Vous êtes sur la page 1sur 7

RESUME PUTUSAN NOMOR: 78/G/2013/PTUN-JKT

Penggugat: Zaeron Ul Ansor, kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Wirawasta,


beralamat di Ngawen RT. 02 RW. 02, Banyusri Wonosegoro, Boyolali, Jawa Tengah. Dalam hal
ini member Kuasa kepada Jerry Veris Hutabarat, SH, Warga Negara Indonesia, pekerjaan
Advokat pada Kantor Advokay Jerry V. Hutabarat & Rekan, beralamat di Jalan Gunung Sharai
No. 57 C-D, Jakarta Pusat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus No. A01/JKT/2013, tanggal 11 Mei
201, selanjutnya Jerry Veris Hutabarat., SH, memberikan Kuasa Subtitusi kepada Rikson
Simanjuntak., SH., warganegara Indonesia, pekerjaan Advokat, beralamat Jalan Raya
Penggilingan PIK Blok G No. 57 Jakarta Timur, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Subtitusi
tanggal 3 Juni 2013.
Tergugat: Kepala Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan Kota Administrasi
Jakarta Barat. Berkedudukan di Gedung Walikota Jakarta Barat Blok B Lt. 2, Jalan Raya
Kembanan, Jakarta Barat. Dalam hal ini member Kuasa kepada Siti Sumiyati, SH., Dedi Rohedi,
SH., MH., Ken Ima Damayanti, SH., M. AP., Wukir Prabowo, SH., Dana Firlianthi, SH., dan
Danny Santoso, SH., kesemuanya Warga Negara Indonesia, pekerjaan Pegawai Pemerintahan
Provinsi DKI Jakarta berkantor pada Bagian Hukum Kantor Walikota Administrasi Jakarta Barat
Jalan Raya Kembangan No. 2 Jakarta Barat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor: 1478/1.758.1, tanggal 5 Juni 2013.
Objek gugatan adalah Surat Keputusan Tergugat yaitu Surat Perintah Bongkar Nomor:
239/SPB/SDPPB/2013, tertanggal 2 Mei 2013, mengenai Pembongkaran bangunan milik
Penggugat yang berada di Jalan Lingkar Luar Barat RT.01/ RW.06, Kelurahan Cengkareng Barat,
Kecamatan Cengkareng, Jakarta.
Alasan pengajuan gugatan:
1. Penggugat adalah pemilik bangunan yang terletak setempat dikenal umum Jalan Lingkar
Luar Barat RT. 01/ RW. 06, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng,
Jakarta Barat, seluas kurang lebih 1.000 M2 serta sebuah bangunan mushola seluas kurang
lebih 100 M2;
2. Penggugat membangunan dengan tujuan untuk kepentingan orang banyak yakni sarana
umum kegiatan olah raga serta mushola;

3. Bangunan tersebut didirikan diatas lahan milik Yayasan Lembaga Pendidikan Morina
yang telah Penggugat sewa untuk jangka waktu selama 10 (sepuluh) tahun sebagaimana
Perjanjian Sewa Menyewa tertanggal 2 September 2009, yang telah didaftarkan pada
buku yang disediakan untuk itu pada Kantor Notaris Netty Maria Machdar, SH Notaris di
Jakarta dengan Nomor 129/NMD/W/IX/2009, tertanggal 3 September 2009;
4. Penggugat telah mendapatkan persetujuan dari masyarakat dan tokoh masyarakat
dilingkungan tersebut, serta dalam masa pembangunan tidak pernah ada perintah atau
teguran penghentian kegiatan pekerjaan pembangunan.
5. Setelah pelaksaan pembangunan selesai barulah Tergugat melakukan perigatan kepada
Penggugat dengan Surat Peringatan Nomor: 239/SP/JB/2013, tertanggal 3 April 2013,
lalu kemudian melakukan penyegelan terhadap bangunan sebagaimana Surat Segel
Nomor: 239/SS/JB/2013, tertanggal 12 April 2013;
6. Dan setelah itu langsung menerbitkan Surat

Perintah

Bongkar

Nomor:

