Vous êtes sur la page 1sur 22

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 DEFINISI
Kelas Ibu Hamil adalah kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur
kehamilan antara 20 minggu s/d 36 minggu (menjelang persalinan) dengan jumlah
peserta maksimal 10 orang. Di kelas ini ibu-ibu hamil akan belajar bersama, diskusi
dan tukar pengalaman tentang kesehatan Ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh dan
sistimatis serta dapat dilaksanakan secara terjadwal dan berkesinambungan. Kelas ibu
hamil difasilitasi oleh bidan/tenaga kesehatan dengan menggunakan paket Kelas Ibu
Hamil yaitu Buku KIA, Flip chart (lembar balik), Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu
Hamil, Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil dan Buku senam Ibu Hamil.
Kelas Ibu Hamil adalah sarana untuk belajar tentang kesehatan bagi ibu hamil
dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan,
persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi, mitos, penyakit menular dan akte
kelahiran.
2.2 SASARAN
Peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehamilan 20 s/d 36
minggu, karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, diharapkan tidak
terjadi keguguran, efektif untuk melakukan senam hamil. Jumlah peserta kelas ibu
hamil maksimal sebanyak 10 orang setiap kelas.
Suami/keluarga ikut serta minimal 1 kali pertemuan sehingga dapat mengikuti
berbagai materi yang penting, misalnya materi tentang persiapan persalinan atau
materi yang lainnya.
2.3 KEUNTUNGAN

Materi diberikan secara menyeluruh dan terencana.


Penyampaian materi lebih komprehensif.
Dapat mendatangkan tenaga ahli untuk memberikan penjelasan mengenai

topik tertentu.
Waktu pemberian materi menjadi efektif karena pola penyajian materi
terstruktur dengan baik.

Ada interaksi antara petugas kesehatan dengan ibu hamil pada saat

pembahasan materi dilaksanakan.


Dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan.
Dilakukan evaluasi terhadap petugas kesehatan dan ibu hamil dalam
memberikan penyajian materi sehingga dapat meningkatkan kualitas sistim
pembelajaran.

2.4 HASIL YANG DIHARAPKAN

Adanya interaksi dan berbagi pengalaman antar peserta (ibu hamil dengan ibu
hamil) dan ibu hamil dengan bidan/tenaga kesehatan tentang kehamilan,
perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan,
persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi, mitos/kepercayaan/adat istiadat

setempat, penyakit menular dan akte kelahiran.


Meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami
tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan,
perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi, mitos/
kepercayaan/ adat istiadat setempat, penyakit menular dan akte kelahiran.

BAB III
METODE KEGIATAN

2.1. STRATEGI PADA PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL


Pelaksanaan kelas ibu hamil bagi Puskesmas Batu Aji merupakan kegiatan
yang diharapkan mampu menjadi program andalan bagi Puskesmas Batu Aji dalam
meningkatkan derajat kesehatan bagi ibu dan anak.
Persiapan yang dilakukan dalam pembukaan kelas ibu hamil diantaranya
sebagai berikut :
1. Melakukan identifikasi/mendaftar semua ibu hamil yang ada di wilayah kerja.
Ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa jumlah ibu hamil dan umur
kehamilannya sehingga dapat menentukan jumlah peserta setiap kelas ibu
hamil dan berapa kelas yang akan dikembangkan dalam kurun waktu tertentu
misalnya, selama satu tahun. Pada pelaksanaan kelas ibu hamil ini ditargetkan
dapat menjaring maksimal 10 orang ibu hamil dalam satu kelas.
2. Mempersiapkan tempat dan sarana pelaksanaan kelas ibu hamil, misalnya
tempat di Puskesmas atau Polindes, Kantor Desa/Balai Pertemuan, Posyandu
atau di rumah salah seorang warga masyarakat. Sarana belajar menggunakan,
tikar/karpet, bantal dan lain-lain jika tersedia. Untuk pelaksanaan akan
dilakukan di salah satu posyandu di wilayah kerja puskesmas Batu Aji
3. Mempersiapkan materi, alat bantu penyuluhan dan jadwal pelaksanaan kelas
ibu hamil serta mempelajari materi yang akan disampaikan.
4. Persiapan peserta kelas ibu hamil, mengundang ibu hamil umur kehamilan
antara 20 sampai 32 minggu.
5. Siapkan tim pelaksana kelas ibu hamil yaitu siapa saja fasilitatornya dan nara
sumber jika diperlukan. Pada pelaksanaan kali ini dilakukan kerjasama antara
dokter internship dan pemegang Program KB dan KIA Puskesmas Batu Aji
2.2. KELOMPOK SASARAN
Peserta kelas ibu hamil merupakan ibu hamil pada umur kehamilan 20 sampai
32 minggu, karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat dan kecil
kemungkinan terjadi keguguran, sehingga efektif untuk melakukan senam hamil
sebanyak 4 kali pertemuan. Jumlah peserta kelas ibu hamil maksimal sebanyak 10
orang setiap kelas. Suami/keluarga ikut serta minimal 1 kali pertemuan sehingga
dapat mengikuti berbagai meteri yang penting, misalnya materi tentang persiapa
persalinan atau materi yang lain nya.
2.3 FASILITATOR DAN NARASUMBER

