Vous êtes sur la page 1sur 14

Antioksidan

Definisi antioksidan
Antioksidan bekerja dengan mendonorkan
satu elektronnya pada senyawa yang bersifat
oksidan sehingga aktivitas senyawa oksidan
dapat dihambat.
Keseimbangan oksidan dan antioksidan
sangat penting karena berkaitan dengan
fungsi sistem imunitas tubuh untuk
menjaga integritas dan fungsi membran lipid,
protein sel, dan asam nukleat, serta
mengontrol transduksi signal dan ekspresi gen
dalam sel imun

Jenis antioksidan
Berdasarkan sumber perolehannya terdapat 2
macam :
1. Antioksidan alami merupakan antioksidan hasil ekstraksi
bahan alami
2. Antioksidan buatan (sintetik) merupakan antioksidan yang
diperoleh dari hasil sintesa reaksi kimia.

Berdasarkan mekanisme, antioksidan ada 2 macam :


1. Antioksidan primer (antioksidan pemutus rantai reaksi
oksidasi) antioksidan yang dapat bereaksi dengan radikal
lipid dan mengubahnya menjadi produk yang stabil.
2. Antioksidan sekunder (antioksigen pencegah)
antioksidan yang dapat mengurangi kecepatan dari
rangkaian reaksi pada tahap inisiasi dari reaksi oksidasi

Antioksidan alami lebih tinggi tingkat


pemanfaatannya oleh tubuh dibanding dengan
antioksidan buatan/sintesis
Konsumsi antioksidan tunggal dosis tinggi
meningkatkan radikal bebas dalam tubuh. Makin
beragam jenis antioksidan makin tinggi
efektivitasnya
Antioksidan enzimatik tidak efektif dikonsumsi
karena rusak oleh asam lamung dan sulit diserap
dinding usus karena berat molekulnya tinggi

Faktor yang mempengaruhi


aktivitas antioksidan
1. Faktor fisik : Tekanan oksigen yang tinggi, luas kontak dengan
oksigen, pemanasan ataupun radiasi peningkatan terjadinya
rantai inisiasi dan propagasi dari reaksi oksidasi dan menurunkan
aktivitas antioksidan yang ditambahkan dalam bahan.
2. Faktor substrat : Sifat antioksidan dalam lipida atau dalam
pangan merupakan sistem yang dependent. Tingkat inisiasi dan
propagasi merupakan fungsi dari tipe dan tingkat lipida tidak
jenuh dan secara signifikan mempengaruhi aktivitas antioksidan.
3. Faktor fisikokimia : Dalam bahan pangan dan sistem biologi,
sifat hidrofobik dan hidrofilik senyawa antioksidan sangat
mempengaruhi efektifitas antioksidatifnya. Semakin polar
antioksidan maka akan lebih aktif dalam lipida murni, sedangkan
antioksidan non polar lebih efektif dalam substrat yang polar
seperti emulsi (Pokorny et al. 2001).

Radikal bebas

Sumber radikal bebas


Produksi radikal bebas yang tinggi dapat
terjadi oleh berbagai faktor misalnya: sinar
ultra violet (terdapat dalam sinar matahari),
kontamina dalam makanan (zat warna textile
yang dipergunakan untuk mewarnai
makanan), polusi udara (pencemaran udara
oleh asap pabrik dan kendaraan bermotor),
asap rokok, insektisida (dalam pertanian dan
rumah tangga) dan olahraga berat, serta
berbagai bentuk stresspsikis.

Produksi radikal bebas akibat


latihan fisik
Radikal bebas dapat terbentuk selama dan
setelah latihan oleh otot yang berkontraksi serta
jaringan yang mengalami iskemik reperfusi.
Pembentukan radikal bebas terutama dihasilkan
oleh otot rangka yang berkontraksi.
Selama melakukan latihan fisik yang max,
konsumsi oksigen tubuh meningkat dengan
cepat. Penggunaan oksigen oleh otot selama
latihan fisik max dapat meningkat sekitar 100200x dibandingkan saat istirahat

Saat fosforilasi oksidatif di dalam mitokondria, oksigen


direduksi oleh sistem transport elektron mitokondria
untuk membentuk ATP dan H2O. Selama proses ini,
sekitar 2% molekul oksigen dapat berikatan dgn
elektron tunggal yang bocor dari carrier elektron pada
rantai pernapasan membentuk radikal superoksida
(O2).
Radikal superoksida yang terbentuk ini akan
membentuk hidrogen peroksida (H2O2) dan hidroksil
reaktif (OH) dengan cara berinteraksi dengan logam
transisi reaktif seperti tembaga dan besi.

Proses pembentukan radikal bebas


dalam tubuh
1. Melalui pernafasan
Saat kita melakukan pernafasan akan masuk oksigen
(O2) yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk proses
pembakaran gula menjadi CO2, H2O, dan energi.
Dalam hal ini O2 sangat berperan.
Dengan bernafas atau oksigen yang berlebihan saat
olahraga terjadi reaksi yang kompleks dalam tubuh
dan menghasilkan produk-produk sampingan berupa
radikal bebas, yaitu radikal oksigen singlet, radikal
peroksida lipid, radikal hidroksil, radikal superoksida.
Semua radikal bebas oksigen ini sangat cepat
merusak jaringan- jaringan sel.

Proses pembentukan radikal bebas


dalam tubuh
2. Lingkungan tidak sehat

Pembakaran yang tidak sempurna misalnya


asap rokok yang tidak menghasilkan CO2
tetapi CO, demikian juga asap dari
kendaran bermotor merupakan radikal
bebas yang berbahaya sekali bagi paruparu.
Di samping itu juga dari asupan makanan
yang mengandung logam-logam berat
memungkinkan terbentuknya radikal bebas
akibat oksidasi dari luar. Beberapa macam
radikal bebas antara lain superoksida (O2-),
hidrogen peroksida (H2O2), hidroxyl radical

Proses pembentukan radikal bebas


dalam tubuh
3.Makanan berlemak
Lemak sangat bermanfaat bagi tubuh kita tetapi konsumsi
lemak yang berlebihan khususnya konsumsi lemak
polyunsaturated dan lemak hydrogenasi sangat berpotensi
menghasilkan radikal bebas.
Lemak polysaturated, lemak ini disebut juga lemak tidak
jenuh artinya lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada
atom C-nya. Adanya ikatan rangkap tersebut mudah sekali
dioksidasi atau terserang peroksidasi lipid membentuk
radikal peroksida lipid. Makanan yang banyak mengandung
lemak polyunsaturated antara lain mayones dan saos salad
akan mudah sekali terserang radikal bebas.

Proses pembentukan radikal bebas


dalam tubuh
3. Makanan berlemak
Lemak hidrogenasi, adalah lemak yang
ikatan rangkap tak jenuhnya telah
disubtitusi dengan hidrogen, lemak ini
disebut margarin atau mentega tiruan.
Lemak hidrogenasi sangat berbahaya karena
dapat mengubah kemampuan serap selaput
sel sehingga mengakibatkan fungsi selaput
sel sebagai pelindung menjadi tidak berarti.