Vous êtes sur la page 1sur 6

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI ANALISIS I

PERCOBAAN III
IDENTIFIKASI GOLONGAN ASAM

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2015


HERDIYAN YOGI SUGARA
31113020
FARMASI 3A
KELOMPOK ABSEN KECIL

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


STIKES BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA
2015

H. Pembahasan
Analisis kualitatif merupakan suatu proses dalam mendeteksi keberadaan suatu
unsur kimia dalam cuplikan yang tidak di ketahui. Analisis kualitatif merupakan suatu
cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya
dalam larutan.

Dalam metode

analisis

kualitatif,

kita

menggunakan

beberapa

pereaksi,di antaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik.


Pada praktikum kali ini yaitu praktikan melakukan analisis kualitatif golongan
asam. Metode yang digunakan adalah random sampling di mana praktikan
mendapatkan sampel dengan secara acak. Sampel yang diperoleh praktikan adalah no.
11 dan no. 46.
Sampel yang pertama diujikan merupakan sampel no 11 dengan uji yang pertama
dilakukan adalah uji pendahuluan yang biasanya terdiri dari uji organoleptis yang dapat
diraba, dirasa, dicium baunya oleh panca indera. Sampel no 11 yang memiliki bentuk
larutan bening ketika dilarutkan dengan air melarut memiliki bau khas menusuk seperti
etanol serta rasa yang agak manis pahit. Berdasarkan data tersebut praktikan memiliki
dugaan bahwa sampel merupakan asam benzoat asam asetat dan asam oksalat hal ini
tak lepas dari pengamatan dari uji organoleptis dari sample itu sendiri. selanjutnya
praktikan melakukan uji penggolongan dengan mereaksikan sample dengan Fecl3 +
etanol dimana hasil yang didapat adalah larutan kuning bening dengan reaksi sebagai
berikut.

Dari hasil yang didapat pereaksian ini menghasilkan larutan berwarna kuning
bening hal ini terjadi karena asam benzoat ada dalam keadaan mendekati sangat asam
sehingga mendekati tidak bereaksi tetapi saat bereaksi dengan asam lemah akan
menghasilkan warna ungu dan ketika direaksikan dengan basa akan menghasilkan
warna coklat. Dari hasil identifikasi diatas sample diduga antara asam benzoat asam
borat asam oksalat dan asam sulfanilat.

Selanjutnya untuk mendapat hasil yang lebih spesifik praktikan mereaksikan


sample dengan AgNO3 maka didapat hasil larutan yang tetap bening dengan mekanisme
reaksi :

Disinilah faktor utama kesalahan karena seharusnya asam benzoat direaksikan dengan
perak nitrat menghasilkan endapan putih menurut literatur Endapan tersebut terbentuk
karena adanya reaksi sublimasi (Kristal) antara asam benzoate dan AgNO3 membentuk
suatu garam Na.
Pereaksian selanjutnya sample direaksikan dengan KMnO 4 didapat warna
larutan ungu yang kemudian berubah menjadi coklat hal ini karena kemampuan dari
asam benzoat dalam mereduksi kalium permanganat dengan mekanisme reaksinya :

Selanjutnya pereaksian yang yang terakhir yaitu dengan mereaksikan sample


dengan KBr tetapi tidak terjadi reaksi dimana larutan sample tetap bening mekanisme
reaksinya :

Percobaan kedua yaitu mengidentifikasi sampel no 46. dengan mekanisme yang


hampir sama dengan sample no 11 Sama halnya seperti percobaan pertama, tahapan
awal yang dilakukan yaitu uji pendahuluan , yang meliputi uji organoleptik mengenai

bentuk, rasa, warna dan bau. Adapun hasil pengamatan uji ini pada sampel no. 46
bentuk fisiknya larutan jernih, larut dalam air tidak berbau dan rasa asam. selanjutnya
praktikan melakukan uji penggolongan dengan mereaksikan sample dengan Fecl3 +
etanol dimana hasil yang didapat adalah larutan kuning keorenan dengan reaksi sebagai
berikut :

Dari hasil yang didapat pereaksian ini menghasilkan larutan berwarna kuning
keorenan hal ini menandakan asam sulfanilat (diketahui setelah pemberitahuan sample
sebenarnya) memiliki tingkat keasaman yang lebih lemah dari asam benzoat
Selanjutnya untuk mendapat hasil yang lebih spesifik praktikan mereaksikan
sample dengan AgNO3 maka didapat hasil larutan yang tetap bening dengan mekanisme
reaksi :

Hal ini karena sample tidak membentuk kristal Na atau tidak mengalami reaksi
sublimasi sehingga pada reaksi ini tidak terjadi pengendapan.
Pereaksian selanjutnya sample direaksikan dengan KMnO 4 didapat warna
larutan ungu, dengan reaksi :

pada pereaksian ini asam sulfanilat (diketahui setelah pemberitahuan sample


sebenarnya) tidak mampu mereduksi kalium permanganat sehingga hasil dari
pereaksian ini terbentuknya warna ungu yang tidak hilang.
Selanjutnya pereaksian yang yang terakhir yaitu dengan mereaksikan sample
dengan KBr disini adalah penentuan penebakan sample karena sebelumnya pilihan
praktikan untuk menjawab sample no 46 dalah antara asam sulfanilat dan asam borat
dan ternyata hasil dari pereaksian dengan Kalium bromida tidak beresaksi apa apa
alhasil praktikan menebak asam borat karena menurut literatur asam borat tidak
memberikan reaksi dengan kalium bromida sedangkan asam sulfanilat memberikan
reaksi dengan terbentuknya warna coklat dari ion kalium.
Dalam praktikum ini praktikan melakukan kesalahan dalam menjawab sample hal
ini tak lepas dari kurangnya ketelitian dan kesesesuaian antara teori dan praktik
lapangan yang menyebabkan praktikan lengah dalam mengambil suatu kesimpulan
jawaban. Hal ini terlihat pada saat sample no 11 ketika direaksikan dengan AgNO3
dimana menurut teori apabila asam benzoat direaksikan dengan AgNO 3 maka
menunjukan endapan putih dari reaksi sublimasi tetapi pada praktikum ini sample tidak
mununjukan endapan putih melainkan bening. Selanjutnya untuk sample no 46 pun
ketika direksiakan dengan KBr tidak bereaksi apapun menandakan asam borat karena
apabila sample asam sulfanilat harusnya menunjukan reaksi perubahan warna menjadi
coklat tetapi pada peraksian ini sample tidak berubah menjadi coklat. kedepanya
praktikan harus lebih banyak lagi mencari sumber untuk memperbanyak reaksi
pengujian agar hal ini tidak terulang kembali.

I. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa
sampel no. 11 yaitu asam benzoat dan sampel no 46 adalah asam sulfanilat

Daftar Pustaka
Ditjen POM. (1979). Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta: Depkes RI.
Fessenden & Fessenden.(1994). Kimia Organik Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga
Gandjar, Ibnu G. dan Abdul Rohman. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
JR, RA Day & Underwood.(2002). Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta: Erlangga.
Riswiyanto.(2009). Kimia Organik. Jakarta : PT. Gelora aksara pratama.