Vous êtes sur la page 1sur 3

OTITIS MEDIA SEROSA

Definisi
Otitis media serosa adalah keadaan terdapatnya sekret yang
nonpurulen di telinga tengah, sedangkan membran timpani utuh. Adanya
cairan di telinga tengah dengan membran timpani utuh tanpa tanda-tanda
infeksi disebut otitis media dengan efusi. Jika efusi tersebut encer, disebut
dengan otitis media serosa, dan jika efusi tersebut kental seperti lem
disebut otitis media mukoid (glue ear).

Etiologi
Otitis media serosa terjadi terutama akibat adanya transudat atau
plasma yang mengalir dari pembuluh darah ke telinga tengah yang
sebagian besar terjadi akibat adanya perbedaan tekanan hidrostatik.

Klasifikasi
1. Otitis media serosa akut
2. Otitis media serosa kronis
Otitis Media Serosa Akut
Otitis media serosa akut adalah keadaan terbentuknya sekret di
telinga tengah secara tiba-tiba yang disebabkan oleh gangguan fungsi
tuba. Dapat disebabkan oleh antara lain:
a. Sumbatan tuba, tersumbatnya tuba secara tiba-tiba akan
menghambat drainase cairan telinga tengah,
b. Virus, terbentuknya cairan di teligna tengah dapat berhubungan
dengan infeksi virus pada saluran nafas atas,
c. Alergi, alergi pada saluran nafas atas juga dapat menimbulkan
terbentuknya cairan di telinga tengah,
d. Idiopatik.
Gejala yang paling menonjol adalah pendengaran yang berkurang.
Selain itu dapat disertai keluhan rasa tersumbat pada telinga atau suara
sendiri terdengar lebih nyaring atau berbeda pada telinga yang sakit
(diplacusis binauralis). Kadang-kadang terasa seperti ada cairan yang
bergerak dalam telinga pada saat posisi kepala berubah. Rasa sedikit
nyeri dalam telinga dapat terjadi pada saat awal tuba terganggu yang
menyebabkan timbul tekanan negatif pada telinga tengah. Rasa nyeri

dalam telinga tidak pernah ada bila penyebab timbulnya sekret adalah
virus atau alergi.
Pada otoskopi terlihat membran timpani retraksi. Kadang-kadang
tampak gelembung udara atau permukaan cairan dalam kavum timpani.
Pengobatan dapat secara medikamentosa dan pembedahan. Dapat
diberikan vasokonstriktor lokal (tetes hidung), antihistamin, serta perasat
Valsava, bila ada tanda-tanda infeksi di jalan napas atas.
Setelah satu atau dua minggu, bila gejala-gejala masih menetap,
dilakukan miringitomi dan bila masih belum sembuh maka dilakukan
miringotomi serta pemasangan pipa ventilasi.
Otitis Media Serosa Kronis (glue ear)
Perbedaan antara otitis media serosa akut dan kronis hanya pada
cara terbentuknya sekret. Pada otitis media serosa akut, sekret terjadi
secara tiba-tiba di telinga tengah dengan disertai rasa nyeri pada telinga,
sedangkan pada keadaan kronis sekret terbentuk secara bertahap tanpa
rasa nyeri denga gejala-gejala pada telinga yang berlangsung lama.
Otitis media serosa kronik lebih sering terjadi pada anak-anak,
sedangkan otitis media serosa akut lebih sering terjadi pada orang
dewasa. Otitis media serosa unilateral pada orang dewasa tanpa
penyebab yang jelas harus selalu dipikirkan kemungkinan adanya
karsinoma nasofaring.
Sekret pada otitis media serosa kronik dapat kental seperti lem,
maka disebut glue ear. Otitis media serosa kronik dapat juga terjadi
sebagai gejala sisa dari otitis media akut yang tidak sembuh sempurna.
Penyebab lain diperkirakan adanya hubungan dengan infeksi virus,
keadaan alergi atau gangguan mekanis pada tuba.
Perasaan tuli pada otitis media serosa kronik lebih menonjol, oleh
karena adanya sekret kental atau glue ear. Pada anak-anak yang berumur
5-8 tahun keadaan ini sering diketahui secara kebetulan waktu dilakukan
pemeriksaan THT atau dilakukan uji pendengaran.
Pada otoskopi terlihat membran timpani utuh, retraksi, suram,
kuning kemerahan atau keabu-abuan.
Pengobatan yang harus dilakukan adalah mengeluarkan sekret
dengan miringotomi dan memasang pipa ventilasi (Grommet). Pada kasus
yang masih baru pemberian dekongestan tetes hidung serta kombinasi
anti histamin dekongestan per oral kadang-kadang berhasil. Sebagian
ahli menganjurkan pengobatan medikamentosa selama tiga bulan, bila

tidak berhasil baru dilakukan tindakan operasi. Di samping itu, harus pula
dinilai serta diobati faktor-faktor penyebab seperti alergi, pembesaran
adenoid atau tonsil, infeksi hidung dan sinus.