239/SPB/SDPPB/2013, tertanggal 2 Mei 2013, yang seharusnya Tergugat terlebih dahulu


memberikan Surat Peringatan II dan Surat Peringatan III dan memberikan penyuluhan
sebelum menerbitkan Surat Perintah Bongkar;
7. Bahwa, kenapa setelah pembangunan selesai dilaksanakan baru Tergugat memeberikan
peringatan dan melakukan penyegelan serta memerintahkan bongkar, karena didalam
Peraturan Gubernur Nomor 128 Tahun 2013 Tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran
Penyelenggaraan Bangunan Gedung pada Pasal 6 ayat (1) huruf a disebutkan SP
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf a dapat dikenakan terhadap
pelanggaran sebagai berikut : a. pembangunan bangunan tanpa izin. dan didalam Pasal 3
ayat (2) Huruf a tersebut berbunyi: Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
berupa a. Surat Peringat;
8. Bahwa, sedangka didalam Pasal 6 ayat (1) huruf a disebutkan SP sebagaimana dimaksud
dalam pasal 3 ayat (2) huruf a dapat dikenakan terhadap pelanggaran sebagai berikut
a.pembangunan bangunan gedung tanpa izin selanjutnya dalam hal pembangunan
gedung tersebut karena tanpa izin, maka Tergugat dapat melakukan sanksi berupa
pembatasan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) yang berbunyi
Dalam hal SP sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak dipatuhi, maka dapat
dikenakan sanksi berikutnya berupa pembatasan kegiatan;
9. Bahwa, setelah Tergugat menerbitkan Surat Peringatan dan bila tidak diindahkan,

maka Tergugat dapat melakukan tindakan selanjutnya berupa penghentian kegiatan

berupa penyegelan, dari ketentuan tersebut jelas tersirat bahwa penerbitan Surat
Peringatan tersebut terjadi ketika sedang atau berlangsung pembangunan, bukan
setelah bangunan itu berdiri selesai.
10. Bahwa, kalau pada waktu Penggugat melaksanakan pembangunan menerima Surat
Peringat tersebut, sudah pasti bangunan tidak akan selesai dibangun.
11. Bahwa, perbuatan tergugat yang telah menerbitkan Surat perintah Bongkar Nomor:
239/SPB/SDPPB/2013, tertanggal 02 Mei 2013, telah melanggar Azas-Azas Umum
Pemerintahan Yang Baik, karena di dalam Peraturan Gubernur Propinsi DKI Jakarta
Nomor 46 Tahun 2006 Tentang Pelimpahan Wewenang Sebagian Urusan Pemerintahan
Daerah dari Gubernur Kepada Walikota/Bupati Kabupaten Administrasi, Camat dan
Lurah pada pasal 20 huruf b disebutkan Wewenang Walikotamadya/Bupati Kabupaten
Administrasi dibidang Penataan dan Pengawasan Bangunan adalah menandatangani Surat
Perintah Bongkar terhadap kegiatan : a.membangun tanpa izin dan sudah dihuni atau;
12. Bahwa, , berdasarkan pasal 20 huruf b Peraturan Gubernur Propinsi DKI Jakarta Nomor
46 Tahun 2006 Tentang Pelimpahan Wewenang Sebagian Urusan Pemerintahan Daerah
dari Gubernur Kepada Walikota/Bupati Kabupaten Administrasi, Camat dan Lurah, maka
kewenangan mendatangani Surat Perintah Bongkar Nomor : 239/SPB/ SDPPB/2013,
tertanggal 02 Mei 2013, ada pada Walikota Administrasi Jakarta Barat bukan pada
Tergugat;
13. Bahwa, , kalau dicermati tanggal yang tercantum dalam Surat Segel Nomor :
239/SS/JB/2013, tertanggal 12 April 2013, jika dibandingkan dengan Surat Perintah
Bongkar Nomor : 239/SPB/SDPPB/2013, tertanggal 02 Mei 2013, maka jangka waktu
terbitnya Surat Perintah Bongkar Nomor : 239/SPB/SDPPB/2013, adalah 20 (dua puluh)
hari setelah terbitnya Surat Segel Nomor : 239/SS/JB/2013, jelas penerbitan Surat
Perintah Bongkar Nomor : 239/SPB/SDPPB/2013, tersebut telah menyalahi ketentuan
sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 15 ayat (3) Peraturan Gubernur Propinsi DKI
Jakarta Nomor 128 Tahun 2012 Tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan
Bangunan Gedung;
14. Bahwa, dari dalil-dalil yang telah diuraikan diatas, Tergugat telah melakukan perbuatan
yang bertentangan dengan Azas- Azas Umum Pemerintahan Yang Baik, terutama pada
penyelahgunaan wewenang atas azas larangan bertindak sewenang-wenang sebagaimana
dimaksud dalam pasal 53 ayat (2) huruf b Undang-undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang

Perubahan atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha
Negara;
Permohonan yang diajukan Penggugat kepada Pengadilan Tata Usaha Negara yang
memeriksa dan mengadili perkara a quo berkenaan untuk memutuskan sebagai berikut:
Dalam Permohonan Penundaan:
1. Mengabulkan permohonan penundaan terhadap pelaksanaan objek sengketa;
2. Mewajibkan kepada Tergugat untuk menunda pelaksanaan Surat Perintah Bongkar
Nomor : 239/SPB/SDPPB/2013, tertanggal 02 Mei 2013, Tentang pelaksanaan
pembongkaran bangunan yang terletak setempat dikenal umum di Jalan Lingkar Luar
Barat Rt.01/Rw.06, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Dalam Pokok Sengketa:
1. Mengabulakn gugatan penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan batal atau tidak sah surat keputusan Tergugat yaitu, Surat Perintah Bongkar
Nomor : 239/SPB/SDPPB/2013, tertanggal 02 Mei 2013, mengenai Pembongkaran
bangunan milik Penggugat yang berada di Jalan Lingkar Luar Barat Rt.01/Rw.06,
Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat;
3. Mewajibkan kepada Tergugat untuk mencabut yaitu Surat Perintah Bongkar Nomor :
239/SPB/SDPPB/2013, tertanggal 02 Mei 2013, mengenai Pembongkaran bangunan
milik Penggugat yang berada di Jalan Lingkar Luar Barat Rt.01/Rw.06, Kelurahan
Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat yang ditujukan kepada
Penggugat;
4. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara.

Jawaban Tergugat terhadap dalil yang diajukan Penggugat:


Tentang Pertimbangan Hukum
Menimbang, bahwa ternyata kewenangan penerbitan Surat Perintah Bongkar tersebut
menurut Peraturan Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 128 Tahun 2012, sudah berubah menjadi
kewenagan Petugas Dinas, sebagaimana tertuang dalam Pasal 19 Peraturan Gubernur tersebut,
yang menyatakan, Surat Pertintah Bongkar disiapkan dan ditanda tangani oleh Petugas Dinas.

Oleh karenanya bahwa dari aspek kewenangan, penerbitan Objek Sengketa telah sesuai dengan
Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku;
Menimbang bahwa berdasarkan Peraturan Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 128 Tahun
2012, maka disimpulkan bahwa, sebelum diterbitkan Surat Perintah Kegiatan/Surat Segel, akan
tetapi ternyata Surat Peringatan tidak diserahkan secara benar kepada Penggugat atau setidaknya
surat tersebut disampaikan melalui Ketua RT/RW/Lurah atau Camat setempat sebagaimana
diatur dalam Pasal 6 ayat (5) dan (6) Perautran Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 128 Tahun
2012;
Menimbang, bahwa diaturnya prosedur penerbitan Surat Perintah Bongkar adalah, sangat
penting rangka memberikan waktu yang cukup bagi pihak yang akan terkena Pembongkaran,
agar mempunyai cukup waktu untuk memenuhi/mentaati peraturan atau untuk mengururs
perijinan sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. Oleh
karenanya telah cukup bagi Pengadilan untuk mengabulkan tuntutan Penggugat agar Objek
Sengketa tersebut dinyatakan batal;
Menimbang, bahwa terhadap Permohonan Penundaan yang diajukan oleh Penggugat,
oleh karena Objek Sengketa tersebut telah dilaksanakan, maka Permohonan tersebut tidak
dikabulkan.
Putusan Hakim:

Dalam penundaan

Menolak Permohonan Penundaan Pelaksanaan Objek Sengketa yang diajukan oleh


Penggugat.

Dalam Eksepsi
Menolak eksepsi Tergugat

Dalam Pokok Sengketa

Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

Menyatakan Batal Surat Perintah Bongkar Nomor: 239/SPB/SDPPB/2013 tertanggal 2


Mei 2013,, Terhadap Bnagunan yang terletak di Jalan Lingkar Luar Barat RT. 01 / RW.

06, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat;


Memerintahkan Tergugat untut mencabut Surat Perintah Bongkar

239/SPB/SDPPB/2013, tertanggal 2 Mei 2013;


Menghukum Tergugat untuk membayar perkara sejumlah Rp. 151.000,- (Seratus lima
puluh satu ribu rupiah).

Nomor: