Vous êtes sur la page 1sur 22

ETIKA AKUNTAN PROFESIONAL

Makalah
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Etika Profesi dan Tata Kelola
Korporat dengan dosen Supriyanto Ilyas, S.E., M.Si., Ak., CA.

Disusun Oleh :
151502051 Pipit Pitrasari Nurjanah
151502058 Yuni Trisnaeni Sudianti
151402065 Vardarina
KELAS A

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2015
Etika Akuntan Profesional| 1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ditengah memanasnya kondisi perekonomian di berbagai penjuru Dunia, Perusahaan
berlomba-lomba agar dapat bersaing dan bertahan ditengah persaingan antar perusahaan baik
perusahaan berkala nasional ataupun internasional. Pertumbuhan ekonomi pada negaranegara dunia ketiga telah melahirkan banyak perusahaan-perusahaan yang mampu bersaing
di tingkat internasional.
Indonesia sebgai negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi di atas 4% pada tahun
2015 di semester pertama tengah berjuang untuk menghadapi krisis ekonomi. Ditengahtengah perjuangan tersebut masih terdapat perusahaan-perusahaan yang melakukan IPO, hal
tersebut menunjukan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia terus bertumbuh dan
berekspansi.
Dengan banyaknya perusahaan di Indonesia, peran akuntan public menjadi sangat diperlukan
untuk mendukung perusahaan-perusahaan di Indonesia. Perusahaan-perusahaan Tbk sangat
memerlukan

jasa

akuntan

public

untuk

melaksanakan

audit

demi

memenuhi

tanggungjawabnya terhadap stakeholder, begitu juga dengan perusahaan kecil menengah


yang akan melakukan ekspansi dengan meminjam dana dari bank juga memerlukan jasa
audit.
Ditengah banyaknya permintaan jasa audit oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia dan
standar akuntansi yang terus diperbaharui membuat Akuntan Publik perlu berpegang erat
pada Kode Etik Akuntan Publik dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Kode
Etik tersebutlah yang akan melindungi Akuntan Publik dari praktik-praktik yang tidak sehat
dan mencegah dirugikannya pihak stakeholder.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasi permasalahan dalam
penelitian ini adalah :
1. Bagaimana Kode Etik Akuntan Profesional?
2. Bagaimana IFAC Code of Ethics (Prinsip Dasar Etika Profesi dan Kode Etik Akuntan
Bisnis)?
Etika Akuntan Profesional| 2

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan pokok permasalahan yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah, maka
tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui dan memahami Kode Etik Akuntan Profesional.
2. Mengetahui dan memahami IFAC Code of Ethics (Prinsip Dasar Etika Profesi dan Kode
Etik Akuntan Bisnis).

Etika Akuntan Profesional| 3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kode Etik Akuntan Profesional


Kode yaitu tanda-tanda atitau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda
yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita,
keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan
yang sistematis.
Kode etik yaitu norma atau asas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai
landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat atau di lingkungan kerja. Kode etik merupakan
sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan hal yang
benar/baik dan yang tidak benar/tidak baik. Kode etik diusahakan untuk mengatur tingkah laku
moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang
diharapkan

akan

dipegang

teguh

oleh

seluruh

anggota

kelompok

tertentu.

Sedangkan kode etik akuntansi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam
melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari dalam profesi akuntansi. Kode etik
akuntansi dapat menjadi penyeimbang segi-segi negatif dari profesi akuntansi, sehingga kode
etik bagai kompas yang menunjukkan arah moral bagi suatu profesi dan sekaligus menjamin
mutu moral profesi akuntansi dimata masyarakat.
Dua sasaran pokok dari kode etik yaitu:
(1) kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh kelalaian baik
secara disengaja ataupun tidak disengaja dari kaum profesional
(2) kode etik bertujuan melindungi keseluruhan profesi tersebut dari perilaku buruk orang-orang
yang mengaku diri profesional.
Tujuan

profesi

akuntansi

adalah

memenuhi

tanggung-jawabnya

dengan

standar

profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada


kepentingan public.
Etika Akuntan Profesional| 4

terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu :
1. Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
2. Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh
pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
3. Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan
diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
4. Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka
etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.
2.1.1 Kode Perilaku Profesional
Kode etik profesi di definisikan sebagai pegangan umum yang mengikat setiap anggota,
serta suatu pola bertindak yang berlaku bagi setiap anggota profesinya. Alasan utama
diperlukannya tingkat tindakan profesional yang tinggi oleh setiap profesi adalah kebutuhan akan
keyakinan publik atas kualitas layanan yang diberikan oleh profesi, tanpa memandang masing
masing individu yang menyediakan layanan tersebut. Kode perilaku profesional terdiri dari :
Prinsip prinsip, peraturan etika, interpretasi atas peraturan etika dan kaidah etika.
Prinsip Prinsip Etika IFAC, AICPA, dan IAI
Kode Perilaku Profesional AICPA terdiri atas dua bagian:
a.