Fasilitator kelas ibu hamil adalah bidan atau petugas kesehatan yang telah
mendapat pelatihan fasilitator kelas ibu hamil (atau melalui on the job training) dan
setelah itu diperbolehkan untuk melaksanakan fasilitasi kelas ibu hamil. Dalam
pelaksanaan kelas ibu hamil fasilitator dapat meminta bantuan nara sumber untuk
menyampaikan materi bidang tertentu. Nara sumber adalah tenaga kesehatan yang
mempunyai keahlian dibidang tertentu untuk mendukung kelas ibu hamil.
2.4 SARANA DAN PRASARANA
Ruang belajar untuk kapasitas 10 orang peserta kira-kira ukuran 4 m x 5 m,

dengan ventilasi dan pencahayaan yang cukup


Alat tulis menulis (papan tulis, kertas, spidol, bolpoin) jika ada
Buku KIA
Lembar Balik kelas ibu hamil
Buku pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil
Buku pegangan fasilitator
Alat peraga (KB kit, food model, boneka, metode kangguru, dll) jika ada
Tikar/karpet (matras)
Bantal, kursi(jika ada)
Buku senam hamil/CD senam hamil(jika ada)

Idealnya kelengkapan sarana dan prasarana seperti tersebut diatas, namun apabila
tidak ada ruangan khusus, dimanapun tempatnya bisa dilaksanakan sesuai
kesepakatan antara ibu hamil dan fasilitator. Sedangkan kegiatan lainnya seperti
senam hamil hanya merupakan materi tambahan bukan yang utama.
2.5. ISI KEGIATAN
Pada pelaksanaan kelas ibu hamil akan dibagi dalam empat pertemuan. Setiap
pertemuan akan membahas materi-materi yang berbeda, dan jadwal pertemuan
disesuaikan dengan kesepakatan bersama antar peserta. Setiap akhir dari pertemuan
akan dilakukan senam ibu hamil.
Kelas ibu hamil dilaksanakan dengan menggunakan prinsip Belajar Orang
Dewasa (BOD). Pada pertemuan pertama diberikan penjelasan umum mengenai ibu
hamil, serta perkenalan peserta. Adapun beberapa materi yang disampaikan dalam
pertemuan pertama diantaranya mengenai apa itu kehamilan, perubahan tubuh ibu
selama kehamilan, serta keluhan umum pada saat hamil dan cara mengatasinya, apa
saja yang perlu dilakukan ibu hamil, pengaturan gizi pada ibu hamil termasuk
pemberian tablet penambah darah untuk penanggulangan penyakit anemia, selain itu
juga pada pertemuan ini juga membahas mengenai perawatan kehamilan, kesiapan

psikologis menghadapi kehamilan, hubungan suami istri selama kehamilan, obat yang
boleh dan yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, tanda-tanda bahaya
kehamilan, serta perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi.
Pada pertemuan kedua diberikan penjelasan mengenai persalinan, tanda-tanda
persalinan, tanda bahaya pada persalinan, proses persalinan, serta inisiasi menyusui
dini, kemudian diberikan juga materi mengenai perawatan nifas, bagaimana agar ibu
dapat memberikan ASI eksklusif, bagaimana menjaga kesehatan ibu nifas, tandatanda bahaya dan penyakit ibu nifas, serta KB pasca persalinan.
Pada pertemuan ketiga diberikan penjelasan mengenai perawatan bayi, mitosmitos yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, informasi dasar mengenai
pencegahan penyakit menular yaitu demam berdarah.
Pada pertemuan keempat diberikan penjelasan mengenai infeksi menular
seksual, pencegahan dan pengobatan malaria, kegiatan fisik yang boleh dilakukan
pada ibu hamil, serta informasi tentang akte lahir
2.6. METODE DAN MEDIA PENYULUHAN
Penyuluhan dilakukan dengan metode dua arah seputar materi-materi di atas,
yang diikuti dengan pelatihan senam ibu hamil pada akhir setiap sesi. Media
penyuluhan yang digunakan berupa flipchart.
2.5. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Kelas 1
Tempat :

Posyandu Taman Lestari, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji

Waktu :

Untuk pertemuan pertama diadakan tanggal 11 Agustus 2014 mulai pukul


09.00-11.00 WIB.
Untuk pertemuan kedua diadakan tanggal 18 Agustus 2014 mulai pukul
09.00-11.00 WIB
Untuk pertemuan ketiga diadakan tanggal 25 Agustus 2014 mulai pukul
9.00- 11.30 WIB
Untuk pertemuan keempat diadakan tanggal 1 September 2014 mulai
pukul 9.00.00-11.30 WIB

Kelas 2

Tempat :

