Vous êtes sur la page 1sur 9

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1

Establishing Function (Function Analysis)


Prosedur analisis fungsi :
1. Pengekspresian overall fungsi dimaksudkan untuk menggambarkan overall
fungsi sebagai black box menurut istilah perubahan masukan (input)
menjadi keluaran (output). Overall fungsi dapat merupakan sebuah fungsi
atau kombinasi fungsi-fungsi. Masukan overall fungsi adalah berupa
masukan dari luar dan/atau didalam sistem produk. Keluaran overall
fungsi

adalah

berupa

keluaran

keluar

dan/atau

didalam

sistem

produk.Dari :
Input

: mentega, bawang bombay, tepung terigu, susu cair,


macaroni, smoked beef, keju parut, bumbu-bumbu

Fungsi dasar : Makanan dapat mengenyangkan dengan harga terjangkau.


Output

: Macaroni schotel abon

2. Diagram blok interaksi terhadap produk Macaroni Schotel Abon


Blackbox model Macaroni Schotel Abon dimana semua fungsi disatukan
kedalam satu fungsi sehingga menghasilkan output dapat mengenyangkan
orang yang memakannya dengan harga yang terjangkau (proses
transformasi berupa fungsi utama).

Gambar 4. 1 Blackbox

3. Penggambaran batasan sistem


Penggambaran batasan sistem dimaksudkan untuk menentukan
luas dan lokasi suatu batasan sistem dan fungsi. Sistem produk
diidentifkasi menurut batasan-batasan sistem untuk fungsi-fungsi dan sub
fungsi. Keluaran (output) dan masukan (input) didalam batasan-batasan

sistem diperlukan pengaturan untuk kelayakan fungsi dan sub fungsi,


kecuali keluar dan masuk diluar batasn sistem produk.
Batasan sistem disini didefinisikan sebagai batas-batas fungsional
untuk proses pembuatan otak-otak tulang ikan. Batasan tersebut
diantaranya, yaitu :
Fasilitas
Metode
Alat
Manusia
Material

4. Penelitian kesalahan komponen


Penelitian suatu kesalahan komponen produk dimaksudkan untuk
mempelajari kekuranagn terhadap komponen produk dalam pembentukan
setiap sub fungsi dan hubungannya. Pencapaian spesifikasi performansi
sub fungsi dipengaruhi oleh komponen-komponen pembentuknya.
Penentuan spesifikasi komponen produk disebut dengan pemilihan jenis
bahan, bentuk fisik, dan toleransi geometris atau penetapan spesifikasi
performansi

komponen

produk.

Misalnya

Otak-otak

tulang

membutuhkan bumbu yang memadai agar rasanya dapat melengkapi


kekurangan segala jenis bahan yang lain.

4.2

Clarifyng Objective (Objectives Tree)


Metode pohon objektif (The objective Method), merupakan suatu
metode yang mencoba untuk menguraikan kebutuhan konsumen yang
telah diperoleh, menjadi hubungan tujuan dengan sub tujuan dan
menjelaskan hubungan yang terjadi.

Metode Pohon Objektif

1. Mempersiapkan tujuan-tujuan dari perancangan yaitu penyusunan semua


keinginan-keinginan dan kebutuhan konsumen yang telah diperoleh,
dengan menempatkan faktor yang lebih sempit sebagai dari bagian faktor
yang lebih luas.
Tabel 4. 1Kebutuhan dan Keinginan Konsumen

No
1
2
3
4
5
6

Uraian
Mengenyangkan
Bergizi
Rasanya enak
Tidak cepat basi
Tampilan menarik
Murah

2. Pendataan objektif (tujuan) tingkat atas dan tingkat bawah


Pengaturan data menurut satuan sasaran tingkat atas dan tingkat
bawah, berdasarkan pengelompokan secara umum menurut tujuan hirarki.
Tingkat 1
Produk Makaroni Schotel Abon yang sesuai dengan kebutuhan dan
keinginan konsumen.

Tingkat 2
Performance
Reliability
Conformance
Durability
Estetika
Harga

Tingkat 3

1.
2.
3.
4.
5.
6.

1. Mengenyangkan
2. Gizi baik
3. Rasa enak
4. Tidak Mudah Basi
5. Tampilan menarik
6. Murah

3. Mengemukakan hubungan secara hirarki dan keterkaitan untuk objektif


sebagai level atas dan sub objektif sebagai level bawah pada sebuah
diagram pohon objektif, sebagai berikut :

Gambar 4. 2 Diagram Pohon Objektif

4.3

Setting Requirements
Setting Requirements ini untuk menetapkan persyaratan, kinerja,
spesifikasi dan mempunyai tujuan untuk membuat spesifikasi yang akurat
tentang kinerja yang diperlukan dari solusi desain.
Tabel 4. 2 Setting Requirements
No

4.4

Bahan yang Dibutuhkan

Komposisi

Mentega

20 gram

Bawang bombay

buah

Tepung terigu

30 gram

Susu cair

150 ml

Makaroni

100 gram

Smokeed beed

2 lembar

Keju parut

50 gram

Garam

1 sdt

Merica bubuk

sdt

10

Pala bubuk

sdt

11

Telur

3 butir

12

Abon sapi

100 gram

Determining Characteristics (QFD)


Metode yang digunakan pada langkah ini adalah QFD (Quality
Function Deployment). Output dari QFD ini adalah akan dihasilkannya
sebuah matrik yang disebut dengan House of Quality.
QFD adalah suatu metodologi yang digunakan oleh perusahaan
untuk mengantisipasi dan menentukan prioritas kebutuhan dan keinginan
konsumen, serta menggabungkan kebutuhan dan keinginan konsumen
tersebut dalam produk dan jasa yang disediakan bagi konsumen.

Gambar 4. 3 House Of Quality

E.

Generating Alternatives (Morphological Chart)


General alternatives ini untuk dapat membangkitkan
alternatif atau sering disebut dengan bagan morfologi. Serta mempunyai
tujuan untuk menghasilkan rangkaian lengkap solusi alternatif desain
produk, dan karenanya untuk memperluas penelitian untuk potensi solusi
baru.
Morphological chart adalah suatu tabel yang didasarkan pada
analisisfungsional. Biasanya merupakan cara untuk menangkap fungsi
produk yangpenting dan mencari berbagai alternatif dan kombinasi terkait
dalam perolehanfungsi tersebut.Metode morfologi ini umumnya
diterapkan pada awal generasi ide.Analisis fungsi digunakan sebagai titik
awal. Tidak semua masalah desain yangcocok untuk menggunakan metode

morfologi. Secara khusus untuk masalahdesain dalam bidang desain


teknik, bagan morfologi berhasil diterapkan.
Tahapan Dalam Membuat Morphological chart dalam melakukan
pembuatan morphological chart , ada beberapatahapan yang harus
dilakukan, diantaranya:
1. Menentukan fungsi-fungsi yang harus ada disetiap produk.
2. Membuat daftar fungsi-fungsi, per baris, dalam satu chart.
3. Untuk setiap fungsi (baris), buat daftar yang lebih besar untuk subsolusi,
satu per kolom.
4. Memilih sekumpulan sub solusi yang dapat diterima, satu untukmasingmasing fungsi.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan morphological chart
1. Daftar

tidak

boleh

terlalu

panjang,

tetapi

harus

mencakup

fungsikeseluruhan dari produk, sampai pada suatu level generalisasi


yangseharusnya.
2. Pikirkan ide baru, begitu juga solusi, komponen dan ide yangmungkin,
yang dapat diekspresikan secara visual maupun dalam kata-kata.
3. Jumlah keseluruhan kombinasi bisa jadi sangat banyak, sehinggadapat
dibatasi sampai pilihan yang paling layak atau menarik.
4. Namai setiap kombinasi yang ada sebagai solusi yang potensialuntuk
evaluasi dikemudian hari.
Pada tahap pengembangan konsep kelompok harus melakukan
eksplorasi lebih lanjut dari hasil