Prinsip-prinsip Perilaku Profesional menyatakan tindak tanduk dan perilaku ideal.

b.

Aturan Perilaku menentukan standar minimum.


Prinsip-prinsip Perilaku Profesional menyediakan kerangka kerja untuk Aturan Perilaku.

Pedoman tambahan untuk penerapan Aturan Perilaku tersedia melalui:

Interpretasi Aturan Perilaku (Interpretations of Rules of Conduct)

Putusan (Rulings) oleh Professional Ethics Executive Committee.

Enam Prinsip-prinsip Perilaku Profesional:


a. Tanggung jawab: Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, anggota
harus melaksanakan pertimbangan profesional dan moral dalam seluruh keluarga.
b. Kepentingan publik: Anggota harus menerima kewajiban untuk bertindak dalam suatu
cara yang akan melayani kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan
menunjukkan komitmen pada profesionalisme.

Etika Akuntan Profesional| 5

c. Integritas: Untuk mempertahankan dan memperluas keyakinan publik, anggota harus


melaksanakan seluruh tanggung jawab profesional dengan perasaan integritas tinggi.
d. Objektivitas dan Independesi: Anggota harus mempertahankan objektivitas dan bebas
dari konflik penugasan dalam pelaksanaan tanggung jawab profesional.
e. Kecermatan dan keseksamaan: Anggota harus mengamati standar teknis dan standar etik
profesi.
f. Lingkup dan sifat jasa: Anggota dalam praktik publik harus mengamati Prinsip prinsip
Perilaku Profesional dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang akan diberikan.
Kode etik akuntan merupakan norma dan perilaku yang mengatur hubungan antara
auditor dengan para klien, antara auditor dengan sejawatnya dan antara profesi dengan
masyarakat. Kode etik akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh
anggota, baik yang berpraktek sebagai auditor, bekerja di lingkungan usaha, pada instansi
pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan. Etika profesional bagi praktek auditor di
Indonesia dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia.
Garis besar kode etik dan perilaku profesional adalah :
a. Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia.
Prinsip mengenai kualitas hidup semua orang menegaskan kewajiban untuk melindungi hak
asasi manusia dan menghormati keragaman semua budaya. Sebuah tujuan utama profesional
komputasi adalah untuk meminimalkan konsekuensi negatif dari sistem komputasi, termasuk
ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.
b. Hindari menyakiti orang lain.
Harm

berarti

konsekuensi

cedera,

seperti

hilangnya

informasi

yang

tidak

diinginkan, kehilangan harta benda, kerusakan harta benda, atau dampak lingkungan yang tidak
diinginkan.
c. Bersikap jujur dan dapat dipercaya
Kejujuran merupakan komponen penting dari kepercayaan. Tanpa kepercayaan suatu
organisasi tidak dapat berfungsi secara efektif.
d. Bersikap adil dan tidak mendiskriminasi nilai-nilai kesetaraan, toleransi, menghormati orang
lain, dan prinsip-prinsip keadilan yang sama dalam mengatur perintah.
e. Hak milik yang temasuk hak cipta dan hak paten.
Pelanggaran hak cipta, hak paten, rahasia dagang dan syarat-syarat perjanjian lisensi dilarang
oleh hukum di setiap keadaan.
Etika Akuntan Profesional| 6

f. Memberikan kredit yang pantas untuk properti intelektual.


Komputasi profesional diwajibkan untuk melindungi integritas dari kekayaan intelektual.

g. Menghormati privasi orang lain


Komputasi dan teknologi komunikasi memungkinkan pengumpulan dan pertukaran informasi
pribadi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban.
h. Kepercayaan
Prinsip kejujuran meluas ke masalah kerahasiaan informasi setiap kali salah satu telah
membuat janji eksplisit untuk menghormati kerahasiaan atau, secara implisit, saat informasi
pribadi tidak secara langsung berkaitan dengan pelaksanaan tugas seseorang.
2.1.2 Prinsip Prinsip Etika IFAC, AICPA & IAI
Kode Etik Prinsip-prinsip Dasar Akuntan Profesional IFAC sebagai berikut :
a) Integritas
seorang akuntan professional harus tegas dan jujur dalam semua keterlibatannya dalam hubungan
profesional dan bisnis
b) Objektivitas
seorang akuntan professional seharusnya tidak membiarkan bias, konflik kepentingan, atau
pengaruh yang berlebihan dari orang lain untuk mengesampingkan penilaian professional atau
bisnis
c) Kompetensi professional dan Kesungguhan
seorang akuntan professional mempunyai tugas yang berkesinambungan untuk senantiasa
menjaga penghetahuan dan skil professional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan
bahwa klien atau atasan menerima jasa professional yang kompeten berdasarkan perkembangan
terkini dalam praktik, legislasi dan teknis. Seorang akuntan professional harus bertindak tekun
dan sesuai dengan standar teknis dan professional yang berlaku dalam memberikan layanan
professional
d) Kerahasiaan
seorang akuntan professional harus menghormati kerahasian informasi yang diperoleh sebagai
hasil dari hubungan bisnis professional dan bisnis tidak boleh mengungkapkan informasi tersebut
kepada pihak ketiga, tanpa otoritas yang tepat dan spesifik kecuali ada hak hukum atau
professional atau kewajiban untuk mengungkapkan. Informasi rahasi yang diperoleh sebagai
Etika Akuntan Profesional| 7