Posyandu Wijaya Kusuma, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu


Aji

Waktu :

Untuk pertemuan pertama diadakan tanggal 7 Agustus 2014 mulai pukul


09.00-11.00 WIB
Untuk pertemuan kedua diadakan tanggal 14 Agustus 2014 mulai pukul
09.00-11.30 WIB
Untuk pertemuan ketiga diadakan tanggal 21 September 2014 mulai
pukul 9.30.00-12.00 WIB
Untuk pertemuan keempat diadakan tanggal 28 September 2014 mulai
pukul 9.00.00-11.00 WIB

Kelas 3
Tempat :

Posyandu Bunga Teratai Pluto, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan


Batu Aji

Waktu :

Untuk pertemuan pertama diadakan tanggal 9 Agustus 2014 mulai pukul


09.00-11.00 WIB
Untuk pertemuan kedua diadakan tanggal 16 Agustus 2014 mulai pukul
09.00-11.30 WIB
Untuk pertemuan ketiga diadakan tanggal 23 Agustus 2014 mulai pukul
9.00.00-11.30 WIB
Untuk pertemuan keempat diadakan tanggal 30 Agustus 2014 mulai pukul
9.00.00-11.30 WIB

Kelas 4
Tempat :

Posyandu Pasir Putih, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji

Waktu :

Untuk pertemuan pertama diadakan tanggal 8 Agustus 2014 mulai pukul


09.00-11.00 WIB
Untuk pertemuan kedua diadakan tanggal 15 Agustus 2014 mulai pukul
09.00-11.30 WIB
Untuk pertemuan ketiga diadakan tanggal 22 Agustus 2014 mulai pukul
9.00.00-11.30 WIB

Untuk pertemuan keempat diadakan tanggal 29 Agustus 2014 mulai pukul


9.00.00-11.30 WIB
2.6. RENCANA EVALUASI
Evaluasi dilakukan untuk melihat keluaran dan dampak pelaksanaan kelas ibu
hamil berdasarkan indikator. Hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan sebagai bahan
pembelajaran untuk perbaikan dan pengembangan kelas ibu hamil berikutnya.
Rencana evaluasi kegiatan dilakukan berdasarkan indikator keberhasilan berikut ini:
1.

Input :
a. Man

: Dokter internship, serta bidan pada Puskesmas Batu AJi yang sudah

menguasai materi yang akan diberikan dalam kelas ibu hamil.


b. Minute : Acara berlangsung dan berakhir tepat pada waktunya.
c. Market : Dapat menjaring peserta dengan jumlah minimal 7 orang dan
maksimal 10 orang.
d. Material : Persiapan yang dilakukan dan selesai 30 menit sebelum acara
dimulai.
e. Money : Dana yang dikeluarkan untuk pelaksanaan penyuluhan maksimal
Rp 150.000,00
f. Method : Tersedianya flipchart sebagai metode penyuluhan

2.

Proses :
a. Kehadiran peserta
Indikator: peserta yang hadir sesuai dengan yang sudah didata sebelumnya
untuk mengikuti penyuluhan (kehadiran 100%)
b. Antusiasme dalam kegiatan
Indikator: keaktifan dalam bertanya, serta berdiskusi, atensi dalam
mendengarkan ceramah/penyuluhan.

3.

Output :
Peningkatan pengetahuan peserta mengenai materi yang diberikan dibuktikan
dengan peningkatan nilai post test apabila dibandingkan dengan pre test.

BAB 4
HASIL KEGIATAN
4.1. Profil Komunitas Umum
Secara umum, masyarakat dengan jumlah 107.975 jiwa terdapat dalam
wilayah kerja Batu Aji, yang tersebar dalam 4 kelurahan. 43.943 jiwa dari kelurahan
Buliang, 16.356 jiwa dari kelurahan Bukit Tempayan, 27.880 jiwa dari kelurahan
Kibing, 19.796 dari kelurahan Tanjung Uncang. (Data tahun 2010)
4.2. Data Geografis
Puskesmas Batu Aji berdiri di daerah Kelurahan Buliang, berjarak + 200 M
dari jalan Raya RKT Aviari, terletak di wilayah kerja Batu Aji yang luas wilayahnya
61.936 km2.
Tabel 1.1. Luas Wilayah Kelurahan Dirinci Per Kelurahan di Kecamatan Batu
Aji

NO

KELURAHAN

(1)

(2)

LUAS WILAYAH
(Km2)
(3)

1
2
3
4

Bukit Tempayan
Buliang
Kibing
Tanjung Uncang

1,738
2,789
14,535
42,87

Jumlah

61,936

Wilayah Kecamatan Batu Aji terletak pada posisi sebelah Barat dari Wilayah
Pulau Batam. Dan bersebelahan dengan wilayah Kecamatan hasil Pemekaran yaitu :
Kecamatan Sagulung atau berada pada posisi :

60o02 Lintang Utara

10o30 Bujur Timur

Kecamatan Batu Aji Berbatasan dengan :

Sebelah Utara : Kecamatan Sekupang.

