Vous êtes sur la page 1sur 41

Chapter 1

Basic Musculoskeletal Science


and Its Application
Made Dwi Pratiwi
Pembimbing : dr.Oktavianus, Sp.OT
Stase Ilmu Bedah
RSAU dr. M. Sutomo Lanud Supadio

Introduction: The Past and The


Present
The bones of prehistoric human provide
mute testimony of disorder and injuries of
the musculoskeletal system
As early 9000 BC in the Paleolithic age,
superstition were being replaced by rational
thinking. Caregiver were beginning to use
splints for weak limbs and broken bones.
In the neolithic age around 5000 BC, crude
amputations of diseased or damage limbs
were alredy being performed.

In the twentieth century, progress in


the science of medicine and surgery.
The care of patients with disorder and
injuries of the musculoskeletal system
has evolved through three phases
1. Strap and buckle
2. Excessive orthopaedic operations
3. Combination of increased experimental
laboratory investigations

The Scope of Orthopaedics


The speciality of orthopaedics as a
branch of medicine and surgery is
relatively young.
In 1741, Nicolas Andry , then profesorof
Medicine in Paris publish a book
Orthopaedia, or the Art of Preventing
and Correcting Deformitas in Children

Current Trends in Clinical Conditions


of The Musculoskeletal System
Many changes in the nature and
frequency
of
the
musculoskeletal
disorder and injuries.
Such as rheumatoid arthritis, that in
previous decades were treated by
medical means alone, have become
partially
amenable
to
surgical
treatment

Recent Advances
During the past of three decades, the
dynamism of orthopaedics has been
demonstrated
by
many
important
developments that have had a significant
impact on the prevention, diagnosis, and
treatment of musculoskeletal disorder
and injury
The discovery by molecular genetics of
the gene responsible for certain deseases

Chapter 2
Normal Structure and Function of
Musculoskeletal Tissues
Otot (muscle)
Jaringan tubuh yg berfungsi mengubah energi kimia menjadi kerja
mekanik sebagai respons tubuh terhadap perubahan lingkungan

Rangka (skelet):
Bagian tubuh yg tdd tulang, sendi, dan tulang rawan (kartilago) sbg
tempat menempelnya otot dan memungkinkan tubuh untuk
mempertahankan sikap dan posisi
Struktur Anatomis
Rangka bagi batang tubuh dan ekstremitas untuk menopang
beban
Sebagai lever untuk fungsi lokomotor otot rangka
Melindungi organ viseral
Physiological organ
Mengandung jaringan hemopoietik
Organ penyimpanan kalsium, fosfor, magnesium, dan sodium

Pembentukan Tulang pada Fase


Embrionik
Ectoderm
Endoderm
Mesoderm mesenkim beberapa jenis
jaringan penunjang :
Tulang, kartilago, ligamentum, otot, tendon,
fascia

Pertumbuhan Tulang dan


Remodeling
Growth in length
Dapat tumbuh hanya dengan proses
pertumbuhan interstisial di dalam kartilago
yang diikuti osifikasi endokondral
Two possible sites :
Articular cartilage
Epiphyseal plate cartilage

Growth in
Width
Intramembrano
us ossification

Remodeling Tulang
Deposisi osteoblastik tulang pada salah
satu permukaan dan resorpsi
osteoklastik pada sisi yang berlawanan
mempertahankan bone balance
Usia pertumbuhan positive bone
balance
Usia lanjut negative bone balance
Remodeling tulang juga terjadi sebagai
respons terhadap stress fisik Wolffs
Law

Anatomy and Histology of Bone as


Structures
Struktur anatomis
Berdasarkan gross structure,
tulang diklasifikasikan menjadi
Long bones
Short bones
Flat bones

Setiap tulang terdiri atas tulang


kortikal padat pada bagian luar
dan spongiosa pada bagian dalam.

Pada anak-anak periosteum tebal dan


tidak melekat erat pada korteks dan
siap menghasilkan pertumbuhan tulang
baru
Pada orang dewasa periosteum
menipis dan lebih melekat ke korteks
dan kemampuan menghasilkan tulang
baru lebih rendah.