hasil dari hubungan bisnis professional seharusnya tidak boleh digunakan untuk kepentingan
pribadi para akuntan professional atau pihak ketiga.
e) Perilaku Profesional
seorang akuntan professional harus patuh pada hukum dan peraturan-peraturan terkait dan
seharusnya menghindari tindakan yang bisa mendeskreditkan profesi.
Prinsip prinsip etika menurut AICPA sebagai berikut :
a.

Tanggung Jawab
Dalam melaksanakan tanggung jawab mereka sebagai professional, anggota harus menerapkan

penilaian professional dan moral yang sensitive dalam segala kegiatannya.


b. Kepentingan Umum
anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak dengan cara yang dapat melayani
kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen terhadap
c.

profesionalisme.
Integritas
untuk mempertahankan dan memperluas kepercayaan masyarakat, anggota harus melakukan

semua tanggung jawab professional dengan integritas tertinggi.


d. Objectivitas dan Independensi
Seorang anggota harus mempertahankan objectivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam
melaksanakan tanggung jawab professional. Seorang anggota dalam praktik publik harus
independen dalam penyajian fakta dan tampilan ketika memberikan layanan audit dan jasa
atestasi lainnya.
e. Due Care
seoarng anggota harus mematuhi standar teknis dan etis profesi, berusaha terus menerus untuk
meningkatkan kompetensi dan layanan dalam melaksanakan tanggung jawab professional
f.

dengan kemampuan terbaik yang dimiliki anggota.


Sifat dan Cakupan Layanan
seorang anggota dalam praktik publik harus memerhatikan Prinsip-prinsip dari Kode Etik
Profesional dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang akan disediakan.
Berikut adalah 8 prinsip etika menurut IAI dalam kongres VIII tahun 1998 yang telah ditentukan
ketetapannya :

1.

Tanggung Jawab Profesi


Dalam prinsip tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota berkewajiban
menggunakan pertimbangan moral dan profesional setiap melakukan kegiatannya. Sebagai
profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peranan
tersebut, anggota memiliki tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka.
Etika Akuntan Profesional| 8

2.

Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan
kepada

publik,

mengormati

kepercayaan

publik,

dan

menunjukkan

komitmen

atas

profesionalisme.
Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani
anggota secara keseluruhan.
3.

Integritas
Integritas adalah suatu satu kesatuan yang mendasari munculnya pengakuan profesional.
Integritas merupakan kualitas yang mendasari kepercayaan publik dan merupakan standar bagi
anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya. Untuk memelihara dan
meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus menjaga tingkat integritasnya dengan
terus memaksimalkan kinerjanya serta mematuhi apa yang telah menjadi tanggung jawabnya.

4.

Objektivitas
Objektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan
anggota berdasarkan apa yang telah pemberi nilai dapatkan. Prinsip objektivitas mengharuskan
anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur, secara intelektual, tidak berprasangka atau bias,
serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.

5.

Kompetensi dan Kehati- hatian Profesional


Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota tidak diperkenankan
menggambarkan pengalaman kehandalan kompetensi atau pengalaman yang belum anggota
kuasai atau belum anggota alami. Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi 2 fase yang
terpisah:
a. Pencapaian Kompetensi Profesional.
Pencapaian ini pada awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi, diikuti oleh
pendidikan khusus, pelatihan dan ujian profesional dalam subjek- subjek yang relevan. Hal ini
menjadi pola pengembangan yang normal untuk anggota.
b. Pemeliharaan Kompetensi Profesional.
Kompetensi harus dipelihara dan dijaga melalui komitmen, pemeliharaan kompetensi
profesional memerlukan kesadaran untuk terus mengikuti perkembangan profesi akuntansi, serta
anggotanya harus menerapkan suatu program yang dirancang untuk memastikan terdapatnya
kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang konsisten.
Etika Akuntan Profesional| 9

6.