Sebelah Selatan

Sebelah Barat : Kecamatan Belakang Padang.

Sebelah Timur : Kecamatan Sei Beduk.

: Kecamatan Sagulung, Kecamatan Bulang.

4.3. Data Demografik


Distribusi Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Batu Aji pada tahun 2010
berjumlah 107.975 jiwa
Gambar 1.1
Proporsi Penduduk Berdasarkan Umur di Kecamatan Batu Aji Kota Batam
tahun 2010

25,000
20,658
18,368

20,000
15,000

12,154
10,005

10,000

13,238

6,127
4,058

5,000
460

11,729

6,177
2,491
1,193668
352 174 63 60

Sumber : Dinas Kependudukan & Capil Kota Batam


Jumlah penduduk Kecamatan Batui Aji Kota Batam tahun 2010 adalah 107.975
jiwa dengan kelompok umur terbanyak yaitu usia 25 29 tahun
4.4. Sumber Daya Kesehatan Puskesmas Batu Aji
Tabel 1.2
Jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Batu Aji Tahun 2010
No
Jenis Ketenagaan
1
Dokter Umum
2
Dokter gigi
3
Perawat Gigi
4
Bidan
5
Perawat
6
Ahli Gizi
7
Ahli Sanitasi
8
Asisten apoteker
9
Analis Laboratorium
Jumlah

Jumlah
4
1
1
8
7
1
1
1
1
29

4.5. Sarana Pelayanan Kesehatan Puskesmas Batu Aji


Upaya kesehatan dapat berdaya guna dan berhasil guna bila terpenuhi sumber
daya tenaga, sarana pembiayaan kesehatan dapat terpenuhi dengan seimbang sesuai
dengan kebutuhan.

Tabel 1.3. Sarana Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Batu Aji
Tahun 2010

No.

Nama Tempat Pelayanan

Jumlah

1.

Puskesmas Induk

2.

Posyandu

30

3.

Puskesmas Pembantu

4.

Puskesmas Keliling

4.6. Program Kesehatan Puskesmas Batu Aji


Puskesmas bertanggung jawab untuk menyelenggarakan upaya kesehatan
perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, yang keduanya jika ditinjau dari sistem
kesehatan nasional merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Upaya kesehatan
tersebut adalah:
Program Kesehatan Wajib
1) Promosi Kesehatan
2) Kesehatan Lingkungan
3) Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Bencana
4) Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
5) Upaya pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
6) Upaya Pengobatan Dasar

4.7. Data Kesehatan Masyarakat Primer


Tabel 1.4. Perilaku Kesehatan Masyarakat Sebelum diadakan Program Senam
Ibu Hamil

No

INDIKATOR

Kunjungan Bumil
K4
Komplikasi
1057
Kebidanan yang
ditangani
Pertolongan
5045
Persalinan Oleh
Tenaga Kesehatan
yang Memiliki
Kompetensi
Kebidanan
Pelayanan Nifas
5045

2
3

SASARAN
TAHUN
2013
5286

KUMULATIF

%
(capaian)

3900

73.78

619

58.55

2632

66.34

2632

52.17

Berdasarkan laporan standar pelayanan minimal Puskesmas Batu Aji tahun 2013 di
dapatkan kunjungan ibu hamil K4, komplikasi kebidanan yang ditangani, pertolongan
persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan, dan
pelayanan nifas belum memenuhi capaian yang di tetapkan.
Masalah-masalah yang terjadi dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik yang
berkaitan dengan sang ibu itu sendiri maupun lingkungan luar. Tingkat pengetahuan
dan pemahaman sang ibu tentang kehamilan sangatlah penting, begitu pula dengan
kematangan emosi sang ibu. Sedangkan faktor eksternal yang memainkan peran
penting adalah kemampuan ekonomi, ketersediaan fasilitas kesehatan, dan dukungan
keluarga sekitar.

BAB V
DISKUSI HASIL KEGIATAN
5.1. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Kegiatan kelas ibu hamil dilaksanakan dalam empat kelas yang setiap pertemuannya
ada empat kali pertemuan, dengan tempat dan waktu sebagai berikut:

Kelas pertama bertempat di Posyandu Wijaya Kusuma, kelurahan Tanjung


Uncang
Pertemuan pertama diadakan tanggal 7 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.00 WIB
Pertemuan kedua diadakan tanggal 14 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.00 WIB.
Pertemuan ketiga diadakan tanggal 21 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.00 WIB
Pertemuan keempat diadakan tanggal 28 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.30 WIB

Kelas kedua bertempat di Posyandu Pluto, kelurahan Tanjung Uncang


Pertemuan pertama diadakan tanggal 9 Agustus 2014 mulai pukul
09.00.00-11.00 WIB
Pertemuan kedua diadakan tanggal 16 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.00 WIB.
Pertemuan ketiga diadakan tanggal 23 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.00 WIB.

Pertemuan keempat diadakan tanggal 30 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.30 WIB.

Kelas ketiga bertempat di Puskesmas Batu Aji


Pertemuan pertama diadakan tanggal 11 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.00 WIB.
Pertemuan kedua diadakan tanggal 18 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.00 WIB.
Pertemuan ketiga diadakan tanggal 25 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.00 WIB.
Pertemuan keempat diadakan tanggal 1 September 2014 mulai pukul
09.00-11.30 WIB.

Kelas keempat bertempat di Posyandu Pasir Putih, kelurahan Buliang


Pertemuan pertama diadakan tanggal 8 Agustus 2014 mulai pukul
09.00.00-11.00 WIB
Pertemuan kedua diadakan tanggal 15 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.00 WIB.
Pertemuan ketiga diadakan tanggal 22 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.00 WIB.
Pertemuan keempat diadakan tanggal 29 Agustus 2014 mulai pukul 09.0011.30 WIB.

5.2. PESERTA KEGIATAN


Peserta dari kelas ibu hamil pada kelas pertama sejumlah 8 orang yang berasal
dari wilayah posyandu Wijaya Kusuma, kelurahan TanjungUncang. Peserta kelas ibu
hamil kelas kedua sejumlah 9 orang yang berasal dari wilayah Posyandu Pluto,
kelurahan Tanjung Uncang. Peserta kelas ibu hamil kelas ketiga sejumlah 8 orang
yang berasal dari wilayah Posyandu Taman Lestari A, kelurahan Kibing. Peserta kelas
ibu hamil kelas keempat berjumlah 4 orang yang berasal dari wilayah Posyandu Pasir
Putih, kelurahan Kibing. Semua kelas berada pada wilayah kerja kecamatan Batu Aji.
5.3. PELAKSANA KEGIATAN

Kegiatan ini dilaksanakan dengan kerjasama antara dokter internship yang


bertugas di Puskesmas Batu Aji, dengan ibu bidan Nova serta ibu bidan Rima Dewi
selaku ibu bidan di Puskesmas Batu Aji di mana keduanya telah mendapat pelatihan
dari Dinas Kesehatan setempat sebelumnya serta izin dari dr Harri Fajri selaku kepala
Puskesmas Batu Aji.
5.4. PROSES KEGIATAN
Setelah persiapan dilakukan, dan didapat sejumlah peserta sesuai dengan
target yang sudah ditetapkan akhirnya dilaksanakanlah kegiatan kelas ibu hamil di
Posyandu Wijaya Kusuma, kelurahan Tanjung Uncang. Kelas ibu hamil pada periode
pertama ini diikuti oleh 9 orang peserta yang berasal dari wilayah Tanjung Uncang.

Pertemuan pertama diadakan pada tanggal 7 Agustus 2014 mulai pukul 09.00
WIB. Diawali dengan salam pembukaan serta perkenalan, absensi, dan dilanjutkan
dengan pre test mengenai materi awal yang akan diberikan. Setelah mengumpulkan
pretest, dan membahas secara sekilas satu persatu, lalu kami memberikan penyuluhan.
Penyuluhan dilakukan dari kami sebagai dokter intenship dengan menggunakan
flipchart yang kami buat dengan panduan dari Departemen Kesehatan. Adapun materi
yang disampaikan dalam pertemuan pertama diantaranya mengenai apa itu kehamilan,
perubahan tubuh ibu selama kehamilan, serta keluhan umum pada saat hamil dan cara
mengatasinya, apa saja yang perlu dilakukan ibu hamil, pengaturan gizi pada ibu
hamil termasuk pemberian tablet penambah darah untuk penanggulangan penyakit
anemia. Selain itu juga pada pertemuan ini juga membahas mengenai perawatan
kehamilan, kesiapan psikologis menghadapi kehamilan, hubungan suami istri selama
kehamilan, obat yang boleh dan yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, tandatanda bahaya kehamilan, serta perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi.

Kegiatan ini dirasa sangat menarik, membantu mereka untuk lebih mengerti
tentang kehamilan, dan mempersiapkan kelahiran. Kegiatan ini sangat disambut baik
oleh ibu-ibu peserta. Antusiasme mereka tergambar dengan munculnya beberapa
pertanyaan yang diajukan kepada kami khususnya masalah keluhan-keluhan awal
pada saat kehamilan, keluhan, atau kesulitan yang dialami pada masa kehamilan ini
dapat ditanyakan langsung dan menemukan solusinya. Setelah pemberian materi,
kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan post test untuk mengevaluasi keberhasilan
pelaksanaan penyuluhan pada kelas ibu hamil ini. Setelah membahas soal-soal post
tes, dilaksanakanlah senam ibu hamil selama lebih kurang 20 menit. Senam ini
bertujuan dapat membuat ibu menjadi nyaman dengan kehamilannya; mengurangi
bengkak pada kaki, mengurangi rasa pegal pada pinggang dan pinggul, menempatkan
posisi bayi pada panggul dan memperbaiki posisi bayi yang sungsang, serta latihan
bernapas saat terjadi kontraksi pada proses persalinan sehingga dapat memperlancar
proses persalinannya.
Pertemuan kedua diadakan pada tanggal 14 Agustus 2014 mulai pukul 09.00
WIB. Seperti halnya pada pertemuan pertama, kegiatan diawali dengan absensi serta
pelaksanaan kegiatan pre test terlebih dahulu mengenai materi yang akan diberikan.
Persiapan tempat beserta sarana presentasi juga telah kami lakukan sekitar 15 menit
sebelum kegiatan dimulai untuk menunjang keberhasilan jalannya acara. Pada
pertemuan kedua materi yang diberikan sedikit lebih padat sehingga memerlukan
waktu yang agak lama, namun tidak mengurangi antusiasme dari peserta dalam
mengikuti jalannya kegiatan. Adapun materi yang diberikan pada pertemuan kali ini
diantaranya mengenai persalinan; tanda-tanda persalinan, tanda bahaya pada
persalinan, proses persalinan, serta inisiasi menyusui dini. Kemudian diberikan juga
materi mengenai perawatan nifas, bagaimana agar ibu dapat memberikan ASI
eksklusif, bagaimana menjaga kesehatan ibu nifas, tanda-tanda bahaya dan penyakit
ibu nifas, serta KB pasca persalinan. Materi tersebut nampaknya juga sangat menarik
bagi ibu-ibu peserta kegiatan, karena pada awalnya dari apa yang mereka tahu dan
dengar bahwa melahirkan itu sakit, berat, dan sangat melelahkan, kemudian di sini
kami berupaya memberikan penjelasan untuk mengurangi rasa cemas, dan ketakutan
mereka. Setelah sesi pemberian materi berlangsung cukup lama, untuk sedikit
relaksasi kami berikan kesempatan 10 menit untuk beristirahat sambil menikmati
snack dan minum sambil berdiskusi dan tanya jawab. Setelah itu dilakukan post test
dan senam ibu hamil.

Pada pertemuan ketiga yang dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2014 mulai
pukul 09.00 WIB. Seperti pada dua pertemuan sebelumnya, diawali dengan kegiatan
absensi serta pre test terlebih dahulu mengenai materi yang akan diberikan. Lalu
diberikan materi penyuluhan tentang tanda bayi lahir sehat dan tanda bahaya bayi
baru lahir, perawatan bayi baru lahir, pentingnya memantau tumbuh kembang bayi,
proses perkembangan bayi sesuai umurnya, dan imunisasi, serta meluruskan padangan
ibu-ibu tentang mitos-mitos yang selama ini mereka dapat tentang kehamilan. Dan
tidak lupa pada akhir sesi ini diadakan post test serta senam ibu hamil.
Pada pertemuan yang keempat yang dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus
2014 mulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan absensi dan pretest. Lalu kami
memberikan materi terakhir tentang beberapa penyakit menular seksual yang sering
ditemui seperti sifilis, gonore, kondiloma, pengetahuan dasar tentang HIV/AIDS, serta
pencegahan dan penanganan malaria pada ibu hamil, juga aktifitas fisik yang tidak boleh
dilakukan oleh ibu hamil. Awalnya saat diberikan penjelasan mengenai hal tersebut ibuibu banyak yang kaget, takut jika mendapati suami atau pasangannya atau bahkan mereka
sendiri mengalami penyakit seperti itu, namun dari kami sebagai pemberi materi kembali
menegaskan bahwa sebisa mungkin harus dilakukan pencegahan terutama dari perilaku
seksual yang aman dan baik dari masing-masing pasangan, dan edukasi kepada mereka
seandainya menemukan kasus-kasus seperti itu di lapangan misalnya saudara, atau
kerabat hendaknya jangan malu-malu untuk memeriksakan ke pelayanan kesehatan yang
terdekat agar mendapat penanganan lebih awal dan memberikan respons pengobatan yang
lebih baik. Kami juga memberikan informasi singkat tentang akte kelahiran; pentingnya
membuat akte lahir dan mengapa wajib memilliki akte lahir. Meskipun kelihatannya
sepele namun terkadang beberapa keluarga melupakan pembuatan akta kelahirannya
bahkan sampai terkena denda karena keterlambatan dalam pembuatannya, maka hal ini
juga menjadi perhatian kami dengan harapan segera setelah kelas pertemuan ini berakhir
ibu hamil akan menjadi siap menghadapi proses kehamilannya. Tidak lupa pada akhir sesi
ini diadakan post test yang keempat sebagai evaluasi yang terakhir serta senam ibu hamil.
Pada akhir pertemuan ini kami juga memberikan kenang-kenangan berupa hadiah
bantal bayi untuk ibu hamil yang mendapatkan nilai rata2 tertinggi pada pretest post test
selama 4 kali pertemuan ini, serta perlak bagi ibu- ibu lainnya juga sertifikat tanda telah
mengikuti program senam ibu hamil.
Demikian pula kegiatan yang sama dilakukan pada 3 tempat lainnya yaitu di
fasum Posyandu Pluto, yang dihadiri oleh 9 peserta yang amat antusias mengikuti
kegiatan, serta pada Puskesmas Batu Aji yang diikuti oleh 8 ibu hamil, dan pada fasum

posyandu Pasir Putih yang diikuti oleh 4 peserta yang tidak kalah antusias. Kegiatan
selalu dimulai dengan absensi, pretest, pemberian materi dengan flipchart, tanya jawab,
dan post test lalu diakhiri dengan senam ibu hamil. Kegiatan berlangsung kurang lebih 2
jam dan dilakukan setiap minggu.