Suplai darah ke tulang panjang


Sistem vaskular aferen
Terdiri atas :
A. nutriens dan metafisis 2/3
A.periosteal 1/3

Sistem vaskular eferen


Membawa darah vena

Sistem vaskular intermediate


Terdiri atas kapiler didalam korteks

Struktur Histologi
Berdasarkan struktur mikroskopis :
Immature Bone
Tulang pertama yang terbentuk oleh proses osifikasi
endokondral merupakan tipe imatur, dan akan diganti
oleh tulang matur secara bertahap
Normalnya hanya ditemukan pada bayi < 1 tahun.

Mature Bone
Dense cortical mature bone
Trabecular bone
Sel-selnya lebih sedikit dan mengandung substansi
semen dan mineral yang lebih banyak daripada tulang
imatur

Sel-sel tulang dan Fungsinya :


Osteoblast u/ osteogenesis atau
osifikasi
Matriks osteoid bone

Osteoclast u/ meresorbsi atau


membuang massa tulang.
Kalsium dapat dilepas dari tulang hanya
oleh aktivitas osteoclastic deosifikasi

Biochemistry and Physiology of


Bone as an Organ
Komposisi biokimia tulang :
30% substansi organik
Serat kolagen dan protein non kolagen 95% matriks
organik
Reticular fibrils dan substansi amorf
Osteosit 2%

60% subtansi inorganik (mineral)


Substansi terpenting : kalsium dan fosfor,
Ion lain : magnesium, sodium, hidroksil, karbonat, dan
flouride

10% air

Joint and Articular Cartilage


Sendi :
penghubung antara 2 atau lebih tulang

Klasifikasi tipe sendi :


Syndesmosis
Synchondrosis
Synostosis
Symphysis
Synovial

Sendi Sinovial
Suatu sendi dimana
kedua permukaan
yang saling
berhadapan dilapisi
oleh kartilago hialin
dan disatukan oleh
kapsul fibrosa yang
membentuk kavitas
sendi yang terisi oleh
cairan sinovial.

Tulang dan Kartilago


Persamaan
Berasal dari stem sel
mesenkimal
pluripoten
Terletak di sel-sel
yang terletak di
lakuna yang meleat
pada matriks intrasel
Matriks diperkuat oleh
serat kolagen

Perbedaan
Matriks tulang
terkalsifikasi lebih
padat
Kondrosit memperoleh
nutrisi dari difusi dari
cairan sinovial ke
matriks avaskular
Osteosit memperoleh
nutrisi dan oksigen dari
kapiler yang masuk ke
central harvesian canals
Kolagen matriks tulang =
tipe 1; matriks kartilago
= tipe 2

Cairan Sinovial
Cairan kental, berwarna kuning pucat,
jernih menyerupai putih telur
Cairan jaringan yang mengandung
glikoprotein dan asam hyaluronate
2 fungsi :
Menutrisi kartilago artikular
Melumasi permukaan sendi

Pada org dewasa, sendi lutut <5ml


Total cell count : 200 sel/mm3

Otot Rangka
+ 50% dari BB
>400 otot
Fungsi :
Sebagai penggerak aktif dari rangka
yang bertugas mempertahankan postur
tubuh

Anatomi dan Histologi Otot Rangka


Struktur selular dasar : serat otot
Voluntary muscle
Striated

Anterior horn cell + its axon + myoneural


junctions + serat otot single motor unit
Jaringan ikat pembungkus otot :
endomisium perimisium epimisium

Protoplasma serat otot (sarcoplasm)


dibungkus oleh membran tipis (sarcolema)
Setiap serat otot mengandung banyak
miofibril yang terdiri atas sarkomersarkomer
Setiap sarkomer terdiri atas aktin dan
miosin Functional units of muscle
contraction

2 tipe utama serat otot :


Tipe 1 : slow twitch (slow oxidative),
most important for high repetition, low
load endurance activities
Tipe 2 : fast twitch (glycolytic), better for
activities requiring power and speed

Biokimia dan Fisiologi Otot


Asetilkolin : mediator kimia dari
impuls saraf pada myoneural
junction
Energi utk kontraksi berasal dari
pemecahan ATP menjadi ADP oleh
ATPase

Tendon dan Ligamentum


Terdiri atas jaringan ikat (serat kolagen
tipe 1) padat
Melekat erat pada tulang pada lokasi
insersi dan masuk kedalam subtansi padat
tulang kortikal
Prolonged immobilization progressive
weakness of the ligament bone junction
take from 6-12 months to regain