Kerahasiaan
Dalam kegiatan umum auditor merupakan memeriksa beberapa yang seharusnya tidak
boleh orang banyak tahu, namun demi keprofesionalitasannya, para auditor wajib menjaga
kerahasiaan para klien yang diauditnya. Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan
informasi yang diperoleh selam melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau
mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan. Anggota mempunyai kewajiban untuk
memastikan bahwa staff di bawah pengawasannya dan orang- orang yang diminta nasihat dan
bantuannya menghormati prinsip kerahasiaan.

7.

Perilaku Profesional
Kewajiban untuk menghindari perbuatan atau tingkah laku yang dapat mendiskreditkan
atau mengurangi tingkat profesi harus dipenuhi oleh anggota sebgai perwujudan tanggung
jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staff, pemberi kerja dan
masyarakat umum.

8.

Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan profesionalitasnya sesuai dengan standar teknis dan
standar professional yang ditetapkan secara relevan. Standar teknis dan standar professional yang
harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh IAI, International Federation of
Accountants, badan pengatur, dan peraturan perundang- undangan yang relevan.

2.1.3 Aturan Dan Interpretasi Etika


Aturan Etika
Aturan Etika Akuntan Publik Indonesia telah diatur dalam SPAP dan berlaku sejak tahun 2000.
Aturan etika IAI-KAP ini memuat lima hal:

Standar umum dan prinsip akuntansi

Tanggung jawab dan praktik lain

Tanggung jawab kepada klien


Etika Akuntan Profesional| 10

Independensi, integritas, dan objektivitas

Tanggung jawab kepada rekan seprofesi

Interpretasi Etika
Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang
dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak pihak
berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan
untuk membatasi lingkup dan penerapannya.
Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau
Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.
Kepatuhan
Kepatuhan terhadap Kode Etik, seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat
terbuka, tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. Di samping
itu, kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh
opini publik, dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh
organisasi, apabila diperlukan, terhadap anggota yang tidak menaatinya. Jika perlu, anggota juga
harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan pemerintahan yang mengatur
bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi kepatuhan klien terhadap
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Fungsi Etika
Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang
membingungkan. Etika ingin menampilkan ketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk
berargumentasi secara rasional dan kritis. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap
yang wajar dalam suasana pluralisme.
Faktor faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika
a. Kebutuhan Individu
b. Tidak Ada Pedoman
Etika Akuntan Profesional| 11

c. Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi


d. Lingkungan Yang Tidak Etis
e. Perilaku Dari Komunitas
Sanksi Pelanggaran Etika
Sanksi Sosial adalah Skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat
dimaafkan. Sanksi Hukum adalah Skala besar, merugikan hak pihak lain.
Jenis jenis Etika
a. Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar.
b. Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus.
Tiga prinsip dasar perilaku yang etis
1. Hindari pelanggaran etika yang terlihat remeh. Meskipun tidak besar sekalipun, suatu ketika
akan menyebabkan konsekuensi yang besar pada profesi.
2.

Pusatkan perhatian pada reputasi jangka panjang. Disini harus diingat bahwa reputasi adalah

yang paling berharga, bukan sekadar keuntungan jangka pendek.


3. Bersiaplah menghadapi konsekuensi yang kurang baik bila berpegang pada perilaku etis.
Mungkin akuntan akan menghadapi masalah karier jika berpegang teguh pada etika. Namun
sekali lagi, reputasi jauh lebih penting untuk dipertahankan.

2.2 IFAC Code of Ethics


International Federation of Accountans (IFAC) memiliki misi yaitu melakukan
harmonisasi standar diantara negara-negara anggota IFAC. Indonesia sendiri melalui organisasi
profesi IAI telah mencanangkan tekadnya untuk mengadopsi standar teknis dan kode etik yang
diterapkan IFAC selambat-lambatnya tahun 2012.
Etika Akuntan Profesional| 12