5.5 EVALUASI PERSIAPAN


Dari perencanaan kegiatan, terutama mengenai sarana penyuluhan yang
digunakan semua sudah tersedia dengan lengkap seperti flipchart, buku pegangan
fasilitator, dan buku KIA. Kami juga menyiapkan buku tulis dan pen untuk catatan
bagi peserta pada waktu diberikan penyuluhan. Jadi dari evaluasi persiapan semua
bahan untuk pelaksanaan kelas ibu hamil sudah disiapkan dengan baik.
5.6 EVALUASI PROSES
Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan kelas ibu hamil pada Posyandu
Wijaya Kusuma sudah yaitu 9 orang. Perhatian dan respon peserta penyuluhan secara
umum juga sangat baik dimana hal ini dapat dilihat dari komunikasi timbal balik yang
terjadi antara peserta dengan penyuluh selama pemberian materi. Dari hasil
pengamatan Seluruh peserta (100%) memperhatikan secara antusias dari materi yang
diberikan. Pada setiap kelas pertemuan yang diadakan juga dapat dilihat ada
pertanyaan yang diajukan oeh salah satu peserta. Pada pertemuan pertama dan kedua
terdapat masing-masing tiga ibu hamil yang mengajukan pertanyaan (37,5%), dan
pada pertemuan ke-3 dan 4 pada pelaksanaan kelas ibu hamil ini juga terdapat 2 orang
peserta yang bertanya (25%). Jadi secara umum pada proses ini kami mengevaluasi
adanya suatu komunikasi dua arah dari kami sebagai penyuluh dan peserta sendiri.
Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan kelas ibu hamil pada Posyandu Pluto
sudah sesuai dengan target yaitu 9 orang. Perhatian dan respon peserta penyuluhan
secara umum juga sangat baik. Dari hasil pengamatan Seluruh peserta (100%)
memperhatikan secara antusias dari materi yang diberikan. Pada pertemuan pertama
dan kedua terdapat masing-masing lima ibu hamil yang mengajukan pertanyaan
(55.5%), pada pertemuan ke-3 terdapat empat ibu yang bertanya (44.44%) dan pada
pertemuan ke-4 terdapat tiga ibu yang bertanya (33.33%). Jadi secara umum pada
proses ini kami mengevaluasi adanya suatu komunikasi dua arah yang sangat baik
dari kami sebagai penyuluh dan peserta.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan kelas ibu hamil pada Posyandu
Taman Lestari A yang diadakan di Pusksma Batu Aji ada 8 orang. Perhatian dan
respon peserta penyuluhan secara umum juga sangat baik. Dari hasil pengamatan
Seluruh peserta (100%) memperhatikan secara antusias dari materi yang diberikan.
Pada pertemuan pertama terdapat masing-masing empat ibu hamil yang mengajukan
pertanyaan (50%), pada pertemuan kedua terdapat dua ibu yang bertanya (25%) dan
pada pertemuan ketiga dan keempat terdapat tiga ibu yang bertanya (37.5%). Jadi
secara umum pada proses ini kami mengevaluasi adanya suatu komunikasi dua arah
yang sangat baik dari kami sebagai penyuluh dan peserta.
Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan kelas ibu hamil pada Posyandu Pasir
Putih yang diadakan di fasum posyandu tersebut ada 4 orang. Perhatian dan respon
peserta penyuluhan secara umum baik. Dari hasil pengamatan Seluruh peserta (100%)
memperhatikan secara antusias dari materi yang diberikan. Pada pertemuan pertama
terdapat tiga ibu hamil yang mengajukan pertanyaan (75%), pada pertemuan kedua
terdapat dua ibu yang bertanya (50%) dan pada pertemuan ketiga dan keempat
terdapat tiga ibu yang bertanya (75%). Jadi secara umum pada proses ini kami
mengevaluasi adanya suatu komunikasi dua arah yang baik dari kami sebagai
penyuluh dan peserta.