HoQ yang paling signifikan untuk

diperbaiki. Proses pengembangan konsep akan menghasilkan beberapa


alternative konsep dimana setiap alternative konsep harus memiliki nama,
gambar dan penjelasan mekanisme. Proses pengembangan konsep dapat
dilakukan dengan

menggunakan tabel kombinasi, atau dengan

morphological chart. Berikut adalah morphological chart :

Tabel 4.4 Generating Alternatives

Karakteristik Bahan

Alternatif

1
Makaroni
Rendah
Tambahkan
susu,keju,abon

2
Makaroni
Tinggi
Tambahkan
susu,keju,daging

Tampilan menarik

Taburkan keju

Taburkan abon

Bentuk Menarik
Daya tahan
makanan

Lonjong

Bulat

3
Makaroni
Sedang
Tambahkan
susu,keju
Taburkan
Taburkan sosis
Petak

1 hari

2 hari

3 hari

Kandungan gizi

Kandungan lemak
Rasanya enak

Dari solusi diatas didapat beberapa alternatif pilihan mengenai produk Kroket
makaroni yang diinginkan. Alternatifnya adalah sebagai berikut :
Alternatif A : 1 x 1 x 1 x 2 x 3 x 3
F.

Pengevaluasian Alternatif
Pemilihan produk yang terbaik dapat dilakukan dengan meneliti, intuisi,

pengalaman atau keputusan secara serampangan. Pemilihan akan lebih baik


dilakukan secara rasional atau setidaknya dengan prosedur terbuka, sehingga
perancang merasa lebih terjamin dalam menentukan pilihan dan pihak pihak
pembuat keputusan dapat berpartisipasi atau menilai keabsahan pilihan.
Metoda objektif pembobotan, memberikan suatu maksud penilaian pada
perbandingan rancangan rancangan alternatif dengan menggunakan objektif
objektif bobot.
Tabel 4.5 Daftar Objektif

Sasaran
Rendah lemak
Rasanya enak
Tampilan menarik
Bentuk Menarik
Daya tahan makanan

Simbol
A
B
C
D
E

Tabel 4.6 Pengevaluasian Alternatif


Objektif

Bobo
t

Parameter

Alternatif A
Keadaa Sko Nila

Alternatif B
Keadaa Sko Nila

Alternatif C
Keadaa Sko Nila

Rendah lemak

0.1

Rasanya enak

0.3

Tampilan
menarik
Bentuk
Menarik
Daya tahan
makanan

0.2

Rendah
Tambahkan
susu,keju,abo
n
Taburkan
abon

n
Cukup

r
4

i
0.4

n
Kurang

r
3

i
0.3

n
Baik

r
8

i
0.8

Baik

2.4

Baik

2.4

Baik

2.4

Baik

1.6

Cukup

0.8

Rendah

0.4

0.2

Petak

Baik

1.6

Cukup

0.8

Cukup

0.8

0.2

3 hari

Baik

1.6

Baik

1.6

Baik

1.6

TOTAL

7.6

5.9

Nilai daya guna setiap objektif diperoleh dengan mengalikan skor dengan
nilai bobot, sedangkan total nilai daya guna adalah hasil penjumlahan nilai-nilai
objektif pada suatu rancangan alternatif. Alternatif terbaik yaitu memiliki nilai
tertinggi, yaitu alternatif A dengan total nilai guna sebesar 7,6.

Gambar Produk dari alternatif terpilih


Berdasarkan alternatif terpilih yaitu altermnatif A, maka gambar produk dapat
dilihat dibawah ini :