Untuk lebih memahami kode etik yang diterapkan oleh IFAC ini, maka Brooks (2007)
memberikan pendekatan cara memahami filosofi Kode Etik IFAC sebagai berikut:
1. Memahami Struktur Kode Etik
2. Memahami Kerangka Dasar Kode Etik untuk melakukan penilaian yang bijak
3. Proses menjamin independensi pikiran (independence in mind) dan independensi
penampilan (independence in appearance).
Kerangka Dasar Kode Etik IFAC dapat dijelaskan sebgai berikut:
1. Ciri yang membedakan profesi akuntan (atasan), yaitu kesadaran bahwa kewajiban
akuntan yaitu untuk melayani kepentingan public
2. Harus dipahami bahwa tanggung jawab akuntan tidak secara ekslusif hanya melayani
klien (dari sudut pandang akuntan public), atau hanya melayani atasan (dari sudut
pandang akuntan bisnis). Melainkan melayani kepentingan public dalam arti luas.
Pengertian public bagi akuntan terdiri dari atas klien, manajemen (atasan), kreditur,
investor, pemerintah, karyawan, masyarakat bisnis, dan keuangan, media masa, pada
pemerhati bisnis dan ekonomi, para aktivis dan sebagainya.
3. Tujuan (objective) dari profesi akuntan adalah memenuhi harapan profesionalisme,
kinerja dan kepentingan public
4. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan empat kebutuhan dasar, yaitu kredibilitas,
profesionalisme, kualitas jasa tertinggi, dan kerahasiaan.
5. Keseluruhan hal tersebut hanya dapat dicapai bila profesi akuntan dilandasi oleh prinsipprinsip perilaku fundamental, yaitu terdiri atas: integritas, objectivitas, kompetensi
professional dan kehati-hatian, kerahasiaan, perilaku professional, dan standar teknis.
6. Namun, prinsip-prinsip fundamental pada butir (5) hanya dapat diterapkan jika akuntan
mempunyai sikap independen, baik independen dalam pikiran (independence in mind)
maupun independen dalam penampilan (independence in appearance)
2.2.1 Prinsip-Prinsip Dasar Etika Profesi
SEKSI 110 PRINSIP INTEGRITAS
110.1 Prinsip integritas mewajibkan setiap Praktisi untuk tegas, jujur, dan adil
dalam hubungan professional dan hubungan bisnisnya.

Etika Akuntan Profesional| 13

110.2 Praktisis tidak boleh terkait dengan laporan, komunikasi, atau informasi
lainnya yang diyakininya terdapat:
a. Kesalahan yang material atau pernyataan yang menyesatkan
b. Pernyataan atau informasi yang diberikan secara tidak hati-hati
c. Penghilangan atau penyembunyian yang dapat menyesatkan atas
informaso yang seharusnya diungkapkan
110.3 Praktisi tidak melanggar paragraph 110.2 dan Kode Etik ini jika ia
memberikan laporan yang dimodifikasi atas hal-hal yang diatur dalam
paragraph 110.2 tersebut
SEKSI 120 PRINSIP OBJEKTIVITAS
120.1 Prinsip objektivitas mengharuskan praktisi untuk tidak membiarkan
subjektivitas, benturan kepentingan, atau pengaruh yang tidak
layak dari

pihak-pihak lain memengaruhi pertimbangan professional

atau

pertimbangan bisnisnya
120.2 Praktisis mungkin dihadapkan pada situasi yang dapat mengurangi
objektivitasnya. Karena beragamnya situasi tersebut, tidak

mungkin untuk

mengidentifiasikan setiap situasi tersebut. Setiap

praktisi harus menghindari

setiap hubungan yang bersifat subjektif atau yang

dapat mengakibatkan

pengaruh yang tidak layak terhadap pertimbangan

profesionalnya.
SEKSI 130 PRINSIP KOMPETENSI SERTA SIKAP KECERMATAN DAN
KEHATI-HATIAN PROFESIONAL
130.1 Prinsip kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian professional
mewajibkan setiap praktisi untuk
a) Memelihara

pengetahuan

dan

keahlian

professional

yang

dibutuhkan untuk menjamin pemberian jasa professional yang


kompeten kepada klien atau pemberi kerja

Etika Akuntan Profesional| 14

b) Menggunakan kemahiran profesionalnya dengan seksama sesuai


dengan standar profesi dank ode etik profesi yang berlaku dalam
memberikan jasa profesionalnya
130.2 pemberian jasa professional yang kompeten membutuhkan pertimbangan
yang cermat dalam menerapkan pengetahuan dan keahlian professional.
kompetensi professional dapat dibagi menjadi dua tahap yang terpisah
a) Pencapaian kompetensi professional; dan
b) Pemeliharaan kompetensi professional
130.3 Pemeliharaan kompetensi professional membutuhkan kesadaran dan
pemahaman

yang

berkelanjutan

terhadap

perkembangan

teknis

professional

dan perkembangan bisnis yang relevan. Perkembangan dan

pendidikan

professional

meningkatkan dan

yang

berkelanjutan

sangat

diperlukan

untuk

memelihara kemampuan Praktisi agar dapat melaksanakan

pekerjaannya secara kompeten dalam lingkungan professional


130.4 Sikap kecermatan dan kehati-hatian professional mengharuskan setiap
praktisi untuk berikap dan bertindak secara hati-hati, menyeluruh,
dan tepat

waktu, sesuai dengan persyaratan, penugasan.