5.7 EVALUASI HASIL


Evaluasi hasil penyuluhan dilakukan berdasarkan hasil pre-test dan post-test
masing-masing peserta, dimana penilaian yang diberikan berdasarkan buku pedoman
pelaksanaan Kelas Ibu Hamil. Presentase jawaban yang benar untuk setiap soal pretest dibandingkan dengan jawaban benar pada post-test. Setiap jawaban dari peserta
kemudian dicocokkan sesuai dengan kunci jawaban yang telah tersedia. Selanjutnya
dapat diamati dan disimpulkan, apakah terdapat peningkatan nilai post-test dibanding
dengan pre-test.
Pada kelas di Wijaya Kusuma, pada pertemuan pertama, dari 9 orang ibu
hamil semuanya (100%) mengalami peningkatan nilai dan semuanya di atas nilai 70.
7 orang peserta yang tetap mempertahankan nilainya sempurna yaitu nilai 100 dari
nilai pretestnya (77.77%), dan semuanya (100%) mendapat nilai sempurna pada posttest. Kemudian pada pertemuan kedua didapatkan hasil semua peserta mengalami
kenaikan nilai dari nilai pretestnya (100%), dan 3 orang (33.33%) pada penilaian

post-test mendapat nilai sempurna 100. Pada pertemuan ketiga 5 peserta (55.55%)
mengalami peningkatan nilai pada post-test dan terdapat 3 orang (33.33%) yang
mendapat nilai sempurna. Semua peserta (100%) memiliki nilai diatas 70. Pada
pertemuan keempat didapatkan 4 ibu (44.44%) yang mengalami peningkatan nilai dan
semuanya (100%) memiliki nilai diatas 70. .
Pada kelas di Posyandu Pluto, pada pertemuan pertama, dari 9 peserta ibu
hamil semuanya (100%) mengalami peningkatan nilai dan semuanya (100%) diatas
70, terdapat 5 orang (55.55%) yang mendapat hasil sempurna pada post test. Pada
pertemuan kedua didapatkan 7 orang (77.77%) yang mengalami peningkatan nilai.
Kemudian pada pertemuan ketiga 6 orang (66.66%) mengalami pningkatan nilai dan
semuanya (100%) mendapatkan nilai diatas 70. Pada pertemuan keempat terdapat tiga
peserta (33.33%) yang mengalami peningkatan nilai dan terdapat 4 peserta (44.44%)
yang mendapat hasil sempurna pada post-test nya.
Pada kelas di Puskesmas Batu Aji yang pesertanya berasal dari Posyandu
Taman Lestari A, pada pertemuan pertama, dari 4 peserta ibu hamil, 3 peserta (75%)
mengalami peningkatan nilai dan semuanya (100%) berada diatas 70. Pada pertemuan
kedua, dari 8 peserta didapatkan 7 orang (87.50%) yang mengalami peningkatan nilai.
Kemudian pada pertemuan ketiga 6 orang (75%) mengalami peningkatan nilai dan
semuanya (100%) mendapatkan nilai diatas 70. Pada pertemuan keempat terdapat satu
peserta (12.5%) yang mengalami peningkatan nilai dan semua peserta (100%)
mendapatkan nilai lebih dari 70.
Pada kelas di Posyandu Pasir Putih, pada pertemuan pertama, dari 4 peserta
ibu hamil semuanya (100%) mengalami peningkatan nilai dan semuanya (100%)
diatas 70, terdapat 1 orang (25%) yang mendapat hasil sempurna pada post test. Pada
pertemuan kedua didapatkan 3 orang (75%) mengalami peningkatan nilai. Kemudian
pada pertemuan ketiga 3 orang (75%) mengalami pningkatan nilai dan semuanya
(100%) mendapatkan nilai diatas 70. Pada pertemuan keempat terdapat dua peserta
(50%) yang mengalami peningkatan nilai dan terdapat 2 peserta (50%) yang
mendapat hasil sempurna pada post-test nya
5.8 HAMBATAN
Secara umum cukup banyak hambatan. Ada lokasi yang kurang memadai
untuk diadakannya senam ibu hamil, dan komunikasi yang kurang antara kader

dengan peserta sehingga pada awalnya kegiatan ini sedikit mengalamai hambatan dan
agak kacau, tapi akhirnya bisa ditemukan solusi dan berjalan dengan baik akhirnya.
5.9 MANFAAT
Manfaat yang didapatkan dengan adanya pelaksanaan kelas ibu hamil ini tentu
saja sangat besar, baik bagi pelaksana kegiatan (pemberi materi yaitu dari ibu bidan
dan dari dokter internship) maupun bagi peserta. Bagi penyuluh, kegiatan ini tentunya
melatih kemampuan untuk berinteraksi dengan masyarakat desa dalam konteks medis,
meningkatkan pengetahuan mengenai ibu hamil. Sedangkan manfaat yang didapat
oleh peserta penyuluhan adalah peningkatan pemahaman mengenai mengenai tanda
normal dan abnormal pada kehamilan, tanda-tanda bayi lahir sehat dan tanda bayi
sakit, perkembangan bayi/anak, mitos selama kehamilan, infeksi menular seksual,
serta gerakan latihan senam ibu hamil, latihan pernafasan dan mengejan yang benar
yang dapat dipraktekkan sendiri di rumah sehingga proses persalinan nantinya dapat
berjalan lancar dan lebih tenang.