Vous êtes sur la page 1sur 26

Buku yang dipakai sebagai referensi adalah karangan

dari :
Evans, Anthony M. 1997. An Introduction to Economic
Geology and Its Environmental Impact. Blackwell
Science Ltd, London, USA, and Australia, 364 h.
Pirajno, Franco. 2009. Hydrothermal Processes and
Mineral Systems. Springer, Geological Survey of
Western Australia, 1250 h.
Geologi Sumberdaya Mineral

1/26

Menurut

Evans

(1997,

h.

57-74),

secara

sederhana genesis suatu deposit mineral dapat


dibagi menjadi 2 kelompok utama, yaitu :
1.Kejadian yang disebabkan oleh proses-proses
internal (origin due to internal processes), dan
2.Kejadian yang disebabkan oleh proses-proses di
permukaan (origin due to surface processes).
Geologi Sumberdaya Mineral

2/26

Dalam kejadian yang disebabkan oleh prosesproses internal, terdiri dari 5 proses, yaitu :
1. Kristalisasi magmatik (magmatic crystellization),
2. Segregasi magmatik (magmatic segregation),
3. Hidrotermal (hydrothermal),
4. Sekresi lateral (lateral secretion), dan
5. Metamorfik (metamorphic).
Geologi Sumberdaya Mineral

3/26

Pada kejadian yang disebabkan oleh prosesproses di permukaan, terdiri juga atas 5 proses,
yaitu :
1. Akumulasi mekanik (mechanical accumulation),
2. Presipitasi
sedimenteri
(sedimentary
precipitation),
3. Proses-proses residual (residual processes),
4. Sekunder
atau
supergen
(secondary
or
supergene), dan
5. Semburan volkanik (volcanic exhalative =
sedimen-tary exhalative).
Geologi Sumberdaya Mineral

4/26

1.1 Kejadian Yang Disebabkan Oleh Proses-Proses


Internal
1.1.1

Kristalisasi

magmatik

(magmatic

crystallization)
Proses ini akan menghasilkan batuan plutonik dan
volkanik, seperti granit dan basalt. Kedua batuan ini
sangat bermanfaat, baik berupa keseluruhan batuan,
maupun sebagai suatu deposit mineral.
Geologi Sumberdaya Mineral

5/26

Tipe-tipe deposit yang khas adalah :


1. Kimberlit

dan

lamproit

(kimberlites

and

lamproites),
2. Karbonatit (carbonatites), dan
3. Pegmatit (pegmatites).
Mineral penting dalam deposit kimberlit dan
lamproit adalah intan (C), namun tidak semua
kimberlit dan lamproit mengandung intan.
Geologi Sumberdaya Mineral

6/26

Beberapa

negara

penghasil

intan

adalah

Australia, Zaire, Botswana, Federasi Rusia (RF =


Russian Federation), dan Republik Afrika Selatan
(RSA = Republic of South African).

Geologi Sumberdaya Mineral

7/26

Dari suatu deposit karbonatit akan dijumpai


mineral apatit [Ca5(F,Cl)(PO4)3] fosfor (P) ;
magnetit

(Fe3O4)

logam

Fe

pirokhlor

(pyrochlore, NaCaNb2O6F) Nb ; zirkon (ZrSiO4)


Zr ; dan elemen-elemen tanah jarang (REE =
rare

earth

elements),

seperti

monasit

[(Ce,La,Y,Th)PO4] Ce, La, Y, dan Th, serta


bastnsit [bastnsite (Ce,La)(CO3)F] Ce dan La.
Geologi Sumberdaya Mineral

8/26

Mineral ekonomi lain adalah fluorit (CaF2), barit


(BaSO4), dan strontianit (SrCO3).
Satu-satunya

deposit

menghasilkan
khalkopirit

Cu

[dari

(CuFeS2)],

karbonatit
sulfida

terdapat

yang

tembaga
di

Palabora,

Republik Afrika Selatan.


Selain

itu,

deposit

karbonatit

bisa

menjadi

sumber kapur (CaO).


Geologi Sumberdaya Mineral

9/26

Beberapa

contoh

deposit

karbonatit

yang

menghasil-kan mineral-mineral penting, adalah :

The Mountain Pass occurences, California, yang


memproduksi

bastnsit

dan

parisit

[parisite

(Ce,La)2Ca(CO3)3F2] ;

The Kola Peninsula-Northern Karelia Alkaline Province apatit, bijih magnetit, dan vermikulit.
Geologi Sumberdaya Mineral

10/26

Kompleks

batuan

beku

Palabora

(The

Palabora Igneous Complex) sulfida tembaga


(khalkopirit),

kubanit

[cubanite

(rumus

kimia ?)], magnetit, baddeleyit (baddeleyite,


ZrO2), apatit, emas, perak, uranium, sulfat
nikel,

dan

vermikulit

Mg3Si4O10(OH)2.xH2O]

hasil

[vermiculite,
pelapukan

flogopit [phlogopite, KMg3(AlSi3O10)(OH)2] ;


Geologi Sumberdaya Mineral

11/26

Dalam pegmatit, mineral yang penting adalah :


feldspar,

mika,

beril

[KLi2Al(Si4O10)(OH)2],

(Be3Al2Si6O18),
spodumen

lepidolit

(LiAlSi2O6),

petalit (petalite, LiAlSi4O10), polusit (pollucite,


CsSi2AlO6),

eukriptit

(eucryptite,

LiSiAlO4),

ambligonit [amblygo-nite, (Li,Na)Al(PO4)(F,OH)],


dan kuarsa.
Geologi Sumberdaya Mineral

12/26

Selain itu terdapat juga kasiterit (SnO2), tantalit


[tanta-lite,

(Fe,Mn)(Ta,Nb)2O6],

dan

mikrolit

(O,OH,F)].

