Vous êtes sur la page 1sur 3

Decision Making

1. Pengertian
Decision Making adalah suatu proses pemikiran dalam rangka penyelesaian/ pemecahan

suatu

masalah untuk memperoleh hasil akhir guna dilaksanakan. Keputusan yang diambil adalah hasil
akhir dari pemilihan sejumlah alternatif yang terbaik, yang paling kecil risikonya.
Pengambilan keputusan merupakan salah satu langkah dalam proses keperawatan, dimana dalam
pengambilan keputusan sangat diperlukan proses berpikir. Pengambilan keputusan merupakan hasil
berpikir, hasil usaha intelektual, dimana keputusan yang ada memerlukan tindakan nyata dalam
menentukan pilihan dari beberapa alternatif pemecahan masalah yang ada.
Proses pembuatan keputusan adalah proses yang melibatkan pendekatan sistematis setiap tahapan,
dan harus dapat diterima oleh lingkungan yang akan menggunakannya. Lancaster dan Lancaster
menyatakan pembuatan keputusan merupakan sesuatu yang sistematis, merupakan proses bertahap
dan memlih berbagai alternatif dan membuat pilihan menjadi tindakan.
Pengambilan keputusan ini berdasarkan analisis dari data-data dan informasi yang dikumpulkan
dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang paling menguntungkan dengan menggunakan
logika dan rasional. Keputusan yang diambil dengan memperhatikan prioritas masalah yang paling
penting untuk diatasi terlebih dahulu, waktu yang dibutuhkan, biaya, kemampuan, dan
kemungkinan keberhasilan yang paling tinggi.
2.

Model-model dalam pembuatan keputusan

Terdapat tiga model yang tercakup dalam pembuatan keputusan, yaitu:


1. Model Normatif
Model ini diasumsikan untuk memaksimalkan kepuasan dan memenuhi kebutuhan asumsi
pengetahuan sempurna bahwa pada satu situasi membutuhkan keputusan, semua
kemungkinan pilihan dan konsekuensi dan potensial hasil dari masing-masing diketahui.
Ada tujuh langkah yang teridentifikasi dalam model analisis ini :
1. Menemukan dan menganalisis masalah
2. Mengidentifikasi semua alternatif yang memungkinkan
3. Mengevaluasi pro dan kontra dari masing-masing alternatif
4. Mengurut alternatif-alternatif
5. Memilih alternatif yang dapat memaksimalkan kepuasan
6. Pelaksanaan
7. Evaluasi
2. Model Pohon Keputusan

Setiap jalur melalui pohon menyamakan pada urutan yang mungkin dari tindakan dan
kejadiankejadian, masing-masing dengan konsekuensinya sendiri. Kemungkinan dari baik
konsekuensi positif dan negatif dari tindakan dan kejadian diperkirakan dan dicatat pada
cabang yang tepat.
3.

Model deskriptif
Simon mengembangkan model ini didasarkan pad asumsi bahwa pembuat keputusan adalah
seorang yang melihat masalah secara rasional dalam membuat solusi yang bisa dilakukan
yang didasarkan pada informasi yang diketahuinya.
Langkah dalam model deskriptif meliputi :
1.
Menetapkan tujuan yang dapat diterima
2.
Menguraikan persepsi sibjektif tentang masalah
3.
Mengidentifikasi alternatif yang bisa diterima
4.
Mengevaluasi setiap alternatif
5.
Menyeleksi alternatif
6.
Menerapkan keputusan
7.
Evaluasi

3.

Langkah-langkah dalam proses pembuatan keputusan

Pertama, masalah harus teridentifikasi masalah harus teridentifikasi, walaupun tahapan ini terlihat
mudah, pengenalan dan penentuan masalah merupakan hal yang rumit karena persepsi tiap individu
berlainan. Perawat manajemen harus membuat kepastian bahwa setiap masalah yang teridentifikasi
memerlukan perhatian mereka saja.Bila masalah telah teridentifikasi, perawat manajer harus
mengevaluasi kemungkinan solusi dan memrlukan prioritas masalah.
Langkah kedua dalam membuat keputusan adalah mengumpulkan dan menganalisa informasi yang
berhubungan dengan solusi. Perawat manajer mulai mengidentifikasi perbandingan berbagai
alternatif

yang memungkinkan dengan hasil yang diinginkan dengan berbagai sumber yang

tersedia.
Langkah ketiga dalam pembuatan keputusan adalah mengevaluasi semua alternatif dan memilih
satu untuk implementasi. Dalam evaluasi alternatif, kemungkina positif dan negatif dari setiap
pilihan diidentikasi dengan kemungkinan setiap perkiraan. Setiap alternatif harus secara sistematis
dievaluasi terhadap efisiensinnya dan keefektifannya dalam menyelesaikan hasil yang diharapkan
serta kemungkinan pencapaian dengan sumber-sumber yang ada atau dapat diperoleh.
Langkah

keempat

dalam

proses

pembuatan

keputusan

adalah

untuk

mengimplementasikan alternatif terpilih.


4. Komponen yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan :

bertindak

atau

a.

Tanda/ gejala yang ditimbulkan misalnya tanda vital, keluhan, hasil laboratorium.

b.

Hipotesis (dugaan sementara) misalnya kemungkinan alergi, infeksi, kelainan ginjal,


kelainan jantung dll.

c.

Pengetahuan dasar berhubungan dengan informasi, literatur, pernyataan yang didukung


dengan logika dan rasionalisasi.

d.

Tindakan keperawatan ditentukan dari beberapa alternatif yang diajukan.

e.

Penyelidikan/ pemeriksaan, hal ini dilakukan untuk memperkuat/ memvalidasi dan


mendukung keputusan yang akan diambil.

f.

Pendapat/ perkiraan awal sebelumnya.


http://maryamspkom.wordpress.com/2012/09/27/ho-hub-pemecahan-masalah-dgn-berpikirkritis/