130.5 Setiap praktisi harus memastikan tersedianya pelatihan dan penyeliaan
yang tepat bagi mereka yang bekerja di bawah wewenangnya dalam
kapasitas professional.
130.6 Bila dipandang perlu, praktisi harus menjelaskan keterbatasan jasa
professional yang diberikan kepada klien, pemberi kerja, atau pengguna
jasa professional lainnya untuk menghindari terjadinya kesalahan
penafsiran atas penyataan pendapat yang terkait dengan jasa profesiona
yang diberikan.

SEKSI 140 PRINSIP KERAHASIAAN


140.1 Prinsip kerahasiaan mewajibkan setiap praktisi untuk melakukan tindakantindakan sebagai berikut:
Etika Akuntan Profesional| 15

a) Mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia yang diperoleh


dari hibingan professional dan hubungan bisnis kepada pihak di
luar KAP atau jaringan KAP tempatnya bekerja tanpa adanya
wewenang khusus, kecuali jika terdapat kewajiban untuk
mengungkapkannya sesuai dengan ketentuan hukum atau peraturan
lainnya yang verlaku; dan
b) Menggunakan informasi yang bersifat rahasia yang diperoleh dari
hubungan professional dan hubungan bisnis untuk keuntungan
pribadi atau pihak ketiga.
140.2 Setiap praktisis harus tetap menjaga prinsip kerahasiaan, termasuk dalam
lingkungan

sosialnya.

Setiap

praktisi

harus

waspada

terhadap

kemungkinan pengungkapan yang tidak disengaja, terutama dalam situasi yang


melibatkan hubungan jangka panjang, dengan rekan bisnis maupun
anggitakeluarga langsung atau anggota keluarga dekatnya.
140.3 Setiap praktisi harus menjaga kerahasiaan informasi yang diungkapkan
oleh

calon klien atau pemberi kerja

140.4 Setiap
informasi

praktisi

harus

mempertimbangkan

pentingnya

kerahasiaan

terjaga dalam KAP atau jaringan KAP tempatnya bekerja.

140.5 Setiap praktisi harus menerapkan semua prosedur yang dianggap perlu
untuk memastikan terlaksananya prinsip kerahasiaan oleh mereka yang
bekerja di bawah wewenangnya, serta pihak lain yang memberikan saran
dan bantuan profesionalnya.
140.6 Kebutuhan untuk mematuhi prinsip kerahasiaan terus berlanjut, bahkan
setelah berakhirnya hubingan antara praktisi dengan klien atau pemberi
kerja. Ketika berpindah kerja atau memperoleh klien baru, praktisi berhak
untuk menggunakan pengalaman yang diperoleh sebelumnya. Namun
demilian, praktisi tetap tidak boleh menggunakan atau mengungkapkan
setiap informasi yang bersifat rahasia yang diperoleh sebelumnya dari
hubungan professional atau hubungan bisnis.
Etika Akuntan Profesional| 16

140.7 Dibawah ini merupakan situasi-situasi yang mungkin mengharuskan


praktisi untuk mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia atau ketika
pengungkapkan tersebut dianggap tepat:
a) Pengungkapan yang diperbolehkan oleh hukum dan disetujui oleh klien
atau pemberi kerja
b) Pengungkapan yang diharuskan oleh hukum, sebagai contoh:
1. Pengungkapan dokumen atau bukti lainnya dalan siding pengadilan,
atau
2. Pengungkapan kepada otoritas public yang tepat mengenai suatu
pelanggaran hukum
c) Pengungkapan yang terkait dengan kewajiban professional untuk
mengungkapkan, selama tidak dilarang oleh ketentuan hukum:
1. Dalam mematuhi pelaksanaan penelaahan mutu yang dilakukan oleh
organisasi profesi atau regulator
2. Dalam menjawab pertanyaan atau investigasi yang dilakukan oleh
organisasi profesi atau regulator
3. Dalam melindungi kepentingan professional praktisi dalam siding
pengadilan
4. Dalam mematuhi standar profesi dank ode etik profesi yang berlaku
140.8 Dalam memutuskan untuk mengungkapkan informasi yang bersifat
rahasia,

setiap praktisi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

a) Dirugikan tidaknya kepentingan semua pihak, termasuk pihak ketiga, jika


klien atau pemberi kerja mengizinkan pengungkapan informasi oleh
praktisi
b) Diketahui tidaknya dan didukung tidaknya semua informasi yang relevan.
Ketika fakta atau kesimpulan tidak didukung bukti, atau ketika informasi
tidak lengkap, pertimbangan professional harus digunakan untuk
menentukan jenis pengungkapan yang harus dilakukan
c) Jenis komunikasi yang diharapkan dan pihak yang dituju. Setiap praktisi
harus memastikan tepat tidaknya pihak yang dituju dalam komunikasi
tersebut.
SEKSI 150 PRINSIP PERILAKU PROFESIONAL

Etika Akuntan Profesional| 17

150.1 Prinsip perilaku professional mewajibkan setiap praktisi untuk mematuhi


setiap ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku, serta menghindari
setiap tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Hal ini mencakup
setiap tindakan yang dapat mengakibatkan terciptanya kesimpulan yang
negative oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki pengetahuan
mengenai semua infromasi yang relevan, yang dapat menurunkan reputasi
profesi.
150.2 Dalam memasarkan dan mempromosikan diri dan pekerjaannya, setiap
praktisi tidak boleh merendahkan martabat profesi. Setiap praktisi harus
bersikap jujur dan tidak boleh bersikap atau melakukan tindakan sebagai
berikut:
a) Membuat pernyataan yang berlebihan mengenai jasa professional yang
dapat diberikan, kualifikasi yang dimiliki, atau pengalaman yang telah
diperoleh
b) Membuat pernyataan yang merendahkan atau melakukan perbandingan
yang tidak didukung bukti terhadap hasik pekerjaan praktisi lain.
2.2.2 Kode Etik Akuntan Bisnis
SEKSI 320 PENYUSUNAN DAN PELAPORAN INFORMASI
320.1 Akuntan profesional dalam bisnis sering terlibat dalam penyusunan dan pelaporan
informasi yang baik dapat dipublikasikan atau digunakan oleh orang lain
di dalam

atau di luar organisasi yang mempekerjakan. Informasi tersebut

dapat berupa

informasi

perkiraan dan anggaran,

keuangan

atau

informasi

manajemen,

misalnya,

laporan keuangan, diskusi manajemen dan analisis, dan

surat manajemen

representasi yang diberikan kepada auditor selama

audit atas entitas laporan

keuangan. Seorang akuntan profesional dalam

bisnis harus menyiapkan atau

menyajikan informasi tersebut secara adil, jujur dan

sesuai dengan standar

profesional yang relevan sehingga informasi akan

dipahami dalam konteksnya.

Etika Akuntan Profesional| 18

320.2 Seorang akuntan profesional dalam bisnis yang memiliki tanggung jawab untuk
persiapan atau persetujuan laporan keuangan untuk tujuan umum dari
suatu

organisasi yang mempekerjakan harus puas dengan laporan keuangan

yang telah

disajikan sesuai dengan standar pelaporan keuangan yang berlaku.

320.3 Seorang akuntan profesional dalam bisnis harus mengambil langkah-langkah yang
wajar untuk menjaga informasi untuk akuntan profesional dalam bisnis
bertanggung jawab dengan cara :
a) Menjelaskan dengan jelas sifat sebenarnya dari transaksi bisnis, aset, atau
kewajiban;
b) Mengklasifikasikan dan mencatat informasi secara tepat waktu dan tepat, dan
c) Mewakili fakta-fakta secara akurat dan lengkap dalam semua hal yang
material.
320.4 Ancaman terhadap kepatuhan dengan prinsip-prinsip dasar, misalnya, selfinterest
atau intimidasi ancaman terhadap objektivitas atau kompetensi profesional dan
kehati-hatian, diciptakan di mana seorang akuntan profesional dalam bisnis
ditekan(baik eksternal atau dengan kemungkinan keuntungan pribadi ) menjadi terkait
dengan menyesatkan informasi atau menjadi terkait dengan informasi yang
menyesatkan melalui tindakan orang lain .
320.5 Pentingnya ancaman tersebut akan tergantung pada faktor-faktor seperti sumber
tekanan dan sejauh mana informasi tersebut, atau mungkin, bisa
menyesatkan. Arti

penting

perlindungan bila diperlukan

dari

ancaman

harus

dievaluasi

dan

diterapkan

untuk menghilangkan mereka atau menguranginya ke

tingkat yang dapat diterima.

Perlindungan tersebut termasuk konsultasi dengan

atasan dalam organisasi yang

mempekerjakan, komite audit atau pihak yang

bertanggung jawab atas tata kelola

organisasi, atau dengan badan profesional

yang relevan.
320.6 Bila tidak mungkin untuk mengurangi ancaman ke tingkat yang dapat diterima,
seorang akuntan profesional dalam bisnis akan menolak atau tetap
berhubungan

dengan informasi yang menentukan akuntan profesional adalah

menyesatkan.

Seorang akuntan profesional dalam bisnis mungkin telah sadar


Etika Akuntan Profesional| 19

terkait dengan

informasi yang menyesatkan. Setelah menyadari hal ini, akuntan

profesional dalam

bisnis harus mengambil langkah- langkah untuk memisahkan diri

dari

informasi tersebut. Dalam menentukan apakah ada persyaratan

untuk melaporkan,

akuntan profesional dalam bisnis dapat mempertimbangkan

mendapatkan nasihat

hukum.

mempertimbangkan apakah akan

Selain

itu,

akuntan

profesional

dapat

mengundurkan diri.

