sesuai dgn gejala yang
dirasakan pasien, bila demam diberi
Antipiretik spt Parasetamol 500 mg 3-4x
sehari. Bila ada keluhan GI :
- Mual : anti emetik spt Metoklopropamid
3x10mg/hari atau Domperidon 3x10
mg/hari.
- Perut perih dan kembung : H2 blocker
(Simetidin 3x 200mg/hari atau Ranitidin
2X150 mg/hari) atau proton pump inhibitor
Omeprazol 1x20 mg/hari.
Penggunaan antiviral alfa-interferon i.m.
3xseminggu 5-9 MU, lamivudin (obat HIV)
dlm dosis tinggi efektif pula thd HBV

c. Hepatitis C (HCV)
Baru ditemukan th 1989. Infeksi dgn HCV
berlangsung lambat tanpa gejala. Penularan
melalui darah, cairan tubuh (mani dan
cairan vagina) sama dgn HIV tapi lebih
agresif, setetes kecil darah sudah cukup utk
mengakibatkan infeksi. Penyakit ini sering
menyerang pecandu narkoba, pekerja seks
dan orang-orang dgn kontak seksual
berganti-ganti.
Pengobatan dgn alfa-interferon 3 MU selama
3-12 bulan. Hanya efektif lebih kurang 60 %
dgn persentase kambuh tinggi, diatas 50%
Virus Hepatitis lainnya belum diteliti dg baik.

4. Virus Influenza
Influenza disebabkan oleh virus RNA yang dapat
hidup pada manusia,kuda,babi,ikan paus,
ayam, itik dan burung. Infeksi terjadi melalui
inhalasi dari tetesan liur (pada waktu bersin,
batuk, berbicara). Masa inkubasi 1-3 hari.
Gejala muncul setelah masa inkubasi berupa
demam sampai 400C, nyeri sendi dan otot
seluruh tubuh, sakit tenggorok dan kepala,
radang mukosa hidung dan batuk kering yang
dapat bertahan berminggu-minggu.
Pengobatan simptomatis dgn analgetik, obat
batuk, dekongestan.

Flu burung
Ditemukan di Hongkong 1997 disebabkan
oleh Virus Avian influenza tipe H5N1
yang berasal dari burung/unggas dan
dapat ditularkan ke manusia. Di
Indonesia ditemukan tahun 2003. Tahun
2007 di seluruh Indonesia tercatat 79
terinfeksi dan 61 org meninggal
Pengobatan : istirahat bedrest, analgetik,
Vit C, Seng, Amantadin dan penghambat
neuraminidase.

Vitamin C dosis tinggi sehari 3-4x 1000mg


Seng glukonat dlm bentuk tablet hisap dgn 13,3
mg Zn (k.l 92,5 mg Zn-glukonat) digunakan
sedini mungkin pd awal infeksi 5-6 x sehari dpt
mempersingkat masa sakit rata2 dari 7,6
menjadi 4,4 hari (MK:blokade dari tempattempat di permukaan virus)
- Virustatika utk meringankan gejala penyakit.
* Amantadin selama 10 hari
* Oseltamivir dan Zanamivir (Neuraminidase
1998) efektif utk mencegah dan menangani
influenza. Zanamavir inhalasi 1-2 dd 10 mg.
Antibiotik hanya utk orang beresiko daya tangkis
lemah spt bronchitis kronis, jantung atau ginjal.
Karena mudah dihinggapi infeksi bakteri
sekunder.

5. Virus-virus Lain
a. Virus Dengue
Disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti,
masa inkubasi 5-8 hari.
Gejala : demam menggigil sampai 40 0C, nyeri
sendi dan otot yang hebat, terutama di
tungkai, sakit kepala berat, nyeri otot
persendian, dan timbulnya bintik-bintik
merah (petechiae) yang khas di muka, kaki
dan tubuh. Setelah 2-4 hari demam
mendadak hilang untuk kemudian
(sesudah 24 jam) kambuh lagi. Setelah 3-6
hari lagi ruam dan demam lenyap sama
sekali.

Pengobatan
Hanya terapi penunjang infus dengan
larutan garam, pemberian zat asam,
istirahat dan parasetamol untuk turun
panas. Bila terjadi perdarahan serius dpt
dipertimbangkan transfusi darah.
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Virus mengganas pada hari ke 2 sampai
ke 5, disamping demam juga terjadi
hipotensi, shock dan perdarahan dari
kulit, hidung dan telinga yang tanpa
perawatan akan fatal dlm 50 dari kasus .

b. Virus Ebola
Virus RNA, carriernya diduga kelelawar.
Infeksi terjadi melalui kontak langsung
dengan darah atau dengan cairan tubuh
lain (liur, kemih, feces, mani).
Gejala : nyeri kepala, muka dan mata
bengkak, ruam kulit, demam dan diare.
Gejala ini disusul oleh perdarahan hebat
dari seluruh liang tubuh dan organ dalam,
karena darah tidak membeku lagi. Fatal
dalam beberapa hari, dalam waktu 10 hari
bisa meninggal. Sampai saat ini belum ada
obat thd virus tsb.

c. Human Papilloma Virus (HPV)


Virus ini mengakibatkan timbulnya kutil-kutil
(veruca,wart) di kulit dan di daerah anogenital
dengan jalan poliferasi sel-sel epitelnya.
HPV juga menyebabkan kanker leher rahim(cervix),
dengan angka kematian diatas 40 %
Pengobatan
Kutil di tangan dan kaki sering sembuh spontan,
kasus serius pembakaran dgn listrik
(electrocautery) atau pembedahan setelah
pembekuan dgn kloretil. Juga bisa digunakan
keratolitik (larutan asam salisilat + asam laktat
aa 17 % dalam collodium, salep salisilat 40 %).
Atau dikompres dgn formaldehid 2-5%.

d. Virus SARS
SARS adalah suatu penyakit saluran napas yang
disebabkan oleh coronavirus yang dinamakan
SARS-associated coronavirus atau SARS-CoV.
Gejala : demam tinggi melebihi 380C, batuk tidak
produktif, myalgia (sakit otot), dyspnoe (sesak
napas), sakit kepala, diare.
Pengobatan
Ribavirin suatu vaksin telah dikembangkan dari
virus influenza yang diperlemah, dimana
ditambahkan satu gen dari virus SARS. Vaksin ini
hanya efektif pada anak-anak, tdk pd orang
dewasa.

Obat-Obat AntiRetroViral
1. Indinavir
Obat baru 1995 untuk HIV tipe-1, tipe-2
kurang efektif.
Dosis: 3 dd 800 mg 1 jam a.c, bila
dikombinasi dgn didanosin perlu
diminum dgn interval 1 jam
* Ritonavir (Norvir) dgn khasiat PI yang
sama, tetapi kerja lebih panjang t 35 jam. dosis 2 dd 600 mg
* Saquinavir (invirase) daya kerja dan sifa
sama, t 13 jam. Dosis : 3 dd 600 mg
p.c.

2. Didanosin (dideoksiinosin DDI, Videx)


Khasiat lebih lemah drpd AZT, t 1,5
jam, ekskresi melalui urin. Praktis tdk
menekan sumsum tulang. Dosis oral 2
dd 125-200 mg a.c. Tablet kunyah, krn
DDI terurai dlm lingkungan asam.

TERIMA KASIH