Mineral-

[microlite,

(Na,Ca)2Ta2O6

mineral

elemen-elemen

litofil

(lithophile)

jarang, seperti Be, Li, Sn, W, Rb, Cs, Nb, Ta, dan
REE.

Geologi Sumberdaya Mineral

13/26

Di

samping

mineral-mineral

pegmatit

dan

granit

dijumpai

uranium

di

pegmatitik,

(U),

yang

atas,

dalam

dapat

berupa

pula

mineral

uraninit (UO2) dan mineral uranium sekunder,


yaitu autunit [autunite, Ca(UO2)2(PO4)2.10-12H2O].
Pegmatit

yang

seperti

ini

disebut

pegmatit

uraniferus (uraniferous peg-matites), seperti yang


terdapat di daerah Rssing, Namibia.
Geologi Sumberdaya Mineral

14/26

1.2.2 Segregasi magmatik (magmatic segregation)


Istilah deposit segregasi magmatik atau deposit ortomagmatik (orthomagmatic deposit), untuk deposit
bijih yang mengkristal langsung dari suatu magma.
Deposit

ini

terbentuk

oleh

kristalisasi

fraksional

(fractio-nal crystallization) umumnya dijumpai pada


batuan pluton ; dan yang terbentuk oleh liquasi
(liquation) berasosiasi dengan batuan plutonik, atau
volkanik.
Geologi Sumberdaya Mineral

15/26

Deposit

ini

dapat tersusun

oleh

perlapisan

khromit (FeCr2O4) yang terdapat di dalam massa


batuan.
Khromit adalah mineral logam Cr, dijumpai
dalam batuan ultrabasa sebagai perlapisan yang
berulang-ulang, dan terbentuk melalui proses
kristalisasi fraksio-nal ;
Geologi Sumberdaya Mineral

16/26

Dalam batuan anortosit, atau gabro anortositik,


akan

dijumpai

konsentrasi

perlapisan

ilmenit

(FeTiO3). Ilmenit adalah mineral logam Ti.


Dapat disimpulkan bahwa dalam batuan basa dan
ultra-basa, akan dapat ditemukan suatu deposit
orto-magmatik khromium, platina, titanium, serta
besi dan vanadium, yang merupakan hasil proses
kristalisasi fraksional dalam magma.
Geologi Sumberdaya Mineral

17/26

Khromium

(Cr)

dari

khromit

platina

dari

mineral-mine-ral metal kelompok platina [platina


group metal (PGM)] seperti Pt, Pa (paladium),
Rh (rhodium), Ir (iridium), Ry (?), dan Os
(osmium), yang sering terdapat ber-sama-sama
platina ; titanium dari ilmenit ; serta besi dan
vanadium

dari

magnetit

yang

mengandung

vanadium (magnetite vanadiferous).


Geologi Sumberdaya Mineral

18/26

Selain itu, dalam batuan tsb di atas, dapat pula dijumpai

deposit

ortomagmatik

tembaga-nikel-besi

(-

platinoid) yang merupakan hasil proses liquasi


magma. Mineraloginya sederhana, yaitu tersusun oleh
pirotit (pyrrhotite, Fe1-xS), pentlandit [pentlandite,
(Fe,Ni)9S8], khalkopirit (CuFeS2), dan magnetit.
Perlu diketahui bahwa semua deposit sulfida nikel tsb,
berasosiasi dengan batuan beku basa, atau ultrabasa.
Geologi Sumberdaya Mineral

19/26

Pirajno (2009, h. xxiii) menyatakan bahwa pada


da-sarnya suatu deposit bijih dapat terbentuk melalui
satu atau lebih dari tiga proses fundamental berikut ini,
yaitu :
1.Magmatik.
2.Hidrotermal, dan
3.Mekanis dan residu.
Setiap proses dapat dibagi lagi menjadi beberapa
bagian seperti berikut :
Geologi Sumberdaya Mineral

20/26

Magmatic
Intrusi berlapis (layered intrusions)
Intrusi zona Alaskan (Alaskan zoned intrusions)
Lava mafik (mafic lavas)
Kompleks retas-lempeng (sill complexes)
Retas (dyke)
Pegmatit
Geologi Sumberdaya Mineral

21/26

Magmatic-hydrothermal
Porfiri
Epitermal
Skarn
Berkaitan dengan intrusi (intrusion-related)
VMS

(Volcanogenic

massive

sulphides),

tipe

Kuroko dan Besshi


Geologi Sumberdaya Mineral

22/26

Magmatic-hydrothermal (lanjutan)
Cerobong asap pada pusat pemekaran dasarsamudra (spreading centres sea-floor smokers) ;
tipe Cyprus
Kompleks alkalin, greisen, pegmatit
Iron

Oxide

Copper

Gold

Uranium

dan

REE

(IOCG) ; mode Bendungan Olimpik (Olympic Dam


style)
Geologi Sumberdaya Mineral

23/26

Sedimentary-hydrothermal
Sedimentary exhalative (SEDEX)
Copperbelt and Kupperschiefer types
Metalliferous sediments ; Red Sea brines
Mississippi valley type (MVT)
Iron formations [pita-pita (banded) IF, deraian
(gra-nular) IF] dan oksida Mn
Geologi Sumberdaya Mineral

24/26

Amagmatic atau uncertain origin


Orogenic lodes
Black shales
Carlin type
Associated with high-heat producing granites
Meteorite impact structures

Geologi Sumberdaya Mineral

25/26

Mekanis/Residu/Pelapukan
Deposit letakan (placer deposit)
Laterit

Geologi Sumberdaya Mineral

26/26