SEKSI 330 BERTINDAK DENGAN KEAHLIAN YANG MEMADAI


330.1 Prinsip dasar kompetensi profesional dan perawatan karena mengharuskan
seorang

akuntan profesional dalam bisnis hanya melakukan tugas-tugas penting

yang

akuntan profesional dalam bisnis memiliki , atau dapat memperoleh ,

pelatihan

khusus atau pengalaman yang cukup . Seorang akuntan profesional

dalam bisnis

tersebut tidak sengaja menyesatkan majikan untuk tingkat keahlian

atau

pengalaman yang dimiliki , tidak akan seorang akuntan profesional

dalam bisnis

gagal untuk mencari saran ahli yang tepat dan bantuan bila

diperlukan .
330.2 Keadaan yang menciptakan ancaman bagi seorang akuntan profesional dalam
bisnis menjalankan tugas dengan tingkat yang sesuai kompetensi
profesional dan

perawatan karena termasuk memiliki :


a) Tidak cukup waktu untuk benar melakukan atau menyelesaikan tugastugas yang relevan .
b) Lengkap , informasi terbatas atau tidak memadai untuk melakukan tugas
dengan benar .
c) Kurangnya pengalaman , pelatihan dan / atau pendidikan .
d) sumber daya memadai untuk kinerja yang tepat dari tugas .

330.3 Signifikansi ancaman akan tergantung pada faktor-faktor seperti sejauh mana
akuntan profesional dalam bisnis bekerja sama dengan orang lain,
senioritas
peninjauan diterapkan untuk

relative

dalam bisnis, dan tingkat pengawasan dan


pekerjaan. Arti

penting

dari

ancaman

harus

Etika Akuntan Profesional| 20

dievaluasi dan perlindungan diterapkan

bila

ancaman tersebut atau menguranginya ke

diperlukan

untuk

menghilangkan

tingkat yang dapat diterima. Contoh

pengamanan tersebut meliputi :


a) Mendapatkan saran tambahan atau pelatihan .
b) Memastikan bahwa ada cukup waktu yang tersedia untuk melakukan
c)
d)
e)
f)
g)

tugas-tugas yang relevan .


Mendapatkan bantuan dari seseorang dengan keahlian yang diperlukan .
Konsultasi, dimana tepat, dengan :
Pemimpin dalam organisasi yang mempekerjakan ;
ahli Independen; atau
Sebuah badan profesional yang relevan .

330.4 Ketika ancaman tidak dapat dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat
diterima , akuntan profesional dalam bisnis harus menentukan apakah
akan

menolak untuk melakukan tugas tersebut . Jika akuntan profesional dalam

bisnis

menentukan bahwa penolakan adalah tepat, alasan untuk melakukannya

harus

secara jelas dikomunikasikan .

BAB III
KESIMPULAN

Sebagai seorang oekerja profesiona, akuntan harus memiliki etika bisnis dan etika
profesi. Hal ini dikarenakan masyarakat menuntut untuk memperoleh jasa para akuntan dengan
standar kualitas yang tinggi dan bersedia mengorbankan diri. Itulah sebabnya profesi akuntansi
menetapkan standar teknis atau standar etika yang harus dijadikan sebagai panduan oleh para
akuntan, utamanya yang secara resmi menjadi anggota anggota profesi dalam melaksanakan
tugas-tugas profesionalnya.
Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus
dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik agar professional memberikan jasa
sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik ini akan melindungi
Etika Akuntan Profesional| 21

perbuatan yang tidak professional. Perbedaan dari setiap kode etik suatu profesi adalah setiap
etika profesi mempunya kode etik masing-masing dan tersendiri yang dibuat oleh badan yang
mengatur etika profesi tersebut. Pelanggaran kode etik tidak diadili oleh pengadilan karena
melanggar kode etik tidak selalu berarti melanggar hukum, tapi pelanggaran kode etik akan
diperiksa oleh majelis kode etik dari setiap profesi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Institut Akuntan Publik Indonesia. 2008. Kode Etik Profesi Akuntan Publik
http://amandaastari.blogspot.co.id/2015/01/kode-etik-profesi-akuntansi.html
http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/01/etika-profesi-akuntansi-kode-etik.html
http://tantitrisetianingsih.blogspot.co.id/2015/01/kode-etik-profesi-akuntansi.html
https://airanursyahidah90.wordpress.com/kode-etik-akuntan-indonesia/
http://irfansanjaya.blogspot.co.id/2013/10/translate-kode-etik-akuntan.html

Etika Akuntan Profesional| 22